Sarana Edukasi dan Tawarkan Saham ke Warga

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila saat peresmian Predator Fun Park Batu. (mizki/malangvoice)

MALANGVOICE – Wisata Predator Fun Park (PFP), Junrejo,  Kota Batu menjadi nilai tambah destinasi wisata di Batu.  Hadirnya wisata ini membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar serta menjadi sarana edukasi yang efektif.

“Bukan kali ini saja obyek wisata dibangun di Kota Batu, sambutan masyarakat yang sangat besar membawa angin segar bagi kemajuan sebagai daerah wisata,” ungkap Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto, dalam acara Opening Taman Wisata Predator Fun Park, Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu, Minggu (2/8) siang ini.

Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dalam memajukan obyek wisata ini, maka dari itu pengelola membuka selebar-lebarnya kepada masyarakat Batu untuk mengakses saham Predator Fun Park.

Predator Fun Park, lanjut dia, menjadi pioner dan percontohan sukses tidaknya pengelolaan wahana wisata dengan melibatkan secara langsung masyarakat.

“Banyak pekerjaan rumah yang perlu kami siapkan untuk memajukan wisata baru ini,” paparnya.

Hingga kini,  lebih 230 formulir telah diisi calon investor, termasuk masyarakat sekitar. “Kami optimis obyek wisata ini menjadi pilihan bagi wisatawan,” tandasnya.

Liburan Panjang, Wisatawan Candi Singosari Meningkat Drastis

Pengunjung di Candi Singosari
Pengunjung di Candi Singosari

MALANGVOICE – Liburan panjang Natal yang bertepatan dengan libur sekolah ini membuat Candi Singosari diserbu pengunjung.

Juru pelihara candi menjelaskan, wisata edukasi yang berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari ini mengalami peningkatan pengunjung hingga 70 persen.

Hari-hari biasa dikunjungi antara 20 hingga 30 wisatawan. Memasuki liburan panjang, sehari bisa sampai ratusan pengunjung.

“Kebanyakan siswa SMA dan pelajar lainnya. Sejak pagi sudah banyak yang antre,” kata dia, Senin (26/12).

Bahkan, pengunjungnya juga tidak hanya datang dari Malang Raya saja. Melainkan juga berasal dari luar kota hingga mancanegara.

Salah satu pengunjung, asal Makassar, Mohamad Asnil mengatakan, dirinya datang ke untuk belajar mengenai sejarah kerajaan di tanah air, khususnya kerajaan di Pulau Jawa.

“Karena kesempatan belajar sejarah candi, bisa kami lakukan di saat libur sekolah seperti sekarang ini,” kata dia.

Syahdunya ‘The Fragrance of Ketupat Lebaran’ di Melati Restoran Hotel Tugu

Syahdunya ‘The Fragrance of Ketupat Lebaran’ di Melati Restoran Hotel Tugu
Syahdunya ‘The Fragrance of Ketupat Lebaran’ di Melati Restoran Hotel Tugu

MALANGVOICE-Dalam hal tema, Melati Restoran yang ada di Hotel Tugu Kota malang ini memang sangat inovatif. Seperti ‘The Fragrance of Ketupat Lebaran’, menu yang disiapkan demi memanjakan tamu yang hadir, seperti terurai dalam rilis yang dikirim ke Redaksi MVoice.

Dalam filosofi jawa, ketupat Lebaran bukan sekadar hidangan khas Hari Raya Lebaran.  Ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa jawa merupakan kependekan dari ‘ngaku lepat’, yang artinya mengakui kesalahan.

Di tanah Jawa, pada saat menjelang Lebaran, hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun lontar, kemudian di isi beras dan dimasak selama 10 jam. Selanjutnya ketupat-ketupat itu diantarkan ke kerabat yang lebih tua, sebagai lambang kebersamaan.

