Lorong Bawah Tanah Ditemukan di Situs Tol Malang – Pandaan

Terowongan bawah tanah atau arung ditemukan Tim BPCB Trowulan Jawa Timur, Senin (18/3). (Aziz Ramadani /MVoice)

MALANGVOICE – Ditemukan mulut gua atau lorong bawah tanah tak jauh dari lokasi ekskavasi Situs Sekaran di proyek konstruksi Jalan Tol Malang- Pandaan (Mapan). Diduga lorong itu adalah arung alias drainase. Namun diduga juga berfungsi sebagai jalan rahasia.

Lorong ini ditemukan arah Timur sekitar 70 meter jaraknya dari temuan awal di proyek konstruksi Jalan Tol Mapan Seksi 5 kilometer 37 itu. Lorong berdiameter sekitar 1 meter itu.

Arkeolog BPCB Trowulan Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, lubang arung atau saluran air itu juga ditemukan sekitar 100 meter lebih arah selatan dari titik temuan awal situs purbakala. Dugaan sementara temuan itu merupakan saluran air yang umum ditemukan juga di beberapa temuan situs lain di Jawa Timur, seperti di Kediri, Lamongan dan Bayuwangi.

“Apakah itu arung memang berfungsi sebagai pelarian ketika ada bahaya, masih menjadi PR (pekerjaan rumah) dan akan kami pelajari lagi,” kata Wicaksono ditemui di sela-sela proses ekskavasi, Senin (18/3).

Wicaksono menambahkan, penemuan arung menandakan bahwa sebaran struktur bangunan kemungkinan juga berada di sisi timur ruas tol. Hal ini tentu menjadi catatan BPCB Trowulan Jawa Timur untuk kemudian jari rekomendasi kepada pihak Jasa Marga bagaimana kelanjutan proyek pembangunan Tol Mapan ke depannya.

“Dampaknya pada keputusan yang akan diambil oleh Jasa Marga. Jika kemarin akan digeser ke sisi timur atau ke bantaran Sungai Amprong, terus sekarang ketemu lagi arung. Jadi biar kami laporkan saja temuan-temuan dan kajian kami,” pungkasnya.(Der/Aka)