DBA 2 Kisahkan Aremania Perantauan di Kalimantan

Proses shooting DBA 2 di Kalimantan. (istimewa)

MALANGVOICE – Cerita perjalanan Pacho di film Darah Biru Arema (DBA) 2 terus berlanjut. Proses pembuatan film itu sudah dilakukan hingga saat ini.

Banyak tema dikemas dalam film yang menceritakan kisah Aremania itu termasuk suporter perantauan. Karenanya, proses shooting film dilanjutkan di daerah Kalimantan Timur.

Publicist DBA 2, Akbar Umara, menjelaskan, cerita Aremania perantuan akan dimasukkan dalam film. Nantinya akan ada kejutan dan konflik cerita di Kalimantan.

“Cerita ini berbeda dengan kisah Pacho. Yang pasti akan dikemas dengan baik,” katanya, Minggu (30/4).

Tim DBA 2 akan kembali ke Malang setelah sepekan menjalani shooting di sana. Nantinya, akan dilanjutkan dengan beberapa kisah unik lain. “Memang DBA 2 mengambil tema berbeda dalam satu film,” lanjutnya.

Semua proses film sudah bisa diintip bagaimana penggarapannya di channel Youtube DBAFilm Official. “Masalah ceritanya masih dirahasiakan. Tapi prosesnya bisa dilihat terus karena kami selalu update,” tandasnya.

Lebih Segar, d’Kross Bangkitkan Mars Legendaris ‘Malang Kota Subur’

Surat berisi notasi lagu ‘Malang Kota Subur’ dikirimkan mantan guru senior SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito kepada frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto yang juga Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (eks Dispenda) Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Album baru bertajuk ‘Kembali Berpesta’ dijamin bakal mengobati kerinduan fans d’Kross. Pasalnya, selain berisi lagu anyar lain bernuansa ska seperti ‘Tamasya’, ‘Best Friends Forever’ dan ‘Jomblo Ngenes (Jones)’, beberapa repackage dari tembang lawas ikut melengkapi deretan track di album ini.

Yang istimewa, ada aransemen ulang lagu legendaris ‘Malang Kota Subur’ dengan nuansa punk-rock. Para musisi dan kritikus pun mengapreasi positif langkah d’Kross mengangkat kembali lagu tersebut.

“Ini membangkitkan kembali memori publik tentang lagu legendaris ini, karena sebenarnya masih banyak lagu legendaris lain yang seharusnya diketahui oleh generasi muda Kota Malang saat ini,” ungkap musisi senior, Mamek HS.

Dia menilai, hal ini bisa berdampak positif menjadi stimultan bagi pemerintah kota. Tentu saja, untuk menggiatkan kembali kecintaan anak didik terhadap daerahnya.

Dikatakannya, mereka mereka diajarkan lagi bangga menjadi arek Malang lewat lagu ini. “Selain berisi pesan moral yang baik, lagu tersebut sekaligus menjadi media untuk mempromosikan Kota Malang,” paparnya.

Lebih jauh, Mamek menyebut Malang sebagai barometer musik nasional. Kalau sepakbola Malang bisa menjadi besar, lanjutnya, kini juga saatnya musik Bhumi Arema kembali berjaya.

Pendapat senada juga dilontarkan Danar Rahadian. Musisi senior Malang itu menilai lagu ‘Malang Kota Subur’ sebagai sebuah identitas yang melekat pada masyarakat.

“Jadi kalau ditarik mundur, lagu itu seolah menjadi lagu wajib anak sekolah sejak era 70’an. Bagi generasi saat ini, mungkin sudah banyak yang tidak tahu. Padahal bagi generasi kami dulu, sampai sekarang pun liriknya masih melekat kuat di kepala,” kenang pria yang juga dikenal sebagai instruktur dan pengawas keselamatan kerja tingkat nasional ini.

Bagi Danar, aransemen apapun sah-sah saja dilakukan terhadap lagu kebanggaan warga Malang ini. Tentu saja, dengan catatan bahwa aransemen tidak mengurangi esensi, makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

“Jadi ketika didengungkan kembali, audience masih merasakan feel dari mars legendaris ini,” tandasnya.

Apresiasi turut disampaikan musisi senior Malang lainnya, Rudy Satrio Lelono. Menurutnya, apa yang dilakukan d’Kross bisa menjadi teladan dan mengilhami band lain untuk mengikuti jejak.

“Bagus, karena generasi saat ini perlu terus dipupuk semangat kecintaannya terhadap negeri. Lagu-lagu kebanggaan daerah dan bertema nasionalis sangat dibutuhkan di era saat ini,” urainya.

Rudy berharap lahirnya kembali ‘Malang Kota Subur’ dapat menjadi titik kebangkitan yang disuarakan d’Kross.

“Apalagi pesan moralnya disampaikan dengan bahasa universal, yakni musik dan dibalut nuansa kekinian. Semoga dapat diterima semua kalangan sehingga memberi efek positif,” lanjut musisi yang mengarrange sejumlah mars-mars Arema, salah satunya lagu ‘Singa Bola’ itu.

Bahkan salah seorang mantan guru senior di SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito sempat mengirimkan surat khusus kepada frontman d’Kross, Sam Ade Herawanto, berisi notasi asli lagu gubahan R Dirman Sasmokoadi tersebut.

Karena itulah, momentum lahirnya kembali lagu ini juga bakal semakin terasa, seiring bakal ditampilkannya lagu ‘Malang Kota Subur’ di acara Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang.

Banyaknya kejutan di album baru bukan berarti band yang selama ini kental nuansa rock itu berubah haluan 180 derajat. Justru lewat album baru ini, Ined dkk sukses mentransformasi musik rock menjadi lebih ‘kaya’ dengan kolaborasi aneka genre secara smooth dan tetap enerjik.

Penggarapannya pun menggandeng gitaris kenamaan dari ibukota, Noldy Benyamin Pamungkas.Fill gitar yang meraung dan melengking dengan ciri khas distorsi dan reverb kental ala Noldy akan menjadi ‘roh’ di album berdesain colorfull tersebut.

Selain hits single ‘Kembali Berpesta’, lagu baru lain yang masih kental nuansa Malangan adalah ‘Sing Tawur Ngesroh’. “Pesan moral dari lagu itu sebenarnya cukup sederhana. Jadi dalam menyelesaikan masalah, tidak harus dengan kekerasan. Sekarang sudah bukan zamannya tawuran. Justru sekarang saatnya generasi muda bergaul melalui banyak kegiatan positif,” ulas Yokiwuz, vokalis d’Kross.

Sam Ade d’Kross rencananya akan ikut naik panggung membawakan lagu legendaris ini pada Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang.

“Tentu akan terasa istimewa bisa mendengarkan kembali lagu tersebut sambil mengenangnya bersama teman-teman kami saat acara reuni nanti,” kata Ketua Panitia Reuni Akbar 65 Tahun SMANTI, Hari Resofianto.

Performance d’Kross di acara reuni tersebut sekaligus mengawali rangkaian tour album ‘Kembali Berpesta’, setelah lebih dulu digelar kegiatan bedah album pada 10 Agustus nanti dan launching bersamaan peringatan HUT ke-30 Arema sehari kemudian.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Besok, Festival Serba Budaya Tani Dimulai

Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)
Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Festival Kampung Tani bertajuk ‘Living In Harmoni’ kembali hadir. Even tahunan ini dibuka, besok Sabtu-Minggu 8-9 September dan dilanjut pada 15-16 September, dan 22-23 September. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Kampung Wisata Tani, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Sebagai agenda pembuka, ada rembug budaya Jawa Timur, pentas TPQ, Bartani Kopi Kotekan. Kemudian pada 9 September dilanjutkan dengan Temassae Guyub Rukun, Lomba Tahun Batu Islam (Tabais), dan Bartani Kopi Kotekan (unek-unek).

