Asyiknya Kuliner Eksklusif dalam Balutan Sederhana

Venue Tong-tong Night Market tengah dipersiapkan.

MALANGVOICE – Makanan ala hotel bintang lima disajikan dengan nuansa berbeda oleh The Shalimar Boutique Hotel dalam Tong-tong Night Market.

Corporate General Affair Manager, Agoes Basoeki menjelaskan, Tong-tong merupakan night market yang khusus menyajikan makanan tradisional Indonesia. “Kami menyajikan 40 menu yang bisa dinikmati,” jelasnya, didampingi General Manager, Sanjoyo Tjokro.

Venue Tong-tong Night Market tengah dipersiapkan.2

Dia menjelaskan, menu yang disajikan antara lain gado-gado, lontong sayur, lontong kikil hingga jamu, jajanan pasar dan rujak manis.

Namun menurutnya, menu yang bisa dikatakan cukup jarang dijumpai adalah pecel tumpang. Yakni pecel dengan siraman bumbu sambal tumpang yang terbuat dari olahan tempe.

“Bumbunya bukan bumbu kacang tapi sambal tumpang. Jadi rasanya lebih lembut,” jelasnya.

Sanjoyo juga menjelaskan, dalam even Tong-tong ini pengunjung dapat menikmati semua sajian yang dihidangkan. “All u can eat. Untuk dewasa Rp 135 ribu dan anak-anak Rp 100 ribu,” jslasnya.

Even kuliner ini digelar di kawasan Taman Cerme. Mulai tanggal 5 hingga 7 Mei, dari pukul 17.00 hingga 22.30.

BNN Kota Malang

Wah… Tsunami di Hawai Waterpark Paling Diminati

MALANGVOICE – Sejak dibuka pada Juli 2015 lalu, Hawai Waterpark menarik banyak pengunjung. Dari 10 wahana yang ditawarkan, Waikiki Beach atau yang lebih dikenal dengan tsunami menjadi wahana favorit pengunjung.

Muhammad Nuh misalnya, wisatawan asal Sidoarjo yang tadi siang datang berkunjung ke Hawai Waterpark mengatakan ia mendapatkan informasi tempat wisata baru tersebut dari salah satu koleganya.

“Spektakuler, apalagi tsunaminya. Nggak sia-sia datang jauh,” kata Nuh yang saat itu bersama putranya.

Tsunami merupakan wahana air berupa kolam berukuran besar. Dalam periode tertentu, kolam tersebut akan menciptakan gelombang air besar seperti tsunami. Adapun ketinggian airnya mencapai 3 meter. Wahana ini hanya ada tiga di Indonesia, salah satunya di Bali.

Direktur Hawai Waterpark, Bambang Judo Utomo menjelaskan, Waikiki Beach mengeluarkan gelombang air sebanyak lima kali dengan jeda waktu antara 15-20 menit. Sebagai wahana yang paling diminati manajemen Hawai Waterpark menempatkan banyak lifeguard di wahana ini.

“Ada 15 lifeguard khusus untuk Waikiki Beach dari total 35 lifeguard yang kita siagakan selama liburan,” tutur dia.

BNN Kota Malang

6 Hal Ini yang Bisa Dilakukan di Alun-Alun Kota

MALANGVOICE – Liburan akhir tahun, alun-alun kota ramai pengunjung. Dari mulai anak-anak sampai kakek nenek, semua menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi sambil bercengkrama dan bersantai bersama keluarga.

Berikut 6 hal yang biasa dilakukan pengunjung di Alun-alun kota Malang menurut pantauan MVoice.

1. Duduk-duduk Santai
Biasanya pengunjung memilih duduk di rerumputan di bawah pepohonan rindang. Sambil duduk, biasanya mereka ngobrol dan makan camilan kacang melepas penat sekalian curhat.

2. Bermain Bersama Anak
Tak jarang pengunjung mengajak anak mereka. Si kecil pun berlarian kesana-kemari mengejar burung merpati, meniup gelembung atau bermain pesawat-pesawatan. Di Alun-alun juga disediakan tempat bermain lengkap dengan perosotan dan skuter-skuteran.

CAM01155~01

3. Kumpul Komunitas
Tempat yang luas dan rindang menjadi pilihan yang pas bagi komunitas untuk berkumpul. Misalnya: komunitas fotografi, komunitas pecinta kucing, atau komunitas diskusi.

CAM01157~01

4. Narsis
Alun-alun adalah tempat yang menarik untuk berfoto ria. Biasanya, pengunjung memilih narsis di depan tulisan ‘Alun-alun Malang’ atau di lokasi sekitar air mancur.

