Keliling Wisata Jatim Park Group Bisa Naik Angkutan Gratis

Kendaraan angkot yang disediakan Jatim Park Group. (Anja a)

MALANGVOICE – Kabar gembira untuk para wisatawan Jatim Park. Kini belasan kendaraan angkutan gratis tersedia untuk wisatawan yang ingin menjelajah wahanabwisata Jatim Park Group.

Kendaraan warna-warni terpakir rapi di halaman masuk Jatim Park 3, Jumat (16/11). Wisatawan yang menggunakan kendaraan ini akan dimanjakan dengan fasilitas AC dan TV.

Direktur Umum Jatim Park 3, Suryo Widodo menyampaikan penyediaan angkutan gratis tersebut demi meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Jatim Park Group.

“Kami berusaha meningkatkan pelayanan melalui ini. Harapannya, mereka yang datang biar tidak perlu susah mencari kendaraan untuk menikmati semua wahana dari Jatim Park Group ini,” katanya saat ditemui wartawan.

Melalui angkutan gratis ini, wisatawan bisa berkeliling ke berbagai area Jatim Park Group. Mulai Jatim Park 1, 2, 3, Museum Angkut, Eco Green Park, Predator Fun Park, dan wisata yang lainnya.

Selain itu, kunjungan wisata di Kota Batu diharapkan mengalami peningkatan. Sehingga Kota Batu bisa berhasil menerapkan tujuan utamanya sebagai Kota Wisata Batu dikancah nasional dan internasional.

“Semoga ini menjadikan kemudahan bagi wisatawan, dan menjadikan Kota Batu semakin sukses dikancah wisata yang diminati nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Tanpa Identitas dan Ungkapan Menipisnya Idealisme Berseni

Pengunjung saat memperhatikan salah satu karya instalasi berjudul Tanpa Identitas (Fathul/MalangVoice).

MALANGVOICE – Jiwa seni tidak melulu dimiliki mahasiswa jurusan seni atau sastra. Terbukti, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Malang (STTM) juga mampu menghadirkan pameran instalasi bertajuk ’70th Indonesiaku’.

Pameran yang diselenggarakan sejak Minggu (16/8) malam, di Galeri Raos, Jalan Panglima Sudirman Kota Batu, itu menampilkan 10 tema yang kesemuanya bernuansa Indonesia.

Bukan hanya pameran, para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Insitek Pro (Interior, Arsitek, Desain, dan Produk) ini juga menggalang dana untuk penderita hydrocephalus Kediri, Angger Seno Priambodo.

Salah satu instalasi yang menarik dalam pameran tersebut adalah karya berjudul Tanpa Identitas. Dalam instalasi ini, ada hot pants yang dimasukkan ke sangkar berbendera indonesia.

Dari sangkar tersebut keluar kupu-kupu berkarakter batik yang berterbangan semakin jauh. Lama-lama, kupu-kupu ini berjatuhan dan menjadi kering di tanah.

Menurut Wakil Ketua Insitek Pro, Redy Dwi Hendarto, Tanpa Identitas tersebut menggambarkan bahwa Indonesia sudah terpengaruh budaya luar yang diidentikkan dengan hot pants.

Apalagi, lanjutnya, Bangsa Indonesia juga kebanyakan sudah menjauhi budayanya sehingga semakin lama, budaya indonesia akan mengering lalu mati sebagaimana kupu-kupu batik tersebut.

“Ini adalah cara kami memperingati Kemerdekaan RI. Ingin sekali kami menyebarkan gagasan ini supaya masyarakat Batu dan Malang Raya kembali pada budaya Indonesia,” kata Redy.

Redy juga menjelaskan salah satu instalasi berjudul Merdeka Tanpa Koruptor dengan konsep Shadow Art atau seni bayangan yang menggambarkan seekor tikus yang terkurung dalam penjara.

Selain itu, masih ada beberapa karya instalasi dan lukisan yang dipamerkan oleh Insitek Pro ini, seperti Parkir Area, Kuda Lumping, Pita Hitam, Perjuanganku, Mata-Mata Idola, dan Merdeka atau Dijajah.

“Dalam karya Merdeka atau Dijajah ini kita hadirkan peta indonesia yang hijau, namun seluruh wilayahnya dikuasai secara ekonomi oleh negara lain,” tambah Rudy.

Salah satu pengunjung pameran, Santoso, sangat mengapresiasi pameran yang diselenggarakan oleh para pemuda ini. Menurutnya, siapapun perlu mendukung bila ada pemuda yang bisa berkreasi.

“Ini kan sesuatu kreatifitas yang positif. Di saat yang sama remaja dan pemuda di luar berbuat negatif, mereka malah mampu berkarya dan bisa kita nikmati bersama,” ujarnya.

Redy sendiri menegaskan bahwa respon pengunjung sangat baik. Beberapa dari pengunjung juga bertanya kepada panitia maksud dan tujuan dari karya mereka, meski banyak juga yang sekedar melihat-lihat lalu keluar.

“Selanjutnya kita akan merancang lagi pameran dilokasi yang lain. Sebelumnya kita selalu pameran di kampus sendiri,” tandasnya.

Tips Waspada Berkendara di Jalan Raya di Tengah Musim Bersepeda

Ngoprek bahas keselamatan pesepeda. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pada musim bersepeda saat ini, kebanyakan dilakukan saat malam hari dan bergerombol.

Sebagai pengendara motor harus lebih waspada, oleh karena itu pada Ngoprek (Ngobrol Online) yang diadakan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT, Instruktur safety riding MPM Honda Jatim memberikan tips menghadapi pesepeda tersebut (18/7).

Mengambil tema Tetap Waspada Berkendara di Jalan Raya di Tengah Musim Bersepeda, pada ngoprek kali ini bersama Aipda Abdul Roup dari Dikyasa Satlantas Polrestabes Surabaya dan Instruktur safety riding MPM Honda Jatim, Yudistira Ardi membahas tips berkendara di tengah musim pesepeda.

“Di jalan raya banyak sekali orang yang menggunakan fasilitas jalan raya seperti saat ini di musim pesepeda. Dan sebagai pengendara motor, kita harus #Cari_Aman dengan meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari bahaya kecelakaan,” kata Yudistira

Berikut tips agar #Cari_Aman menghadapi para pesepeda:
1. Tetap fokus selama berkendara
Ada beberapa faktor dijalan yang tidak terlihat pada waktu berkendara malam hari misalnya pejalan kaki, penyeberang jalan, dan persepeda. Karena di jalan tidak hanya

2. Pandangan jauh ke depan
Sebaiknya pandangan itu tidak satu titik. Pada waktu berkendara penting sekali pandangan jauh kedepan karena ketika ada beberapa hal yang berpotensi bahaya sebagai pengendara sudah siap menghadapinya.

3. Danger prediction
Ada 3 klasifikasi jenis bahaya yang perlu di ketahui oleh pengendara motor antara lain bahaya yang terlihat yakni bahaya dimana pengendara bisa memprediksi bahaya yang terlihat. Bahaya yang tidak terlihat seperti keadaan atau sesuatu yang mendadak, dan bahaya yang menarik perhatian yakni keadaan dimana resiko berkendara sangat tinggi.

“Para pengendara atau pemakai fasilitas jalan umum harus tetap saling menghormati seperti slogan Kota Surabaya, cakap tertib jaga surabaya (cak tejo) agar semua menjadi nyaman dan aman,” kata Aipda Abdul Roup SH dari Dikyasa Satlantas Polrestabes Surabaya. (Der)

Gaet Wisatawan, Dua Bus Macito “Reborn” Tahun Depan

Bus Macito
Bus Macito

MALANGVOICE – Pemkot Malang bakal menambah dua bus Macito atau Malang City Tour pada 2021 mendatang. Tujuannya untuk menggaet lebih banyak wisatawan.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dua bus baru tersebut, akan berbeda konsep dengan dua bus Macito sebelumnya. Lantaran bus lama tidak sesuai standar dan harus dihentikan operasionalnya sejak 2019 lalu.

“Bus tidak setinggi yang sebelumnya, kemudian tidak terbuka karena faktor keamanan. Nanti akan terbuka di bagian samping saja,” urai Sutiaji kepada awak media.

Sutiaji melanjutkan, dua bus Macito yang lama akan desain ulang dan disesuaikan dengan standar aturan spesifikasi keselamatan. Perubahan tersebut, sesuai dengan rekomendasi Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas).

“Dua bus lain mengupayakan yang kemarin (dilakukan desain ulang). Perubahan itu atas rekomendasi Dirlantas. Sebab, yang terdahulu dievaluasi, suratnya tidak dikeluarkan karena faktor keselamatan,” bebernya.

Seperti diketahui, bus Macito melayani perjalanan rute khusus menjelajahi beberapa kawasan heritage Kota Malang. Setiap destinasi akan dipandu oleh guide dan menjelaskan sejarah serta seluk beluknya. Bus ini dirancang terbuka pada bagian atasnya. Namun, setelah dievaluasi, bus tersebut tak sesuai standar operasional prosedur dan tidak mengantongi dokumen perizinan resmi.(der)

GSKB Bentuk Karakter Cinta Lingkungan Sejak Dini

MALANGVOICE – Yayasan Gerakan Sadar kebaikan Buku tadi siang menggelar kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim) dengan tema Hijaukan Bumiku, Hijaukan Desaku.

Pada kegiatan itu GSKB mengajak anak-anak dari berbagai sekolah untuk melakukan penghijauan dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon yang jatuh hari ini.

Dalam acara itu, sedikitnya 150 peserta ikut ambil bagian. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti pelajar SDN Tawangsari 01, SDN Tawangsari 02, SMPN 02 Tawangsari, MI 01 Tawangsari, MTS 01 Tawangsari, mahasiswa fisioterapi UMM, anak-anak panti asuhan Aisyiyah Reverside, kader lingkungan Tawangsari, karang taruna, hingga anak-anak pondok pesantren di sekitar Tawangsari.

“Selain untuk melestarikan sumber mata air, kegiatan ini juga bentuk dari membangun kesadaran menghargai lingkungan kepada generasi muda,” jelas Pembina GSKB, Suwanto.

Ia melanjutkan, acara yang digelar di lapangan bola Tawangsari, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon tersebut menggandeng beberapa elemen terkait, salah satunya adalah kader lingkungan Tawangsari.

Bukan sekadar seremonial, namun kegiatan tersebut diharapkan juga memiliki efek jangka panjang baik terhadap lingkungan maupun kepada generasi muda yang ambil bagian di dalamnya.

“Program ini bentuk edukasi pada adik-adik selaku generasi muda untuk mencintai lingkungan sejak dini. Indonesia termasuk paru-paru dunia. Bayangkan jika kita tiap harinya harus mengeluarkan uang untuk membayar oksigen, berapa yang harus kita keluarkan?” ucapnya dengan nada tanya.

GSKB merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial khususnya anak-anak panti. Yayasan dengan anggota dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi ini concern membentuk anak-anak panti yang memiliki jiwa kemandirian.

Oleh karena itu, GSKB secara rutin menggelar kegiatan-kegiatan character building seperti outbond, kelas motivasi, entrepreneur trip, hingga unit bisnis kue yang dikelola anak-anak panti asuhan sendiri.

GSKB sendiri juga membuka bagi para donatur yang memliki misi dan visi sosial yang sama untuk membangun karakter anak oanti asuhan.

Bagi donatur yang ingin berkontribusi mengembangkan GSKB, yayasan tersebut juga membuka donasi di nomor rekening BRI 124701003450538 atas nama Yayasan Gerakan Sadar Kebaikan Buku.

Hawai Waterpark Tambah 1.000 Loker

Loker baru Hawai Waterpark tengah dikebut penyelesaiannya. (Shuvia Rahma)

MALANGVOICE – Hawai Waterpark terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Terbaru, tempat wisata yang berada di daerah Karanglo tersebut menambah loker sebanyak 1000 unit. Sehingga untuk saat ini, loker di Hawai Waterpak total sebanyak 5000 unit.

“Jumlah pengunjung semakin meningkat, sehingga kita harus segera melakukan penambahan fasilitas,” kata Direktur Hawai Waterpark, Bambang Judo Utomo.

Ia mengatakan, proses penambahan loker tersebut juga dibarengi dengan penambahan bangunan untuk toilet. Saat ini, proses pengerjaan tinggal finishing dan akan dioperasikan sebelum peak season di malam perayaan tahun tahun baru.

“Loker sudah ditempatkan di toilet yang baru. Sekarang tinggal finishing. Dan dalam beberapa hari kedepan mulai bisa digunakan oleh pengunjung,” imbuh dia.

Penambahan loker tersebut melengkapi sarana yang dimiliki Hawai Waterpark saat ini. Tempat wisata seluas 28 ribu meter persegi tersebut sebelumnya juga telah memiliki fasilitas umum berupa mushola, tempat bilas, toilet, drink court, food court, penitipan ban, rumah ban, dan gazebo.

Fasilitas pendukung tersebut berfungsi untuk memberi kenyamanan pengunjung disela-sela menikmati 10 wahana yang ditawarkan Hawai Waterpark seperti hula hula slide, waikiki Beach, Wailele Slide, Mavi Island, Akaolu Pool dan masih banyak lagi.

Oala, Tempat Wisata Ternyata Punya Musim Paceklik Juga

Marketing and Operational Manager, Nanda Guthama
Marketing and Operational Manager, Nanda Guthama

MALANGVOICE-Tak hanya pertanian saja yang mengalami musim paceklik. Namun tempat wisata juga pernah mengalami paceklik.

Hal itu disampaikan marketing and operational manager Brawijaya Edu Park, Nanda Guthama. Dia menjelaskan, musim paceklik yang mereka alami antara Januari hingga April 2016.

“Karena musim ujian jadi berpengaruh pada jumlah pengunjung kami,” jelas dia.

Nanda menjelaskan, rata-rata pengunjung hanya 300 orang per hari ketika weekday. Namun ketika weekend jumlahnya hanya sekitar 700 orang saja. “Padahal biasanya sekitar 800 hingga 1.000 pengunjung,” tandasnya.

Bir Pletok, Welcome Drink Parador Hotels & Resort

GM Atria Malang, Wahyono, di antara Ketua PHRI, Herman, dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.

MALANGVOICE- Mengusung citra kuliner Nusantara ke hotel berbintang, Atria Hotel Malang Group Parador Hotels & Resort, menyuguhkan bir pletok sebagai welcome drink.

Bir pletok ini terbuat dari rempah-rempah, seperti kapulaga, serei, kayu manis juga kayu secang ini sebagai pilihan minuman selamat datang.

Bir Pletok

Tak hanya dapat menikmati minuman khas Betawi, pengunjung Atria Hotel Malang juga dapat menikmati menu lain khas Nusantara, seperti Bubur Markotop, Ketupat Sayur, Nasi Ulam, Laksa, Ayam Lodo maupun Asinan Sayur.

Menurut Coorporate Comunication, Prawitasari, sejak 2015 Parador Hotels & Resort menyajikan menu khas daerah.

Diakuinya, meski hampir semua hotel menyajikan menu khas daerah namun hanya beberapa menu seperti Nasi Goreng atau Soto-sotoan.

“Parador ingin menyajikan lebih dari itu semata-mata ingin melestarikan sekaligus mengembangkan menu Nusantara langsung dari ahlinya,” tambahnya.

