Pemkot Malang Pastikan Pengawasan Kondisi Pasien Isoman Lewat Telemedicine

Pasien Covid-19 menjalani perawatan, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Malang membuat banyak pasien Covid-19 tanpa gejala menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah masing-masing.

Berdasarkan data milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ada sebanyak 2.332 warga Kota Malang yang terpapar Covid-19 sedang menjalani Isoman.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, untuk memberi kemudahan pasien Isoman, pihaknya menyediakan layanan Telemedicine lewat fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes).

“Karena pemerintah kebijakannya bagaimana Isoman itu lebih bisa dilakukan dengan baik, sehingga Telemedicine dan kita siapkan obat-obatan juga sehingga masyarakat bisa tenang,” ujarnya, Selasa (22/2).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menambahkan layanan Telemedicine tersebut merupakan salah satu cara pengawasan dan pengendalian pasien Isoman lewat Gadget.

“Nah yang Isoman itu kita anggap ada handphone sehingga setiap hari progres bisa dipantau petugas puskesmas wilayah. Itu yang disebut Telemedicine,” Imbuhnya.

Melalui layanan Telemedicine itu, pasien Isoman yang sedang mengalami gangguan kesehatan maupun membutuhkan obat bisa segera mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan.

“Fungsinya telemadicine adalah pengawasan pengendalian dan monitoring klinis progres setiap harinya. Jadi pasti dijamin meski isoman,” tandasnya.(der)

Lima Hari Beroperasi, SKB Pandanwangi Terisi 39 Pasien Covid-19

Pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Isolasi Terpusat (Isoter) SKB Pandanwangi Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Belum Sepekan Isolasi Terpusat (Isoter) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandanwangi, Kota Malang beroperasi, sudah terisi puluhan pasien Covid-19.

Hal itu dibenarkan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko usai melakukan peninjauan langsung di Isoter yang baru beroperasi sejak Kamis (17/2) lalu.

“Jadi ada 31 pasien yang sudah dirawat. Tadi baru datang satu dan ada tujuh pasien lagi masih On The Way (OTW) untuk di rawat di Isoter SKB. Sehingga total ada 39 Pasien Covid-19,” ujarnya.

Saat proses peninjauan, pria yang akrab disapa Bung Edi itu juga sempat melakukan komunikasi secara langsung dengan dua pasien Covid-19 yang mendapatkan perawatan di SKB Pandanwangi.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko melakukan komunikasi dengan pasien Covid-19 yang ada di Isoter SKB Pandanwangi, (Bagus/Mvoice).

Tentu komunikasi secara langsung itu dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, mulai dari penggunaan double masker, menjaga jarak cukup jauh dan memakai hazmat.

“Tadi saya komunikasi dan cek langsung kondisinya pasien gimana makannya, pelayanan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan obat-obatan disana. Alhamdulillah puas semua,” kata Bung Edi.

Selain Isoter di SKB, Bung Edi menyampaikan jika RSUD Kota Malang saat ini merawat 15 pasien Covid-19. Dengan rincian delapan pasien berasal dari Kota Malang dan tujuh lainnya dari luar Kota.

“Kan RSUD Kota Malang itu kapasitasnya bisa menampung 23 pasien saat ini sudah terisi 15 orang,” jelasnya.

Tingginya keterisian Isoter dan RSUD Kota Malang sebagai RS Rujukan saat ini dikarenakan kasus Covid-19 yang saat ini sedang mengalami peningkatan cukup signifikan.

Dari situ, Bung Edi meminta masyarakat agar tidak takut meski kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Ia mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Ini harus day to day karena pergerakan yang terpapar Covid-19 semakin hari semakin meningkat. Tapi masyarakat jangan panik,” tandasnya.(der)

Muhammadiyah Terima Bantuan Alat Kesehatan Penanganan Covid-19 dan TBC dari USAID

Proses serah terima alat kesehatan RS UMM dan USAID. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Sebanyak 51 rumah sakit di Indonesia menerima bantuan alat kesehatan dari USAID dan Muhamadiyah. Bantuan diberikan melalui program Mentari TB For COVID-19, Mentari TBRO dan Mentari TB Recovery Plan.