5. Baca Buku

Pengunjung bisa membaca buku, majalah, koran, yang disediakan alun-alun di spot baca buku. Tapi, membawa buku sendiri dari rumah sepertinya lebih menarik.

6. Piknik
Beberapa pengunjung membawa makanan dari rumah untuk dimakan bersama keluarga di lokasi Alun-alun dibawah pohon rindang. Salah satu nya adalah Rosyidin, warga Tegalgondo yang datang bersama kedua anak, istri dan kakek.

“Ini ibuk nya (istri) bawa pecel dari rumah. Jadi kita kesini sekalian sarapan. Seneng mbak ajak anak-anak kesini. Mumpung saya sama ibuknya juga lagi libur,” kata Rosyidin.

Nah, itu dia beberapa aktivitas yang biasa pengunjung lakukan di Alun-alun kota. Tentu saja, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan ketertiban di Alun-alun. Selamat berlibur!

BNN Kota Malang

Sore Seru di Lapangan Jagung

Rider saat berlatih di Lapangan Jagung
Rider saat berlatih di Lapangan Jagung (fia)

MALANGVOICE – Menikmati suasana sore hari yang berbeda bisa didapat di Lapangan Jagung, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang. Pasalnya, hampir setiap sore, warga mendapatkan suguhan atraksi road race dari para rider yang memang rutin berlatih di tempat itu.

Seperti saat ini, sekitar empat rider menjajal lapangan yang memang disetting sebagai track road race tersebut. Keempatnya memacu kendaraan sembari sesekali beratraksi di udara saat melompat. Sementara, pelatih mengamati para rider dari lokasi yang aman.

Di sisi lapangan, sejumlah penonton terlihat bergerombol, sebagian besar memilih duduk di atas motor masing-masing. Memang, lokasi Lapangan Jagung cukup strategis karena berada di dekat jalan raya sehingga warga lebih gampang saat ingin menonton atraksi rider.

Seperti Ahmad Rifai, warga Tajinan ini cukup sering ke Lapangan Jagung untuk menikmati aksi rider. Kadang ia datang bersama keluarga. Namun hari ini dia sengaja datang sendiri karena cuaca mendung.

“Ini tadi sekadar melintas. Biasanya anak saya yang suka. Karena hendak hujan, jadi sementara sama ibunya nggak boleh keluar rumah,” kata Ahmad.

BNN Kota Malang

Bakso Gopal, Langganan Karyawan Pemkot Batu…

Adi Setiawan, penjual bakso Gopal di Pemkot Batu. (fathul)

MALANGVOICE – Setiap kali ada kegiatan di Pemkot Batu, hampir selalu tersedia hidangan bakso. Tentunya undangan yang hadir bertanya, buatan siapakah bakso itu?

Adalah Adi Setiawan, si penjual bakso yang menjadi langganan Pemkot. Pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Batu memang sudah tak asing dengan bakso Gopal milik Adi Setiawan. Sehari-hari, ia memang mangkal di depan kantor Humas, melayani pembeli.

Tak salah jika ia sering dipercaya melayani tamu Pemkot. ”Sudah sering diborong, yang saya ingat ya empat kali. Karena mereka sudah kenal saya, jadinya tidak jauh-jauh beli, langsung borong saja,” tukas Adi bangga.

Selain di Pemkot, Adi mengaku berjualan keliling kantor, seperti Kantor Dindik, Badan Penanaman Modal, atau sekolah-sekolah di Kota Batu.

“Kalau lagi diborong ya senang, jam 1 siang sudah bisa pulang, karena sudah habis. Bisa istirahat agak lama. Biasanya kan habis pas magrib, keliling lagi,” sambung lelaki asli Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini.

Soal nama “Bakso Gopal”, Adi menjawab, Gopal merupakan akronim dari “Golek Pangan Lancar”. Itu adalah doa dari dirinya agar usahanya laris dan pulang membawa hasil.-

BNN Kota Malang

Bermula dari Hobi, Kini Jadi Ladang Rezeki

Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono saat berada di Coban Talun (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono memiliki mobil Jeep yang awalnya hanya sekedar hobi. Kini, setelah adanya wisata Jeep, masyarakat Tulungrejo, Kota Batu menjadikannya ladang rejeki bagi masyarakat.

Dari pantauan MVoice, sebanyak 9 mobil Jeep tipe 4X4 berdehem dengan kerasnya saat dipanasi. Tak berselang lama, terdengar imbauan dari balik spiker yang memecah canda tawa wisatawan di rest area Sidomulyo, Kota Batu. Hal tersebut tanda agar penumpang bersiap menaiki mobil yang berkapasitas maksimal 4 hingga 5 orang itu.

