Cabup-Cawabup Berebut Nomor Idaman

MALANGVOICE-Jelang pengundian nomor urut, tiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang harap-harap cemas. Keinginan mendapatkan nomor urut favorit pun terlintas diketiganya.

Menanggapi hal itu, Cabup perseorangan Choma, Nurcholis, menilai nomor urut berapapun sama saja. Namun, jika disuruh memilih, ia menginginkan dapat nomor urut 1.

“Pasrah saja ke yang memberi hidup, nomor satu boleh, dua dan tiga juga boleh,” akunya kepada MVoice.

Hal senada diungkapkan Cabup dari PDIP Dewanti Rumpoko. Istri Wali Kota Batu itu menyerahkan sepenuhnya kepada KPU. Apalagi, mekanisme pengundiannya melalui nomor seri uang pecahan Rp 20 ribu.

“Memang angka menentukan, tetapi itu tak berpengaruh lagi, karena masyarakat memilih berdasarkan sosok dan figur,” ungkapnya.

Namun, bila dilihat dari beberapa foto yang sempat beredar, pasangan Dewi Sri itu sudah memasang angka dua.

“Itu kan cuma jaga-jaga saja, kalau dapat nomor urut ini ya desain gambarnya sudah siap tayang,” paparnya.

Sementara itu, paslon incumben Rendra Kresna-Sanusi belum bisa dimintai konfirmasinya.

Sebelumnya, pengundian nomor urut ditentuka berdasarkan nomor seri yang tertera pada uang pecahan Rp 20 ribu tiap masing-masing calon. Bagi angkanya paling besar berkesempatan mengambil undian pertama.-

Relokasi Pedagang Mulai Awal September

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Tri Widyani (Deny/MalangVoice)

MALANGVOICE – Relokasi pedagang Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang akan dimulai awal September mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Tri Widyani mengatakan jadwal tersebut sudah ditetapkan agar pembangunan pasar bisa lekas selesai.

“Sesuai jadwal saya harap selesai tepat waktu,” katanya kepada MVoice, Selasa (25/8).

Pembangunan Pasar Oro-oro Dowo ditargetkan 3 bulan selesai, dengan dana dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp 7 miliar rupiah.

Pasar tersebut akan dijadikan pilot projek pasar rakyat yang bersih dan nyaman.

Pedagang yang berjumlah 180 orang nantinya akan menempati sekitaran pasar di Jalan Guntur, Jalan Muria, dan Jalan Malabar dengan luasan 1,5 hingga 2 meter.-

PSSI Klaim 46 PO/PS Sudah Daftar Kompetisi

Perwakilan PO/PS saat menggelar rapat membahas sikap terhadap kompetisi internal. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 37 PO/PS dari 48 PO/PS anggota Asosiasi PSSI Kota Malang, menolak kompetisi internal yang dijadwalkan bergulir awal September 2015 mendatang.

Ketua Forum Komunikasi Antar PO/PS Anggota Asosiasi PSSI Kota Malang, Sukaryono memiliki beberapa alasan menolak gelaran kompetisi itu. Ia menganggap kompetisi tidak sah, karena melanggar statuta PSSI.

“Yang menggelar kompetisi seharusnya Komite Eksekutif Bidang Kompetisi, bukan Bidang Usia Dini,” kata dia kepada MVoice, Senin (24/8).

Selain itu, pelaksanaan kompetisi sudah jauh dari rencana awal yang dijadwalkan Mei 2015. Jika kompetisi baru digelar September 2015, menurutnya kegiatan itu terlalu dipaksakan dan PO/PS kurang memiliki waktu untuk persiapan.

“Selain itu, seharusnya pengurus baru segera menyusun program kerja dan disampaikan kepada anggota, sampai saat ini itu tidak dilaksanakan,” tambahnya.

Sebanyak 37 PO/PS yang menolak ini terdiri dari Divisi Utama, Divisi I, Divisi II, Divisi III, dan Divisi Play Off. Penolakan itu dibuktikan dengan penandatanganan surat pernyataan sikap yang dilakukan 37 manajer, disertai stempel resmi PO/PS.

Sekretaris Umum Asosiasi PSSI Kota Malang, Samsul Mahmud mengklaim sebanyak 46 PO/PS sudah mendaftar kompetisi. “Dari 48 PO/PS anggota, sudah 46 yang mendaftar,” ujarnya singkat ketika dihubungi MVoice.-

Aremania dan Stake Holder Kota Malang Kejutkan Singgamata

Suasana kejutan peringatan ulang tahun ke -42 Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata. (Istimewa)

MALANGVOICE – Peringatan ulang tahun ke-42 Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata terasa istimewa, Senin (25/8) pagi tadi.

Betapa tidak, Mapolres Malang Kota tempat Singgamata bertugas tiba-tiba diluruk belasan Aremania, sejumlah tokoh, dan stake holder Kota Malang. Kedatangan mereka beramai-ramai bukan untuk berdemo, melainkan memberi kejutan bagi Kapolres yang murah senyum itu.

Ikut serta dalam kejutan itu di antaranya Wali Kota Malang, HM Anton; Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono; CEO Arema, Iwan Budianto; Dandim 0833, Letkol Arm Aria Yudha Setiawan; dan Ketua GM FKPPI Jatim, Agoes Soerjanto.

Suasana makin meriah ketika Aremania membentangkan spanduk bertuliskan ‘HBD SAM SINGGAMATA’ disertai penyalaan flare. Momen itu diikuti prosesi tiup lilin dan potong kue.

Sebenarnya, hari ulang tahun ke-42 Singgamata jatuh pada Minggu (23/8) kemarin. Namun, karena kemarin Singgamata ada kegiatan di Jakarta, kejutan yang dipelopori sang istri, Liliana Silvia Rosa, baru terlaksana pagi tadi.

Singgamata mengaku senang dengan kejutan ini. “Saya bangga dengan keberaamaan warga Malang Raya. Semoga di sisa usia saya, saya mampu menjalankan tugas dan berbuat yang terbaik untuk bumi Arema,” harapnya.-

Pamit Mancing, Ditemukan Mengapung di Waduk Selorejo

Kondisi mayat Slamet Wahyudi yang tenggelam di Waduk Selorejo. (istimewa)

MALANGVOICE – Gara-gara penyakit ayan (epilepsi), Slamet Wahyudi (37), warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang tewas tenggelam di Waduk Selorejo, Senin (24/8) siang.

Kasubbag Humas Polresta Batu, AKP Waluyo saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, menceritakan bahwa korban ditemukan oleh pengelola wisata Waduk Selorejo, Ngantang, sudah dalam kondisi mengambang di waduk.

“Dari keterangan orang tua korban didapat informasi bahwa anaknya tersebut memiliki penyakit ayan. Diduga saat memancing di waduk, penyakitnya kambuh,” jelas Waluyo.

Adapun kronologisnya adalag ketika korban pamit kepada orang tuanya untuk memancing di Waduk Selorejo pukul 08.00 WIB. Namun hingga siang korban tidak juga pulang.

Sekitar pukul 13.45 WIB, orang tua korban mendapat kabar bahwa anaknya tenggelam lalu pergi ke Waduk Selorejo dan menemukan anaknya sudah meninggal dunia.

“Kita sudah memeriksa 5 orang saksi yang terdiri dari karyawab waduk, supir truk, tetangga korban, orang tua dan kasun dari alamat korban. Jenazah sudah di bawa ke rumah duka,” tutup Waluyo.-

23 Grup Rock Siap Hangatkan Rock Kemerdekaan

Ade D'Kross (Deny/Malangvoice)

MALANGVOICE – Sekitar 23 grup musik rock menyatakan siap tampil di konser Rock Kemerdekaan, Sabtu (29/8) di halaman Balai Kota Malang. Gurp yang siap tampil ini adalah yang lolos pre event yang digelar di God Bless Cafe, beberapa waktu lalu.

Mereka terdiri, Hell hound (death metal), Crimson diary (british rock), Kiev rock (classic rock), Bangkai (grindcore), Hockkey rockey (robetterman ), Betterman (hard rock), Howling (trashmetal), Rottenomicon (death metal), Dye marker (trashmetal), kokr (rock alternative), Samarasta (reggae rock), D’kross (d’jent metal), Tani maju (rock kentrunch), Knight fury, (pop rock), Star light (rock), Predator (grindcore), K-one (rock), EVOLUTION-x (art rock), Matahari bersinar di pagi hari (ska), Galang & the fickles (blues), Antipathy (chrush punk), Flanella (pop rock), dan Sharkbite (hardcore).

“Mereka semuanya telah mengikuti pra event beberapa hari lalu, dan di atas panggung nanti akan membacakan ikrar bersama tentang kebersamaan dan keseduluran,” kata Ade Herawanto, salah satu pencetus konser ini kepada MVoice, Senin (24/8).

Setelah dikusi yang dilakukan di ruang sidang balai kota, bersama Wali Kota Malang M Anton, para musisi berikarar mensukseskan acara. Sedangkan untuk pengamanan, akan melibatkan polisi dan TNI.

Ade Herawanto yang juga Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang, mengimbau agar masyarakat pengguna jalan pada tanggal 26 Agustus mendatang untuk mengantisipasi kepadatan lantaran di lokasi Rock Kemerdekaan sudah berlangsung loading panggung.

“Bagi pengguna jalan harap antisipasi mulai tanggal 26 hingga 29 untuk melintasi jalan lain agar tidak terjebak kemacetan,” ingatnya.-

Asprov Jatim Kirim Surat Segera Gelar KLB

Surat Asosiasi PSSI Provinsi Jatim

MALANGVOICE – Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyurati Asosiasi PSSI Kota Malang perihal permintaan Kongres Luar Biasa (KLB). Surat bernomor: 151/PSSI-Jatim/VIII/2015 tertanggal Surabaya, 18 Agustus 2015, itu ditujukan untuk Ketua Asosiasi PSSI Kota Malang, Wakil Ketua Asosiasi PSSI Kota Malang, dan Anggota Eksekutid Asosiasi PSSI Kota Malang.

