Hotel Tugu Raih Penghargaan Internasional

Salah satu Stage di Hotel Tugu Malang.

MALANGVOICE – Hotel Tugu Malang berhasil meraih Certificate of Excellence Award Hall of Fame dari Tripadvisors.com, sebuah situs perjalanan terbesar dengan 60 juta pengguna di 45 negara di dunia.

Marketing Hotel Tugu, Ika Dewi dalam rilis resminya kepada MVoice mengatakan, penghargaan bergengsi ini hanya diberikan kepada peraih Certificate of Excellence Award selama lima tahun berturut-turut, yaitu 2011-2015.

“Dari data yang kami miliki hanya 2 persen hotel di dunia yang mendapat penghargaan khusus ini,” kata Ika Dewi, Kamis (27/8) malam.

Di Indonesia sendiri tercatat hanya 280 pelaku bisnis hospitally, dan tidak mudah untuk menjaga konsistensi mutu, dan penghargaan yang telah diraih.

“Ini menandakan kredibilitas layanan dari jaringan Hotel Tugu yang diakui oleh pelanggan setianya,” tegasnya.

Memiliki konsep boutique hotel dengan ciri khas personal service, jaringan Hotel Tugu telah beberapa kali mendapatkan penghargaan serupa, seperti 2014 Award of Excellence dari Booking.com, dan Fantastic Customer Score Review dari Agoda.com.

Berbagai predikat telah diraih oleh jaringan Hotel Tugu, seperti One of the Most Impressive Hotel dari Millionaire Living Belanda, World’s Very Best Hotels and Resorts dari Forbes Traveller, Haute Spots dari Harpers Bazaar, World’s Best of The Best dari Robb Report untuk The Luxury Lifestyle Inggris, Top 100 Most Beautiful Hotels of the World dari L’Officiel Voyage, Havens of History dari Asia Spa, The 10 Best Asian Hotels dari Stern, Jerman, Indonesian Charm dari Tatler Indonesia, Tranquil Paradise dari TIME Asia, Sampling of Paradise dari Architectural Digest US dan Italia, dan lainnta.

“Hotel Tugu Malang mendokumentasikan sejarah dan tradisi Indonesia dalam bentuk barang antik dan karya seni bernilai tinggi,” tandasnya.-

Jangan Kaget Jika Disapa Harimau dan Ular Sanca

Keceriaan nampak terpancar di wajah para siswa saat dikunjungi oleh tim edukasi Taman Safari Indonesia II pada Sabtu (22/08). (istimewa)

MALANGVOICE – Taman Safari Indonesia (TSI) II, nama ini sudah tak asing di telinga para wisatawan. Lokasinya di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, TSI II merupakan taman wisata yang mengandalkan berbagai macam satwa.

TSI II ini, saat ini tak hanya sebagai tujuan wisatawan. Tetapi taman wisata di lereng gunung Arjuno tersebut, menjadi lokasi pendidikan murid sekolah negeri maupun swasta. Rombongan murid sekolah yang datang di TSI II, merupakan program yang dikenalkan manajemen dengan sebutan Taman Safari Indonesia II Goes to School.

Tiga satwa seperti ular sanca kembang, burung macau dan harimau benggala hasil pengembangbiakan Taman Safari Indonesia 2 pun secara khusus dihadirkan untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah.

Tak hanya mengenalkan pentingnya pelestarian satwa, tetapi tim safari goes to school juga memberikan edukasi khusus tentang keunikan satwa-satwa tersebut di alam liar.

Tim edukasi Taman Safari Indonesia II, Saifullah mengatakan, perkenalan satwa sangat penting terlebih kepada hewan yang kelangsungan hidupnya di alam bebas terancam.

“Harimau Benggala adalah sub spesies harimau yang pertama kali ditemukan di anak benua India. Saat ini kelangsungannya mulai terancam akibat perburuan liar dan perdagangan gelap,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima MVoice, Sabtu (22/8).

Sebagaimana dilaporkan kantor berita BBC baru-baru ini, populasi harimau benggala yang mendiami hutan Sudarban Bangladesh memang terus menurun. Bahkan pada Juli lalu, jumlahnya menurun drastis dari 440 ekor menjadi 100 ekor.

BBC juga melaporkan, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 2.300 Harimau Benggala yang hidup di hutan, sebagian besar di India dan Bangladesh namun ada juga yang hidup di Nepal, Bhutan, Cina, dan Myanmar dalam jumlah sedikt.

Pelestarian dan pengembangbiakan Harimau Benggala yang dilakukan Taman Safari Indonesia 2 ini tentu menjadi langkah yang positif untuk menjaganya dari ancaman kepunahan.

Karenanya, melalui program goes to school ini, Taman safari Indonesia II secara aktif mengkampanyekan program-program pelestarian satwa. Tak hanya satwa endemik asli Indonesia, tapi juga satwa-satwa dari seluruh dunia.

“Kami tentu tidak sendiri. Didukung BKSDA (Balai Pelestarian Sumber Daya alam) dan sekolah-sekolah yang akan kami kunjungi, program ini kami harapkan menjadi semacam embrio untuk menciptakan kesadaran masyarakat Indonesia tentang pelestarian satwa. Kami fokus ke sekolah-sekolah karena dari sini lah semua sumber ilmu pengetahuan dimulai terutama untuk generasi baru masa depan,” tutup Saifullah.-

Jalan Menyelamatkan Tradisi Bangsa

Abdurrasid, saat bercerita di depan toko alat seni Bantengan. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Jika yang lain peduli tradisi karena maksud tertentu, maka berbeda dengan Abdurrasid. Ia sangat peduli terhadap tradisi dan seni karena panggilan hati.

Ia menjadikan dagangan benda seni, khususnya Bantengan, sebagai sumber hidup. Dengan demikian, ia akan terus menerus bisa menjaga kesenian tradisionil meski yang lain mundur.

“Saya prihatin karena banyak seniman yang ingin mencari alat bantengan tapi tidak dapat. Nah di sini saya jual semuanya,” kata mantan pemain ludruk ini kepada MVoice, Sabtu (22/8).

Toko alat seni yang berada di Jalan Teratai, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota ini berdiri sejak tahun 1974 dan menyediakan berbagai macam keperluan seni Bantengan.

Seperti kuda lumping, topeng banteng, termasuk gongseng. Bukan itu saja, Abdurrasid juga menjual berbagai alat Bantengan yang dapat digunakan mainan untuk anak-anak.

Dengan berbagai macam alat yang disediakannya itu, pembeli bisa datang dari seluruh penjuru Jawa Timur. Namun kebanyakan adalah kelompok seni dari Batu, Malang, dan Pasuruan.

Meskipun tidak setiap hari laku, lelaki yang sudah tidak ingat tahun lahirnya ini tetap menjual peralatan dengan harga lumayan murah, yakni mulai Rp 5000 hingga paling mahal Rp 450 ribu.

“Saya tidak buat sendiri karena alat-alat ini buatan Nganjuk, Kediri, dan Malang sini juga. Kita juga sediakan mainan anak-anak karena mereka kurang mengenal budayanya sendiri,” sambung atlit Pencak Silat ini.

Dengan niat menjaga tradisi hingga ke anak-anak, Abdurrasid akhirnya memajang Bantengan mainan di bagian paling depan tokonya. Ia berhadap anak-anak yang lewat di depan tokonya bisa tertarik.

Ia sendiri miris dengan acara-acara anak di televisi yang tidak mengenalkan budaya bangsa sama sekali. Bahkan, lebih sering televisi yang ditonton anak-anak tidak mendidik.

“Mau bagaimana lagi, yang penting niat saya baik, berjualan sambil kenalkan budaya. Kalau televisi ya uang saja yang dikejar,” tutup lelaki berisia 70-an ini.-

Tanpa Identitas dan Ungkapan Menipisnya Idealisme Berseni

Pengunjung saat memperhatikan salah satu karya instalasi berjudul Tanpa Identitas (Fathul/MalangVoice).

MALANGVOICE – Jiwa seni tidak melulu dimiliki mahasiswa jurusan seni atau sastra. Terbukti, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Malang (STTM) juga mampu menghadirkan pameran instalasi bertajuk ’70th Indonesiaku’.

Pameran yang diselenggarakan sejak Minggu (16/8) malam, di Galeri Raos, Jalan Panglima Sudirman Kota Batu, itu menampilkan 10 tema yang kesemuanya bernuansa Indonesia.

Bukan hanya pameran, para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Insitek Pro (Interior, Arsitek, Desain, dan Produk) ini juga menggalang dana untuk penderita hydrocephalus Kediri, Angger Seno Priambodo.

Salah satu instalasi yang menarik dalam pameran tersebut adalah karya berjudul Tanpa Identitas. Dalam instalasi ini, ada hot pants yang dimasukkan ke sangkar berbendera indonesia.

Dari sangkar tersebut keluar kupu-kupu berkarakter batik yang berterbangan semakin jauh. Lama-lama, kupu-kupu ini berjatuhan dan menjadi kering di tanah.

Menurut Wakil Ketua Insitek Pro, Redy Dwi Hendarto, Tanpa Identitas tersebut menggambarkan bahwa Indonesia sudah terpengaruh budaya luar yang diidentikkan dengan hot pants.

Apalagi, lanjutnya, Bangsa Indonesia juga kebanyakan sudah menjauhi budayanya sehingga semakin lama, budaya indonesia akan mengering lalu mati sebagaimana kupu-kupu batik tersebut.

“Ini adalah cara kami memperingati Kemerdekaan RI. Ingin sekali kami menyebarkan gagasan ini supaya masyarakat Batu dan Malang Raya kembali pada budaya Indonesia,” kata Redy.

Redy juga menjelaskan salah satu instalasi berjudul Merdeka Tanpa Koruptor dengan konsep Shadow Art atau seni bayangan yang menggambarkan seekor tikus yang terkurung dalam penjara.

Selain itu, masih ada beberapa karya instalasi dan lukisan yang dipamerkan oleh Insitek Pro ini, seperti Parkir Area, Kuda Lumping, Pita Hitam, Perjuanganku, Mata-Mata Idola, dan Merdeka atau Dijajah.

“Dalam karya Merdeka atau Dijajah ini kita hadirkan peta indonesia yang hijau, namun seluruh wilayahnya dikuasai secara ekonomi oleh negara lain,” tambah Rudy.

Salah satu pengunjung pameran, Santoso, sangat mengapresiasi pameran yang diselenggarakan oleh para pemuda ini. Menurutnya, siapapun perlu mendukung bila ada pemuda yang bisa berkreasi.

“Ini kan sesuatu kreatifitas yang positif. Di saat yang sama remaja dan pemuda di luar berbuat negatif, mereka malah mampu berkarya dan bisa kita nikmati bersama,” ujarnya.

Redy sendiri menegaskan bahwa respon pengunjung sangat baik. Beberapa dari pengunjung juga bertanya kepada panitia maksud dan tujuan dari karya mereka, meski banyak juga yang sekedar melihat-lihat lalu keluar.

“Selanjutnya kita akan merancang lagi pameran dilokasi yang lain. Sebelumnya kita selalu pameran di kampus sendiri,” tandasnya.

Manjakan Pengunjung Tawarkan Liburan Murah Meriah

Suasana pengunjung di Taman Rekreasi Sengkaling. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Taman Rekreasi Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mungkin bisa menjadi pilihan mengisi libur akhir pekan bersama keluarga. Selain tiket masuknya yang murah, aneka macam wahana pun tersaji.

Hari biasa, tidak kurang dari 2000 pengunjung mampir dan menikmati taman rekreasi itu. Jumlah itu meningkat drastis saat wekeend, libur sekolah dan lebaran.

“Bisa sampai 5000 pengunjung saat liburan,” kata Marketing Taman Rekreasi Sengkaling, Yeni Dwi kurniawati, saat berbincang dengan MVoice.

Saat ini tersedia 12 wahana yang siap memanjakan pengunjung, seperti kolam renang pesona tirta sari, cumi-cumi, kapal misteri, taman satwa, sepeda air, bioskop 4 dimensi, perahu motor dan bomper boat.

Tiket masuk dipatok Rp 25 ribu per orang. Apabila pengunjung ingin menikmati wahana lain dikenakan biaya tambahan, di antaranya untuk main bomper boat dipatok biaya Rp 20 ribu, dan perahu motor Rp 10 ribu.

