Kota Malang Memilih Pemimpin

Sutiaji Ingatkan Harga Diri Jangan Sampai Terbeli

SAE menyapa masyarakat melalui istigosah. (Istimewa)
SAE menyapa masyarakat melalui istigosah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Calon Wali Kota Malang, Sutiaji, mengingatkan warga agar harga diri jangan sampai terbeli. Seruan itu diungkapkan di sela istighosah akbar bersama sekitar 3.000 jemaah di parkir utara Pasar Besar Malang, Minggu (29/4).

“Kita jangan pernah mau dibeli siapapun dengan uang atau bantuan apapun. Rejeki jangan ditolak, tapi harga diri jangan sampai terbeli. Nasib kota Malang lima tahun ke depan ada di tangan warga Malang sendiri. Jangan gadaikan nasib dan harga diri dengan murah,” serunya.

Kegiatan ini sendiri bertema Kick Off Ramadan, ditandai dengan pelepasan ratusan balon hitam. Acara Istighosah berlangsung tertib, sampah berserak yang ditinggalkan jamaah langsung dibersihkan oleh Satgas SAE dan hana dalam tempo 15 menit, seluruh tempat istigosah telah bersih seperti semula.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji juga menegaskan bahwa ia bersama Sofyan Edi Jarwoko maju sebagai paslon SAE diniatkan untuk mengabdi dan ibadah. “Malang bukan millik satu dua orang. Malang milik 900 ribu penduduk. Setiap pembangunan harus diomongkan dengan rakyat,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Sutiaji, nomor HP Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang harus selalu siap dihubungi rakyatnya kapan saja. Dikatakan, semua layanan publik harus sama, tidak ada pilih kasih.

“Karenanya, semua layanan publik harus berbasis IT,” tambah mantan anggota DPRD Kota Malang ini.

Selain itu, menurut Sutiaji, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah milik warga Kota Malang. Sejalan dengan itu, Pemkot hanya mengelola dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sementara, Sofyan Edi Jarwoko berpesan terkait pentingnya kesehatan. Dia menyebutkan bahwa sakit itu kehendak Allah, siapapun bisa sakit.

“Karena itu setiap warga harus memiliki Kartu BPJS. Saat ini, ada 400 ribu orang warga kota yang belum memiliki kartu anggota BPJS. Insya Allah, kalau terpilih, seluruh waga bumi Arema kita anggarkan melalui APBD,” tandasnya.

Pasangan ini juga telah memprogramkan peningkatan fasilitas Puskesmas dengan ambulan gratis yang bertugas menjemput warga sakit. “Pak RT, setiap warga berhak mendapat layanan Rumah Sakit setara dengan Kelas 3. Kami sudah hitung, sekitar 120 milyar rupiah per tahun kami akan anggarkan untuk menjamin kesehatan warga kota Malang,” lanjut Bung Edi, sapaan akrabnya.(Coi/Aka)