Lanud Abd Saleh Punya Pilot Muda Super Tucano

Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Julexi Tambayong bersama dua penerbang muda lulusan pendidikan transisi VII. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak dua personel Lanud Abd Saleh Malang berhasil menyelesaikam pendidikan transisi VII pesawat Super Tucano dengan 92 jam terbang dari persyaratan kelulusan.

Keduanya, masing-masing Letda Pnb Richard Luxy Susanto dan Letda Pnb Putu Pandu Pratama, merupakan Alumni PSDP A-28.

”Keberhasilan kedua penerbang muda ini merupakan buah keuletan yang dilandasi motivasi dan semangat juang serta disiplin tinggi selama mengikuti pendidikan,” kata Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong dalam sambutannya, Rabu (21/6).

Lebih jauh, dia mengatakan, keberhasilan menyelesaikan pendidikan transisi VII pesawat Super Tucano menandai bertambahnya kekuatan TNI AU. Ini semua dilaksanakan dalam rangka mengemban kedaulatan NKRI di udara.

Saat ini, Skadon Udara 21 memiliki delapan pesawat, dan sudah resmi menjadi tanggung jawab Skadron Udara 21 baik dalam perawatan maupun pengoperasian. Di samping melaksanakan tugas operasi udara, Skadron Udara 21 juga berkewajiban mendidik perwira penerbang yang baru melaksanakan tugas di kesatuan.

Karenanya, melalui program konversi maupun transisi ini, penerbang Skadron Udara 21 akan dididik untuk dipersiapkan dalam proses pengembangan sumber daya manusia. Khususnya, penerbang pesawat tempur yang andal.

Dengan begitu, mereka diharapkan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab mengoperasikan pesawat Super Tucano di masa mendatang.

Sekadar diketahui, Letda Richard Luxcy Susanto merupakan putra Bali yang lahir di Denpasar 24 juni 1991 PSDP A-28. Sedangkan Letda Pnb Putu Pandu Pratama Kelahiran Praya Lombok 24 Juni 1995 PSDP A-28.

Pendidikan Transisi VII ini dilaksanakan selama 1, 5 tahun mulai dari 3 Februari 2016 sampai 21 Juni 2017. Pendidikan Transisi terdiri dari tiga fase yang akhirnya mahir mengawaki pesawat tempur EMB 314 Super Tucano.