Manjakan Pengunjung Tawarkan Liburan Murah Meriah

Suasana pengunjung di Taman Rekreasi Sengkaling. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Taman Rekreasi Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mungkin bisa menjadi pilihan mengisi libur akhir pekan bersama keluarga. Selain tiket masuknya yang murah, aneka macam wahana pun tersaji.

Hari biasa, tidak kurang dari 2000 pengunjung mampir dan menikmati taman rekreasi itu. Jumlah itu meningkat drastis saat wekeend, libur sekolah dan lebaran.

“Bisa sampai 5000 pengunjung saat liburan,” kata Marketing Taman Rekreasi Sengkaling, Yeni Dwi kurniawati, saat berbincang dengan MVoice.

Saat ini tersedia 12 wahana yang siap memanjakan pengunjung, seperti kolam renang pesona tirta sari, cumi-cumi, kapal misteri, taman satwa, sepeda air, bioskop 4 dimensi, perahu motor dan bomper boat.

Tiket masuk dipatok Rp 25 ribu per orang. Apabila pengunjung ingin menikmati wahana lain dikenakan biaya tambahan, di antaranya untuk main bomper boat dipatok biaya Rp 20 ribu, dan perahu motor Rp 10 ribu.

Tidak hanya itu, pihak pengelola menyediakan paket Kanu Rp 45 ribu sudah bisa menikmati sepeda air, perahu motor, kiddy train, bomper boat dan kolam primitif.

“Kami juga beri diskon setiap ronbongan yang terdiri 30 orang, per orang hanya dipatok Rp 22 ribu dari tiket awal Rp 25 ribu,” papar wanita ramah ini.

Menurutnya, TRS saat ini dalam tahap renovasi dan penataan view, supaya pengunjung tidak merasa bosan.

Diakuinya, TRS sangat cocok bagi masyarakat, baik kalangan bawah hingga atas. Sebab, harga tiket yang ditawarkan lebih murah dibanding tempat wisata lainnya.

“Air kolam renang yang kami gunakan langsung dari sumber, tanpa campuran kimia. Lokasinya juga sejuk dan asri, cocok untuk anak-anak berlibur di sini,” tuturnya.

Pengunjung, lanjut dia, juga diperbolehkan membawa makanan dan camilan ke dalam TRS. Dengan syarat tetap menjaga kebersihan taman.

Di sisi luar juga terdapat Sengkaling Food Festival, sehingga aneka masakan dapat dinikmati oleh oengunjung. Harganya pun bersahabat.

“SFF merupakan pusat kuliner terbesar di Jawa Timur, masakan tradisional semuanya tersedia, termasuk oleh-oleh khas Malang juga tersedia,” tutupnya.-

 

Datang dari Garut, Sehari Laku 15 Bendera

Salah satu pedagang Bendera Merah Putih saat menunggu pembeli di Jalan Diponegoro Batu. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Memanfaatkan momen Kemerdekaan RI ke 70, tahun ini, pedagang bendera dan umbul-umbul merah putih mulai banyak menggelar dagangannya di pinggir jalan utama.

Dalam sehari, rata-rata mereka bisa menjual 15 hingga 20 lembar bendera atau umbul-umbul. Begitulah pengakuan Deden (35) penjual bendera dan umbul umbul di Jalan Diponegoro, Kota Batu.

“Masih sepi mas, belum ada peningkatan. Sehari paling 15 atau 20, tidak tentu. Mereka masih tanya-tanya saja,” ungkap Deden saat ditanya MVoice.

Dari pengalaman, kata Deden, tidak ada tanggal pasti kapan orang-orang baru ramai membeli bendera. Kadang sudah sejak tanggal 1 Agustus, kadang pula ramai di atas tanggal 10 Agustus.

Pedagang asli Garut ini mengaku membawa 15 Kodi bendera dan umbul-umbul dari juragannya untuk dijual sejak tanggal 2 Agustus lalu. “Masih sisa banyak,” tutur Deden.

Bendera yang dijual oleh Deden ada dua macam, pertama ukuran 100 cm x 80 cm yang dijualnya seharga Rp 15 ribu, dan bendera ukuran 180 cm x100 cm dijual seharga Rp 20 ribu. Sementara umbul-umbul ia hanya menjual satu macam saja seharga Rp 20 ribu.-

Bunga Krisan Masih Menjadi Primadona

Halimah, penjual bunga di Jalan Bukit Berbunga Kota Batu saat memeriksa jualannya. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Sepanjang Jalan Bukit Berbunga, Punten, Bumiajia, Kota Batu, kita akan disuguhi berbagai macam jenis bunga hias yang dijual oleh warga sekitar.

Terdapat pula belasan penjual yang berjajar sepanjang jalan, baik penjual besar atau kecil. Sehingga pengunjung yang berminat membeli bunga hias tidak perlu khawatir.

