04 December 2022
04 December 2022
22.6 C
Malang
ad space

Tak Mau Cuci Darah, Catat Ramuan Herbal Obati Gagal Ginjal dari Zahidul Akbar

Gagal ginjal dapat diobati dengan ramuan herbal. Salah satu penyebab gagal ginjal dipicu konsumsi gula berlebih. (MVoice/istockphoto.com)

MALANGVOICE – Kasus gagal ginjal akut dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kasus ini sebagian besar dialami anak-anak berusia 6-18 tahun.

Penyebabnya diduga dari konsumsi obat sirup. Kemenkes RI pun menginstruksikan larangan penjualan obat sirup selama masa penelitian.

Ginjal sendiri berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Kemudian, ginjal mengirimkan sisa limbah ke kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine.

Baca juga: Dinkes Kota Batu Minta Seluruh Apotek Hentikan Penjualan Obat Sirup

Baca juga: RS Saiful Anwar Tangani 9 Kasus Gagal Ginjal Akut Anak, IDAI Imbau Hindari Semua Obat Sirup

Baca juga: Sidomulyo Floral Festival 2022, ‘Harumkan’ Kota Batu hingga Tingkat Nasional

Kondisi gagal ginjal membuat tubuh tidak bisa optimal menyaring zat sisa sehingga menimbun limbah dan zat kimia pada darah. Bagi penderita stadium lanjut, butuh perawatan cuci darah.

Pendakwah sekaligus pakar ramuan herbal, dr Zaidul Akbar gagal ginjal akut dapat diobati menggunakan bahan-bahan alami.

Bahan itu terdiri dari akar alang-alang, meniran, kumis kucing, daun sukun, jahe dan seledri.

Baca juga: GKK Social Club Turun Serahkan Bantuan ke Korban Tragedi Kanjuruhan

Baca Juga: Kasus Korupsi Rendra Kresna Bakal Seret Pejabat Pemkab Malang?

,Bahan itu diramu menjadi minuman herbal supaya tidak cuci darah secara terus menerus menurut dr Zaidul Akbar.

“Catet ini yang nanya ini, akar alang-alang, meniran, kumis kucing, daun sukun, jahe sama seledri, itu buat cuci darah kan gagal ginjal tadi,” kata dr Zaidul Akbar dilansir dari Serambinews.com.

Ia juga menganjurkan berhenti sejenak mengonsumsi makanan serta minuman olahan kemasan yang mengandung gula tinggi. Produk makanan dan minuman seperti itu dapat melemahkan fungsi ginjal dan pencernaan.

“Stop dulu makanan minuman olahan yang dikemas serta mengandung gula tinggi dan produk olahan lain yang mengandung gula tinggi karena bisa melemahkan fungsi ginjal sekaligus pencernaan,” sambungnya.(end)

RS Saiful Anwar Tangani 9 Kasus Gagal Ginjal Akut Anak, IDAI Imbau Hindari Semua Obat Sirup

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim perwakilan V Malang DR dr Haryudi Adji Tjahjono, Sp.A(K). (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim perwakilan V Malang DR dr Haryudi Adji Tjahjono, Sp.A(K) terus mengimbau agar tidak mengkonsumsi obat sirup terutama pada anak.

“Semua obat cair atau sirup dan suplemen atau multivitamin tidak dipergunakan,” kata Haryudi.

Imbauan ini dikarenakan adanya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang menyerang banyak anak.

Baca Juga: RS Saiful Anwar Mulai Terima Pasien Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Ini Gejalanya

IDAI juga melakukan pemantauan terhadap kasus ini serta meminta orang tua ikut waspada, namun tidak sampai panik.

“Sesuai yang disampaikan pusat. Pertama tenaga kesehatan dokter anak diharapkan melakukan pemantauan kasus gagal ginjal akut. Ke masyarakat imbauan menghindari atau tidak menggunakan obat bentuk cair atau sirup sementara. Sambil nunggu pengumuman lebih lanjut atau BPOM,” tegasnya.

Apabila ada orang tua yang melihat gejala GGAPA seperti tidak produksi urin atau anuria, demam, diare, nyeri perut, mual dan muntah hingga penurunan kesadaran, segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.

Diketahui RS Saiful Anwar termasuk salah satu rumah sakit rujukan dari 14 rumah sakit yang ditunjuk Kemenkes RI.

