HUT ke-103 Kota Malang

Lalui Jalan Terjal, Ade d’Kross Inginkan Regenerasi Teruskan Perjuangan

Manajemen d'Kross BC dipimpin Sam Ade d'Kross turut mengantar Hero Tito dan Rivo Rengkung saat menjadi juara dunia di Timor Leste. (d'Kross BC for MVoice)
Manajemen d'Kross BC dipimpin Sam Ade d'Kross turut mengantar Hero Tito dan Rivo Rengkung saat menjadi juara dunia di Timor Leste. (d'Kross BC for MVoice)

MALANGVOICE – Hingga usia ke-103 tahun ini, Kota Malang telah mendapat banyak kontribusi Ir Ade Herawanto, bersama para petinju dan manajemen d’Kross BC. Pria yang akrab disapa Ade d’Kross itu sudah banyak memberi sumbangsih hingga prestasi dunia tinju kembali gemilang.

Jalan untuk melahirkan juara dunia, seperti Hero Tito dan Rivo Renvkung, seperti dicita-citakan Ade tidaklah mulus tanpa hambatan. Segala pencapaiannya di dunia kepromotoran penuh lika liku dan pengorbanan.

Alumni SMAN 3 Malang itu tak jarang harus merogoh kocek pribadi untuk membiayai kebutuhan sasana hingga menggelar pertandingan. “Kalau dihitung-hitung sudah bisa buat beli rumah ya,” timpal Ade lantas terkekeh.

Dulu dia sempat berjanji, jika berhasil mengantarkan petinju Malang menjadi juara dunia, maka ia akan mundur. Sekarang mimpi itu telah terwujud, dengan lahirnya juara dunia tinju baru dari Bhumi Arema.

“Janji yang terucap harus tetap ditepati. Tapi memang kasihan juga jika gelar juara dunia tersebut sampai lepas,” ucapnya.

Karena itu, saat ini dia mulai memikirkan regenerasi. Ade mulai berancang-ancang menyatakan pensiun dari dunia kepromotoran. Langkah itu bukan berarti dia kemudian tutup mata pada dunia tinju.

“Saya mengharapkan ada regenerasi. Bagaimanapun, harus ada generasi yang meneruskan perjuangan saya dan rekan-rekan untuk membangkitkan tinju Malang dan mengembalikan kejayaan Bhumi Arema sebagai barometer tinju nasional,” imbuhnya berharap.