Lebih Instagrammable, Yuk Foto Ala Noni Belanda di Kusuma Agrowisata

Foto-foto kumpulan dari pengunjung. (Instagram Kusuma Agrowisata)
Foto-foto kumpulan dari pengunjung. (Instagram Kusuma Agrowisata)

MALANGVOICE – Meski Malang Raya sering turun hujan beberapa hari terakhir, jangan urungkan niatmu untuk berlibur di luar ruangan saat weekend nanti. Tak ada salahnya kamu mencoba berwisata mencoba beragam spot foto menarik, seperti yang ditawarkan oleh Kusuma Agrowisata Batu.

Kusuma Agrowisata menyiapkan aneka spot menarik tematik. Ada spot foto berbentuk bunga matahari tinggi nan lebar menjuntai ke udara bakal menyambut wisatawan yang ingin membuat feed instagram lebih keren. Ditambah pemandangan alam disekitar, pengunjung bisa dengan leluasa melihat keindahan alam di Kota Batu.

Selain itu, pengunjung bisa menyewa aneka kostum khas Belanda atau kostum pedesaan mulai dari harga Rp 15 ribu- Rp 25 ribu /orang. Kostum ini akan lebih memercantik sesi foto pengunjung. Di Kusuma Agrowisata terdapat spot bangunan kincir angin khas Belanda dan gubuk-gubuk khas persawahan di pedesaan.

Sementara itu, Marketing Marketing Kusuma Agrowisata Kota Batu, Hanna Febri Nikita menyatakan spot foto tersebut memang sengaja dihadirkan menjelang libur akhir tahun untuk menyambut wisatawan yang berlibur.

“Biasanya libur akhir tahun, wisatawan itu membeludak. Kita ingin menyuguhkan nuansa yang baru, jadi mereka kesini tidak sekedar mampir tapi memang benar – benar berkesan nantinya,” ucapnya.

Salah satu wisatawan, Intan Nurmawaddah, mengaku senang bisa berfoto ria dengan temannya. Meski belum pernah ke Belanda, setidaknya spot foto di Kusuma Agrowisata bisa menjadi alternatif baru menarik dan unik.

“Bagus sih, saya sewa kostum sama teman-teman. Foto disini enaknya sore atau pagi gitu, soalnya sejuk suasananya, jadi pas banget,” kata wanita asal Kota Mojokerto ini.(Hmz/Aka)

‘Pupuk Bawang’, Cafe dengan Pemandangan Indah di Batu

Pupuk Bawang dari depan

MALANGVOICE – Kota Batu seperti tak kehabisan tempat untuk dijadikan spot kuliner menarik. Pupuk Bawang, cafe di Jalan Panglima Sudirman No.116, Pesanggrahan, Kota Batu ini menyuguhkan konsep menikmati makanan dengan suguhan pemandangan alam yang sejuk.

Suasana dalam cafe
Suasana dalam cafe

Di Pupuk Bawang, pengunjung bisa menikmati hidangan di outdoor spot yang menghadap langsung ke perkebunan bawang dan sayur-mayur lainnya. Untuk bisa makan di spot ini, pengunjung harus sabar antre karena biasanya ketika hari libur sangat penuh dengan pengunjung.

Pemandangan sejuk cocok untuk santai
Pemandangan sejuk cocok untuk santai

Dinamakan Pupuk Bawang bukan berarti menunya berbahan dasar bawang. Cafe ini menyediakan aneka menu mulai dari makanan tradisional Indonesia seperti mie, nasi goreng, western cuisine dan aneka pasta, burger. Namun, makan di cafe ini harus rela merogoh kocek lebih ya, karena memang harganya relatif lebih mahal daripada cafe-cafe lain di Batu.

Mie Pupuk Bawang
Mie Pupuk Bawang

Untuk minuman, pengunjung bisa memilih aneka ice cream, milkshake, tea, cocktail, juice dan sebagainya. Makan di Pupuk Bawang dijamin kenyang puas.

Wenak! Queen Apple Luncurkan Bolu Kering Aneka Rasa

Farah Quinn menunjukkan prpduk terbarunya. (Anja a)
Farah Quinn menunjukkan prpduk terbarunya. (Anja a)

MALANGVOICE – Queen Apple menghadirkan cita rasa baru. Kali ini, toko pastry yang digawangi chef seksi, Farah Quinn meluncurkan kue bolu kering aneka rasa.

Farah Quinn mengatakan, bolu kering ini bisa jadi alternatif mereka yang suka camilan dengan cita rasa khas Queen Apple.

