Diduga Berpolitik, Bawaslu Bakal Panggil ASN Pemkot Malang Bambang Setiono

Status di akun Facebook Bambang Setiono diposting ulang di akun FB Aji Prasetyo dan Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang). (Istimewa)

MALANGVOICE – Kasus ASN Pemkot Malang yang viral soal unggahan status Facebook masuki babak baru. Selain sempat ramai akibat ganti dasar negara Pancasila, ASN bernama Bambang Setiono itu diduga mengunggah kalimat menjurus kampanye salah satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Malang Rusmin Fahrizal Rustam, membenarkan hal itu. Bahwa pihaknya akan segera meminta klarifikasi kepada Bambang.

Sebab, postingan yang diunggahnya ke media sosial diduga telah melanggar Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang ASN. Bambang juga diduga menyebarkan ujaran kebencian dan anti NKRI di media sosial.

“Dalam undang-undang itu, ASN tidak boleh melakukan kegiatan kampanye. Tetapi ada ASN Pemkot Malang yang diduga melanggar, sehingga kami perlu melakukan klarifikasi,” ujar Rusmin, Rabu (7/11).

Bawaslu menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang. Bawaslu juga akan melakukan kajian dugaan pelanggaran yang dilakukan ASN tercatat sebagai Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Penerangan Jalan Bidang Penerangan Jalan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang tersebut.

“Hasil kajian itu nantinya diserahkan pada Komisi ASN di Jakarta. Biasanya Komisi ASN ini akan menindaklanjuti keputusan Bawaslu. Keputusan itu menjadi dasar Komisi ASN untuk menentukan sanksi jika yang bersangkutan diputuskan melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, akun FB milik Bambang Setiono sempat ramai perbincangan dunia maya, akibat unggahan status yang menyebutkan dasar negara Indonesia bukan Pancasila. Namun, hasil penelusuran Bawaslu Kota Malang menemukan fakta lain. Bahwa, Bambang diketahui juga mengunggah beberapa postingan yang berisi kalimat tidak semestinya.

Misalnya pada postingan yang diunggah pada tanggal 9 September lalu. Bambang mengunggah “Saya tidak membenci pak Jokowi tapi tolong tunjukkan kepada saya prestasi apa dalam memimpin bangsa ini saya tunggu jawabannya. Bambang kembali memposting sebuah kiriman yang berisi tentang 2019 Ganti Presiden, 24 Oktober. (Der/Ulm)