“Hampir setiap hari ada saja yang membeli bunga, laku terus,” ungkap Halimah, salah satu penjual bunga hias yang ditemui MVoice saat menunggu pembeli.

Jualan bunga hias, kata Halimah, kelihatannya sepele, namun keuntungannya lumayan. Ia sudah 25 tahun berjualan bunga.

“Kalau hari-hari libur biasanya banyak yang beli, bahkan kalau rombongan bisa beli sampai puluhan pot bunga,” ceritanya.

Jenis bunga yang dijual oleh Halimah ada lebih dari 30 macam. Di antaranya yang menjadi primadona adalah Bunga Krisan seharga Rp 20 ribu.

Selanjutnya ada juga Bunga Ekor Tupai Rp 10 ribu, Asalian Rp 50-60 ribu, Alancu Rp 15 ribu, Pacar Bangkok Rp 15 ribu, dan Perak Salju Rp 12 ribu sampai Rp 40 ribu.

“Enggak tanam sendiri mas, saya ambil dari petani di kampung. Saya jual saja,” tandas perempuan asal Madura ini saat ditanya soal perawatan.

Langgananan pembeli bunga hias ini, sambung Halimah, ternyata bukan hanya warga Batu dan Malang saja, melainkan dari beberapa wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.-

Jual Kaos Khas Batu Raih Untung Rp 2 Juta

Pedagang sovenir khas Kota Batu, memenfaatkan momen Kongres Anak Indonesia berjualan di depan lokasi tempat acara. (Fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Penjual kaos khas Batu dan oleh-oleh olahan buah mendulang untung memanfaatkan momen Kongres Anak Indonesia di Kota Batu. Mereka ada yang mencatat omset hingga Rp 2 juta perharinya.

Salah satu penjual yang ditemui MVoice, Jumik, mengaku hanya berjualan dari Senin sampai Jumat saja karena ada agenda Kongres Anak Indonesia. Ia sering pula jualan di depan hotel-hotel lain di Kota Batu saat ada kegiatan.

“Saya keliling mas, tidak ada toko di rumah atau di tempat lain. Kalau di sini (depan Hotel Purnama -red) sering jualan karena sering ada kegiatan besar pula,” aku Jumik.

Namun, jualan pada hari Senin dan Selasa relatif sepi karena tidak ada pejabat penting yang datang. Hanya pada Rabu (5/8) sampai Jumat (7/8) saja jualan kaos khas Batu dan oleh-oleh berupa olahan buah laris manis diserbu pembeli.

“Yang beli ini anak-anak yang ikut acara di hotel, setiap saya tanya ya dari luar Batu. Ada yang dari Bangka Belitung, dari Kalimantan, ada dari Bogor, Sulawesi juga ada yang beli tadi,” cerita Jumik.

Adapun jualan Jumik adalah kaos khas Batu dengan harga paling murah adalah Rp 30 ribu yang jika beli 3 buah maka cukup dengan uang Rp 100 ribu. Selain itu ada pula kaos dengan harga Rp 40 ribu atau lebih mahal, tergantung dari jenis kainnya.

Sementara olahan buah, yang paling laris adalah keripik apel dan keripik nangka yang dijualnya Rp 10 ribu per ons. “Yang beli sering rombongan, jadi laku banyak. Sehari bisa sampai Rp 2 juta,”tandasnya.

DeDuWa Andalkan Olahan Keripik Buah

Salah satu karyawan DeDuwa saat menata keripik buah di toko DeDuwa Jalan Diponegoro. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Kalau berwisata atau sekedar berkunjung ke Kota Batu, tidak lengkap rasanya kalau tidak membawa oleh-oleh jajanan khas Kota Wisata Batu ini.

Salah satu jajanan khas Batu yang terkenal di luar Kota Batu adalah aneka macam olahan buah apel, plus berbagai keripik buah. Bahkan terkenal juga hingga ke luar Pulau Jawa.

Produk olahan buah DeDuwa yang terletak di Jalan Diponegoro ini tentunya bisa dipertimbangkan.

Selain memiliki kualitas olahan apel super, di sana juga tersedia berbagai macam olahan buah yang nikmat.

“Kita menyediakan berbagai macam olahan buah, namun yang paling banyak diburi adalah olahan apel. Mulai dari keripik apel, dodol apel, sampai sari apel. Kalau keripik buah lainnya itu laris juga, karena biasanya dijadikan oleh-oleh para wisatawan”ungkap Ninin Sri Lestari, pemilik toko oleh-oleh DeDuwa.

Harga keripik apel ini sangat murah, yaitu Rp 17 ribu untuk 100 gram keripik. Kalau ingin ukuran jumbo, wisatawan bisa memilih yang volume 200gram dengan harga Rp 35 ribu.

