Kupang Kraton Hj Qomariyah, Wuenak Tenan!

Suasana warung kupang (anja)
Suasana warung kupang (anja)

MALANGVOICE – Kupang merupakan sejenis kerang kecil yang hidup di perairan daerah pesisir. Salah satu penghasil kupang adalah daerah Kraton, Pasuruan.

Bagi Anda yang berada di Malang dan berkeinginan menikmati santapan olahan kupang tidak perlu jauh ke Pasuruan. Cukup mengunjungi sebuah warung yang menyediakan sajian Kupang Kraton Hj Qomariah, di Jalan Cipto No 12 Kota Malang.

Rasa bumbu petisnya yang khas dan porsi kupangnya yang jumbo membuatnya jadi sajian kupang terbaik yang layak dicoba.

Kupang Kraton Hj. Qomariah Jalan Cipto ini memadukan antara kupang yang direbus sampai empuk, ditambahkan kuah kaldu, petis manis dan bawang putih. Menu ini ditambahkan lontong jumbo dan lentho (lentho=gorengan yang terbuat dari adonan singkong cacahh dan kacang loto).

Seporsi lontong kupang kraton (anja)
Seporsi lontong kupang kraton (anja)

Mengingat penyajiannya disertai dengan lontong, masyarakat di Jawa Timur menyebut sajian ini dengan sebutan kupang lontong.

Empunya warung, Gina Mukti, mengaku membeli kupang langsung dari Kraton, Pasuruan setiap hari.

Kulo tumbas ten Pasuruan, Kraton mbak. Niku kulo mbiyen omahe ten mriku. Kupan niku katah ten mriku,” timpalnya ketika MVoice mengunjungi warungnya, malam ini.

Aneka pilihan minuman (anja)
Aneka pilihan minuman (anja)

Ia juga menyodorkan sambal petis kupang. Katanya, sambal itu enak dinikmati bareng sate kupang dan tahu.

Niki mbak sampean coba, niki echo mbak di maem kaleh tahu ne,” katanya sembari menunjuk tahu.

Lentho dan sate kerang (anja)
Lentho dan sate kerang (anja)

Walah dalah, ternyata rasanya sangat nikmat, apalagi disantap saat kupang masih panas. Paling nikmat lagi, ditemani es jeruk manis.

Milad Aisyiah Batu, Foto Kemanusiaan Dipamerkan di Galeri Raos

Pengunjung menikmati hasil karya foto di Galeri Raos. (fathul)

MALANGVOICE – Galeri Raos, Jalan Jenderal Sudirman, Batu, kembali ramai. Ratusan karya fotografi bertemakan “Kemanusiaan dan Lingkungan” dipamerkan mulai Jumat malam hingga Minggu, hari ini.

Selain dipamerkan, foto cantik dan indah juga dilombakan dalam rangka Milad ke 87 Nasyiatul Aisyiah, salah satu sayap organisasi Muhammadiyah yang beranggotakan para muslimah.

Panitia acara, Aisha Amini, mengatakan karya foto dari 158 sekolah se Kota Batu, dipamerkan untuk tujuan artistik dan penghargaan. Apalagi hasil karyanya cukup memikat sehingga perlu ditunjukkan ke masyarakat umum.

“Kami ingin peserta dan pengunjung yang menikmati karya foto ini bisa lebih menghargai kemanusiaan dan lingkungan, serta peduli untuk menjaganya sebagai generasi masa depan,” jelas Aisha kepada MVoice.

Penjurian foto terbaik akan dinilai oleh tim fotografer yang ahli di bidangnya. Selain itu, akan dicari kategori foto terfavorit pilihan pengunjung. Kupon sudah disediakan di pintu masuk galeri agar pengunjung bisa menuliskan pilihan foto paling bagus.

“Ini hanyalah salah satu agenda kami dalam rangka ulang tahun. Nanti bakalan ada lomba cipta menu, nasyiah award, dan talk show yang diadakan pada hari puncak tanggal 8 November,” tambah Aisha.

Beberapa foto yang dipajang di Galeri Raos ini banyak memotret manusia yang sedang bekerja mencari nafkah, serta kondisi alam di Kota Batu yang menakjubkan. Pengunjung pun menikmati hasil karya itu.

