04 December 2022
04 December 2022
22.6 C
Malang
ad space

Bakso Prima Cak Herman, Dijamin Wareg Puoool

Bakso Prima (anja)
Bakso Prima (anja)

MALANGVOICE – Malang memang Kota yang terkenal kekayaan kulinernya, terutama bakso. Jika Anda penggemar bakso sejati, belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi semangkok bakso Prima Cak Herman di Jalan Soekarto Hatta, Lowokwaru (Sebelah Politeknik Negeri Malang).

Bakso Prima Cak Herman terkenal dengan rasa bakso yang empuk karena terbuat dari 100% daging sapi yang terjamin ke-halal-annya dan harganya yang murah meriah pas di kantong mahasiswa. Pantas saja kalau warung Bakso Prima selalu ramai pelanggan. Bahkan kalau sore antriannya bisa mengular saking ramainya.

Bakso Prima menyediakan aneka macam bakso seperti bakso urat, bakso isi daging, bakso halus, bakso telur, lalu isian ekstra seperti siomay, paru, babat, kikil usus sapi dan ayam. Satu mangkok bakso Prima bisa bervariasi mulai dari 10.000-25.000 rupiah tergantung dari pilihan bakso.

Salah seorang pelanggan, Krisna Pangestu, mengaku sering datang bersama kekasihnya.

“Kalau Sabtu atau Minggu kita mampir sini. Mendingan belinya waktu siang-siang. Soalnya kalau sore pasti ramai dan banyak yang habis,” kata dia kepada MVoice beberapa menit lalu.

Mengkritik Pemerintah Lewat Lukisan

Lukisan Pancawarna Akik Nusantara Karya M Sukri (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Seniman lukis Asta Citra Perupa Malang (ACPM) kembali memamerkan karyanya di Maxone Hotel. Dengan tema ‘Bahana Pekik Kemerdekaan’, sang pelukis kebanyaknya mengkritisi pemerintahan.

Seperti pada lukisan Pancawarna Akik Nusantara karya M Sukri. Dia menggambar sesosok pria yang sedang jongkok, dengan pakaian sederhana menghadap batu akik raksaksa dan dikelilingi daun pisang.

“Emban itu wadah suatu amanat penderitaan rakyat. Kritikan aja, Indonesia saat ini sedang krisis kepemimpinan,” kata pria 70 tahun itu.

Sosok yang ia gambarkan dilukisannya memang sangat mirip dengan Presiden RI saat ini, Joko Widodo. Sedangkan pensil merah putih yang dibawa, melambangkan perjuangan.

“Daun pisang itu saya gambarkan sebagai rakyat, ya intinya kami hanya bisa ‘bersuara’ lewat lukisan,” jelasnya.

Selain lukisan Sukri, ada 69 lukisan lain yang dipajang. Ketua panitia sekaligus Ketua ACPM, Bambang, mengatakan, pada pameran ini sebenarnya fokus utama adalah mengangkat budaya Kota Malang, khususnya seni lukis.

“Disamping meningkatkan kreatifitas pelukis, kami juga berusaha memberi kontribusi bagi Malang,” katanya pada MVoice.

Semua lukisan ditata apik di lantai satu dan dua, dipajang hingga 31 Agustus mendatang.

Lukisan Karya M Sukri (deny/malangvoice)

Rasa Konsisten Sejak 1959, Es Tanimbar Andalkan Resep Turun-Temurun

Joni (kiri) menyajikan es Santan yang legendaris, (MG2).

MALANGVOICE – Salah Satu minuman yang cukup dikenal warga Kota Malang adalah Es Santan. Meski hanya berada di pinggir jalan Tanimbar tepatnya di samping SMKN 4 Kota Malang, tapi es ini selalu laris diburu pembeli.

Minuman yang ada dan dijalankan secara turun temurun sejak Tahun 1959 ini memiliki berbagai macam julukan mulai dari mengadopsi nama Jalan, menjadi Es Tanimbar, hingga disebut juga dengan Es Blackpink serta Es Grafika.

