Tekan Angka Stunting, Wakil Wali Kota Malang Dorong Peran Tim Pendamping Keluarga

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko saat menghadiri apel, (Dokumen Humas).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting. Salah satunya dengan menggelar Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Nusantara Bergerak pada Kamis (12/5).

Apel ini digelar secara hybrid dan dihadiri oleh seluruh Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten atau Kota se-Indonesia.

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang hadir dalam apel itu menyampaikan, TPK ini memiliki peran penting dalam meningkatkan percepatan penurunan stunting di Indonesia.

“Apel siaga ini untuk Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak. Ini adalah satu kelompok masyarakat yang turut serta menyukseskan program nasional untuk percepatan penurunan angka stunting,” ujar bung Edi sapaan akrabnya.

TPK sendiri terdiri dari unsur bidan, tim penggerak PKK, dan Kader Keluarga Berencana (KB). TPK bertugas memberikan informasi dan pelayanan kepada keluarga Indonesia untuk mencegah kelahiran stunting baru.

“Termasuk didalamnya, penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, dan fasilitasi pemberian program bantuan sosial, serta melakukan survelians kepada sasaran keluarga beresiko stunting,” kata dia.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut dilaporkan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tengah mengerahkan 600 ribu personil yang tergabung dalam 200 ribu TPK untuk mempercepat penurunan stunting.

Dengan harapan upaya TPK ini dapat menekan angka stunting sehingga pada 2045 Indonesia berhasil mencapai zero stunting, sebagaimana yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

“Target dari nasional saat ini 14 persen, Kota Malang sudah mencapai angka itu. Tapi kan masih ada target 2045 zero stunting itu. Maka harus terus kita upayakan,” terang Bung Edi.

Lebih lanjut, Ia menyebut tindakan preventif yang dilakukan TPK dengan memberikan penyuluhan dan mendampingi keluarga Indonesia secara langsung menjadi upaya yang tepat untuk mempercepat penurunan angka stunting.

“Sehingga sejak dini, mulai dari pranikah sampai dengan nikah itu (masyarakat) dikawal dan didampingi. Kalau itu yang terjadi maka kita bisa secara preventif mencegah terjadinya kelahiran anak stunting,” urainya.

Terakhir, dalam kesempatan yang sama, Bung Edi juga menyerahkan secara langsung dokumen data keluarga beresiko stunting kepada TPK Kota Malang.

Dokumen tersebut diserahkan sebagai kick off dimulainya Kegiatan Validasi dan Verifikasi Keluarga Beresiko Stunting, yang dimaksudkan untuk melakukan pemutakhiran data.

“Sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman sasaran dan pertimbangan pengambilan tindakan dalam upaya percepatan penurunan stunting,” tandasnya.(end)

Hepatitis Akut Masuk Jatim, Wabup Malang Komentar Begini

Ilustrasi vaksinasi. (Foto: Istimewa)

MALANGVOICE – Wakil Bupati (Wabup) Malang, H Didik Gatot Subroto mengomentari penyebaran penyakit hepatitis akut yang masuk Jawa Timur.

Komentar Didik lebih ditekankan kepada masyarakat menghadapi hepatitis akut yang masih misterius.

“Masyarakat jangan cemas karena saat ini semua elemen sudah fokus untuk menggerakkan perekonomian. Kalau masyarakat cemas, perekonomian yang mulai normal khawatir bisa kembali melesu,” ucap Didik saat ditemui awak media, Selasa (10/5).

Untuk itu, lanjut Didik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan segera membuat surat edaran (SE) yang akan disosialisasikan kepada masyarakat melalu camat, kepala desa hingga jajaran tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan desa.

“Kita punya tenaga kesehatan yang luar biasa. Saat ini ada 390 bidan desa yang wajib hukumnya mensosialisasikan ke seluruh kader karena hepatitis ini yang diserang anak-anak. Ini penting sebab mereka memiliki wilayah-wilayah yang aktif di posyandu,” jelasnya.

Didik berharap Posyandu sebagai wilayah aktif nakes dan kader memiliki peranan yang penting dalam memberikan langkah-langkah antisipatif.

Selain itu, supaya psikologis masyarakat yang sudah mulai kembali bergairah untuk menggerakkan ekonomi tidak terganggu dan kembali lesu.

