Mbois Pol, Dinding Rumah di Celaket Dipenuhi Ornamen Batik!

Pengunjung berfoto di Kampung Celaket (Anja)
Pengunjung berfoto di Kampung Celaket (Anja)

MALANGVOICE – Celaket Kampung Ornamen merupakan konsep kampung wisata yang mengangkat kesenian batik Indonesia. Masuk ke Kampung Celaket, Anda akan disambut dinding-dinding rumah warga yang dihiasi ornamen batik. Kampung Ornamen ini berlokasi di Gang Celaket 1 RW 2 Kelurahan Samaan, Malang (Masuk Gang SMAK Corjesu terus Ke Barat).

Ketua RT 2 sekaligus Bendahara Pengurus Kampung Celaket, Muhammad Taufan Dasyat mengatakan, warga Celaket menginisiasi ide kampung wisata ini sebagai salah satu cara meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

“Supaya nanti menjadi tempat wisata, dan warga disini bisa sejahtera melalui usaha oleh-oleh dan banyak lagi kesempatan lainnya,” katanya.

Selain itu, tema batik dipilih untuk melestarikan kesenian Batik Indonesia. Semua motif batik dilukis oleh masyarakat sendiri di dinding-dinding rumah mereka.

“Kembali ke kebudayaan Indonesia. Kami memilih batik. Semua motif batik ada disini, ” katanya.

Kedepan, Kampung Ornamen yang sudah dikukuhkan kelurahan sejak 23 November 2016 ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan di Kota Malang.

Sego Jagung Bu Misna, Jan Uenak Tenan…

Nasi jagung (anja)

MALANGVOICE – Anda tengah jalan-jalan pagi di Malang Car Free Day? Sempatkan mampir dan mencicipi nasi jagung ‘Bu Misna’ yang ada di Jalan Pahlawan Trip.

Misna, si empunya usaha, mengaku sudah berjualan nasi jagung sejak 3 tahun lalu. Selain hari Minggu, ia selalu berjualan di sekitar Jalan Kawi.

“Ayo monggo mbak, ke Kawi saja kapan-kapan, saya juga jualan di sana,” kata Misna ramah, kepada MVoice, sembari sibuk melayani pembeli.

Aneka lauk pauk (anja)
Aneka lauk pauk (anja)
Sego jagung Bu Misna terkenal enak dan banyak pilihan lauk, mulai ikan asin, sate daging, ayam pedas, lento, sampai sate paru dan sebagainya.

Soal harga tentu murah muriah, satu porsi sego jagung lengkap dengan lauk lento, ikan asin, dan tahu, dibanderol Rp 7 ribu saja. Jika ingin tambah lauk, tentu itung-itungan lagi.

Salah satu pelanggan, Subandi, warga Ijen, mengaku sering sarapan di sego jagung Bu Misna, karena rasanya enak dan murah.

“Tiap minggu kesini sama istri saya. Kapan lagi bisa makan nasi jagung. Ini makanan favorit saya sejak kecil. Bosan makanan restoran-restoran itu,” kata dia.

Misna sibuk melayani pembeli (anja)
Misna sibuk melayani pembeli (anja)
Selain nasi jagung, Misna juga menyediakan pecel, dan lontong mie. Menu pas untuk sarapan.

Ini Dia Orem-orem, Kuliner Asli Malang!

MALANGVOICE – Malang terkenal dengan produksi tempe. Selain dijadikan oleh-oleh, tempe juga bisa diolah menjadi makanan, salah satu yang spektakuler adalah Orem-orem.

Orem-orem merupakan makanan berkuah santan yang dikombinasikan dengan ketupat/lontong, tauge, dan irisan tempe goreng.

Saat ini, Orem-orem yang paling dikenal adalah orem-orem Pak Tik Manan di daerah Comboran, tepatnya Jalan Irian Jaya, Malang. Dengan harga Rp 7.000 per porsi, pembeli sudah bisa kenyang menyantap Orem-orem.

Awalnya Pak Tik, demikian ia akrab disapa, merupakan warga asli Pakisaji yang berjualan Angsle. Saat berjualan, Pak Tik mengamati penjual Orem-orem yang kuahnya dingin. Dari situ ia ingin berjualan Orem-orem yang kuahnya selalu hangat. Saking lezatnya, Orem-orem Pak Tik selalu cepat ludes.

Semakin pesat, Pak Tik memilih berjualan di sebuah warung di kawasan Kota Lama. Tapi mulai 1999 sampai saat ini pindah ke daerah Comboran. Warung Pak Tik selalu penuh dengan pembeli.

