Ayo, Berburu Harta Karun di Museum Angkut!

Salah satu talent memperagakan milenium hello statue di Museum Angkut (fathul)

MALANGVOICE – Museum Angkut terus berinovasi dalam memberikan pengalaman berwisata. Kini, museum paling fenomenal se Asia itu mengajak wisatawan berburu harta karun dalam event Treasure Hunt.

Puncak pelaksanaan treasure hunt sendiri berlangsung pada Rabu (9/3) lusa. Namun sejak saat ini pengunjung sudah bisa melakukan percobaan perburuan. Karena clue dan talent sudah siap menyambut wisatawan.

“Pelaksanaannya sejak 5 Maret, dalam rangka HUT ke 2 Museum Angkut. Jadi, pengunjung kami ajak berinteraksi langsung dengan permainan yang menantang, bukan sekedar melihat-lihat saja,” ungkap Sekretaris Museum Angkut, Nunuk Liantin.

Dalam permainan ini, lima talent yang punya keahlian khusus akan ditampilkan. Kelima talent yang berasal dari internal ini yang bakal menjadi inti dari permainan, karena mereka yang akan mengeluarkan clue untuk dipecahkan wisatawan.

“Kami akan berikan peta treasure dan role play. Di sana ada beberapa petunjuk yang harus dilakukan. Masing-masing karakter akan punya kemampuan berbeda dan ada jalan ceritanya,” imbuh Nunuk.

Apakah ada biaya mengikuti permainan ini? Tenang saja. Semua permainan memburu harta karun tidak dipungut biaya tambahan. Sehingga wisatawan sangat disarankan datang lebih awal karena kuota peta harta karun terbatas.

Menyusuri Dunia Sihir Harry Poter di Kota Batu

Salah satu pengunjung sedang asyik berswafoto mengenakan kostum lengkap Harry Potter di wana wisata The Legend Stars Park (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Hadirnya wahana wisata ‘Diagon Alley’ di Jatim Park 3 menambah varian destinasi wisata baru di Kota Batu. Wahana tersebut menyajikan visualisasi perkampungan para penyihir yang ada dalam sekuel film Harry Potter.

Operational Manager The Legend Stars Park, Tossy Kusdianto mengungkapkan hadirnya wahana ini merupakan adopsi dari film adaptasi karya novel J.K Rowling.

“Ya, karena penggemar Harry Potter dinilai cukup banyak. Sehingga Diagon Alley yang dulu hanya ada di alam khayal, kini benar-benar kami hadirkan di dunia nyata,” ujarnya.

Di lokasi itu, cukup merogoh kocek Rp 50 ribu pengunjung bisa mendapatkan kostum lengkap mulai jubah, topi hingga tongkat penyihir ala Harry Potter. Kemudian, pengunjung juga akan dibawa berpetualang ke dalam delapan zona sihir.

Tossy menambahkan, dalam waktu dekat ia juga akan menambahkan properti naga dan sensor yang dapat digunakan wisatawan untuk menyihir objek. Sensor ini akan menggerakkan properti seperti naga kala wisatawan menggerakkan tongkatnya.

“Nantinya semua yang ada di dalam itu akan bergerak. Seperti naga kemudian miniatur semuanya akan bergerak. Termasuk akan ada smoke dan api,” sambungnya.

Tak hanya itu, wahana yang berdiri di atas tanah seluas 300 meter itu juga bakal dilengkapi sebuah cermin sihir. Ketika berkaca, pengunjung akan melihat tubuh yang bukan dirinya.

Salah satu pengunjung asal Sidoarjo Novia Fitriani (24) tampak asik berswafoto di jalan fiksi Diagon Alley yang mirip dengan lingkungan tempat tinggal sekuel mengaku senang lantaran bisa merasakan dunia sihir yang ada di film.

