7 Bahan Masakan yang Bisa Bantu Diet Lebih Sehat

Harga Cabai naik drastis pekan ini. (Lisdya Shelly)
Harga Cabai naik drastis pekan ini. (Lisdya Shelly)

MALANGVOICE – Diet menjadi hal yang sering dilakukan utamanya bagi perempuan. Namun, dalam pelaksanaanya terkadang kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi itu terdapat kandungan yang membahayakan kesehatan seperti zat pengawet, pewarna hingga kandungan garam yang cukup tinggi.

Guna membantu diet lebih sehat, dikutip dari Healthline terdapat 7 bahan masakan atau rempah-rempah yang bisa digunakan untuk campuran bumbu dalam memasak dan memiliki manfaat sebagai penunjang diet.

Baca Juga: 6 Asupan Wajib Dikonsumsi Setelah Divaksin

1. Cabai Rawit
Cabai Rawit memiliki sensasi rasa pedas yang berasal dari senyawa capsaicin, yang ternyata mempunyai banyak manfaat kesehatan, terutama menurunkan berat badan karena bisa memaksimalkan metabolisme.

Meski begitu, konsumsi cabai rawit juga tidak bisa dilakukan terlalu sering terutama bagi penderita nyeri lambung.

2. Jahe
Jahe yang selalu identik digunakan sebagai minuman bisa juga dijadikan bumbu masakan serta mampu membantu untuk diet. Sebab gingerol dalam jahe mampu meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran kalori.

Selain meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori, jahe yang digunakan sebagai bumbu masakan juga bermanfaat mengontrol kadar gula darah supaya tetap stabil.

3. Oregano
Oregano adalah rempah yang masih satu keluarga dengan mint, basil, thyme, rosemary, dan sage.

Senyawa kuat carvacrol pada oregano ini diklaim bisa membantu turunkan berat badan karena mampu mengontrol sintesis lemak dalam tubuh.

Selain dijadikan serbuk bumbu masak, oregano juga ada yang dijadikan suplemen diet dengan khasiat sama untuk menurunkan berat badan.

4. Ginseng
Ginseng merupakan tanaman herbal yang banyak dipercaya dalam pengobatan tradisional di Tiongkok.

Bahkan banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ginseng cukup ampuh membantu menurunkan berat badan.

Hal ini dikarenakan ginseng mengandung jaringan adiposa cokelat atau BAT. Jaringan tersebut dapat mengubah lemak menjadi energi dengan cepat.

5. Kunyit
Kunyit cukup populer dalam pengobatan herbal karena bersifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan.

Tak hanya itu, kunyit mampu menekan pertumbuhan jaringan lemak serta mengontrol kadar gula darah berkat komponen utamanya yaitu kurkumin.

6. Lada Hitam
Lada hitam adalah bumbu dapur yang berasal dari buah kering piper nigrum berbunga asli India.

Biji buah tersebut mengandung senyawa kuat yaitu piperine, yang menciptakan rasa pedas dan memberi efek dalam proses penurunan berat badan.

7. Kayu Manis
Kayu manis atau bubuk kayu manis merupakan rempah aromatik terbuat dari kulit bagian dalam pohon kayu manis.

Sifat dari kayu manis ini antimikroba sehingga efektif untuk diet. Senyawa tersebut mampu memberi respons negatif pada tubuh ketika menerima asupan berlemak tinggi.

Meski beberapa bumbu tersebut memiliki manfaat lebih untuk menunjang proses diet, sebaiknya dikonsumsi tidak terlalu sering guna mencegah efek samping.

Dianjurkan saat melakukan diet didukung dengan makan yang bergizi, olahraga dan istirahat teratur.(der)

6 Asupan Wajib Dikonsumsi Setelah Divaksin

ilustrasi

MALANGVOICE – Banyak masyarakat merasakan efek samping ringan setelah disuntik vaksin Covid-19. Namun, efek samping tersebut merupakan tanda jika vaksin sedang bekerja untuk membentuk antibodi dalam tubuh.

Berdasarkan pantauan MVoice, beberapa orang merasakan efek samping ringan setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, seperti merasa demam, nyeri badan, nyeri lengan, bahkan ada yang mual.

Efek samping vaksinasi Covid-19 ini biasanya baru terasa 1-2 hari setelah penyuntikan.

