Kinerja Baik, Gaji Perawat Desa Ditambah Rp 500 Ribu

Kadinkes, Abdurachman. (Miski/Malangvoice).

MALANGVOICE – Para tenaga perawat desa di Kabupaten Malang, bakal mendapat tambahan gaji sebesar Rp 500 ribu. Maka total, tiap bulan mereka akan menerima tambahan gaji Rp 1 juta.

“Ini kabar baik bagi perawat, diharapkan kinerjanya lebih baik lagi,” kata Kadinkes Kabupaten Malang, Abdurachman di Gedung Dewan, Rabu (12/8) ini.

Jumlah tersebut belum termasuk tunjangan lainnya, seperti lembur kerja dan praktik. Soal besar tunjangan tergantung keaktifan tenaga setiap harinya, kata Kadinkes.

Dikatakan, selama ini perawat desa berperan penting sebagai perwakilan Dinas Kesehatan. ”Gaji tenaga honorer juga naik, sesuai SK Bupati,” tuturnya.-

Pendaki Belum Ditemukan, Besok Lakukan Open SAR

MALANGVOICE – Sampai Rabu (12/8) sore ini, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencari pendaki yang hilang di Gunung Semeru.

Apabila pendaki bernama Daniel Saroha asal Bogor tidak juga ditemukan, maka jalur pendakian di Semeru rencananya bakal ditutup sementara. “Kalau pencarian hari ini tidak ketemu maka besok akan kita tutup,” kata Kepala BB TNBTS Ayu Dewi Utari, Rabu (12/8).

Saat ini, tim kedua berjumlah lima orang sudah diturunkan mencari Daniel Saroha yang hilang sejak dua hari lalu. Total ada sepuluh anggota BBTNBTS yang sudah terjun langsung ke lokasi.

“Kalau hari ini masih tidak ketemu, kita akan Open SAR dan menutup jalur pendakian,” tandasnya lagi. –

Dishub Siapkan Rp 300 Juta untuk Seragam Baru Jukir

Kepala Dishub Handi Priyanto

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk pembuatan seragam baru bagi para jukir yang resmi terdaftar.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, anggaran itu akan digunakan membuat 2 ribu seragam baru bagi para jukir.

“Saat ini kita masih dalam pengadaan untuk seragam itu,” kata Handi, Rabu (12/8).

Seragam baru tersebut nantinya digunakan sebagai tanda, jika jukir dan tempat parkir resmi milik Dishub. Sebab, selama ini penggunaan rompi jukir rawan disalahgunakan. ”Selain seragam juga kita beri name tag,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Abdul Hakim mendukung langkah Dishub soal seragam baru jukir.

Selain untuk menata parkir untuk kesiapan tarif baru, pemberiam seragam juga upaya mendata dengan baik para jukir. “Langkah itu sangat baik, agar tidak ada lagi jukir abal-abal di Kota Malang” tegas Hakim.-

Anggaran Distop, Dewan Beri Solusi Nasib Poltekom

Ketua Komisi D, Imam Fauzi,
Ketua Komisi D, Imam Fauzi, (hamzah/malangvoice)

MALANGVOICE – Komisi D DPRD Kota Malang mencari langkah guna memikirkan nasib Politeknik Kota Malang (Poltekom). Hal ini menyusul rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang meminta anggaran perguruan tinggi itu dihentikan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Imam Fauzi mengatakan, hasil koordinasi dengan para anggotanya ada dua solusi yang diberikan untuk Poltekom.

Pertama, penjajakan kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya dan membuat rumusan pinjam-pakai. “Hasil rapat internal kami ada solusi untuk kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya,” kata Imam Fauzi, Rabu (12/8).

Kerjasama dengan perguruan tinggi lain, lanjut dia, merupakan cara menyelamatkan mahasiwa yang ada disana. Hal ini merupakan langkah antisipatif, bila ada hal negatif yang menimpa kampus itu.

“Kalau pinjam pakai, nantinya pihak Poltekom harus menyewa lahan, karena dengan tidak lagi diberi anggaran, kampus itu harus mandiri,” beber politisi PKB itu.

