Rektor Cantik 27 Tahun Pimpin Institut ASIA Malang

Pemilihan Rektor Institut ASIA Malang dari ketua yayasan, Yoyok Hari Subagiono. (deny rahmawan)
Pemilihan Rektor Institut ASIA Malang dari ketua yayasan, Yoyok Hari Subagiono. (deny rahmawan)
Article top ad

MALANGVOICE – STMIK ASIA Malang dengan STIE ASIA Malang kini bergabung menjadi satu. Di bawah Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang, sekarang bernama Institut ASIA Malang.

Berubahnya menjadi Institut ASIA Malang otomatis mengubah jajaran pempimpin dan organisasi. Sesuai keputusan yayasan, akhirnya dipilih Risa Santoso menjadi Rektor Institut ASIA periode 2019-2023.

“Saya yakin dengan rektor baru ini bisa mewujudkan asia menjadi the real institute teknologi dan bisnis,” kata Ketua Yayasan Wahana Edukasi Cedekia Malang, Yoyok Hari Subagiono, Sabtu (2/11).

Risa Santoso dipilih menjadi rektor atas berbagai pertimbangan, antara lain dengan latar belakang pendidikan di University of California, Berkeley dan melanjutkan studi S2 di Havard University. Risa yang masih berusia 27 tahun ini juga pernah berkarier menjadi tenaga ahli muda di kantor staf Presiden RI.

Sebelum menjadi rektor, Risa menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di Kampus ASIA.

Yoyok menambahkan, meski masih muda, Risa diharap mampu membawa Institut ASIA Malang bisa lebih maju dan berkembang.

Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso. (deny rahmawan)
Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso. (deny rahmawan)

“Maju dalam segi pelayanan dan kualitas. Sekarang muncul banyak generasi muda yang tentunya harus bisa tampil memegang estafet kepemimpinan,” ujarnya. Ia juga berpesan agar Risa tetap berkomunikasi dengan para senior agar ada perpaduan dengan generasi muda.

Sementara itu, Risa Santoso merasa terhormat dipilih menjadi rektor. Wanita kelahiran Surabaya pada Oktober 1992 ini mengatakan siap mengemban amanah memajukan Institut ASIA.

“Rasa terhormat juga sekarang memiliki tanggung jawab besar untuk merepresentasikan milenial,” katanya.

Dalam waktu dekat, Risa menyatakan akan segera melakukan langkah strategis membuat perubahan di Institut ASIA.

“Kami ingin up to date terus, jangan sampai kalah soal teknologi. Kemudian kerja sama dengan internasional dan dunia industri,” ia menandaskan.

Institut ASIA kini memiliki lima program studi S1, antara lain Manajemen, Akuntansi, Teknik Informatika, Sistem Komputer, Desain Komunikasi Visual, dan program studi S2 Manajemen. (Der/Ulm)