Baca juga: Mutasi Pejabat dan Pengukuhan Jabatan Kasat Samapta Polresta Malang Kota

Gejala tersebut disebabkan karena tubuh bereaksi terhadap lonjakan protein dan bekerja untuk melawan infeksi. Jangan biarkan vaksin Covid-19 bekerja sia-sia.

Untuk meringankan efek samping tersebut, diperlukan makanan bergizi dan pola hidup sehat lainnya.

Dilansir dari laman klikdokter.com, berikut makanan yang wajib dikonsumsi setelah disuntik vaksin Covid-19, antara lain:

Baca juga: Desa Tambakrejo Diusulkan Jadi Komunitas Siap Siaga Tsunami ke UNESCO

1. Aneka Buah dan Sayur
Aneka Buah dan Sayur merupakan makanan yang kaya nutrisi dan dapat memperkuat sistem imunitas. Asupan tersebut memungkinkan tubuh melawan penyakit dengan lebih baik.

Aneka sitrus (Jeruk) bahkan paprika bisa Anda makan setelah divaksinasi, karena kaya vitamin C dan mampu membantu produktivitas sel darah putih.

Sedangkan, untuk sayuran hijau memiliki banyak kandungan antioksidan yang dapat melindungi diri dari radikal bebas penyebab penyakit berbahaya.

Baca juga: Desa Tambakrejo Diusulkan Jadi Komunitas Siap Siaga Tsunami ke UNESCO

2. Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan ini juga memiliki vitamin dan mineral untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, serta dapat memelihara kesehatan jantung dengan lebih baik.

3. Ikan Berlemak Sehat
Ikan berlemak sehat ini banyak di temukan pada ikan salmon dan tuna yang kaya omega-3, dan dapat menurunkan tekanan darah dan penyumbatan arteri, serta membantu mengelola penyakit autoimun, misalnya lupus dan rheumatoid arthritis.

4. Sup Ayam
Makanan ini juga bisa disantap setelah menerima vaksin Covid-19, karena bisa membantu memperkuat antibodi dan menjaga sistem kekebalan tubuh, dan membantu memasok mineral seperti kalium dan zat besi, serta sumber beta-karoten yang bertindak sebagai antioksidan.

Baca juga: Walah, Insentif Pemakaman Protokol Covid-19 di Kota Malang Telat 4 Bulan

5. Air Putih
Air putih bisa membuat tubuh melawan sel-sel asing dan penyakit. Pasalnya, ketika seseorang sakit, tanpa sadar tubuhnya kehilangan banyak cairan.

Selain itu, air juga menambah oksigen ke darah, sehingga membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif.

6. Tiram
Tiram merupakan makanan kaya akan zinc yang merupakan mineral penghilang patogen dari tubuh dan meningkatkan produksi protein untuk melawan infeksi virus, dan dapat meningkatkan gizi.(end)

8 Penyebab Mulut Kering, 7 Cara Mencegahnya

Kebiasan buruk ini bikin bibir makin kering. (Auntyacid)

MALANGVOICE – Mulut Kering terjadi akibat kelenjar ludah di mulut tidak membuat air liur yang cukup. Hal ini yang membuat mulut tidak bisa terus basah.

Kondisi tersebut dalam istilah medis disebut xerostomia. Kebanyakan mulut kering bukan kondisi medis yang serius.

Meski demikian kondisi ini dapat menjadi gejala dari penyakit lain dan dapat berdampak besar bagi kesehatan Anda.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa hal yang bisa membuat mulut kering. Berikut hal-hal yang dapat mempengaruhi produksi air liur.

1. Mengalami stres dan kecemasan

2. Efek samping obat-obatan
Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati depresi, tekanan
darah tinggi, kecemasan, antihistamin, dekongestan, pelemas otot dan obat nyeri dapat membuat mulut kering.

3. Penuaan
Perubahan kemampuan tubuh untuk memproses nutrisi

4. Kerusakan saraf
Cedera atau operasi yang menyebabkan kerusakan saraf di area kepala dan leher.

5. Penggunaan tembakau dan alkohol
Minum alkohol dan merokok dapat meningkatkan gejala mulut kering.

6. Penyalahgunaan obat terlarang
Obat terlarang seperti ganja dapat menyebabkan mulut kering yang parah dan kerusakan pada gigi

7. Kondisi medis
Mulut kering dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, stroke, infeksi jamur, penyakit Alzheimer, atau HIV/AIDS

8. Menjalani terapi
Obat kemoterapi dapat mengubah sifat air liur dan jumlah yang dihasilkan. Ini mungkin sementara dan akan kembali normal setelah pengobatan selesai.

Guna mengantisipasi terjadinya xerostomia atau mulut kering ini beberapa hal yang harus dilakukan, melansir dari Healthline.

1. Berkumur.
2. Menghisap es batu.
3. Menghindari alkohol, kafein, dan tembakau.
4. Membatasi asupan garam dan gula.
5. Mengunyah permen karet tanpa gula.
6. Menyikat dan membersihkan gigi setiap hari.
7. Melakukan pemeriksaan gigi dua kali setahun.(end)

Ibu Hamil di Kota Malang Disuntik Vaksin Sinovac

Salah satu ibu hamil di Kota Malang menjalani vaksinasi Covid-19, (Ist).

MALANGVOICE – Ibu Hamil di Kota Malang menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Kamis (19/8). Mereka disuntik menggunakan vaksin jenis Sinovac.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Malang, Sutrisno mengatakan, vaksinasi bagi ibu hamil sangat penting.

Dia juga menambahkan bila rekomendasi vaksinasi itu sudah diterbitkan sejak (1/7), khusus bagi ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 12 minggu hingga 33 minggu.

“Pemberian vaksin tersebut harus ada didalam pengawasan dokter dan bidan. Pengawasan efek pasca vaksinasi akan dipantau dan dicatat oleh tim yang ditunjuk oleh pemerintah dan organisasi POGI,” ujarnya, Kamis (19/8).

“Serta untuk ibu yang diketahui hamil setelah mendapatkan vaksin pertama akan dijadwalkan selanjutnya untuk mengikuti vaksin kedua,” imbuhnya.

Selain itu, bumil yang tergolong memiliki resiko tinggi yaitu berusia di atas 35 tahun, memiliki Body mass Index (BMI) > 40kg/m2, atau yang memiliki komorbid diabetes mellitus dan hipertensi.

“Vaksinasi juga direkomendasikan diberikan untuk ibu hamil yang bekerja terutama sebagai tenaga kesehatan yang setiap hari kontak erat dengan kasus-kasus positif covid-19,” terangnya.

Melalui vaksinasi ibu hamil ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi institusi lainnya untuk mendukung dan mengeluarkan rekomendasi vaksinasi ibu hamil.

“Hanya dengan inilah satu-satunya harapan untuk menurunkan angka kematian ibu karena covid-19 di Indonesia,” tandasnya.(der)

Kembali Praktik, dr Y Pratiwi Gratiskan Pelayanan Khusus Warga Miskin

Suasana tempat praktik baru dr Y Pratiwi. (Mvoive/Toski D).

MALANGVOICE – Nama dr Yosephine Pratiwi kini sedang naik daun lantaran bisa menyembuhkan pasien dengan gejala yang disebabkan virus Covid-19.

Wanita asal Kabupaten Jombang tersebut ternyata memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pasien Covid-19.

Pasalnya, selain memberikan pelayanan pada para pasien yang terpapar Covid-19, wanita yang akrab disapa Tiwi ini juga intens memantau perkembangan pasien, supaya pasien juga memiliki pemahaman untuk dapat sembuh dari gejala yang dirasakan.

“Saya beranggapan mereka harus tahu dan paham. Saya tidak mau mereka (pasien) isoman hanya duduk manis, melihat saturasinya rendah hingga akhirnya meninggal,” ucapnya, Selasa (10/8).

Baca juga: Dokter Pratiwi Dapat Tempat Baru dan Praktik Mulai Lusa

Baca Juga: Tempat Praktik Dokter Pratiwi Karangploso Tutup Sementara, ternyata Ini Penyebabnya

Selain memiliki keinginan untuk memberikan pemahaman kepada para pasien, Tiwi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.

Itu terbukti dengan pemberian pelayanan gratis kepada pasien yang tidak mampu. Apalagi jika gejala yang dirasakan pasien tersebut sudah termasuk gawat darurat.

“Jadi saya melihat kegawatdaruratannya dulu. Kalau pasiennya gagal napas, meskipun dia tidak bawa uang tetap saya layani, apalagi kalau orang miskin, akan saya gratiskan sampai dia sembuh,” jelasnya.

Tiwi menjelaskan, pasien yang berobat berharap penuh untuk bisa dilayani.

“Semua pasien yang datang itu berharap penuh ke saya, jadi saya harus saya layani. Mereka bisa saja pulang, lalu isoman, mereka gak paham dan akhirnya meninggal. Saya yang tidak mau itu terjadi. Awalnya gitu, jadi getok tular. Tapi untuk pasien yang mampu ya bayar,” bebernya.

