Dua Faktor Ini Bikin Kasus Covid-19 di Kota Malang Melandai

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Kasus Covid-19 di Kota Malang setiap harinya kian melandai. Penambahan kasus positif Covid-19 yang beberapa waktu lalu sempat melejit hingga berada di angka ratusan, kini turun drastis menjadi puluhan kasus perharinya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (17/3) kemarin, penambahan kasus Positif Covid-19 di Kota Malang sebanyak 48 orang, kemudian untuk pasien yang sembuh sebanyak 165 orang dan ada empat pasien meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif juga menyampaikan, ada dua faktor yang membuat kasus Covid-19 di Kota Malang yang sebelumnya melonjak kini telah mengalami penurunan.

“Pertama masyarakat sudah sadar untuk tidak melonggarkan Protokol Kesehatan (Prokes). Kedua capaian vaksinasi umum dosis satu dan dua sudah diatas 100 persen,” ujarnya saat diwawancarai awak media pada Jumat (18/3).

Menurut Husnul, penerapan prokes dan tervaksin Covid-19 menjadi faktor paling penting pencegahan penularan virus. Sehingga kasus Covid-19 di Kota Malang bisa terus melandai.

“Dengan dua ini pencegahan yg paling efektif. Sudah vaksin lengkap apalagi sudah booster juga. Kalau terpapar dia gak sakit gak perlu ke Rumah Sakit cuma di rumah saja isoman,” tandasnya.(der)

Warga Singosari Serbu Vaksin Berhadiah Minyak Goreng

Petugas vaksinasi saat menyuntikkan vaksin. (Mvoice/Toski D)

MALANGVOICE – Warga Singosari serbu vaksinasi pada Selasa (15/3). Penyebabnya, vaksin dosis pertama, kedua, hingga booster ini berhadiah minyak goreng.

Vaksinasi yang digelar Polsek Singosari ini diserbu ratusan masyarakat sejak pagi.

Kapolsek Singosari, Kompol Achmad Robial mengatakan, dalam kegiatan vaksinasi tersebut, Polsek Singosari memberikan hadiah minyak goreng bagi masyarakat yang mengikuti vaksinasi,

“Pemberian minyak goreng itu untuk memberikan motivasi bagi masyarakat, dan membantu masyarakat di tengah kelangkaan minyak goreng dan harganya relatif masih tinggi,” ucapnya, Selasa (15/3).

Dalam pemberian vaksinasi tersebut, lanjut Robial, terlihat antusias warga sangat besar, sehingga membuat Polsek Singosari kehabisan stok minyak goreng.

“Kami sediakan 222 bungkus minyak goreng, dengan kemasan satu liter, namun yang datang lebih dari itu. Jadi, sesudah masyarakat menerima vaksin diberi 1 liter minyak goreng,” jelasnya.

Robial menegaskan, dengan pemberian hadiah minyak goreng terhadap masyarakat setelah divaksin tersebut diharapkan dapat menunjang program pemerintah dalam percepatan vaksinasi.

“Selain untuk percepatan vaksinasi, pemberian hadiah minyak goreng ini juga untuk membantu masyarakat di tengah kelangkaan minyak goreng dan harganya masih tinggi, ini sesuai instruksi Kapolri, Kapolda Jatim, Kapolres Malang,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Candirenggo, Ari Wahyuni sangat berterimakasih terhadap Polsek Singosari yang sudah memberikan dosis vaksin dan memberikan hadiah minyak goreng.

“Ini tadi saya menerima vaksin booster. Kegiatan ini sangat bagus, dan menjadi daya tarik masyarakat seperti saya ini. Yang tadinya tidak mau ikut, malah jadi ikut divaksin. Apalagi minyak goreng saat ini sulit didapatkan, dan harganya pun masih tinggi,” pungkasnya.(der)

Ribuan Vaksin AstraZeneca yang Diperpanjang Masa Kedaluwarsa Belum Didistribusikan

Vaksin Sinovac yang digunakan pada vaksinasi tahap satu, ditunjukkan petugas vaksinator, (MG2).

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang belum mendistribusikan 2.500 dosis vaksin jenis Astrazeneca yang diperpanjang masa kedaluwarsa-nya.

Pendistribusian ribuan vaksin tersebut menunggu turunnya surat rekomendasi perpanjangan masa kedaluwarsa vaksin dari Kemenkes dan Indonesia Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI).

Perlu diketahui, 2.500 dosis vaksin jenis Astrazeneca milik Dinkes Kota Malang melewati batas kedaluwarsa pada 28 Februari 2022 lalu.

Namun vaksin kedaluwarsa itu masih bisa digunakan hingga satu bulan mendatang, dengan syarat telah mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes dan ITAGI.

“Belum turun (surat rekomendasi dari Kemenkes). Jadi astrazeneca belum kita pakai,” ujar dr Husnul Muarif selaku Kepala Dinkes Kota Malang, Senin (14/3).

Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasi dosis tiga atau booster di Kota Malang, pihak Dinkes Kota Malang menggunakan vaksin jenis Pfizer yang baru didapat dari Kemenkes.

“Kita kemarin dapat vaksin Pfizer untuk booster sebanyak 330 vial atau sekitar 2 ribu dosis. Ini sudah kita distribusikan ke puskesmas. Hari ini, kemarin sabtu sudah melaksanakan booster, terbatas,” terang Husnul.

Ia menyampaikan untuk capaian vaksinasi dosis tiga atau booster di Kota Malang sendiri sudah mencapai sekitar 14,5 persen. “Booster kita baru 14,5 persen. Anak anak belum,” tandasnya.(der)

Dinkes Kota Malang Dapat Dua Ribu Dosis Booster Vaksin Pfizer

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mendapat 2 ribu dosis vaksin jenis Pfizer untuk vaksinasi dosis tiga atau booster dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kita kemarin dapat vaksin Pfizer untuk booster sebanyak 330 vial atau sekitar 2 ribu dosis,” ujar dr Husnul Muarif selaku Kepala Dinkes Kota Malang, Senin (14/3).

Menurut Husnul, ribuan vaksin Pfizer itu telah distribusikan untuk vaksinasi booster di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) yang ada di Kota Malang.

“Ini sudah kita distribusikan ke puskesmas. Hari ini, kemarin Sabtu sudah melaksanakan booster, terbatas,” terangnya.

Perlu diketahui capaian vaksinasi dosis tiga atau booster di Kota Malang sudah mencapai 14,5 persen.

Terpisah Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan rendahnya capaian vaksinasi booster di Kota Malang disebabkan dua hal.

Pertama, karena ketersediaan vaksin untuk booster minim dan kedua, terkendala rentang waktu antara vaksin dosis dua dan dosis tiga cukup lama.

“Pertama karena kaitannya dengan ketersediaan vaksin dan kedua kalau dulu nunggu waktu 6 bulan dari vaksin dua ke vaksin dosis tiga, dan sekarang sudah dipercepat cuman 3 bulan,” kata Sutiaji.

Dengan adanya percepatan rentang waktu itu, diharapkan Sutiaji bisa membantu percepatan capaian vaksin dosis tiga di Kota Malang. “Mudah-mudahan ini akan lakukan percepatan,” tandasnya.(der)

Punya Komorbid, Belasan Ribu Warga Kota Malang Rawan Terpapar Covid-19

Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Ada sekitar 17 ribu warga Kota Malang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid sehingga rawan terpapar Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan dari 17 ribu warga itu, 7 ribu diantaranya memiliki gejala komorbid dengan kategori cukup tinggi.

“Kalau kita lokalisir, di Kota Malang kan ada 17 ribu yang komorbid. Yang level tinggi, darah tinggi, jantung, diabetes dan kolestrol itu ada 7 ribu,” ujarnya, Selasa (8/3).

Bagi seseorang yang memiliki komorbid dengan kategori cukup tinggi, memiliki risiko tinggi meninggal dunia saat terpapar Covid-19.

Meski begitu, Sutiaji menyampaikan, dalam beberapa waktu terakhir warga Kota Malang pemilik komorbid jarang terpapar Covid-19.

“Kemarin hanya berapa persen yang kena (Covid-19), karena tingkat kesadaran tinggi. Jadi mereka mayoritas tidak berani keluar dan sadar prokes,” jelasnya.

Dari situ, pihaknya terus menggencarkan vaksin bagi lansia dan masyarakat rentan untuk membentuk herd Immunity yang kuat di Kota Malang.

“Maka dari itu kita harus melakukan percepatan vaksin, karena vaksin kan harapannya herd immunity terbangun dengan baik,” kata Sutiaji.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menambahkan, sekitar 97 persen pasien komorbid meninggal saat menjalani perawatan.

“Kalau detailnya akumulatif, tapi pasien-pasien yang melakukan perawatan meninggal hampir 97 persen komorbid,” tandasnya.

