MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengingatkan pentingnya soliditas dan kolaborasi dalam pembangunan daerah saat menghadiri buka bersama Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Malang, Rabu (4/3).
Di hadapan anggota fraksi, Ali menegaskan bahwa dalam pemerintahan daerah, legislatif dan eksekutif merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan demi kepentingan masyarakat.
“Kolaborasi itu penting. Masukan dari lintas partai sangat dibutuhkan. Meski beda partai, di legislatif itu satu kesatuan,” ujarnya.
Komisi C Rekomendasikan Bongkar Bangunan Tutupi Drainase di Perum Sigura-gura
Ia menekankan, peran fraksi tidak sebatas hadir dan berbicara dalam forum resmi seperti rapat paripurna. Lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah keberanian menyuarakan aspirasi masyarakat secara nyata dan terukur.
“Tidak harus hanya di ruang paripurna. Masukan bisa disampaikan tertulis sehingga bisa menjadi pedoman, terutama sebagai analisa kebutuhan berbasis aspirasi masyarakat,” katanya.
Ali juga mengingatkan agar dinamika politik di tingkat pusat tidak memengaruhi keharmonisan kerja di daerah. Menurutnya, perbedaan partai tidak boleh menjadi penghalang komunikasi, apalagi dalam satu rumah fraksi.
“Jangan sampai sudah satu rumah fraksi justru ada perbedaan hanya karena bendera partai. Setidaknya harus ada pertemuan rutin, tidak harus selalu bicara kepentingan politik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menyebut hubungan antara Partai NasDem dan PSI di Kota Malang selama ini berjalan kondusif. Ia mengaku bangga dengan kolaborasi yang telah terbangun.
“Secara pribadi saya sangat bangga dan bahagia bisa berkolaborasi. Rekan-rekan PSI selama ini luar biasa dalam kinerja,” ujarnya.
Menurut Dito, kekompakan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Fraksi gabungan ini, kata dia, juga mendapat kepercayaan dari rekan-rekan DPRD untuk ikut mewarnai berbagai agenda strategis dewan sepanjang 2025.
Meski begitu, ia menegaskan kolaborasi tidak boleh berhenti sebatas simbol koalisi. Komunikasi antara fraksi dan struktur partai harus terus diperkuat agar tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin kolaborasi antara fraksi dan partai semakin erat. Bagaimanapun, ini juga menjadi etalase partai dalam menunjukkan kualitas kerja,” tandasnya.(der)