Acara serah terima dilakukan di RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (22/2).

Melalui acara ini, Muhammadiyah yang didukung USAID resmi menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada 30 Rumah Sakit Muhammadiyah & Aisyiyah yang tersebar di Indonesia dari program Mentari-TB For Covid-19.

Masing-masing rumah sakit mendapatkan 2 unit Kanula Hidung Aliran Tinggi (High Flow Nasal Canula (HFNC)- ventilator non invasif), 2 unit Monitor Pasien (Bedside Monitor), 4 unit Pompa Jarum Suntik (Syringe Pump), 4 unit Pompa Infus (Infusion Pump).

Sedangkan Mentari-TB Recovery Plan menyerahkan 1 unit X-Ray Mobile, 1 unit Apron untuk X-Ray Mobile, 1 unit Partition untuk X-Ray Mobile, 1 unit Google untuk X-Ray Mobile, 1 unit Box Container Specimen, dan 1 unit Refrigerator Specimen kepada masing-masing 48 Rumah Sakit Muhammadiyah & Aisyiyah penerima bantuan.

Sementara untuk program Mentari TB RO, USAID secara penuh mendukung perluasan akses pengobatan, perawatan dan layanan TB-RO melalui kegiatan renovasi bangunan klinik, ruang rawat isolasi dan laboratorium TB RO serta melengkapi prasarana pendukungnya (alat kesehatan, meubelair dan elektronik) yang dimulai prosesnya sejak April 2021 dan selesai di Februari 2022 untuk 6 RSMA di 3 Provinsi yaitu RS Muhammadyah Roemani Semarang dan RS PKU Muhammadiyah Gombong (Provinsi Jawa Tengah), RS PKU Muhammadiyah Gamping (Provinsi DIY) dan RS Muhammadiyah Lamongan, RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri, RSU Universitas Muhammadiyah Malang (Provinsi Jawa Timur). Ke 6 RSMA tersebut telah memulai pelayanan dan telah melakukan pengobatan pada pasien TB RO.

Acara ini dihadiri langsung oleh USAID sebagai pemberi donor yang diwakili oleh Mission Director of USAID Indonesia, Jeff Cohen; Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusuf Singka, M.Sc; Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Drh. Didik Budijanto, M. Kes; Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Kerjasama Internasional, Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni; Ketua Umum MPKU PP Muhammadiyah, Dr. H.M Agus Samsudin, MM; serta para direktur dari Rumah Sakit Muhammadiyah & Aisyiyah penerima bantuan.

Ketua Umum MPKU PP Muhammadiyah, Dr. H. Agus Samsudin menyampaikan apresiasinya kepada USAID atas dukungannya dalam program bantuan alat kesehatan yang diberikan kepada Rumah Sakit Muhammadiyah & Aisyiyah.

Dukungan pasokan medis dan peningkatan kapasitas di ICU COVID-19 merupakan bagian dari upaya kemanusiaan dalam memerangi pandemi COVID-19.

“Dukungan dan distribusi peralatan medis khususnya untuk Unit Perawatan Intensif menjadi kunci peran penting untuk pelayanan kesehatan yang komprehensif untuk COVID-19 kritis dan atau berat, selain itu tujuan khusus program Mentari-TB Recovery Plan, yakni, mendukung kinerja 48 RSMA dalam penemuan kasus dan pengobatan TBC yang ditargetkan di sembilan provinsi area program,” katanya.

Agus menambahkan, sebenarnya Muhammadiyah mempunyai 117 rumah sakit. Namun, ada 51 rumah sakit yang sudah memenuhi persyaratan.

“Kami berharap TB ini program selama tiga tahun. Tapi semoga bisa diperpanjang dan membantu pengobatan mobile,” lanjutnya.

