Balekambang Terapkan Konsep Pantai Tangguh Mulai Dipadati Pengunjung

Balekambang
Suasana pantai Balekambang. (Toski D)

MALANGVOICE – Pantai Balekambang yang berada di Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang langsung dipadati pengunjung setelah buka kembali beberapa pekan yang lalu.

Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa membuka pantai Balekambang dengan menerapkan konsep Pantai Tangguh di tengah pandemi Covid-19 yang semakin masif penyebarannya.

Direktur Utama (Dirut) PD Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan menyampaikan, untuk mencegah penularan dan penyeberan Covid-19, dirinya telah menjalankan konsep Pantai Tangguh Covid-19.

“Dalam konsep pantai tangguh ini, protokol kesehatan dijalankan, pengunjung sebelum masuk pantai akan di periksa suhu badannya dengan Thermo gun, dan wajib memakai masker, serta di semprot desinfektan, selain itu penyediaan handsanitezer dan wastafel sudah disediakan di beberapa titik,” ungkapnya, saat dihubungi, Minggu (14/6).

Menurut Wildan, Pantai Balekambang ini telah menjadi pantai terfavorit di Malang Selatan yang menjadi tujuan utama para wisatawan penikmat pantai, baik lokal maupun mancanegara.

“Semuanya kami siapkan agar dapat memberikan pelayanan pada pengunjung agar aman dan nyaman,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Wildan, dirinya juga bekerjasama sama dengan tim satgas percepatan penanganan Covid-19 Kecamatan Bantur untuk selalu memberi imbauan pada para pengunjung pantai Balekambang dengan cara mobile dan dipasang banner Imbauan.

“Kami bersama satgas Covid-19 selalu mengimbau pada para pengunjung untuk tetap memakai masker,” bebernya.

Sebagai informasi, pantai Balekambang kembali di buka pada tanggal 3 Juni 2020 lalu dan hingga saat ini sudah dikunjungi hampir 10.000 wisatawan.

Pesta Durian Desa Pait, 1500 Buah Ludes

Beberapa durian istimewa yang diperlombakan dalam Pesta Durian
Beberapa durian istimewa yang diperlombakan dalam Pesta Durian (istimewa)

MALANGVOICE – Pesta buah durian di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, dihadiri ribuan pengunjung, pagi ini (Minggu, 7/2/2016). Disiapkan 1500 buah untuk memuaskan pecinta durian dari berbagai daerah yang datang ke sana.

Ribuan durian ini dijejer di panggung besar dengan hiburan musik. Sebelum masuk panggung, pengunjung akan disuguhi belasan tumpuk durian yang dijual murah. Sehingga warga yang tak kebagian, dapat membelinya on the spot.

Panitia Pesta Durian, Dian Wahyuni, mengatakan, ada 1000 lembar tiket yang disiapkan panitia dalam acara itu. Sebanyak 450 lembar sudah terjual online, dan sisanya dijual di lokasi acara karena pesertanya membeludak.

“Awalnya satu tiket kita hargai Rp 15 ribu untuk 200 pembeli pertama. Tapi karena permintaan membeludak, akhirnya kami tambah dengan harga Rp 25 ribu per lembar. Antusiasme pengunjung luar biasa,” jelas Dian.

Pengunjungnya pun bukan hanya dari Malang, tapi datang pula dari Kediri, Surabaya, Bogor, hingga ujung barat Pulau Jawa, Banten. Sebagai agenda pertama kalinya, Pesta Durian ini sudah dapat dijual sebagai pilihan destinasi wisata.

“Kami ingin mengangkat pula nama Durian asal Desa Pait. Yang terkenal adalah Durian Jingga karena telah diteliti seorang doktor dari UB. Di sini juga ada Durian Ori, Durian Gentaru, dan Durian Wingit,” imbuh Dian.

Selama ini, durian yang dihasilkan Desa Pait hanya dijual sendiri-sendiri dengan kontrol harga dari Paguyuban Petani dan Penjual Durian. Dian berharap, dengan acara ini, nama Durian dari Desa Pait dapat melegenda sehingga meningkatkan penghasilan petani sekitar.

“Dulu beberapa penjual sempat membuat citra durian kita turun. Karena masih mentah dijual di pinggir jalan, lalu alasan lupa tidak membawa pisau. Sehingga ketika dibawa pulang oleh pembeli, mereka dikecewakan. Padahal penjual harus menjadi sumber informasi terpercaya,” keluh Dian.

Ke depan, penjual yang bukan warga Desa Pait dilarang berjualan di sekitar desa tersebut. Kecuali berjualan di sekitar Ngantang hingga Pujon, hal itu tidak masalah. “Kami lakukan ini demi menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen terhadap durian Desa Pait,” tandasnya.

Nasgor Pemuda ‘Kawah Bromo’, Pedasnya Nendang nggak Cuma di Lidah

Seorang pembeli menikmati 'Kawah 'Bromo'
Seorang pembeli menikmati 'Kawah 'Bromo'
Halaman yang luas membuat suasana nyaman menyantap nasgor
Halaman yang luas membuat suasana nyaman menyantap nasgor

MALANGVOICE- Sama halnya dengan bakso, nasi goreng (nasgor) pun bertebaran di mana-mana. Terlebih disantap di malam hari, setidaknya bisa menghangatkan tubuh. Di antara ribuan jenis nasgor, di Jl S Parman gang 4 terdapat Nasgor Pemuda yang memiliki cita rasa tersendiri.

Sesuai dengan namanya, Anda yang datang di kawasan Glintung, Blimbing ini akan disambut oleh dua orang pemuda sebagai penjual. Sementara berbagai menu seperti bakmi goreng, bakmi godog, dan menu lain terpampang jelas di depan warung.

Ada satu menu yang jadi andalan dan disukai pembeli yang juga didominasi anak-anak muda. Nasgor ‘Kawah Bromo’ namanya.Sesuai namanya yang mengesankan hawa panas, nasgor ‘Kawah Bromo’ ini dijamin bikin tubuh langsung berkeringat.

Ya, nasgor ini memang super pedas.

“Rasanya enak, bisa milih topping. Terus pedesnya itu nendang gimana gitu mbak. Jadi gak cuma di mulut aja pedesnya,” ujar Lidia, salah seorang pembeli, Rabu (24/08).

Penjual nasgor, Dian dan Hadi, mengatakan bahwa setiap hari warungnya buka mulai pukul 19.00-01.00 WIB menghabiskan nasi sekitar 5 kg. “Bendino buka sampai bengi mbak. Paling bengi yo jam 2. Lek segone wis entek yo tutup,” tutur Hadi.

Untuk melayani permintaan pelanggan di daerah Timur, nasgor Pemuda membuka cabang di sekitar GOR Ken Arok Malang. Harganya sama dengan yang di Glintung, berkisar Rp 8.000-Rp 10.000 sesuai dengan topping yang diminta seperti telor dadar, telor ceplok, ayam tumis dan sebagainya.

GMB-RRI Kerjasama Digitalisasi Koleksi Sejarah Musik

MALANGVOICE – Jumlah koleksi yang sangat banyak di Galeri Malang Bernyanyi (GMB), mencapai 16.000 koleksi, mendorong pengelola mendigitalisasikan koleksi itu, bekerja sama dengan RRI.

Sejak 6 tahun berdiri pada 2009, Galeri Musik Bernyanyi sudah bekerja sama dengan Lokananta, perusahaan rekaman pertama di Indonesia.

“Lokananta menyumbang semua koleksi kaset CD, Tape dan piringan hitam yang sudah tidak digunakan lagi, karena takut koleksinya terbengkalai tanpa perawatan. Jadi, koleksi diserahkan ke GMB agar bisa terus dipelihara. Kami senang bisa membantu, meski keadaan GMB masih pas-pas an,” tutur Hengki Herwanto, Ketua Pengelola GMB.

Saking banyaknya koleksi, pihak pengelola mengirim proposal kerjasama dengan RRI untuk digitalisasi semua koleksi. Dijelaskan, saat ini pengelola sedang mencari sponsor, baik dari pemerintah, swasta (CSR) dan sebagainya, karena butuh biaya besar.

“Sejauh ini bantuan resmi dari pemerintah belum ada, masih bantuan perorangan saja yang kami terima” Jelas lelaki ramah ini.

Digitalisasi itu, sambung Hengki, sebagai usaha pelestarian sejarah musik. Karena koleksi fisik bisa saja mengalami kerusakan, penjamuran, dan hilang.

