PNS Wajib Setor Ijazah Legalisir

MALANGVOICE – Guna mengantisipasi adanya ijazah palsu, Pemerintah Kota Malang, memerintah seluruh PNS agar melakukan legalisir ijazah pendidikan terakhir mereka.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nurwidyanto, mengatakan, perintah itu tertuang dalam surat edaran dari Inspektorat yang ditujukan kepada sekitar 16 ribu PNS yang ada.

Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) yang sudah jauh hari mengisyaratkan hal tersebut.

Dalam SE Menpan Nomor 3 tahun 2015 tentang penanganan ijazah palsu aparatur sipil Negara, maka Pemerintah Daerah harus menindaklanjuti hal tersebut.

“Edaran ini sesungguhnya merupakan tindaklanjut dari surat Kemenpan untuk antisipasi ijazah palsu di kalangan PNS,” kata Nurwidyanto, Senin (3/8) di Malang.

Pengumpulan fotocopy ijazah yang sudah dilegalisir itu dilakukan sejak tanggal 28 Juli hingga tanggal 4 Agustus 2015.

Dijelaskan, meski PNS diwajibkan meminta legalisir, namun hal itu tidak berdampak pada kinerja mereka dalam pelayanan publik. Sebab, kebijakan itu sudah ditimpahkan pada masing-masing SKPD.

“Semua ditimpahkan pada SKPD masing-masing jadi kami berharap itu tidak mengganggu kinerja,” pungkasnya.

Jadi Tuan Rumah karena Minim Kasus Anak

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso (Fathul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Kongres Anak Indonesia ke XIII 2015 memilih Kota Batu sebagai lokasi penyelenggaraan karena Kota Batu merupakan daerah paling minim pelanggaran kasus anak.

”Alasan pelaksanaan Kongres Anak di Kota Batu ini adalah karena pusat atau dari kementrian melihat bahwa Batu itu sangat minim kejadian yang terkait dengan pelecehan, terutama kepada anak-anak,” jelas Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, kepada wartawan.

Punjul juga menyebutkan bahwa biasanya anak-anak usai mengikuti Kongres juga butuh rekreasi ke tempat wisata.

”Selain Kongres, biasanya peserta dan pendamping juga melakukan study tour. Nah wisata di Kota Batu kan kelasnya sudah mendunia sehingga kita tidak perlu anak-anak kita ke tempat yang jauh,” ungkap Punjul Coffee Morning di Kota Batu.

Punjul yakin bahwa lokasi-lokasi seperti 3T41, Museum Tugu, Museum Angkut, dan yang terbaru adalah Predator Park akan menjadi tempat pembelajaran. Sebagaimana salah satu wahana yang ada di Jatim Park I tentang Budaya Jawa sehingga orang dari luar Jawa bisa mengenal budaya Jawa juga.

Dana Cukai Hanya Terserap 2 Persen

Dyah Lies

MALANGVOICE – Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Batu, Dyah Lies, mengatakan pihaknya akan mengadakan asistensi terhadap SKPD pengguna cukai.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan diminta ikut asistensi tersebut adalah Disperindag, Humas, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Ekbang, dan BPKD.

“Kita harus maksimalkan dana cukai karena dana cukai kan dari pusat. Pemakaiannya memang belum maksimal karena harus sesuai dengan petunjuk teknis,” kata Dyah kepada wartawan usai Coffee Morning, Senin (3/8) pagi.

Adapun penyerapan dana cukai tiap tahunnya, kata Dyah, sangat kecil. Hingga Semester I tahun 2015 baru terserap 2 persen. “Kita kesulitan penggunaannya karena dana ini kan beda dengan bloggrant kan bebas, kalau dana cukai ada pembatasan sesuai PMK 84 sama PMK 20,” ungkap Dyah.

Solusi adanya pemanfaatan dana yang kurang inilah akhirnya pihaknya mengadakan asistensi pada tanggal 11 Agustus nanti.

Menurut Dyah, SKPD yang menggunakan dana cukai selama ini takut dan terkekang karena tidak tahu penggunaannya, padahal dana cukai banyak.

“Kita mendatangkan narasumber dari Biro Perekonomian karena dia yang menangani seluruh pemda, pemkab, pemkot se Jawa Timur, dengan harapan SKPD ada referensi mengenai penggunaan dana tersebut,” tandasnya.