Hotel Tugu memang tak pernah lupa, bahkan selalu mengangkat tradisi budaya untuk selalu dilestarikan.  Pada Lebaran kali ini, Melati Restoran – Hotel Tugu Malang, menyajikan  Ketupat Lebaran dengan aroma aneka hidangan yang sangat otentik seperti:

Ketupat Orem – Orem Malang

Ketupat yang disajikan dengan orem – orem tempe khas Malang yang disajikan dengan udang goreng renyah, sambal hijau dan rempeyek germut.

Ketupat Bebek Opor

Bebek peking masak opor disajikan dengna ketupat dan timun Jepang yang segar.

Ketupat ‘Mbok Musinem’

Resep lawas Mbok Musinem, ketupat yang disajikan dengan gudeh kuah, sambal goreng cecek, sate daging manis, sambal bajag dan emping.

Hingga menu ketupat yang disajikan dengan sate daging impor – Australia, namun dimasak dengan resep Jawa Kuno yaitu Ketupat Sesatee Zoetelief of Pak Paheeng Solo.

Tak hanya menu Ketupat, sebagai menu pilihan, Restoran Melati juga menyajikan  ‘Lebaran Feast of Rice’, yaitu aneka hidangan nasi  khas Lebaran yang digarnish ala western, seperti:

Roasted Lobster on Caramelized Vegetables served with Turmeric Rice

Lobster panggang disajikan dengan sayuran dan nasi kuning yang guring dan harum.

Indonesische Biefstuk van Mevrouw Sonya

Steak daging panggang has dalam dari Australia yang juicy, disajikan dengan sayuran dan saus gaya Hindia – Belanda 1930 dan nasi kuning.

Gapura Bima Swarga

Nasi pandand yang sangat harum dan gurih, disajikan dengan udang panggang sereh, bumbu kari merah, sambal goreng kentang dan kacang panjang, tahu kuah areh, daun singkong rebus, sambal hijau Madura.

Selanjutnya hidangan utama di atas ditutup dengan:

Colenak van Kunstkring

Tape singkong dipanggang dengan gula merah disajikan dengan Kelapa muda dan toping kismis dan granola.

Atau…

Apelflappen

Pannekoek apel yang renyah disajikan dengna vanilla ice cream dan kayu manis.

Aneka hidangan Lebaran itu bisa dinikmati di Restoran Melati yang buka 24 jam. Anda bisa datang langsung atau memesan meja melalui  telp 0341-363891.

 

Bukan Mobil Biasa, Ini ‘Buick 1910 Tonneau’ di Museum Angkut

Buick 1910 Tonneau di Museum Angkut (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Museum Angkut di Kota Batu memang jadi destinasi menarik. Kini museum makin keren dengan adanya mobil merk ‘Buick 1910 Tonneau’. Mobil itu merupakan mobil keluaran General Motors – Amerika tahun 1900 an.

Operasional Manager Museum Angkut, Endang A Shobirin mengatakan jika mobil ini awal masuk ke Museum Angkut sekitar tahun 2013 dan berhasil dihidupkan di tahun 2016.

“Mobil ini menjadi koleksi tertua disini. Mobil ini diproduksi pertama pada 1904 dengan mesin katup overhead. Dan masuk ke Museum Angkut pada tahun 2013,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Diketahui mobil ini dulunya digunakan masyarakat Eropa dan Amerika golongan bangsawan. Karena tergolong mahal dengan kategori mobil touring.

Meski terkesan mobil kuno,q mobil ini ternyata sudah menjadi mobil canggih di zamannya. Menggunakan mesin empat silinder dengan katup overhead push-rod dan didukung 2.400 CC. Tak hanya itu saja, mobil berbahan bakar premium ini mampu menghasilkan 24 – 40 tenaga kuda dengan kecepatan mencapai 60 km per jam.

Hal unik lagi dari mobil ini ternyata lampu depan di sisi kiri dan kanannya menggunakan lampu minyak layaknya lampu delman zaman dahulu. Selain itu ada 2 lampu yang menggunakan bahan karbit.