“Yang mampu mengubah itu semua, ya dirinya masing-masing. Maka melalui nakes, pejabat daerah sampai tingkat desa berkewajiban menssosialisasikan bahwa virus itu jangan sampai masuk ke wilayah administratif Kabupaten Malang,” pungkasnya.(end)

5 Tips Jaga Tubuh Tetap Bugar di Padatnya Aktivitas saat Lebaran

Ilustrasi seseorang sedang berlari, (Pixabay).

MALANGVOICE – Setiap lebaran, masyarakat pasti memiliki aktivitas yang cukup padat, baik itu berkunjung ke rumah kerabat hingga kedatangan sanak saudara dan tetangga.

Dalam menjalankan berbagai aktivitas tersebut, tentu dibutuhkan stamina lebih untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat dan bugar.

Sekretaris Departemen Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan UB, Titis Sari Kusuma, S.Gz,MP, memberikan beberapa tips untuk membantu tubuh tetap bugar dan sehat.

1. Melakukan Olahraga
Agar tubuh tetap bugar. Sebaiknya kita menyempatkan diri untuk tetap berolahraga sesuai kebiasaan sehari-hari.

“Contohnya berjalan kaki minimal 30 menit, bersepeda, lari, atau olahraga lainnya. Olahraga ini tetap harus kita lakukan untuk tetap menjaga stamina tubuh,” ujar Titis.

2. Perhatikan Asupan Makanan
Aktivitas yang cukup padat jangan menjadi alasan untuk melupakan makan. Jaga asupan makan tetap seimbang selama lebaran, dengan pemilihan makanan yang tepat.

3. Minum Air
Konsumsi air putih tentu menjadi salah satu hal penting untuk membantu kelancaran proses metabolisme dalam tubuh. Dalam sehari minimal konsumsi air 8 gelas per hari.

4. Konsumsi Vitamin
Konsumsi suplemen vitamin juga bisa dilakukan jika memang diperlukan untuk tetap menjaga kebugaran tubuh kita

5. Waktu Istirahat.
Saat Lebaran perlu juga memperhatikan waktu istirahat, sebisa mungkin jangan tidur terlalu malam karena akan berdampak pada kondisi tubuh.

“Biasanya saat lebaran tamu berdatangan dan asyik berbincang-bincang sampai larut malam. Hal ini juga dapat menurunkan stamina tubuh dan menyebabkan stress bagi tubuh,” tandasnya.(der)

Simak 8 Tips Agar Aman Mengkonsumsi Makanan Berlemak dan Gula saat Lebaran

Ilustrasi seseorang sedang makan, (Pixabay).

MALANGVOICE – Lebaran sangat identik dengan beragam sajian makanan dan minuman spesial yang memiliki banyak kandungan lemak, garam dan gula. Seperti opor ayam, rendang, kue hingga es buah.

Beragam sajian makanan itu seringkali membuat umat Muslim yang sudah menahan diri selama sebulan dengan berpuasa tergoda dan tidak bisa mengendalikan diri.

Sekretaris Departemen Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (UB), Titis Sari Kusuma, S.Gz,MP mengingatkan agar tetap mengontrol asupan makanan selama lebaran.

Sebab, konsumsi makanan atau minuman yang mengandung lemak, garam, dan gula berlebihan akan berakibat pada kesehatan. Misalnya, meningkatkan gula darah, berat badan kembali naik, dan kadar lemak dalam tubuh meningkat.

“Namun kita juga tidak bisa menghindari untuk tidak mengkonsumsi makanan saat hari raya, apalagi saat berkunjung ke kerabat saat silaturahmi,” ujarnya menjawab Mvoice.

Dari situ, Titis pun membagikan beberapa tips dan trik agar masyarakat tetap bisa menjaga kesehatan meski mengkonsumsi makanan mengandung lemak, garam dan gula saat lebaran.

1. Mengkonsumsi opor ayam, sebaiknya memilih bagian dada dan tanpa menambahkan kuah (untuk mengurangi asupan lemak dalam tubuh).

2. Jika mengkonsumsi rendang, sebaiknya hanya mengkonsumsi dagingnya saja dan memilih bagian yang tanpa lemak.

3. Konsumsi kue kering seperti nastar sebaiknya maksimal 4 biji, karena dalam 4 biji kue nastar sudah menyumbang kalori sebesar 200 kkal.

