Pengungsi Rohingya Terdampar di Pesisir Ujong Blang, ACT Turun Beri Bantuan

Sejumlah 295 pengungsi Rohingya terdampar di Pesisir Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Berdasarkan laporan yang Aksi Cepat Tanggap terima, para imigran mendarat pukul 01.00 WIB dini hari. Saat ini otoritas yang berwenang masih melakukan koordinasi dan pendataan.(istimewa)

MALANGVOICE – Pengungsi Rohingya terdampar di Pesisir Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin (7/9) pukul 01.00 WIB. Berdasarkan data yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) terima dari UNHCR, jumlah mereka 295 orang, terdiri dari 100 laki-laki, 181 perempuan, dan 14 anak-anak.

Muhammad Alfian dari Tim Komunikasi ACT Lhokseumawe mengabarkan, para pengungsi kini ditempatkan di pondokan pinggir pantai. Saat ini otoritas yang berwenang masih melakukan pendataan. ACT pun melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

Alfian juga menjelaskan, keadaan saat ini cukup ramai karena warga datang melihat fenomena ini. Mereka pun membawa pakaian dan makanan untuk pengungsi Rohingya itu. Sementara sejak dini hari para petugas juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan makanan.

“Siang ini, relawan Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara juga akan membantu proses pembagian makanan,” kata Alfian.

Pengungsi Rohingya kali ini pun jumlahnya lebih banyak dibanding pengungsi yang datang Juni lalu. menurut laporan ALfian, keadaan siang itu cukup ramai ditambah warga yang berdatangan untuk melihat keadaan.

“Saat ini sebenarnya masyarakat dilarang mendekat karena sejauh ini belum dilakukan rapid test,” jelas Alfian.

Saat ini, belum bisa dipastikan tempat pengungsi Rohingya akan diungsikan. Sejauh ini juga belum diketahui ada pengungsi yang bisa berbahasa Melayu atau tidak. Aksi Cepat Tanggap pun akan mengabarkan kondisi pengungsi Rohingya secara berkala.

“Saat kedatangan pengungsi Rohingya beberapa bulan lalu, ACT menurunkan armada kemanusiaan Humanity Food Truck, Humanity Water Truck, dan Ambulans Pre-Hospital untuk mendukung pangan dan kesehatan pengungsi Rohingya. Kali ini, kami atas dukungan para relawan juga berikhtiar memberikan yang terbaik untuk para pengungsi,” katanya.

Satu bulan lalu, salah satu armada terbaik Global Zakat – ACT, Humanity Food Truck, juga telah bertugas di Lhokseumawe untuk mendampingi penyintas konflik kemanusiaan Rohingya yang terdampar sebelumnya. Truk berdapur itu telah menyajikan hampir 14 ribu paket makanan siap santap yang didistribusikan bagi pengungsi Rohingya, masyarakat prasejahtera, relawan serta tim yang bertugas di Lhokseumawe dari berbagai lembaga kemanusiaan dan pemerintah.

Melihat kondisi terbaru, Aksi Cepat Tanggap mempunyai tekad untuk terus berkomitmen membangun kembali kehidupan masyarakat Rohingya agar mereka dapat menjalani hidup di tengah krisis saat ini. Dengan Ikhtiar untuk membangun dan menghadirkan kesejahteraan untuk mereka, ACT tidak bisa bekerja sendirian. Sahabat dermawan bisa mendukung aksi kemanusiaan melalui sedekah terbaik di indonesiadermawan.id/bangunkembaliRohingya.(der)

Belum Dapat Izin Beroperasi, Perkumpulan Bos Karaoke Bakal Datangi DPRD Besok

Ilustrasi Karaoke yang termasuk salah satu hiburan yang diharapkan ditutup (fathul)
Ilustrasi Karaoke yang termasuk salah satu hiburan yang diharapkan ditutup (fathul)

MALANGVOICE – Masih belum diizinkan beroperasi membuat gerah para pelaku usaha karaoke dan hiburan malam di Kota Malang. Kabarnya, pelaku usaha tergabung dalam Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang Raya bakal kembali mendatangi DPRD Kota Malang, Selasa esok (25/8).

“Teman-teman besok ke DPRD pukul 10.00, menyampaikan surat dan aspirasi kami lagi,” kata Ketua Perkahima Malang Raya Bambang Hermanto dihubungi, beberapa saat lalu (24/8).

Pihaknya bakal menyampaikan kembali aspirasi pelaku usaha karaoke dan hiburan malam. Termasuk nasib karyawan yang sejak pandemi Covid-19 merebak tak memiliki pemasukan sama sekali.

“Harusnya pak walikota melihat sendiri kondisi pekerja di lapangan gak dapat pemasukan beberapa bulan,” ujarnya.

Ia juga mengklaim beberapa pelaku usaha diambang gulung tikar akibat belum beroperasi selama pandemi Covid-19 merebak, Maret silam.

“Biaya operasional meskipun tidak buka saja sudah sampai Rp 14 juta,” keluhnya.(der)

Wali Kota Malang Belum Izinkan Usaha Hiburan Malam Beroperasi

Sutiaji
Wali Kota Malang, Sutiaji

MALANGVOICE – Pelaku usaha karaoke dan hiburan malam terpaksa gigit jari. Pasalnya, Wali Kota Malang masih enggan memberikan izin untuk beroperasi kembali akibat pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap pada Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Walikota atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, Senin (24/8).

“Beberapa tempat usaha sudah dibuka dengan protokol kesehatan ketat, kecuali usaha hiburan (karaoke), karena kesulitan untuk pengendalian penerapan protokol kesehatan,” kata Sutiaji kepada seluruh anggota dan pimpinan dewan.

Meski demikian, lanjut dia, roda perekonomian di Kota Malang diyakini mampu berputar kembali di tengah pandemi Covid-19. Sebab, beberapa sektor usaha, terutama UMKM, telah beroperasi tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Seperti karaoke dan bioskop, kesulitan dalam pengendalian pelaksanaan protokol kesehatan. Namun, untuk tempat usaha lain sudah dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan,” sambung dia.

Seperti diberitakan, ada sebanyak 160 sektor industri pariwisata dan olahraga yang kembali diizinkan untuk beroperasi di tengah pandemi Covid-19, setelah sebelumnya dinyatakan memenuhi persyaratan penerapan protokol kesehatan.

Sebelumnya, para pelaku usaha hiburan malam yang tergabung dalam Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang Raya wadul ke DPRD Kota Malang agar dapat diberikan izin beroperasi. Lantaran hampir tiga bulan lebih tak mendapatkan pemasukan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.(der)

Lagu Jegal Sampai Gagal, Berry Minor – Tyzee Serukan Tolak RUU Omnibus Law

Berry Minor (ist)

MALANGVOICE – Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja terus terjadi dengan berbagai cara. Salahsatunya dilakukan musisi Berry Minor melalui single terbarunya berjudul ‘Jegal Sampai Gagal’, rilis 11 Agustus 2020.

Konsisten di jalur Hip Hop Retorika, Berry Minor kali ini menggandeng Rapper Taufan aka Tyzee. Lagu Jegal Sampai Gagal mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mengamati dan mendampingi proses pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Sebab, kuat dugaan RUU tersebut cenderung merugikan keberadaan kaum buruh. Sedangkan paling diuntungkan hanya investor atau pemilik modal.

“Proses perancangan dengan mekanisme yang lebih baik dan berpihak pada buruh harus dikawal. Bukan malah timpang, lebih condong ke kepentingan pemilik modal dan pelaku usaha besar,” kata Fahzlurr Berry Almustapha.

Lagu ini, lanjut dia, terdapat beberapa poin seruan dan tuntutan. Diantaranya, menolak upah pekerja dengan hitungan perjam. Menolak adanya penghapusan jaminan keuangan cuti hamil, dan seterusnya. Pada intinya, RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya memuluskan kepentingan penguasa tanpa memperhatikan kualitas dan kesejahteraan pekerjanya.

“Kebijakan ini bisa saja menjadi momok untuk pekerja. Bahkan disinyalir dapat dimanipulasi oleh pelaku usaha dengan menggunakan regulasi tersebut untuk menghindari upah minimum,” bebernya.

Berry berharap, mengawasi dan mengontrol arah kebijakan pemerintah dalam sistem demokrasi merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara, tak terkecuali generasi muda dan pelaku seni pada khususnya.

“Sebagaimana dikatakan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan. Mengamati kebijakan pemerintah bukan tugas aktivis saja,” pungkasnya.

Lagu video lirik Jegal Sampai Gagal ini bisa disimak di kanal YouTube Kadit Rudit https://youtu.be/Do8pDNwugrY. Merupakan wadah anak muda pelaku musik hiphop di Kota Malang yang juga mendukung sistem demokrasi di Indonesia agar lebih baik dan adil.(der)

Perawatan Pribadi Jadi Penyumbang Utama Inflasi Kota Malang

Ilustrasi botol make up (istimewa)

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen pada Juli 2020. Faktor yang mendorong salahsatunya akibat kenaikan harga kelompok pengeluaran perawatan pribadi (produk dan layanan kecantikan) dan jasa lainnya.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan, kelompok pengeluaran perawatan pribadi, dan jasa lainnya menyumbang inflasi sebesar 1,77 persen. Meski demikian, inflasi Kota Malang sebesar 0,06 persen tersebut, merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi selama tiga tahun terakhir, pada bulan yang sama. Pada Juli 2018, tercatat tingkat inflasi Kota Malang sebesar 0,21 persen, dan pada 2019, inflasi sebesar 0,20 persen.

“Dalam tiga tahun terakhir, inflasi Kota Malang pada Juli 2020 merupakan yang terendah,” kata Sunaryo.

Ia melanjutkan, selain kelompok tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pengeluaran pendidikan sebesar 0,40 persen, penyedia makanan dan minuman sebesar 0,07 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

Komoditas lain yang mendorong inflasi Kota Malang pada Juli 2020, yakni kenaikan pada komoditas emas perhiasan sebesar 4,34 persen, telur ayam ras sebesar 7,26 persen, biaya taman kanak-kanak sebesar 3,57 persen, dan cabai rawit naik 17,36 persen.

“Sementara untuk tujuh kelompok pengeluaran lainnya, mengalami deflasi,” sambung dia.

Rinciannya, kelompok pakaian dan alas kaki deflasi sebesar 0,04 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, dan makanan, minuman, dan tembakau deflasi 0,06 persen.

Sunaryo menambahkan, deflasi juga terjadi pada kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,15 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen, transportasi 0,24 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,34 persen.

“Kelompok yang mengalami deflasi termasuk makanan, minuman, pakaian, dan alas kaki. Banyak produk di luar makanan, yang mengambat deflasi,” urainya.

Sementara, komoditas utama yang tercatat mengalami penurunan harga, diantaranya harga daging ayam ras turun sebesar 5,83 persen, tiket angkutan udara turun 3,01 persen, bawang merah 17,96 persen, dan bawang putih 13,28 persen. Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga Juli 2020 sebesar 0,94 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,21 persen.(der)

Ketahui Bahaya Microsleep saat Berkendara

Ngoprek MPM Honda Jatim. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pada saat berkendara, terkadang pengemudi mengalami keadaan tidak sadar selama beberapa detik akibat kelelahan yang fatal. Keadaan tubuh yang seperti itu bisa disebut dengan microsleep. Apabila microsleep terjadi pada saat berkendara tentu akan sangat berbahaya.

