Identitas Jenazah Perempuan Muda Diketahui, Diduga Kuat Pemandu Lagu

Petugas saat melakukan olah TKP. (Istimewa).

MALANGVOICE – Jenazah perempuan muda yang ditemukan dalam kondisi telanjang di dekat sebuah warung di Jalan Raya Karangpandan, Pakisaji, diduga berprofesi sebagai pemandu lagu.

Kapolsek Pakisaji, AKP Edi Purnama membenarkan jika jenazah perempuan muda yang tewas pada Selasa (23/3) kemarin, diduga berprofesi sebagai pemandu lagu di tempat karaoke.

“Korban ini diduga profesinya pemandu lagu di tempat karaoke. Mungkin ada sesuatu atau bagaimana, butuh pemeriksaan. Beberapa orang kita panggil yang diduga mengetahui mungkin salah satu temannya,” ungkap Edi, saat ditemui awak media, Selasa (23/3).

Baca Juga: Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Tewas Ditusuk di Karangpandan Pakisaji

Menurut Edi, sebelum ditemukan tewas, anggota Polsek Pakisaji sempat melihat korban berjalan kaki di daerah sekitar TKP sekitar pukul 01.30 Selasa dini hari.

“Ada anggota kami saat patroli yang melihat terakhir dia berjalan 01.30,” jelasnya.

Terpisah, anggota keluarga korban, yang berinisial EH (30) menyampaikan, jika korban dugaan pembunuhan di Pakisaji tersebut diketahui berinisial SN (21) warga Sitirejo
Wagir.

“Korban itu anggota keluarga kami, kalau di keluarga dipanggil Ayu, korban diketahui jarang pulang,” katanya.

Menurutnya, korban tersebut selama ini tinggal di kos di daerah Pakisaji.

“Tadi ibu kos-nya juga ke rumah, kasih kabar jika Ayu telah dibunuh, makanya saya disini (KM) untuk mengurus jenazah korban,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya, jenazah korban ditemukan oleh seorang tukang sampah dalam kondisi telanjang.

Saat ditemukan, jenazah korban ditutupi bajunya yang berwarna merah di bagian dada. Korban kemungkinan dibunuh dengan senjata tajam karena terdapat luka tusukan di lambung sebelah kanan.(end)

Duet Ariel Noah-Danilla Bikin Heboh Pengunjung Matos

Duet Ariel Noah dan Danilla Riyadi pukau pengunjung Matos, Sabtu malam (31/3). (Aziz / MVoice)
Duet Ariel Noah dan Danilla Riyadi pukau pengunjung Matos, Sabtu malam (31/3). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Pengunjung Malang Town Square (Matos) dibuat heboh penampilan Ariel Noah dan Danilla Riyadi, Sabtu malam (31/3). Dua musisi hits itu berkesempatan perform dalam rangka Grand Opening Greenlight Store.

Ariel dan Danilla berkolaborasi ciamik di atas panggung malam itu. Sama-sama memainkan gitar, keduanya membawakan lagu Fake Plastic Trees – Radiohead. Karakter suara masing-masing yang khas membuat pengunjung yang memenuhi lantai III Matos terlarut dalam setiap lantunan lagu yang rilis 1995 silam itu.

“Terima kasih. Ini saja (duet) dadakan,” kata Ariel seusai perform.

Ariel dan Danilla merupakan brand ambassador Greenlight. Kehadiran dua musisi beda generasi ini sangat efektif mendongkrak penjualan brand fashion satu perusahan dengan 3Second tersebut.

“Saya pakai Greenlight setiap hari. Mulai kaos sampai celana. Suka yang casual dan santai,” kata Ariel.

Sementara itu, Deasy Dharmapuri
Headvisual merchandise Greenlight mengatakan, pesona Ariel masih kuat, maka dipilih pelantun lagu Separuh Aku merupakan langkah tepat.

“Respon masyarakat terhadap Ariel kuat. Sejak jadi brand ambassador kami penjualan produk sangat signifikan,” ujarnya.

