KPK Bongkar Korupsi di Malang

Tiba di Malang, Anton Langsung Ikuti Rapat Paripurna

Wali Kota Malang, HM Anton, bersama para pejabat lain usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT ke 72 Republik Indonesia. (Muhammad Choirul)
Wali Kota Malang, HM Anton, bersama para pejabat lain usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT ke 72 Republik Indonesia. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, sudah kembali di Malang, Rabu (16/8), usai menjalani pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehari sebelumnya. Dia pun menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Malang.

Kepada awak media, dia mengaku baru tiba dini hari tadi. Anton pun menyampaikan, sejumlah pertanyaan diajukan penyidik KPK, terkait APBD 2015 – 2016.

“Termasuk tentang pembangunan Jembatan Kedung Kandang, saya jawab sesuai apa yang saya tahu,” ungkap suami Hj Dewi Farida Suryani itu.

Anton pun sempat dicecar pertanyaan mengenai keterkaitannya dengan para tersangka. Sebagaimana diketahui, KPK tengah menangani dua perkara di Kota Malang. Tiga tersangka telah ditetapkan, yakni Arief Wicaksono, Jarot Edy Sulistiyono, dan Hendarwan Maruszaman.

“Kalau dengan Pak Arief dan Pak Jarot tentu kenal karena kan saya wali kota. Dengan Hendrawan saya nggak kenal. Kalau pernah ketemu, saya nggak tahu, namanya saya wali kota pasti ketemu banyak orang,” imbuhnya.

Sementara itu, pada rapat yang beragenda mendengarkan pidato kenegaraaan Presiden Joko Widodo ini, 10 anggota legislatif absen. Delapan di antaranya berhalangan hadir karena menjalani pemeriksaan KPK di Mapolres Malang Kota, dua sisanya tidak diketahui. “10 orang izin,” kata Sekretaris DPRD, Bambang Suharijadi.

Mereka yang menjalani pemeriksaan antara lain Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainudin (PKB), Ketua Komisi D Imam Fauzi (PKB), Ketua Badan Kehormatan Suprapto (PDI-P), Tri Yudiani (PDI-P), Yaqud Ananda Qudban (Hanura), Wiwik Hendri Astuti (Demokrat), Sulik Lestyowati (Demokrat), dan Syaiful Rusdi (PAN).


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria