Anton: Jalur Satu Arah Efektif, Feri: Itu Pembohongan Publik!

Spanduk penolakan jalur satu arah, warga Betek.

MALANGVOICE – Juru bicara warga Betek, Feri Al Kaffi, menyebut ucapan Wali Kota Malang, HM Anton, soal jalur satu arah efektif, sebagai bentuk pembohongan publik.

Menurutnya, ungkapan itu tidak berdasar pada kajian yang penuh, dengan meneilisik kondisi ekonomi dan sosial warga sekitar. “Itu semuanya pembohongan publik, tidak pernah ada kajian,” kata Feri, beberapa menit lalu.

Selama ini warga tidak pernah diikutsertakan dalam kajian itu, sehingga forum lalu lintas hanyalah alat legitimasi forum pimpinan daerah saja.

“Harusnya kita dilibatkan dalam forum itu. Kita punya banyak bukti. UB sendiri mengaku tidak pernah lakukan kajian. Saat Kadishubnya Pak Wahyu, beliau juga mengatakan Perwal tanpa kajian,” beber dia.

Saat ini, lanjut dia, masyarakat sekitar jalan lingkar Universitas Brawijaya (UB) kembali resah dengan wacana-wacana yang disampaikan pemerintah. Bentuk keresahan itu disampaikan dengan baliho yang menuntut agar jalur dua arah dipertahankan.

Pakar Transportasi: Cabut Perwali Satu Arah!

Kepala Laboratorium Transportasi dan Pengindraan Jauh FT UB, Hendi Bowoputro. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pakar transportasi Universitas Brawijaya (UB), Hendi Bowoputro, menyarankan agar Wali Kota Malang, HM Anton, mencabut Peraturan Wali Kota (Perwali) No 35 Tahun 2013 tentang jalur satu arah di lingkar UB.

Pencabutan Perwali diperlukan agar lalu lintas di sepanjang Jalan Bogor, Jalan MT Haryono, Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Gajayana, dan Jalan Sumber Sari, kembali kondusif.

Selama ini, kata dia, marka jalan masih mengacu pada rekayasa jalur satu arah, sedangkan arus lalu lintas yang diterapkan dua arah. Praktis, hal itu membuat penegakkan hukum tidak bisa dilakukan.

“Agar tidak terjadi kevakuman hukum, saya sarankan Perwal dicabut,” ungkap Hendi, di Balai Kota Malang, siang ini.

Jika Perwali dicabut, marka jalan bisa dibenahi sesuai penerapan dua arah seperti yang sudah berlangsung saat ini. “Setelah itu, saya sarankan ada kajian yang lebih komprehensif. Kajiannya jangan parsial di tempat itu saja, tapi di seluruh tempat di Kota Malang,” tandasnya.

Soal Penanggulangan Bencana, Indonesia Terbaik di Asia

Kheriawan (fathul)

MALANGVOICE – Negara-negara di Asia banyak belajar ke Indonesia terkait penanggulangan bencana nasional. Karena itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gencar melakukan pelatihan.

Kepala Sub Penyelenggara Pelatihan BNPB, Kheriawan, mengatakan pihaknya memiliki peralatan lengkap, selalu update dan berlatih sehingga dapat menangani bencana nasional dengan sigap dan tepat.

“Kalau tingkat Asia kita punya tempat pelatihannya di Sentul. Karena di Indonesia banyak tantangan yang kompleks, makanya negara lain juga belajar kepada kami,” ungkap Kheriawan.

Selama seminggu ini, BNPB melakukan pelatihan dan pengembangan tingkat seksi untuk wilayah timur di Kota Batu. Nantinya akan ada gladi ruang, gladi posko, dan gladi lapang secara bertahap bertingkat, dan berkelanjutan.

“Pengembangan kapasitas ini membentuk mereka untuk tanggap darurat dalam situasi bencana. Kami biasanya gelar perlengkapan semua untuk gladi,” imbuh Kheriawan.

Karena BNPB sering menerima kunjungan ataupun latihan bersama dengan negara-negara tetangga, maka personel BNPB juga harus sering dilatih agar tidak memalukan ditingkat internasional. “Selama ini mereka berguru ke kami, hasilnya positif,” tandasnya.