Mendiknas dan Mensos Mendadak Dipanggil Jokowi

Beberapa panitia lokal memasang spanduk untuk menghias perhelatan Kongres Anak Indonesia di Hotel Purnama Kota Batu. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Kongres Anak Indonesia ke XIII di Kota Wisata Batu yang rencananya dibuka Senin (3/8), diundur Kamis (6/8).

“Pembukaan tidak jadi hari ini, tapi diundur hari Kamis mendatang karena Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan yang rencananya akan datang ada acara dengan Bapak Jokowi,” jelas Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, kepada wartawan usai Coffee Morning, Senin (3/8) pagi.

Nantinya, peserta yang datang akan langsung melaksanakan kongres tanpa pembukaan terlebih dahulu.
Mengenai pembukaannya sendiri, Punjul menginginkan menunggu dari Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa pada Kamis mendatang.

Adapun menteri yang dipastikan hadir pada saat pembukaan Kongres Anak Indonesia ke XIII yaitu Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yohana Yambise.

Prioritas Warga Asli Malang

Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto. (Muhammad Choirul /malangvoice)

MALANGVOICE – Operasi yustisi yang digelar pekan ini, Pemkot Malang bakal memilah identitas PKL. Yang jelas, PKL asli warga Malang akan dinomersatukan.

“Ada pendataan di Dinas Pasar, dari data yang masuk, diprioritaskan warga Kota Malang yang boleh berjualan,” tandas Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto.

PKL yang telah terdata nantinya mendapat kartu tanda PKL dari Pemkot Malang. Pembuatan kartu ini, melibatkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Malang.

“Kartu itu untuk PKL, jadi benar-benar menjadi legal di mata Pemkot,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto. Ia berjanji, PKL yang tidak memiliki identitas sebagai warga Kota Malang bakal ditindak tegas.

“Diutamakan KTP Kota Malang, yang dari luar Kota Malang akan dihimpun untuk dipulangkan,” pungkasnya.

Pemkot Gelar Operasi Yustisi

Walikota Malang, HM Anton. (Muhammad Choirul/malangvoice)

MALANGVOICE – Setelah menertibkan PKL di kawasan Pasar Besar, Pemkot Malang segera menggelar operasi yustisi. Operasi bakal digelar pekan ini, dimaksudkan untuk mendata PKL dalam rangka penataan di Jalan Ade Irma Suryani.

“Ini sebagai tindak lanjut pengamanan, kami cek setelah operasi penataan,” kata Wali Kota Malang, HM Anton, Senin (3/8).
Setelah terdata, PKL mendapat kartu tanda PKL dari Pemkot Malang. Kartu itu berguna untuk pembinaan PKL, yang berhak mendapat bantuan gerobak, tenda, dan modal.

Suami Hj Dewi Farida Suryani itu menambahkan, penataan juga berlaku untuk pedagang buah yang selama ini beroperasi di sekitar Pasar Besar.
“Pedagang buah kami lihat dulu jumlahnya berapa, kami sesuaikan dengan kuota di Jalan Ade Irma Suryani. Kalau tidak cukup, sudah disiapkan tempat tertentu yang sedang dikaji,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Metawati Ika W, siap menjalankan petunjuk Anton. “Sekarang sudah mulai kami sosialisasikan. PKL kami beri arahan untuk menyiapkan apa saja yang perlu, seperti KTP, surat pengantar dari daerah asal atau surat keterangan tinggal sementara (SKTS),” pungkasnya.

Stiker Teguran Bagi Pelaku Parkir Liar

Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Samsul Arifin.

MALANGVOICE  – Dinas Perhubungan  (Dishub) Kota Malang serius menangani masalah parkir liar yang kerap ditemui di berbagai titik jalan.

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang,  Samsul Arifin mengatakan,  pihaknya sudah menyiapkan stiker sebagai bahan teguran bagi masyarakat yang parkir sembarangan.

“Ini adalah bagiam dari operasi penertiban lalin, kami siapkan stiker untuk teguran,” Kata Samsul, Senin (3/8).

Saat ini, lanjut dia, stiker sedang dalam proses pencetakan, dan nantinya ketika sudah siap maka petugas yang ada akan menjalankan program tersebut.

Selain parkir liar, Dishub juga memonitor beberapa kendaraan seperti motor, becak motor, dan lannya yang mangkal di area  terlarang parkir.

“Ini perlu kita imbau agar ketertiban lalu lintas berjalan dengan lancar,” tandasnya.