“Lomba ini sudah kami umumkan satu bulan yang lalu ke sekolah-sekolah. Kategorinya ada dua, Child usia 10-13 tahun, dan Teen usia 13-18 tahun. Kami ingin mereka memupuk kecintaannya pada kemanusiaan dan lingkungan sesuai tema,” harap Aisha.-

Saat Hanoman dan Rahwana Bertarung di Tirta Gangga

Pertunjukan seni di Hotel Tugu Malang
Pertunjukan seni di Hotel Tugu Malang

MALANGVOICE – Setelah diutus Prabu Ramawijaya mencari pujaan hatinya, Dewi Sinta, Hanoman, kera putih putra Bathara Bayu segera mengerahkan bala tentara wanara (kera) yang dipimpin Anggada dan Anila, dua kera yang juga sakti mandraguna untuk mencari informasi keberadaan Dewi Sinta.

Singkat cerita, Anggada dan Anila berhasil melaporkan Dewi Sinta diculik Rahwana, raja Alengka bergelar dasamuka yang memiliki ajian pancasona dan mampu hidup kembali setelah mati jika jasadnya menyentuh tanah.

Tanpa rasa takut Hanoman langsung menyusun strategi untuk menyerang Alengka yang sedang merayakan keberhasilan menculik Dewi Sinta.

Pertempuran besar pun tak terelakkan. Para Wanara yang dipimpin Hanoman, Anggada dan Anila berhadapan dengan Rahwana, Indrajit dan Kumbokarno.

Berkat kesaktian Hanoman berupa kuku Pancanaka, Rahwana berhasil dikalahkan dan dikutuk menjadi gunung agar tak bisa kembali bangkit dari kematian.

Kisah itu dimainkan dengan apik oleh para penari di depan puluhan tamu Hotel Tugu Malang di ruang Sahara dalam acara Indonesia Cultural Dining Series with Classical Dance Performance.

Assistant Executive Hotel Tugu Malang, Crescentia Harividyanti, menjelaskan, pertunjukan seni tersebut merupakan gelaran reguler yang diselenggarakan Hotel Tugu Malang saat malam bulan purnama atau tanggal 15 setiap bulannya.

“Respon tamu luar biasa, dari target 20 tamu, melonjak menjadi 40 tamu sehingga gelaran yang awalnya di Tirta Gangga dipindah ke Sahara,” pungkasnya.

The Rotbucks, Tempat Bermanja Pecinta Roti Bakar

The Rotbucks
Menu yang ditawarkan The The Rotbucks

MALANGVOICE – Satu lagi tempat nongkrong yang layak dijajal para pecinta kuliner. The Rotbucks Toast and Milk. Cafe yang berada di kawasan Pulosari ini menghadirkan varian roti bakar dan susu sebagai menu utama.

Manager Operasional The Rotbucks Toast and Milk, Della menjelaskan, cafe yang berada di lantai dua itu mulai dibuka sejak 16 Februari lalu namun sifatnya masih soft opening.

The Rotbucks
The Rotbucks

“Grand openingnya baru malam ini,” kata Della saat ditemui MVoice beberapa menit lalu.

Della menuturkan, ada banyak varian rasa roti bakar yang ditawarkan, mulai dari cokelat, cappucino, kacang, strawberry, blueberry, srikaya, nanas, vanilla, pisang, green tea, keju, nutella, silverqueen, ovomaltine, smoked beef hingga sosis.

The Rotbucks
The Rotbucks

“Ada juga yang kombinasi rasa. salah satunya Rotbuck silverqueen keju oreo, banana vanilla nutella, dan green tea keju almond,” rinci dia.

Sama dengan roti bakar, varian beverage berbahan susu juga bermacam-macam, bahkan jumlahnya lebih banyak. Blueberry milk, red velvet ice blended, hot white peppermint, caramel choco milk, hazelnut hot chocolate, cappucino grass jelly dan masih banyak lagi.

Untuk minuman, bandrol harga ditawarkan mulai Rp 7000 hingga Rp 15 ribu, sedangkan untuk makanan mulai dari Rp 9000 hingga Rp 23 ribu.

