Master Plan Jalan Batu-Purwosari Masih Proses

Ilustrasi pembangunan jalan di Kota Batu (fathul/malangvoice)

MALANVOICE – Pembangunan jalan tembus dari Giripurno, Kota Batu hingga Purwosari Pasuruan sedang digodog di Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk master plannya, sedangkan biro kerja sama menyiapkan MoU antar Pemda yang dilewati jalan tersebut.

Kepala Bappeda Kota Batu, M. Chori pada prinsipnya rencana pembangunan tidak masalah. Ia menyebut, bukan hanya 3 pemda yang dilibatkan, tetapi 4 pemerintah daerah, yakni Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan.

“Itu tetap jalan time schedulenya di bawah koordinasi Bakorwil Jatim. Secara prinsip untuk mengurangi beban berat lalu lintas Kota Malang, sehingga ada pemecahan jalur,” jelas M. Chori kepada MVoice, Kamis (3/9) sore.

Ia memaparkan bahwa jika jalan tersebut selesai maka warga dari arah Surabaya-Pasuruan tidak perlu ke Malang dulu untuk ke Batu. “Ini adalah solusi jangka panjang dari gubernur untuk mengurai kemacetan, kasihan Kota Malang,” tambahnya.

Tapi tidak kalah pentingnya adalah pengembangan kawasan untuk masyarakat setempat supaya ada percepatan pembangunan. Dengan terbukanya akses tersebut, lanjut Chori, maka akan berdampak pada yang lain, seperti aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Masih proses di provinsi, jadi belum lihat rencananya seperti apa, baik waktu maupun rutenya. Kata Bakorwil, sedapat mungkin tidak lewat lahan Perhutani,” tutup Chori saatbm ditanya target pembangunan.-

Besok, Pertemuan User-Manajemen Baru MCP

Bangunan Malang City Poin di kawasan Dieng. (Hamzah/MVoice)

MALANGVOICE – Angin segar datang dari pihak manajemen Malang City Point (MCP) kepada para user pembeli properti. Sebab, Jum’at (4/9) besok, manajemen akan duduk bersama dengan para user mencari jalan keluar atas polemik yang selama ini terjadi.

Direktur Operasional MCP, Jimmy Darwis mengatakan, pertemuan ini dilakukan agar ada kesepahaman bersama antara manajemen dan user terkait konflik yang selama ini terjadi.

“Besok (4/9) akan ada pertemuan sekitar jam 16.00 WIB dengan user,” kata Jimmy, Kamis (3/9) sore.

Pengerjaan proyek MCP sendiri mengalami berbagai kendala dan sempat nyaris kolaps. Kala itu manajemen di bawah kendali Hendra Sugiarto, tidak mampu membayar pembiayaan pada Bank BTN.

Ketika manajemen akan down, masuklah manajemen baru di bawah pimpinan Frans Tanuwidjaja melalui rapat umum pemegang saham di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hasilnya, kini mayoritas saham dipegang Nusa Capital Indonesia sedangkan manajemen lama Hendra memiliki sedikit saham. Dari sinilah mulai timbul gejolak internal manajemen, lantaran manajemen lama masih merasa memiliki hak, sehingga para user menjadi korban.

Sementara itu ketua Forum Komunikasi User MCP (FKUM), Sigit Yudono mengaku sudah mendapat undangan dari managemen MCP. Intinya, para user meminta kepada manajemen agar hak mereka segera dipenuhi.

“Apabila manajemen baru memberikan tawaran akan kami pertimbangkan,” tandasnya.

Bahkan, jika pada pertemuan besok tidak terdapat kata sepakat ataupun kejelasan dari manajemen, maka FKUM tak segan-segan akan membawa kasus ini ke ranah hukum.-

Macet Total, Hindari Jalan Soekarno-Hatta

Suasana kepadatan arus lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta. (Muhammad Choirul/ MalangVoice)

MALANGVOICE – Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, Kamis (3/9) sore ini.

Pantauan MVoice di lokasi, kepadatan disebabkan kepulangan ribuan mahasiswa dari dua perguruan tinggi di sekitar kawasan itu.
Dari dua perguruan tinggi, yakni Universitas Brawijaya (UB) dan Politeknik Negeri Malang (Polinema), hari ini memang melangsungkan kegiatan orientasi mahasiswa baru atau yang biasa disebut ospek.

Sampai pukul 16.36 WIB, kemacetan di dua jalur Jalan Soekarno-Hatta masih terjadi. Selain itu, kemacetan juga terjadi di Jalan MT Haryono dan Jalan Mayjend Panjaitan.

Banyaknya mahasiswa yang berkerumun di pinggir jalan, ditambah lagi para penjemput yang menunggu kepulangan mahasiswa menyebabkan arus lalu lintas makin terhambat.-

Finalis Miss Matos Petik Wawasan Kedirgantaraan di Abd Saleh

Finalis Miss Matos saat berkunjung ke Lanud Abd Saleh. (Lanud Abd Saleh for MalangVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 30 finalis Miss Matos mengunjungi Lanud Abd Saleh, Malang, Kamis (3/9) siang ini. Kedatangan mereka dipimpin Manager Operasional Matos, Suwanto diterima langsung Kepala Penerangan Lanud Abd Saleh, Letkol Sus Sutrisno.

Suwanto mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memberikan motivasi dan menambah wawasan pada finalis Miss Matos. “Utamanya wawasan kebangsaan dan pengetahuan tentang kedirgantaraan TNI Angkatan Udara (AU), ini sangat perlu,” katanya.

Dengan wawasan itu, ia berharap finalis Miss Matos mampu menapaki masa depan lebih baik dan sukses dalam kariernya, tanpa meninggalkan semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan ini, Miss Matos mengunjungi Skadron Udara 21 untuk melihat langsung jenis pesawat tempur di Lanud Abd Saleh.

