Duo Srikandi Lengkapi Kekosongan Perangkat Dewan

MALANGVOICE- Politisi PDIP, Reni Purwiningtyas dan Masfufah dari PKB resmi menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Keduanya diangkat setelah rapat paripurna pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW), Jumat (11/9) sore.

Reni Purwiningtyas menggantikan posisi Subianto di Komisi A setelah yang bersangkutan meninggal dunia. Masfufah mengisi di Komisi C, menggantikan posisi M Sholeh yang meninggal dunia.

Usai pelantikan, Reni Purwiningtyas mengaku, banyak hal yang nantinya akan dikerjakan sebagai wakil rakyat. Salah satunya memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Prioritas adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat,” aku anggota dewan periode 2009-2014 itu.

Menurutnya, kesempatan duduk di dewan tidak akan disia-siakan. Sebab, masih banyak masalah dan aspirasi masyarakat belum terjawab selama ini.

“Saya ingin beri warna di dewan, supaya program pemerintah lebih mengena nantinya,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Masfufah. Berbekal pengalaman hidup di desa dan pernah menjadi pendidik di Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia berharap dapat memperjuangkan hak-hak perempuan terutama soal kemandirian.

Paling tidak, setiap harinya perempuan di desa memiliki penghasilan sendiri, tidak selalu meminta kepada suaminya. Selain itu, dapat menyokong ekonomi keluarga.

“Perempuan di desa belum banyak diberdayakan, melalui program produktif kami genjot kualitas perempuan,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko menyebut, kelengkapan dewan amat sangat penting. Bertambahnya duo srikandi diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan pro rakyat.

“Sempat pincang, karena dua anggota dewan meninggal, hadirnya mereka semoga bisa mewarnai di dewan,” pungkasnya.-

Polres Batu Bekuk Bandar dan Pengedar Sabu

Dua tersangka sabu saat diamankan di Polresta Batu. (fathul)

MALANGVOICE – Dua pemuda berinisial RKP alias Black (22) dan EJ (36), warga Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang diringkus polisi. Keduanya kedapatan bertransaksi narkoba jenis sabu, Selasa (8/9) di Jalan Krematorium, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.

Dugaan sementara, keduanya merupakan bandar dan pengedar sabu. Ketika ditangkap polisi belum menemukan barang bukti sabu dari tangan RKP. Sementara dari tangan EJ, hanya didapat 1 bungkus sabu seberat 1 gram.
Humas Polresta Batu, AKP Waluyo dalam press releasenya menjelaskan dua orang tersebut ditangkap secara terpisah. “Pertama yang kita tangkap adalah EJ saat ia bertransaksi dengan anggota yang menyamar sebagai pembeli,” jelas Waluyo kepada wartawan.

Pasca menangkap EJ, penyidik melakukan pendalaman yang membawa ke RKP alias Black. RKP sendiri ditangkap di rumahnya dan langsung di gelandang ke Mapolresta Batu.

“Dari tangan mereka kita dapat beberapa barang bukti seperti 1 unit jam tangan, HP merk Cross, 1, rool aluminium foil, timbangan digital, dan 1 bendel bukti tabungan dari Bank BCA,” jelasnya.-

Tidak Ada Dana, Revitalisasi Terancam Mangkrak

Suasana hutan Kota Malabar. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Keputusan PT Amerta Indah Otsuka mencabut dana corporate social responsibility (CSR) untuk revitalisasi hutan kota Malabar membuat Pemkot Malang kalang-kabut memikirkan langkah selanjutnya.

Wali Kota Malang, HM Anton, mengaku tak bisa meneruskan proyek revitalisasi hutan kota yang terletak di dekat Taman Merbabu itu. “Langkah selanjutnya ya bagaimana lagi, sekarang investor lari, kami tidak bisa melanjutkan,” kata Anton, Jumat (11/9).

Ketua Dewan Tanfidziah DPC PKB Kota Malang itu menegaskan, revitalisasi dianggarkan dari dana CSR. Karena itu, untuk mengalihkan pendanaan dari APBD tidak memungkinkan.