4. Pilih minum air putih, untuk menghindari asupan gula selain itu juga tetap perhatikan asupan air putih minimal 8 gelas untuk membantu kelancaran proses metabolisme dalam tubuh.

5. Apabila ada sajian es buah, lebih baik mengambil buahnya saja dengan sedikit atau tanpa kuahnya untuk mengurangi asupan gula.

6. Sajian salad buah baik bagi tubuh, namun lebih baik menyajikan salad buah yang tanpa ada tambahan susu kental manis, untuk mengurangi asupan gula.

7. Seimbangkan dengan asupan buah dan sayur, untuk tetap menjaga asupan makanan tetap seimbang selama merayakan hari raya idul fitri.

8. Sebaiknya memasak makanan berlemak (opor ayam, rendang, semur daging, dan lain-lain) dalam porsi secukupnya, tidak untuk konsumsi lebih dari 2 hari.

“Memasak dalam jumlah yang berlebih selain potensi kandungan lemak semakin meningkat juga potensi dapat menyebabkan keracunan makanan apabila kita memanaskan makanan tidak dengan cara yang tepat,” tandasnya.(der)

Manisnya Bisnis Es Tebu di Bulan Ramadan

Es tebu. (Istockphoto.com)

*Oleh: Naim, M. Pd

Apakah kalian pernah minum air tebu? es tebu? atau makanan dan minuman yang berbahan dasar tebu lainya? ya, saya yakin kalian pernah mencobanya baik itu yang dihidangkan oleh pedagang kaki lima di tepi sawah yang menyejukkan mata, kafe bernuansa klasik, restoran, atau bahkan hotel berbintang sekalipun, minuman yang berbahan dasar tebu ini terasa sangat menggiurkan dan menyegarkan saat kita minum, terlebih kita konsumsi pada saat berbuka puasa, heeemmmmm rasanya sangat luar biasa nikmatnya, terasa membuat tubuh ini kembali bertenaga, segar dan siap melakukan aktivitas yang lain setelah melaksanakan ibadah puasa.

Minuman berbahan dasar tebu ini sangat mudah kita temui baik di kota-kota besar maupun kecil, sebut saja kota Malang, Surabaya, Pontianak, Kuburaya, Jogjakarta atau bahkan Jakarta, pengalaman pribadi, setiap datang ke suatu kota, maka saya lebih senang membeli minuman es tebu yang dijual oleh pedagang kaki lima, alasanya selain karena harganya yang ramah di kantong, juga dapat membantu perputaran perekonomian mereka (pedagang kaki lima) dengan cara membelinya, juga merekomendasikan kepada teman-teman yang kebetulan lewat di wilayah tersebut untuk melakukan hal serupa.

Mengenai harga minuman dengan bahan dasar tebu ini juga sangat bervariatif (tergantung wilayahnya), ada yang menjual dengan harga Rp. 2.000, 5.000, 6.000 bahkan ada juga yang dijual dengan harga 20.000 setiap gelasnya. Untuk bahan baku minuman tebu saat ini juga tidak terlalu sulit, selain karena tebu itu mudah tumbuh subur juga sudah banyak masyarakat yang membudidayakannya, misalnya di wilayah Kabupaten Malang, harga tebu berada di kisaran sebesar Rp. 1.500/kg nya, biasanya para pedagang minuman berbahan tebu ini minimal membeli 1 kwital/100 kg tebu untuk berjualan selama 1 minggu. Jika dihitung secara rinci maka 1 kwintal/100 kg tebu bisa menghasilkan 268 gelas air tebu murni, 268 gelas jika dikalikan dengan harga jual rata-rata Rp. 5.000/gelas maka akan memperoleh omzet sebesar Rp. 1.340.000 setiap minggunya dan jika dikali 4 minggu (1 bulan) maka pedagang tersebut mampu memperoleh omzet sebesar Rp. 5.360.000, Omzet yang cukup manis bukan?

