NuPho 2017, Melahirkan Insan Cinta untuk Negeri Lewat Fisika

Animo event NuPho tahun lalu sangat tinggi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika ‘Nucleon’ Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan salah satu program kerja berskala nasional yang memfasilitasi siswa-siswi SMP/SMA/Sederajat untuk mengasah kemampuan dan semangat kompetisi mereka satu sama lain dalam ajang olimpiade fisika nasional atau yang biasa dijuluki Nucleon Physics Olympiad (NuPhO) 2017.

Kali ini, HMJ Fisika Nucleon semakin memperluas jangkauan publikasi dan pelaksanaannya dengan membuka rayon baru di kota-kota yang tersebar di seluruh nusantara, di antaranya yaitu rayon Kupang, Mojokerto, Palembang, Ponorogo, dan Semarang. Hingga total rayon pelaksana pada NuPhO 2017 adalah sebanyak 32 rayon.

Tidak berhenti dengan hal itu, tahun ini NuPhO mengusung tema yang lebih spesifik untuk target sasaran Olimpiade Fisika Nasional. Setiap tahun NuPhO hadir dengan tema yang berbeda, dimana dalam setiap tema terukir filosofi dan cita-cita pencapaian NuPhO pada tiap periodenya. Pada tahun 2017, NuPhO kembali dengan mengusung tema ‘Melahirkan Insan Cita Untuk Negeri’.

“Insan cita merupakan dunia cita, yakni ideal yang terwujud dalam pribadi seorang manusia yang berilmu pengetahuan untuk kehidupan masyarakat. Harapan kami generasi muda Indonesia yang selalu penuh akan karya dan kreasi, bisa menerapkan dan mengembangkan ilmu fisika untuk kemajuan Indonesia tercinta,” ujar Ketua Pelaksana Nucleon Physics Olympiad 2017, Yusuf Rizal.

Nucleon Physics Olympiad 2017 terdiri dari serangkaian acara yang diawali dengan babak penyisihan pada hari Minggu, 24 September 2017 bertempatkan di 32 cabang sekolah masing-masing rayon yang tercantum pada official poster. Pada babak ini, peserta yang terdiri dari dua orang (satu team) dihadapkan dengan soal multiple choice.

Dari total peserta pada satu rayon, selanjutnya akan diambil 10% untuk dapat melanjutkan ke babak perempat final. Babak ini dilaksanakan di Gedung FMIPA Universitas Negeri Malang pada hari Sabtu, 07 Oktober 2017. Total peserta 10% dari masing-masing 32 rayon akan berkompetisi mengerjakan soal essay dan akan diseleksi 8 tim terbaik untuk melanjutkan pada babak semifinal.

Selanjutnya, delapan tim tersebut harus beradu kecakapan mempresentasikan suatu fenomena Fisika yang disajikan dewan juri yang merupakan jajaran dosen Fisika Universitas Negeri Malang.

Setelah melewati proses penilaian dengan segala aspek pertimbangan, dari jumlah tim yang berada pada babak semifinal, akan diambil 4 tim dengan nilai terbaik untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan pada babak final.

Dilaksanakan esok harinya yakni pada hari Minggu, 08 Oktober 2017 di Gedung Aula O1 FMIPA, babak final terdiri dari tiga tahap ; meliputi sesi praktikum, sesi animasi, dan sesi kuis sebelum didapatkan tim terbaik yang akan menyandang predikat Juara 1 NuPhO 2017.

NuPhO dikemas sedemikian rupa dimana pada setiap babak menyajikan pesan dan kesan yang bertujuan untuk melatihan pola pikir dan semangat juang generasi muda bangsa Indonesia. Selain itu, pada babak perempat final dan seterusnya, para peserta dilatih untuk bersikap kritis dan jeli dalam setiap permasalahan yang dihadapinya.

Siswa diharapkan untuk menentukan suatu problem solving dari permasalahan tersebut. Dan itulah yang menjadi salah satu target luaran terselenggaranya NuPhO di setiap tahunnya. Tidak cukup dengan hal itu, NuPhO adalah ajang kompetisi bergengsi dan disupport oleh Kemenristek, pada setiap tahunnya SMP/SMA/Sederajat bersaing mendapatkan Piala Bergilir Kemenristek dan Piala Tetap untuk masing-masing pemenang, serta Tabanas.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Selamat dari Kanker Berkat Ramuan Sendiri, Sri Ingin Berbagi Pengalaman

Sri Marianingsih menjuarai kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pemenang kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017, Sri Marianingsih, ingin berbagi pengalaman hidup. Selama ini, pengalaman itulah yang mengantarkannya memenangi kontes yang dipuncaki di Hotel Gajahmada, Rabu (26/4) malam.

Keberhasilannya lepas dari derita penyakit kanker, merupakan anugerah tersendiri. Betapa tidak, dia selamat berkat ramuan yang diraciknya secara mandiri.

“Minum daun herbal buatannya sendiri, saya yang air seduhannya termasuk mencari bahannya sendiri,” ungkapnya.

Pengetahuan yang dia punya, kemudian sempat disebarkan ke orang-orang sekitarnya sebagai metode pengobatan alternatif. Beberapa penderita kanker pun sempat mendapat bantuan Sri.

“Saya tahu rasanya sakit, jadi saya ingin orang lain juga sembuh. Mudah-mudahan bermanfaat. Tidak ada salahnya berbagi,”pungkasnya.

DBA 2 Kisahkan Aremania Perantauan di Kalimantan

Proses shooting DBA 2 di Kalimantan. (istimewa)

MALANGVOICE – Cerita perjalanan Pacho di film Darah Biru Arema (DBA) 2 terus berlanjut. Proses pembuatan film itu sudah dilakukan hingga saat ini.

Banyak tema dikemas dalam film yang menceritakan kisah Aremania itu termasuk suporter perantauan. Karenanya, proses shooting film dilanjutkan di daerah Kalimantan Timur.

Publicist DBA 2, Akbar Umara, menjelaskan, cerita Aremania perantuan akan dimasukkan dalam film. Nantinya akan ada kejutan dan konflik cerita di Kalimantan.

“Cerita ini berbeda dengan kisah Pacho. Yang pasti akan dikemas dengan baik,” katanya, Minggu (30/4).

Tim DBA 2 akan kembali ke Malang setelah sepekan menjalani shooting di sana. Nantinya, akan dilanjutkan dengan beberapa kisah unik lain. “Memang DBA 2 mengambil tema berbeda dalam satu film,” lanjutnya.

Semua proses film sudah bisa diintip bagaimana penggarapannya di channel Youtube DBAFilm Official. “Masalah ceritanya masih dirahasiakan. Tapi prosesnya bisa dilihat terus karena kami selalu update,” tandasnya.

Besok, Festival Serba Budaya Tani Dimulai

Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)
Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Festival Kampung Tani bertajuk ‘Living In Harmoni’ kembali hadir. Even tahunan ini dibuka, besok Sabtu-Minggu 8-9 September dan dilanjut pada 15-16 September, dan 22-23 September. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Kampung Wisata Tani, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Sebagai agenda pembuka, ada rembug budaya Jawa Timur, pentas TPQ, Bartani Kopi Kotekan. Kemudian pada 9 September dilanjutkan dengan Temassae Guyub Rukun, Lomba Tahun Batu Islam (Tabais), dan Bartani Kopi Kotekan (unek-unek).

Minggu kedua, pada 15 September dilaksanakan Jagong Temassae, Ngliwet Anglo, Pentas Teater Jawa Timur, dan Apresiasi Karya Seni. Lalu, 16 September, ada Berkah Bumi, Rantang Lurik, Memedi Sawah, Kebul Bontotan, Bancaan Fotografi, Pentas Duta Seni Jawa Timur, dan Bartani Foto-Kopi Jreng.

Di Minggu ketiga, 22 September, digelar enjoy culture,tembang sabin, dan sendratani. Sebagai penutup, pada 23 September ada Living In Harmoni.
Seluruh kegiatan ini tanpa dipungut biayanya alias gratis. Dengan diselenggarakan festival diharapkan mampu mewadai semua kreativitas yang ada di Kelurahan Temas.

“Ini sudah menjadi agenda tahunan di sini. Karena memang setiap desa memiliki cara khusus dalam menggelar selamat desa,” kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, Jumat (7/9).

Ya, gelaran Festival Kampung Tani sekaligus selamatan desa ini menonjolkan tentang budaya pertanian. Sebab, 75 persen warga Kelurahan Temas berprofesi sebagai petani.
Kegiatan ini juga merupakan pemberdayaan masyarakat yang memiliki kelompok seni.

Apalagi di Kota Batu ini memiliki kurang lebih hingga 300 kelompok seni. Dengan ada even ini lanjut Imam, juga upaya untuk mewujudkan visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

“Agar kelompok seninya terus terwadahi dan melestarikan kebudayaan,” tutup pria juga menjabat Staf Ahli Pemkot Batu ini.(Hmz/Aka)

Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

‘Kartini Bumiayu’ Menangi Grandfinal Perempuan Inspiratif

Sri Marianingsih menjuarai kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kontes bertajuk Grandfinal Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017 dimenangkan ‘Kartini’ asal Kelurahan Bumiayu, Sri Marianingsih. Bertempat di Hotel Gajahmada, Rabu (26/4) malam, dia mengungguli 19 nominator lain.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Dewi Farida Suryani, membacakan langsung pemenang. Suami Wali Kota HM Anton ini lantas mengalungkan selendang tanda jawara.

Dengan begitu, Sri Marianingsih memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Sementara itu, juara II diraih Diana dari Kelurahan Kedung Kandang, dan juara III disabet Evrida Hartini dari Cemorokandang.

Selanjutnya, juara favorit didapat Peni Budiastuti dari Purwodadi. Untuk juara harapan, masing-masing didapat III Ida Yuastuti, Kusmillah, dan Endang Yuliati Amperawati.

Kepala DP3AP2KB, Penny Indriani, mengatakan, rangkaian penilaian sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Sudah dimulai dua pekan lalu dan diakumulasikan dengan nilai malam ini,” paparnya.

Ayo! Belajar Seni Kaligrafi Bareng Ustadz Didin dan Ustadz Athoilla di MTQMN 2017

Kegiatan workshop kaligrafi digelar tanggal 30 Juli. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pada tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2017 Kota Malang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN). Acara akbar ini akan diadakan di dua perguruan tinggi sekaligus yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB).

Berbagai kegiatan akan diselenggarakan untuk memeriahkan acara akbar ini, salah satunya Workshop Kaligrafi Nasional. Workshop ini diadakan berhubungan dengan adanya lomba Kaligrafi Nasional yang bertemakan ‘Mengukuhkan Budaya Nusantara Melalui Kreativitas Qur’ani’.

Workshop yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2017 ini bertempat di Gedung Graha Cakrawala UM. Workshop ini diharapkan menambah pemahaman mengenai seni kaligrafi para peserta lomba Kaligrafi yang akan diadakan pada hari setelahnya yakni pada tanggal 1 Agustus 2017.

Dalam workshop ini akan dihadiri oleh pemateri dan couching yang ahli di bidang seni kaligrafi, yaitu Ustadz Didin Sirojuddin dari Jakarta selaku pendiri Lembaga Kaligrafi Al Qur’an (LEMKA) dan juga Ustadz Athoillah dari Jombang selaku pendiri Sekolah Kaligrafi Al Qur’an (SAKAL). Dengan adanya para ahli seni kaligrafi tersebut, para peserta workshop akan lebih memahami dan memiliki pengalaman dalam seni kaligrafi sebelum mengikuti perlombaan.

Panitia pun membatasi sebanyak 200 peserta dalam workshop ini. Workshop ini juga diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin memahami dan mempraktekkan seni kaligrafi. Workshop yang akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB ini tidak memberikan syarat khusus Peserta hanya perlu membawa alat tulis dan dikenai biaya sebesar Rp. 25.000,-.

Bukan hanya itu saja, para peserta diberikan kemudahan untuk melakukan pendaftaran mengikuti workshop ini. Pendaftaran workshop dilakukan dengan mengirimkan identitas pribadi melalui whatsapp dan membayar biaya pendaftaran via transfer. Selain memeriahkan MTQMN, acara ini juga berguna sebagai sarana mengenalkan UM kepada khalayak umum khususnya para pelajar yang ada di Kota Malang.

“Saya harap workshop ini dapat memberikan manfaat, baik ilmunya maupun pengalamannya, sekaligus semoga khot tetap berjaya di Indonesia,” harap salah satu penanggung jawab Khot, Zahrotun Nafi’a.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Malam Ini, Ari Lasso & The Groove Suguhkan Kejutan

Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)
Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)

MALANGVOICE – Rangkaian gelaran Malang Jazz Festival 2017 akan berlangsung Sabtu (29/4) malam ini. Ari Lasso dan The Groove akan meramaikan acara dengan tema “The Heart of East Java”.

Bertempat di Baiduri Ballroom, Ari Lasso dan The Groove akan tampil ditemani para musisi Malang. Sebut saja paduan musik keroncong jazz Malang Utara, Saxomunity Malang, MMI Light Jazz, Trixie Jazzy dan banyak lainnya.

Promotor acara, Jade Indopratama dan Graha Bangunan bersama J-Entertainment ingin rangkaian acara Malang Jazz Festival tahun ini memiliki konsep menarik dengan dengan menghadirkan dua bintang tamu itu.

Ari Lasso dinilai sebagai penyanyi solo terbaik di Indonesia yang punya daya tarik tersendiri. Ia diharap bisa mengajak dan membawa ribuan fansnya dari berbagai kalangan untuk menikmati musik jazz.