Sementara itu Kadinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyebut sudah ada 9 pasien GGAPA yang ditangani RS Saiful Anwar.

“Sudah ada 9 pasien yang ditangani di sana,” singkatnya.(der)

RS Saiful Anwar Mulai Terima Pasien Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Ini Gejalanya

Konferensi pers RS Saiful Anwar. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Plt Dirut RS Saiful Anwar, dr Kohar mengkonfirmasi adanya pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA). Paling banyak pasien berusia balita.

“Memang benar ada pasien yang dirujuk ke sini, karena RS Saiful Anwar merupakan salah satu dari 14 rumah sakit rujukan sesuai rekomendasi Kemenkes RI,” kata Kohar, Kamis (20/10).

Ditambahkan spesialis anak, dr Krisni, pasien pertama masuk di RS Saiful Anwar mulai Agustus. Selama periode Agustus sampai Oktober ini, paling banyak berasal dari Blitar sekitar 44 persen, sisanya dari Pasuruan, Sidoarjo, dan Malang.

Baca Juga: Pencairan DD Tahap III Tunggu PAK di APBD Kabupaten Malang

“Pasien masuk dengan gejala tidak produksi urine atau anuria, demam, diare, nyeri perut, mual dan muntah hingga penurunan kesadaran,” kata Krisni.

Selain itu, tanda paling umum ditemukan adalah terjadi penurunan secara cepat fungsi ginjal, biasa ditandai adanya penurunan produksi urine. Urine pasien pasti menurun atau tidak ada sama sekali.

Penanganan pasien GGAPA sebanyak 90 persen menggunakan cuci darah atau hemodialisis. Namun, dikatakannya ada sebanyak 30 persen pasien meninggal dunia.

“Tapi lebih dari 50 persen lepas hemodialisis atau sembuh. Sisanya masih dalam perawatan,” lanjut Krisni.

Dari pasien yang sembuh itu didasari dengan penanganan cepat dan tepat. Krisni mengimbau kepada orang tua yang mendapati anaknya mengalami gelaja GGAPA agar waspada dan segera mendapat pelayanan kesehatan.

“Memang kasus ini membuat panik, tapi harapan kita orang tua jangan panik, tetap waspadai aja,” imbuhnya.

Sementara itu ditambahkan Kepala Ruangan PICU Anak RS Saiful Anwar, dr Susanto Nugroho, kebanyakan pasien memiliki gejala yang sama.

Saat ini Kemenkes bersama IDAI sedang menginvestigasi kasus GGAPA ini terutama penyebabnya.

“Sampai saat ini penyebabnya sedang diinvestigasi. Karena tidak tahu pasti penyebabnya makanya disebut atipikal,” tutupnya.

Sebelumnya, Kemenkes telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak yang ditujukan kepada seluruh dinas kesehatan, fasyankes, dan organisasi profesi.

Hingga 18 Oktober 2022, jumlah kasus gagal ginjal akut yang dilaporkan sebanyak 206 dari 20 provinsi. Angka kematian sebanyak 99 anak dengan angka kematian pasien yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo mencapai 65 persen.(der)

Dinkes Imbau Orang Tua Waspadai Gagal Ginjal Akut pada Anak

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Malang mengimbau seluruh orang tua waspada penyakit gagal ginjal yang menyerang anak.

Hal ini dilakukan karena sudah ada 189 kasus yang dilaporkan per tanggal 18 Oktober oleh Kementerian Kesehatan RI. Dari jumlah kasus tersebut didominasi usia 1-5 tahun.

Kepala Dinkes Pemkot Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, diagnosa gejala dari penyakit gagal ginjal akut pada anak disebabkan riwayat keturunan, perilaku konsumsi makan dan minum, serta kebiasaan atau aktivitas anak.

Baca Juga: Cetak Profil Pelajar Pancasila, SMA SPI Kota Batu Datangkan Mitra BPIP

“Tiga hal tersebut sangat mempengaruhi fungsi ginjal. Makanya riwayat dari keturunannya perlu ditelusuri, kemudian perilaku anak terutama dalam pola makan, dan kebiasaan atau aktivitasnya anak itu apa dalam kesehariannya,” jelas Husnul.

Lebih lanjut Husnul menyampaikan, penyakit gagal ginjal akut bukanlah penyakit misterius yang tiba-tiba muncul. Namun, seringkali anak-anak sulit untuk menyampaikan rasa sakit yang dialaminya.