Rencananya, Komisi D beserta pihak Poltekom akan segera melakukan hearing, untuk menentukan nasib setelah tidak ada anggaran dari Dinas Pendidikan.

Perlu diketahui, BPK merekomendasi anggaran Poltekom diberhentikan. Perguruan tinggi ini setiap tahunnya menerima kucuran anggaran Rp 1,8 miliar.

Berdasar rekomendasi, BPK melarang anggaran perguruan tinggi berada di bawah naungan Dinas Pendidikan.-

ER Tidak Khawatir Mundurnya Geng

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko

MALANGVOICE – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, H Eddy Rumpoko, tak terlalu pusing oleh mundurnya Geng Wahyudi sebaga ketua relawan Cabup PDIP Dewanti Rumpoko.

Pria yang biasa disapa ER itu mengatakan bahwa mundurnya Geng Wahyudi dari barisan pemenangan Cabup Dewanti Rumpoko dan Cawabup Masrifah Hadi, bukan masalah besar di intern PDIP Kabupaten Malang.

ER mengatakan bahwa tujuan PDIP ikut Pilbup Kabuoaten Malang bukan hanya untuk memenangkan calon bupati, tapi tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat. Apalagi PDIP juga dijamin tetap solid.

“PDIP adalah partai yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Jadi pemenangan Pilkada bukanlah serta-merta, tujuannya kesejahteraan masyarakat,” ungkap ER kepada wartawan, Rabu (12/8).

Ia tidak ingin masyarakat melihat PDIP dalam arti sempit Pilkada saja, tapi dalam upayanya membangun bangsa dan masyarakat.

“Saya tegaskan kalau Pilkada itu proses. Menang tapi tidak punya tujuan pembangunan, itulah yang menjadi masalah,” tandas ER yang juga Wali Kota Batu itu. –

Sebagian Besar Bangunan Pasar Tradisional di Kabupaten Malang Rusak

Anggota Komisi B, Mustofa Hadi. (Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE – Kondisi bangunan pasar tradisional di Kabupaten Malang, sangat memprihatinkan.

Data yang dihimpun Komisi B DPRD Kabupaten Malang, dari 30 pasar yang tersebar di 33 kecamatan, 60 persen kondi bangunannya rusak. Sementara jumlah pedagang ada 18 ribu orang.

Mustofa menjelaskan jika ia sering menerima laporan dari pedagang terkait infrastruktur pasar yang kurang baik, terutama saat musim hujan.

“Tiap tahun sudah dianggarkan untuk biaya perawatan dan pemeliharaan pasar,” ungkap Anggota Komisi B, Mustofa Hadi saat berbincang dengan MVoice, beberapa menit lalu.

Dikatakan, saat ini pembangunan pasar dilakukan secara bertahap. Salah satunya Pasar Sumedang, Kepanjen yang murni dibiayai APBD. ”Kendalanya, anggaran yang ada sangat terbatas,” papar dia.

Dikatakan Mustofa, DPRD dan pemerintah berupaya proses pembangunan pasar dari APBD, bukan melibatkan pihak investor.

“Kalau investor biasanya banyak masalah, belum lagi pedagang harus beli lapak dengan harga tinggi,” tandasnya.-

BNN Blusukan Menilai Aksi Anti Narkoba di Sekolah

MALANGVOICE – Untuk memerangi narkoba. BNN Kota Malang mengadakan lomba aksi anti narkoba antara SMPN di Kota Malang.

Rabu (12/8) hari ini, penilaian dilakukan di SMPN 19 Malang melibatkan seluruh siswa untuk menunjukkan kreatifitasnya.

Tim penilai dari BNN Kota Malang, Hadi Slamet mengatakan, penilaian saat ini adalah tahap akhir setelah dimulai penilaian pertama awal Juni 2015.
“Semoga dengan kreatifitas siswa olahraga dan seni jadikan aktifitas siswa positif,” katanya saat ditemui di SMPN 19 Malang, Rabu (12/8) siang.