Dipilih Danilla Riyadi juga bukan tanpa dasar. Meskipun tergolong penyanyi baru naik daun, pesona dara 28 tahun ini banyak digandrungi kalangan muda-mudi. Tahun lalu, Danilla merilis album kedua berjudul Lintasan Waktu.

“Fansnya banyak kalangan mahasiswa. Ini sesuai target market kami sampai usia 24 tahunan,” jelasnya.(Der/Aka)

Godbless Siap Obati Kerinduan Masyarakat Pecinta Musik Rock di Malang

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)
Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)

MALANGVOICE – Group Band Legendaris Godbless bakal tampil di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dengan tema Ngalam Ngerock Kembali.

Dalam acara Ngalam Ngerock Kembali ini, bisa dibilang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang bakal digelar pada 4 Maret 2020 mendatang di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

“Dalam rangkaian peringatan HPN tahun 2020 ini, PWI Malang Raya akan menggelar konser musik rock dengan tema Ngalam Ngerock Kembali dengan menghadirkan Godbless sebagai bintang tamu utama,” ungkap Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda, saat press Conference, Sabtu (8/2).

Menurut pria yang akrab disapa King, dengan sajian musik rock dari band rock legendaris tersebut, diharapkan memenuhi rasa rindu masyarakat Malang Raya.

“Kami memilih musik rock karana Malang kan barometer musik rock di Indonesia. Untuk itu, kami mengundang Godbless untuk mengobati kerinduan masyarakat pecinta musik rock di Malang. Apalagi sejumlah personel band ini berasal dari Bumi Arema,” jelasnya

Sementara itu, perwakilan event organizer konser Ngalam Ngerock Kembali, Myro Production, Ari Rustin Saraswati mengatakan, dalam konser musik rock ini mencetak lebih dari 4 ribu tiket.

“Tiket tersebut kami bagi dua kategori, yakni kategori festival dan VIP. Tiket Festival dijual dengan harga Rp100 ribu dan VIP dengan harga Rp250 ribu, bisa didapatkan di berbagai ticket box di wilayah Malang Raya dan secara online,” ulas wanita yang akrab disapa Ocha.

Konser musik Ngalam Ngerock Kembali ini akan digelar mulai pukul 18.00 WIB pada Rabu (4/3). Konser musik ini juga menghadirkan group band pembuka kebanggaan warga Malang, d’Kross.

Sekadar informasi, dalam kegiatan konser musik rock tersebut juga akan digelar bazar UMKM di sekitar gedung Graha Cakrawala. Bazaar UMKM tersebut sesuai dengan tema HPN tahun 2020, yaitu Peran Pers dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Malang dan Jatim.

Sebelum digelarnya konser musik rock Ngalam Ngerock Kembali ini, PWI Malang Raya sudah melaksanakan kunjungan untuk bersilahturahmi dengan beberapa Forkopimda dan instansi seperti Danrem 083 Baladhika Jaya, Kapolresta Malang Kota, Dandim 0833 Kota Malang, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu dan beberapa yang lain.

Bahkan berbagai kegiatan seperti tasyakuran HPN, khataman Al Quran, santunan anak yatim piatu, diskusi, kompetisi olahraga, kompetisi E-Sport, PWI Idol, launching buku PWI, Olahraga bersama TNI Polri, Pelatihan Jurnalistik dan yang lainnya, untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di wilayah Malang Raya.(Der/Aka)

Didi Kempot Siap Jadi Pembeda di Kickfest XIII Malang

Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)
Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Penampilan Didi Kempot dipastikan jadi pembeda di gelaran Telkomsel Kickfest XIII Malang. Acara pameran clothing ini akan dihelar di Lapangan Rampal, 6-8 September.

Panitia Kickfest XIII memastikan Didi Kempot jadi salah satu pengisi line up dari puluhan musisi yang ada. Penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini siap menghibur sobat ambyar bareng musisi lain, seperti Ardhito Pramono, Efek Rumah Kaca, Sal Priadi, Weird Genius and Midnight Quickie feat Elian dan musisi lokal lain.