Jika mampir ke pasar loak di Comboran, jangan lupa mampir ke warung Pak Tik yang buka mulai pukul 06.00-21.00 WIB . Dijamin wareg dan kemringet!

Numani Senang, Lezatnya Nugget Berbahan Utama Rumput Laut Cocok untuk Diet

Nugget Rumput Laut yang sudah matang dan siap disantap (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) baru saja menciptakan makanan olahan nugget Numani Senang berbahan utama rumput laut. Mereka adalah Tristanti Rakhmaningrum, Anggia Kususma, Respati Satriyanis, Umdatul Muftin, dan Vany Zuhriya Zain oleh bimbingan Dr Murni Sapta Sari MSi.

Tristanti mengatakan, bahan rumput laut yang mereka ambil berasal dari Kabupaten Pacitan, tepatnya di Kecamatan Ngadirojo yang memiliki potensi sumber daya alam prospektif khususnya bidang perikanan di kawasan pantai. Bukan hanya ikan, ternyata daerah tersebut punya komoditas rumput laut yang besar.

Kemasan Nugget Rumput laut (Anja Arowana)

“Produksi rumput laut bisa sampai 13 ribu kilogram lebih tahun 2010 lalu. Jenis rumput laut yang banyak di daerah Ngadirojo adalah Eucheuma cottonii. Sayangnya rumput laut disana dijual dalam bentuk bahan mentah. Jadi untuk peningkatkan nilai produk harus ada inovasi baru,” kata dia kepada Mvoice.

Kemudian, Tristanti dan timnya membuat nugget rumput laut dengan cara mengganti bahan utama daging sebagai nugget dengan rumput laut yang dihaluskan. Metode pengolahannya pun hampir sama dengan metode membuat nugget pada umumnya.

Rumput laut jenis ini, lanjutnya, selain mengandung karagenan yang tinggi, apabila dalam bentuk tepung dapat mengandung serat pangan total mencapai 91,3% berat kering dan iodium sebesar 19,4 µg/g berat kering

“Cocok buat diet lho, karena lemaknya rendah, ” tukasnya.

Hasil inovasi mereka pun berhasil didanai penuh oleh DIKTI dalam program PKM Nasional 2017. Mereka berharap mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk hasil olahan rumput laut yang dapat menjadi produk unggulan khas daerah Pacitan, membantu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Ngadirojo.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Ada Kisah Natal di Menu Italia Hotel Tugu

Duo of tomato and green pea christmas soup dan pollo al limone, menjadi menu yang disajikan Hotel Tugu untuk menyambut Natal

MALANGVOICE – Ingin merasakan perayaan Natal istimewa dengan sajian ala Eropa? Hotel Tugu jawabnya, hotel bintang lima ini menyajikan menu spesial Natal bertajuk The Christmas Story of Italian Dining. Menu tersebut akan dihadirkan mulai 20 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016 mendatang.

Menu Itali yang dihadirkan Hotel Tugu di Resto Melati lengkap mulai dari appetizer hingga dessert. Beberapa menu pilihan antara lain Tapas yang mungil seperti quiche lorraine classic party dengan smoked beef, mozzarella dan creme fraiche, diikuti dengan antipasto (appetizer) seperti gambas all’aglii yang gurih dan pedas atau vitello tonnato yang creamy.

Ada pula variasi salad dan sup seperti christmas asparagus salad with aioli. Di jajaran main course (the portata principale) ada pollo al limone yang memakai ayam sebagai bahan utama, lalu ada beef tenderloin medaglioni di filetto bianco e nero dan ditutup dengan pilihan dessert seperti frutti X’mas ice cream, medley 5 in a tuille, dan christmas tiramisu.

“Menu ditawarkan ala carte, jadi tamu bisa memilih sesuai selera dengan harga mulai Rp 58 ribu,” jelas Executive Assistant Hotel Tugu Malang, Crescentia Harividyanti.

Selain menghadirkan menu-menu spesial Italia, Hotel Tugu juga akan menghadirkan entertainment para santa yang melantunkan lagu-lagu Natal dengan alat musik piano, biola dan saxofone.

“Tamu saat Natal didominasi oleh lokal, baik dari warga Malang sendiri atau tamu luar kota yang metprayakan Natal di Malang. Karena itulah, kita mencoba membawa Natal ala Eropa untuk diperkenalkan ke tamu lokal,” imbuh dia.