“Selain snack, kita juga tetap menyediakan makanan berat, ada pilihan nasi goreng dan steak jika ingin santapan mengenyangkan,” kata perempuan yang tinggal di Kasin ini.

Tak hanya membidik tamu mahasiswa, Rotbuck juga cocok untuk keluarga. Cafe ini menyediakan 47 meja yang masing-masing terdiri dari 2 hingga 6 kursi.

“Jam operasional kita mulai pukul 15.00 WIB sampai 24.00 WIB,” pungkasnya.

Mencari Berkah di Musim Angin Kencang…

Layang-layang yang dijual Agus di Jalan Ir Sukarno. (fathul)

MALANGVOICE – Beberapa minggu ini angin bertiup cukup kencang di kawasan Kota Batu. Bila sebagian orang menganggap menakutkan, bagi Agus Sudarmanto itu justru berkah.

Pria asli Beji, Kecamatan Junrejo, ini pun memanfaatkan angin kencang dengan berjualan layang-layang. Ia sendiri yang membuat dan merangkai layang-layang dari kain palas.

“Setiap satu meter kain bisa saya buat 3 layang-layang kecil, kalau yang besar bisa satu atau dua saja,” jelas Agus kepada MVoice di lokasi jualannya, Jalan Ir Sukarno, Kota Batu.

Satu layang-layang kecil ia jual seharga Rp 30 ribu, sedangkan yang besar Rp 80 ribu. Jenisnya memang hanya ada dua, namun ia membuat motif dan karakter hingga 25 buah supaya pembeli punya pilihan.

“Biasanya saya jualan saat tiga musim, musim angin, musim lebaran, dan musim liburan. Kalau musim angin begini tidak tentu, kadang Oktober, kadang November. Pokoknya ada angin, saya jualan,” tambahnya.

Ia membuat layang-layang antara bulan Februari sampai Mei. Lalu menjualnya perlahan-lahan di tiga musim itu. “Kalau jualan kali ini sisa lebaran kemarin, mau buat lagi sekalian nunggu Februari,” ungkapnya.

Bila musim liburan, Agus bisa menjual hingga 30 layang-layang per hari. Namun musim angin bukan waktunya libur, maksimal ia mampu menjual hingga 10 buah saja.-

Sumber Maron, Pesona Wisata di Tengah Kampung

Sumber Maron (Tika)

MALANGVOICE- Bicara wisata di Kabupaten Malang memang tidak ada habisnya.

Salah satunya adalah Sumber Maron, yang berlokasi di Dusun Adi Luwih, Desa Karang Suko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Bisa dibilang, sumber ini menjadi primadona Kabupaten Malang. Pasalnya, pesonanya yang bagus, airnya jernih dan bahkan pengunjung bisa bermain river tubbing.

Menuju lokasi ini tidak susah, karena ada spanduk yang menjadi penunjuk arah. Namun, para pengunjung harus sabar sebab lokasinya masuk ke pemukiman penduduk sehingga harus berjalan sekitar 15 hingga 20 menit.

Tetapi perjalanan dengan kontur menurun ini akan terbayar karena pemandangan yang menyegarkan.

Sungai dengan arus tak begitu deras, air jernih dengan ikan berjenis koi yang berenang bersama pengunjung. Jika berjalan terus menurun, akan menemukan air terjun dengan ketinggian tidak lebih dari dua meter, sementara kiri dan kanannya sawah hijau terbentang.

Salah satu pengunjung, Saiful asal Sumber Pucung mengaku senang tamasya ke Sumber Maron.

“Murah, bayarnya cuma Rp 5 ribu dan bagus pemandangannya masih alami walaupun ramai,” bebernya.

Dia yang datang bersama keluarganya menyayangkan penunjuk arah yang kurang banyak.

“Kalau orang Malang saja tahu, tapi kalau orang luar Malang kan kasihan mereka nggak tahu. Jalannya juga lebih bagus jika diperbaiki,” tandasnya.