Beberapa lokasi seperti, kawasan Alun-alun Merdeka, Pasar Besar Jalan SW Pranoto dan Dinoyo, kerap dijadikan area parkir liar.-

200 Ribu Warga Belum Rekam E-KTP

Warga Kabupaten Malang saat mengurus surat-surat di Kantor Dinas Kependudikan dan Pencatatan Sipil. (Miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Blanko KTP Elektronik (E-KTP)  di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang,  habis sejak awal Bulan Juli lalu.
akibatnya ratusan warga yang merekam KTP elektronik tidak terlayani dengan sempurna.  Hal tersebut dibenarkan Kepala Dispendukcapil, Drs Purnadi, saat ditemui di kantornya, Senin (3/8).

“Keterlambatan pengiriman dari pusat harusnya Juli dapat kiriman, karena gagal tender maka nunggu tiga bulan lagi,” ungkapnya kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Antisipasi sementara, lanjut dia, pihaknya mengeluarkan Surat Keterangan (SK) yang sama dengan blanko E-KTP. Hal itu sesuai atas rekomendasi Kemendagri.

Surat tersebut dilampiri foto pemohon khusus bagi yang telah melakukan perekaman.

“Kami sudah berkirim surat ke instansi terkait, baik Samsat dan perbankan, jika ada keterlambatan pengiriman blanko,” jelasnya.

Dikatakan, hingga kini masih terdapat 200 ribu warga belum melakukan perekaman. Tidak menutup kemungkinan banyak warga yang menggunakan KTP lama.

Sesuai data di Dispendukcapil, ada 2,2 juta warga wajib E-KTP. Namun, Kabupaten Malang hanya mendapat jatah 1,9 juta dari kementerian.

“Kami kebut hingga Desember dapat selesai semua, dan masyarakat sudah mengantongi E-KTP,” tandasnya.-

Besok, Hasil Tes Kesehatan Paslon Diumumkan

Ketua KPU Kab. Malang, Santoko for Malangvoice

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, baru akan menetapkan kandidat dan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, 24 Agustus mendatang.

Ketua KPU, Santoko mengatakan, pihak KPU saat ini  masih memeriksa kelengkapan administrasi tiap pasangan calon (paslon). Salah satunya hasil tes kesehatan yang belum diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Rencananya besok (Selasa,  4/8) diumumkan hasilnya oleh IDI, detailnya sekalian besok,” katanya, saat dihubungi MVoice.

Seperti diketahui, ada tiga pasangan yang mendaftarkan diri ke KPU yakni, Nurcholis dan Muhammad Mufid dari jalur independen, Rendra Kresna dan M Sanusi dari koalisi lima parpol (Golkar, PKB, Nasdem, Gerindra, dan Demokrat), dan Dewanti Rumpoko-Masrifah diusung PDIP.-

Ditinggal Istri, Tukang Cukur Nekat Cabuli Bocah 13 Tahun

Muslim, tersangka pencabulan bocah di bawah umur. (Muhammad Choirul /malangvoice)

MALANGVOICE – Muslim (22) alias Kacong, seorang tukang cukur rambut di Bumiayu, Kedung Kandang, Kota Malang, nekat mencabuli bocah 13 tahun.
Ulah bejar bapak satu anak itu dilakukan setelah sekitar 2 minggu pisah ranjang dengan sang istri.

Bermula pada 8 Juli 2015 lalu, ketika Muslim berkenalan dengan korban di sebuah warung kopi. “Keduanya dikenalkan oleh teman korban,” kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni SH, saat merilis kasus ini, Senin (3/8) di Mapolres Malang Kota.

Setelah beberapa saat berbincang di warung kopi, tersangka mengajak korban ke losmen Windu Kencono, Jalan Kolonel Sugiyono, Kota Malang. Korban terpaksa menuruti ajakan Muslim, karena diancam tidak diantar pulang.

Di losmen itu, Muslim melancarkan aksi bejatnya. “Awalnya korban menolak dengan alasan masih perawan dan takut dosa, tapi tersangka terus merajuk,” papar Nunung.

Aksi itu akhirnya diketahui orang tua korban setelah korban mengadukan perbuatan tersangka. Akhirnya, pada 10 Juli 2015 orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Polres Malang Kota.
Tersangka dibekuk pada Sabtu (1/8) lalu, dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara.-

Komunitas