“Maka dari itu dibutuhkan perhatian lebih dari keluarga terutama orang tua terhadap anak-anak,” lanjutnya.

Dinkes sendiri sudah melakukan upaya preventif terhadap agar kasus ini meski belum ada laporan penyakit gagal ginjal akut di Malang.

Upaya preventif ini dijelaskan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Malang, drg. Muhammad Zamroni.

Secara rutin Dinkes melalui puskesmas telah melakukan skrining kesehatan dasar pada siswa di masing-masing wilayah kerjanya. Dinkes pun melakukan berbagai edukasi kepada masyarakat.

Zamroni menyampaikan Dinkes melalui puskesmas yang tersebar di Kota Malang melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, edukasi juga disampaikan melalui beberapa media yang dimiliki Dinkes, puskesmas, dan faskes lainnya.

“Diimbau agar masyarakat lebih aware. Apabila ada gejala mirip ginjal akut pada anak-anaknya yang berusia kurang dari 18 tahun, seperti penurunan volume buang air kecil (BAK) atau tidak ada air kencing sama sekali dengan atau tanpa demam, agar segera dibawa ke faskes,” imbau Zamroni.(der)

RS Saiful Anwar Tidak Lagi Terima Pasien Baru Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Alasannya

RS Saiful Anwar. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Rumah Sakit Saiful Anwar tidak menerima pasien baru Tragedi Kanjuruhan mulai 11 Oktober 2022.

Peraturan ini diumumkan Bidang Pelayanan Medik RS Saiful Anwar pada 12 Oktober kemarin. Di sana tertuang alasan tidak menerima pasien baru Tragedi Kanjuruhan karena biaya untuk pasien baru sudaj tidak ditanggung Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya apabila ada asien baru korban Tragedi Kanjuruhan akan dikembalikan ke faskes sesuai alamat domisili di KTP.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Tembus Sisir-Pandanrejo Capai 65 Persen

Plt Direktur Utama (Dirut) RSSA Malang, Kohar Hari Santoso, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan peraturan itu hanya berlaku untuk pasien baru, bukan pasien lama yang datang langsung setelah Tragedi Kanjuruhan.

Hal itu sekaligus mengantisipasi adanya pasien yang mengaku-ngaku menjadi korban Tragedi Kanjuruhan.

“Patut dipertanyakan 11 hari baru kerasa baru periksa. Tapi insyallah setelah 11 hari gak ada, mulai 10 Oktober tidak ada masuk pasien baru,” kata Kohar, Kamis (13/10).

“Tapi kalau pasien baru sakit sekarang, katakan sesak, loh kan sesak setelah 11 hari itu kan aneh. Kemarin-kemarin gak sesak. Jangan sampai ada yang ngaku-ngaku korban,” imbuh Kohar.

Sementara untuk pasien lama dalam Tragedi Kanjuruhan masih akan dilayani dan pembiayaannya digratiskan sesuai arahan pemerintah.

“Kalau pasien lama kontrol setelah berobat kesini tentu kita terima. Kami akan layani sampai sembuh dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Kohar menyatakan sampai saat ini masih ada pasien rawat inap yang menjalani perawatan intensif. Tiga di antaranya masih dikatakan kritis.

“Di ICU ada 5 pasien, tapi 3 masih ada penurunan kesadaran. Kami masih berupaya proses memaksimalkan perawatan,” tutupnya.(der)

QNET Luncurkan Qberry dan Minyak Buah Merah Plus VCO

Peluncuran dua produk QNET, Rabu (28/9). (Mvoice/ist)

MALANGVOICE Perusahaan penjualan langsung global, QNET meluncurkan dua produk baru yaitu Qberry dan Minyak Buah Merah Plus Virgin Coconut Oil serentak di tiga kota, masing-masing Jakarta, Surabaya dan Medan.

General Manager QNET Indonesia, Ganang Rindarko, mengatakan, produk terbaru ini sangat cocok untuk individu yang ingin mendapatkan cara mudah untuk menjaga kesehatan.

“Qberry dan minyak buah merah plus virgin coconut oil (VCO) menggabungkan bahan-bahan terbaik dari alam dengan inovasi ilmu pengetahuan,” ujarnya seperti di keterangan tertulis yang diterima MVoice (28/9).