Selain itu, program TB Resisten Obat yang juga didukung USAID diharapkan mampu meningkatkan kemampuan 6 RSMA yaitu RSU UMM, RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri, RS Muhammadiyah Lamongan, RS Roemani Semarang, RS PKU Muhammadiyah Gombong dan RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam penegakan diagnosis dan terapi TB yang resisten obat.

Kepala RS UMM, Djoni Djunaedi, mengatakan akan segera memanfaatkan alat yang diberikan USAID ini.

“Kami langsung data dan dipakai. Apalagi yang mobile ini sangat dibutuhkan sekali,” imbuhnya.

Upaya COVID-19 Respon oleh Mentari-TB For COVID-19 tidak hanya dilakukan melalui program penguatan kapasitas ICU COVID-19, namun juga melalui program vaksinasi yang sudah berjalan sejak Oktober 2021 di 69 kabupaten/kota.

Selanjutnya, melalui program ini dan dukungan dari USAID dan Kementrian Kesehatan RI, diharapkan Indonesia memiliki lebih banyak fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk perawatan gejala berat dan atau kritis pasien COVID-19 serta penanganan TBC.(der)

Masyarakat Umum Dapat Giliran Vaksin Booster Mulai Maret

Dinkes Kota Batu menggencarkan program vaksinasi untuk penanganan Covid-19.

MALANGVOICE – Vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi masyarakat umum rencananya akan mulai dilakukan pada Maret 2022 mendatang.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif saat dihubungi awak media melalui telepon pada Jumat (18/2).

“Bulan depan (Maret) insyallah sudah mulai kita buka (vaksinasi booster) untuk masyarakat umum,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan, saat ini sedang berfokus menjalankan vaksinasi booster untuk sasaran lansia dan masyarakat rentan.

“Di bulan Februari ini kita khususkan untuk lansia dan masyarakat rentan. Vaksinasi dilakukan di seluruh Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes),” terangnya.

Sejauh ini Dinkes Kota Malang masih memiliki sekitar 50 ribu dosis vaksin jenis Astrazeneca.

“Stoknya memang cuman ada Astrazeneca saja karena jenis itu yang di drooping dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” tandasnya.(der)

Sepanjang Februari Ada 50 Nakes di Kota Malang Terpapar Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Meningkatnya kasus Covid-19 ternyata membuat Tenaga Kesehatan (Nakes) yang berada di garda terdepan penanganan pandemi turut terpapar virus asal Wuhan, China tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan sejak awal Februari 2022 sampai hari ini Kamis (17/2), di Kota Malang ada sebanyak 50 Nakes yang terpapar Covid-19.

“Puluhan nakes terpapar Covid-19 itu ada yang dari Puskesmas dan ada juga dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Nakes itu ada dokter, bidan, pegawai kebersihan dan security,” ujarnya, Kamis (17/2).

Menurut Husnul kebanyakan Nakes yang terpapar Covid-19 tersebut menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah masing-masing karena tidak memiliki gejala sedang maupun berat.

“Kami juga tidak melakukan penutupan pada Puskesmas yang Nakes-nya terpapar Covid-19. Jadi tidak ada penutupan Puskesmas sama sekali di Kota Malang,” kata dia.

Ia pun menyampaikan, ada beberapa cara yang dilakukan untuk mensiasati kurangnya tenaga di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) saat ada yang terpapar Covid-19.

“Jadi kita siasati dengan cara pengurangan jam pelayanan, jenis pelayanan atau jumlah pasien yang dilayani di Fasyankes baik Puskesmas maupun Rumah Sakit,” jelasnya.

Sementara itu, terkait riwayat nakes yang terpapar Covid-19, dikatakan Husnul, kebanyakan berasal dari interaksi dengan pengunjung yang datang ke Fasyankes.

“Karena pelayan publik jelas terus berinteraksi. Sedangkan kita nggak tau pengunjung yang datang ke Fasyankes itu terpapar Covid-19 atau tidak,” tandasnya.(der)

Kejari Kota Malang Gelar Vaksinasi Booster dan Launching Sahabat Pers

Kajari Kota Malang, Zuhandi mendampingi pegawainya menjalani vaksinasi booster. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menggelar vaksinasi booster dosis ke-3, Kamis (17/2). Vaksinasi ini diikuti 170 peserta dari pegawai dan keluarga Kejari Kota Malang.

Seluruh proses vaksinasi dipantau Dinkes Kota Malang dengan menyiapkan vaksin jenis AstraZeneca.

Kadinkes Pemkot Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan, vaksinasi booster ini penting untuk penguatan imunitas tubuh. Apalagi pegawai kejaksaan melayani publik sehingga perlu benteng dari dalam.

“Ini kegiatan rutin Dinkes Kota Malang, sebagai penguatan imunitas. Hal ini agar membantu pelayanan masyarakat juga lebih baik di kejaksaan,” kata Husnul.

Meski sudah mendapatkan vaksin booster, Husnul berpesan agar tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik. Pasalnya saat ini kasus kenaikan Covid-19 di Malang cukup signifikan.

“Kami juga berpesan ini adalah salah satu cara penguatan imunitas. Jangan sampai lalai setelah booster,” pesannya.

Launching Sahabat Pers Kejari Kota Malang. (Istimewa)

Dalam kesempatan yang sama, Kejari Kota Malang juga melaunching pokja Sahabat Pers. Launching ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada jurnalis Rohim eks JTV.

Kepala Kejari Kota Malang, Zuhandi, mengatakan, peran pers sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan pekerjaan serta kegiatan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kota Malang. Sehingga masyarakat warga Kota Malang dapat mengetahui tupoksi maupun kegiatan-kegiatan Kejaksaan Negeri Kota Malang, sehingga memaksimalkan dalam memberikan pelayanan publik ke masyarakat.

“Dengan launching Sahabat Pers di Kejaksaan Negeri Kota Malang ini dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan komunikasi yang baik antara kami dan para awak media Kota Malang,” tandasnya.(der)

Pasien Covid-19 Jalani Dua Kali Screening Sebelum Masuk Isoter di SKB Pandanwangi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan pasien Covid-19 yang akan menjalani perawatan ke Isolasi Terpusat (Isoter) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandanwangi, Kota Malang harus jalani dua kali screening.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan screening pertama dilakukan di Puskesmas untuk mengetahui ada gejala atau tidak serta melihat apakah pasien Covid-19 itu memungkinkan atau tidak menjalani Isolasi Mandiri (Isoman).

“Jadi, di Puskesmas screening itu pertama untuk melihat pasien Covid-19 itu bergejala atau tidak dan kedua untuk melihat rumahnya pasien tersebut layak digunakan Isoman atau tidak,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Kamis (17/2).

Setelah pasien Covid-19 telah lolos screening pertama di Puskesmas. Kemudian akan kembali menjalani screening kedua di Isoter SKB Pandanwangi. Screening kedua ini dilakukan untuk mengetahui pasien tersebut bisa ditempatkan di Isoter atau direkomendasikan ke Rumah Sakit (RS) Rujukan.

Sebab, pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat direkomendasikan untuk menjalani perawatan di RS Rujukan. Sedangkan pasien Covid-19 bergejala ringan dan tidak bergejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) menjalani perawatan di Isoter.

“Jadi didepan SKB itu ada kamar penerima, disitu nanti di screening pasien Covid-19 untuk menentukan apakah masih di Isoter atau lanjut ke RSUD (Salah satu RS Rujukan di Kota Malang),” terangnya.

Dengan adanya dua kali screening tersebut, secara otomatis pasien Covid-19 yang menempati Isoter SKB Pandanwangi harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari Puskesmas.

“Jadi tidak bisa pasien Covid-19 tiba-tiba naik kendaraan roda dua atau motor ke SKB. Harus diantar ambulan dari Puskesmas,” kata dia.