Rencananya, materi hasil digitalisasi bisa digunakan RRI untuk ditayangkan pada program-program acaranya dan bisa dengan mudah diakses masyarakat di internet di kemudian hari.

“Ini aset bangsa, aset budaya. Karena itu kita semua wajib memelihara dan melestarikan. Kami harap pemerintah dapat membantu tercapainya rencana dan misi GMB,” harap Hengki.

Hobi Kopi Asli Indonesia, Datang ke Coffee Toffee

Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Coffee Toffee, brand kopi lokal asli Indonesia berdiri sejak 11 November 2006 di Surabaya, kini memiliki gerai di Kota Malang.

Terletak di Jalan Jakarta No 58, gerai itu cukup luas untuk tempat nongkrongnya anak muda atau menggelar acara bersama komunitas.

Di bagian luar, meja tertata apik dengan pemandangan Taman Kunang-kunang. Sedangkan di dalam, terasa mewah dan klasik dengan beberapa interior dari kayu, tentunya kedua tempat itu sangat nyaman sambil menikmati suguhan andalan kopi asli Indonesia, coklat dan beragam menu lain.

Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)
Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)

Lima kopi andalan Coffee Toffee antara lain, Bali Batukaru, Sumatera Gayo, Toraja Kalosi, Java Mocha, dan Sumatera Linthong yang berkualitas tinggi.

Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)
Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)

Menurut Public Relations & Promotion PT Coffee Toffee Indonesia, Mika Affandy, dengan menghadirkan kopi asli Indonesia, tidak hanya mendukung petani kopi namun juga memberi kebanggaan dengan produk kopi Indonesia.

Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)
Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)

“Dengan semangat kampanye ‘Yes I Drink Indonesian Coffee’ kami mengajak semua warga Malang turut serta menyuarakan kebanggaan pada kopi asli Indonesia,” paparnya, saat grand opening, Sabtu (26/9).

Saat grand opening, Coffee Toffee mengikutsertakan beberapa komunitas band, graffiti, hingga model, ada pula bazaar, games, dan kuis berhadiah jutaan rupiah.

Ditambahkan Mika, Coffee Toffee memang menargetkan para komunitas di Malang. Buktinya, setiap komunitas akan diberi kartu VIP dengan beberapa keuntungan, selain fasilitas tempat hingga diskon 15 persen.

“Komunitas di Malang sering bingung kala mengadakan even atau kegiatan, karenanya kami ingin memfasilitasi mereka, banyak program agar komunitas mereka berkembang di sini,” lanjutnya.

Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)
Coffee Toffee Malang. (deny/malangvoice)

Cara mendapatkan kartu VIP sangat mudah, komunitas hanya mendaftar secara gratis di gerai Coffee Toffee. Bagi pengunjung lain juga bisa mendapat kartu itu hanya dengan pembelian minimal seratus ribu dan mendapat kartu reguler dengan diskon 10 persen.

Gerai ke-7 dari 151 Coffee Toffee seluruh Indonesia itu, buka mulai pukul 11.00 hingga 02.00 setiap hari.-

 

Gurih, Manis dan Lembut Bercampur di Putu Lanang Bu Jumilati

MALANGVOICE – Siapa tak kenal putu, makanan tradisional berbahan tepung beras dengan gula merah di dalamnya ini menjadi penganan paling pas untuk menemani santai di sore maupun malam hari.

Salah satu penjual putu legendaris adalah di daerah perempatan Jagalan. Penjualnya bernama Jumilati. Perempuan kelahiran Ponorogo ini mulai berjualan putu sejak tahun 1981. Satu porsi berisi 10 buah putu dan dijual dengan harga Rp 8000.

“Saya buka dari jam 16.00 sampai malam sekitar jam 24.00,” kata nenek 15 cucu ini.

Di lapak sederhananya, Jumilati juga menjual varian makanan tradisional lain yaitu cenil, lupis dan klanting. Satu porsi terdiri dari tiga jenis penganan itu dijual dengan harga Rp 5000.

Penyajiannya, cenil, lupis dan klanting ditata menjadi satu kemudian ditaburi parutan kelapa dan terakhir dikucuri dengan gula merah yang sudah dilelehkan.

Pelanggan Jumilati tak hanya dari sekitar Kota Malang, namun juga banyak pembeli dari kabupaten Malang. Rata-rata mereka adalah para pekerja yang membeli sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah.