Harapannya, lanjut Hadi, para siswa SMP nantinya bisa menjadi bibit yang baik untuk masa depan. “Jika saat ini sudah bebas narkoba, sewaktu melanjutkan ke jenjang lebih tingi akan tambah lancar,” tandasnya.-

Dewan Geram Bakal Sidak RSSA

Rahayu Sugiarti

MALANGVOICE – Kasus penelantaran pasien di RSSA yang menimpa Imam Ilmiawan, cukup membuat wakil rakyat di Komisi D DPRD Kota Malang geram.

Ketua Komisi D, Imam Fauzi menegaskan, dalam waktu dekat akan mengumpulkan data soal kasus ini. ”Kami akan temui pasien untuk meminta keterangan soal penelantaran,” kata Imam kepada MVoice, Rabu (12/8).

Keterangan pasien, nantinya akan di kroscek dengan sidak langsung ke rumah sakit milik Pemprov Jatim itu. ” Kami korek bagaimana keterangan pasien dan nantinya data itu kami akan jadikan landasan untuk sidak ke rumah sakit,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD, Rahayu Sugiarti menekankan agar kasus yang menimpa Ilmi tidak lagi terjadi. Pihaknya banyak mendapat keluhan soal kurangnya pelayanan di RSSA.

“Bisa jadi faktor personel, tapi juga kan gak harus seperti itu, jadi kami dengan Komisi D akan langsung sidak kesana” terang Rahayu.

Seharusnya, lanjut politisi senior Golkar itu, apapun kondisi pasien pihak rumah sakit harus memeriksa dan tidak melakukan penolakan seperti yang terjadi pada Imam Ilmiawan. “Kami akan cek juga bagaimana standar prosedurnya,” tandasnya.-

Temuan Dewan Banyak Warga Keluhkan Pelayanan RSSA

Rahayu Sugiarti

MALANGVOICE – Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rahayu Sugiarti angkat bicara perihal kasus penelantaran pasien di RS dr Saiful Anwar Malang atas nama Imam Ilmiawan.

Menurutnya, sebagai rumah sakit milik pemerintah hal itu tak harus dilakukan lantaran kondisi Imam saat itu sangat mengkawatirkan.

“Saya dapat informasi kondisinya sangat mengkhawatirkam, malah ditolak penangannya,” kata Rahayu kepada MVoice, Rabu (12/8).

Bahkan, dari keluhan yang masuk kepada pihaknya bukan saja Imam Ilmiawan yang mengalami hal serupa, namun beberapa pasien warga Kota Malang juga banyak yang kecewa.

“Kalau itu berkenaan dengan warga Kota Malang kami wajib memantau dan mengawasi,” tegasnya.

Karenanya, sebagai wakil rakyat ia bakal menelusuri kasus ini agar pengalaman yang diterima Imam Ilmiawan tidak terulang pada pasien lainnya khususnya warga Kota Malang.-

Gara-gara Nyabu Dua Sahabat Karib Masuk Sel Polisi

Dua tersangka penyalahgunaan narkoba di Mapolres Malang Kota (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Persahabatan antara Zainur Rosiqin, warga Kota Lama, Kedung Kandang, dan Lukman Efendy, warga Muharto, Kedung Kandang, terus terjalin hingga jeruji besi.

Keduanya harus mendekam di tahanan Polres Malang Kota, setelah diketahui menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.
Zainur yang sehari-hari bekerja sebagai tukang potong ayam, ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 0,2 gram, di Jalan Hamid Rusdi, Kota Malang, 31 Juli 2015 lalu.

“Kami mendapati barang bukti itu pada genggaman tangan kanan tersangka,” kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni SH saat merilis kasus ini, Rabu (12/8).

Atas tertangkapnya Zainur, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan, Zainur mengaku mendapat sabu dari sahabat karibnya, Lukman Efendy.

Alhasil, beberapa saat kemudian Lukman dibekuk di depan gang rumahnya, dengan barang bukti sms transaksi di telepon genggam tersangka.

Menurut Nunung, Lukman tidak ambil untung dalam penjualan sabu itu. Pasalnya, keduanya merupakan sahabat karib yang sudah lama kenal. “Keduanya memakai bersama-sama,” tambah Nunung.

Sampai saat ini, polisi masih mengejar tersangka lain, yang mengedarkan sabu pada Lukman dan Zainur.-