“Saya bisa betul-betul merasakan dunia sihir mulai di dalam kereta khas sekuel Harry Potter hingga ruang makan bermeja panjang yang persis seperti di Hogwarts,” tutupnya. (Der/Ulm)

Coban Jahe, Tak Sekadar Air Terjun…

Alami: aliran Coban Jahe berasal dari mata air yang berada di kakan Gunung Semeru. Lokasinya relatif dekat dari pusat Kota Malang.(shuvia rahma)

MALANGVOICE – Malang memiliki segudang pesona alam yang layak dijadikan destinasi wisata. Mulai dari pantai, gunung, sumber mata air, hingga air terjun. Jika menginginkan alternatif wisata alam yang tak jauh dari pusat kota, Coban Jahe bisa menjadi salah satu destinasi yang masuk dalam bucket list liburan Anda.

Coban Jahe merupakan air terjun yang berada di Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung. Jarak dari kota hanya sekitar 23 km arah tenggara dari Kota Malang, jika ditempuh dengan kendaraan bermotor, hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Coban Jahe berada di dalam pengelolaan Perhutani. Tak hanya menawarkan panorama alam yang menyegarkan mata, air terjun dengan ketinggian sekitar 45 meter ini juga menyimpan cerita sejarah pejuang bangsa.

Gazebo dibangun di antara taman bunga, cocok sebagai tempat untuk melepas penat.(shuvia rahma)
Gazebo dibangun di antara taman bunga, cocok sebagai tempat untuk melepas penat.(shuvia rahma)

“Dulu, pernah ada penyerangan Belanda terhadap sekelompok pejuang. Puluhan pejuang kemerdekaan gugur. Warga kemudian membuatkan taman makam pahlawan yang sekarang bisa ditemui di jalan masuk sebelum Coban Jahe,” terang Ketua Ikatan Pemuda Pecinta Alam Begawan Abiyasa (IPPSA), Ahmadun Bashori.

Bapak satu anak itu menjelaskan, pengunjung Coban Jahe tak hanya dari dalam kota, namun juga luar daerah seperti Surabaya, Pasuruan, hingga Jakarta.

Jumlah pengunjung terus meningkat sebab pengelola secara berkala menambah fasilitas bagi wisatawan, mulai dari taman bunga, gazebo, mushola, tempat parkir, toilet, hingga warung makan. Hingga saat ini, harga tiket yang berlaku sebesar Rp 5000 per orang.

“Selain pengunjung biasa yang datang untuk menikmati air terjun, ada juga pengunjung yang datang untuk menginap. Rata-rata di weekend. Jumlahnya cukup banyak karena memang di sini sudah tersedia camping ground yang cukup luas,” tutur Bashori.

VIDEO: Desa Sumber Brantas Sajikan Spot Foto bagi Pecinta Fotografi

MALANGVOICE – Desa yang terletak di wilayah barat daya lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu merupakan daerah pegunungan yang mempunyai hamparan lahan pertanian.

Berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyuguhkan indahnya pemandangan yang sangat sayang jika tidak diabadikan. Tentunya bagi pecinta hobi fotografi khususnya fotografi landscape. Para fotografer tidak akan kehabisan objek jika sudah berada di Desa Sumber Brantas ini.(Der/Aka)

Mbois, Ada Kapel dan Mushola di Puncak Gunung Sinai

MALANGVOICE – Gunung Sinai di Semenanjung Sinai dan Mesir, merupakan gunung gersang bebatuan dengan ketinggian 2.285 meter dari permukaan laut, pada bagian pegunungan di selatan Mesir, yang merupakan tempat penting yang wajib dikunjungi bila berkunjung ke Mesir, karena di puncak gunung ini Nabi Musa menerima 10 Perintah Allah, melalui beberapa kali pertemuan.

Untuk mendaki ke puncak Gunung Sinai dapat dilalui dengan berjalan kaki dari Biara St Chatarina sejauh sekitar 9 kilometer atau dengan menunggang Unta dengan tarif 30 USD sekali jalan, seperti yang dilakukan Redaksi Malangvoice bersama rombongan peziarah asal Indonesia pimpinan Arijanto dan Romo Pamungkas Pr, beberapa waktu lalu.

Pendakian ke Puncak Gunung Sinai dilakukan pada dini hari agar terhindar dari panas terik padang gurun dan juga ketika tiba di puncak gunung dapat menyaksikan matahari terbit serta menikmati panorama pegunungan yang indah di pagi hari.

Untuk melakukan pendakian dini hari tentu harus melengkapi diri dengan pakaian dingin, seperti jaket, sarung tangan, penutup kepala, minuman dan makanan ringan.

Dalam perjalanan dari bawah hingga puncak gunung dengan menunggang Unta di malam hari harus ekstra waspada menjaga keseimbangan dengan berpegangan pada tempat duduk di punggung Unta karena melewati jalan setapak yang tidak mulus penuh bebatuan serta jurang yang cukup dalam di sisi kiri atau kanan.

Pemandangan pada malam hari ketika rombongan menuju puncak gunung diterangi cahaya bulan yang sedang bersinar penuh sehingga membuat pemandangan sekitar gunung terlihat sangat luar biasa sehingga perjalanan sekitar 8 kilometer hingga pemberhentian terakhir dengan Unta menjadi tidak terasa.

Dari perhentian terakhir, rombongan peziarah melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menyusuri tangga batu alami yang terjal sehingga dibutuhkan ekstra tenaga disertai pengaturan nafas agar dapat menapakai bebatuan dengan cadas yang tajam menuju puncak Gunung Sinai.

Rasa letih ketika mendaki sekitar 750 anak tangga Gunung Sinai menjadi sirna ketika rombongan berhasil tiba di puncak gunung tempat Nabi Musa mendapatkan wahyu dari Allah.

Ucapan syukur terucap dari seluruh peziarah ketika melihat kebesaran Tuhan atas karyanya dengan sinar matahari yang menerangi bukit-bukit disekitar Gunung Sinai. Diantara para peziarah ada yang menitikkan air mata bahagia ketika Romo Pamungkas memimpin doa bersama.

“Sungguh ini adalah anugerah yang luar biasa dapat mencapai puncak Gunung Sinai,” ungkap Adi Satyawan.

Hal yang sama juga disampaikan Hadi Oyon Karyono yang telah dua kali mendaki Gunung Sinai.

Di puncak Gunung Sinai ada hal yang unik dan mengagumkan dimana dua bangunan ibadah didirikan berdampingan di tempat yang suci ini, yakni Kapel Koptik atau gereja kecil dengan lukisan Nabi Musa serta Mushola dengan Alquran di dalamnya.

Kisah Nabi Musa yang merupakan nabi bangsa Israel terdapat dalam Alkitab Ibrani dan Alkitab Perjanjian Lama agama Kristen serta di Alquran, dimana Musa ditugaskan untuk membawa Bani Israil (Israel) keluar dari Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 873 kali dalam 803 ayat dalam 31 buku di Alkitab Terjemahan Baru dan 136 kali di Al-Quran.

Musa adalah anak Amram bin Kehat bin Lewi, anak Yakub bin Ishak. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1450 SM. Ia memiliki 2 orang anak (Gersom dan Eliezer) dari istrinya, Zipora. Ia wafat di Tanah Tih (Gunung Nebo) sekitar sebulan sebelum bangsa Israel memasuki tanah Kanaan setelah 40 tahun mengembara di padang gurun sesudah keluar dari Mesir.

Musa adalah seseorang yang diutus oleh Allah untuk pergi membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, dan menuntun mereka pada tanah perjanjian yang dijanjikan Allah kepada Abraham, yaitu tanah Kanaan.

Musa harus melewati berbagai macam rintangan sebelum akhirnya benar-benar menerima mandat sebagai orang yang diutus Allah untuk membebaskan bangsa Israel, misalnya saat dia hampir dibunuh ketika masih bayi, dikejar-kejar prajurit Firaun, sampai harus menjalani hidup sebagai gembala di tanah Midian selama 40 tahun.

