01 December 2022
01 December 2022
21.3 C
Malang
ad space

Meriahkan HUT Kota Batu, Disparta Gelar Lomba Layang-layang Hias

Lomba Layang-layang Hias Dinas Pariwisata Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sekalipun Hari Ulang Tahun (HUT) ke 19 Kota Batu bertepatan dengan kondisi pandemi Covid-19 atau virus corona, Dinas Pariwisata Kota Batu tetap memberikan suguhan menarik untuk memeriahkannya dengan menggelar lomba Layang-Layang Hias pada 25 Oktober 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq, mengatakan lomba Layang-layang Hias ini salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas masyarakat Kota Batu. Apalagi, layangan sangat banyak diminati semua kalangan.

”Harapannya, kreativitas masyarakat Kota Batu itu muncul dari adanya lomba layang-layang hias ini. Makanya, sentuhan-sentuhan artistik itu kalau bisa harus ditampilkan,” ungkapnya kepada MalangVoice, Kamis (15/10).

Oleh karena itulah, dia menyebutkan semakin menarik layang-layangnya saat perlombaan menjadi nilai lebih. Dikarenakan, kata Arief, lomba layang-layang hias ini memang mengedepankan kreativitas masyarakat dalam membuat layang-layang.

”Karakter-karakter menarik dan unik itu bisa ditonjolkan. Karena, hal itu bisa menjadi nilai lebih dalam event ini,” ungkapnya.

Dia menyebutkan adanya lomba layang-layang hias ini juga diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk berwisata ke Kota Batu. Sehingga semakin mengukuhkan Kota Batu sebagai kota dengan beragam wisatanya.

”Konsep lomba layang-layang hias ini disamping bisa menarik wisatawan. Kami berharap juga bisa memviralkan Kota Batu sebagai kota wisata,” ujarnya.

Selain itu, tidak hanya dalam rangka meningkatkan kreativitas dan menarik wisatawan. Arief mengatakan lomba layang-layang ini juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Selain ada pertunjukan kreativitas. Kita upayakan perekonomian juga tetap jalan. Nantinya, layangan-layangan mereka juga akan kita pasarkan saat event ini berlangsung,” tuturnya.

Terlepas dari itu, dia menyebutkan dipilihnya lomba layang-layang ini juga dalam rangka mematuhi protokol kesehatan pandemi Covid-19. Dia menjelaskan karena penerapan protokol kesehatannya seperti jaga jarak dan memakai masker sangat mudah.

”Sekarang kan masih pandemi. Sehingga, event yang kita gelar. Kita upayakan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak dan lain sebagainya,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, lomba layang-layang ini akan digelar pada 25 Oktober 2020. Sedangkan untuk pendaftarannya dipatok Rp 75.000. Tentunya, untuk kuota peserta sangat terbatas.(der)

Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Via Vallen Muncul di MJF 2018?

MALANGVOICE – Malang Jazz Festival (MJF) tahun ini kembali hadir dengan mempersembahkan The Urban Jazzy Festival.

The Urban Jazzy Festival kali ini akan mengusung Kahitna, Pusakata, Mocca, serta Nitta Aartsen & Friends. Selain itu ada nama Via Vallen yang akan meramaikan acara.

Munculnya nama Via Vallen dalam line up musisi yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut menjadi pertanyaan. Dikarenakan secara genre, Via Vallen berlatar belakang penyanyi dangdut.

CEO J Entertainment, Rachmad Santoso menjelaskan, dalam pertunjukannya, Via Vallen akan tampil dengan konsep jazz, dengan diiringi lantunan musik dari band lokal Malang, Equinox.

“Even ini membawa kita ke suasana urban jazz, kami hadirkan Via Vallen yang akan berkolaborasi dengan band lokal Malang, yakni Equinox,” kata Rachmad Santoso usai Press Conference di Hotel Harris, Senin (20/8).

Selain itu, Rachmad juga menjelaskan bahwa dalam musik dunia internasional, nama Via Vallen masuk dalam bursa musisi yang diperhitungkan. Ini terlihat saat dirinya tampil dalam ajang olahraga bergengsi Asian Games 2018.

“Via Vallen hadir dalam pembukaan Asian Games, dan penampilan sangat memukau, ini salah satu pertimbangan kami,” tambahnya.

Rachmad mengklaim jika kolaborasi antara Equinox dan Via Vallen dalam gelaran festival jazz tahun ini akan menjadi sejarah baru dalam belantika musik jazz nusantara.

“Mereka akan menampilkan suguhan menarik dalam urban jazz festival kali ini, kawin silang antara dangdut dan jazz akan terlihat epik dalam even kali ini,” pungkasnya.

MJF nantinya akan berlangsung pada 7 Oktober 2018 mendatang di Harris Hotel and Conventions Malang.(Der/Ak)

Besok, Festival Serba Budaya Tani Dimulai

Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)
Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Festival Kampung Tani bertajuk ‘Living In Harmoni’ kembali hadir. Even tahunan ini dibuka, besok Sabtu-Minggu 8-9 September dan dilanjut pada 15-16 September, dan 22-23 September. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Kampung Wisata Tani, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Sebagai agenda pembuka, ada rembug budaya Jawa Timur, pentas TPQ, Bartani Kopi Kotekan. Kemudian pada 9 September dilanjutkan dengan Temassae Guyub Rukun, Lomba Tahun Batu Islam (Tabais), dan Bartani Kopi Kotekan (unek-unek).

Minggu kedua, pada 15 September dilaksanakan Jagong Temassae, Ngliwet Anglo, Pentas Teater Jawa Timur, dan Apresiasi Karya Seni. Lalu, 16 September, ada Berkah Bumi, Rantang Lurik, Memedi Sawah, Kebul Bontotan, Bancaan Fotografi, Pentas Duta Seni Jawa Timur, dan Bartani Foto-Kopi Jreng.

Di Minggu ketiga, 22 September, digelar enjoy culture,tembang sabin, dan sendratani. Sebagai penutup, pada 23 September ada Living In Harmoni.
Seluruh kegiatan ini tanpa dipungut biayanya alias gratis. Dengan diselenggarakan festival diharapkan mampu mewadai semua kreativitas yang ada di Kelurahan Temas.

“Ini sudah menjadi agenda tahunan di sini. Karena memang setiap desa memiliki cara khusus dalam menggelar selamat desa,” kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, Jumat (7/9).

Ya, gelaran Festival Kampung Tani sekaligus selamatan desa ini menonjolkan tentang budaya pertanian. Sebab, 75 persen warga Kelurahan Temas berprofesi sebagai petani.
Kegiatan ini juga merupakan pemberdayaan masyarakat yang memiliki kelompok seni.

Apalagi di Kota Batu ini memiliki kurang lebih hingga 300 kelompok seni. Dengan ada even ini lanjut Imam, juga upaya untuk mewujudkan visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

“Agar kelompok seninya terus terwadahi dan melestarikan kebudayaan,” tutup pria juga menjabat Staf Ahli Pemkot Batu ini.(Hmz/Aka)

DBA 2 Kisahkan Aremania Perantauan di Kalimantan

Proses shooting DBA 2 di Kalimantan. (istimewa)

MALANGVOICE – Cerita perjalanan Pacho di film Darah Biru Arema (DBA) 2 terus berlanjut. Proses pembuatan film itu sudah dilakukan hingga saat ini.

Banyak tema dikemas dalam film yang menceritakan kisah Aremania itu termasuk suporter perantauan. Karenanya, proses shooting film dilanjutkan di daerah Kalimantan Timur.

Publicist DBA 2, Akbar Umara, menjelaskan, cerita Aremania perantuan akan dimasukkan dalam film. Nantinya akan ada kejutan dan konflik cerita di Kalimantan.

“Cerita ini berbeda dengan kisah Pacho. Yang pasti akan dikemas dengan baik,” katanya, Minggu (30/4).