Menurut penjual es santan ketan hitam, Joni Purnomo, awal mula orang tuanya berjualan masih berkeliling menggunakan gerobak, lalu pada tahun 1998 menetap di Jalan Tanimbar hingga saat ini.

“Berjualan es sudah sejak awalnya tahun 1959, kemudian berada di sini (Jalan Tanimbar) sejak tahun 1998,” ujarnya.

Es santan ketan hitam ini memiliki komposisi tape, cendol, roti yang ditutup dengan siraman sirup merah di atasnya.

Uniknya, es tersebut tidak menggunakan es batu, melainkan air santan yang telah beku.

Joni, mengatakan, untuk beberapa bahan baku yang digunakan untuk es itu dibuat sendiri. Hal itu dikatakannya guna mempertahankan cita rasa yang telah dimiliki.

“Kami pakai santan sama es serut aja. Tapi di sini yang bikin spesial itu santan, cendol, tape, dan sirup itu kami bikin sendiri semuanya,” tuturnya.

Dalam satu hari Joni mampu menjual antara 400 hingga 600 gelas es santan ketan hitam. Dengan membanderol satu gelasnya seharga Rp 5 ribu.

Dirinya menambahkan, salah satu alasan bisa tetap ramai pembeli adalah memberikan pelayanan terbaik dan konsisten pada cita rasa yang dimiliki.

“Konsisten untuk rasa dan pelayanan yang membedakan itu dari segi tanggap dan kecepatan dalam melayani,” tandasnya.(der)

Dinas Pariwisata: Wisata Paralayang Berpotensi Sumbang PAD

Plt Kepala Disparbud, Achmad Suparto.

MALANGVOICE – Obyek wisata paralayang di Gunung Banyak, Kota Batu, sudah menjadi jujugan masyarakat setiap harinya, terutama pengunjung yang memiliki hobi olahraga terjun payung.

Namun potensi itu belum menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Achmad Suparto.

“Yang perlu dicermati dari Paralayang ini adalah belum adanya aturan tentang PAD dari sektor ini. Kami tidak punya kewenangan, belum ada payung hukumnya, jadi perlu Perwali,” kata Parto, sapaan akrabnya.

Selama ini pihaknya belum pernah menarik retribusi dari sektor itu. Padahal fasilitas dan penyediaan infrastrukturnya dari Pemkot Batu.

Berbeda dengan Alun-alun Batu yang sejak awal digratiskan bagi pengunjung, alias tak dipungut retribusi.

“Selama ini yang menikmati keuntungan masih operator. Terus masuk penginapan yang untung ya pemilik. Padahal sektor ini berpotensi menyumbang PAD, meski tak banyak, karena dasarnya kami bukan SKPD penghasil,” jelas Kepala BKD ini.

Penat di Kota? Saatnya Cuci Mata di Kebun Teh Wonosari!

Ranu, Lukman, Zairi, dan Febrian yang datang ke Kebun Teh Lawang untuk refreshing (fathul)
Ranu, Lukman, Zairi, dan Febrian yang datang ke Kebun Teh Lawang untuk refreshing (fathul)

MALANGVOICE – Hidup di perkotaan memang terkadang menjemukan, apalagi polusi udara, kebisingan, dan kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari. Sehingga kita perlu relaksasi dengan mengunjungi suasana yang berbeda.

Salah satu pilihan jalan-jalan yang bisa dilakukan adalah Agrowisata Kebun Teh di Desa Wonosari, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dengan ketinggian 950-1.250 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan luas 1.144 hektar.

Di kebun teh ini, kita bisa melihat hamparan tanaman dari minuman yang tiap hari disajikan itu. Dengan rata-rata tinggi tanaman hanya 1 meter, kita bisa melihat secara luasnya kebun teh hingga berujung ke pegunungan Arjuno di kejauhan.