Perlu diketahui, Isoter yang ada di SKB Pandanwangi tersebut memiliki kapasitas sebanyak 52 tempat tidur dan baru dioperasikan hari ini setelah ditinjau langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajaranya.(der)

Seluruh Karyawan Hawai Group Malang Tuntas Jalani Vaksinasi Booster

Direktur Utama Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo menjalani vaksinasi booster. (istimewa)

MALANGVOICE – Hawai Group Malang tuntas menggelar vaksinasi dosis ke-3 booster kepada seluruh karyawannya. Vaksinasi booster jenis AstraZeneca itu bekerja sama dengan Dinkes Kota Malang pada Senin (14/2).

Direktur Utama Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo, mengatakan, vaksinasi dosis ke-3 booster ini dilakukan sebagai pencegahan Covid-19, apalagi muncul varian baru Omicron.

“Kami antisipasi penyebaran Covid-19 dan vaksinasi booster juga merupakan anjuran pemerintah. Kami sekaligus ingin menjamin kesehatan karyawan dan wisatawan karena berdekatan langsung dengan pengunjung Hawai,” kata Bambang, Selasa (15/2).

Karyawan Hawai Group Malang jalani vaksinasi booster. (Istimewa)

Hawai Group Malang semenjak buka kembali selama pandemi Covid-19 memang mementingkan protokol kesehatan ketat. Selama ini, dijelaskan Bambang, seluruh karyawannya rutin juga dites swab dua pekan sekali.

Berdasar hasil tes swab itu apabila ditemukan tanda-tanda terinfeksi Covid-19, Hawai Group Malang langsung melakukan tindakan medis dengan kerja sama dari RS Marsudi Waluyo, Singosari.

“Kalau ada indikasi terkena Covid-19 langsung kami arahkan ke RS Marsudi Waluyo agar ditangani dengan baik. Kami tidak ingin terlambat penanganan sehingga menulari yang lain,” jelasnya.

Begitu juga dengan pengunjung, prokes diterapkan sejak di pintu masuk. Pengunjung wajib scan barcode Peduli Lindungi dan menggunakan masker serta cek suhu badan. Apabila ditemukan pengunjung tidak menjalani vaksinasi atau positif Covid-19, maka tidak diperkenankan masuk.

Dengan vaksinasi dosis ke-3 booster kepada seluruh karyawan Hawai, Bambang Judo berharap bisa memberikan jaminan kepada pengunjung atau wisatawan yang datang.

“Harapan kami bisa melayani pengunjung dengan baik dan memberikan jaminan kesehatan bahwa seluruh karyawan sudah vaksin booster. Kalau tidak terjamin bagaimana bisa melayani? Masyarakat juga takut. Jadi jangan sampai merugikan,” tegas purnawirawan TNI Angkatan Darat tersebut.(der)

Minum Kopi Tapi Takut Sakit Perut, ini Cara Atasinya

Seoran Perempuan yang sedang minum, (Pixabay)

MALANGVOICE – Kopi kerap kali menjadi salah satu minuman favorit baik orang yang masih muda maupun tua. Tapi tidak sedikit juga penikmat kopi sering mengalami sakit perut setelah meminumnya.

Sakit perut setelah minum kopi itu pun terjadi karena berbagai macam hal. Dilansir dari Healthline, zat kafein yang ada di dalam kopi biasanya memicu kontraksi pada saluran pencernaan, sehingga anda mengalami sakit perut.

Selain kontraksi saluran pencernaan, penderita asam lambung juga sering menderita setelah mengkonsumsi kopi. Karena kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga beberapa penderita asam lambung sering mengalami kondisi tidak nyaman setelah minum kopi.

Lalu, penyebab lain mengalami sakit perut setelah minum kopi karena ada beberapa orang yang tidak cocok dengan tambahan susu, krim, atau pemanis dalam minuman kopi. Kondisi ini biasanya dirasakan orang dengan masalah intoleransi laktosa. Biasanya, penderita langsung kembung sampai diare setelah mengonsumsi segala jenis produk susu dan turunannya.