Travel Agent Tiga Negara Kagumi Dua Museum di Batu

Agen Travel dari Cina, India, dan Taiwan saat menerima penjelasan dari tour guide Museum Angkut (fathul)

MALANGVOICE – Museum Angkut dan Museum Tubuh, Kota Batu, menjadi magnet luar biasa bagi 19 agen travel dan tour operator dari tiga negara yang dibawa Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, malam ini.

Orang-orang dari Cina, India, dan Taiwan ini keasyikan mengagumi berbagai macam koleksi kendaraan di Museum Angkut. Tak lupa, beberapa kendaraan antik ini dijadikan sebagai objek foto sendiri maupun bersama-sama.

Managing Director Taj Travels and Holidays Kerala-India, Rashid Mundeth, kagum dengan koleksi kendaraan milik Museum Angkut karena sebagian besar keluaran tahun 1900-an namun masih ada.

Ia tidak menyangka bisa menemuinya di sini karena selama ini ia pikir kendaraan model itu hanya ada di Hollywood. “Saya sangat bahagia bisa menyentuhnya di sini, ini pengalaman yang bagus,” kata Rashid kepada MVoice.

Hal yang sama juga ia rasakan saat masuk Museum Tubuh. Ia melihat benda-benda menyerupai organ tubuh di museum ini sangat riil. Rashid menjadi tahu dan faham bagaimana susunan tubuh manusia beserta fungsinya.

“Di India tidak ada, selama ini saya membawa wisatawan kami ke Bali. Dan kini saya bisa membawa ke sini juga, bukan sekadar wisata, tapi ada nuansa sejarahnya juga,” tandas Rashid.

Hal yang sama dikatakan General Manager Relaxing Holiday International Travel Beijing-Cina, Sun Tao. Menurutnya, kendaraan yang dikoleksi museum angkut sangat luar biasa. Banyak kendaraan yang sudah tidak diproduksi tapi bisa ditemui di sana.

“Interesting, sangat menarik. Baik Museum Tubuh maupun Museum Angkut bagus. Kita bisa ambil foto banyak dengan kendaraan-kendaraan antik yang tidak bisa kita temui di negara kami,” tutur pria asal Cina ini.

Ia memberi saran, bila ingin menggaet wisatawan dari daratan Cina, kedua museum ini harus memiliki penerjemah mumpuni dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Cina. Karena tanpa penjelasan memadai, wisatawan tidak akan mengerti sebenarnya.

Sementara itu, General Manager Taiwan Learning Trip LTD, Tammy Chien, menyebutkan kedua museum ini sangat bagus untuk media pembelajaran. Anak-anak dan siswa sekolah sangat cocok di ajak ke sana.

“Wahananya sangat bagus, di Museum Tubuh tadi kita bisa mengetahui simulasi kerja organ tubuh sehingga sangat nyata. Sementara di Museum Angkut, kendaraannya juga sangat menarik. Sayangnya waktu kami terbatas,” kata Tammy.

Karena koleksi Museum Angkut banyak yang antik, ia nanti akan mengajak wisatawan muda dari Taiwan ke sini sesuai dengan hobinya. Tidak akan rugi melewatkan wisata di kedua museum di ini.

Kenyang Bos! Makan Ayam Panggang Uempuk di Chicken Run

Menu chicken run. (IG malang kuliner)
Menu chicken run. (IG malang kuliner)

MALANGVOICE – Wahai kalian para pecinta kuliner ayam-ayaman, belum afdol jika belum icip-icip menu ayam panggang di Chicken Run. Yap, brand yang terkenal menyajikan menu ayam ini digawangi pembalap ganteng Rifat Sungkar. Sebelumnya, brand ini sudah buka di Jakarta dan Bandung.

Konsep mereka menyajikan menu ayam panggang empuk dengan aneka saus pilihan. Pengunjung Chicken Run bisa bebas melihat mas-mas yang memotong daging ayam sembari mengoleskan saus kecap ke ayam yang dipanggang slow roasted (panggang perlahan) yang dipajang di dinding-dinding kaca.

Karena metode panggang itu, daging yang dihasilkan matang merata dengan daging yang lebih lembut dan kulitnya yang tipis dan gurih. Makan seperemat porsi atau full satu ekor ayam pasti nagih karena rasanya tidak membuat eneg.