Tim DBA 2 akan kembali ke Malang setelah sepekan menjalani shooting di sana. Nantinya, akan dilanjutkan dengan beberapa kisah unik lain. “Memang DBA 2 mengambil tema berbeda dalam satu film,” lanjutnya.

Semua proses film sudah bisa diintip bagaimana penggarapannya di channel Youtube DBAFilm Official. “Masalah ceritanya masih dirahasiakan. Tapi prosesnya bisa dilihat terus karena kami selalu update,” tandasnya.

Ayo! Belajar Seni Kaligrafi Bareng Ustadz Didin dan Ustadz Athoilla di MTQMN 2017

Kegiatan workshop kaligrafi digelar tanggal 30 Juli. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pada tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2017 Kota Malang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN). Acara akbar ini akan diadakan di dua perguruan tinggi sekaligus yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB).

Berbagai kegiatan akan diselenggarakan untuk memeriahkan acara akbar ini, salah satunya Workshop Kaligrafi Nasional. Workshop ini diadakan berhubungan dengan adanya lomba Kaligrafi Nasional yang bertemakan ‘Mengukuhkan Budaya Nusantara Melalui Kreativitas Qur’ani’.

Workshop yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2017 ini bertempat di Gedung Graha Cakrawala UM. Workshop ini diharapkan menambah pemahaman mengenai seni kaligrafi para peserta lomba Kaligrafi yang akan diadakan pada hari setelahnya yakni pada tanggal 1 Agustus 2017.

Dalam workshop ini akan dihadiri oleh pemateri dan couching yang ahli di bidang seni kaligrafi, yaitu Ustadz Didin Sirojuddin dari Jakarta selaku pendiri Lembaga Kaligrafi Al Qur’an (LEMKA) dan juga Ustadz Athoillah dari Jombang selaku pendiri Sekolah Kaligrafi Al Qur’an (SAKAL). Dengan adanya para ahli seni kaligrafi tersebut, para peserta workshop akan lebih memahami dan memiliki pengalaman dalam seni kaligrafi sebelum mengikuti perlombaan.

Panitia pun membatasi sebanyak 200 peserta dalam workshop ini. Workshop ini juga diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin memahami dan mempraktekkan seni kaligrafi. Workshop yang akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB ini tidak memberikan syarat khusus Peserta hanya perlu membawa alat tulis dan dikenai biaya sebesar Rp. 25.000,-.

Bukan hanya itu saja, para peserta diberikan kemudahan untuk melakukan pendaftaran mengikuti workshop ini. Pendaftaran workshop dilakukan dengan mengirimkan identitas pribadi melalui whatsapp dan membayar biaya pendaftaran via transfer. Selain memeriahkan MTQMN, acara ini juga berguna sebagai sarana mengenalkan UM kepada khalayak umum khususnya para pelajar yang ada di Kota Malang.

“Saya harap workshop ini dapat memberikan manfaat, baik ilmunya maupun pengalamannya, sekaligus semoga khot tetap berjaya di Indonesia,” harap salah satu penanggung jawab Khot, Zahrotun Nafi’a.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Jangan Lupa! Penampilan 117 Musisi Ramaikan HUT ke-17 Kota Batu

Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)
Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Total 117 musisi dari Kota Batu bakal berkalaborasi bersama di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (20/10) nanti. Bagi kamu pecinta musik dan penggila makanan wajib datang ke acara Batu Street Food Festival (BSFF) tahun 2018.

Acara akan dimeriahkan oleh para musisi kenamaan dari tahun 2001. Tahun tersebut adalah awal berdirinya Kota Batu sebagai kota kecil di Malang Raya. Selain itu, acara musik ini sekaligus merayakan HUT ke -17 Kota Batu.

Ajak keluarga dan kerabatmu untuk datang ke acara ini. Sesuai dengan judulnya, 117 musisi itu terdiri dari penyanyi, pemain drum, pemain gitar, pemain bas, dan pemain kibor. Pemain terbagi dari puluhan orang, terdiri atas anak-anak hingga dewasa. Siapkan juga kamera smartphone, siapa tahu kamu ketemu idolamu di acara ini.