Sebagai salah satu makanan tradisional, ibu empat anak kelahiran 1959 ini tetap mempertahankan kemasan tradisional. Alih-alih memakai kertas bungkus, Jumilati justru bertahan dengan memakai daun pisang sebagai pembungkus.

“Biar aroma daunnya masuk ke putu, jadi lebih harum,” kata dia sembari tersenyum.

Cak Kribo, Dua Menu Andalan Kota Malang Ada di Sini…

Mie Ayam cak kribo (anja)
Mie Ayam cak kribo (anja)

MALANGVOICE – Banyak sekali cabang Mie Ayam Bakso Solo Cak Kribo di Indonesia, salah satunya di kota Malang.

Di kota wisata kuliner ini, kehadiran Mie Ayam Bakso Solo Cak Kribo seolah menjawab dua menu andalan favorit warga Malang. Memang, Malang cukup dikenal dengan kuliner mie-nya dan populer dengan citarasa baksonya. Pantas warung selalu rame dipadati pengunjung.

Racikan bumbu rahasia yang diwariskan secara turun temurun menjadikan Mie Ayam Bakso Solo Cak Kribo memiliki rasa asli dengan citarasa tinggi yang sangat digemari.

Ngalamers bisa menikmati varian citarasa menu dari rumah makan Mie Ayam Bakso Solo Cak Kribo dengan harga yang murah.

Di Malang, pusat Mie Ayam Bakso Solo Cak Kribo bisa Ngalamers temui di Jalan Terusan Borobudur No. 11.

Selain itu, Ngalamers juga bisa mengunjungi cabang Mie Ayam Bakso Solo Cak Kribo yang ada di pusat kota Batu, Jalan Landungsari, dan Jalan Aris Munandar yang terletak di belakang Ramayana.

Ini Dia, Pesona 3 Candi di Pulau Jawa dan Jogja

Pesona 3 Candi di Pulau Jawa dan Jogja
Pesona 3 Candi di Pulau Jawa dan Jogja

Bagi Anda pecinta sejarah atau penyuka benda-benda purbakala, jika memiliki kesempatan untuk berwisata, umumnya tak jauh dari pilihan destinasi wisata ke tempat-tempat bersejarah. Pilihan lokasi tersebut memang menyajikan cerita mengesankan, tentang perjuangan, benda peninggalan, juga peradaban manusia di masa lalu yang cukup seru untuk ditelusuri. Namun sayangnya, saat ini kaum muda jarang yang memiliki ketertarikan destinasi wisata satu ini.

Dengan mengunjungi tempat bersejarah, Anda dapat mengambil banyak informasi untuk menambah wawasan. Seringkali akan disajikan bagaimana gambaran kondisi masa lalu, kesejahteraan masyarakat pada masa-masa tertentu, juga mengenai sisi religius masyarakatnya hingga mampu membangun bangunan megah sebagai maha karya pada zamannya.

Di Indonesia sendiri, ada banyak bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri. Beberapa diantaranya berbentuk candi yang material utamanya berasal dari bebatuan kokoh, sehingga membuat situs-situs tersebut bertahan sepanjang masa.

ini-dia-pesona-3-candi-di-pulau-jawa-dan-jogja3

Umumnya Candi dibangun untuk kepentingan keagamaan seperti upacara, pemujaan, atau memuliakan raja-raja. Namun ada juga candi yang dibangun untuk kepentingan kerajaan seperti istana, tempat peristirahatan, pemandian, atau gapura. Sementara candi-candi yang ada di Indonesia tersebar di berbagai wilayah daerah, seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Namun mayoritas berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kisah-kisah yang diperoleh masyarakat saat ini tentang sebuah candi mayoritas didapat dari ukiran, relier-relief, prasati atau patung peninggalan masa lalu. Sedangkan arsip-arsip yang menjelaskan tentang asal mula candi tidak dapat ditemukan.

Candi dibangun sekitar abad ke 8 – 10 Masehi, tepatnya pada masa kerajaan Mataram Kuno. Kehidupan masyarakat pada masa tersebut mencapai tahap yang makmur dan sejahtera. Salah satu bukti kondisi kemakmurannya terlihat pada banyaknya bangunan megah yang didirikan pada masa tersebut.