Baca Juga: Tak Kenal Putus Asa, Terpidana Seumur Hidup Tetap Berkarya di Lapas Kelas I Malang

Keduanya, kata Ganang, mendukung kebutuhan nutrisi tubuh kita yang bisa meningkatkan kebugaran kita secara keseluruhan dan membuat kita merasa hebat jika dikonsumsi secara konsisten.

Secara spesifik Ganang menerangkan, Qberry adalah salah satu cara mudah untuk membantu memenuhi kebutuhan asupan serat harian.

“Qberry ini minuman berserat premium yang diformulasikan menggunakan Psyllium husk – serat alami, inulin, campuran buah dan sayur, premix vitamin & mineral, dan diperkaya dengan aloe vera,” jelasnya.

Baca Juga: Lawan Persebaya, Javier Roca Tak Ingin Kehilangan Poin Lagi di Kandang

Adapun minyak buah merah plus VCO untuk memberikan nutrisi penting bagi tubuh. Buah Papua Merah mengandung antioksidan dalam jumlah tinggi yang membantu memerangi radikal bebas berbahaya.

Minyak Buah Merah dan VCO mengandung nutrisi dan mineral yang memiliki senyawa aktif berbeda, yang memiliki manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang dianjurkan.

“Manfaat baik dari Minyak Buah Merah dan VCO saling melengkapi dan bersinergi dalam memberi nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh kita secara alami,” sambungnya.

Baca Juga: Pulihkan Kerugian Negara Dugaan Penyimpangan Pajak Daerah, Kejari Batu Himpun Rp873 Juta dari 13 WP

Sebelum peluncuran produk, QNET juga mengadakan talkshow bersama dr Raden Setio Boediprajitno, seorang konsultan kesehatan dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di industri farmasi.

Dia memberikan ceramah tentang manfaat bahan-bahan dalam produk QNET kepada pelanggan dan masyarakat umum.

Dia menyebutkan bahwa kandungan nutrisi dan bahan-bahan dalam apa yang kita konsumsi harus terus dievaluasi karena sangat penting untuk membantu sifat penyembuhan alami tubuh kita.

Menurutnya, saat memilih makanan suplemen, seperti produk Qberry dan Minyak Buah Merah Virgin Coconut Oil baru QNET, perlu mempertimbangkan bagaimana hal itu dapat membantu kita mencapai tujuan kesehatan kita.

“Misalnya, mereka yang mencari suplemen untuk mengisi kesenjangan nutrisi akan menemukan ini ideal untuk kebutuhan mereka,” tegas pria yang biasa disapa dokter Setio.(end)

Otsuka Blue Planet, Program Baru Jaga Lingkungan Hidup

Peluncuran Otsuka Blue Planet. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Amerta Indah Otsuka meluncurkan program Blue Planet. Program ini merupakan komitmen untuk memberikan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Ada tiga sektor penting dalam program Otsuka Blue Planet ini, antara lain Otsuka Eco Village, Otsuka Blue School dan Otsuka Eco Bottle.

Corporate Communication Manager PT Amerta Indah Otsuka, Laibun Sobri, mengatakan, program yang baru diluncurkan ini bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) demi terciptanya masyarakat yang mampu mengelola sampah berkelanjutan dengan baik dan benar secara mandiri.

Baca Juga: Kuliah Umum Studium Generale FEB UM, Hadirkan Pemateri Asing Tambah Wawasan Maba

Ia menjelaskan sampai saat ini penumpukan sampah di pembuangan akhir disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah yang dapat didaur ulang.

Hal Ini mendorong Otsuka untuk membuat sebuah program edukasi Otsuka Blue Planet yang bertujuan untuk membantu merubah perilaku masyarakat agar dapat mengelola sampah secara mandiri.

“Dengan adanya program Otsuka Blue Planet kami berharap dapat membantu merubah perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memulai mengelola sampah dan membuang sampah pada tempatnya,” kata Laibun Sobri.

Otsuka Blue Planet yang diselenggarakan PT Amerta Indah Otsuka dalam upaya mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengurangi sampah, dengan berfokus pada tiga aktivitas utama yaitu Otsuka Eco Village, Otsuka Blue School dan Otsuka Eco Bottle.

Otsuka Eco Village yang sudah dilaksanakan sejak 2021, dibuat untuk mendorong terciptanya masyarakat yang mampu mengelola sampah secara mandiri dan ini menjadi bentuk nyata dukungan PT Amerta Indah Otsuka kepada masyarakat yang berada di wilayah pabrik Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat dan Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur.