Saat MVoice datang ke sana pagi hari, beberapa wisatawan sudah datang. Salah satu kelompok datang dari Kota Surabaya. Dari Kota Pahlawan itu, empat wisatawan domestik ini rela berangkat pukul 03.30 WIB demi merasakan kesejukan kebun teh.

“Saya tahunya dari foto teman-teman yang pernah wisata di sini. Jadi saya minta ditunjukkan arahnya, kemudian ke sini bareng-bareng. Lumayan mudah kok meskipun kita belum pernah ke sini sebelumnya,” ujar salah satu wisatawan, Ranu Aditya.

Menurutnya, kebun teh itu punya daya tarik yang luar biasa bagi dirinya yang sehari-hari tinggal di Surabaya. Sehingga meskipun bukan hari libur, ia menyempatkan waktu untuk datang ke sana.

“Di sini kan serba hijau, buat refreshing enak banget. Pengennya berlama-lama di sini. Tapi ya setelah ini langsung balik Surabaya, masih kerja soalnya,” tukas Lukman Hakim, salah satu wisatawan.

Predator Fun Park Tambah Dua Jenis Satwa Baru

Keeper Memberi Makan Singa Laut. (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Pandemi Covid-19 menyurutkan kunjungan wisatawan Kota Batu. Meskipun berangsur-angsur ramai, pengunjung wisatawan Predator Fun Park, Desa Tlekung, Junrejo Kota Batu masih sepi.

Hari biasa pengunjung wisata taman reptile itu hanya ada kurang lebih 100 wisatawan. Sedangkan pada weekend hanya mencapai 300 sampai 400.

“Sesuai anjuran pemerintah hanya diperbolehkan menerima 50% dari kapasitas penuh.” ucap Marketing Predator Park, Muhamad Wafi pada Malangvoice.com, Senin (16/11). Wafi mengatakan bahwa sebenarnya pengunjung Predator Fun Park tidak pernah mencapai separuh kapasitas penuh taman wisata itu.

Kapasitas penuh Predator Fun Park adalah 2500 pengunjung. Sehingga, separuh kapasitas saja belum pernah dirasakan sejak buka Juli lalu.

Ia mengeluhkan hal tersebut padahal hewan yang ada harus tetap makan. Wafi sapaan karibnya mengaku perawatan dan pemberian makanan tetap rutin dilakukan tapi dengan jumlah yang sedikit dikurangi.

“Mungkin pengunjung luar kota masih agak takut. Mangkannya sepi juga kunjungannya,” ungkapnya.

Sekolah yang libur juga merupakan alasan lain. Tidak ada sekolah yang melakukan study tour untuk edukasi, lantaran masil belum aktifnya KBM tatap muka.

Sepinya tempat wisata juga berefek pada para pekerja. Mereka mengakali hal itu dengan cara memberlakukan 15 hari kerja bagi seluruh karyawan yang ada.

Padahal destinasi wisata sekaligus edukasi ini sudah sangat siap akan kehadiran pengunjung. Wisatawan yang datang diwajibkan untuk mengisi riwayat aktivitas 14 hari kebelakang sebelum berkunjung.

Pengecekan cek suhu badan dan bercuci tangan, juga kewajiban bagi pelancong yang datang. Kebersihan kandang dan area wisata pun menjadi perhatian tiap harinya.

Mereka rutin menyemprot area predator park setiap hari. Karyawan yang berkerja juga dipastikan melewati pengecekan kesehatan sebelum bertugas. “Kami sangat siap dengan pengunjung yang datang, semua protokol sudah sesuai. Karena sebelum buka Dinkes juga melakukan pengecekan,” terangnya.

Dia berharap menjelang Natal dan tahun baru bisa terus buka dan kondisi berangsur segera membaik. Hal tersebut dibenarkan lewat upaya–upaya yang telah diadakan.