Tiwi menjelaskan, dirinya mengaku sudah ratusan pasien Covid-19 yang berhasil disembuhkan dengan metode terapi uap ini. Meskipun, ia tidak bisa menjelaskan jumlahnya secara pasti.

“Wah kalau sekarang ratusan ya. Kalau dulu hingga 16 Juli saya ingat itu masih 80 an (pasien). Tapi sekarang ratusan, kalau saya tidak pernah menghitung. Tapi semua pasien ada rekam medisnya,” terangnya.

Tiwi menyebutkan, terapi uap yang digunakan tersebut, saat ini sudah mulai diikuti beberapa rekan dokter seprofesinya.

“Teman baik saya di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pamekasan, Sumenep dan lainnya itu saat ini mulai mempraktikan metode uap ini di daerah mereka masing-masing,” jelasnya.

Meski Covid-19 dapat disembuhkan, Tiwi berpesan agar masyarakat di seluruh Indonesia tidak panik jika menemukan gejala yang mengarah pada gejala Covid-19.

“jika menemukan gejala itu, bisa langsung melapor ke Satgas masing-masing daerah, atau tenaga kesehatan (nakes) yang ada di sekitar,” pesannya.(der)

Danlanud Abd Saleh Minta Nakes Layani Peserta Vaksinasi dengan Baik

Suasana pelaksanaan serbuan vaksinasi di Abd Saleh (Mvoice/istimewa).

MALANGVOICE – Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI Zulfahmi menyempatkan diri untuk meninjau pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Covid-19 yang digelar di Gedung Cakrawala, Senin (9/8).

Dalam rilisnya, Marsma TNI Zulfahmi menyampaikan, kegiatan peninjauan tersebut dilakukan sebagai wujud perhatian kepada warga dan masyarakat yang tengah mengikuti serbuan vaksinasi di Lanud Abdulrachman Saleh.

“Dengan serbuan vaksinasi ini diharapkan dapat terus berlangsung. Kepada para petugas dan nakes agar tetap dapat melayani peserta vaksinasi dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Operasi Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Subhan mengatakan, antusias masyarakat untuk mengikuti serbuan vaksinasi ini sangat luar biasa.

“Pendaftarnya ada 791 orang, tapi yang tervaksin ada 790 orang, satu orang tidak memenuhi syarat,” katanya.

Untuk pesertanya, lanjut Subhan, selain Keluarga Besar TNI, sebagian besar peserta adalah warga masyarakat dari wilayah Malang Raya, diantaranya ada penyandang disabilitas.

“Para peserta serbuan vaksinasi ini dilayani oleh 18 vaksinator dari Rumah Sakit TNI AU dr M. Munir Lanud Abdulrachman,” tandasnya.(der)

Sempat Kehabisan, Kota Malang Kembali Dapat 1.100 Vial Vaksin Sinovac

Ilustrasi vaksin Bio Farma, (MG2).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendapatkan 1.100 vial vaksin jenis Sinovac dari Pemerintah Pusat.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, vaksin sudah datang sejak Kamis (5/8) kemarin.

Melalui ribuan vial vaksin tersebut, Pemkot Malang akan kembali menggenjot pelaksanaan vaksinasi guna memenuhi target 70 persen Masyarakat Kota Malang sudah tervaksin pada bulan September 2021. Sehingga herd immunity bisa terbentuk.

Selain itu, Pemkot Malang juga bekerja sama dengan Koarmada II TNI Angkatan Laut (AL) untuk menggelar vaksinasi massal dengan kuota 20 ribu orang di Stadion Gajayana Kota Malang.

“Dengan tambahan dosis baru, lalu adanya bantuan dosis vaksin juga dari pihak luar, program serbuan vaksin Covid-19 ini, kami harapkan Herd Immunity dalam waktu dekat bisa tercapai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan ribuan vaksin yang baru didapat Kota Malang tersebut ditujukan untuk melanjutkan vaksinasi tahap dua dan anak-anak berusia 12 sampai 17 tahun.

“Vaksin kemarin 1.100 vial Sinovac itu untuk dosis dua. Itu akan di vaksin hari ini langsung. 1.100 vial atau bisa dibilang 11 ribu sasaran dosis dua,” ucap dia.(der)

Tempat Praktik Dokter Pratiwi Karangploso Tutup Sementara, ternyata Ini Penyebabnya

Suasana pengobatan terapi uap di praktek dr. Yosephine Pratiwi. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Tempat praktik dr. Yosephine Pratiwi di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mulai hari ini (Selasa 3/8) tutup sementara.