Mau Bercengkrama Asik? Yuk Wisata ke Goa Pandawa Kota Batu

Taman Puncak Goa Pandawa di Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Destinasi wisata di Kota Batu kini semakin beragam dengan adanya desa wisata Taman Goa Pandawa. Di sana pengunjung bisa menjelajahinya sembari menikmati alam perbukitan berhawa sejuk.

Taman Puncak Goa Pandawa merupakan objek wisata baru di kawasan Gunung Banyak, Kota Batu. Tak mau kalah dengan tetangganya yakni Taman Langit objek wisata di kaki gunung ini menawarkan sensasi bercengkrama dengan patung raksasa.

Patung ini menjadi objek utama di Taman Puncak Goa Pandawa. Patung berukuran sangat besar menyerupai raksasa tersebut menjadi spot berswafoto di tempat tersebut. Meski baru, patung tersebut sudah hits menghiasi timeline media sosial berkat pengunjung yang mengunggahnya.

Aldy (27) pengunjung asal Lamongan mengaku penasaran dengan Wana Wisata Goa Pandawa. Awalnya, ia mengira jika itu merupakan spot di Taman Langit. Namun ternyata, patung raksasa tersebut merupakan spot di Taman Puncak Goa Pandawa.

“Penasaran, karena saya melihat di Instagram bagus sekali. Jadi, menyempatkan main ke sini. Awalnya saya mengira jika ini spot foto di Taman Langit,” ujar mahasiswa semester 4 itu.

Terbuat dari kayu, patung raksasa tersebut tingginya sekitar 15 meter. Bentuknya menyerupai sosok raksasa sedang duduk santai. Bagian tangannya dibentuk menyerupai tangan orang yang sedang terbuka. Di sana pengunjung bisa berfoto di atas tangan patung raksasa tersebut seakan-akan sedang berada di atas telapak tangan raksasa.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono terus berupaya meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan dengan terobosan baru yang bakal dilakukan yakni menyediakan mobil wisata. Mobil wisata ini rencananya akan disuguhkan kepada wisatawan luar daerah maupun warga Kota Batu.

“Kami berupaya untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Kota Batu untuk wisatawan. Dan kami ingin mempermudah adanya mobil wisata,” ungkapnya.

Dikatakannya nanti mobil wisata bakal mengantarkan wisatawan ke desa-desa wisata. Seperti ke Goa Pinus dan Goa Pandawa di Desa Gunungsari. Selain itu ke Kampung Ekologi di Kelurahan Temas, Coban Rais dan Batu Flower Garden di Desa Oro-Oro Ombo, maupun beragam desa wisata lain di Kota Batu.

“Ya nanti mereka akan mengantar ke destinasi desa wisata itu. Tapi tidak dalam waktu dekat ini untuk merealisasikan program ini,” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Saatnya Nyicipi Es KTT Dipadu Kacang Merah…

Es KTT dan variannya

MALANGVOICE – Es KTT (Es Kacang Top Ternate) mulai digagas pada 1975 di Kota Ternate, oleh Ibu Lance T, yang konon membuat resep secara otodidak, karena memang senang memasak dan meracik makanan. Pada 1992, sang anak, mendirikannya di Kota Malang.

Suasana Warung es KTT
Suasana Warung es KTT

Segarnya Es KTT dipadu dengan kacang merah yang khas merupakan daya tarik tersendiri, karena selain es juga menawarkan beraneka menu pelengkap, mulai nasi goreng, bakso, pangsit hingga roti bakar yang nikmat nan lezat. Dan yang pasti, dengan harga terjangkau.

Ada varian es kacang merah original dengan tambahan toping rempah-rempah, es kacang merah dengan buah-buahan, es kacang merah dengan varian fla sari kelapa dan masih banyak lagi.

Warung es ini tak pernah sepi pengunjung. Koko Suwardi misalnya, selalu mampir untuk membeli bakso dan es kacang merah nyiur melambai favoritnya.

“Saya sukanya yang kacang merah nyiur melambai. Menurut saya ini yang paling enak. Apalagi cuaca lagi panas mbak, jadi kalo nge-es kan jadi seger,” tutur pria yang mengaku kos di kawasan Sigura-gura itu.

Sekadar catatan, warung es ini berlokasi di Jalan Bendungan Sutami No 33, dan buka setiap hari Senin-Sabtu pukul 11.00-19.00.