Oleh karena itu pada sesi Ngoprek (Ngobrol Online Seputar Komunitas) yang diadakan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT live di instagram @mpmhondajatim mengambil tema Bahaya Microsleep Saat Berkendara Sangat Fatal Apabila Diteruskan (26/7).

Talkshow yang membahas mengenai microsleep mengundang nara sumber yakni Kepala Bidang Keselamatan dan Berlalu Lintas Angkutan Darat MTI Jatim, I Komang Fery DK IR dan Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan memberikan tips berkendara untuk menghindari terjadinya microsleep.

Berikut tips berkendara untuk menghindari terjadinya microsleep.

1. Pastikan tubuh kita dalam kondisi fit dan Prima. Kondisi tidak fit akan membuat tidak konsentrasi dalam berkendara.

2. Gunakan Perlengkapan Berkendara

Memakai perlengkapan berkendara bisa menghindari terjadinya kecelakaan. Selain perlengkapan berkendara juga dipersiapkan kelengkapan motornya seperti surat suratnya.

3. Buatlah road plan perjalanan terlebih dahulu

Dengan adanya road plan perjalanan membuat pengendara lebih terencana akan melewati rute perjalanan. Pilihlah rute yang menyenangkan.

“Ini penting bagi pengendara yang suka melalukan touring ataupun yang suka berkendara jarak jauh. Dengan adanya road plan, berkendara menjadi tidak membosankan,” kata Hari Setiawan.

4. Istirahat Secara Berkala.

Apabila melakukan perjalanan jauh, berhentilah sejenak kurang lebih 10 menit setelah berkendara 2 jam.

“Mengendarai motor itu membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi lebih tinggi, karena semua anggota tubuh bergerak. Oleh karena itu ada aturan bahwa setiap 2 jam sekali harus berhenti sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh,” kata I Komang.

Jadi, bagi Anda yang rutinitas sehari-hari harus berkendara jauh sebaiknya perlu memperhatikan tips di atas. Tujuannya tak lain adalah sebagai antisipasi keselamatan di jalan bagi diri sendiri dan orang lain.

Terpenting lagi adalah patuhi aturan berlalu-lintas dan rambu-rambu di jalan.(der)

Dihantam Pandemi, Tony Aksa & Yudek Tetap Berkarya Keluarkan Single Baru

Tony Aksa dan Yudek. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kiprah musisi Malang dalam menciptakan musik memang tak bisa dipandang sebelah mata. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, namun musisi Malang tetap berkarya.

Seperti satu lagi single dari dua musisi asli “arek” Malang yang berisikan gambaran keadaan saat awal pandemi Covid-19 yang dampaknya adalah masyarakat dirundung rasa panik dan ketakutan.

Di kala semua orang merasa takut akan sesuatu, Tony Aksa yang juga merasakan dan mengalami dampaknya mencoba mengungkapkan perasaan terdalamnya lewat sebuah lagu yang berjudul ‘Rindu Sedia Kala’. Dalam lagu ini Tony Aksa berharap agar keadaan lekas pulih membaik seperti sediakala.

Adalah Tony Aksa, gitaris dari Taxi band yang sempat populer dengan single ‘Hujan Kemarin’ yang menjadi figur dalam single ini. Dalam single ini, Tony Aksa menggandeng vokalis bersuara khas yaitu Yudek. Suara serak dari Yudek dan alunan gitar akustik dari Tony Aksa menjadi penyempurna dalam single Rindu Sedia Kala.

Dibawah naungan LR manajemen, Tony Aksa & Yudek yang dimanajeri langsung oleh kepala desa Ngijo Karangploso yang dijuluki LR (Lurah Rocker) oleh warga setempat karena kegemarannya menyanyikan lagu-lagu Rock era 90 an, tengah sibuk melakukan rangkaian promo single Rindu Sedia Kala.

