KPC PEN Bahas Efektivitas, Efisiensi, dan Fungsi Peduli Lindungi

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi. (Istimewa)
Cukai Kota Malang

MALANGVOICE – Beberapa waktu lalu ramai dibahas mengenai Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden RI, Joko Widodo di media sosial.

Pembahasan ini menjadi bahan evaluasi pemerintah agar hal serupa tidak terulang.

KPC PEN pada Rabu (8/9) menggelar diskusi soal kebocoran data itu secara virtual. Diskusi menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten, antara lain Muhamad Fajrin Rasyid Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Alphonzus Widjaja Ketua APPBI, serta Devie Rahmawati tenaga ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa.

Direktur Digital Business Telkom, Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan, aplikasi PeduliLindungi dikembangkan sejak awal 2020 dan semakin banyak digunakan masyarakat, misalnya untuk mendapatkan sertifikat vaksin serta skrining masuk fasilitas umum.

“Aplikasi ini akan makin efektif dan efisien jika makin banyak orang yang menggunakan, karena adanya fitur tracing yang bisa mendeteksi atau mengindentifikasi adanya orang dengan Covid-19 di lokasi tersebut,” ujarnya.

Diskusi KC PEN. (Istimewa)

Melalui informasi yang dihimpun dalam sistem, PeduliLindungi akan memunculkan status pengguna
dalam 4 kategori, yaitu hijau, kuning, merah, atau hitam. Berdasarkan status tersebut, pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan masuk ke fasilitas umum, misalnya ke pusat perbelanjaan.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan sangat menyambut baik penerapan dan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan, sebagai tambahan protokol kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Alphonzus pun mengimbau kepada masyarakat yang ingin berkunjung ke pusat perbelanjaan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan memiliki akun di aplikasi tersebut.

“Meskipun lolos screening wajib vaksinasi, tetapi kalau tidak lolos dari screening protokol kesehatan seperti tidak bermasker atau suhu tubuh tidak sesuai, maka tetap tidak diperbolehkan masuk,” tegas Alphonzus.

Hampir seluruh 350 pusat perbelanjaan yang tergabung dalam APPBI telah memberlakukan proses skrining dengan PeduliLindungi bagi pengunjung.

Tenaga Ahli Menteri KOMINFO Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati mengatakan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), apilkasi PeduliLindungi
telah diunduh lebih dari 39 juta pengguna dan dimanfaatkan sebagai fungsi skrining di berbagai fasilitas umum.

“Aplikasi ini sebagai perlindungan diri, juga bisa menjadi asisten pribadi warga, karena dapat memberikan info atau alarm apabila datang ke tempat yang kurang aman terkait COVID-19,” tuturnya.

Sementara, Direktur Operasi keamanan dan pengendalian Informasi BSSN RI Rinaldy, saat yang sama menandaskan jika keamanan data pengguna aplikasi selalu menjadi prioritas utama pemerintah. Rinaldy juga mengimbau masyarakat untuk bijak membagikan informasi pribadi di media sosial, agar tidak disalahgunakan pihak lain untuk tujuan tertentu.

“Selain itu, mari kita selalu mengecek kebenaran berita, berusaha mengenali aplikasi dengan baik,
agar bermanfaat bagi diri kita sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengendalian pandemi,” tegasnya.(der)