Perlu diketahui, dari catatan Dinkes Kota Malang, capaian vaksin Covid-19 saat ini pada dosis pertama sudah 115 persen dan dosis kedua 110 persen. Kemudian untuk lansia dosis pertama sudah hampir 70 persen, dosis kedua 67 persen.(der)

Masa Kedaluwarsa Ribuan Dosis Vaksin milik Dinkes Kota Malang Diperpanjang Satu Bulan

Vaksin Sinovac yang digunakan pada vaksinasi tahap satu, ditunjukkan petugas vaksinator, (MG2).

MALANGVOICE – Sebanyak 2.500 dosis vaksin jenis Astrazeneca milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melewati batas kedaluwarsa pada 28 Februari 2022 lalu.

Namun vaksin kedaluwarsa itu masih bisa digunakan hingga satu bulan mendatang. Keputusan itu berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Indonesia Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI).

“Jadi ada perpanjangan masa kedaluwarsa selama satu bulan berdasarkan rekomendasi dari Kemenkes sama ITAGI,” ujar Husnul selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Senin (7/3).

Ribuan vaksin jenis Astrazeneca itu pun akan disebar untuk pelaksanaan vaksinasi booster di Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit, hingga gerai-gerai vaksin yang ada di Kota Malang.

“Karena diperpanjang, nanti 2.500 dosis vaksin itu akan digunakan untuk vaksinasi dosis ke tiga atau booster di seluruh Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan),” kata Husnul.

Ia pun menyampaikan, saat ini hanya memiliki vaksin jenis Astrazeneca, sedangkan jenis lain menunggu droping vaksin lanjutan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kita saat ini hanya punya vaksin jenis Astrazeneca, karena vaksin lain masih belum didistribusikan atau didrop. Kita menunggu dari Kementerian dan Provinsi,” terangnya.

Sebagai informasi capaian vaksinasi umum di Kota Malang telah mencapai 115 persen untuk dosis satu dan sekitar 110 persen dosis dua. Sedangkan dosis tiga atau booster sekitar 19 persen.

Sementara itu, untuk vaksin lansia dosis satu telah mencapai 69 persen dan dosis dua sebanyak 67 persen. Untuk dosis ketiga atau booster lansia sekitar 9 persen.(der)

Ribuan Vaksin Astrazeneca di Dinkes Kota Malang Kedaluwarsa

Vaksin Sinovac yang digunakan pada vaksinasi tahap satu, ditunjukkan petugas vaksinator, (MG2).

MALANGVOICE – Ada ribuan vaksin Covid-19 jenis Astrazeneca yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang kedaluwarsa.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, ada sekitar 3 ribu sampai 5 ribu vaksin kedaluwarsa pada 28 Februari 2022 lalu. Vaksin itu kini masih disimpan.

“Kami simpan di lemari vaksin yang ada di Dinkes Kota Malang. Jumlah-nya sekitar 3 ribu sampai 5 ribu dosis,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Rabu (2/3).

Baca Juga: Warga Gangsiran Tuntut Pemkot Batu Atasi Sampah TPA Tlekung, Wali Kota: Kami Datangkan Solusinya

Meski ribuan vaksin tersebut sudah kedaluwarsa, dikatakan Husnul, berdasarkan rekomendasi dari beberapa pihak akan ada perpanjangan masa kedaluwarsa vaksin Astrazeneca tersebut.

Rekomendasi itu dinyatakan Indonesian Techincal Advisory Group of Immunization (ITAKI), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinkes Jawa Timur (Jatim).

“Kita menunggu surat dari Provinsi Jatim tadi sudah menyampaikan, nanti ada rekomendasi baik dari ITAKI serta Kemenkes untuk perpanjangan vaksin Astrazeneca yang masanya berakhir 28 Februari kemarin,” terangnya.

Husnul pun belum mengetahui secara pasti vaksin yang diperpanjang itu akan bisa bertahan berapa lama. Namun, dipastikan vaksin tersebut akan disuntikkan untuk dosis satu, dua dan booster.

“Untuk booster bisa, kemudian kalau ada yang belum vaksin dosis 1 atau 2 maupun booster juga bisa digunakan nantinya,” tandasnya.(der)

Antisipasi Covid-19 Jelang Puasa, Menko PMK Minta Percepatan Vaksinasi dan Prokes Diperketat

Menko PMK Muhadjir Effendy saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) diperketat dan percepatan vaksinasi menjelang bulan puasa pada April 2022 mendatang.

Ia menyampaikan penerapan prokes ketat dan percepatan vaksinasi merupakan langkah antisipasi paling penting untuk mencegah penyebaran Covid-19. Saat ini kasus Covid-19 sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan di tiap daerah.

