Lapas Lowokwaru Bongkar Penyelundupan Tembakau Dibungkus Makanan

Tembakau diselundupkan di dalam makanan. (deny rahmawan)
Article top ad

MALANGVOICE – Lapas Kelas I Lowokwaru, Kota Malang menemukan penyelundupan barang terlarang melalui layanan kunjungan drive thru, Rabu (27/1).

Barang itu ditemukan petugas setelah terdeteksi mesin x-ray sekitar pukul 12.50 WIB bercampur makanan. Karena curiga, petugas kemudian memeriksa barang itu dan menemukan bungkusan kecil berisi tembakau kering.

Petugas polisi dan lapas menunjukkan tembakau di dalam makanan. (deny rahmawan)

Kepala Pengamanan Lapas Lowokwaru, Wayan Nurasta, mengatakan, dari temuan mencurigakan itu kemudian diselidiki lebih lanjut. Hasilnya ada 50 poket kecil berisi tembakau yang berusaha diselundupkan dalam makanan.

“Barang itu dikemas dalam makanan seperti tahu dan ditaruh di dalam. Setelah kami bongkar isinya ada tembakau dibungkus lakban putih,” kata Wayan.

Temuan Penyelundupan tembakau. (istimewa)

Temuan itu kemudian segera dilaporkan ke unit Reskoba Polresta Malang Kota untuk diselidiki lebih lanjut.

Wayan mengatakan, barang ini terpisah menjadi tiga paket titipan untuk WBP di dalam lapas. Setiap titipan dikirim dari orang berbeda.

“Barang ini tujuannya napi kasus narkoba tapi beda orang. Nah, apa ada kaitannya ini nanti tunggu hasil penyelidikan polisi,” tambahnya.

Meski demikian, Wayan belum bisa memastikan jenis tembakau yang berusaha diselundupkan itu, apakah mengandung narkotika atau tembakau biasa.

“Kami kerja sama dengan kapolisian kami serahkan untuk diproses,” ujarnya.

Sementara itu Kanit II Reskoba Polresta Malang Kota Iptu Hengky Yuwana, mengaku akan membawa sampel temuan tembakau ini ke laboratorium forensik. Tujuannya untuk mengetahui kandungan di dalamnya.

“Dari kasat mata ini memang tembakau. Tapi kami belum bisa memastikan apakah ada narkoba atau tidak, kami akan bawa ini ke labfor dulu,” jelasnya.

Apabila terbukti ada kandungan narkotika, polisi tentu akan mencari siapa pengirim paket tersebut. Saat ini polisi sudah mengantongi identitas pengirim yang berasal dari Kota Malang.

“Kalau terbukti, pasti akan kami lidik dan kejar pengirimnya,” tandasnya.(der)