Tidak hanya itu, pihak pengelola menyediakan paket Kanu Rp 45 ribu sudah bisa menikmati sepeda air, perahu motor, kiddy train, bomper boat dan kolam primitif.

“Kami juga beri diskon setiap ronbongan yang terdiri 30 orang, per orang hanya dipatok Rp 22 ribu dari tiket awal Rp 25 ribu,” papar wanita ramah ini.

Menurutnya, TRS saat ini dalam tahap renovasi dan penataan view, supaya pengunjung tidak merasa bosan.

Diakuinya, TRS sangat cocok bagi masyarakat, baik kalangan bawah hingga atas. Sebab, harga tiket yang ditawarkan lebih murah dibanding tempat wisata lainnya.

“Air kolam renang yang kami gunakan langsung dari sumber, tanpa campuran kimia. Lokasinya juga sejuk dan asri, cocok untuk anak-anak berlibur di sini,” tuturnya.

Pengunjung, lanjut dia, juga diperbolehkan membawa makanan dan camilan ke dalam TRS. Dengan syarat tetap menjaga kebersihan taman.

Di sisi luar juga terdapat Sengkaling Food Festival, sehingga aneka masakan dapat dinikmati oleh oengunjung. Harganya pun bersahabat.

“SFF merupakan pusat kuliner terbesar di Jawa Timur, masakan tradisional semuanya tersedia, termasuk oleh-oleh khas Malang juga tersedia,” tutupnya.-

 

Datang dari Garut, Sehari Laku 15 Bendera

Salah satu pedagang Bendera Merah Putih saat menunggu pembeli di Jalan Diponegoro Batu. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Memanfaatkan momen Kemerdekaan RI ke 70, tahun ini, pedagang bendera dan umbul-umbul merah putih mulai banyak menggelar dagangannya di pinggir jalan utama.

Dalam sehari, rata-rata mereka bisa menjual 15 hingga 20 lembar bendera atau umbul-umbul. Begitulah pengakuan Deden (35) penjual bendera dan umbul umbul di Jalan Diponegoro, Kota Batu.

“Masih sepi mas, belum ada peningkatan. Sehari paling 15 atau 20, tidak tentu. Mereka masih tanya-tanya saja,” ungkap Deden saat ditanya MVoice.

Dari pengalaman, kata Deden, tidak ada tanggal pasti kapan orang-orang baru ramai membeli bendera. Kadang sudah sejak tanggal 1 Agustus, kadang pula ramai di atas tanggal 10 Agustus.

Pedagang asli Garut ini mengaku membawa 15 Kodi bendera dan umbul-umbul dari juragannya untuk dijual sejak tanggal 2 Agustus lalu. “Masih sisa banyak,” tutur Deden.

Bendera yang dijual oleh Deden ada dua macam, pertama ukuran 100 cm x 80 cm yang dijualnya seharga Rp 15 ribu, dan bendera ukuran 180 cm x100 cm dijual seharga Rp 20 ribu. Sementara umbul-umbul ia hanya menjual satu macam saja seharga Rp 20 ribu.-

Bunga Krisan Masih Menjadi Primadona

Halimah, penjual bunga di Jalan Bukit Berbunga Kota Batu saat memeriksa jualannya. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Sepanjang Jalan Bukit Berbunga, Punten, Bumiajia, Kota Batu, kita akan disuguhi berbagai macam jenis bunga hias yang dijual oleh warga sekitar.

Terdapat pula belasan penjual yang berjajar sepanjang jalan, baik penjual besar atau kecil. Sehingga pengunjung yang berminat membeli bunga hias tidak perlu khawatir.

“Hampir setiap hari ada saja yang membeli bunga, laku terus,” ungkap Halimah, salah satu penjual bunga hias yang ditemui MVoice saat menunggu pembeli.

Jualan bunga hias, kata Halimah, kelihatannya sepele, namun keuntungannya lumayan. Ia sudah 25 tahun berjualan bunga.

“Kalau hari-hari libur biasanya banyak yang beli, bahkan kalau rombongan bisa beli sampai puluhan pot bunga,” ceritanya.

Jenis bunga yang dijual oleh Halimah ada lebih dari 30 macam. Di antaranya yang menjadi primadona adalah Bunga Krisan seharga Rp 20 ribu.