Itu semua diizinkan Tuhan untuk membentuk karakternya, sampai akhirnya Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam peristiwa semak duri yang menyala, tetapi tidak dimakan api

Ketika Musa sudah menerima mandat untuk membebaskan bangsa Israel, kuasa Tuhan mulai menyertai Musa, ditandai dengan adanya mujizat-mujizat yang diadakan Tuhan melalui Musa, baik ketika masa pembebasan Israel dengan tulah-tulah, maupun ketika masa perjalanan bangsa Israel ke Kanaan.

Akhirnya Musa tidak sampai memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, oleh karena kesalahan perkataan Musa di Mara yang disebabkan betapa pahit hati Musa menghadapi orang Israel.

Musa hanya mengantarkan orang Israel sampai ke tepi timur sungai Yordan, sebelum menyeberang ke tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan tersebut. Musa akhirnya digantikan abdinya yang setia yaitu, Yosua bin Nun, yang akhirnya berhasil memimpin bangsa Israel masuk dan menduduki tanah Kanaan.

Jumat Depan, Wisata di BNS Bernuansa Horor

Suasana BNS sebagai wisata malam (fathul)

MALANGVOICE – Tak mau ketinggalan dengan wisata lain, Batu Night Spectacular (BNS) juga bakal membawa suasana horor pada wisata malamnya, dalam rangka perayaan Halloween.

Agendanya, mulai Jumat (30/10) hingga Minggu (1/11) mendatang, wisata malam paling akbar se Indonesia itu akan mendatangkan zombie-zombie ke berbagai wahana, untuk uji nyali pengunjung.

Bagian Media Sosial BNS, Afrizal, mengatakan, perayaan Halloween sudah terkenal di luar negeri. BNS ingin mengadopsinya karena di dalamnya bisa ditampilkan berbagai kreativitas untuk menghibur pengunjung BNS.

“Memang konsepnya hantu-hantu, jadi ini tantangan kami juga agar bisa mengubah sesuatu yang biasa jadi menyeramkan. Apalagi BNS kan wisata malam, jadi bisa uji nyali,” kata Afrizal.

Ia menambahkan, kru yang menangani Halloween sudah dibentuk tinggal mencari tallent untuk diberi make-up. Berbagai macam hantu bakal ditampilkan sehingga tidak monoton.

“Kami akan sebarkan hantu jadi-jadian ini ke seluruh wahana BNS, namun tetap dengan konsep fun. Jadi jangan sampai memberikan ketakutan berlebihan pada pengunjung,” imbuh Afrizal, sapaan akrabnya.

Bila ada pengunjung bernyali lebih, sambung pria lucu ini, ia menyarankan mencoba salah satu wahana BNS yang memang khusus berisi hantu, yakni Rumah Hantu. Dijamin pengunjung bisa menjerit sepuasnya.

“Halloween bukan soal hantu saja. Jadi kami akan ubah beberapa setingan di sini supaya menambah suasana horornya,” tandas Afrizal.

Kupat Tahu dan Tahu Lontong, Serupa Tapi Tak Sama

Kupat tahu Boyolali (Tika)
Kupat tahu Boyolali (Tika)

MALANGVOICE- Warga Jawa Timur, khususnya Malang, tentu tak asing dengan kuliner tahu lontong, yakni tahu goreng dan lontong yang disiram dengan saus kacang yang nikmat.

Namun bagaiman dengan kupat tahu? Makanan ini belum begitu familiar dengan warga Malang, karena merupakan makanan khas Jawa Tengah. Seperti di Solo, Boyolali, Klaten dan Jogjakarta pasti akrab dengan kuliner ini.

Secara komposisi, hampir sama dengan tahu lontong. Bumbunya perpaduan kacang, kecap, lombok dan bawang. Sementara sayurannya juga menggunakan kecambah rebus, irisan seledri dan ditambahkan kubis.

Bedanya, di kupat tahu ditambahkan mi kuning rebus dan tambahan gorengan seperti weci alias ote-otrle. Cara penyajiannya juga berbeda. Bumbunya antara kecap, bawang, lombok dan kacang tidak dicampur menjadi satu. Melainkan, kacangnya ditaburkan di atas sajian, sementara bumbunya terbuat dari sambal kecap yang diencerkan.

