Kota Malang Punya Command Center

Pemkot Malang Pelajari War Room Milik Pemkot Makassar

Wali Kota Malang, HM Anton, studi banding ke Makassar. (Istimewa)
Wali Kota Malang, HM Anton, studi banding ke Makassar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, langsung menuju Makassar usai menghadiri temu Jejaring Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Bau Bau. Di ibukota Sulawesi Selatan itu, Anton menemui sahabatnya yang tak lain Wali Kota Makassar, Moch Ramdhan Pomanto, Selasa (21/11).

Pada kesempatan itu, Anton diajak menuju War Room, yakni sebuah command center milik Pemkot Makassar. “Command center ini kami beri nama War Room, karena spiritnya adalah mengobarkan semangat juang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada publik,” tutur Ramdhan.

Dalam operasional War Room, Pemkot Makassar mempekerjakan sekitar 40 tenaga non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) yang memiliki kualifikasi dibidang IT. Selain itu, command center yang dibangun sejak tahun 2014 ini, aplikasi pelayanan publiknya kebanyakan customized development.

Artinya, ada wadah bagi aplikasi buatan anak – anak kreatif Kota Makassar. “Kunci lain untuk mempercepat proses operasional command center, antara lain ditentukan oleh migrasi aplikasi yang bertebaran di masing – masing OPD untuk diintegrasikan ke dalam command center,” ujar Ramdhan.

Hal lain yang membedakan keberadaan command center Kota Makassar dengan kota lain, adalah rencana kehadiran ruang pamer berteknologi virtual reality. Anton pun serius mengamati seluk-beluk ruangan dan fasilitas untuk memperoleh hasil positif supaya bisa diterapkan di Kota Malang.

“Ini contoh yang berharga yang dapat dibawa ke Kota Malang untuk diterapkan di Ngalam Command Center (NCC) Pemkot Malang,” sahut Anton.(Coi/Aka)