“Acara ini juga banyak didukung pemerintah setempat dan bermanfaat sebagai juga sebagai menarik wisatawan dari mana saja,” kata CEO Jade Indopratama, Rachmad Santoso.

Sementara itu, Ari Lasso, mengatakan, sangat senang bisa datang ke Malang. Ia siap memberi kejutan bagi penonton yang hadir.

“Ini menjadi suatu penghargaan dan tantangan tersendiri bagi saya untuk bisa menghibur,” katanya.

Selanjutnya Tue Groove akan tampil reuni bersama Rika Roeslan. Mereka siap membawa penonton bernostalgia.

Jangan Lupa! Penampilan 117 Musisi Ramaikan HUT ke-17 Kota Batu

Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)
Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Total 117 musisi dari Kota Batu bakal berkalaborasi bersama di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (20/10) nanti. Bagi kamu pecinta musik dan penggila makanan wajib datang ke acara Batu Street Food Festival (BSFF) tahun 2018.

Acara akan dimeriahkan oleh para musisi kenamaan dari tahun 2001. Tahun tersebut adalah awal berdirinya Kota Batu sebagai kota kecil di Malang Raya. Selain itu, acara musik ini sekaligus merayakan HUT ke -17 Kota Batu.

Ajak keluarga dan kerabatmu untuk datang ke acara ini. Sesuai dengan judulnya, 117 musisi itu terdiri dari penyanyi, pemain drum, pemain gitar, pemain bas, dan pemain kibor. Pemain terbagi dari puluhan orang, terdiri atas anak-anak hingga dewasa. Siapkan juga kamera smartphone, siapa tahu kamu ketemu idolamu di acara ini.

Mereka bakal menyanyikan dan memainkan alat musik secara bersamaan menjadi sebuah komposisi musik yang rancak dan memiliki energi untuk dinikmati. Dilengkapi dengan lighting show yang akan membuat acara ini semakin menarik.

Selain itu juga akan ada hiburan lain seperti SMABA Choir, Band Performance dari Ishokuichi, Philadelphia, Rocklass, Tahu Brontak, Rock 90, Inisial F, KSRM, DT Max, 90% Band, Youngguzzy, Kieveock, Mosquotes, Soundgaden, Mererock dan sebagainya yang dijamin tak kalah meriah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Imam Suryono, menegaskan, HUT Kota Batu bakal meriah dan menghibur masyarakat. Musisi dan pemilik usaha kuliner bakal ‘tumplek blek’ di halaman Balai Kota Among Tani.

“Pokoknya harus datang. Ayo saksikan kemeriahannya, ajak keluarga, sahabat, teman-temannya,” ajaknya.

Imam melanjutkan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi musisi untuk menuangkan kreativitas dan memajukan permusikan di Kota Batu.

“Even ini bertujuan mengenalkan kepada publik bahwa Kota Batu ini punya musisi yang talentanya sangat bagus,” ujar Imam.

Acara itu sekaligus upaya untuk mempromosikan musik Kota Batu serta membangkitkan musik dan musisi Kota Batu.

“Dengan begini semoga musisi Kota Batu dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan,” harapnya.(Der/Ak)

Kickfest XII Bawa Konsep Beda di Malang

Konferensi pers Kickfest XII (anja a)
Konferensi pers Kickfest XII (anja a)

MALANGVOICE – Pecinta fashion di Kota Malang kembali akan disuguhkan dengan festival clothing terbesar, SimPATI Kickfest.

Mengusung tema Untold Journey, Kikcfest XII bukan hanya memberikan wadah pelaku industri clothing untuk pamer produk, tapi juga bersuaha mengedukasi masyarakat umum soal industri clothing.

“Kami tunjukkan kepada pengunjung terutama anak muda bahwa karya dalam negeri memiliki kualitas mumpuni dan model up to date tak kalah dengan produk luar negeri,” kata perwakilan Kreatif Independent Clothing Komuniti (KICK), Dany Rachmad.

SimPATI Kickfest XII akan digelar 7-9 September 2018 di Lapangan Rampal Malang. Kickfest menggandeng lebih dari 100 brand clothing lokal seerti Based Club, Blankwear, Born and Blessed, Nymph, Heroine dan banyak sebagainya.

Even ini terus menggali aktivitas-aktivitas baru dalam hal fashion, kuliner dan musik. Mulai dari creative area yamg akan diisi dengan creative talk dan workship dari performance guest star dan juga pelaku-pelaku industri clothing serta musik.

Selain itu ada juga foodcourt yang beragam, dan semakin berwarna dengan hadirnya live cooking corner oleh para guest star di panggung utama. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Game of Skate tahun ini akan lebih menantang dengan skate park berstandar nasional.(Hmz/Aka)

Komunitas