Peserta Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah Bersihkan DAS Kampung Warna-warni

Peringati World Clean Day, Ratusan Orang Bersihkan Sungai Kampung Warna-Warni

Ratusan orang bersihkan aliran DAS Brantas di Kampung Warna-warni Jodipan, Kota Malang, Sabtu (15/6). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Sekitar 520 orang bersihkan DAS Brantas di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Tridi dan Kampung Biru Arema Kota Malang, Sabtu (15/9). Mereka kerja bakti bersihkan sampah.

Ratusan orang ini merupakan peserta Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah. Mereka datang dari perwakilan 34 provinsi dan Kota Malang jadi tuan rumahnya. Peserta dari berbagai kalangan aktivis persampahan seluruh Indonesia. Seperti, dari perguruan tinggi, LSM, instansi pemerintah, perusahaan swasta dan BUMN, Lembaga Filantropi, dan kelompok masyarakat lainnya.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Kementerian PUPR Dodik Krispratmadi mengatakan, kegiatan ini bentuk gotong royong kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Bertepatan dengan World Clean Day, membuktikan dan mendeklarasikan peduli sampah.

“Diharapkan juga di sini lahir pemikiran atau gagasan untuk menangani permasalahan sampah di Indonesia dengan baik,” kata Dodik.

Dodik menambahkan, kegiatan ini tidak berhenti di momentum jambore. Pihaknya bakal terus mendorong untuk tercipta hidup sehat. Terutama misi tentang permukiman yang layak huni.

“Soal perubahan mental ada program itu melalui Kementerian Kesehatan. Tidak bisa sendirian sehingga harus sinergitas.
Kerjasama masyarakat juga harus didengarkan,” tutupnya.

Gotong Royong Peserta Membersihkan Sungai (Aziz/MVoice)

Founder Greeneration Foundation Muhammad Bijaksana Junerosano menambahkan, dipilihnya lokasi kerja bakti di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Tridi dan Kampung Biru bukan tanpa sebab. Kampung ini telah jadi ikon pariwisata yang perlu digerakkan semangat peduli kebersihannya.

“Momentum ini jadi perwujudan revolusi mental, isu sampah ini isu mental. Kalau sekadar rembuk saja kita nanti pusing,” kata pria akrab disapa Sano ini.

“Kami akan terus coba dorong untuk berubah. Seperti diketahui masih saja ada warga yang buang sampah di sungai. Maka kami bekerjasama dengan pemerintah hingga terjadi keselarasan. Kami minta terus didorong dan dibina untuk revolusi mental benar terjadi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Kementerian PUPR menggelar Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah yang dilaksanakan di Lapangan Rampal Malang, 13 – 15 September. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 520 orang aktivis persampahan dari seluruh Indonesia, yang berasal dari Perguruan Tinggi, LSM, Instansi Pemerintah, Perusahaan swasta dan BUMN, Lembaga Filantropi, dan kelompok masyarakat lainnya dari 34 provinsi di Indonesia. Targetnya pada 2020 Indonesia bebas sampah. (Hmz/Ulm)