Lokasi candi banyak terpusat di Jawa Tengah sehingga akan memudahkan Anda jika ingin memulai kunjungan dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Pulau Jawa. Anda dapat menggunakan rute perjalanan menuju Kota Yojakarta atau Kota Solo. Hampir semua maskapai besar yang ada di Indonesia memilki rute penerbangan menuju dua kota tersebut, salah satunya pesawat Batik Air. Anda dapat membeli tiket Batik Air online di website online travel agent yang tersedia.

ini-dia-pesona-3-candi-di-pulau-jawa-dan-jogja2

Selain Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang memang sudah sangat terkenal, ada banyak candi lain yang masih jarang dikunjungi wisatawan. Beberapa di antaranya:
1. Candi Banyunibo
Lokasinya berada di Desa Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Ukuran candi ini memang cukup kecil, dengan lebar 11 m, panjang 15 m, berada di atas batuan andesit dengan tinggi 2,5 m. Saat pertama kali ditemukan, Candi ini hanya berupa reruntuhan dengan bangunan utama berada di tengah dan terdapat 3 candi perwara yang bentuknya seperti stupa di sekelilingnya.

Di bagian belakang candi terdapat sebuah lubang menyerupai sumur. Relief-relief candi berupa sulur dan dedaunan yang menjulur dari wadah seperti tempayan menceritakan kisah masa lalu penuh makna. Atap candi berbentuk seperti kubah dengan stupa di bagian atasnya yang menjadi ssalah satu ciri bangunan candi peninggalan Budha.

2. Candi Kalasan
Lokasinya berada di desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Jogjakarta. Sekitar 16 km dari kota Jogjakarta. Tidak jauh dari Candi Kalasan, terdapat Candi Sari yang bangunananya hampir sama.

Bangunan Candi Kalasan berada di wilayah dengan ketinggian 20 m di atas permukaan tanah, hingga tinggi keseluruhan bangunan candi ini mencapai sekitar 34 m. Relief yang berada di prasasti Kalasan tertera bahwa Maharaja Tejapurnama Panangkaran membangun candi tersebut untuk pemujaan pada Dewi Tara, bersamaan dengan biara untuk pendeta Budha.

Bangunan Candi Kalasan seluruhnya berbentuk 4 persegi panjang, dengan 4 pintu di setiap sisinya. Namun hanya pintu bagian timur dan barat yang memiliki tangga. Meski demikian, pintu yang dapat dimasuki menuju ruang utama hanya pintu bagian timur saja.

Di setiap bagian dinding Candi Kalasan hampir semuanya berhiaskan relief-relief dengan beragam motif. Seperti halnya di bagian atas semua pintu, terdapat relief berbentuk Kala, sementara di bawahnya terdapat relief Kalamakara dengan pahatan seorang wanita yang memegang bunga teratai. Selain itu, pada bagian atas candi dihiasai 52 stupa dengan tinggi sekitar 4 m.

Sementara di dalam ruang utama candi, ada susunan batu menyerupai altar pemujaan.

3. Candi Ratu Baka atau Ratu Boko
Lokasi Candi Ratu Baka ini berada di atas sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 195,97 di atas permukaan laut. Terletak di dua wilayah, yakni Desa Sambirejo dan Desa Dawung. Candi Ratu Baka sebenarnya merupakan sisa-sisa reruntuhan dari Istana Ratu Baka yang dibangun sekitar abad 8 Masehi.

Untuk menuju lokasinya, Anda bisa melalui jalur area parkir, berjalan menanjak sedikit menuju area Candi Ratu Baka. Jarak wilayahnya sekitar 19 km dari Jogjakarta, tidak jauh dari komplek Candi Prambanan. Lokasinya yang cukup luas dan berada di ketinggian memiliki pemandangan yang menarik untuk dinikmati.

ini-dia-pesona-3-candi-di-pulau-jawa-dan-jogja4

Hari Ini Dibuka: Oges Gemes, Rasane Pancen Nggarai Gemes!

Oges Gemes diserbu pembeli. (deny)

MALANGVOICE – Sarapan memang penting untuk memberikan energi pada tubuh selama sehari beraktivitas. Namun, beberapa orang justru menganggap sepele menu sarapan yang disantap.

Tapi kali ini Anda tak perlu khawatir, karena tinggal di Malang banyak varian menu sarapan sehat dan murah, seperti Oges Gemes, yang baru dibuka hari ini, di Ruko Puncak Borobudur, tepatnya di depan SMAN 9 Malang.