Seperti penyediaan wahana baru dan promosi lewat jejaring sosial.Beberapa wahana baru yang ada yaitu singa laut show dan sepeda laying.

Untuk singa laut show, banyak pengunjung yang sudah menanyakan namun kadang tidak bisa menikmatinya. “Karena masih baru, kadang singa lautnya juga tidak terbiasa kalau banyak orang. Mereka kadang badmood terus tidak mau makan, masih perlu pelatihan lagi,” jelas keeper anjing laut, Muhammad Ismail.

Pengunjung bisa menikmati sensasi memberi makan anjing laut secara langsung. Jumlah pengunjung dibatasi 3 orang saja setiap masuk area pertunjukan.

Mereka akan mendapatkan pengalaman bagaimana berinteraksi dengan satwa lincah yang bernama Viona, Katty dan Mentil ini.

“Perawatan mereka cuma kalau airnya keruh diganti. Selain itu, tiga anjing laut ini hanya diberi makan ikan kembung yang sudah dibersihkan dan masih fresh,” katanya. Pada akhir pekan ada pertunjukan khusus yang digelar.

Seperti show ular dan feeding crocodile. Tiket masuk pada hari biasa dipatok Rp 40 ribu dan Rp 50 ribu saat weekend.(der)

Kane Lop! Disparta Kota Batu Kembali Hadirkan Batu Street Food Festival 2021

Batu Street Food Festival 2021.

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata Kota Batu kembali menggelar Batu Street Food Festival 2021. Event ini akan digelar mulai 7-8 Desember di Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Pada tahun 2020 lalu, event ini sempat ditiadakan seiring tingginya kasus penularan Covid-19. Sehingga diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat yang diikuti pula pelarangan pelaksanaan event yang memicu kerumunan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, kuliner merupakan bagian dari sub sektor ekonomi kreatif. Sehingga inheren dengan sektor industri pariwisata karena akan menjadi pemikat belanja wisatawan dan memberi nilai tambah kawasan itu.

“Kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, Batu Street Food Festival 2021 ini bekerjasama dengan PHRI Kota Batu. Makanan yang disajikan kepada pengunjung berkualitas hotel namun harganya ekonomis.

“Harga PKL tapi kualitas masakannya setara hotel. Dalam strategi pemasarannya kami membantu melalui sistem pemasaran online. Sehingga tidak berkerumun,” ujar dia.

Acara yang bakal dihelat di halaman parkir Balai Kota Among Tani tersebut bakal semakin meriah. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu bakal mendatangkan guest star yaitu Chef Olivia Tommy peserta Master Chef Indonesia sesion 8.

Nanti pengunjung cukup merogoh kocek Rp 5 – 25 ribu dan bisa memilih aneka makanan maupun minuman. Khususnya Tempo Doeloe, sesuai tema yang diselenggarakan. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga bisa membuat vlog saat mendatangi acara, karena panitia juga menggelar lomba vlog dengan hadiah jutaan rupiah.

“Selain kuliner pengunjung juga bisa menyaksikan cooking competition, live DJ performance, juggling and mixology performance, acoustic/band, zumba dance, dan live fruit carving. Jadi rugi sekali bila tidak datang ke Kota Batu,” lanjut Arief.(der/adv)

Banyak Dilalui Truk, Akses Jalan Menunju Pantai Selatan Rusak

Kondisi jalan di Srigonco, Bantur. (Toski D).

MALANGVOICE – Akses jalan menuju wisata pantai di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang rusak.

Kerusakan jalan tersebut dikarenakan adanya kendaraan besar (dump truk) yang mengangkut material untuk proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) tahap dua.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, mengaku sudah mendapat laporan dan segera berkoordinasi dengan KemenPUPR.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) untuk memperhatikan kondisi jalan,” ucap Wahyu, Selasa (23/3).

Menurut Wahyu, dump truk yang mengangkut material untuk proyek JLS yang melebihi tonase jalan, juga dikarenakan cuaca ekstrem saat ini.