“Jadi kita menyalakan lampunya cukup dengan menggunakan korek api gas pada katup dalam lampunya hingga menyala,” pungkasnya.

Launching mobil kuno ini sengaja dilakukan di perayaan ulang tahun Museum Angkut yang ke – 5. Dan juga sekaligus menandai transformasi besar-besaran Museum Angkut sebagai wahana wisata sekaligus edukasi kepada pengunjung.(Der/Aka)

Predator Fun Park Punya Wahana Baru Sambut Wisatawan Akhir Tahun

Operasional Manager Predator Fun Park, Tossy Kusdianto ketika memberikan makan buaya.(miski)
Operasional Manager Predator Fun Park, Tossy Kusdianto ketika memberikan makan buaya.(miski)

MALANGVOICE – Predator Fun Park yang berada di Jalan Raya Tlekung, Kota Batu, kini memiliki wahana baru.

Berupa Vertikal Jumping Crocodile atau buaya makan sambil melompat. Bisa disaksikan pengunjung pada pukul 12.00 WIB.

Petugas memberi makan dengan cara cukup menantang. Mulai dari mengikat potongan ayam sambil dipegang hingga memberi makan dengan menggunakan mulut.

Buaya yang melompat berhasil menangkap umpan sehingga tepuk tangan riuh terdengar dari pengunjung. Antraksi ini berlangsung di kolam yang berukuran cukup besar dilengkapi teralis besi. Pengunjung bisa melihat pertunjukkan dari luar kolam.

Operasional Manager Predator Fun Park, Tossy Kusdianto, mengatakan, semula memang harus punya nyali tinggi. Namun, setelah berinteraksi selama enam hari, ia mengaku sedikit banyak mempelajari karakter dan kebiasaan buaya.

“Di sini ada 15 ekor buaya jenis muara. Ternyata setelah sering berinteraksi, buaya itu tidak ngeri-ngeri amat,” kata dia, Jumat (30/12).

Dari 15 ekor buaya berusia 6-7 tahun ini tidak semuanya memilih makan dengan melompat. Sebagian justru lebih senang menyantap makanan di bawah.

Sedangkan, secara keseluruhan ada 115 ekor buaya. Buaya paling tua berusia 17 tahun.

Tossy menyebut, antraksi ini diharapkan dapat memikat dan menghibur pengunjung di akhir tahun.

Ke depan, ia berharap antraksi memberi makan buaya ini bisa dilakukan pengunjung. Namun, tidak lagi menggunakan teralis besi, melainkan dari kaca.

“Kami sudah siapkan buaya muara dengan ukuran 3 meter lebih. Cukup galak dan cocok untuk antraksi,” ungkapnya.

Kendati demikian, tidak mudah mengajarkan buaya, sebab otak buaya kecil, berbeda dengan lumba-lumba.

“Kalau di air, sifat liarnya muncul. Makanya lebih aman menggunakan kaca,” jelas pria yang memberikan makan secara langsung ini.

Kupang Kraton Hj Qomariyah, Wuenak Tenan!

Suasana warung kupang (anja)
Suasana warung kupang (anja)

MALANGVOICE – Kupang merupakan sejenis kerang kecil yang hidup di perairan daerah pesisir. Salah satu penghasil kupang adalah daerah Kraton, Pasuruan.

Bagi Anda yang berada di Malang dan berkeinginan menikmati santapan olahan kupang tidak perlu jauh ke Pasuruan. Cukup mengunjungi sebuah warung yang menyediakan sajian Kupang Kraton Hj Qomariah, di Jalan Cipto No 12 Kota Malang.

Rasa bumbu petisnya yang khas dan porsi kupangnya yang jumbo membuatnya jadi sajian kupang terbaik yang layak dicoba.

Kupang Kraton Hj. Qomariah Jalan Cipto ini memadukan antara kupang yang direbus sampai empuk, ditambahkan kuah kaldu, petis manis dan bawang putih. Menu ini ditambahkan lontong jumbo dan lentho (lentho=gorengan yang terbuat dari adonan singkong cacahh dan kacang loto).