Selanjutnya Otsuka Blue School yang dimulai sejak Juni 2022, sudah berhasil dijalankan di dua (2) SMA yakni SMA Budi Mulia Ciledug Tangerang dan SMA Regina Pacis Jakarta. Kegiatan ini merupakan program yang dilakukan di tingkat SMA, program ini membantu para siswa, guru dan pegawai sekolah agar dapat melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan khususnya botol plastik secara baik dan benar sehingga dapat menjadi sebuah kebiasaan baru yang akan berlanjut hingga dewasa serta menjadi agent of change bagi lingkungan.

Keseriusan PT Amerta Indah Otsuka dalam mengurangi sampah plastik semakin nyata dengan dibuatnya program Otsuka Eco Bottle yaitu upaya untuk membuat kemasan botol plastik dengan bahan material daur ulang. Hari ini, telah dilakukan pengiriman pertama botol plastik dengan komposisi 30% berbahan dasar daur ulang, yang rencananya secara bertahap akan terus ditingkatkan hingga mencapai komposisi 100% pada tahun 2030.

“Kami menyadari bahwa untuk mengurangi sampah plastik sangat dipengaruhi oleh upaya dan kontribusi positif dari masyarakat serta sektor lainnya seperti pihak swasta, sehingga kami sangat mengapresiasi PT Amerta Indah Otsuka yang berupaya untuk melakukan pembinaan bagi sekolah dan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup melalui Otsuka Blue Planet,” ungkap Ade Palguna, Kepala Badan Penyuluhan & Pengembangan SDM KLHK RI.(der)

12 Ribu Nakes di Malang Jadi Target Vaksinasi Dosis Keempat

Dinkes Kota Batu menggencarkan program vaksinasi untuk penanganan Covid-19.

MALANGVOICE – Sebanyak 12 ribu tenaga kesehatan di Kota Malang terdaftar menjadi sasaran vaksinasi dosis keempat.

Pemberian dosis keempat ini sudah sesuai dengan Surat Edaran (SE) nomor HK.02.02/C.3615/2022 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 28 Juli 2022.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan, vaksinasi dosis keempat atau booster kedua ini dilakukan setelah mendapat distribusi vaksin dari Pemprov Jatim.

Baca Juga: Ketua PP Muhammadiyah: Pintar Ngaji Pintar Nyanyi, Muhadjir itu Bisa Jadi Role Model

“Kami masih menunggu perencanaan dan stok vaksin dari Pemprov Jatim,” kata Husnul.

Selain vaksin booster untuk nakes ini, Dinkes Kota Malang masih tetap fokus mengejar capaian vaksinasi booster masyarakat umum hingga 70 persen.

Saat ini Dinkes Kota Malang memiliki stok 46 ribu dosis vaksin jenis Sinovac, Pfizer dan Astrazeneca.

“Masyarakat umum masih 43 persen yang mendapat vaksinasi booster atau dosis ketiga,” tandasnya.(der)

Kasus DBD Meningkat 3 Kali Lipat di Kota Batu, Satu Balita Meninggal

Pemantauan bak air rumah tangga untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. (MVoice/Puskesmas Bumiaji)

MALANGVOICE – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Batu meningkat tiga kali lipat dibanding tahun tahun 2021 lalu. Hingga Agustus 2022, ditemukan 86 kasus DBD dan demam dengue (DD) sebanyak 155 kasus.

Hal itu diungkapkan Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, Susana Indahwati. Berkaca pada tahun 2021 lalu, DBD terdapat 19 kasus dan DD sebanyak 46 kasus. Sementara angka bebas jentik (ABJ) sudah terealisasi 97 persen.

Melejitnya kasus DBD di Kota Batu pada tahun ini pun merenggut nyawa seorang balita. Menurut laporan Dinkes Kota Batu, balita tersebut meninggal setelah menderita Dengue Shock Syndrome (DSS) atau komplikasi infeksi DBD.

Baca juga : https://malangvoice.com/selain-potensi-bencana-masyarakat-diimbau-waspada-ancaman-dbd/

“Ada tiga kasus DBD, satu diantaranya mengakibatkan kematian balita berumur 5 tahun pada Juni lalu,” kata Susan.