Soal rasa, jangan ditanya benar-benar nikmat. Paduan antara pedas dan manisnya pas ditambah lagi dengan kacang yang masih utuh. Semakin sedap jika dinikmati dengan kerupuk. Pas untuk mengganjal perut yang keroncongan.

Harga per porsinya tidak membuat kantong jebol, di kedai Kang Mihor di kawasan Jalan Satsui Tubun, Kacuk Malang, per porsi dibanderol dengan harga Rp 6 ribu. Murah bukan, cocok untuk teman santap siang. Selamat menikmati.

Mbois, Wisatawan di Sumber Sira Capai 4000-an dalam Seminggu

Sumber Sira Desa Putukrejo
Sumber Sira Desa Putukrejo

MALANGVOICE – Wisata alam Sumber Sira, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi menjadi salah satu magnet pariwisata Kabupaten Malang.

Wisatawan asing di Sumber Sira
Wisatawan asing di Sumber Sira
Terbukti, dalam satu minggu wisata alam yang menawarkan pemandangan khas pedesaan ini didatangi sekitar 4.200 wisatawan.

Pengelola Sumber Sira, Abdur Rosyid Asadullah menjelaskan, dalam sehari lokasi ini bisa didatangi antara 200 hingga 400 orang saat weekday.

Sementara jika weekend, jumlah meningkat hingga tiga kali lipat. Laki-laki yang juga menjabat sebagai Direktur BUMDes Barokah Desa Putukrejo ini menyebutkan jumlah wisatawan bisa mencapai 1.500 per hari.

Underwater di Sumber Sira
Underwater di Sumber Sira
“Bukan hanya dari Kabupaten Malang saja. Ada juga yang datang dari luar kota, Surabaya misalnya,” kata dia kepada MVoice, Minggu (27/11).

Bahkan, lanjut Rosyid, wisatawan asing juga kerap datang ke Sumber Sira. Mulai dari Skotlandia hingga Amerika Serikat.

“Hampir setiap minggu selalu ada wisatawan asing yang datang,” kata dia.

Para bule itu, lanjut Rosyid, mengetahui wisata ini melalui media sosial.

“Media sosial membantu kami untuk promosi. Kami tidak memberlakukan tiket masuk, melainkan donasi. Setiap wisatawan berdonasi Rp 3 ribu sekali masuk,” tandas dia.

Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara, Dua Ada di Indonesia

Pantai Kuta, Lombok. (WisataID)

MALANGVOICE – Di wilayah Asia Tenggara banyak sekali destinasi wisata yang sebenarnya wajib dikunjungi. Pasalnya, kawasan Asia Tenggara mencakup 11 negara, ribuan pulau, dan ratusan budaya tradisional dan keajaiban alam yang unik.

Nah, bagi kalian yang ingin berpetualangan, MVoice sudah merangkum lima lokasi menarik untuk dikunjungi.

Coron, Filipina
Pulau Palawan telah menjadi tujuan wisata teratas selama bertahun-tahun. Banyak turis berbondong-bondong ke El Nido untuk melihat langsung inspirasi di balik Alex Garland’s The Beach, yang terletak beberapa ratus kilometer utara Pulau Coron.

Teluk Thailand
Teluk Thailand termasuk salah satu destinasi yang harus dikunjungi. Di sana banyak pulau kecil dengan beragam aktivitas dan pemandangan alam menakjubkan.

Di seberang Teluk di sebelah timur adalah pulau Phu Quoc Vietnam dan 27 pulau yang hampir tidak berpenghuni yang membentang lebih dari 500 kilometer persegi, termasuk Hon Thom dan Hon Xuong.

Sumatera, Indonesia
Pulau terbesar di Indonesia ini adalah yang terbesar keenam di dunia, terletak tepat di garis khatulistiwa di negara barat yang berbatu. Menjelajahi bagian utara pulau Anda akan menemukan Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia dengan pulau yang baru lahir, Palau Samosir.