“Saat ini masih ada waktu sebelum puasa, solusinya harus menjaga prokes terutama memakai masker itu harus. Kemudian percepatan vaksin meskipun dia terkena jika sudah divaksin efek kesakitan-nya rendah,” ujarnya saat kunjungan kerja di Kota Malang, Ahad (27/2).

Muhadjir menyampaikan, terkait adanya pembatasan kegiatan masyarakat saat bulan Ramadan nantinya bergantung pada eskalasi (perkembangan) Covid-19 di masing-masing daerah.

“Mudah-mudahan tidak ada pembatasan-pembatasan selama romadhon. Tetapi itu semua sangat tergantung pada eskalasi Covid-19. Intinya penerapan prokes dan percepatan vaksinasi baik mereka yang belum maupun melengkapi, untuk lansia terutama harapannya bisa segera booster semua,” tuturnya.

Perlu diketahui berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), kasus positif Covid-19 di Kota Malang pada Sabtu (26/2) bertambah sebanyak 322 pasien dalam sehari.

Sedangkan untuk kesembuhan dalam sehari bertambah 602 orang dan kematian karena Covid-19 ada sebanyak tiga orang.(der)

Tujuh Tips Menjaga Kesehatan Keluarga dari dr Pratiwi

ilustrasi. (South China Morning Post)
ilustrasi. (South China Morning Post)

MALANGVOICE – Merabaknya Covid-19 varian Omicron di Indonesia, khususnya Jawa Timur belakang ini banyak orang mulai mewaspadai penyebaran virus tersebut.

Terlebih, saat ini dalam musim pancaroba yang dikaitkan dengan datangnya berbagai jenis penyakit.

Untuk menjaga kondisi keluarga agar tetap sehat meski masuk musim pancaroba, dr Yosephine Pratiwi yang mengeklaim telah menemukan obat yang bisa menyembuhkan pasien Covid-19 dengan menggunakan terapi uap membagikan tujuh tips agar keluarga tetap dalam kondisi sehat.

Adapaun tujuh tips yang diberikan dokter yang akrab disapa Tiwi ini antara lain:

1. Jika ada anggota keluarga yang sakit dengan gejala batuk, pileg, panas, sakit tenggorokan, mual, panas, pusing, linu-linu, sakit perut, maka bawalah berobat ke tenaga kesehatan (nakes) terdekat.

2. Kalau ada anggota keluarga yang sakit seperti di atas, gunakan kamar terpisah dengan keluarga yang sakit, dan jangan lupa tetap gunakan masker.

3. Jaga kondisi dengan makan yang banyak dengan asupan gizi yang baik.

4. Rajinlah berkumur dengan menggunakan obat kumur atau air garam.

5. Lebih disiplin lagi menjalankan prokes, dengan cara menggunakan masker double dan cuci tangan, serta menjaga jarak.

6. Konsumsilah vitamin C dan Vitamin D serta Zinc, karena Zinc merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan.

7. Beristirahatlah, dan tidur dengan durasi waktu minimal 8 jam dalam satu hari.(der)

Kasus Positif Covid-19 Tinggi, Isoter SKB Pandanwangi Hampir Penuh

SKB Pandanwangi, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Kasus Covid-19 di Kota Malang terus meningkat. Hal itu berdampak pada keterisian tempat perawatan seperti Isolasi Terpusat (Isoter) dan Rumah Sakit (RS) Rujukan yang tersedia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, untuk Isoter di SKB Pandanwangi saat ini sudah hampir penuh. Total dari 52 tempat tidur sudah terisi 50 pasien.

“Isoter SKB Pandanwangi sudah terisi 52 pasien bergejala ringan dan tanpa gejala. Sehingga sisanya ada 2 tempat tidur yang kosong,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Jumat (25/2).

“Kebanyakan yang menempati di Isoter itu lanjut usia (Lansia) dengan rata-rata umur antara 40 sampai 50 tahun. Jadi kita sangat perlu untuk berhati-hati,” sambungnya.

Kemudian untuk RS Idjen Boulevard yang difungsikan sebagai Isoter warga Malang Raya saat ini diisi sebanyak 256 pasien bergejala ringan dan tanpa gejala dari total 326 tempat tidur yang tersedia.

Husnul menyampaikan, 10 RS Rujukan di Kota Malang juga sudah mulai mengalami peningkatan dari ruang Intensive Care Unit (ICU) maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Secara total RS Rujukan di Kota Malang, di ruang ICU kita sudah terisi 70 persen. Kalau untuk IGD itu terisi sekitar 26 persen. Kalau khusus di RSUD dari 23 tempat tidur diisi 13 pasien,” tandasnya.(der)