Bumiaji Bakal Punya SMA Negeri

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Batu membutuhkan satu lagi Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk ditempatkan di Kecamatan Bumiaji.

Selama ini, siswa lulusan SMP yang ada di Kecamatan Bumiaji terlalu jauh sekolah SMA hingga ke Batu dan Junrejo. Jika terwujud, maka akan dinamakan SMA Negeri 3 Bumiaji.

“Di Kota Batu kan cuma ada 2 SMA Negeri, yaitu di Kecamatan Batu dan Kecamatan Junrejo. Nah, siswa yang di Bumiaji itu jauh sekolahnya kalau ke Batu dan Junrejo,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin, kepada MVoice, Kamis (5/8).

Rencana tersebut, lanjut Mistin, sudah disampaikan oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Susanto dan Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud kepada Dirjen Kemdikbud saat datang ke SD Punten I, beberapa hari lalu.

“Mudah-mudahan nanti ada bantuan dari Pemerintah Pusat karena masyarakat Bumiaji sudah menyiapkan tanah kalau gak salah seluas 3 hektar,” ujar Mistin saat disinggung soal rencana lokasi pembangunan.

Lokasi tersebut tepatnya di Desa Sumbergondo, berupa tanah kas desa yang nanti akan dihibahkan ke Pemkot. “Masih diajukan ke Kemdiknas, semoga pemerintah pusat memperioritaskan kita pada tahun mendatang,” tandas Mistin. –

Sebentar Lagi BOS Siswa SMK Swasta Cair

Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan Kota Malang segera mengucurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 7.590 siswa SMK swasta.

Kasi Kelembagaan dan Kesiswaan Disdik Kota Malang, Diyah Christiana menjelaskan, dana tersebut berasal dari PAK bulan Agustus ini.

“Setiap siswa akan mendapatkan dana Rp 130 ribu hingga akhir tahun nanti,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (6/8). Dana tersebut akan dikucurkan sekitar Ro 5,9 miliar dari APBD kota, sambungnya.

Diyah menambahkan kriteria siswa yang tidak mampu tersebut berdasarkan dari usulan sekolah.
”Sekolah mengusulkan ke dinas pendidikan. Kriteria tidak mampu itu, harus ada surat keterangan tidak mampu kemudian sekolah akan survei ke rumah siswa,” paparnya.

Sementara itu, untuk siswa SMA/SMK dan SMP negeri sudah mendapatkan bantuan yang sama dari awal tahun lalu. “2.279 siswa negeri, bantuan khusus siswa miskin (BKSM), dan 6000 siswa negeri,” lanjutnya.-

Belum Digelontor Barang Bekas, Kasek Sudah Menjerit

Suasana rapat sosialisasi penulisan ijazah. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang menggelontor sekolah dengan barang bekas dari Jepang, langsung menuai kritik.

Sejumlah kepala sekolah (Kasek) bereaksi usai Kabid Dikmen Disdik Kota Malang, Sri Ratnawati memaparkan rencana pembelian barang bekas tersebut.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Malang, Tri Suharno meminta kebijakan itu dikaji lebih dalam. Ia khawatir, barang bekas yang diklaim layak pakai itu justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya ketika tiba di Indonesia.

“Harus dilihat lagi pertimbangan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya di daerah lain. Ada sekolah yang pernah mendatangkan barang bekas dari luar negeri, bukan malah berfungsi tapi malah jadi sampah,” ungkap pria yang juga menjabat Kepala SMAN 4 Kota Malang itu,

“Yang terpenting adalah harga diri bangsa ini, masa kita menerima barang bekas dari luar negeri,” sahut hadirin lain.

Kepala SMAN 1 Kota Malang, Mus Umam, menilai rencana itu justru bakal menimbulkan pembengkakan anggaran.

“Kita jadinya malah butuh biaya tambahan untuk mengangkut sampah itu,” tuturnya.

Pemkot Batu Anggarkan 24 Persen untuk Pendidikan

Punjul Santoso (fathul/Mvoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Batu menganggarkan 24 persen dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) nya untuk pendidikan.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, bahwa Batu nanti tidak hanya ingin dikenal sebagai Kota Wisata tapi juga harus dikenal sebagai kota yang ramah pendidikan.

“Makanya kemarin saya sebutkan bahwa dana BOSDA itu dibagi ke seluruh sekolah ya dari anggaran 24 persen tersebut. Bisa dipakai untuk membantu siswa dari pakaian, tas, sepatu, hingga makan dan minum yang bergizi,” kata Punjul kepada MVoice.

Dari dana itu juga, lanjut Punjul, pihaknya kemudian memberikan beasiswa kepada 6 mahasiswa asal Batu setiap tahunnya untuk dikuliahkan gratis pada Program Studi Pertanian dan Program Studi Priwisata di Universitas Brawijaya.

“Selanjutnya nanti akan kita bangun juga guest house-guest house di Malang, Surabaya, Yogyakarta, untuk mahasiswa-mahasiswa Batu yang kuliah di sana. Ini semata-mata untuk mendukung pendidikan di Kota Batu,”tambah Punjul.

Untuk tingkat SD sampai SMA, Punjul telah menginstruksikan kepada para guru dan kepala sekolah untuk selalu memperhatikan siswanya. Bila ada yang lama tidak masuk tanpa kabar, dewan guru wajib melihat ke rumah siswa-

Sekolah di Malang Bakal Digelontor Barang Bekas

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang bakal membeli barang-barang bekas dari Jepang. Rencana itu diungkapkan Kabid Dikmen Disdik Kota Malang, Sri Ratnawati, di sela rapat sosialisasi penulisan ijazah, Rabu (5/8) siang.

“Kami dapat tawaran mendatangkan barang bekas layak pakai dari Kedutaan Jepang,” kata Ratna, sapaan akrabnya, kepada para undangan yang terdiri dari kepala sekolah dan tim penulis ijazah.

Ratna melanjutkan, barang-barang bekas itu bisa digunakan untuk semua sekolah di Kota Malang. Ia menyebut, jenis barang yang bisa didatangkan antara lain komputer, laptop, LCD, generator listrik, dan sebagainya.

“Termasuk peralatan laboratorium biologi, fisika, matematika dll, akan kami usulkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia meminta pihak sekolah segera memberikan data keperluan sarana pra sarana kepada Disdik, untuk dikoordinasikan dengan Kedutaan Jepang di Indonesia.

“Saya mohon sekolah-sekolah mengusulkan ke kami apa saja yang diperlukan. Kalau sudah, nanti data itu bisa saya tindak lanjuti,” paparnya

Kasek Dilarang Tahan Ijazah

Suasana rapat sosialisasi penulisan ijazah di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang (Muhammad Choirul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Suwarjana, meminta semua sekolah harus segera mendistribusikan ijazah, setelah semua pengerjaan ijazah rampung.

Dalam rapat sosialisasi penulisan ijazah, Rabu (5/8) siang di Aula Disdik Kota Malang, Suwarjana menegaskan, Pemkot Malang berkomitmen tidak ada tahan-menahan ijazah. “Terutama untuk sekolah negeri, kita sepakat di Kota Malang tidak ada tahan-menahan ijazah,” paparnya.

Khusus untuk sekolah swasta, dia menyadari sejumlah faktor bisa menyebabkan penyerahan ijazah tertunda. Namun, ia mendesak pihak sekolah segera melapor ke Disdik, jika ada kendala.

“Kalau ada permasalahan yang memang membuat ijazah belum bisa diserahkan, tolong sampaikan ke kami. Untuk negeri, semua wajib langsung diserahkan. Untuk swasta, kalau ada tunggakan kaitannya dengan biaya, tolong kami dilapori, biar kami beri solusi,” tambahnya.

Jika terjadi penahanan ijazah, ia khawatir permasalahan itu berbuntut panjang. Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, masyarakat yang merasa dirugikan akan melapor ke polisi.-

Disdik Kota Malang Sosialisasikan Penulisan Ijazah

Suasana rapat sosialisasi penulisan ijazah. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang menggelar rapat sosialisasi ijazah, di Aula Dindik Kota Malang, Rabu (5/8).
Kegiatan ini dihadiri semua kepala SMA negeri dan swasta, serta tim penulis ijazah masing-masing sekolah se-Kota Malang.

Kabid Dikmen Disdik Kota Malang, Sri Ratnawati, sengaja mengundang tim penulis, selain kepala sekolah. Alasannya, agar transfer informasi kepada pihak yang bertugas menulis sejumlah keterangan pada ijazah, tidak mengalami distorsi.

“Kami sosialisasikan dan informasikan tata cara penulisan ijazah, karena tiap tahun juknisnya berbeda,” tandasnya.

Ratna, sapaan akrabnya, menegaskan, acara ini sangat penting diikuti untuk menyamakan persepsi agar tidak ada kesimpangsiuran.
“Maka dari itu tidak hanya kepala sekolah yang kami undang. Kalau saya kumpulkan kepala sekolah saja, saya khawatir penyampaiannya kurang tepat,” pungkasnya.