Samosir memiliki sejarah yang kaya dan eksotis yang didominasi oleh masyarakat adatnya, suku Batak, yang saat ini masih mempraktikkan dan mematuhi banyak elemen budaya asli mereka.

Kuta Lombok, Indonesia
Berbeda dengan Bali, di Kuta Lombok ini bisa dibilang masih alami. Di sana banyak pantai pasir putih dan perbukitan yang indah.

Para wisatawan yang datang juga kebanyakan memanfaatkan ombak pantai untuk berselancar. Peselancar dari semua tingkatan akan kesulitan untuk beralih dari tujuan kelas dunia ini, dengan beberapa hotspot menawarkan selancar menuju ke pasir putih yang menakjubkan atau pantai batu vulkanik.

Malaka, Malaysia
Sebagai kota yang berpusat pada makanan, rumah bagi sejumlah budaya ekspresif, Malaka telah menjadi tujuan selama berabad-abad sebagai pelabuhan yang menarik para pedagang dari India, Cina, Timur Tengah, Portugal, Belanda, dan Inggris.

Setiap budaya yang berkunjung meninggalkan jejak pengaruhnya yang terlihat hari ini melalui arsitektur yang beragam, masakan khas Malaka, dan budaya yang mengakar yang mungkin juga merupakan dunia yang jauh dari Kuala Lumpur yang berdekatan. Selain itu jangan lupa untuk sewa pocket wifi Malaysia agar tetap terkoneksi dengan internet.(Der/Aka)

Blumbang Macari Tak Disetujui Jadi Tempat Wisata

Blumbang Macari ramai dikunjungi wisatawan dari kalangan anak-anak (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Blumbang di Dusun Macari, Desa Pesanggarahan, Kecamatan Batu menjadi polemik. MI Darul Ulum tak setuju daerah tersebut jadi tempat wisata.

Ulul Azmi, Kepala MI Darul Ulum beralasan bahwa di sekitaran blumbang terdapat banyak lokasi edukasi dan pondok pesantren.

“Tidak dijadikan tempat wisata saja seperti itu. Kalau sudah berurusan dengan wisatawan itu hal yang berbeda. Apalagi di sekitar situ ada sekolah dan juga pesantren, tidak cocok jika dijadikan tempat wisata,” ujarnya.

Meski begitu, dirinya sangat bersyukur karena ada sumber air untuk masyarakat.

Apalagi, tempat itu hanya merupakan sumber mata air yang kebetulan menjadi tempat bermain anak-anak di sekitar sini. Belum lagi, di sekitar itu juga terdapat 10 sumber air yang masih belum diketahui titiknya di mana saja.

”Nantinya masih akan dikaji oleh tim PDAM Batu sumber airnya. Agar lebih bermanfaat untuk masyarakat. Jadi kurang pas lah kalau dijadikan tempat wisata,” pungkasnya.

Diketahui, Blumbangan Macari merupakan sebutan dari warga untuk lokasi itu. Bentuk dari Blumbangan Macari itu adalah seperti kolam kecil yang berisi air dan ikan. Kedalamannya bisa mencapai setinggi orang dewasa atau sekitar 2 meter. Tak hanya itu, tempat itu juga dijadikan sebagai tempat berenang, bahkan juga dijadikan tempat mandi, dan cuci baju warga sekitar.

Selain itu, di sana dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bermain air gratis. Ada fasilitas ayunan untuk bermain dan perahu karet. Serta banyak anak kecil dari berbagai daerah di Kota Batu yang menikmati tempat bermain gratis setiap harinya.

Salah satunya Andri Syaifullah (10). Pelajar asal desa Junrejo itu terkadang menghabiskan waktunya sehabis sekolah untuk berenang di kolam yang memiliki ukuran panjang 80 meter dan lebar 20 meter.

“Lumayan. Tiga kali dalam seminggunya,” ucapnya.(Der/Aka)

Komunitas