Domba Mati Misterius di Tegalgondo

Siapkan Dupa dan Kain Kafan, Paranormal Gelar Ritual Panggil Anjing Pemakan Kambing Nanti Malam

Mohammad Effendi saat ditemui wartawan, beberapa hari lalu. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Paranormal ikut turun tangan membantu memburu anjing buas pemakan hewan ternak warga di Tegalgondo. Bahkan sejak Minggu (17/8) paranormal sudah menggelar ritual pemanggilan anjing liar itu.

Salah seorang warga Tegalgondo, sekaligus korban, Mohammad Effendi (46), mengatakan, menurut paranormal, anjing tersebut memang bukan anjing biasa melainkan jelmaan mahkluk halus atau hewan jadi-jadian. Effendi mengaku percaya tidak percaya, namun dirinya berusaha apapun caranya agar hewan itu bisa ditangkap.

“Ya namanya juga usaha mbak. Ini usaha kami,” kata dia.

Rencananya, ritual pemanggilan akan digelar kedua kalinya malam ini, Senin (18/7), pukul 22.00 WIB di halaman belakang kediaman Effendi di Dusun Ketangi Tegalgondo, Malang.

“Jadi ada 11 orang paranormal yang nanti menggelar ritual di halaman belakang. Ini tadi sudah diberi garis pembatas agar warga tidak masuk ke area ini. Jadi nanti disiapkan aneka sesaji berupa 7 kendi berisi susu murni, ada kafan, kembang putih dan dupa. Kepolisian setempat, dan penembak jitu juga standby di area sekitar ritual digelar. Jadi bisa langsung ditembak.,” katanya.

Dia menambahkan, warga juga diimbau untuk tidak keluar rumah di atas pukul 22.00. Dikhawatirkan tembakan polisi bisa mengenai warga. Effendi hanya bisa pasrah, pasalnya 20 dombanya mati gegara ulah anjing itu. Ia mengaku tidak pernah tidur terutama mulai pukul 24.00-03.00 pagi. Menurutnya, jam-jam itu rawan terjadi serangan.

“Semoga bisa ditangkap,” pungkasnya.(Der/Yei)