“Sudah koordinasi dengan PUPR, nanti untuk perbaikan atau peningkatan akses jalan itu akan dilakukan oleh mereka (PUPR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini hanya melakukan perawatan saja,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Pemkab Malang, Romdhoni menyampaikan akses jalan menuju objek wisata pantai di Malang Selatan yang kondisinya rusak berat mulai dilakukan perbaikan, sehingga lubang jalan di sejumlah titik jalan menuju beberapa wisata pantai di Malang Selatan akan segera membaik.

“Banyak jalan rusak yang diperbaiki, untuk akses jalan menuju Malang Selatan, ada beberapa yang dilakukan pelebaran,” katanya, beberapa waktu lalu.

Pelebaran beberapa akses jalan tersebut, lanjut Romdhoni, selain untuk menunjang program strategis pemerintah pusat, juga untuk mempermudah wisatawan yang akan berkunjung ke wilayah pantai Malang Selatan.

“Untuk pelebaran jalan Tumpang-Turen masih dalam proses, bahkan jalan menuju pantai selatan. Untuk akses jalan ke pantai Balekambang masuk dalam Pemeliharaan rutin. Targetnya, selesai selama periode pak Bupati HM Sanusi ini,” tukasnya.(der)

Show Time, Ribuan Wisatawan Buru Harta Karun di Museum Angkut

MALANGVOICE – Puncak treasure hunt atau perburuan harta karun di Museum Angkut, Kota Batu, dilaksanakan sore ini. Ribuan peserta yang membawa peta harta karun sejak pintu gerbang sudah penasaran dengan permainannya.

Demi menarik wisatawan ini, Museum Angkut hanya menyediakan peta harta karun sebanyak 1000 lembar. Sehingga akan ada kompetisi antar pengunjung, karena dalam hari libur biasanya akan ada 5000 pengunjung.

Bahkan pengunjung museum yang tak kebagian peta harta karun juga bisa menikmati sajian treasure hunt ini. Karena lima tempat dengan beberapa talent yang punya kemampuan istimewa siap menyilaukan pandangan mata wisatawan.

Sekretaris Museum Angkut, Nunuk Liantin, mengatakan, penambahan acara ini dapat menggaet pengunjung hingga 20 persen. Apalagi saat ini liburan sehingga pengunjung membeludak hingga akhir area museum.

“Kami sengaja mengadakan berbagai suguhan agar pengunjung dapat menikmati wisata di sini. Jadi selain menyajikan berbagai kendaraan yang luar biasa, kami ingin memberikan sesuatu yang lebih,” tambahnya.

Ini Dia, Menu Februari Romantis di Best Western OJ Hotel

Tamu menikmati sajian menu Februari In Love di Best Western OJ Hotel (fia)

MALANGVOICE – Best Western OJ Hotel memperkenalkan menu baru di Februari ini bertajuk February in Love. Menu tersebut rencananya akan disajikan hingga Maret mendatang.

Kambing Afrika
Kambing Afrika

Menu baru Best Western OJ Hotel itu terdiri dari Hokian Noodles, yaitu mie khas Hongkong yang terkenal di negaranya. Ada juga Kambing Afrika, yaitu daging kambing yang dipanggang dengan bumbu kecap dan disajikan dengan frech fries dan irisan bawang bombay dan pisang kepok panggang.

Shanghai Rose
Shanghai Rose

“Harga untuk hokian noodle Rp 45 ribu ++ dan Kambing Afrika Rp 70 ribu ++,” rinci Public Relation Manager Best Western OJ Hotel, Shelfy Ledya.

Selain makanan, ada pula minuman shanghai rose, yaitu jus mix antara buah naga, strawberry dan leci yang ditawarkan dengan harga Rp 29 ribu++.

“Karena Februari bersamaan dengan Imlek dan Valentine, maka ada menu oriental dan nuansa pink,” terangnya.

Hokian Mie
Hokian Mie