Minggu kedua, pada 15 September dilaksanakan Jagong Temassae, Ngliwet Anglo, Pentas Teater Jawa Timur, dan Apresiasi Karya Seni. Lalu, 16 September, ada Berkah Bumi, Rantang Lurik, Memedi Sawah, Kebul Bontotan, Bancaan Fotografi, Pentas Duta Seni Jawa Timur, dan Bartani Foto-Kopi Jreng.

Di Minggu ketiga, 22 September, digelar enjoy culture,tembang sabin, dan sendratani. Sebagai penutup, pada 23 September ada Living In Harmoni.
Seluruh kegiatan ini tanpa dipungut biayanya alias gratis. Dengan diselenggarakan festival diharapkan mampu mewadai semua kreativitas yang ada di Kelurahan Temas.

“Ini sudah menjadi agenda tahunan di sini. Karena memang setiap desa memiliki cara khusus dalam menggelar selamat desa,” kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, Jumat (7/9).

Ya, gelaran Festival Kampung Tani sekaligus selamatan desa ini menonjolkan tentang budaya pertanian. Sebab, 75 persen warga Kelurahan Temas berprofesi sebagai petani.
Kegiatan ini juga merupakan pemberdayaan masyarakat yang memiliki kelompok seni.

Apalagi di Kota Batu ini memiliki kurang lebih hingga 300 kelompok seni. Dengan ada even ini lanjut Imam, juga upaya untuk mewujudkan visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

“Agar kelompok seninya terus terwadahi dan melestarikan kebudayaan,” tutup pria juga menjabat Staf Ahli Pemkot Batu ini.(Hmz/Aka)

‘Kartini Bumiayu’ Menangi Grandfinal Perempuan Inspiratif

Sri Marianingsih menjuarai kontes Perempuan Inspiratif Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kontes bertajuk Grandfinal Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017 dimenangkan ‘Kartini’ asal Kelurahan Bumiayu, Sri Marianingsih. Bertempat di Hotel Gajahmada, Rabu (26/4) malam, dia mengungguli 19 nominator lain.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Malang, Hj Dewi Farida Suryani, membacakan langsung pemenang. Suami Wali Kota HM Anton ini lantas mengalungkan selendang tanda jawara.

Dengan begitu, Sri Marianingsih memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Sementara itu, juara II diraih Diana dari Kelurahan Kedung Kandang, dan juara III disabet Evrida Hartini dari Cemorokandang.

Selanjutnya, juara favorit didapat Peni Budiastuti dari Purwodadi. Untuk juara harapan, masing-masing didapat III Ida Yuastuti, Kusmillah, dan Endang Yuliati Amperawati.

Kepala DP3AP2KB, Penny Indriani, mengatakan, rangkaian penilaian sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Sudah dimulai dua pekan lalu dan diakumulasikan dengan nilai malam ini,” paparnya.

Malam Ini, Ari Lasso & The Groove Suguhkan Kejutan

Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)
Ari Lasso dan The Groove siap hanyutkan Malang dengan musik jazz. (deny)

MALANGVOICE – Rangkaian gelaran Malang Jazz Festival 2017 akan berlangsung Sabtu (29/4) malam ini. Ari Lasso dan The Groove akan meramaikan acara dengan tema “The Heart of East Java”.

Bertempat di Baiduri Ballroom, Ari Lasso dan The Groove akan tampil ditemani para musisi Malang. Sebut saja paduan musik keroncong jazz Malang Utara, Saxomunity Malang, MMI Light Jazz, Trixie Jazzy dan banyak lainnya.

Promotor acara, Jade Indopratama dan Graha Bangunan bersama J-Entertainment ingin rangkaian acara Malang Jazz Festival tahun ini memiliki konsep menarik dengan dengan menghadirkan dua bintang tamu itu.

Ari Lasso dinilai sebagai penyanyi solo terbaik di Indonesia yang punya daya tarik tersendiri. Ia diharap bisa mengajak dan membawa ribuan fansnya dari berbagai kalangan untuk menikmati musik jazz.

“Acara ini juga banyak didukung pemerintah setempat dan bermanfaat sebagai juga sebagai menarik wisatawan dari mana saja,” kata CEO Jade Indopratama, Rachmad Santoso.

Sementara itu, Ari Lasso, mengatakan, sangat senang bisa datang ke Malang. Ia siap memberi kejutan bagi penonton yang hadir.

“Ini menjadi suatu penghargaan dan tantangan tersendiri bagi saya untuk bisa menghibur,” katanya.

Selanjutnya Tue Groove akan tampil reuni bersama Rika Roeslan. Mereka siap membawa penonton bernostalgia.

Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Ayo! Belajar Seni Kaligrafi Bareng Ustadz Didin dan Ustadz Athoilla di MTQMN 2017

Kegiatan workshop kaligrafi digelar tanggal 30 Juli. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pada tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2017 Kota Malang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN). Acara akbar ini akan diadakan di dua perguruan tinggi sekaligus yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB).

Berbagai kegiatan akan diselenggarakan untuk memeriahkan acara akbar ini, salah satunya Workshop Kaligrafi Nasional. Workshop ini diadakan berhubungan dengan adanya lomba Kaligrafi Nasional yang bertemakan ‘Mengukuhkan Budaya Nusantara Melalui Kreativitas Qur’ani’.

Workshop yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2017 ini bertempat di Gedung Graha Cakrawala UM. Workshop ini diharapkan menambah pemahaman mengenai seni kaligrafi para peserta lomba Kaligrafi yang akan diadakan pada hari setelahnya yakni pada tanggal 1 Agustus 2017.

Dalam workshop ini akan dihadiri oleh pemateri dan couching yang ahli di bidang seni kaligrafi, yaitu Ustadz Didin Sirojuddin dari Jakarta selaku pendiri Lembaga Kaligrafi Al Qur’an (LEMKA) dan juga Ustadz Athoillah dari Jombang selaku pendiri Sekolah Kaligrafi Al Qur’an (SAKAL). Dengan adanya para ahli seni kaligrafi tersebut, para peserta workshop akan lebih memahami dan memiliki pengalaman dalam seni kaligrafi sebelum mengikuti perlombaan.

Panitia pun membatasi sebanyak 200 peserta dalam workshop ini. Workshop ini juga diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin memahami dan mempraktekkan seni kaligrafi. Workshop yang akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB ini tidak memberikan syarat khusus Peserta hanya perlu membawa alat tulis dan dikenai biaya sebesar Rp. 25.000,-.

Bukan hanya itu saja, para peserta diberikan kemudahan untuk melakukan pendaftaran mengikuti workshop ini. Pendaftaran workshop dilakukan dengan mengirimkan identitas pribadi melalui whatsapp dan membayar biaya pendaftaran via transfer. Selain memeriahkan MTQMN, acara ini juga berguna sebagai sarana mengenalkan UM kepada khalayak umum khususnya para pelajar yang ada di Kota Malang.

“Saya harap workshop ini dapat memberikan manfaat, baik ilmunya maupun pengalamannya, sekaligus semoga khot tetap berjaya di Indonesia,” harap salah satu penanggung jawab Khot, Zahrotun Nafi’a.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

The Groove Ajak Penonton Goyang

Penampilan The Groove. (deny)
Penampilan The Groove. (deny)

MALANGVOICE – Penampilan The Groove, malam ini, di Baiduri Ballroom, membuat penonton berkeringat.

Aksi energik band yang tenar pada 2000-an ini membuat penonton berjingkrak bersama. Ribuan penonton yang hadir seakan tak kenal lelah mengikuti nyanyian Rieke Roeslan dari lagu awal hingga terakhir.

Beberapa lagu bahkan dikemas dengan nuansa jazz. The Groove menyanyikan lagu “Bila” dan dilanjutkan dengan “Sepi”. Penonton semakin semangat ketika mereka membawakan lagu “Dahulu”.

The Groove memainkan musik dengan campuran jazz yang lembut dan unik yang semakin membuat acara meriah. “Ayo goyang bareng-bareng,” seru Rieke.

Penampilan The Groove akhirnya ditutup dengan lagu Khayalan. Selanjutnya, bintang tamu lain, Ari Lasso akan mengisi panggung dalam acara malam ini.