Jangan terlalu panik, bagi anda yang sering mengalami sakit perut setelah meminum kopi, dilansir LiveStrong berikut beberapa cara mengatasi sakit perut setelah minum kopi :

1. Ganti gaya minum kopi

Bagi anda yang tidak memiliki gangguan pencernaan atau sensitif pada kafein, sebaiknya anda mencoba untuk mencari posisi yang nyaman, minumlah kopi dengan posisi duduk yang tegak, hindari posisi terlalu membungkuk saat minum kopi.

Kemudian, coba ganti gaya minum kopi dengan menyeruput minuman ini perlahan-lahan agar pencernaan tidak kaget.

2. Makan dulu Baru Minum Kopi

Sebisa mungkin anda makan terlebih dahulu jika perut masih kosong, sehingga menikmati kopi bisa lebih nyaman.

3. Pilih jenis Kopi yang minim kandungan asam

Pilih jenis kopi yang dipanggang lebih gelap atau memiliki profil pemanggangan dark roast. Biji kopi dark roast biasanya memiliki kandungan asam lebih rendah ketimbang biji kopi yang jenis light roast atau medium roast.

4. Intoleransi Laktosa bisa minum kopi hitam

Kasus khusus yang dialami penderita intoleransi laktosa, sebaiknya meminum kopi tanpa tambahan, atau bisa ganti susu sapi dengan susu nabati, susu kedelai.

Apabila empat cara tersebut belum bisa membantu gangguan kesehatan setelah anda minum kopi, sebaiknya anda menganti kebiasaan dengan mengkonsumsi minuman lain yang minim kafein seperti teh herbal.(der)

Kenali Macam-macam Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

Jerawat pada bagian muka, (Pixabay).

MALANGVOICE – Setiap orang tentu mengalami masalah dalam kulit, terutama pada saat tumbuh jerawat di wajah. Pastinya laki-laki atau perempuan merasa risih dan mengurangi tingkat percaya diri saat muncul jerawat di wajah.

Mengutip dari beberapa sumber, berikut jenis-jenis jerawat dan cara mengatasinya.

1. Papula

Melansir dari Healthline, Papula adalah benjolan kecil, merah, menonjol yang disebabkan oleh folikel rambut yang meradang atau terinfeksi.

Penyebab jerawat ini biasanya timbul karena tidak cocok dengan kosmetik yang kamu gunakan, makanan berminyak dan hormon yang tidak stabil.

Jika ingin mengatasi jerawat Papula cukup mudah, yakni jangan sampai menyentuhnya dengan tangan kotor jerawat tersebut akan cepat sembuh.

Penyebab jerawat ini biasanya timbul karena tidak cocok dengan kosmetik yang kamu gunakan, makanan berminyak dan hormon yang tidak stabil.

2. Pustula

Adalah jerawat merah kecil yang memiliki nanah di ujungnya. Jenis jerawat ini juga terjadi karena peradangan, sehingga menimbulkan kulit di sekitarnya berwarna kemerahan.

Dilansir dari Channel YouTube, Female Daily Network, Apabila muncul jerawat semacam ini jangan coba-coba untuk memencetnya hingga keluar darah. Sebaiknya anda menunggu dan bersabar hingga jerawat hilang dengan bantuan beberapa obat penyembuh jerawat.

3. Nodul

Jenis jerawat nodular terdiri dari benjolan berwarna daging atau merah yang jauh di bawah permukaan kulit. Jerawat nodular biasanya disebabkan oleh bakteri C. acnes yang menyebabkan infeksi yang menyakitkan jauh di dalam pori-pori.

Jerawat Nodular ini tidak memiliki mata dan hanya merah menonjol. Jika muncul jerawat semacam ini sebaiknya minta bantuan dari dokter kulit untuk menghilangkannya.

4. Hormonal Acne

Hormonal Acne ini muncul karena kondisi hormon yang tidak stabil atau seimbang, atau bagi perempuan biasanya akan mengalami ketika mendekati masa-masa menjelang menstruasi.

Jerawat jenis ini akan hilang dengan sendirinya ketika masa haid akan berakhir atau ketika hormon tubuh sudah kembali normal atau stabil.(der)