Tunggu Penataan Halaman, Museum Mpu Purwa Operasional April

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, mengecek kesiapan Museum Mpu Purwa. (Muhammad Choirul)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, mengecek kesiapan Museum Mpu Purwa. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Bangunan utama Museum Mpu Purwa di Jalan Soekarno – Hatta, Kota Malang, sudah rampung dikerjakan. Kendati begitu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) baru akan membuka tempat ini untuk umum pada April 2017 mendatang.

Alasannya, penataan taman dan halaman belum 100 persen selesai. Kepala Disbudpar, Ida Ayu Made Wahyuni, masih mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk penyelesaian itu. “Semua anggaran menggunakan APBN,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dana APBN yang didapat sebesar Rp 5 miliar. Hanya saja, Disbudpar hanya mampu menyerap Rp 4,7 miliar untuk revitalisasi Museum Mpu Purwa lantaran sejumlah aspek pembangunan urung terlaksana.

Sementara itu, display koleksi sekitar 100 arca dan prasasti sudah dilakukan secara modern, dilengkapi informasi sekilas dan barkode. Selain itu, terdapat pula ruangan khusus di lantai dua yang berisi diorama kisah-kisah masa lalu terkait sejarah beberapa kerajaan.

VIDEO: Inovasi Kreatif Olahan Keripik Pisang, Mulai Rasa Manis hingga Pedas

MALANGVOICE – Berawal dari usaha rumahan, keripik pisang Bianana mulai dikenal masyarakat umum.

Bianana mempunyai 7 varian rasa, seperti coklat, oreo, keju, balado, madu, rumput laut manis, dan uniknya lagi Bianana mengeluarkan varian baru sambal matah yang rasanya sangat pedas.

Di belakang kemasannya juga terdapat kolom kosong untuk mengungkapkan perasaan atau pesan melalui tulisan.(Der/Aka)

Jam Operasional Terputus PPKM, BNS Hargai Kebijakan Pemerintah

BNS Sebelun PPKM (Aan)

MALANGVOICE – Akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), destinasi wisata Kota Batu banyak terdampak. Terlebih lagi, tempat wisata yang memiliki jam operasional mulai sore hingga malam.

Batu Night Spectacular (BNS) contohnya, memiliki jam buka normal dari pukul 15.00 sampai 23.00 WIB. Mereka harus rela menguranginya hanya sampai pukul 21.00 WIB.

“Mau tidak mau harus kami ikuti. Jadi per tanggal 11 sampai 25 Januari, kami hanya buka selama 6 jam,” jelas Operation Manager BNS, Harry Cahyono kemarin (10/1). BNS merupakan salah satu destinasi wisata yang paling terpengaruh sejak adanya pandemi.

Mereka yang pada awalnya buka setiap hari, sempat mengurangi menjadi hanya tiga hari saja. Dihari Jumat, Sabtu dan Minggu. Sempat melakukan ujicoba untuk membuka wisata yang khas akan gemerlap lampu undah malam hari ini pada bulan Desember lalu, namun dirasa tetap tidak bisa maksimal.

“Pengunjung tetap minim karena berbagai faktor, seperti hujan dan masih adanya pandemi. Maka dari itu, lewat keputusan bersama kami kembalikan hanya tiga hari saja dalam seminggu,” ujarnya. Terlebih lagi adanya PPKM dirasa lebih memberatkan lagi, karena memangkas jam operasional BNS.

Upaya meminta keringanan untuk tetap memperbolehkan beropasi sepanjang jam operasional normal sudah dilakukannya kepada beberapa dinas terkait. Namun, Harry juga sadar akan kecemburuan yang muncul pada wisata lain jika hal tersebut dikabulkan.

“Tidak ada seperti itu saja pengunjung disini tidak pernah mencapai angka 50 persen, apalagi ada peraturan tersebut. Pasti dampak ke wisatawan sangat terasa,” ungkapnya. Musim hujan juga membuat pelancong ogah untuk berekreasi. Apalagi wahana BNS yang mayoritas adalah outdoor.

Belum kembali aktifnya persekolahan juga membuat pihak pengelola tak mau memasang ambisi tinggi. Pengunjung yang hadir kebanyakan hanya dalam skala keluarga, tanpa ada rombongan besar.

“Semoga dengan adanya ini wisatawan bisa normal kembali dan meningkat, toh cuma dua minggu saja. Kami ikuti kebijakan yang ada,” imbuhnya.

Pengumuman tetap bukanya BNS tetapi dengan peraturan yang berbeda akan segera disebarkan ke para calon pelancong luar daerah lewat media sosial. Harga tiket yang dipatok juga kembali seperti awal karena masih sepinya pengunjung.(der)