Perwakilan Kreatif Independent Clothing Komuniti (Kick), Ade Andriansyah, mengatakan, hadirnya Didi Kempot diharap membawa suasana baru dan menciptakan kekhasan dari Kickfest tahun ini. Diketahui, ajang kali ini membawa tema Unite atau kebersamaan.

“Kami ingin berikan banyak ragam di event nanti. Mulai musisi, komunitas, dan kuliner yang memiliki keberagaman akan dihadirkan tahun ini,” katanya.

Tema Unite dipilih sebagai bentuk kepedulian dengan situasi yang terjadi di Indonesia. Banyaknya perselisihan, permusuhan antar sesama pun pecah akhir-akhir ini. Dengan Kickfest XIII diharap bisa menyerukan persatuan dengan sebuah karya dan kreativitas.

“Dengan berbagai program acara yang mengangkat tema keberagaman dan kebersamaan, diharap dapat mendukung potensi brand clothing peserta untuk berinovasi. Sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.

Perwakilan Kick Malang, Rizky Ardiansyah, menambahkan, Kickfest XIII Malang menghadirkan 100 stan dan 80 brand dari dalam negeri. Sama dengan tahun sebelumnya, ada juga stand kuliner dan creative area yang disediakan bagi pengunjung.

Namun, tahun ini ada yang baru, yakni spot Ruang Ide. Ruang Ide merupakan inovasi baru bagi brand untuk bekerja sama dengan musisi dalam menciptakan karya.

“Produk-produk ini diproduksi terbatas dan hanya ada di Kickfest XIII saja. Hasil penjualan pun kami akan sumbangkan ke Kitabisa.com,” tambahnya.

Tahun ini ajang Kickfest XIII yang juga terselenggara berkat kerja sama PT Dyandra Prosindo ini ditarget mampu menyedot 50 ribu pengunjung selama tiga hari. (Der/Ulm)

Pagelaran Wayang Kulit Lakon Dewi Sri Boyong di Puncak HUT ke-20 Kota Batu

Dalang Ki Eko Saputro saat memainkan wayang. (Mvoice/Humas).

MALANGVOICE – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kota Batu, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menggelar wayang kulit, yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Walikota Batu, Ahad (17/10) malam.

Gelaran wayang kulit Tumuruning Wahyu Sandang Pangan (Dewi Sri Boyong) dengan Dalang Ki Eko Saputro, mengambil tema Bangkit Bersama, ‘Peduli Sesama, untuk Kota Batu Berjaya’.

Pagelaran wayang kulit ini turut dihadiri Forkopimda Kota Batu, Pokja Perubahan Status Kota Batu, Sekda Kota Batu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Instansi vertikal Kota Batu.

Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi menyampaikan, momentum Hari Ulang Tahun ke 20 Kota Batu harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan yang kompetitif.

“Melalui peringatan 20 tahun ini, kita maknai sebagai sarana menjaga keseimbangan manusia yang semakin berdaya, mampu memenangkan persaingan di berbagai kehidupan dan tampil dengan juara di berbagai bidang,” ucap Asmadi.

Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko. (Mvoice/Humas).
by

Sementara itu, Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko mengatakan, dalam Ulang Tahun ke-20 Kota Batu ini mendapat hadiah yang luar biasa, pasalnya Atlet Paralayang Kota Batu sebagai juara umum di PON Papua XX dengan menyabet 6 emas.

“Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat Kota Batu untuk meningkatkan kemampuan di berbagai bidang,” ulasnya.

Sebab, lanjut Dewanti, masyarakat Kota Batu memiliki potensi yang hebat, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Dewanti optimistis pembangunan di Kota Batu dapat terus tumbuh.

“Adanya Kota Batu tidak lepas dari perjuangan pendiri Kota Batu, mari kita mengisi Kota Batu dengan berbagai prestasi yang membanggakan” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia HUT ke 20 Kota Batu, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, dalam peringatan HUT kali ini mengambil teman yang memiliki makna luar biasa.