Itcomm-Poltekom Buat Kelas Baru

Direktur Poltekom, Dr. Isnandar. (deni/malangvoice)

MALANGVOICE – Direktur Politeknik Kota Malang (Poltekom), Dr. Isnandar mengatakan akan bekerjasama dengan itcomm dengan membuat kelas baru.

“Ke depan kelas kerjasama yg menguntungkan dari kedua belah puhak, sehingga begitu lulus akan siap kerja,” kata Isnandar seusai menemui perwakilan itcomm di kantornya, Selasa (4/8).

Hal tersebut karena itcomm mengakui jika lulusan dari Poltekom sangat layak dan kompeten untuk bekerja. “Setelah lulus dari sini tidak ada lagi training, jadi langsung kerja. Itu yang kami harapkan, langsung tanda tangan kontrak,” lanjutnya.

“Ini yang membanggakan, kami akan bicarakan masalah kurikulum, training center produk itcomm. Lulusan diharapkan sebagai consultan prodak itcomm, disitulah adanya sinergi industri dan perguruan tinggi,” tambahnya.-

Panasonic Hibah Mesin Telepon Canggih ke Poltekom

Manajer Marketing Itcomm-Panasonic, Andri Hidayat di Poltekom. (deni/malangvoice)

MALANGVOICE – Perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic melalui distributor resminya, itcomm memberikan hibah kepada Polteknik Kota Malang (Poltekom) berupa mesih telekomunikasi canggih bernama IP-PBX,.

Pemberian hibah ini menurut itcomm yang disampaikan oleh manajer marketingnya, Andri Hidayat, karena para alumni yang bekerja itcomm sangat layak dan berprestasi.

“Selama setahun kami menyerap tenaga kerja dari sini performanya di atas rata-rata, sangat memuaskan. Karena itulah kami berikan alat ini,” ungkapnya dihadapan wartawan, Selasa (4/8).

Pemberian satu set mesin telepon IP-PBX tersebut nantinya akan digunakan untuk penelitian mahasiswa di Poltekom. Hal itu juga bertujuan agar lulusan Poltekom bisa langsung siap kerja.

“Siap kerja dan menunjukkan bahwa poltekom layak dan direkomendasikan, entah di perusahaan kami ataupun perusahaan lain,” lanjut Andri.

IP-PBX bisa mengadopsi teknologi dahulu sampai sekarang. Bisa menyesuaikan kebutuhan para pengguna. “Ini alat komunikasi canggih, apalagi untuk dunia usaha yang aman, canggih, dan tentu murah,” jelas Andri.-

P_20150804_120133

Tata Kelola Bosnas Lalui Dua Tahap

Dhani Hamiddan Khoir

MALANGVOICE – Tata Kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah Tingkat Nasional (Bosnas) melalui dua penilaian.
Ketua Tim Tata Kelola Dana BOS, Dhani Hamiddan Khoir, mengatakan pertama penilaian berupa kunjungan dari Dirjen SD Kemdikbud RI, dan kedua pemanggilan kepala sekolah ke Jakarta.
Sedangkan kehadirannya di SD Negeri Punten I adalah dalam tahap pertama seleksi. ”Jadi ada dua tahap nantinya, pertama adalah sekarang dan kedua nanti kalau tidak salah tanggal 14 Agustus kepala sekolah akan kita undang ke Jakarta,” jelas Dhani yang juga FungsionalUumum Subbid Program Dirjen Kemdikbud ini.

Adapun sekolah yang diseleksi dalam Lomba Tata Kelola Dana BOS adalah perwakilan masing-masing 2 sekolah untuk satu provinsi. Jika mengajukan semua, maka akan ada 68 sekolah dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.
”Kita masih menunggu terus dari teman-teman provinsi lain yang juga melakukan seleksi. Kalau lancar maka tanggal 6 sudah mulai pengolahan di pusat,” tutur Dhani.

Wakil Wali Kota Batu, Punjil Santoso menjelaskan mengenai kriteria penilaian untuk tata kelola dana BOS diantaranya adalah terkait dengan RKA di sekolah, dan apakah BOS telah dipergunakan sebagaimana mestinya.
“Ada banyak yang dinilai nantinya, saat ini tim penilai masih bekerja untuk melihat-lihat fisik sekolahan. Termasuk nantinya adalah penggunaan BOS apakah sesuai dengan Juknis dan Juklaknya,” tegas Punjul.-

Komunitas