Mereka bakal menyanyikan dan memainkan alat musik secara bersamaan menjadi sebuah komposisi musik yang rancak dan memiliki energi untuk dinikmati. Dilengkapi dengan lighting show yang akan membuat acara ini semakin menarik.

Selain itu juga akan ada hiburan lain seperti SMABA Choir, Band Performance dari Ishokuichi, Philadelphia, Rocklass, Tahu Brontak, Rock 90, Inisial F, KSRM, DT Max, 90% Band, Youngguzzy, Kieveock, Mosquotes, Soundgaden, Mererock dan sebagainya yang dijamin tak kalah meriah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Imam Suryono, menegaskan, HUT Kota Batu bakal meriah dan menghibur masyarakat. Musisi dan pemilik usaha kuliner bakal ‘tumplek blek’ di halaman Balai Kota Among Tani.

“Pokoknya harus datang. Ayo saksikan kemeriahannya, ajak keluarga, sahabat, teman-temannya,” ajaknya.

Imam melanjutkan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi musisi untuk menuangkan kreativitas dan memajukan permusikan di Kota Batu.

“Even ini bertujuan mengenalkan kepada publik bahwa Kota Batu ini punya musisi yang talentanya sangat bagus,” ujar Imam.

Acara itu sekaligus upaya untuk mempromosikan musik Kota Batu serta membangkitkan musik dan musisi Kota Batu.

“Dengan begini semoga musisi Kota Batu dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan,” harapnya.(Der/Ak)

Merinding! Ini Cerita Pengalaman Mistis saat Syuting Film Nini Thowok

Produser Film Nini Thowok. (Anja a)
Produser Film Nini Thowok. (Anja a)

MALANGVOICE – Kegiatan nonton bareng (nobar) trailer film horor terbaru Indonesia, Nini Thowok di SMKN 2 Malang, (25/1), berlangsung seru dan menegangkan. Produser film Nini Thowok, Ronny Irawan, mengatakan nobar trailer sudah dilakukan di beberapa kota besar di seluruh Indonesia, termasuk Malang.

“Daripada promo di bioskop, kami jemput bola langsung mendatangi audience terutama sekolah. Kami tunjukkan bahwa di Indonesia ini ada sebuah legenda yang sudah berusia 500 tahun yang mulai tenggelam. Kami bangkitkan lagi legenda itu,” kata Ronny Irawan.

Ternyata, selama kegiatan nobar di beberapa Kota seperti Semarang, Solo, Jakarta, kru mengalami kejadian mistis. Di Banten, misalnya, salah satu penonton mengalami kesurupan.

“Wah ada yang kesurupan itu, kemarin ada siswa dari SMKN 7 Serang,” kata dia.

Bukan hanya itu, Ronny juga membeberkan kejadian mistis saat syuting di Solo dan Yogya, Ronny membuka rahasia bahwa penampakan hantu lemari yang ada di bagian akhir trailer ternyata benar-benar nyata. Scene tersebut merupakan adegan improvisasi mendadak hasil kesepakatan produser dan sutradara di lokasi shooting.

”Jadi ceritanya pada malam pertama syuting tiba-tiba salah seorang kru tergopoh-gopoh ke ruang istirahat artis. Kru tersebut terlihat pucat dan ketakutan. Begitu ditanya, dia bercerita baru saja melihat sosok nenek-nenek berambut putih panjang dan berkebaya Jawa keluar dari dalam lemari tua yang merupakan properti syuting,” ujarnya. Alhasil sosok hantu lemari pun malah dibuat sedemikian rupa sehingga mirip penampakan aslinya.

Anehnya lagi, Lea Arta Warow si pemeran hantu nenek, sempat diteror hantu nenek dan diikuti sampai ke hotel tempatnya menginap di Solo.

”Tapi kami berpikir positif saja, bahwa adegan ini akan jadi lebih menakutkan karena memang hantu nenek tersebut ada di dunia nyata,” tutup Ronny.
(Der/Ery)

MPM Honda Jatim Bersama FIF Group Hadirkan Pameran Virtual, Banjir Promo

Pameran virtual MPM Honda Jatim. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa Bali mulai diberlakukan tanggal 3-20 Juli 2021.

Untuk itu PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama dengan FIFGROUP menyelenggarakan acara Pameran Virtual Honda.

Pada Pameran Virtual Honda yang dimulai tanggal 7-21 Juli 2021 ini MPM Honda Jatim dan FIF memberikan penawaran menarik berupa hadiah langsung Saldo Astra Pay @500rb, total hingga Rp100 juta untuk 200 orang pembeli pertama kredit melalui FIF.

Pameran virtual Honda. (Istimewa)

Selain itu juga bisa dapatkan promo menarik lainnya yang sedang berlangsung seperti Beat Triple Surprize “BTS” yang memberikan 3 keuntungan yakni uang muka hanya Rp500 ribu, potong angsuran 2x dan undian 1 Brio Satya dan emas total 50 gram.

Di Pameran Virtual Honda ini ada program JAWARA, yakni potongan tenor angsuran 2X untuk pembelian Honda BeAT, Honda Vario 125 dan Honda New CB150R Streetfire.

“Kami tetap hadir memenuhi kebutuhan konsumen dengan konsep pameran virtual untuk warga Jawa Timur dengan memberikan banyak kemudahan dan keuntungan bagi yang ingin memiliki sepeda motor Honda. Dengan begitu konsumen bisa tetap dirumah dan membatasi mobilisasi,” kata Mac Aguste Selaku Marketing Sales Deputy Division Head MPM Honda Jatim.

Dapatkan informasi menarik lainnya , segera kunjungi Pameran Virtual Honda di link bit.ly/HondaJatimNTT2021 dapatkan info lebih detail di website dan sosial media mpmhondajatim. (der)

Pameran Residual, Ada Karya Seniman Pernah Mejeng di Beijing

Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)
Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Sejumlah 23 karya seni dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu mulai 5 – 11 Maret. Bertajuk Residual Art, mayoritas karya dibuat untuk berkomunikasi dengan masyarakat sesuai luapan ekspresi diri seniman dalam naungan Tyaga Art Management.

General Manager Tyaga Art, Ayu Nur Aisyah mengatakan, karya yang dipamerkan berupa 2 dimensi (22 karya) , 3 dimensi (1 karya) dan Musik (1 orang). Tema Residual dipilih tidak lain merupakan cara seniman ekpresikan pemikiran dan sudut pandangnya terhadap fenomena apapun, termasuk politik.

“Jadi seniman membaca diri sendiri mencoba dikomunikasi lewat karya- karya seninya,” kata perempuan akrab disapa Ana ditemui MVoice, Rabu (7/3).

Pameran ini juga diikuti seniman bertaraf internasional. Adalah Angga Yuniar Santosa dan Mayek Prayitno. Keduanya terpilih mengikuti ajang Young Artist di Beijing Tiongkok, akhir 2017 lalu.

Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)
Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)

“Tidak mudah untuk ikut serta karena melalui seleksi berbulan-bulan. Indonesia diwakili oleh mereka berdua saja,” sambung dia.

Pemeran ini, lanjut Ana, merupakan serangkaian agenda tahunan. Dimulai dengan Workshop Art Contemporary Jurnalism, awal Februari lalu, di tempat yang sama. Misi yang diusung adalah inklusifitas seni.

“Selama ini Tyaga bergerak dibidang seni khususnya exhibition (pameran) mencoba merangkul berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya dinikmati kalangan tertentu,” jelasnya.

Dicontohkannya pameran ini dibuka bekerjasama LSM WPA (Warga Peduli Aids) dengan dimeriahkan oleh tarian remo putri dari rekan WPA yang lainnya, performance art dari Impoe dan Galuh tulus utama.

“Jumat nanti (9/3) kami juga agendakan seni donor darah bekerjasama dengan PMI,” tutupnya. (Der/Ery)