Selanjutnya ada juga Bunga Ekor Tupai Rp 10 ribu, Asalian Rp 50-60 ribu, Alancu Rp 15 ribu, Pacar Bangkok Rp 15 ribu, dan Perak Salju Rp 12 ribu sampai Rp 40 ribu.

“Enggak tanam sendiri mas, saya ambil dari petani di kampung. Saya jual saja,” tandas perempuan asal Madura ini saat ditanya soal perawatan.

Langgananan pembeli bunga hias ini, sambung Halimah, ternyata bukan hanya warga Batu dan Malang saja, melainkan dari beberapa wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.-

Jual Kaos Khas Batu Raih Untung Rp 2 Juta

Pedagang sovenir khas Kota Batu, memenfaatkan momen Kongres Anak Indonesia berjualan di depan lokasi tempat acara. (Fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Penjual kaos khas Batu dan oleh-oleh olahan buah mendulang untung memanfaatkan momen Kongres Anak Indonesia di Kota Batu. Mereka ada yang mencatat omset hingga Rp 2 juta perharinya.

Salah satu penjual yang ditemui MVoice, Jumik, mengaku hanya berjualan dari Senin sampai Jumat saja karena ada agenda Kongres Anak Indonesia. Ia sering pula jualan di depan hotel-hotel lain di Kota Batu saat ada kegiatan.

“Saya keliling mas, tidak ada toko di rumah atau di tempat lain. Kalau di sini (depan Hotel Purnama -red) sering jualan karena sering ada kegiatan besar pula,” aku Jumik.

Namun, jualan pada hari Senin dan Selasa relatif sepi karena tidak ada pejabat penting yang datang. Hanya pada Rabu (5/8) sampai Jumat (7/8) saja jualan kaos khas Batu dan oleh-oleh berupa olahan buah laris manis diserbu pembeli.

“Yang beli ini anak-anak yang ikut acara di hotel, setiap saya tanya ya dari luar Batu. Ada yang dari Bangka Belitung, dari Kalimantan, ada dari Bogor, Sulawesi juga ada yang beli tadi,” cerita Jumik.

Adapun jualan Jumik adalah kaos khas Batu dengan harga paling murah adalah Rp 30 ribu yang jika beli 3 buah maka cukup dengan uang Rp 100 ribu. Selain itu ada pula kaos dengan harga Rp 40 ribu atau lebih mahal, tergantung dari jenis kainnya.

Sementara olahan buah, yang paling laris adalah keripik apel dan keripik nangka yang dijualnya Rp 10 ribu per ons. “Yang beli sering rombongan, jadi laku banyak. Sehari bisa sampai Rp 2 juta,”tandasnya.

DeDuWa Andalkan Olahan Keripik Buah

Salah satu karyawan DeDuwa saat menata keripik buah di toko DeDuwa Jalan Diponegoro. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Kalau berwisata atau sekedar berkunjung ke Kota Batu, tidak lengkap rasanya kalau tidak membawa oleh-oleh jajanan khas Kota Wisata Batu ini.

Salah satu jajanan khas Batu yang terkenal di luar Kota Batu adalah aneka macam olahan buah apel, plus berbagai keripik buah. Bahkan terkenal juga hingga ke luar Pulau Jawa.

Produk olahan buah DeDuwa yang terletak di Jalan Diponegoro ini tentunya bisa dipertimbangkan.

Selain memiliki kualitas olahan apel super, di sana juga tersedia berbagai macam olahan buah yang nikmat.

“Kita menyediakan berbagai macam olahan buah, namun yang paling banyak diburi adalah olahan apel. Mulai dari keripik apel, dodol apel, sampai sari apel. Kalau keripik buah lainnya itu laris juga, karena biasanya dijadikan oleh-oleh para wisatawan”ungkap Ninin Sri Lestari, pemilik toko oleh-oleh DeDuwa.

Harga keripik apel ini sangat murah, yaitu Rp 17 ribu untuk 100 gram keripik. Kalau ingin ukuran jumbo, wisatawan bisa memilih yang volume 200gram dengan harga Rp 35 ribu.