Selain prospek bisnis yang manis, ternyata minuman berbahan tebu ini juga banyak mengandung kelebihan-kelebihan bagi tubuh kita, dan kelebihan ini yang tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang, sehingga masih banyak masyarakat menganggap minuman berbahan tebu ini sebagai minuman biasa dan hanya dikonsumsi di saat waktu tertentu saja. Untuk mengetahui apasaja kelebihan-kelebihan dari minuman berbahan tebu tersebut maka penulis merinci sebagai berikut; (1) dapat mengontrol kadar gula darah, (2) detoks racun yang berada dalam tubuh, (3) membantu melawan kanker, (4) mengatasi bau mulut, (5) meningkatkan kekuatan tulang dan gigi, (6) mencegah kerusakan sel darah, (7) menurunkan berat badan, (8) meredakan demam, (9) melancarkan pencernaan, (10) menambah stamina, (11) meredakan sakit tenggorokan, (12) mengobati luka, (13) menjaga kesehatan ginjal, (14) menjaga kesehatan dan kecantikan rambut, (15) menjaga keseimbangan pH tubuh, (16) baik untuk ibu hamil, (17) mengelola stres dan atasi imsomnia, (18) menjaga stabilitas tekanan darah, (19) meningkatkan sistem kekebalan tubuh, (20) menjaga kesehatan liver atau hati, (21) mengobati jerawat, (22) dan yang paling penting adalah dapat mencegah penuaan dini dan awet muda.

Dengan pemaparan sekilas tentang manisnya prospek bisnis minuman berbahan tebu di atas, maka bisa dipastikan bisnis ini sangat menguntungkan, sangat cocok dengan prinsip orang ekonomi yaitu “mengeluarkan modal sekecil-kecilnya dan meraup laba sebesar-besarnya”. Untuk memperoleh laba yang besar tentu kita (sebagai pelaku usaha) harus melihat aspek-aspek bisnis yang harus kita pahami dan harus kita jalani secara ketat diantaranya yaitu;
Pertama, aspek manajemen, para pelaku (pedagang minuman tebu) harus memahami ilmu manajemen dasar seperti kesiapan SDM/skill yang dimiliki, sehingga denan skill yang dimiliki mampu membuat ramuan minuman yang pas sesuai dengan selera konsumen.

Kedua, aspek pasar. para pelaku (pedagang minuman tebu) harus mampu membaca situasi pasar, minuman tebu yang seperti apa yang mereka inginkan, jangan membuat produk yang sama (produk yang dijual oleh orang lain) agar produk kita dilirik dan diminati oleh konsumen.

Ketiga, layout/letak usaha (lokasi berjualan), layout/letak usaha tentu jangan sampai diremehkan, carilah lokasi yang memang strategis dan banyak dilalui oleh kebanyakan orang sehingga pelaku usaha tidak perlu repot-repot untuk keliling saat berjualan.

Keempat, aspek keuangan, aturlah perputaran keuangan dengan bijak, pisahkan antara uang usaha dengan uang pribadi, karena jika hal tersebut tidak di atur maka yakinlah modal usaha akan selalu jebol (uang usaha akan terpakai) yang tentusaja menyebabkan modal usaha habis dan usaha pun mangkrak.

Kelima, aspek lingkungan, untuk menghindari lingkungan usaha yan kumuh, maka siapkan kantong yang cukup untuk menampung limbah (sampah tebu pasca penggilingan), karena pembeli sangat menyukai tempat usaha yang bersih dan higienis, selain baik untuk mata memandang, aroma di sekitar usaha juga baik bagi produk yang dijualnya.

*Naim, M. Pd
Profesi: Dosen Pend. Ekonomi Unikama

Organisasi:
1) sekretaris IARMI DPKota Malang.
2) sekretaris YPKM Malang.
3) Relawan PMI kabupaten Malang

Dukung Program Pemerintah, Unidha Malang Gelar Vaksinasi 500 Dosis

Kasiwas Kesdam V/Brawijaya, Kapten CKM Agung Rahmat memantau proses vaksinasi di Unidha Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang menggelar vaksinasi pada Rabu (27/4). Total ada 500 dosis yang disiapkan untuk mahasiswa dan masyarakat umum.

Vaksinasi yang digelar kerja sama dengan Kesdam V/Brawijaya ini dimulai sejak pagi tadi. Ratusan peserta mengantre dengan protokol kesehatan.