“Tema HUT Kota Batu kali ini mempunyai makna dan harapan di usia yang ke 20 tahun ini tentunya kita semua berharap agar Kota Batu dapat Bangkit Kembali, tentunya hal tersebut harus dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Drs Arief As Siddiq MH, mengatakan, gelaran wayang ini merupakan agenda wajib dalam rangkaian HUT Kota Batu.

“Ini tentu merupakan wujud aktualisasi kegiatan sektor pariwisata. Wayang kulit tentu menjadi bagian tak terpisahkan dalam kebudayaan Kota Batu,” katanya.

Arief menyatakan, ke depan Kota Batu akan meningkatkan daya tarik wisata dengan kesenian yang menggambarkan cerita perwayangan, bisa juga dalam bentuk wayang orang.

“Jadi kota batu berkeinginan besar menjadi salah satu destinasi budaya Jatim dengan penguatan potensi wayang kulit dan wayang orang. Karena Batu miki potensi wisata alam Arjuno, yag punya nama lakon wayang,” lanjutnya.

Ia berharap agenda wayang kulit setiap tahun ini mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Saya kira sangat pas agenda hut kota batu ada gelaran wayang, sehingga nanti betul berkualitas dan jadi daya tarik wisata,” harapnya.

Dalam pagelaran wayang kulit ini panitia sudah menyiapkan beberapa untuk mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menggelar swab bagi tamu undangan dan wajib menunjukkan kartu vaksinasi serta wajib mengenakan masker.(der)

NuPho 2017, Melahirkan Insan Cinta untuk Negeri Lewat Fisika

Animo event NuPho tahun lalu sangat tinggi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika ‘Nucleon’ Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan salah satu program kerja berskala nasional yang memfasilitasi siswa-siswi SMP/SMA/Sederajat untuk mengasah kemampuan dan semangat kompetisi mereka satu sama lain dalam ajang olimpiade fisika nasional atau yang biasa dijuluki Nucleon Physics Olympiad (NuPhO) 2017.

Kali ini, HMJ Fisika Nucleon semakin memperluas jangkauan publikasi dan pelaksanaannya dengan membuka rayon baru di kota-kota yang tersebar di seluruh nusantara, di antaranya yaitu rayon Kupang, Mojokerto, Palembang, Ponorogo, dan Semarang. Hingga total rayon pelaksana pada NuPhO 2017 adalah sebanyak 32 rayon.

Tidak berhenti dengan hal itu, tahun ini NuPhO mengusung tema yang lebih spesifik untuk target sasaran Olimpiade Fisika Nasional. Setiap tahun NuPhO hadir dengan tema yang berbeda, dimana dalam setiap tema terukir filosofi dan cita-cita pencapaian NuPhO pada tiap periodenya. Pada tahun 2017, NuPhO kembali dengan mengusung tema ‘Melahirkan Insan Cita Untuk Negeri’.

“Insan cita merupakan dunia cita, yakni ideal yang terwujud dalam pribadi seorang manusia yang berilmu pengetahuan untuk kehidupan masyarakat. Harapan kami generasi muda Indonesia yang selalu penuh akan karya dan kreasi, bisa menerapkan dan mengembangkan ilmu fisika untuk kemajuan Indonesia tercinta,” ujar Ketua Pelaksana Nucleon Physics Olympiad 2017, Yusuf Rizal.

Nucleon Physics Olympiad 2017 terdiri dari serangkaian acara yang diawali dengan babak penyisihan pada hari Minggu, 24 September 2017 bertempatkan di 32 cabang sekolah masing-masing rayon yang tercantum pada official poster. Pada babak ini, peserta yang terdiri dari dua orang (satu team) dihadapkan dengan soal multiple choice.

Dari total peserta pada satu rayon, selanjutnya akan diambil 10% untuk dapat melanjutkan ke babak perempat final. Babak ini dilaksanakan di Gedung FMIPA Universitas Negeri Malang pada hari Sabtu, 07 Oktober 2017. Total peserta 10% dari masing-masing 32 rayon akan berkompetisi mengerjakan soal essay dan akan diseleksi 8 tim terbaik untuk melanjutkan pada babak semifinal.

Selanjutnya, delapan tim tersebut harus beradu kecakapan mempresentasikan suatu fenomena Fisika yang disajikan dewan juri yang merupakan jajaran dosen Fisika Universitas Negeri Malang.

Setelah melewati proses penilaian dengan segala aspek pertimbangan, dari jumlah tim yang berada pada babak semifinal, akan diambil 4 tim dengan nilai terbaik untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan pada babak final.

Dilaksanakan esok harinya yakni pada hari Minggu, 08 Oktober 2017 di Gedung Aula O1 FMIPA, babak final terdiri dari tiga tahap ; meliputi sesi praktikum, sesi animasi, dan sesi kuis sebelum didapatkan tim terbaik yang akan menyandang predikat Juara 1 NuPhO 2017.

NuPhO dikemas sedemikian rupa dimana pada setiap babak menyajikan pesan dan kesan yang bertujuan untuk melatihan pola pikir dan semangat juang generasi muda bangsa Indonesia. Selain itu, pada babak perempat final dan seterusnya, para peserta dilatih untuk bersikap kritis dan jeli dalam setiap permasalahan yang dihadapinya.

Siswa diharapkan untuk menentukan suatu problem solving dari permasalahan tersebut. Dan itulah yang menjadi salah satu target luaran terselenggaranya NuPhO di setiap tahunnya. Tidak cukup dengan hal itu, NuPhO adalah ajang kompetisi bergengsi dan disupport oleh Kemenristek, pada setiap tahunnya SMP/SMA/Sederajat bersaing mendapatkan Piala Bergilir Kemenristek dan Piala Tetap untuk masing-masing pemenang, serta Tabanas.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Film Coco, Petualangan Miguel di Dunia Kematian dengan Plot Twist ‘Menguras’ Air Mata

Petualangan Miguel di dunia kematian. (Newyorktimes)

MALANGVOICE – Film Coco bisa jadi alternatif pilihan film yang bisa Anda tonton bersama anak-anak dan keluarga di akhir pekan ini. Film jebolan Pixar ini mengangkat pesan tentang ikatan kuat keluarga dan usaha keras untuk mewujudkan mimpi.

Menurut informasi yang dikutip dari laman The New York Times, Jumat (1/12), Coco berkisah tentang keluarga Rivera di Meksiko. Mereka sehari-hari hidup sebagai tukang sepatu yang cukup terkenal di negara itu. Meski begitu, salah satu anggota keluarga tersebut, Miguel (Anthony Gonzalez), tidak ingin menjadi tukang sepatu dan ingin mewujudkan impiannya menjadi penyanyi terkenal.

Sayang, keinginan Miguel yang berusia 12 tahun itu ditentang keluarga besarnya. Sudah lama keluarga Rivera melarang musik di tengah keluarga tersebut setelah kakek buyutnya meninggalkan keluarga demi musik. Tapi, Miguel bertekad mewujudkan impiannya tersebut agar bisa menjadi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz (Benjamin Bratt).

Saat perayaan Día de los Muertos (Hari Kematian), Miguel pergi ke pemakaman dan berusaha mencuri gitar Ernesto untuk membuktikan bakat musiknya. Tak disangka, dia seperti terkena kutukan dan bertemu sejumlah keluarganya yang sudah meninggal, termasuk nenek buyutnya, Imelda (Alanna Ubach).

Bersama Imelda dan sejumlah anggota keluarga Rivera yang sudah meninggal, Miguel diajak ke Dunia Orang Mati (Land of the Dead). Di sana, dia bertemu seorang penipu bernama Hector (Gael García Bernal as Hector) yang tidak bisa menyeberang ke Dunia Orang Hidup karena tidak seorang pun mampu mengingatnya.

Imelda berusaha mengembalilkan Miguel ke Dunia Orang Hidup (Land of the Living) dengan syarat dia tidak boleh bermusik lagi. Syarat itu ditolak Miguel dan dia pun kabur. Miguel kemudian mendapatkan bantuan dari Hector untuk berusaha menemui Ernesto yang dia sangka adalah kakek buyutnya alias suami Imelda.