“Kan bisa dimakan sambil santai di mobil, ya,” kata Farah Quinn saat ditemui di Toko Quinn Apple, Jalan Kawi Atas, Klojen Malang, Jumat (27/4).

Bolu kering ini disajikan dalam beberapa rasa seperti keju, kacang mede, kacang almond, gula semut, telur asin, dan kayu manis.

“Semuanya menggunakan bahan butter. Adonanya khas dari Queen Apple. Jadi kita nggak pakai bahan yang murah, namun kita jual harganya terjangkau loh ya,” tutupnya.(Der/Aka)

Ada Sensasi ‘Letusan’ Bromo Vulcano di Tastiest Pizza

Icip-icip menu Tastiest Pizza (anja arowana)
Icip-icip menu Tastiest Pizza (anja arowana)

MALANGVOICE – Wisata kuliner Kota Malang semakin lengkap karena kehadiran Tastiest Pizza and Ricebowl. Cafe yang baru saja melaksanakan soft launching bulan Juli 2017 lalu ini menjadi pilihan baru penikmat menu pizza, pasta, dan ricebowl enak di Kota Malang.

Semua menu di Tastiest Pizza and Ricebowl diramu tanpa bahan MSG. Berawal dari profesi sebagai konsultan yang selalu membukakan usaha hotelier dan cafe untuk para klien, kali ini dua chef asal Bali, yaitu Gede Kurniawan dan Alexander Erich memutuskan membuka usaha kuliner sendiri. ‘Tastiest’ artinya enak dan cita rasa yang tinggi.

Soal menu, Tastiest Pizza and Ricebowl punya andalan, Bromo Volcano, yaitu pizza berbentuk gunung yang bisa mengeluarkan api seakan sedang meletus. Lalu Wagyu Beef Ricebowl yang berasal dari daging sapi Jepang berkualitas kaya Omega 3.

Selain itu, masih banyak menu lainnya yang menggugah selera. Dan yang paling penting ramah di kantong ya. Tastiest Pizza bisa dikunjungi di Jalan Terusan Borobudur 88C, Malng atau di Jalan Bondowoso 35D, Malang.

“Saya suka rasanya yang pas di mulut. Apalagi tanpa MSG, jadi bagus untuk kesehatan sih. Gak takut gendut,” kata salah seorang pengunjung, Irma Puspita.

Makan Mie Aceh Sambil Ngopi, Chutnea House Tempatnya

MALANGVOICE – Pecinta kopi Kota Malang kini dimanja dengan kehadiran berbagai kedai yang menjamur. Namun, beberapa di​antaranya hadir dengan konsep dan sajian khas, sebagai cara bersaing dalam dunia bisnis yang menjanjikan ​itu.​

Salah satu yang berani tampil beda ​adalah Chutnea House, Cloths and Keudekupi​,​ di Jalan Brigjen Slamet Riyadi 76/01. ​Dari nama​nya​, aroma Aceh sangat terasa ditampilkan sang pemilik. ​Sebutan ‘Keudekupi’ ​memang diambil dari bahasa Aceh​,​ yang artinya kedai kopi​.​

Mengambil konsep garment industrie​,​ kedai ini merupakan salah satu alternatif tempat ngopi yang nyaman​,​ dengan pernak-pernik yang tertata rapi.
​M​enu khas cita rasa Aceh, dengan berbagai varian, seperti Mie Aceh serta nasi goreng dengan bumbu racikan yang khas, Chutnea ​pun​ menjadi alternatif baru di industri kedai kopi.

Bahkan, untuk urusan kopi, sang pemilik kedai, Parnia Ramadani, terbilang serius menghadirkan cita rasa khas dengan rasa kopi yang kuat. Ditemui MVoice, Rabu (16/9) malam, wanita yang akrab disapa Nia ​itu​ mengaku​,​ kopi yang disajikan kepada pengunjung kedainya ​memang didatangkan ​langsung ​dari Takengon, Aceh.

Meski dalam daftar menu​,​ laiknya kedai lain, ​juga ada espresso, ristretto, cappucino hingga latte, namun, penggunaan bahan dasar kopi dari Aceh merupakan keunggulan yang ditampilkan kedai ini.

Bagi pecinta kopi yang ingin merasakan betapa kuatnya kop​i​ Aceh, selain menu di​ ​atas, bisa memilih menu spesial seperti Gayo Kupi, Solong Kupi hingga Gresik Kupi yang merupakan cita rasa khas ​N​usantara. Bahkan pengunjung tak perlu khawatir, sebab Chutnea juga menyediakan menu kopi luwak khas Gayo yang sangat menantang.

Tak hanya kedai kopi, di lantai satu Chutnea House ​juga ​terdapat butik yang menyediakan pakaian dengan brand Chutnea yang di desain sendiri oleh sang owner. “Konsep awalnya​,​ anta​ra kedai dan butik ini satu kesatuan, jadi kenapa kedainya juga dengan konsep industri garmen,” kata Nia.

Dikatakannya, pangsa pasar yang dituju yakni mahasiswa yang sedang belajar di Kota Malang. Menangkap peluang banyaknya mahasiswa yang datang setiap tahunnya, membuat Nia serius membangun kedai kopi yang khas.

“​A​ku ingin kedai ini menjadi tempat orang mencicipi kopi berkualitas,” tandasnya.

Kisah Unik Di Balik Kain Antik

MALANGVOICE – Jika berkunjung ke Hotel Tugu Malang saat ini, Anda akan mendapatkan sajian istimewa. Terpampang besar di dinding Melati Resto, sebuah kain merah menyala berhias bordir bergambar dua naga warna emas saling berhadapan. Di sisi lain, terdapat kain sejenis bergambar burung merak sedang berdiri sendiri.

Kain antik berkode Blue Blood Antique berusia di atas 100 tahun dipamerkan setahun sekali di Hotel tugu (fia)
Kain antik berkode Blue Blood Antique berusia di atas 100 tahun dipamerkan setahun sekali di Hotel tugu (fia)
Sepintas, tidak ada yang berbeda dengan pajangan dinding tersebut. Hanya sebatas karya seni bertema oriental yang dipajang untuk menyambut Imlek. Namun yang membuat luar biasa adalah, dua karya seni tersebut usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Jika dilihat lebih detil, pada kain tersebut terlihat beberapa sobekan karena termakan usia. Di beberapa sisi tampak benang-benang tisikan yang menunjukkan si empunya kain berusaha memperbaiki kerusakan agar tidak meluas.
Dua kain antik yang oleh Hotel Tugu Malang diberi kode blue blood antique itu hanya dipasang setahun sekali, bertepatan dengan perayaan Imlek.
Ornamen dinding tersebut menjadi pendamping dan spot foto favorit para tamu ketika mereka menunggu hidangan khusus babah peranakan yang disajikan Melati Resto.

Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang, Crescentia Harividyanti menceritakan, ada sedikit kisah yang disimpan oleh kain-kain tersebut.
“Kain itu adalah salah satu kumpulan benda antik dari keluarga Oei Tiong Ham, Raja Gula terkaya se-Asia Tenggara, yang luput dari penyitaan Pengadilan Ekonomi Semarang puluhan tahun silam,” cerita Cres pada MVoice.

Setelah meninggal, harta kekayaan Oei Tiong Ham dibagi tidak merata pada seluruh anggota keluarga. Saat itulah awal kehancuran dinasti Raja Gula, hingga pada akhirnya di tahun 1961, pemerintah menasionalisasi perusahaan Oei Tiong Ham melalui keputusan yang dikeluarkan Pengadilan Ekonomi Semarang dan diperkuat oleh Mahkamah Agung.
Selain kain, jejak Oei Tiong Ham yang lain juga ada di salah satu hotel bintang lima tersebut berupa lukisan Oei Hui Lan semasa masih muda. Oei Hui Lan sendiri adalah anak kedua dari istri pertama Oei Tiong Ham yang memiliki intelejensia tinggi sehingga .
Cres menceritakan, untuk merawat kain antik tersebut tidaklah mudah. Setelah dipajang, kain disimpan dengan cara digulung dan diberi pencahayaan khusus demi menjaga suhu agar tidak lembab dan mengundang jamur.

“Kain ini tidak pernah dicuci. Penggulungannya pun nggak langsung. Harus dilapisi dulu salah satunya dengan kain blacu. Dia harus diberdirikan. Cukup ribet, tetapi worth it demi menjaga barang antik ini agar tidak rusak,” kata dia.

Oala, Tempat Wisata Ternyata Punya Musim Paceklik Juga

Marketing and Operational Manager, Nanda Guthama
Marketing and Operational Manager, Nanda Guthama

MALANGVOICE-Tak hanya pertanian saja yang mengalami musim paceklik. Namun tempat wisata juga pernah mengalami paceklik.

Hal itu disampaikan marketing and operational manager Brawijaya Edu Park, Nanda Guthama. Dia menjelaskan, musim paceklik yang mereka alami antara Januari hingga April 2016.

“Karena musim ujian jadi berpengaruh pada jumlah pengunjung kami,” jelas dia.

Nanda menjelaskan, rata-rata pengunjung hanya 300 orang per hari ketika weekday. Namun ketika weekend jumlahnya hanya sekitar 700 orang saja. “Padahal biasanya sekitar 800 hingga 1.000 pengunjung,” tandasnya.

Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara, Dua Ada di Indonesia

Pantai Kuta, Lombok. (WisataID)

MALANGVOICE – Di wilayah Asia Tenggara banyak sekali destinasi wisata yang sebenarnya wajib dikunjungi. Pasalnya, kawasan Asia Tenggara mencakup 11 negara, ribuan pulau, dan ratusan budaya tradisional dan keajaiban alam yang unik.

Nah, bagi kalian yang ingin berpetualangan, MVoice sudah merangkum lima lokasi menarik untuk dikunjungi.

Coron, Filipina
Pulau Palawan telah menjadi tujuan wisata teratas selama bertahun-tahun. Banyak turis berbondong-bondong ke El Nido untuk melihat langsung inspirasi di balik Alex Garland’s The Beach, yang terletak beberapa ratus kilometer utara Pulau Coron.

Teluk Thailand
Teluk Thailand termasuk salah satu destinasi yang harus dikunjungi. Di sana banyak pulau kecil dengan beragam aktivitas dan pemandangan alam menakjubkan.

Di seberang Teluk di sebelah timur adalah pulau Phu Quoc Vietnam dan 27 pulau yang hampir tidak berpenghuni yang membentang lebih dari 500 kilometer persegi, termasuk Hon Thom dan Hon Xuong.

Sumatera, Indonesia
Pulau terbesar di Indonesia ini adalah yang terbesar keenam di dunia, terletak tepat di garis khatulistiwa di negara barat yang berbatu. Menjelajahi bagian utara pulau Anda akan menemukan Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia dengan pulau yang baru lahir, Palau Samosir.

Samosir memiliki sejarah yang kaya dan eksotis yang didominasi oleh masyarakat adatnya, suku Batak, yang saat ini masih mempraktikkan dan mematuhi banyak elemen budaya asli mereka.

Kuta Lombok, Indonesia
Berbeda dengan Bali, di Kuta Lombok ini bisa dibilang masih alami. Di sana banyak pantai pasir putih dan perbukitan yang indah.

Para wisatawan yang datang juga kebanyakan memanfaatkan ombak pantai untuk berselancar. Peselancar dari semua tingkatan akan kesulitan untuk beralih dari tujuan kelas dunia ini, dengan beberapa hotspot menawarkan selancar menuju ke pasir putih yang menakjubkan atau pantai batu vulkanik.

Malaka, Malaysia
Sebagai kota yang berpusat pada makanan, rumah bagi sejumlah budaya ekspresif, Malaka telah menjadi tujuan selama berabad-abad sebagai pelabuhan yang menarik para pedagang dari India, Cina, Timur Tengah, Portugal, Belanda, dan Inggris.

Setiap budaya yang berkunjung meninggalkan jejak pengaruhnya yang terlihat hari ini melalui arsitektur yang beragam, masakan khas Malaka, dan budaya yang mengakar yang mungkin juga merupakan dunia yang jauh dari Kuala Lumpur yang berdekatan. Selain itu jangan lupa untuk sewa pocket wifi Malaysia agar tetap terkoneksi dengan internet.(Der/Aka)

Wow, Makan di Kedai Si Mbok, Menunya Bergaransi

Pramusaji Kedai Si Mbok menyiapkan makanan di dapur. (fathul)

MALANGVOICE – Ingin menu khas rumahan tapi punya citarasa tinggi? Sebaiknya Anda mencoba dulu masakan yang disajikan “Kedai Si Mbok” di Lippo Plaza Batu.

Di sini Anda bisa mencicipi masakan yang terjamin enaknya. Dengan citarasa khas nusantara, Kedai Si Mbok menyediakan aneka makanan dan minuman, dari nasi goreng hingga olahan daging.

Di kedai ini juga melempar garansi, jika menu yang disajikan mengecewakan, misalnya keasinan, kemanisan, gosong, tidak enak, rusak, dan lain-lain, maka jangan ragu untuk minta ganti.

“Ini adalah bagian dari target kami memberikan layanan terbaik. Ungkapan kecewa pelanggan, adalah pelajaran berharga buat kami,” kata pemilik kedai, Yenny Sulistyowati.

Makanan andalan di kedai ini, adalah nasi goreng dengan beberapa level kepedasan seharga Rp 23 ribu/porsi. Level kepedasan ini memiliki nama yang akan membuat Anda cekikikan.

Level paling pedas dan bisa membuat kepala cenut-cenut adalah Nasi Goreng Mampus, lalu ada level Ndower, level Gila, level Garuk, hingga level anak-anak untuk pelanggan yang gak doyan pedas.