Seporsi lontong kupang kraton (anja)
Seporsi lontong kupang kraton (anja)

Mengingat penyajiannya disertai dengan lontong, masyarakat di Jawa Timur menyebut sajian ini dengan sebutan kupang lontong.

Empunya warung, Gina Mukti, mengaku membeli kupang langsung dari Kraton, Pasuruan setiap hari.

Kulo tumbas ten Pasuruan, Kraton mbak. Niku kulo mbiyen omahe ten mriku. Kupan niku katah ten mriku,” timpalnya ketika MVoice mengunjungi warungnya, malam ini.

Aneka pilihan minuman (anja)
Aneka pilihan minuman (anja)

Ia juga menyodorkan sambal petis kupang. Katanya, sambal itu enak dinikmati bareng sate kupang dan tahu.

Niki mbak sampean coba, niki echo mbak di maem kaleh tahu ne,” katanya sembari menunjuk tahu.

Lentho dan sate kerang (anja)
Lentho dan sate kerang (anja)

Walah dalah, ternyata rasanya sangat nikmat, apalagi disantap saat kupang masih panas. Paling nikmat lagi, ditemani es jeruk manis.

Libur Natal dan Tahun Baru, Pengelola Selecta Targetkan 140 Ribu Pengunjung

Panorama Taman Wisata Selecta, Kota Batu terlihat indah dan nyaman sebagai jujugan berlibur akhir tahun.
Panorama Taman Wisata Selecta, Kota Batu terlihat indah dan nyaman sebagai jujugan berlibur akhir tahun.

MALANGVOICE – Taman Wisata Selecta memiliki ciri khas sendiri. Tak heran minat wisatawan setiap tahunnya terus meningkat.

Obyek wisata yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini memang menampilkan panorama indah. Puluhan bunga aneka warna ditanam, ditambah kolam renang, tempat bermain, dan wahana terbaru family coaster.

Selain itu, wisatawan diperbolehkan membawa makanan dan piknik di kompleks Selecta.

Untuk masuk ke Selecta pun terbilang sangat murah dibanding wisata lain di Kota Batu. Setiap oramg dipatok Rp30 ribu sekali masuk.

“Khusus wisatawan yang lebih 30 orang kami beri diskon, dari Rp30 ribu jadi Rp25 ribu,” kata Direktur Taman Wisata Selecta, Sujud Hariadi, kepada MVoice.

Bulan Desember, kata dia, pihaknya menargetkan ada 140 ribu wisatawan berkunjung ke Selecta. Target ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

Live music dan Prinvess Flowers Carnival juga disiapkan sebagai hiburan wisatawan. Mulai tanggal 17 Desember hingga 1 Januari 2017.

“Tampilnya tiap hari, kecuali hari Jumat. Supaya pengunjung merasa nyaman dan berkesan berlibur di Selecta, makanya musik dan putri bunga disuguhkan bagi pengunjung,” ungkapnya.

Wow, Makan di Kedai Si Mbok, Menunya Bergaransi

Pramusaji Kedai Si Mbok menyiapkan makanan di dapur. (fathul)

MALANGVOICE – Ingin menu khas rumahan tapi punya citarasa tinggi? Sebaiknya Anda mencoba dulu masakan yang disajikan “Kedai Si Mbok” di Lippo Plaza Batu.

Di sini Anda bisa mencicipi masakan yang terjamin enaknya. Dengan citarasa khas nusantara, Kedai Si Mbok menyediakan aneka makanan dan minuman, dari nasi goreng hingga olahan daging.

Di kedai ini juga melempar garansi, jika menu yang disajikan mengecewakan, misalnya keasinan, kemanisan, gosong, tidak enak, rusak, dan lain-lain, maka jangan ragu untuk minta ganti.

“Ini adalah bagian dari target kami memberikan layanan terbaik. Ungkapan kecewa pelanggan, adalah pelajaran berharga buat kami,” kata pemilik kedai, Yenny Sulistyowati.