Geram Aksi Vandal, Pelaku Digeruduk Warga

Ari-Art saat membersihkan coretan di running text Sawojajar (istimewa)

MALANGVOICE – Pelaku vandal atau pengerusakan fasilitas umum dengan coretan, akhirnya dipaksa jera, karena harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kali ini sang ‘artis jalanan’ bernama Abqoriyin Hizan alias Aris alias Ari-Art, itu tertangkap warga yang jengkel dengan ulahnya, Kamis (15/10). Puluhan warga yang tergabung dalam sebuah Komuitas Peduli Malang mendatangi kos di Pondok Harapan Indah.

Saat itu Ari-Art tidak mengelak perbuatan merusak fasiltas itu dan warga langsung menggiring ke lokasi pencoretan Toko Elektronik, Mahkota, Jalan Raya Danau Toba Blok H3, Ruko Sawojajar, pukul 22.00 WIB, bersama belasan temannya.

Menurut salah satu warga, Boga, warga Sawojajar, saat di lokasi, Ari bertemu Lurah Sawojajar dan diminta membersihkan beberapa coretan, termasuk di sekitar Sawojajar.

“Pokoknya yang ada tulisan milik dia harus dibersihkan, dan diberi waktu satu bulan,” katanya, saat ditemui MVoice, siang ini.

Sang pemilik toko, Jimmy Peter, mengaku sedikit lega dengan ketemunya pelaku itu, apalagi mau membersihkan bekas coretan. “Kalau disuruh ganti ya kasihan, wong harganya jutaan itu,” katanya.

Aris diketahui sebagai mahasiswa aktif di Universitas Brawijaya (UB) asal Bondowoso. Siang ini ia akan kembali ke toko itu untuk membersihkan. Belum jelas motif apa yang membuatnya melakukan itu.

Berantas Perkampungan Kumuh, Pemkot Gandeng Kemitraan Habitat

Wali Kota Malang, HM Anton, menandatangani MoU dengan Kemitraan Habitat. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemkot Malang menggandeng Kemitraan Habitat untuk memberantas perkampungan kumuh. Upaya itu ditandai penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Malang dan Kemitraan Habitat tentang Penyelenggaraan Kota Malang sebagai Kota Bebas Kumuh, hari ini, di Balai Kota Malang.

Kemitraan Habitat membawahi sejumlah pihak di antaranya mantan menteri, politikus, akademisi, kementerian / kelembagaan, aktifis dan LSM, dengan misi antara lain menopang program 100 – 0 – 100 yang diselenggarakan di daerah.

Menurut Ketua Dewan Eksekutif Kemitraan Habitat, Wicaksono Sarosa, ada 6 daerah di Indonesia memiliki fokus penanganan perkampungan kumuh. Kota Malang menjadi salah satu dari 6 daerah itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang, HM Anton, menegaskan komitmen penanganan perkampungan kumuh. “Penanganan kumuh menjadi komitmen Kota Malang. Realisasinya antara lain deteksi dan eksekusi melalui kegiatan sapa warga rutin 2 mingguan,” ujarnya.

Peran Kemitraan Habitan menurutnya sangat membantu. Anton menyebut, Kemitraan Habitat bisa membantu dalam hal pengembangan akses ke berbagai sumber daya, baik SDM, ilmu dan teknologi, serta juga sumber dana.

Warga Penanggungan Kembali Pasang Spanduk

Spanduk terkait jalur lingkar UB kembali dipasang warga. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Di saat Wali Kota Malang, HM Anton, menyampaikan kajian satu jalur di jalan lingkar Universitas Brawijaya (UB), warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, kembali memasang spanduk.

Pantauan MVoice di lokasi, beberapa spanduk terpasang di Jalan Mayjen Panjaitan. Ungkapan yang tertulis pada spanduk itu secara umum menyuarakan keinginan warga agar Pemkot Malang tetap menerapkan jalur dua arah.

Beberapa spanduk, di antaranya bertuliskan ‘Wes enak, ojo diungkrek-ungkrek’, ‘Wong cilik milih dua arah’, dan ‘Hampir setahun dua arah diterapkan, luwih penak’.

SPSI Imbau Dewan Pengupahan Berpedomana KHL

Ketua SPSI, Kusmantoro Widodo.

MALANGVOICE – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Malang meminta dewan pengupahan berpegang teguh terhadap Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dalam menentukan Upah Minimum Kota/kabupaten (UMK) 2016.