Para wisatawan yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB pun sorak sorai keceriaan. Tak sabar, mereka ingin segera menaiki dan menjelajahi alam Kota Batu. Setelah satu persatu naik dan dirasa lengkap. Para sopir yang sejak tadi memanasi mobilnya langsung berkode dengan jari jempolnya.

Operator Wisata Jeep Batu Agro Rakyat (AR) Adventure Sudarmono memaparkan jika pemandangan tersebut, setiap minggunya seakan tak pernah absen. Bahkan, dua hingga tiga kali dalam seminggu selalu menghiasi rest area yang berada di depan pasar Sidomulyo itu.

“Jadi, Wisata Jeep ini wisata jelajah yang berbasis pertanian. Yang mana mereka kita ajak mengitari perkebunan apel terbesar se-Asia. Tepatnya di Gades,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Dia juga menceritakan, perbedaan wisata Jeep tersebut dengan lainnya. Selama empat jam, para wisatawan akan diajak menjelajahi beberapa tempat di Tulungrejo, Kota Batu. Mulai dari perkebunan dan berlanjut ke Pura Luhur Giri Arjuna. Setelah itu, mereka akan menjajal jalur offroad di hutan pinus dan sungai di Coban Talun.

Saat melewati perkebunan, wisatawan akan disuguhi aneka macam edukasi pertanian. Kemudian para sopir akan memberikan pengetahuan ke wisatawan terkait tanaman di perkebunan tersebut. Mulai dari kebun sayur hingga buah-buahan. Selanjutnya, saat melewati jalur offroad para wisatawan akan dipacu adrenalinnya dengan melewati jalur-jalur berlumpur. Tak sedikit dari mobil yang mereka tumpangi ada yang mogok. Bahkan, ada yang sampai harus di ganti. Malah, saat awal mula merintis pada tahun 2014 lalu Jeepnya mogok 20 kali. Waktu itu dirinya mengantar wisatawan dari Malaysia.

Momon sapaan akrabnya juga menjelaskan selain memfokuskan pada edukasi. Wisata Jeep itu juga memberdayakan masyarakat. Karena, Jeep yang digunakan miliknya masyarakat sekitar. Sehingga, wisata Jeep tersebut diberi nama Agro Rakyat (AR) Adventure.

Diketahui, anggota yang ikut dalam AR Adventure tersebut pekerjaan utamanya petani. Sehingga, Jeep itu hanya sekedar hobi bagi anggotanya. Disisi lain, adanya wisata Jeep itu juga dengan tujuan mengenalkan wisata alam di Kota Batu. Karena, selama ini yang masih banyak di kenal oleh kebanyakan masyarakat wisata itu saja.

Saat ini, wisata Jeepnya itu sudah memiliki 100 personel. Sebanyak 50 personel dari masyarakat sendiri dan 50 personel dari komunitas. Meski begitu, dirinya tetap mendahulukan miliknya masyarakat. Karena, beberapa kali dirinya juga sering kewalahan karena banyaknya tamu. Bahkan, dirinya pernah dalam satu hari mengerahkan 140 unit kendaraan.

Selama enam tahun, berbagai wisatawan belahan dunia pun sudah menjajal wisata Jeepnya itu. Salah satunya dari Malaysia, Singapura, Prancis hingga Belanda. “Awal mula berdiri, kami langsung dapat tamu dari Malaysia itu,” pungkas pria Asli Dusun Junggo, Tulungrejo, Kota Batu itu.((Der/Aka)

BNN Kota Malang

Mencicipi Sajian Ketan ‘Legenda’ yang Tak Lekang Waktu di Kota Batu

Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memang punya segudang pesona. Saat berkunjung ke kota ini, ada banyak tempat wisata menarik yang bisa kamu eksplor. Mulai dari wisata alam, wisata buatan hingga wisata pertanian.

Tak hanya itu saja, tempat wisata kuliner dengan cita rasa lezat yang melegenda pun juga bisa kamu coba saat berkunjung ke kota yang mendapat julukan de Kleine Swizterland.

Bicara soal kuliner legenda di Batu, tentu tak lepas dari hidangan yang satu ini. Nah, Pos Ketan yang melegenda ini berada di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Berdiri sejak tahun 1967, Pos Ketan Legenda kini memiliki puluhan varian toping. Mulai dari rasa original yang terdiri dari parutan kelapa, bubuk kedelai dan gula jawa, rasa keju susu, hingga rasa duren yang disajikan bersama buah duren asli.

