MALANGVOICE- Semangat persaudaraan lintas iman terasa hangat di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, di tengah suasana Ramadan. Pemuda dan Komisi Antar Umat (KAUM) GKJW Jemaat Lawang menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka bersama saudara lintas iman, Minggu (1/3), di Sanggar Sapta Darma, Polaman.
Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Lawang. Sejak sore hari, para peserta hadir dan berbaur dalam suasana akrab. Tak sekadar membagikan makanan berbuka puasa, momen ini juga menjadi ruang silaturahmi dan dialog antarumat beragama.
Retret ASN Pemkot Malang Ditutup, Pelayanan Publik Siap Naik Kelas
Berbagai elemen masyarakat dan komunitas lintas iman turut ambil bagian, di antaranya Fatayat NU Kecamatan Lawang, PAC Ansor Lawang, Banser, komunitas Baha’i, PERSADA (Persatuan Warga Sapta Darma), RS Lawang Medika, AMMPI Kabupaten Malang, Kelurahan Kalirejo, serta GKJW Lawang.
Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan toleransi yang hidup di tengah masyarakat.
Camat Lawang, Muhamad Nur Soleh Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan positif seperti ini perlu terus didukung karena menjadi wujud nyata harmoni sosial di tingkat lokal.
Senada dengan itu, Kapolsek Lawang Kompol Mohamad Lutfi menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui kegiatan yang membangun kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupi dalam keseharian.
Menurutnya, meski berbeda latar belakang, seluruh elemen masyarakat tetap satu dalam bingkai NKRI dan berkewajiban menjaga kedamaian bersama.
Danramil Lawang Kapten CKE Kacung juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam suasana penuh keakraban, para peserta saling berbincang dan meneguhkan komitmen untuk terus merawat persaudaraan lintas iman.
Melalui kegiatan ini, Pemuda dan KAUM GKJW Jemaat Lawang ingin menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan. Di tengah berbagai tantangan kebangsaan, kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi kokoh bagi terjaganya persatuan Indonesia.
Lawang kembali menunjukkan bahwa harmoni bukan sekadar slogan. Ia hadir dalam tindakan nyata. Dari kota kecil ini, pesan sederhana namun kuat digaungkan: berbeda-beda, tetapi tetap satu, demi Indonesia yang damai dan sejahtera.(der)