Penggarapan lagu ini juga dibantu beberapa rekan antara lain. Indra yang dulu juga tergabung dalam Band Taxi ikut membantu dalam pengisian keyboard, string, mixing mastering di studio Gio Production. Dan juga penggarapan video dibantu oleh Antonblack, Alim Anima, dan Oche. Video lengkap Rindu Sedia Kala bisa dilihat di youtube channel ‘Tony Aksa’.

“Semoga single ini bisa diterima masyarakat luas dan semoga bisa mewakili doa dan harapan seluruh lapisan masyarakat agar kita semua bisa segera pulih dari keterpurukan selama masa pandemi virus corona,” ujar Tony Aksa.(der)

Mbois! Bakal Ada Mini Orkestra di Balai Kota Malang

MALANGVOICE – Balai Kota Malang dalam waktu dekat bakal disulap menjadi panggung mini orkestra. Kegiatan yang diinisiasi Malang Musik Bersatu Indonesia (MMBI) ini juga mengusung kampanye disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Humas MMBI Isa Aprilia mengatakan, mini orkestra mengangkat tema “masker wis duwe ayo digawe” ini bakal melakukan aksi pembagian masker kepada masyarakat, melalui komunitas musik Kota Malang.

“Orkestra akan memainkan lagu – lagu perjuangan diselingi dengan bincang – bincang santai dengan Pak Sutiaji Walikota Malang perihal Covid-19 di kota Malang,” jelasnya.

Perempuan berjilbab ini melanjutkan, ada beberapa alasan mengapa memilih Balaikota Malang sebagai panggung orkestra. Paling disorot adalah, struktur bangunan balaikota sangat menarik untuk dieksplorasi serta memiliki nilai estetika.

“Ini harus diviralkan sehingga mampu menjadi nilai edukasi, nilai penguat heritage balaikota sekaligus memberi pesan bahwa balaikota dan pimpinan daerah tidaklah bersifat elite,” ujarnya.

Ketua MMBI Bagus Prakoso menambahkan, bahwa gelar kampanye “masker wis duwe ayo digawe” by mini orkestra, tidak luput dari dukungan sahabat-sahabat Generator Musik Malang diantaranya ,Muhammad Faizal Ants Studio, Wahyu kcmt, Ook ,serta rekan rekan pengurus MMBI lainnya. MMBI adalah connecting dari hampir semua komunitas musik Malang Raya, semisal Guitarissick and Magic, MDC,KUBAM,VOM,Kibordis Malang, MSC, MGC, MLC dan lain sebagainya. Rencananya, hajat dari MMBI ini akan dihelat antara akhir Juli atau awal Agustus.
“Kami sedang matangkan dengan tim Pemkot Malang, dan insyaallah akan kita live streaming kan,” kata Bagus.

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi upaya MMBI yang ikut aktif mengampanyekan tentang Covid-19. Hal itu penting untuk terus digalakkan, mengingat sebagian masyarakat masih menganggap enteng penularan virus tersebut.

“Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian masker (selama pandemi Covid-19), membutuhkan dukungan dari semua komunitas untuk menggelorakan kampanye pakai masker,” ujarnya.(der)

Suguhkan Hiphop Retorika, Berry Minor Kecam Buzzer dan Penyebar Hoax

Musisi Malang Berry Minor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Musisi Berry Minor merilis single barunya berjudul Narasi Fana, pada1 Juli 2020. Mengusung genre Hiphop Retorika, musisi Malang ini mengecam fenomena yang terjadi di media sosial, terutama ulah Buzzer dan penyebar hoax.

Ya, maraknya para pelaku penyebar berita secara terorganisir atau disebut buzzer membuat turunnya nilai-nilai fakta di era demokrasi digital ini. Berry Minor sebagai pelaku musik meresahkan beredarnya berita simpang siur yang tidak memiliki dasar koheren antara berita yang disajikan dan realitanya.

“Awalnya, para buzzer di media sosial hanya digunakan sebagai promotor barang komersial saat platform media sosial seperti Facebook dan Twitter belum ada fitur untuk menjajakan iklan,” kata Berry kepada MVoice, Senin (6/7).