Khotiul Jannah, pengunjung asal Pasuruan mengungkapkan belum ke Kota Batu jika belum mencicipi legitnya sajian ketan di kota dingin ini.

“Tekstur ketannya memang begitu pulen dan terasa meleleh di dalam mulut. Ini menjadi alasan saya kuliner ke Kota Batu. Karena ketan di sini beda dengan lainnya. Meski dibiarkan seharian teksturnya tak keras,” ujarnya.

Sugeng Hadi generasi kedua penerus bisnis Pos Ketan Legenda mengatakan usaha ketan ini pertama kali dirintis oleh neneknya, Siami.

“Resep itu seperti yang dijual oleh nenek sejak 57 tahun silam, hingga ketan kini identik dengan Kota Batu,” ungkapnya saat diwawancarai MVoice.

Pos Ketan Legenda juga mampu menjaga konsistensi rasa sejak 1967. Menurut Sugeng tak ada kiat khusus untuk memasak ketan.

“Paling penting pilih ketan yang berkualitas baik. Kami pilih ketan dari Thailand yang kualitasnya paling baik. Ini lebih mudah diolah dan awet daripada ketan lokal,” imbuhnya.

Untuk penambahan legenda pada nama Pos Ketan diberikan lantaran ketan ini memang melegenda di kalangan pelanggan setia. Warung ketan telah hadir sejak 52 tahun lalu dan masih ramai hingga saat ini.

Pos Ketan Legenda juga dikenal dengan waktu operasional panjang yakni sejak pukul 16.00-03.00 WIB.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

“Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Nah, untuk mencicipi kenikmatan ketan legendaris ini, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 16 ribu saja tergantung dengan varian rasa dan topping yang ingin dipilih.

Legitnya ketan Kota Batu menjadi destinasi kuliner yang sayang jika dilewatkan saat berada di kota dingin ini.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Wow, Ada Jajanan Tempo Doeloe di MX Mall!

Ahmadi membuat permen (anja)

MALANGVOICE – Masih ingat dengan jajan-jajan tempo dulu, seperti gulali, arbanat, dan mie biting? Nah, jika Anda mampir di MX Mall, silahkan menegok ke area stan tepat di bawah eskalator lantai satu.

Pengunjung bingung memilih (anja)
Pengunjung bingung memilih (anja)

Anda pasti kaget dengan stan milik Ahmadi, pria asli Pekalongan, yang dipenuhi jajanan ‘lawas’ masa kecil Anda, lengkap mulai dari permen gulali yang dibentuk menjadi angsa, bunga mawar, dan kincir angin; aneka permen era 90-an, krupuk upil, permen bentuk rokok, permen susu, dan lainnya.

Beberapa pembeli, mulai anak-anak, mahasiswa, dan orang tua, terlihat tertarik dengan aneka jajan yang dijual di stan milik Ahmadi. Selain harganya murah, stan Ahmadi termasuk langka karena tidak ada di mall-mall lain di Malang.

Ahmadi dan Stannya (anja)
Ahmadi dan Stannya (anja)

Semua jajan yang dijual Achmadi dibanderol Rp 5000- Rp 10.000. Permen gulali misalnya, dibanderol Rp 5000 saja.

“Anak-anak paling suka permen gulali,” katanya.

Sebelumnya, Ahmadi berjualan keliling dan ketika ada event Malang Tempoe Dulu. Namun karena event tersebut sudah tidak ada, Ahmadi diminta pihak MX Mall untuk mengisi salah satu stan kosong. Terbukti, bersama stan-stan bertema Tempo Doloe lainnya, stan Ahmadi juga ikut mewarnai suasana MX Mall.

“Saya hanya buka stan tiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja ya,” katanya sembari sibuk membuat permen gulali.

Permen-perman jadul (anja)
Permen-perman jadul (anja)

Ahmadi ternyata berjualan gulali sejak ia berusia 16 tahun. Ia sudah pernah berkeliling Jawa Timur untuk berjualan gulali menghidupi 11 anaknya. Saat ini, ia mengaku lebih santai karena semua anaknya sudah bekerja.

BNN Kota Malang

Manjakan Lidah Pengunjung, ‘Baksonya Para Artis’ Tawarkan Aneka Rasa

Warung de Stadion sajikan aneka macam bakso.
Warung de Stadion sajikan aneka macam bakso.

MALANGVOICE-Baksonya para artis, begitulah masyarakat mengenalnya selama ini. Sekali mampir, dijamin kepincut untuk datang mencicipinya kembali.