Kepala Biro Administrasi Akademi Unidha, Firina Lukitaningtias, S.Si.M.M mengatakan, vaksinasi ini fokus kepada booster, namun tidak menutup kesempatan kepada peserta yang belum menjalani vaksinasi dosis pertama dan kedua.

“Ada yang mau dosis pertama dan kedua juga kami layani. Kalau ada ibu hamil disiapkan vaksin pfizer,” katanya.

Firina menegaskan, proses vaksinasi ini digelar sebelum cuti bersama sekaligus mendukung program pemerintah yang mewajibkan vaksinasi lengkap saat mudik.

“Acara ini sebagai pendukung program pemerintah sebelum mudik lebaran nanti mewajibkan vaksin booster. Kami juga mendorong mahasiswa persiapan luring,” tandasnya.

Dari total peserta mahasiswa, Firina mengaku tidak sampai 50 persen yang belum mendapatkan vaksin booster. Pasalnya, rata-rata mahasiswa dari luar daerah kesulitan mendapatkan vaksinasi.

Sementara itu Kasiwas Kesdam V/Brawijaya, Kapten CKM Agung Rahmat, mengatakan, vaksinasi dengan Unidha Malang ini untuk mempermudah mahasiswa mendapatkan vaksin booster.

“Kami siapkan 500 lebih dosis vaksin, ini untuk antisipasi kelebihan peserta karena antusiasnya cukup baik,” tandasnya.(der)

Pekan Ini Akan Ada Vaksinasi Malam Hari di Kayutangan Heritage Kota Malang

Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dalam pekan ini rencananya akan ada vaksinasi yang bertempat di Kawasan Kayutangan Heritage dan Pusat perbelanjaan Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan pelaksanaan vaksinasi di dua tempat itu rencananya akan dilakukan pada malam hari.

“Insyallah nanti ada di pusat perbelanjaan dan Kayutangan Heritage. Kalau bisa (pelaksanaanya) minggu ini. Pokok secepatnya,” ujarnya saat ditemui di Polkesma, Kamis (7/4).

Husnul juga menyampaikan, vaksinasi di dua tempat itu tidak digelar setiap hari, tapi hanya hari tertentu, yakni Sabtu dan Ahad.

“Masih akan kita koordinasikan dengan beberapa instansi terkait, skenarionya Sabtu dan Ahad,” kata dia.

Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

“Petunjuknya seperti itu, nanti kita koordinasikan dengan tim,” singkatnya.

Terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan rencana vaksinasi malam hari di Kayutangan Heritage dan pusat perbelanjaan tersebut.

Hanya saja, kata Sutiaji, rinciannya seperti jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terlihat dan berapa dosis vaksin yang akan digunakan masih dalam proses pembahasan.

“Nanti kita atur jumlahnya. Tapi kita lihat tenaganya dulu. (Vaksinasi) yang rutin kan juga terus dilakukan,” Imbuhnya.

Pelaksanaan vaksinasi malam hari ini dilakukan sekaligus sebagai salah satu bentuk percepatan program vaksinasi dosis tiga atau booster menjelang mudik lebaran.(end)

Persiapan Mudik Lebaran, Wakapolda Jatim Minta Percepatan Vaksinasi Booster di Kota Malang

WakaPolda Jatim bersama Wali Kota Malang melakukan peninjauan vaksinasi booster di Polkesma, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Wakapolda Jawa Timur (Jatim), Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo meminta pelaksanaan vaksinasi dosis dua dan tiga atau booster di Kota Malang bisa dipercepat.

Hal itu disampaikan Slamet usai menghadiri rapat koordinasi (Rakor) virtual dengan WakaPolri di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma), Kamis (7/4).

Percepatan itu diminta sebagai bentuk persiapan menjelang mudik lebaran. Sebab, Pemerintah telah menentukan vaksin booster menjadi syarat yang harus dipenuhi ketika warga akan mudik.

“Terkait persiapan arus mudik lebaran. Diharapkan ada percepatan vaksinasi. Baik yang dosis dua atau lansia yang belum memenuhi target maupun booster,” ujar Slamet, Kamis (7/4).

Ia menekankan, pelaksanaan percepatan vaksinasi ini perlu dilakukan bersama-sama oleh Forkopimda Kota Malang. Sehingga target bisa segera tercapai.