Sementara itu, lanjut dia, dalam dunia politik, para pelaku bekerja untuk dua tujuan, yakni pembingkaian dan amplifikasi isu-isu politik tertentu sesuai kepentingan partai politik, tokoh politik, ataupun ideologi pribadi. Seperti maraknya para pelaku konten kreator yang membawa isu sosial dan politis namun secara praktis mereka tidak pernah terlibat dalam aktivitas tersebut atau disebut pseudo aktivisme.

“Bagi saya idealnya aktivisme di sosial media bisa selaras dengan aktivitas sosial di dunia nyata seperti aktivitas perjuangan HAM, buruh (kelas pekerja), pejuang kesetaraan gender, ekologi dan terafiliasi dengan beberapa ornamen masyarakat seperti, mahasiswa, akademisi, seniman dan para pelaku lain agar kita dapat mengerti bagaimana kondisi di lapangan ter-update dan faham detail permasalahannya,” bebernya.

Karya apik Berry Minor bisa dinikmati di
Sini
(der)

Ada Sanksi Pidananya, Jangan Asal Terbangkan Drone

Aktivis Drone Arya Dega. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Ini peringatan bagi pilot ataupun penghobi drone (pesawat nirawak) agar tak asal terbang. Sebab,
Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 37 Tahun 2020 mengatur beragam hal tentang pengoperasian drone, termasuk sanksi pidananya.

“Peraturan ini baru keluar 8 Juni 2020 kemarin. Tapi masih banyak pilot drone yang belum mengetahuinya,” kata Aktivis Drone Malang, Arya Dega, Jumat (3/7).

Arya melanjutkan, bahwa Permenhub Nomor 37 Tahun 2020 ini menggantikan peraturan yang sebelumnya, yakni Permenhub Nomor 180 Tahun 2015 serta Permenhub Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia.

Pada peraturan yang ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu terdapat sejumlah peraturan yang diganti. Dicontohkannya tentang pengoperasian drone pada ketinggian di atas 120 meter (400 feet) harus memiliki persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Aturan itu yang sebelumnya dengan ketinggian 150 meter, sekarang diganti jadi 120 meter,” beber pria kelahiran Bandung ini.

Lalu, terdapat aturan yang melarang drone diterbangkan di kawasan dalam radius 5,5 kilometer (3 Nautical Mile) dari titik Helipad yang berlokasi di luar Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) suatu bandar udara.

“Kalau ini peraturan baru. Dalam peraturan yang sebelumnya hanya mengatur kawasan KKOP saja,” beber pria bersertifikat Pilot Drone FASI ini.

Selain itu, masih kata dia, peraturan baru lainnya yakni pengoperasian drone harus memerhatikan kaidah batas pandang mata atau VLOS (Visual Line of Sight) serta diluar batas pandang mata atau BVLOS (Beyond Visual Line of Sight). Bahkan, drone pun kini dilarang terbang saat malam hari tanpa izin.

“Dalam peraturan tersebut dituliskan pengoperasian drone hanya dapat dilakukan saat matahari terbit hingga matahari terbenam,” sambug dia.

Sedangkan untuk saksi bagi pelanggar, dijelaskan bahwa pengenaan sanksi dilaksanakan berdasarkan hasil pengawasan sesuai dengan kondisi sebagai berikut, yakni melanggar wilayah kedaulatan dan keamanan udara, mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan, memiliki dampak ancaman terhadap pusat pemerintah, pusat ekonomi, objek vital nasional dan keselamatan negara, tidak memiliki persetujuan beroperasi, tidak sesuai dengan persetujuan yang diberikan.

Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud mencakup, pengenaan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, pengenaan sanksi administratif berupa pencabutan persetujuan dan dimasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist.

“Saya harap para pilot drone di Indonesia sudah memahami betul peraturan yang baru ini agar tidak terjadi pelanggaran di kemudian hari,” pungkasnya.(der)