MCW Tuding Program Smart City Bernasib Sama Seperti Pembangunan BO

0
77
Divisi Advokasi MCW, Bayu Diktiarsa dan M Taher Bugis, saat konpres di Omah Munir.(Miski)

MALANGVOICE – Malang Corruption Watch (MCW) meragukan program Smart City yang direncanakan Pemkot Batu, akan berjalan mulus.

Divisi Advokasi MCW, Bayu Diktiarsa, mengatakan, program yang dianggarkan sebesar Rp10 miliar tersebut seharusnya direncanakan pada awal tahun atau saat pengajuan RAPBD.

Pihaknya meragukan program tersebut sudah memiliki konsep matang dan perencanaan jelas.

“Belajar dari pembangunan Block Office (BO). Tahun 2011 mulai dibangun, tapi tiga tahun berikutnya mangkrak dan baru dianggarkan multi years. Konsep dan perencanaan yang kurang matang ini bisa terjadi di Smart City dan akhirnya mandeg. Dananya masuk Silpa,” kata dia, saat Konferensi Pers, di Omah Munir, Kota Batu, kamis (25/8).

Program Smart City bisa saja dilaksanakan tahun berikutnya, dengan syarat konsep dan perencanaan matang, sesuai PP nomor 58 tahun 2005 tentang perencanaan anggaran.

“Smart City ini mendadak dan asal dibuat, apalagi masuk dalam PAK. Tidak akan efektif hasilnya,” ungkapnya.

Anggaran sebesar Rp10 miliar sejatinya lebih baik dialokasikan ke program-program bersentuhan dengan masyarakat. Salah satunya, membeli tanah milik The Rayja yang bersengketa dengan masyarakat karena mata air Umbul Gemulo.

Besaran anggaran berbanding terbalik dengan program yang bersentuhan ke masyarakat. Di antaranya program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular hanya Rp66 juta, peningkatan imunisasi Rp90 juta, dan program makanan tambahan anak usia dini Rp65 juta per tahun.

“Anggarannya malah sangat kecil daripada anggaran kebutuhan internal pemerintah,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Sugeng Pramono, menyebut, Smart City memang diprioritaskan sektor pertanian di tahun 2016. Namun, nantinya program ini akan dinikmati semua SKPD.

“Ada Dishub, Pariwisata sementara ini. Untuk pertanian konsepnya sudah maksimal. Mempermudah petani ketemu langsung dengan pembeli, ini juga baik untuk memangkas rantai perputaran produk pertanian,” jelas dia, di Gedung DPRD, beberapa menit lalu.