Ketua SPSI, Kusmantoro Widodo, menilai, sekalipun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengupahan disahkan Presiden Joko Widodo, jangan sampai UMK 2016 mengacu pada PP pengupahan.

“Kadung sudah dilakukan survei, saat ini dalam penyelarasan harga antar toko dalam pasar dan antar pasar, kami juga punya acuan BPS dan akademisi terkait inflasi pada 2016,” katanya kepada MVoice, siang ini.

Selain itu, PP pengupahan belum tersosialisasikan di kalangan serikat pekerja/buruh dan dicurigai ada pasal dan konten yang tidak selaras dengan keinginan buruh. “Jika dewan pengupahan mengabaikan itu, yang jelas kami akan mengambil langkah lain. Kalaupun nanti harus mengacu PP, itu terlaksana pada 2017,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya tidak dapat memprediksi berapa kisaran angka UMK 2015. Sebab, sesuai kesepakatan diputuskan pasca survei selesai.

“Kami kan termasuk di dalam dewan pengupahan, yang jelas kenaikan UMK sangat ditunggu kaum buruh,” tuturnya.

Anton: Hasil Kajian, Satu Arah Lebih Efektif!

Wali Kota Malang, HM Anton, menggelar kajian lalu lintas di Balai Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, mengatakan, hasil kajian penerapan jalur satu arah di jalan lingkar Universitas Brawijaya (UB) cukup efektif untuk mengurai kemacetan. Hal itu diungkapkan di Balai Kota Malang, hari ini.

Kajian ulang melibatkan pakar-pakar terkait. “Ini forum untuk mengkaji kemacetan, utamanya di lingkar UB. Sebenarnya dulu sudah ada kajian, tapi kami lakukan lagi sebagai penguatan,” kata Anton.

Dikatakannya, Pemkot sudah melakukan kajian, sejak adanya penolakan warga setempat terkait penerapan jalur satu arah, 2014 lalu. Saat itu, jalan lingkar UB dikembalikan menjadi dua arah, sembari menunggu hasil kajian yang dideadline 4 bulan dari penerapan kembali jalur dua arah.

“Saat itu, hasilnya menunjukkan satu arah efektif mengurai kemacetan. Tapi, secara de facto sudah diterapkan dua arah, ya kami mau bagaimana lagi,” tandasnya.

Gerak Cepat, Api di Hutan Pinus Srebet Berhasil Dipadamkan

petugas mencoba memadamkan api (fathul)

MALANGVOICE – Petugas gabungan berhasil memadamkan api di hutan Srebet, Pesanggrahan, Kota Batu yang terbakar pagi tadi. Diperkirakan, hutan pinus yang dilalap api seluas sekitar 3 hektare.

Kepala Resort Pemangku Hutan Oro-oro Ombo BKPH Pujon, Bambang Harianto mengatakan kebakaran yang terjadi pagi tadi merembet cepat karena tiupan angin.

Saat kejadian, kekuatan embusan angin mencapai 45-48 km per jam. ”Sehingga daun-daun kering yang tersambar api langsung meluas. Apalagi getah pinus memang mudah terbakar,” papar Bambang kepada MVoice, pagi ini.

Cepatnya reaksi petugas, dikatakan, dikarenakan punya beberapa sumber informasi yang memantau area hutan di Batu. Sehingga ketika ada kebakaran, petugas Perhutani, LMDH, ataupun BPBD bisa segera bertindak.

“Kami tadi menerjunkan 20 personel dibantu teman-teman lain. Tadi pemicunya diduga ada yang membakar sampah,” jelasnya.

Pinus Hutan Srebet Pagi Tadi Terbakar

Kebakaran lereng Panderman. (fathul)

MALANGVOICE – Setelah api di lereng selatan Gunung Panderman berhasil dipadamkan, kini giliran hutan Srebet, Kecamatan Batu, dilalap api. Asap tebal mulai terlihat pukul 07.30 WIB, pagi tadi.

Seorang warga Desa Pesanggrahan, Santoso, pertama kali melihat kebakaran itu dari atas sekolah Bustanul Ulum.

“Tadi pagi kami sudah koordinasi dengan BPBD Batu, sudah dibalas dan mereka akan mengirimkan personelnya,” kata Santoso.

Pantauan MVoice di lokasi, api membakar salah satu pohon pinus. Karena angin bertiup kencang sehingga api membesar dan merembet. Satu petak pohon pinus tampak gosong akibat terbakar.