Wahyu Tegaskan PKS Pasar Blimbing dan Dinoyo Berbeda

Pasar Blimbing

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto menegaskan pihaknya sudah beberapa kali melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pedagang Pasar Blimbing jelang dilakukan pencanangan relokasi pasar.

“Kita sudah koordinasi dan komunikasi dengan mereka (pedagang),” kata Wahyu, Selasa (22/9).

Dikatakan, proses komunikasi sebenarnya bisa dilakukan sejalan dengan waktu pembangunan Pasar Blimbing selama dua tahun. “Masih ada dua tahun, kan bisa dibicarakan beserta dengan perubahan-perubahannya,” tandasnya.

Wahyu, juga menepis anggapan nasib pedagang akan seperti yang dialami pedagang Pasar Dinoyo. “Karena dari PKS-nya sudah beda, disana (Pasar Dinoyo) PKS ada aturan soal bayar, tapi disini kan tidak,” ungkapnya.-

BNN Kota Malang

Sampai Hari Ini, 20 Bus Aremania Siap Serbu Bali

Aremania saat mendukung tim kebanggaannya di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Belasan bus Aremania siap menyerbu Pulau Bali, mendukung langsung laga Arema vs BUP dalam leg kedua babak 8 besar Piala Presiden 2015, di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/9) mendatang.

Humas tur Aremania, Ahmad Ghozali menyebut, 7 unit bus panitia pusat sudah terpenuhi. “Aremania yang mendaftar di panitia pusat sudah ada 7 bus. Tapi kami juga berkoordinasi dengan korwil-korwil yang mengadakan tur mandiri,” ujarnya.

Pria asal Kelayatan, Sukun itu menyebut, setidaknya sudah 5 bus Aremania dari Malang selatan yang telah mengkonfirmasi keberangkatan. “Ada beberapa bus juga seperti dari Lawang, Tumpang, dan lainnya. Totalnya sudah sekitar 20 bus, yang pasti kami sudah mendapat pesanan tiket stadion kurang lebih 1.200 lembar,” ungkapnya.

Ia juga telah berkoordinasi dengan Panpel di Bali, suporter tuan rumah dan juga Aremania Dewata terkait keberangkatan. Pendaftaran tour Bali masih terus dibuka hingga batas waktu 25 September mendatang.

“Di Bali, Aremania diberi kuota 5.000 tiket. Tapi informasi terakhir ada tambahan 2.000 lembar dan kemungkinan bisa bertambah lagi,” pungkasnya.-

BNN Kota Malang

Pembangunan Pasar Blimbing Ditarget Dua Tahun Selesai

Litiansah King dan Wahyu Setianto.

MALANGVOICE – Direktur PT Karya Indah Sukses (KIS), Litiansyah King mengatakan proses pembangunan Pasar Blimbing akan berlangsung selama dua tahun.

Waktu tersebut, kata dia, termasuk singkat jika dibanding pembangunan pasar lain yang sudah dilakukan “Pembangunan selama dua tahun ini waktu yang cukup singkat,” ucap King, Selasa (22/9).

Dijelaskan, titik awal pembangunan dimulai dari relokasi pedagang ke tempat penampungan sementara di Stadion Blimbing. Sebab, jika waktu relokasi molor, juga berimbas pada proses pembangunan. ”Kami harap masalah ini segera ada jalan keluar,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto menegaskan, usai relokasi berlangsung dan pedagang sudah berpindah sementara maka Pasar Blimbing akan diratakan dengan diselingi proses penghapusan aset. ”Nanti akan ada proses penghapusan aset dulu sebelum dibangun pasar yang baru,” kata Wahyu.

Karenanya, lanjut Wahyu, segala proses administrasi bisa berlangsung dengan lancar jika relokasi bisa dilakukan sesuai jadwal. “Lebih cepat lebih baik untuk relokasi,” pungkasnya.-

BNN Kota Malang

Anton: Danlanal dan Pemkot Harus Bersinergi

MALANGVOICE – Pimpinan Rombongan Susdanlanal (Kursus Komandan Pangkalan AL) Letkol (AL) Mansyur, berkunjung ke Kantor Balai Kota Malang, Selasa (22/9).

Dalam lawatannya, Mansyur mengatakan ada 12 calon komandan pangkalan AL yang diikutkan dalam kegiatan pembekalan praktis kepemimpinan yang nanti diisi Wali Kota Malang HM Anton.