Sementara Bondan Winarno mengakui, agar penyajian lebih menarik, dituntut lebih kreatif, misalnya rempeyek berbentuk kue kembang goyang.

Jalan-jalan ke Desa Pandanrejo, Obati Kejenuhan dengan Banyak Pilihan Wisata

Petik Stroberi di Desa Wisata Pandanrejo. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Batu merupakan daerah destinasi wisata di Jawa Timur dengan keunikan spasial yaitu berada pada daerah pegunungan.

Sebagai daerah pariwisata, Kota Batu terus mengalami peningkatan jumlah objek wisata, baik wisata buatan maupun wisata alam dan budaya.

Perkembangan pariwisata memberikan pengaruh positif terhadap keberadaan desa dan kelurahan di Kota Batu. Desa dan kelurahan di Kota Batu berlomba mengembangkan potensinya menjadi objek wisata berbasis kearifan lokal, baik wisata alam dan budayannya. Salah satu desa yang saat ini menjadi tujuan wisata yaitu Desa Pandanrejo.

Lumbung Stroberi menjadi cikal bakal hadirnya destinasi wisata yang dikelola dengan menggerakkan sumber daya masyarakat Desa Pandanrejo. Mayoritas penduduknya adalah sebagai petani dengan tetap menjaga adat budaya desa yang masih terasa kental hingga saat ini.

“Lumbung Stroberi dikelola BUMDes Raharjo dengan harapan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Di destinasi itu, pengunjung bisa memetik buah stroberi hanya dengan tarif Rp 25 ribu. Selain itu disediakan edukasi menanam stroberi hanya dengan tarif Rp 55 ribu,” papar Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan.

Petik Stroberi di Desa Wisata Pandanrejo. (Istimewa)

Direktur BUMDes Raharjo, Desa Pandanrejo Muklas Rofik menuturkan, apa yang dikembangkan di Pandanrejo merupakan agrowisata. Memanfaatkan potensi pertanian sebagai objek wisata. Maka pola pemberdayaan pun dilakukan dengan melibatkan para petani berkolaborasi dengan generasi muda yang tergabung di organisasi Karang Taruna.

Stroberi yang di lumbung itu dari Provinsi Bali masuk tahun 1970, tapi baru dikenal dan dikembangkan tahun 90-an. Petani menjualnya dengan cara dipikul, dan dikemas pake bambu (tikem). Jenis stroberinya juga bermacam-macam ada sweet charlie, california, holybrite, grande dan rosalinda. Kemudian tahun 2010, mulai dilirik wisatawan lokal dan asing. Karena mulai terkenal dan ada potensinya, ahirnya pada akhir 2018 dibikin wisata petik stroberi dengan nama Lumbung Stroberi.

Wisata air Desa Pandanrejo, Kota Batu. (Istimewa)

Total lahan stroberi di kawasan tersebut sekitar 15 hektare. Namun, yang sudah siap untuk dijadikan wisata petik ada sekitar 5 hektare. Nantinya, wisatawan yang datang bisa menikmati sensasi memetik dan menikmati buah stroberi langsung di tempat.

“Wisatawan yang datang juga bisa membeli berbagai olahan stroberi yang dibuat masyarakat. Seperti selai, keripik, sari buah, sirup, kue, maupun buah stroberi segar. Selain itu, wisatawan juga bakal mendapat edukasi bagaimana cara menanam buah stroberi,” papar Rofiq.

Rasanya waktu sehari saja tak cukup untuk menikmati daya tarik wisata Desa Pandanrejo. Karena masih banyak suguhan wisata menarik. Semisal bagi wisatawan yang ingin menikmati permainan yang menantang dan memacu adrenalin, bisa mencoba permainan tubing Kali Jowo. Tarifnya terbilang murah, hanya dengan Rp 55 ribu bisa mengarungi aliran air yang tenang sepanjang kurang lebih satu kilometer. Fasilitas yang diberikan mulai dari peralatan tubing lengkap, peralatan medis welcome drink dan kendaraan shuttle.