Mengusung konsep prasmanan satu-satu di Indonesia, warung de Stadion di Jalan M Sahar atau di sekitar Stadion Brantas, Kota Batu ini menyajikan aneka varian bakso. Bahkan, tiap minggunya ada varian baru yang ditawarkan kepada pembeli.

Di antaranya, bakso teratai, bakso puyuh, bakso keju, bakso jedar, bakso telor, bakso goreng, bakso bakar, siomay sosis, dan tahu boboho. Ada jamur crispy, siomay hot, dan usus crispy.

Warung milik Shela Anggiatika ini juga menyediakan bakso sempol yang didatangkan langsung dari Malang. Cuimi ayam, jamur crispy juga diburu pelanggan. Terbaru ada cuimi pizza dan cuimi rempela ati.

Artis cilik Ibrahim Khalil Alkatiri atau biasa disapa Baim saat mampir di warung de Stadion.
Artis cilik Ibrahim Khalil Alkatiri atau biasa disapa Baim saat mampir di warung de Stadion.

“Kenalnya ya baksonya para artis. Tak sedikit artis ibu kota mampir ke sini pas liburan di Kota Batu. Kemarin, ada artis cilik, Baim bersama keluarganya. Sebelumnya ada mba Evi Tamala dan Cherrybelle,” kata Manager de Stadion, Diana, saat berbincang dengan MVoice.

Pembeli bisa sesuka hati memilih menu yang diminati. Harganya bersahabat dengan isi kantong, berkisar Rp1000 hingga Rp2000. Khusus cuimi dipatok Rp 10.000 per porsi.

Usai memilih beberapa varian, pelayan terlebih dahulu menghangatkan bakso pesanan pembeli. Tak lebih dari 5 menit sudah bisa disantap. Dipadu dengan kuah kaldu tiada duanya.

“Daging yang digunakan 100 persen tanpa campuran. Harganya dijamin paling murah di Kota Batu,” ujar perempuan satu anak ini.

P_20160805_145320

Warung yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB, bisa menyajikan 700-750 bakso. Saat hari libur, porsinya bisa dua kali lipat. Bukanya pun lebih panjang, sampai pukul 23.00 WIB.

Selain pelajar, de Stadion menjadi pilihan wisatawan berbagai daerah.”Hari-hari biasa kebanyakan pelajar dan warga Batu sendiri. Hari libur lebih banyak wisatawan,” jelasnya.

Menu khas de Stadion juga bisa ditemui di Museum Angkut dan di sekitar kampus UIN Malang.

“Di Museum Angkut khusus cuimi, di Malang hampir sama dengan di sini, ada tambahan menu ayam sungkem dan bebek sungkem,” ungkapnya.

Selain bakso aneka rasa, de Stadion menawarkan minuman yang bisa dibilang jarang ditemui di warung lainnya, dari namanya saja pasti penasaran mau coba. Ada es taro cincau, redvelvet, bluekutuk, dan beras kencur.

“Kebetulan baru di launching, Supaya tidak bosan saja pelanggan. Ada juga milshake dan jus. Lengkap pokoknya mas,” paparnya sembari menyebut de Stadion mulai buka sejak tahun 2013.

Setiap pembeli diminta mengisi angket berupa saran dan kritik. Hal ini sebagai masukan ke depannya.

“Kebanyakan pembeli bilang baksonya pas di lidah dan harganya bersahabat,” paparnya lebih lanjut.

de Stadion juga melayani pesanan, baik acara pernikahan, di kantor pemerintahan dan lainnya.

BNN Kota Malang

Bondan Winarno Kembalikan Citra Kuliner Nusantara ke Hotel Berbintang

GM Atria Malang, Wahyono, di antara Ketua PHRI, Herman, dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.

MALANGVOICE – Makanan khas daerah yang kini semakin sulit ditemui, padahal peminatnya cukup besar, jelas sangat disayangkan. Menyadari itu, Parador Hotels & Resorts kembali mencoba mengangkat makanan khas daerah.

“Kuliner Nusantara ini sangat penting peranannya dalam pencitraan Indonesia,” tutur GM Atria Hotel Malang, Wahyono, beberapa menit lalu.

Selain itu, dengan menyajikan menu khas daerah, warisan cita rasa Nusantara yang asli Indonesia akan tetap terjaga.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki aneka masakan khas yang sebenarnya menjadi primadona dan selalu dicari wisatawan yang berkunjung.

Demi mengembalikan menu khas Nusantara ini, Parador Hotrls & Resort menggandeng master kuliner terkenal Indonesia, Bondan Winarno.

BNN Kota Malang