“Kalau sari apel kita jual mulai dari Rp 11 ribu sampai Rp 35 ribu, sementara untuk dodol apelnya sendiri kita jual seharga Rp 8 ribu per kerpisnya,”tambah Ninin.

Ditambahkan oleh salah seorang karyawan DeDuwa, Imam Jabrik, bahwa selain olahan buah apel, ada juga keripik nangka, keripik wingko apel, jenang apel, dan masih banyak jenis olahan buah lainnya.

“Barusan ada rombongan dari Palembang yang belanja di sini. Tiap hari ada saja yang berbelanja dari berbagai daerah yang kebetulan sedang melakukan wisata. Puncak kunjungan biasanya Jumat, Sabtu dan Minggu,”tambahnya.

Perlu diketahui bahwa DeDuwa hanya membuka satu cabang saja, yakni di Jalan Semeru Kota Batu, dan tidak ada di tempat lainnya. Jadi jangan lupa berkunjung untuk mendapatkan oleh-oleh khas Batu yang mantap.-

Bermain Air Pacu Adrenalin dari Atas Awan

Hawai Waterpark Malang sebuah destinasi wisata baru yang hanya ada di 5 negara. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Mendengar Hawai Waterpark, pasti Anda berpikir itu  sebuah lokasi wisata air di negara luar.  Tetapi Hawai Waterpark ini ada di Balearjosari,  Singosari,  Kabupaten Malang.

Tempat wisata ini baru dilaunching 18 Juli lalu disaat Lebaran.  Lokasinya mudah dijangkau, terletak di sebuah Perumahan Graha  Kencana atau beberapa meter di gerbang utara pintu masuk Kota Malang.
Hawai Waterpark berdiri di lahan seluas 2.8 hektar.  Di sini terdapat berbagai wahana aneka permainan air. Terdapat pula kursi panjang disediakan bagi Anda yang hanya ingin berileksria sambil menikmati hangatnya sinar matahari.

Selain itu terdapat wahana berstandar internasional untuk memanjakan para wisatawan. Ada 9 wahana yang bertema persis dengan namanya, Hawai.

Rainbow Fall, sesuai namanya wahana tersrebut mengajak Anda meluncur dari ketinggian 15 meter dengan 6 slide warna-warni dengan tabung terbuka dan tertutup.

Hawai Water House, wahana bermain anak-anak ini memiliki luas 1.500m² dan cuma ada  di 5 negara di dunia. Yang paling menarik, dari ketinggian 18 meter ada dua ember yang akan menumpahkan air membasahi Anda.

Ada lagi Ekolu Slide, Dengan ketinggian sekitar 15 meter lebar 0.8 m/line dengan panjang 100 m/line, wahana ini bisa dinikmati bersama keluarga.

Wailele Slide, cocok bagi yang suka ketinggian. Dengan tantangan tinggi 15 meter dan panjang 80 meter, dijamin  Anda akan memacu andrenalin.

Hula-hula Slide, wahana ini menawarkan pemandangan Kota Malang dari ketinggian dan berputar sepanjang 140 meter di ketinggian 15 meter.

Wahana yang tak kalah menariknya adalah Open Spiral Slide. Dengan ketinggian 15 meter dan panjang 115 meter, wahana ini akan membuat pelanggan berputar di terowongan terbuka dan tertutup.

Selain itu ada Waimea stream river, Waikiki Beach dan Mavi Island yang akan membuat pelanggan betah dan berlama-lama di sana.

Di luar, 10.000 m² disiapkan lahan parkir yang luas dengan sistem keamanan yang baik.

Public Relation Hawai Waterpark, Siska Rosdiana mengatakan kapasitas pengunjung di hari biasa mencapai 4000 orang, namun saat weekend bisa mencapai 6000 orang.

“Antusias sangat baik sejak dibukanya Hawai Waterpark ini,” kata keoada MVoice,  Minggu (2/8) siang tadi.

Dengan harga tiket masuk Rp 50ribu/orang selama soft opening, pengunjung sepuasnya bisa bermain di Hawai Waterpark.

Wahana di Hawai Waterpark yang bernama Hawai Water House (deny/malangvoice)
Wahana di Hawai Waterpark yang bernama Hawai Water House (deny/malangvoice)