Wisata di Desa Pandanrejo, Kota Batu. (Istimewa)

Letaknya yang dilintasi aliran Sungai Brantas membuat Desa Pandanrejo menyuguhkan wisata air. Selain permainan tubing Kali Jowo, ada juga permainan tubing di aliran Kali Lanang, bagian dari anak Sungai Brantas. Tarif yang ditawarkan seharga Rp 85 ribu untuk mengarungi permainan tubing di aliran Kali Lanang.

Permainan air lainnya yang tak kalah seru yakni arung jeram menyusuri arus cukup deras di aliran Sungai Brantas. Hanya dengan Rp 195 ribu, wisatawan dapat menjajal keseruan menyusuri arus Sungai Brantas menggunakan perahu karet. Fasilitasnya peralatan rafting, peralatan medis, makan 1 pax serta snack 1 pax.

Dan tentunya dengan didampingi guide profesional. Seorang guide akan berada di belakang perahu untuk mengatur keseimbangan kapal yang berjalan mengikuti arus yang dipenuhi dengan bebatuan besar di tengah dan pinggir sungai. Tentu saja setiap wisatawan bisa lebih tenang dan aman ketika bertarung dengan arus sungai yang deras karena ditemani guide yang telah mengenal seluk beluk titik-titik rawan sungai tersebut

Jika masih belum puas, wisatawan juga bisa mencoba Outbound Fun hanya dengan tarif Rp 160 ribu. Dengan didampingi instruktur profesional, wisatawan bisa menjajal simulasi outbound fun, sirkuit game dan high rope. Tarif tersebut termasuk makan dan snack masing-masing 1 pax.

Atau mungkin bagi pengunjung yang ingin adu ketangkasan bertempur layaknya film laga. Juga bisa mencoba permainan paint ball hanya dengan biaya Rp 150 ribu. Para pemain akan dibekali dengan berbagai fasilitas keamanan. Meliputi googles glass, body protector dan 50 amunisi.

Aktivitas wisata penuh sensasi dan kenangan di Desa Pandanrejo akan semakin lengkap dengan berkunjung ke wisata air terjun Coban Lanang. Panorama alam memukau dibalut sejuknya udara membuat pikiran segar.

Pengembangan pariwisata berbasis potensi desa tak lepas dari campur tangan Dinas Pariwisata Kota Batu. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq menyatakan, pihaknya getol terhadap pengembangan dan promosi desa wisata. Desa wisata ini diharapkan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Sehingga terwujud visi yang digaungkan dalam RPJMD kepala daerah Kota Batu, yakni Desa Berdaya, Kota Berjaya,” ujar Arief.(der)

Sore Ini, Tong-tong Night Market Siap Diserbu

Venue Tong-tong Night Market

MALANGVOICE – Bazar kuliner tradisional, Tong-tong Night Market, yang digelar The Shalimar Boutique Hotel, mulai dibuka sore ini.

Bazar kuliner yang menghadirkan menu tradisional dari The Shalimar ini, dikemas dengan konsep sederhana.

Sanjoyo Tjokro
Sanjoyo Tjokro

General manager The Shalimar, Sanjoyo Tjokro menjelaskan, sekarang trend yang terjadi di masyarakat lebih ingin menikmati sajian kuliner yang lebih sederhana.

“Kadang jika menikmati kuliner di hotel tidak se-‘leko’ (senikmat) ketika berkuliner di makanan yang di pinggir jalan,” jelasnya.

Menurutnya, justru konsep seperti ini digemari oleh wisatawan dari luar Kota Malang. “Respon bagus karena sekarang trend-nya wisatawan Jakarta mencari daerah yang dingin,” tandas dia.

 Venue Tong-tong Night Market tengah dipersiapkan.
Venue Tong-tong Night Market tengah dipersiapkan.