Selama ini dokter Pratiwi memang berpraktik di Apotek Kondang Waras di Jalan Raya Takeran, No.50 kav 6, Dusun Krajan, Desa Ngijo, Karangploso.

Penutupan tempat praktik ini bukan karena dilarang oleh berwewenang atau protes dari masyarakat maupun pihak-pihak mana pun.

Penyebabnya ternyata lantaran banyaknya pasien yang mengantre saat berobat dan menimbulkan kerumunan. Bahkan di hari terakhir beroperasi (Senin 2/8) kemarin terlihat masih banyak pasien yang berobat dengan terapi uap itu.

“Kemarin (Senin 2/8) terakhir saya beroperasi karena saya sadar ini menimbulkan kerumunan. Jadi saya putuskan untuk tutup sementara sampai ada tempat yang lebih luas,” terangnya.

Dokter Tiwi, pqanggilan akrabnya, mengaku dijanjikan kelurahan dan kecamatan akan diberi tempat.

“Memang dijanjikan diberi tempat, tapi ini masih koordinasi,” ucap wanita yang akrab disapa dr. Tiwi, Selasa (3/8).

Tiwi menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pasien yang berobat semakin meningkat. Setiap hari mencapai 80 pasien dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Banyak yang ke sini untuk pengobatan alternatif. Pasien saya sekarang sudah wilayah Jatim. Ada yang dari Pasuruan, Trenggalek sampai Probolinggo,” katanya.

Tentang tarif berobat, Tiwi menjelaskan berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, dan ada obatnya jika gejalanya parah.

Baca juga: Dokter di Karangploso Klaim Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19 Lewat Terapi Uap
Politisi Kabupaten Malang Apresiasi Penyembuhan Metode Uap dr Y Pratiwi Perangi Covid-19

Menurut Tiwi, praktik terapinya ini mendapat lampu hijau dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya, karena dinilai mampu menyembuhkan ratusan pasien terpapar Covid-19.

“Sudah mendapat respon baik dan lampu hijau dari IDI Malang Raya. Kalau gak ada lampu hijau saya ya disuruh tutup,” terangnya.

Tiwi berpesan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk tetap menjaga imunitas tubuh dengan makan yang banyak.

“Makan yang banyak kalau bisa makan 8 sampai 10 kali meskipun muntah tidak papa. Karena dengan makan itu virus sulit berkembang karena tubuh ini butuh energi,” pesannya.

Sementara itu, salah satu keluarga pasien yang sudah sembuh, Putri, mengaku jika kakaknya yang bernama Rini, awalnya terkonfirmasi positif Covid-19 tiga minggu lalu.

Waktu itu pasien Rini dalam kondisi sesak nafas sampai ke dada, dan tidak bisa bergerak, dengan saturasi 84.

“Kakak saya sudah dibawa ke tiga dokter dan swab hasilnya positif Covid-19. Diberi obat sama dokter beli obat herbal gak sembuh,” kata Putri yang mengaku warga Singosari.

Dalam 14 hari kemudian, lanjut Putri, karena kondisinya memburuk, Rini akhirnya dibawa ke terapi uap di Karangploso ini.

“Di sini, kakak saya menjalani terapi uap sampai lima kali dan sembuh, sekarang beraktivitas seperti biasa,” ulasnya.

Putri berharap praktik Pratiwi ini tidak tutup, dan berharap pemerintah setempat mampu mencarikan tempat praktik yang lebih luas.

“Karena sekarang ibu saya yang gantian harus terapi. Dan ini hari terakhir. Jadi bu dokter ini orang baik jangan sampai gak punya tempat. Sudah bantu banyak orang mas,” harapnya.(end)

Belasan Ribu Nakes di Kota Malang Segera Vaksinasi Tahap Tiga Gunakan Moderna

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif saat diwawancarai awak media, (Ist).

MALANGVOICE – Tenaga kesehatan di Kota Malang dijadwalkan segera mendapat vaksin tahap ketiga. Selain nakes, golongan disabilitas juga akan mendapatkan jatah vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, untuk vaksinasi tahap tiga khusus 11 ribu nakes akan menggunakan jenis vaksin Moderna dan Disabilitas menggunakan Sinopharm.