Makanan andalan lainnya, sop buntut berkuah seharga Rp 40 ribu/porsi, dan sop buntut goreng Rp 43 ribu. “Kami sediakan banyak pilihan makanan lain sesuai selera pelanggan,” imbuh Yenny.

Kedai yang sudah berdiri sejak 9 tahun lalu di Lippo Plaza Batu ini, juga menyediakan beraneka minuman. Seperti aneka jus buah segar harganya kisaran Rp 13 ribu – Rp16 ribu, es anti galau Rp 12 ribu, wedang jahe Rp 12 ribu, dan lemon tea Rp 12 ribu.

“Minuman andalan kami adalah es genit, yakni buah bercampur jelly dan susu seharga Rp 16 ribu. Ada pula es gemes, campuran buah dan jelly tapi tanpa susu, harganya sama Rp 16 ribu,” tandasnya.

Kedai Si Mbok sendiri memang tidak asing. Saat ini sudah memiliki 8 cabang di Jawa Timur. Kalau di Kota Malang, anda bisa menemukannya di Mall Olympic Garden dan Malang Town Square.-

Liburan Bersama Anak, Siapkan Lima Hal ini!

Liburan bersama anak. (Mamamia)

MALANGVOICE – Berlibur bersama anak adalah momen yang paling ditunggu sebuah keluarga. Namun, banyak yang beranggapan berlibur bersama anak itu sangat repot, terlebih jika sang anak masih kecil dan suka rewel.

Sebetulnya berlibur bersama anak dan keluarga tidak perlu dikhawatirkan. Hanya cukup persiapan yang baik sebelum berangkat. Mulai kesiapan mental, kesehatan dan peralatan.

Nah, MVoice sudah merangkum beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat berlibur ke luar kota. Apa saja?

Pakaian
Berapa lama Anda akan bermalam di luar kota? Durasinya akan menentukan berapa banyak pakaian si kecil yang harus Anda bawa. Selain pakaian yang disimpan di koper, selalu biasakan membawa satu set pakaian ganti di tas jinjing Anda. Tidak ada yang pernah tahu kapan anak akan keringat sampai gobyos atau ketumpahan air. Bila perlu, tambahkan pula satu set pakaian ganti untuk Anda, Tidak usah repot membongkar koper kan?

Mainan
Lamanya perjalanan, belum lagi lalu lintas yang macet, pasti membuat anak merasa bosan. Alihkan perhatian si kecil dengan membawakan beberapa mainan favoritnya. Usahakan tidak memberikan gadget selama perjalanan darat, khususnya dengan mobil. Berikan saja mainan seperti mobil-mobilan, boneka, atau ajak ia bernyanyi dan bermain sederhana bersama-sama.

Stroller atau gendongan
Mana yang membuat Anda lebih nyaman, terutama jika Anda bepergian dengan balita. Stroller cocok dibawa jika Anda hendak menjelajah tempat luas dengan jalanan yang juga sudah rapi. Anda pun tidak perlu lelah menggendong si kecil. Sebaliknya, gendongan lebih praktis untuk Anda yang senang berjalan kaki dan menjajal wisata alam. Pilih tipe yang Anda kuasai benar ya, sehingga waktu Anda tidak habis hanya untuk mengatur posisi gendongan.

Camilan dan air minum
Meski Anda akan mudah menjumpainya di berbagai destinasi wisata, membawa camilan dan air minum dari rumah itu lebih irit lho. Selain bisa menyesuaikan dengan selera anak, Anda juga tidak usah repot-repot menghentikan kendaraan atau menunggu pramugari datang menyajikan makanan. Baru saat makan siang atau makan malam bisa mengandalkan restoran maupun warung makan.

Obat-obatan
Kalau yang ini wajib hukumnya, berapa pun usia anak. Beberapa obat-obatan dasar yang dapat Anda bawa antara lain penurun demam, obat batuk pilek, vitamin, obat antialergi, minyak kayu putih, dan plester. Tambahkan juga obat pribadi Anda, siapa tahu dibutuhkan sewaktu-waktu. Jangan lupa bawa termometer untuk membantu Anda mengecek suhu tubuh si kecil.

Itulah 5 perlengkapan wisata yang harus Anda bawa saat bepergian dengan anak. Hal paling penting lainnya adalah soal penginapan. Kalau berlibur bersama keluarga, pastinya harus menginap di tempat yang aman, nyaman, dan murah. Solusi paling tepat adalah booking hotel dengan aplikasi Airy.

Kemudahan pembayaran juga membuat Anda tidak perlu pusing-pusing lagi mencari hotel.
(Der/Ulm)

Komunitas