Dinkes Kota Batu pun berupaya meminimalisir persebaran seiring tingginya kasus DBD. Upaya yang ditempuh salah satunya meningkatkan koordinasi dengan contact person RS. Sehingga data kasus DBD maupun DD dapat segera disampaikan ke Dinkes untuk selanjutkan dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

“PE dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran kasus DBD dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu Puskesmas secara berkala juga melakukan pemantauan jentik bersama kader jumantik di tiap Desa/Kelurahan se Kota Batu,” terangnya.

Baca juga :https://malangvoice.com/meski-berudara-dingin-kota-batu-catat-temuan-11-kasus-dbd/

Pihaknya juga menggencarkan sosialisasi PSN 3M. Yakni menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

Serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah. Karena nyamuk aedes aegypti bertelur di genangan air bersih.

Selain itu Susan meminta ketiga suatu rumah ada yang menderita DBD, maka harus dilakukan penyisiran genangan air dengan radius 200 meter. Dengan tujuan agar tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak.

Baca juga : Nilai Obat Kedaluwarsa Dinkes Kota Batu Bengkak Hingga Rp500 Juta

“Sedangkan untuk plus-nya kami minta masyarakat dengan kegiatan pencegahan DBD seperti menaburkan bubuk larvasida atau abate, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,” urainya.(der)

Lewat BIAN, Sutiaji Ajak Orangtua Ikuti Progam Imunisasi Gratis dan Berkualitas untuk Anak

Wali Kota Malang, Sutiaji saat mencanangkan BIAN. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, H Sutiaji mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Kegiatan ini digelar pada Kamis (28/7) di Hotel Santika.

BIAN merupakan program Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun secara signifikan akibat pandemi COVID-19.

Melalui BIAN anak-anak akan diberikan imunisasi tambahan yaitu Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).

Baca Juga: Maksimalkan Pelayanan di Jogo Malang Presisi, Kombes Buher Sepakati Kerja Sama dengan Wali Kota Malang

Sutiaji dalam arahannya berpesan agar seluruh masyarakat di Kota Malang khususnya para orang tua untuk mengikuti program imunisasi ini bagi anak-anaknya.

“Kemenkes menargetkan bulan Agustus akan menjadi bulan pelaksanaan imunisasi bagi pulau Jawa dan Bali; untuk itu saya berharap 95 persen atau 39.971 anak di Kota Malang bisa mendapatkan imunisasi tersebut,” kata Sutiaji didampingi Ketua TP PKK Kota Malang yang juga bertugas sebagai Bunda PAUD, Hj. Widayati Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, para orang tua tidak perlu cemas jika anaknya menerima imunisasi. Imunisasi ini aman, berkualitas dan gratis untuk anak-anak. Tujuannya tentu agar anak akan menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan kuat.

Baca Juga: Muhadjir: Berikan Kemudahan Penyandang Disabilitas

Pada kesempatan tersebut, pria berkacamata tersebut juga menekankan agar Dinas Kesehatan Kota Malang dapat segera mempersiapkan stok vaksin, puskesmas, faskes dan nakes untuk dapat mendukung program tersebut.

“Penguatan komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat juga penting untuk terus digalakkan; saya harap Dinkes segera berkoordinasi dengan OPD lainnya, Diskominfo, Kecamatan, Kelurahan, dan organisasi masyarakat agar tidak terjadi disinformasi terkait pelaksanaan BIAN ini; termasuk juga melakukan pemetaan area krusial yang perlu mendapatkan perhatian khusus” tutur Walikota Sutiaji.

Pada akhir acara, Sutiaji beserta Istri berkesempatan untuk ikut mendampingi 16 anak yang akan menerima imunisasi di lokasi kegiatan. Berdiri di tengah-tengah peserta imunisasi; Sutiaji memberikan dukungan dan semangat agar anak-anak tidak takut dan merasa nyaman saat menerima suntikan imunisasi.

“Anak-anak ini semua pintar dan pemberani mengikuti imunisasi, biar nanti selalu sehat dan ceria” ujarnya memberi semangat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan diadakannya pertemuan ini adalah dalam upaya percepatan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi melalui program imunisasi rutin untuk mencapai serta mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi dan merata sebagai upaya mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Indonesia pada umumnya dan di Kota Malang pada khususnya.

“Melalui imunisasi ini diharapkan selain untuk menghentikan transmisi virus campak dan rubella setempat; juga bertujuan untuk mempertahankan indonesia bebas polio dan mewujudkan eardikasi polio global tahun 2026 serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis di Kota Malang” jelasnya.(der)