Bersama Hector, petualangan Miguel pun dimulai. Tak disangka, di tengah perjalanan itu, Miguel akhirnya mampu menyibak misteri masa lalu keluarganya. Judul film ini, Coco, adalah nama anak Imelda dan suaminya atau kakek buyut Miguel. Tokoh ini sudah tua dan renta tapi dia menjadi salah satu tokoh utama di film ini.

Anda akan dimanjakan dengan gambar yang bagus dan alur cerita dibuat sedemikian apik-nya dengan plot twist yang bakal menguras air mata. Coco adalah perpaduan gambar, tokoh dan cerita yang menarik serta menakjubkan. Coco sepertinya dibuat tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa. Bagaimana menurut Anda? (Der/Yei)

Via Vallen Muncul di MJF 2018?

MALANGVOICE – Malang Jazz Festival (MJF) tahun ini kembali hadir dengan mempersembahkan The Urban Jazzy Festival.

The Urban Jazzy Festival kali ini akan mengusung Kahitna, Pusakata, Mocca, serta Nitta Aartsen & Friends. Selain itu ada nama Via Vallen yang akan meramaikan acara.

Munculnya nama Via Vallen dalam line up musisi yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut menjadi pertanyaan. Dikarenakan secara genre, Via Vallen berlatar belakang penyanyi dangdut.

CEO J Entertainment, Rachmad Santoso menjelaskan, dalam pertunjukannya, Via Vallen akan tampil dengan konsep jazz, dengan diiringi lantunan musik dari band lokal Malang, Equinox.

“Even ini membawa kita ke suasana urban jazz, kami hadirkan Via Vallen yang akan berkolaborasi dengan band lokal Malang, yakni Equinox,” kata Rachmad Santoso usai Press Conference di Hotel Harris, Senin (20/8).

Selain itu, Rachmad juga menjelaskan bahwa dalam musik dunia internasional, nama Via Vallen masuk dalam bursa musisi yang diperhitungkan. Ini terlihat saat dirinya tampil dalam ajang olahraga bergengsi Asian Games 2018.

“Via Vallen hadir dalam pembukaan Asian Games, dan penampilan sangat memukau, ini salah satu pertimbangan kami,” tambahnya.

Rachmad mengklaim jika kolaborasi antara Equinox dan Via Vallen dalam gelaran festival jazz tahun ini akan menjadi sejarah baru dalam belantika musik jazz nusantara.

“Mereka akan menampilkan suguhan menarik dalam urban jazz festival kali ini, kawin silang antara dangdut dan jazz akan terlihat epik dalam even kali ini,” pungkasnya.

MJF nantinya akan berlangsung pada 7 Oktober 2018 mendatang di Harris Hotel and Conventions Malang.(Der/Ak)

Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Selamat dari Kanker Berkat Ramuan Sendiri, Sri Ingin Berbagi Pengalaman

Sri Marianingsih menjuarai kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pemenang kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017, Sri Marianingsih, ingin berbagi pengalaman hidup. Selama ini, pengalaman itulah yang mengantarkannya memenangi kontes yang dipuncaki di Hotel Gajahmada, Rabu (26/4) malam.

Keberhasilannya lepas dari derita penyakit kanker, merupakan anugerah tersendiri. Betapa tidak, dia selamat berkat ramuan yang diraciknya secara mandiri.

“Minum daun herbal buatannya sendiri, saya yang air seduhannya termasuk mencari bahannya sendiri,” ungkapnya.

Pengetahuan yang dia punya, kemudian sempat disebarkan ke orang-orang sekitarnya sebagai metode pengobatan alternatif. Beberapa penderita kanker pun sempat mendapat bantuan Sri.

“Saya tahu rasanya sakit, jadi saya ingin orang lain juga sembuh. Mudah-mudahan bermanfaat. Tidak ada salahnya berbagi,”pungkasnya.