Siapkan Teknik Injeksi Tangani Kebakaran TPA Supit Urang

Wali Kota Malang Sutiaji memantau langsung penanganan kebakaran TPA Supit Urang, Senin (21/10). (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji memantau langsung penanganan kebakaran TPA Supit Urang, Senin (21/10). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pemkot Malang melalui Damkar Kota Malang mengupayakan teknik injeksi untuk memadamkan kebakaran di TPA Supit Urang. Teknik ini diyakini menjadi solusi atasi kebakaran yang melanda, Jumat pekan lalu (18/10) tersebut.

“Saat ini kami berupaya untuk melakukan injeksi pendinginan ke dalam timbunan sampah agar air bisa masuk sampai ke titik api. Hal ini merupakan salah satu inovasi dari Damkar Kota Malang karena memang baru kami yang memilikinya,” kata Wali kota Malang Sutiaji saat meninjau langsung lokasi kebakaran di TPA Supit Urang, Senin (21/10).

Ia melanjutkan, Damkar baru memiliki dua alat injeksi. Merespon itu, pihaknya bakal menambah lima alat lagi untuk memadamkan bara api. Sebab, menurutnya, idealnya dibutuhkan tujuh alat injeksi yang akan di pasang per 200 meter di lokasi kebakaran.

“Nantinya air yang masuk ke alat injeksi akan terus di alirkan tanpa henti sampai bara api yang ada di dalam benar-benar padam. Jadi selain penyiraman air dari atas kami juga akan melakukan pemadaman api di dalam tumpukan sampah menggunakan alat injeksi,” urainya.

Terlepas dari itu, Sutiaji juga telah mengambil beberapa langkah dan menginstruksikan kepada OPD terkait seperti DLH, Satpol PP, BPBD, DPU, Disperkim, Dinsos, dan Dinkes untuk terus berupaya memadamkan api serta menangani masyarakat yang terkena dampak khususnya kesehatan.
Ia mengatakan, melihat cuaca kemarau panjang dan angin yang cenderung kencang berpotensi untuk menyebarkan bara api ke titik lainnya.

“Hal ini musibah yang harus kita atasi sesegera mungkin; dan ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar pria penghobi bulutangkis ini.

Tiap tahun musibah ini cenderung akan terus terjadi, lanjut Sutiaji, tentu bukan karena kesengajaan namun karena kemarau panjang yang cukup panas sehingga memicu gas metan untuk terbakar.(Hmz/Aka)