Makanan andalan di kedai ini, adalah nasi goreng dengan beberapa level kepedasan seharga Rp 23 ribu/porsi. Level kepedasan ini memiliki nama yang akan membuat Anda cekikikan.

Level paling pedas dan bisa membuat kepala cenut-cenut adalah Nasi Goreng Mampus, lalu ada level Ndower, level Gila, level Garuk, hingga level anak-anak untuk pelanggan yang gak doyan pedas.

Makanan andalan lainnya, sop buntut berkuah seharga Rp 40 ribu/porsi, dan sop buntut goreng Rp 43 ribu. “Kami sediakan banyak pilihan makanan lain sesuai selera pelanggan,” imbuh Yenny.

Kedai yang sudah berdiri sejak 9 tahun lalu di Lippo Plaza Batu ini, juga menyediakan beraneka minuman. Seperti aneka jus buah segar harganya kisaran Rp 13 ribu – Rp16 ribu, es anti galau Rp 12 ribu, wedang jahe Rp 12 ribu, dan lemon tea Rp 12 ribu.

“Minuman andalan kami adalah es genit, yakni buah bercampur jelly dan susu seharga Rp 16 ribu. Ada pula es gemes, campuran buah dan jelly tapi tanpa susu, harganya sama Rp 16 ribu,” tandasnya.

Kedai Si Mbok sendiri memang tidak asing. Saat ini sudah memiliki 8 cabang di Jawa Timur. Kalau di Kota Malang, anda bisa menemukannya di Mall Olympic Garden dan Malang Town Square.-

Di Hayaku, Kita Bisa Masak Yakiniku dan Steamboat Sendiri

Masak sendiri bersama teman
Masak sendiri bersama teman

MALANGVOICE – Satu lagi destinasi kuliner ala Jepang yang harus Anda coba di Malang. Adalah Hayaku Yakiniku and Steamboat di Jalan Bendungan Sigura-gura Barat 1C, Sukun, Malang.

Hayaku adalah rumah makan baru yang menyajikan yakiniku, daging sapi dan ayam yang dimasak dengan cara dibakar. Sedang steamboat semacam mie dengan berbagai tambahan sawi dan sayur, udang, dan rebus.

Serunya, Anda bisa memasak semuanya sendiri. Hayaku sudah menyiapkan kompor dan panci untuk memasak di meja masing-masing.

Untuk harga semuanya dibanderol kisaran Rp 50 ribu. Tapi bisa untuk dimakan berdua bahkan berempat.

Makan di Kafe Ini Serasa Balik ke Era 90-an

Cafe mesin waktu (anja)

MALANGVOICE – Tak terasa besok sudah 2016. Meski demikian, masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengingat masa lalu, terutama era 1990-an

Hidangan di mesin waktu (anja)
Hidangan di mesin waktu (anja)

Adalah ‘Mesin Waktu’, cafe yang berlokasi di Jalan Mayjen Panjaitan 64A Malang yang bakal memanjakan pelanggan dengan suasana khas 1990-an. Terasa benar-benar berada di mesin waktu.

Pertama kali datang, pelanggan akan disuguhi camilan khas 90-an, seperti mie ‘biting’ dan mainan khas 90-an, seperti kipas yang terbuat dari kertas.

Menu yang disajikan variatif, mulai spaghetti, chicken wings, aneka toast, burger ’90, omelet, nasi goreng, nasi ayam black pepper ’90.

Selain itu, di dinding cafe berjejer foto-foto artis lawas, antara lain Warkop KDI, Desy Ratnasari, Benyamin, dan lainnya, hingga menambah kuatnya kesan 90-an.

Hidangan di mesin waktu (anja)
Hidangan di mesin waktu (anja)

Cafe ini dibuka setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 00.00. Selamat mencoba.

Hidangan di mesin waktu (anja)
Hidangan di mesin waktu (anja)

Komunitas