Ditandatangani Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhannudin SH, surat itu meminta Komite Eksekutif PSSI Kota Malang segera melakukan rapat, untuk melaporkan kondisi organisasi Asosiasi PSSI Kota Malang, dan merespon permintaan KLB yang diajukan Forum Komunikasi Antar PO/PS Anggota Asosiasi PSSI Kota Malang, untuk disesuaikan dengan Statuta PSSI.

Sebelumnya Forum Komunikasi Antar PO/PS Anggota Asosiasi PSSI Kota Malang mengirimkan kepada PSSI Jatim. Surat tertanggal 14 Juli 2015 itu berisi laporan kondisi PSSI Kota Malang dan permintaan menggelar KLB untuk mengganti Komite Eksekutif.

Namun, hingga saat ini Komite Eksekutif PSSI Kota Malang belum menggelar rapat untuk merespon surat dari Asosiasi PSSI Provinsi Jatim.-

Tentukan Nomor Urut, Paslon Harus Bawa Uang Rp. 20 Ribuan

Komisioner KPU saat penetapan paslon Pilkada Kabupaten Malang.(Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE – Pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang, dilangsungkan pukul 10.00 WIB, di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (26/8).

Mekanisme pengundiannya pun terbilang unik. Setiap paslon wajib membawa uang pecahan lembaran Rp 20 ribuan. Nantinya, uang tersebut diserahkan ke pimpinan sidang rapat pleno.

Komisioner KPU, Abdul Kholuq, mengakui dari uang tersebut akan ditentukan mana calon yang memiliki kesempatan pertama untuk mengambil nomor.

“Ditentukan dari nomor seri 3 digit dari belakang, yang tertinggi angkanya berhak ambil undian pertama,” katanya seusai rapat pleno penetapan Paslon peserta Pilkada, Senin (24/8) sore.

Selain itu, saat pengundian nomor urut pendukung dibatasi maksimal 25 orang per paslon. “Alasan kami menggunakan uang pecahan Rp 20 ribu supaya adil dan transparan,” paparnya.-

Ketemu Anton, Musisi Rock Kemerdekaan akan Diajak Rekaman

Gus Lukman dan Wali Kota Malang saat berdiskusi konser Rock Kemerdekaan di Ruang Sidang Balai Kota. (istimewa)

MALANGVOICE – Para musisi yang akan tampil di Rock Kemerdekaan, 29 Agustus nanti, dikumpulkan beramat tamah dengan Wali Kota Malang, M Anton di balai kota. Dihadiri KH Lukman Al Karim, sebagai ketua pelaksana, para musisi diajak berembug tentang konser musik cadas tersebut.

Dihadapan Wali Kota Malang M Anton, ketua pelaksana KH Lukman Al Karim mengatakan jika anak muda yang memiliki potensi harus difasilitasi dengan positif. “Ini adalah kreatifitas anak muda yabg memiliki potensi luar biasa, salah jika tidak didukung melihat mereka adalah generasi masa depan,” kata Gus Lukman, Senin (24/8).

Pemilik Pondok Pesantren Baghrul Magfiroh itu juga berharap ke depan acara ini tidak menjadi event biasa yang hilang begitu saja ketika selesai. Ada asa yang digantungkan agar para musisi bisa berkarya dan menjadi ladang penghasilan.

Tawaran untuk membantu mempromosikan bagi band-band yang memiliki karya sendiri juga akan dibantu olehnya. “Saya siap membantu menjualkan karya para musisi Malang, tidak ada yabg tidak mungkin selama ada restu Allah SWT, harus optimis dan inilah yang dinamakan kebangkitan,” pungkasnya.-

Jaringan Telkom dan PDAM Wajib Masuk Block Culvert

Pembangunan drainase menggunakan block culvert di jalan Giripurno, Bumiaji. (istimewa)

MALANGVOICE – Pembangunan jalan di Kota Batu sedang digenjot untuk menjadi jalan kelas nasional yang di dalamnya termasuk pembangunan drainase menggunakan block culvert.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batu, Arief AS mengatakan jika drainase dengan block culvert sudah diselesaikan maka Telkom dan PDAM akan diwajibkan memasukkan jaringannya ke block culvert tersebut.

“Jadi, sudah tidak ada gali-galian lagi. Nanti semua titik di Kota Batu akan kita tata dan disiapkan seperti itu,” ungkap Arief.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan dengan block culvert tersebut juga untuk mengantisipasi hujan sehingga aliran air bisa lancar.

Termasuk akar-akar pohon agar tidak merusak drainase, karena block culvert susah ditembus. Karena selama ini, akar pohon yang merusak drainase di Kota Batu.

“Standartnya kita membangun jalan nasional. Karena Kota Batu bersiap menjadi kota besar dengan penataan Bina Marga, drainase, dan jalan yang lebih baik,” tandasnya.-

Komunitas