Menu sarapan nasi campur itu tak hanya sehat, tetapi juga murah. Dipatok dengan harga Rp 5 ribu saja, seporsi nasi dicampur mi, suwiran ayam dan telur serta tambahan sayuran itu mantap disantap sebelum beraktivitas.

Pembukaan Oges Gemes.
Pembukaan Oges Gemes.

Bagi seorang pekerja, Oges Gemes pasti bisa jadi andalan, karena praktis dan sudah buka mulai pukul 06.00 WIB. Pengelola Oges Gemes, Yoga Adinata, mengatakan, menu varian nasi campur dipilih karena cocok disantap pagi hari.

Pembuatannya pun dengan resep khusus dari chef berpengalaman, sehingga dari soal rasa dijamin ‘ajib’. Yoga menambahkan, nama Oges Gemes, dipilih menyesuaikan karakter Kota Malang dengan bahasa walikan.

“Kalau ‘gemes’ itu harapannya makannya gemes dan rasanya enak, jadi gemes dan lahap,” katanya, Kamis (15/9).

Pada pembukaan pagi tadi, Oges Gemes langsung diserbu pembeli. Tak kurang sekitar 70 orang langsung memesan nasi yang sudah siap dibungkus itu.

Bahkan, Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto dan Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, ikut menyantap Oges Gemes.

gemes

“Selama tiga hari hingga Sabtu besok, kami gratiskan Oges Gemes untuk percobaan dan perkenalan. Baru Senin pekan depan mulai dijajakan,” lanjut Yoga.

Harapannya, kata Yoga, dengan adanya Oges Gemes, bisa jadi varian makanan murah bagi siswa, mahasiswa bahkan pekerja di Kota Malang. Ia optimis, Oges Gemes bisa langsung melejit dan segera membuka dua outlet baru di kawasan Unmer dan Universitas Brawijaya.

Oges Gemes sendiri mulai dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 – 11.00 WIB. Pengunjung bisa langsung mendapat minum gratis apabila menyantap makanan itu di lokasi.

Selain itu, pengunjung juga bisa memilih bermacam lauk tambahan, ada mendol, perkedel, bakwan dan lain-lain yang tentu menambah cita rasa. Bagaimana, berani mencoba?

Mie Baper Patbingsoo Nikmatnya Bikin Baper

Mie baper dan patbingsoo. (istimewa)

MALANGVOICE – Korea nggak hanya menyebarkan demam musik dan menciptakan K-Popers di Tanah Air termasuk di Malang. Negeri ginseng itu juga memperkaya kuliner Nusantara.

Salah satu kuliner khas Korea yang banyak disuka adalah patbingsoo. Dessert ini memiliki ciri khas kacang merah dan menjadi jajanan favorit kaki lima di negara asalnya.

Kini, patbingsoo makin bervariasi dan untuk mendapatkannya pun tak perlu jauh-jauh ke Korea karena di kawasan Sawojajar, tepatnya di jalan Danau Bratan, food lover bisa menikmati patbingsoo nikmat dengan harga bersahabat.

Kacang merah dengan es serut dan tambahan potongan buah segar seperti semangka dan melon dipermanis dengan sereal, ice cream scoop dan marshmalow bisa jadi pilihan tepat untuk menutup makan siang.

“Intinya patbingsoo adalah perpaduan es serut dan kacang merah yang disiram susu kental manis dan sirup. Kalau tidak ada dominasi kacang merahnya berarti bukan patbingsoo tetapi es campur atau es buah biasa,” jelas pemilik Mie Baper Patbingsoo, Noer Adinda Zaeni.

Harga yang ditawarkan untuk patbingsoo mulai dari Rp 9000 per porsi. Kedai Mie Baper Patbingsoo yang berada di jalan Danau Bratan Raya G6i no 11 ini buka mulai pukul 12.00 hingga 21.00 setiap Selasa sampai Minggu.

“Kita juga ada menu makan siang. Mie baper. Mie pedas dengan pilihan level mulai 1 sampai 5,” jelasnya.

Ibu satu anak ini menjelaskan, kedai Mie Baper Patbingsoo juga menawarkan menu lain seperti salad buah, susu kocok dan mochi ice.