“Kalau sari apel kita jual mulai dari Rp 11 ribu sampai Rp 35 ribu, sementara untuk dodol apelnya sendiri kita jual seharga Rp 8 ribu per kerpisnya,”tambah Ninin.

Ditambahkan oleh salah seorang karyawan DeDuwa, Imam Jabrik, bahwa selain olahan buah apel, ada juga keripik nangka, keripik wingko apel, jenang apel, dan masih banyak jenis olahan buah lainnya.

“Barusan ada rombongan dari Palembang yang belanja di sini. Tiap hari ada saja yang berbelanja dari berbagai daerah yang kebetulan sedang melakukan wisata. Puncak kunjungan biasanya Jumat, Sabtu dan Minggu,”tambahnya.

Perlu diketahui bahwa DeDuwa hanya membuka satu cabang saja, yakni di Jalan Semeru Kota Batu, dan tidak ada di tempat lainnya. Jadi jangan lupa berkunjung untuk mendapatkan oleh-oleh khas Batu yang mantap.-

Bermain Air Pacu Adrenalin dari Atas Awan

Hawai Waterpark Malang sebuah destinasi wisata baru yang hanya ada di 5 negara. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Mendengar Hawai Waterpark, pasti Anda berpikir itu  sebuah lokasi wisata air di negara luar.  Tetapi Hawai Waterpark ini ada di Balearjosari,  Singosari,  Kabupaten Malang.

Tempat wisata ini baru dilaunching 18 Juli lalu disaat Lebaran.  Lokasinya mudah dijangkau, terletak di sebuah Perumahan Graha  Kencana atau beberapa meter di gerbang utara pintu masuk Kota Malang.
Hawai Waterpark berdiri di lahan seluas 2.8 hektar.  Di sini terdapat berbagai wahana aneka permainan air. Terdapat pula kursi panjang disediakan bagi Anda yang hanya ingin berileksria sambil menikmati hangatnya sinar matahari.

Selain itu terdapat wahana berstandar internasional untuk memanjakan para wisatawan. Ada 9 wahana yang bertema persis dengan namanya, Hawai.

Rainbow Fall, sesuai namanya wahana tersrebut mengajak Anda meluncur dari ketinggian 15 meter dengan 6 slide warna-warni dengan tabung terbuka dan tertutup.

Hawai Water House, wahana bermain anak-anak ini memiliki luas 1.500m² dan cuma ada  di 5 negara di dunia. Yang paling menarik, dari ketinggian 18 meter ada dua ember yang akan menumpahkan air membasahi Anda.

Ada lagi Ekolu Slide, Dengan ketinggian sekitar 15 meter lebar 0.8 m/line dengan panjang 100 m/line, wahana ini bisa dinikmati bersama keluarga.

Wailele Slide, cocok bagi yang suka ketinggian. Dengan tantangan tinggi 15 meter dan panjang 80 meter, dijamin  Anda akan memacu andrenalin.

Hula-hula Slide, wahana ini menawarkan pemandangan Kota Malang dari ketinggian dan berputar sepanjang 140 meter di ketinggian 15 meter.

Wahana yang tak kalah menariknya adalah Open Spiral Slide. Dengan ketinggian 15 meter dan panjang 115 meter, wahana ini akan membuat pelanggan berputar di terowongan terbuka dan tertutup.

Selain itu ada Waimea stream river, Waikiki Beach dan Mavi Island yang akan membuat pelanggan betah dan berlama-lama di sana.

Di luar, 10.000 m² disiapkan lahan parkir yang luas dengan sistem keamanan yang baik.

Public Relation Hawai Waterpark, Siska Rosdiana mengatakan kapasitas pengunjung di hari biasa mencapai 4000 orang, namun saat weekend bisa mencapai 6000 orang.

“Antusias sangat baik sejak dibukanya Hawai Waterpark ini,” kata keoada MVoice,  Minggu (2/8) siang tadi.

Dengan harga tiket masuk Rp 50ribu/orang selama soft opening, pengunjung sepuasnya bisa bermain di Hawai Waterpark.

Wahana di Hawai Waterpark yang bernama Hawai Water House (deny/malangvoice)
Wahana di Hawai Waterpark yang bernama Hawai Water House (deny/malangvoice)

Eddy Rumpoko Janji Izin PFP Segera Terbit

Taman Wisata Predator Fun Park di Kota Batu destinasi wisata baru. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Pengelola Predator Fun Park  (PFP)  Junrejo,  Kota Batu harap-harap cemas lambannya proses perizinan lokasi wisata ini.  Meski begitu, Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto,  optimistis izin taman buaya ini cepat selesai.

Menurutnya,  saat ini pihak PFP baru mengantongi izin lokasi. Sedangkan, IMB, HO dan Amdal dalam proses di Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batu.