Ari Lasso juga ditantang memainkan musik dengan nuansa jazz. Ia akan membawakan sekitar 12 lagu.

20 Nominator Bersaing di Puncak Kontes Perempuan Inspiratif

Para nominator perempuan inspiratif unjuk kebodohan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Grandfinal Perempuan Inspiratif Kota Malang 2017 digelar pada Rabu (26/4) malam ini. Sebanyak 20 nominator bersaing menjadi yang terbaik pada ajang ini.

Mereka bakal dinilai berdasarkan sejumlah kriteria oleh tim juri kompeten dari berbagai unsur. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Penny Indriani, menyebut, ajang ini dimaksudkan agar perempuan terus maju mengembangkan kualitas diri.

“Acara ini untuk mengapresiasi dan menghargai kepada kaum wanita yang memiliki pengaruh dan sumbangsih pada lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Penny menambahkan, indikator lain sebagai acuan yakni wanita yang bersangkutan harus berjiwa sosial, tanggap sesama dan mampu bergotong royong menggerakkan warga. Ruang gerak itu, lanjutnya, dalam hal wirausaha sehingga mampu membuka lapangan kerja.

“Selama ini kontes perempuan inspiratif menghadirkan wanita yang sudah mapan. Kali ini kami pilih dari tingkat paling bawah usulan kelurahan. Diharapkan warga bisa mencontoh, sehingga mampu merubah hidup bermanfaat,”pungkasnya.

Jangan Lupa! Penampilan 117 Musisi Ramaikan HUT ke-17 Kota Batu

Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)
Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Total 117 musisi dari Kota Batu bakal berkalaborasi bersama di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (20/10) nanti. Bagi kamu pecinta musik dan penggila makanan wajib datang ke acara Batu Street Food Festival (BSFF) tahun 2018.

Acara akan dimeriahkan oleh para musisi kenamaan dari tahun 2001. Tahun tersebut adalah awal berdirinya Kota Batu sebagai kota kecil di Malang Raya. Selain itu, acara musik ini sekaligus merayakan HUT ke -17 Kota Batu.

Ajak keluarga dan kerabatmu untuk datang ke acara ini. Sesuai dengan judulnya, 117 musisi itu terdiri dari penyanyi, pemain drum, pemain gitar, pemain bas, dan pemain kibor. Pemain terbagi dari puluhan orang, terdiri atas anak-anak hingga dewasa. Siapkan juga kamera smartphone, siapa tahu kamu ketemu idolamu di acara ini.

Mereka bakal menyanyikan dan memainkan alat musik secara bersamaan menjadi sebuah komposisi musik yang rancak dan memiliki energi untuk dinikmati. Dilengkapi dengan lighting show yang akan membuat acara ini semakin menarik.

Selain itu juga akan ada hiburan lain seperti SMABA Choir, Band Performance dari Ishokuichi, Philadelphia, Rocklass, Tahu Brontak, Rock 90, Inisial F, KSRM, DT Max, 90% Band, Youngguzzy, Kieveock, Mosquotes, Soundgaden, Mererock dan sebagainya yang dijamin tak kalah meriah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Imam Suryono, menegaskan, HUT Kota Batu bakal meriah dan menghibur masyarakat. Musisi dan pemilik usaha kuliner bakal ‘tumplek blek’ di halaman Balai Kota Among Tani.

“Pokoknya harus datang. Ayo saksikan kemeriahannya, ajak keluarga, sahabat, teman-temannya,” ajaknya.

Imam melanjutkan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi musisi untuk menuangkan kreativitas dan memajukan permusikan di Kota Batu.

“Even ini bertujuan mengenalkan kepada publik bahwa Kota Batu ini punya musisi yang talentanya sangat bagus,” ujar Imam.

Acara itu sekaligus upaya untuk mempromosikan musik Kota Batu serta membangkitkan musik dan musisi Kota Batu.

“Dengan begini semoga musisi Kota Batu dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan,” harapnya.(Der/Ak)

Komunitas