“Informasinya kita akan mendapatkan jatah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) vaksin Moderna sebanyak 11.934 dan vaksin Sinopharm sebanyak 539,” ujarnya, Selasa (3/8).

Persyaratan yang dibutuhkan bagi nakes untuk mengikuti vaksinasi tahap tiga salah satunya sudah tervaksin tahap dua minimal sudah tiga bulan lalu.

Lebih lanjut, bagi sasaran disabilitas merupakan vaksinasi tahap satu dengan jarak vaksin tahap selanjutnya 21 hari setelahnya.

“Untuk Sinopharm itu terdiri dari disabilitas fisik, mental atau ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa). Itu dosis satu dan dia jaraknya 21 hari,” tuturnya.

Husnul akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Malang untuk melakukan pendataan dan pemetaan disabilitas di Kota Malang.

“Kami akan lihat dulu komunitas disabilitasnya itu ada di mana. Bisa nanti di beberapa tempat sesuai dengan komunitas disabilitas. Kan biasanya ada pendampingnya nanti,” jelasnya.

Namun karena jatah vaksin belum diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Husnul belum bisa memastikan kapan proses vaksinasi Nakes dan Disabilitas di Kota Malang itu akan dimulai.

“Kemarin Senin (2/8) sudah dilaunching di UNISMA dan UMM menjadi yang pertama di Jawa Timur, untuk difabel 25 orang, dan nakes 25 orang. Namun untuk kelanjutannya kami masih menunggu jatah vaksin datang. Mudah-mudahan vaksin bisa segera datang dan kami akan segera laksanakan,” tandasnya.(der)

Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Teddy Minahasa Bentuk Satgas Covid-19 “Sobatku 87”

Satgas Covid-19 Sobatku 87. (Istimewa)

MALANGVOICE – Staf Ahli Kapolri, Irjen Pol Teddy Minahasa membentuk tim relawan Satgas Covid-19 “Sobatku 87” di Pasuruan.

Pembentukan tim ini didasari kepedulian sesama alumni SMPN 1 Pasuruan angkatan 1987 yang banyak terkonfirmasi positif Covid-19.

Irjen Pol Teddy Minahasa mengatakan, awal terbentuknya tim relawan Satgas Covid-19 Sobatku 87 ini karena ia merasa saat ini ada keterbatasan fasilitas kesehatan di Jakarta karena banyaknya pasien.

Hal itu ia rasakan pada akhir Juni lalu, Teddy banyak membantu senior dan junior sesama polisi terpapar Covid-19, tapi kebanyakan malah terpaksa menjalani isolasi mandiri.

“Saya menyaksikan sendiri fenomena orang sedang isolasi mandiri tanpa pengawasan dan penanganan medis. Mereka kesulitan akses di rumah sakit serta obat-obatan,” ujarnya.

Dari sana Teddy membayangkan bagaimana suasana di kota-kota kecil karena di Jakarta pun yang serba ada masih sangat kesulitan. Teddy kemudian menginisiasi teman-temannya sesama alumni SMPN 1 Pasuruan angkatan 1987 untuk membentuk relawan.

Irjen Pol Teddy Minahasa. (Istimewa)

“Tugas relawan dan satgas Sobatku 87 ini adalah melayani para alumni dan keluarganya yang terpapar Covid-19 dan tidak mendapatkan penanganan medis alias hanya melaksanakan isolasi mandiri,” kata Teddy.

Mantan Kapolres Malang Kota ini menambahkan, saat ini sudah ada 17 pasien yang ditangani tim Sobatku 87. Semuanya dilaporkan dalam kondisi baik dan banyak yang sudah sembuh atau negatif Covid-19.

Tim relawan Covid-19 itu didukung dengan peralatan dan fasilitas lengkap, berupa mobil operasional, ambulans, posko, serta peralatan medis berupa tabung oksigen, nebulizer, alat ukur saturasi, dan alat ukur suhu tubuh.

Distribusi tabung oksigen Satgas Sobatku 87. (Istimewa)

“Semua obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan pasien Covid-19 sudah disediakan sehingga sangat membantu proses penyembuhan kawan-kawan alumni,” lanjutnya.

Teddy berharap adanya relawan ini bisa menjadi contoh dan semangat sehingga muncul relawan lain. Tujuannya tak lain adalah saling gotong royong membantu sesama anak bangsa.

“Semoga banyak relawan yang hadir untuk menanggulangi Covid-19,” harap mantan Wakapolda Lampung.(der)