Anton mengatakan, para pimpinan termasuk pimpinan angkatan (Danlanal), harus menyatu dengan daerah juga masyarakatnya. “Jadi Pemerintah ada sinergi antara kedua institusi ini dengan masyarakat,” ucap Anton.

Meskipun AL, matra kelautan, namun Danlanal Malang beserta jajarannya, selama ini banyak bersinergi dengan Pemkot Malang, bahkan terlibat secara langsung dalam kegiatan blusukan 2 (dua) minggu sekali.

Anton berharap siswa Susdanlanal, saat nanti telah menduduki jabatan Danlanal, mampu membangun sinergi dengan Pemda setempat.-

BNN Kota Malang

Sebanyak 106 Pedagang Siap Relokasi

Wahyu Setianto

MALANGVOICE – Sebanyak 106 pedagang Pasar Blimbing siap di relokasi ke tempat penampungan sementara di Stadion Blimbing, Jalan Tenaga. Meski belum ideal, namun kenaikan jumlah pedagang cukup signifikan.

Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, dari 106 pedagang sebanyak 56 pedagang sudah mendaftar meski belun mengambil nomor Sedangkan sisanya 50 pedagang sudah mengambil nomor pada Dinas Pasar.

“Ada yang bedak dan juga ada yang loss dan juga emper,” kata Wahyu, saat mengunjungi tempat penampungan sementara, Selasa (22/3).

Dikatakannya, Dinas Pasar sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuk mempermudah pedagang untuk boyongan ke pasar relokasi. “Kami sediakan truk yang siap 24 jam untuk mengangkut barang dagangan mereka,” tandasnya.

Selain itu, Dinas Pasar juga menyiapkan pengamanan dari TNI dan Polres Malang Kota, agar proses relokasi besok bisa berjalan lancar.

“Kami harap relokasi bisa segera dilakukan mengingat kondisi pasar sudah sangat tidak layak,” bebernya.-

BNN Kota Malang

Kadis Pantau Tempat Penampungan Sementara Pedagang Pasar Blimbing

Wahyu Setianto

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setiyanto, Selasa (21/9) memantau perkembangan terakhir tempat penampungan sementara pedagang Pasar Blimbing di Stadion Blimbing, Jalan Tenaga.

Pantauan ini dilakukan menjelang sehari sebelum pencanangan awal tahap relokasi sebelum pasar dilakukan pembangunan.

Pada prinsipnya, Wahyu mengaku, kondisi tempat relokasi sangat siap dan sudah ditambah beberapa item termasuk menambah saluran air, penomoran dan pemasangan cyclone. “Pasar sudah siap dan besok sudah siap pencanangan awal relokasi,” kata Wahyu.

Ia berharap proses relokasi bisa segera dilakukan mengingat kondisi Pasar Blimbing saat ini sudah tidak representatif. “Pasar sudah sangat kotor dan harus segera relokasi agar bisa dibangun,” tandasnya.-

BNN Kota Malang

Awal Oktober Alun-alun Terpasang Playground

MALANGVOICE – Rencana Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, memasang wahana bermain anak atau playground di Alun-alun Merdeka direalisasi awal bulan Oktober mendatang.

“Awal bulan Oktober sudah terpasang, saat ini fondasi sudah siap,” kata Kepala Bidang Pertamanan DKP, Slamet Husnan, Selasa (22/9) pagi.

Playground saat ini masih dalam pengiriman barang dari rekanan yang ada di Jakarta. “Kita tinggal menunggu kiriman barang serta pemasangan,” imbuhnya.

Wahana bermain anak ini mirip dengan yang sudah terpasang di Taman Trunojoyo yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti papan selancar, mainan anak dan sebagainya. “Tahun ini ada dua yang terpasang, yakni di Trunojoyo dan Alun-alun Merdeka,” tandasnya.

DKP berharap playground bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat serta menjaganya bersama-sama. “Kalau yang di Alun-alun kita pasang depan Kantor Pos Malang,” pungkasnya.-

BNN Kota Malang

Agenda Batal, Dana Rp 3,8 Miliar Masuk PAK

Punjul Santoso (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Batu memasukkan dana sebesar Rp 3,8 Miliar dari beberapa agenda yang batal dan tertunda ke dalam draft Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) yang hingga sekarang belum disahkan.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso membeberkan uang sebesar Rp 3,8 miliar itu salah satunya dari dana Proyek Operasi Daerah Agraria (Proda) sebesar Rp 1,5 miliar dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu.

“BPN sudah menyurat resmi bahwa proyek itu dibatalkan karena mereka tidak berani mengerjakan dalam sisa tiga bulan ini,” jelas Punjul, Selasa (22/9).

Punjul menjelaskan kalau Proda sebenarnya wajib dilakukan oleh Pemda karena PAD untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk membantu masyarakat tidak mampu supaya melaksanakan sertifikasi tanah.

“Selain dari Proda ada juga dari Kesra (Bagian Kesejahteraan Rakyat -red) yang menghemat Rp 1,2 miliar untuk bedah rumah yang tidak jadi,” lanjut Punjul.

Dana penghematan lain juga dari Dinas Pertanian dan Kehutanan sebesar Rp 1,27 miliar, dan dana pembangunan Pasar Sidomulyo yang batal dilaksanakan tahun ini.

“Kita sudah bicarakan dengan timgar untuk didistribusikan di dalam PAK. Jadi prinsipnya dalam PAK sudah tidak ada masalah dan mudah-mudahan dalam satu dua hari ke depan ada pleno,” tandasnya.-

BNN Kota Malang

Kebakaran Arjuno Merambah 40 Hektar, 20 Orang Berangkat Memadamkan

Salah satu foto kebakaran lereng Gunung Arjuno yang diambil warga semalam (istimewa)

MALANGVOICE – Kebakaran Gunung Arjuno masih belum dapat dipadamkan hingga pagi ini. Kebakaran merambat hingga 40 hektar di lereng selatan Gunung Arjuno yang masuk wilayah Kota Batu.

Dari informasi yang didapat MVoice dari Pusdalops BPBD Batu, pagi ini, kebakaran masih berada di dua titik besar sebagaimana kemarin, yakni di wilayah Kota Batu dan wilayah Kabupaten Malang.

Kebakaran ini segera diantisipasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu dengan mengirimkan personilnya untuk bergabung dengan tim tanggap darurat dari Taman Hutan Raya (Tahura) R Soeryo.

Pukul 05.00 WIB, pagi tadi, sebanyak 20 orang tim gabungan telah berangkat, didukung porter pendaki Gunung Arjuno. Mereka rencananya akan menetralisir sumber titik api kebakaran sehingga tidak merambat lebih luas.

“Kita jalin kerja sama dengan berbagai pihak. Saat ini sudah berjalan dengan baik meski ada keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan,” jelas sumber MVoice di BPBD Kota Batu.

BNN Kota Malang

Panwas: Hari Ini Spanduk Dewi Sri Harus Diperbaiki

Komisioner Panwaslu, George Da Silva

MALANGVOICE- Panwaslu Kabupaten Malang meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menarik spanduk pasangan calon nomor 2, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi, yang tercantum foto Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

Komisioner Panwaslu, George Da Silva mengatakan, pihaknya telah berkirim surat rekomendasi terhadap KPU, Senin (21/9). Isinya, meminta secepatnya spanduk Dewi Sri yang ada foto Wali Kota Batu untuk dicopot dan diperbaiki.

“Kalau surat tersebut tidak diindahkan, kami terpaksa keluarkan surat teguran. Jika juga belum, kami keluarkan surat lanjutan, bisa sanksi administrasi, kode etik hingga pidana,” katanya, beberapa menit lalu.

Dikatakan, dalam persoalan ini pihaknya menyalahkan KPU, karena ceroboh dan tidak melakukan koordinasi dengan Panwas. Hasilnya, materi atribut kampanye lolos verifikasi.

“Jika koordinasi dengan kami enak jadinya, hal seperti ini tidak akan terjadi. Malah jalan sendiri KPU itu,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, tim sukses Rendra-Sanusi mempermasalahkan adanya foto Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Foto tersebut tidak masalah sepanjang tulisannya bukan wali kota, melainkan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang.

Dihubungi terpisah, Ketua Timses Rendra-Sanusi, Ahmad Andik, mengapresiasi kinerja Panwas yang tanggap dan cepat. Tinggal bagaimana langkah KPU akan masalah ini.

“Alasan kami mempermasalahkan jelas, kalau Wali Kota Batu itu pejabat negara,” tuturnya.-

BNN Kota Malang

Komunitas