Selain ayam, Chicken Run juga menyajikan menu sandwhich. Dan harganya, dijamin ramah di kantong kok. Satu ekor ayam seperampat porsi dibanderol Rp 25 ribu. Lalu untuk full porsi Rp 75 ribu.

Langsung saja meluncur ke Jalan Retawu No.4, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65115, Indonesia. Chicken Run buka jam 10.00-22.00 WIB.(Der/Ak)

Pisang Ijo, Es Khas Sulawesi Paling Digemari

Es Pisang Ijo dan Coto (anja)

MALANGVOICE – Es Pisang ijo merupakan makanan khas Sulawesi yang menjadi pilihan tepat untuk meredakan dahaga, sekaligus pengganjal perut. Kuliner berbahan utama pisang berlapis kulit warna hijau itu cukup diminati di Malang.

Adalah Coto Makassar Widodaren yang ada di Jalan Widodaren No 9 Kota Malang, yang menjual menu es pisang ijo yang laris manis.

“Pisang ijo memang jadi salah satu yang banyak dipesan, rata-rata sehari bisa melayani 50 porsi es pisang ijo. Seporsi harganya Rp 8000,” kata Andi Nina, anak dari pemilik Coto Makassar Widodaren.

Bicara soal rasa, es pisang ijo disini memiliki rasa berbeda dengan es pisang ijo yang dijual di pinggir-pinggir jalan.

“Rasa es pisang ijo disini istimewa dengan resep yang tentunya tidak bisa dibagikan ke umum, bisa dibandingkan rasanya,” tambahnya.

Warung yang buka sejak pukul 09.00 WIB tersebut ramai pembeli terutama saat jam istirahat makan siang. Bukan hanya es pisang ijo, menu coto Makassar warung ini juga menjadi menu andalan.

Bermain dengan Rusa di “Istana Negara”

Rusa kecil yang dilepas di wana wisata Legend Star, Jawa Timur Park 3, Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Layaknya berkunjung ke kediaman presiden Republik Indonesia (RI) di Bogor, kawasan wisata replika “Istana Negara” di Kota Batu ini juga menghadirkan rusa.

Wana wisata itu tepatnya berada di The Legend Star Jawa Timur Park 3. Wisatawan yang berkunjung bisa juga bermain dan memberi makan secara langsung rusa kecil.

Dari pantauan MVoice, keseruan dan keasyikan tampak dari wisatawan yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Dengan manjanya, rusa yang masih kecil itu dielus-elus dan diberikan makanan.

Sebanyak 14 rusa, pengelola Jatim Park 3 sengaja langsung menghadirkannya di kawasan replika Istana Negara yang dibuat sama persis dengan di Bogor. Jika sebelumnya rusa ini berada di dalam area khusus, kali ini dilepas bebas.

Terlihat, salah satu Rusa kecil sedang bergerilya menyambut pengunjung. Ia tengah berlarian di area luar pagar menyambut wisatawan yang membawa makanan untuknya.

“Tadinya agak takut, soalnya rusanya kan lari-larian. Tapi semakin lari dia terus datang, ternyata emang mau ngambil makanan yang aku bawa ini,” ungkap salah satu pengunjung asal Surabaya, Monica Anggun Pratiwi

Operational Manager The Legend Star JTP 3, Tossy Kusdianto mengatakan jika Rusa di area Istana negara memang kerap kali keluar sendiri. Karena masih kecil dan bisa melewati sela-sela pagar untuk bermain bersama pengunjung.

“Ya memang kalau yang kecil itu selalu keluar pagar, dan suka berlari-larian menyambut pengunjung wahana ini,” ujarnya.

Tossy menambahkan, jelang liburan sekolah dan lebaran rencananya semua rusa yang dimiliki The Legend Star akan dibuka buat pengunjung.

“Tapi memang rencananya sebanyak 14 Rusa yang kita miliki saat ini akan kita lepas. Sehingga nanti harapannya pengunjung mau menyatu dengan mereka, nggak takut lagi. Dan sebagai edukasi juga untuk mengenalkan rusa itu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Komunitas