“Kami fokus selesaikan izin administrasi, target semula tiga bulan bisa selesai, tetapi di pemerintah yang lambat prosesnya,” akunya saat berbincang dengan MVoice, beberapa menit lalu.

Selain itu, keberaniannya memulai pembangunan lantaran mendapat isyarat positip dari pihak pemerintah daerah.

“Pak wali izinkan pembangunan dimulai sembari izin diproses, lagi-lagi di luar perkiraan kami,” ujar pria yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu itu.

Ia juga menyesalkan adanya aksi yang dilakukan LSM. Sebagai warga Batu asli, lanjut dia, harusnya saling mendukung.

“Saya asli Batu, kalau memulai usaha aja prosesnya lama, otomatis kehilangan momen. Di sisi lain kehadiran Predator Fun Park membawa dampak positif bagi masyarakat, apa salahnya izin sambil jalan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan DPRD agar melakukan pengawasan terhadap SKPD, khususnya di bidang pelayanan. Sebab, lambatnya proses izin seperti ini berpengaruh pada calon investor.

“Warga aja mendukung kok,  cuma secara administrasi aja yang belum selesai. Selebihnya beres semuanya,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko , menyebut prosedur pembangunan Predator Fun Park sudah sesuai prosedur.

“Pengelola sudah urus izinnya, memang ada keterlambatan dari kami. Dalam waktu dekat sudah selesai,” tandas pria yangv akrab dipanggil ER ini.

Para Tamu Diajak Main Angklung

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko bersama tamu undangan lainnya saat memainkan alat musik tradisional, angklung. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Peresmian Taman Wisata Predator Fun Park (PFP). Junrejo,  Kota Batu diakhiri dengan hiburan musik tradisional angklung yang melibatkan seluruh tamu undangan.

Kendati tidak asing bagi tamu undangan, terlihat Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Ketua DPRD, Kapolres Batu, Dandim 0818, dan Ketua Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila, Japto Soerjosumarno kesulitan memainkan alat musik tradisional khasJawa Barat tersebut.

Dipandu pemain angklung, semua tamu undangan memainkannya dengan lancar, beberapa lagu pun dibawakan.

Sekedar diketahui, nantinya, setiap minggu di Taman Wisata Predator Fun Park bakal ditampilkan permainan angklung dengan melibatkan pengunjung secara langsung.-

2000 Orang Kunjungi Predator Fun Park

Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto (tengah). (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Sekalipun baru dibuka, tingkat kunjungan wisatawan ke Predator Fun Park, Junrejo,  Kota Batu cukup tinggi.
Sampai Minggu (2/8) siang ini,  jumlah pengunjung ke taman buaya ini sudah mencapai
2000 orang.
Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto, mengatakan jumlah tersebut diharapkan naik terus ke depannya. Tinggal pemerintah dan masyarakat mendorong segala pendukungnya.

“Batu bagi wisatawan merupakan daerah  yang nyaman dan warganya ramah-ramah,” katanya, disela acara Opening Taman Wisata Predator Fun Park.

Selain itu, biaya masuknya juga terbilang murah, berkisar Rp 25 ribu-Rp 50 ribu. Pengunjung juga bisa menikmati sedikitnya 12 wahana, seperti galeri buaya, aneka buaya, aneka ikan buas, dan mancing buaya.

“Ada juga tempat bermain bagi anak-anak, sehingga tidak hanya menikmati wahana, tetapi juga sebagai tempat bermain,” pungkasnya.-

Sarana Edukasi dan Tawarkan Saham ke Warga

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila saat peresmian Predator Fun Park Batu. (mizki/malangvoice)

MALANGVOICE – Wisata Predator Fun Park (PFP), Junrejo,  Kota Batu menjadi nilai tambah destinasi wisata di Batu.  Hadirnya wisata ini membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar serta menjadi sarana edukasi yang efektif.

“Bukan kali ini saja obyek wisata dibangun di Kota Batu, sambutan masyarakat yang sangat besar membawa angin segar bagi kemajuan sebagai daerah wisata,” ungkap Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto, dalam acara Opening Taman Wisata Predator Fun Park, Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu, Minggu (2/8) siang ini.

Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dalam memajukan obyek wisata ini, maka dari itu pengelola membuka selebar-lebarnya kepada masyarakat Batu untuk mengakses saham Predator Fun Park.

Predator Fun Park, lanjut dia, menjadi pioner dan percontohan sukses tidaknya pengelolaan wahana wisata dengan melibatkan secara langsung masyarakat.

“Banyak pekerjaan rumah yang perlu kami siapkan untuk memajukan wisata baru ini,” paparnya.

Hingga kini,  lebih 230 formulir telah diisi calon investor, termasuk masyarakat sekitar. “Kami optimis obyek wisata ini menjadi pilihan bagi wisatawan,” tandasnya.

Komunitas