Konser HS Slank Guncang Rampal, 30 Ribu Slankers Tumpah Ruah Lepas Rindu 9 Tahun

MALANGVOICE – Konser Hey Slank X HS di Lapangan Rampal, Kota Malang, Minggu (19/4) malam, berlangsung meriah. Sekitar 30 ribu penonton memadati lokasi, melepas rindu setelah Slank terakhir tampil di Malang pada 2017.

Kehadiran band legendaris ini menjadi momen yang dinanti Slankers. Sejak awal, atmosfer sudah terasa panas. Slank membuka penampilan dengan I Miss U But I Hate U, Gara-Gara Kamu, serta medley Mars Slankers dan Punk Java. Tepat pukul 22.00 WIB, panggung benar-benar “pecah”.

Konser HS. (Istimewa)

Dari atas panggung, Kaka mengenang konser terakhir mereka di lokasi yang sama hampir satu dekade lalu.

“Kita ketemu hampir 10 tahun yang lalu di Lapangan Rampal ini, tahun 2017. Kita datang ditantang HS, katanya orang-orang pemberani datang ke Rampal,” ujarnya.

Usai menyapa, Slank langsung menghentak lewat lagu Seperti Para Koruptor. Ribuan Slankers pun larut dalam euforia, mengibarkan bendera kupu-kupu—ikon khas Slank—dari berbagai daerah seperti Malang, Tulungagung, Surabaya, hingga Banyuwangi.

Trio Agus: HUT-112 Kota Malang Perlu Evaluasi untuk Jadi Kota Modern dan Ramah

Sapaan khas Malang juga tak ketinggalan dilontarkan Kaka.

“Assalamualaikum! Malang apa kabar! Mawar Merah buat Kera Ngalam!” serunya, disambut riuh penonton.

Malam itu, Slank tampil dengan formasi lengkap: Kaka (vokal), Ridho dan Abdee (gitar), Ivanka (bass), serta Bimbim (drum). Energi mereka di atas panggung tetap terjaga, seolah tak lekang oleh waktu sejak era album perdana Suit Suit He He.

Sebelum konser, Kaka sempat menyebut Malang sebagai barometer musik nasional.
“Kalau sukses di Malang, masa depan akan bagus,” katanya.

Ajak Doa untuk Haji Suryo

Di tengah konser, suasana mendadak khidmat. Bimbim meninggalkan drum dan mengajak seluruh penonton berdoa bersama.

Ia mengabarkan bahwa Haji Suryo, sosok di balik HS, mengalami kecelakaan saat Ramadan lalu yang menyebabkan istrinya, Hj. Anis Syarifah, meninggal dunia.

“Saat ini Haji Suryo dalam keadaan sakit, kita doakan cepat sembuh. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya,” ucap Bimbim.

Setelah doa bersama, lagu Bimbim Jangan Menangis dibawakan dengan penuh emosi. Lagu tersebut memiliki makna mendalam, mengingat sang ibunda, Iffet Veceha Sidharta, wafat pada April 2025.

Konser semakin lengkap dengan deretan hits seperti Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Tonk Kosong, Orkes Sakit Hati, hingga Poppies Lane Memory. Lagu terakhir disebut Bimbim sebagai karya yang lahir di masa kelam perjalanan Slank.

Slank menjadi penampil utama setelah sebelumnya panggung diisi sejumlah band seperti Rastakrina Soundsystem, Superiots, Rebellionrose, Shaggydog, hingga Begundal Lowokwaru.

Menariknya, konser ini juga memutar single terbaru Slank berjudul 12 Persen dengan videoklip berbasis teknologi AI. Selain itu, lagu anyar Republik Fufufafa turut dibawakan.

Sebagai penutup, Slank memainkan Kamu Harus Pulang menjelang pukul 23.30 WIB.

“Alhamdulillah, Slank bisa balik ke Malang. Provokatornya HS! Lapangan Rampal ini rasanya kurang besar untuk Jawa Timur. Semoga ke depan bisa bikin yang lebih besar lagi. Malam ini kita tunjukkan, kita berani beda!” pungkas Kaka.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait