Peserta Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah Bersihkan DAS Kampung Warna-warni

Ratusan Kilo Sampah Kotori Kampung Warna Warni

Peserta jambore bersihkan DAS Brantas di Kampung Warna-Warni Jodipan, Sabtu (15/9). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Aksi bersih-bersih DAS Brantas di Kampung Warna-Warni Jodipan mengumpulkan total 714 kilogram sampah. Selain bersih-bersih data sampah bakal dilaporkan sebagai bahan evaluasi.

Ketua Pelaksana Jambore Indonesia Bebas Sampah Andre Prasetyo mengatakan, sampah dari aksi gerakan kebersihan di titik Kampung Warna-Warni Jodipan dikumpulkan dan ditimbang. Pihaknya juga mencatat sebagai data laporan untuk dievaluasi.

“Jadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Karena ini destinasi tematik kan sayang jika banyak sampah. Kami tidak ingin kegiatan ini sekadar bersih-bersih sehingga juga mengukur pendataan jumlah sampah,” urai Andre kepada MVoice.

Bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, sampah diangkut dengan dump truk. Sampah yang didapat mayoritas sampah plastik. Selebihnya ada juga popok.

“Ini masih data sementara. Karena ada titik bersih-bersih lainya. Mulai Kampung Tridi, Kampung Biru, dan nanti bergerak lagi ke Muharto,” tutupnya.

Baca Juga: Peringati World Clean Day, Ratusan Orang Bersihkan Sungai Kampung Warna-Warni

Perlu diketahui, gerakan Indonesia Bebas Sampah merupakan wadah yang memfasilitasi para stakeholder dalam menjawab tantangan persoalan sampah di Indonesia. Hal ini didasari atas keinginan para penggiat dan komunitas persampahan untuk membangun kepedulian dan kekuatan bersama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Salah satu aktivitas dari Gerakan Indonesia #BebasSampah adalah Jambore Nasional, yang merupakan momen strategis berkumpulnya seluruh penggiat peduli persampahan di Indonesia yang mewakili lima actor perubahan , yaitu masyarakat sipil, pemerintah, swasta, media, dan tokoh masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap pelayanan sanitas layak dan berkelanjutan di Indonesia baru mencapai 67,20 %. Selain itu, Peraturan Presiden No.97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga juga mengamanatkan pelayanan persampahan 100% pada tahun 2025, yaitu target pengurangan sebesar 30% dan penanganan sebesar 70%.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka jambore tahun ini mengangkat tema: Pembiayaan Pembangunan dan Keberlanjutan Pengelolaan Persampahan. (Hmz/Ulm)