WakaPolda Jatim bersama Wali Kota Malang, berbincang dengan salah satu peserta vaksinasi di Polkesma, (Bagus/Mvoice).

“Yang perlu kita tekankan adalah Forkopimda Kota Malang bisa melakukan percepatan vaksinasi,” jelasnya.

Selain itu, Slamet juga menargetkan sebisa mungkin sebelum lebaran tiba, capaian vaksinasi booster di Kota Malang bisa berada di angka 30 persen.

“Saya minta Hari ini kalau kita bicara Malang, (vaksin booster) sudah 27 persen. Tinggal 3 persen. Kalau menghadapi lebaran tinggal sekitar 24 hari, insyaallah bisa tercapai,” kata dia.

Diakhir, Slamet berharap, dengan adanya percepatan vaksinasi itu, bisa membantu melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda dunia.

“Covid sampai hari ini belum selesai, untuk itu tidak ada yang euforia. Di TV sudah banyak yang tidak menggunakan masker, kegiatan kegiatan kerumunan di tv. Maka terpenting adalah prokes,” tandasnya.(der)

Hampir Sebulan Kosong, Dinkes Tetap Fungsikan Isoter SKB Pandanwangi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandanwangi, Kota Malang, yang difungsikan sebagai tempat Isolasi Terpusat (Isoter) sejak pertengahan bulan Februari 2022 lalu kini sepi penghuni.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan selama tiga minggu terakhir sudah tidak ada pasien Covid-19 bergejala ringan yang menjalani perawatan di SKB Pandanwangi.

“Memang sudah 3 mingguan (SKB Pandanwangi) tidak ada penghuninya. Di 1 April 2022 kemarin juga tidak ada, sampai sekarang juga kosong,” ujarnya saat ditanya Mvoice pada Selasa (5/4).

Ia menambahkan, alasan tetap difungsikannya SKB Pandanwangi meski tidak ada pasien itu untuk jaga-jaga ketika ada pasien Covid-19 bergejala ringan yang membutuhkan perawatan di Isoter.

“Meski kasus harian menurun, kasus rujukan ke SKB menurun, SKB itu kan untuk yang tidak bergejala dan gejala ringan. Sedangkan masyarakat ini masih yang tidak bergejala atau gejala ringan lebih banyak di rumah isolasi mandiri,” terang Husnul.

“Dari situ, (skb) tetap kita siapkan manakala ada rujukan dari puskesmas yang memantau isolasi mandiri (Isoman) di rumah. Jadi tetap kita siapkan,” sambungnya.

Perlu diketahui, warga Isoman di Kota Malang terdata tinggal 63 pasien. Sedangkan di Rumah Sakit (RS) Rujukan ada sebanyak 6 warga Kota Malang yang menjalani perawatan dan untuk RS Lapangan nihil pasien dari Kota Malang.(der)

Jadwal Vaksinasi di Kota Malang Tetap saat Ramadan

Salah satu peserta menjalani vaksinasi, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Masuk dalam Bulan Ramadan 1443 Hijriah, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Malang tetap berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan vaksinasi di klinik maupun puskesmas berlangsung pada jam kerja.

“Puskesmas atau klinik tetap dilakukan di hari kerja dan jam kerja. Yakni Senin sampai Jumat, antara jam 08.00 sampai 12.00,” ujarnya, Senin (4/4).

Sementara itu, terkait wacana vaksinasi malam hari saat bulan ramadan di Polkesma sampai saat ini belum dilaksanakan.

“Belum ada keputusan (vaksinasi malam hari di Polkesma) karena masih menghitung kekuatan tenaganya. Tapi wacana kesana ada,” kata dia.

Sehingga jam pelaksana vaksinasi di Polkesma sampai saat ini masih sama dengan klinik maupun puskesmas yang ada di Kota Malang.

“Kalau di Polkesma sementara sesuai jadwal dulu. Senin sampai Jumat, jamnya sama (klinik dan puskesmas),” ucap Husnul.

Ia menyampaikan, alasan adanya wacana vaksinasi malam hari itu untuk mewadahi masyarakat yang ragu-ragu mengikuti vaksinasi saat sedang berpuasa.

“Vaksin malam hari karena beberapa yang punya keyakinan kalau puasa itu tidak boleh divaksin,” tandasnya.(der)