“Kan ini dari CSR, kalau dicomotkan uang APBD tentu menyalahi aturan. Kalau misalnya anggaran awal dari APBD kemudian ada kekurangan atau masalah pencabutan anggaran seperti ini, kami masih bisa mikir untuk mencarikan CSR,” tambah Anton.

Dia mengaku enggan menganggarkan revitalisasi hutan kota Malabar pada APBD induk 2016. Menurutnya, APBD harus diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang ya terpaksa masyarakat harus menerima pemberhentian ini. Paling tindak lanjutnya cuma pagar seng itu saja yang dicopot. Padahal jadwal penyelesaian sudah di depan mata kita. Ini kan hanya 3 bulan, rencananya akan diresmikan Desember,” tukasnya.

Dewan Pertanyakan Aliran Dana CSR

Wakil Ketua Komisi A, Zia Ulhaq.(miski)

MALANGVOICE- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, mempertanyakan aliran dana Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan selama ini. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi A, Zia Ulhaq, di gedung DPRD, Jumat (11/9).

Politisi Gerindra itu menyebut, selama ini belum ada evaluasi terkait penggunaan dan penyaluran dana CSR. Padahal jumlah perusahaan di Kabupaten Malang cukup banyak.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya Perda CSR sejak beberapa tahun lalu yang merupakan Perda inisiatif DPRD. “CSR kan kewajiban perusahaan, yakni menyediakan 10 persen dari laba bersih perusahaan,” katanya.

Dana CSR, lanjut dia, sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya warga sekitar perusahaan berdiri.

Pihaknya menilai dana CSR yang masuk selama ini cukup besar. Namun, faktanya justru banyak perusahaan memberikan CSR di luar Kabupaten Malang.

“Nanti kami bentuk tim dan hearing dengan penanggung jawab dana CSR. Kami minta laporan pertanggung jawabannya,” tegas dia.-

Timses Dewi Sri Laporkan Ancaman di PT BMI

Tim sukses Dewi Sri saat melapor ke Panwaslu Kabupaten Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim sukses pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dari PDI Perjuangan, Hj Dewanti Rumpoko dan Hj Masrifah Hadi, akhirnya melaporkan insiden ancaman yang membahayakan jiwa saat blusukan di PT Bumi Menara Internusa (BMI), Kecamatan Dampit, Rabu (9/9) lalu.

Laporan disampaikan ke Panwaslu Kabupaten Malang, Jumat (11/9) siang. Tim sukses pasangan Dewi Sri, M Solikin menilai, insiden di lingkungan PT BMI tersebut telah menciderai jalannya demokrasi. Tindakan yang dilakukan seseorang dengan membawa senjata tajam saat kampanye, dinilainya telah melanggar aturan PKPU.

“Sebagai masyarakat peduli demokrasi saya laporkan insiden tersebut. Kebetulan saat kejadian saya di lokasi,” kata Solikin di Kantor Panwaslu Kabupaten Malang, beberapa menit lalu.

Pihaknya membawa bukti berupa foto dan siap mendatangkan saksi apabila diperlukan oleh Panwaslu. Hal itu dilakukan supaya pengawas menelusuri motif tersangka.

Solikin menandaskan, jika Panwaslu Kabupaten Malang tidak menanggapi laporan maka peristiwa di PT BMI akan dilaporkan ke Bawaslu dan KPU Pusat. Menurut Solikin, sepatutnya Panwascam juga melaporkan insiden tersebut ke komisioner Panwas kabupaten. “Jika laporan kami tidak difollow up, selain lapor ke KPU dan Bawaslu, kami juga adukan ke DKPP,” jelasnya.

Insiden yang dilaporkan, ketika pasangan Dewi Sri melakukan kunjungan ke PT BMI. Disaat Dewanti Rumpoko melakukan dialog dengan pekerja di pabrik itu, seseorang yang diketahui bernama Khoiri muncul dengan membawa sebilah pedang. Khoiri langsung diamankan petugas keamanan dan polisi dan diserahkan ke Mapolres Malang di Kepanjen.-

Anggaran KONI 15M, Anton Minta Pembinaan Dimaksimalkan

Wali Kota Malang, HM Anton. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton berjanji menambah anggaran KONI Kota Malang pada 2016 mendatang menjadi Rp 15 miliar.

Dikatakannya, Pemkot Malang mendukung penuh pembinaan atlet di Kota Malang agar meraih prestasi. Anton menyebut, pada 2016 mendatang jumlah Rp 15 miliar dinilai sangat cukup untuk menunjang sarana pra sarana dan pembinaan.

“Meskipun tidak ada Porprov di tahun 2016, pembinaan harus jalan terus. Harapannya Porprov 2017 Kota Malang bisa banjir prestasi,” kata Anton.

Suami Hj Dewi Farida Suryani itu menambahkan, anggaran untuk KONI itu diambil dari APBD induk 2016. Jumlah yang dijanjikan lebih besar dibanding tahun ini yang hanya Rp 12,5 miliar.

“Dengan tambahan itu, kami harap menjadi semacam motivasi tersendiri bagi insan olah raga. Kami tidak pernah memperlambat pembinaan. Prinsipnya kami mendukung,” tandasnya.-

Cukup Klik, Punjul Bisa Pantau Situasi Lalin Kota Batu

Punjul Santoso saat diwawancarai diruangannya. (fathul)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso tak perlu lagi repot sidak melihat dari dekat situasi Kota Batu. Ia cukup mengklik televisi yang ada di ruang kerjanya, sudah terlihat semua sudut Kota Batu.

Layar monitor selebar 52inc adalah layar CCTV dengan 20 obyek sorot gambar. Di CCTV ini memperlihatkan seluruh jalan utama, pertigaan atau perempatan yang ada di Kota Batu.

Dengan adanya CCTV ini, maka Punjul Santoso bisa melihat hampir seluruh kawasan Kota Batu hanya klik dari ruang kerjanya.

Punjul Santoso mengaku butuh anggaran hingga Rp 1 Miliar untuk pengadaan CCTV. “Fungsinya teknis ya kalau misalnya ada pertemuan penting kemudian ada kemacetan yang tidak dapat diurai, maka kita bisa ambil jalur lain,” kata Punjul.

Di daerah lain, kata Punjul, anggaran membuat dan memasang CCTV sampai Rp 7 miliar. Apalagi di daerah-daerah yang mengusung pariwisata sebagai andalannya.

“Kota Batu kan pariwisatanya yang hendak kita genjot. Jadi sebenarnya hal ini untuk memudahkan. Kalau misal di depan Batos ada kerumunan tapi tidak ada polisi yang jaga, kita tahu dan bisa telpon Kapolres,” selorohnya.

Beberapa titik yang dianggap penting hingga mendapat pengawasan CCTV ini seperti alun-alun, simpang tiga pasar, pertigaan Batos, simpang lima Junrejo, Pendem, pertigaan Selekta, dan lain-lain.

“Ini bisa dibesarkan beberapa kali lipat sehingga misal ada pencurian motor atau lainnya, dapat diketahui pelakunya. Makanya manfaat banyak,” tandas Punjul.-

Dinas Pasar Terus Pantau PKL Pasar Kebalen

Kondisi Kawasan Pasar Kebalen, usai dilakukan penertiban. (hamzah)

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pasar, Kota Malang Wahyu Setiyanto mengaku pihaknya terus melakukan pengawasan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kebalen.

Ini dilakukan lantaran upaya Dinas Pasar untuk menertibkan PKL yang meluber ke sepanjang Jalan Zaenal Zakse sudah berhasil membuat arus lalu lintas jalan di kawasan itu makin lancar.

“Kita terus melakukan pemantauan karena saya pribadi masih kurang puas, meski saat ini PKL sudah berhasil di tertibkan,” kata Wahyu, Jum’at (11/9).

Ia menjelaskan, nantinya jam penertiban akan dilakukan lebih pagi. Sebab selama ini untuk kawasan barat, PKL sudah harus bersih dari jalan sekitar pukul 07.00 WIB. Sedangkan yang berada di kawasan timur, PKL diberi tenggat waktu hingga pukul 08.00 WIB.

“Karena memang yang di kawasan timur lebih banyak, jadi kami beri toleransi. Namun, ke depan kami ingin lebih pagi lagi penertibannya,” tandasnya.

Tujuannya, kata Wahyu, agar arus lalu lintas di Jalan Zaenal Zakse pada pagi hari tidak lagi terhambat oleh PKL Pasar Kebalen. “Kalau nanti ada yang mau berangkat sekolah dan kerja lewat kawasan sana, bisa lancar,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang ini menyebut, saat ini detil engineering design (DED) revitalisasi Pasar Kebalen sedang dilelang dan akan dibangun pada tahun depan. “Nanti kan Pasar Kebalen akan dibangun lebih besar, jadi harapannya PKL yang dijalan bisa masuk ke pasar,” ungkapnya.-

BNC Ganti Momen Hari Jadi Kota Batu

Abdillah Alkaf. (fathul)

MALANGVOICE – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batu menggeser jadwal pelaksanaan Batu Night Carnival (BNC) yang semula untuk meramaikan HUT Kemerdekaan RI ke 70. Acara ini akan diganti untuk memperingati hari jadi Kota Batu.

Kepala Disbudpar Kota Batu, Abdillah Alkaf menjelaskan, Batu Night Carnival tetap dilaksanakan dengan konsep yang sama namun dalam moment yang berbeda. “Sebentar lagi kan hari jadi Kota Batu, jadi akan kita geser pelaksanaannya untuk itu,” kata Abdillah kepada MVoice, Jumat (11/9) siang.

Adapun konsepnya masih dibahas oleh kepanitiaan tersendiri. Karnaval ini berbeda sehingga membutuhkan pematangan konsep yang lebih lama. “Desa-desa kita jadwalkan ikut berpartisitasi sehingga konsepnya harus matang. Mereka akan mendapatkan peran sesuai tema nantinya,” jelas Abdillah Alkaf.

Disebutkan, peserta karnaval secara keseluruhan berjumlah 500 orang terdiri dari masyarakat desa dan talent yang berpengalaman. Abdillah menjamin karnaval ini akan berbeda dengan karnaval yang digelar di Malang ataupun Jember.

“Konsepnya karnaval bercerita, jadi warga harus nonton berurutan untuk tahu cerita keseluruhan. Karena malam, kita juga ada permainan lighting dan hologram, termasuk video mapping proklamasi,” jelasnya.-

Anton Disurati Insan Olah Raga, Anggaran KONI Jadi 15 M

MALANGVOICE – Forum Komunikasi Pengurus dan Atlet Cabang Olah Raga Kota Malang mengirimkan surat kepada Wali Kota Malang, HM Anton, Jumat (11/9). Surat diserahkan di sela kegiatan peringatan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) di Stadion Gajayana.

Surat itu diserahkan perwakilan cabor, Bambang Anjar kepada salah seorang pejabat Pemkot Malang. “Kami meminta Pemkot lebih bijaksana mendukung kemajuan olah raga di Kota Malang,” katanya.

Dalam surat yang ditanda tangani puluhan cabor anggota KONI Kota Malang itu, tertulis keluhan cabor terkait minimnya anggaran untuk pembinaan. Keputusan menghapus PAK sebesar Rp 2,7 miliar post anggaran KONI Kota Malang, membuat insan olah raga prihatin.

Ketua KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono sudah tak ingin mempermasalahkan penghapusan PAK 2015. Namun, ia berharap Pemkot Malang menambah anggaran KONI Kota Malang pada APBD 2016 mendatang.

“Tadi dihadapan Forpimda, pak wali kota sudah bilang anggaran 2016 untuk KONI sebesar Rp 15 miliar,” kata Pak Yono, sapaan akrabnya.

Menanggapi itu, mantan Sekda Kota Malang ini berjanji memaksimalkan pembinaan. “Sebenarnya kebutuhan yang ideal Rp 16,3 miliar, tapi dengan dana yang ada akan kami maksimalkan,” tandasnya.-

Komunitas