Kepala Dinas Operasi Lanud Abd Saleh, Kolonel Pnb Fairlyanto yang turut menerima kunjungan, memberi penjelasan tentang pengabdian TNI AU untuk keutuhan NKRI melalui operasi penerbangan pesawat.

Kunjungan diakhiri di Base Ops Lanud Abd. Di tempat itu, Miss Matos menerima penjelasan tentang Peraturan Lalu Lintas Udara (PLLU) dan Meteo, yang diperlukan untuk membantu penerbangan melalui informasi perubahan cuaca yang terjadi.-

Diminta Lebih Humanis, Satpol PP Kurangi Operasi

MALANGVOICE – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan mengurangi frekuensi dan kuantitas penindakan pedagang kaki lima, izin mendirikan bangunan, dan izin HO pada tahun ini.

Hal itu setelah diingatkan oleh Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko untuk lebih humanis. Karena perekonomian sedang lesu, maka penindakan terhadap PKL dapat diminimalisir supaya tidak menambah beban para pedagang.

“Tahun ini agenda kita 10 kali sidang yustisi, namun kita baru 5 sidang. Rencananya akan dikurangi karena mendapatkan atensi dari wali kota,” jelas Kasatpol PP, Robiq Yunianto kepada MVoice, Kamis (3/9).

Ia menjelaskan sebenarnya Satpol PP ingin meningkatkan agenda pada tahun ini karena tahun sebelumnya hanya menyelesaikan 8 sidang yustisi. Namun dengan alasan humanis yang diamanatkan wali kota, maka pengurangan itu tidak masalah.

“Kami juga tidak ingin berperan sebagai antagonis, padahal kami ini cuma menegakkan perda saja, bukan kehendak sendiri. Kondisi ini sudah kita komunikasikan hingga petugas penindakan,” sambung pria asal Kediri ini.

Pemkot Malang Berencana Bikin Jalan Tembus Dieng-Batu

Kepala Bappeda Wasto (Kanan) bersama Wali Kota Malang HM Anton

MALANGVOICE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, tahun ini sedang mempersiapkan akses jalan tembus kawasan Dieng hingga Gending, Kota Batu.

Jalan ini nantinya dapat digunakan sebagai alternatif pengurai kepadatan lalu lintas di seputaran kawasan Merjosari, Karang Besuki, Tidar hingga daerah Dinoyo.

Kepala Bappeda Kota Malang, Wasto mengatakan, upaya realisasi jalan tembus ini setidaknya harus berkoordinasi dengan dua Bappeda lain yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu, karena lokasi jalan melewati area dua pemerintahan tersebut. “Kita akan sinergikan dengan Pemda lain soal ini,” ucap Wasto, Kamis (3/9)

Saat ini proses masih dalam tahapan feasibility study (FS) atau kajian mengenai kelayakan pembangunam. Nantinya setelah ada FS dan ada kesepakatan antara Pemda, maka nanti akan dilanjutkan dengan mekanisme pembuatan detil engineering design (DED) proyek.

“Bila Pemda sepakat maka akan diteruskan,” tandasnya.

Intinya, lanjut Wasto, jalan tembus ini dilakukan guna mengurangi kepadatan arus. Namun, saat ini pihaknya masih belum bisa menentukan jalur, titik dan kebutuhan lahan menunggu hasil kajian.-

Komisi D Minta Proses Izin Bangunan Diperketat

Salah satu komplek ruko di sepanjang jalan Pakisaji-Kepanjen, Kabupaten Malang.(miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Banyaknya bangunan ruko di sepanjang jalan protokol di Kabupaten Malang, menjadi atensi khusus dewan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Budi Kriswiyanto menyebut, jangan sampai lahan produktif berubah bangunan permanen. Ia menilai, dinas terkait perlu memperketat proses perizinan. Kalau perlu, bangunan tak berizin langsung ditertibkan.

Selama ini, masih banyak ditemukan bangunan berdiri lebih dulu, baru proses izinnya menyusul.

“Jika sesuai aturan boleh-boleh saja, di rencana tata ruang kan sudah jelas zona mana yang dilarang dan diperbolehkan,” katanya saat berbincang dengan MVoice.

Selama ini, lanjut dia, belum ada pengaduan dari masyarakat. Meski begitu, ia mencurigai sebagian bangunan belum mengantongi izin.

Selain itu, pemerintah perlu membatasi pembangunan di daerah Singosari-Lawang. Sebab, mayoritas terdapat bangunan ruko.

Kendati begitu, belum saatnya Pemerintah mengeluarkan moratorium. Dengan asumsi, proses izin dan syarat pengajuan harus lengkap dan dilakukan secara benar.

“Tidak dipungkiri dalam beberapa tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Malang sangat pesat, selain bisa menambah pemasukan pajak juga peluang kerja lebih banyak, tapi juga ada dampak negatifnya,” papar politisi PDIP itu.-

Peni: Suwe-Suwe Tugune Yo Dibongkar

Peni Suparto

MALANGVOICE – Mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto turut angkat bicara terkait rencana pembongkaran tembok pagar Taman Tugu.

Ia menjelaskan, pada masa kepemimpinannya tidak mengambil inisiatif membongkar tembok lantaran menghargai hasil karya wali kota pendahulunya.

“Saya masih menghargai hasil karya pendahulu dan buat apa pula dibongkar toh itu juga bagus,” kata Peni Suparto, Kamis (3/9).

Pria yang kerap disapa Inep ini mempertanyakan kepada Pemkot Malang, apakah tembok pagar menjadi prioritas pembangunan, sedang disi lain beberapa program masih harus banyak yang disentuh.

“Eman-eman uangnya, apalagi saat ini Indonesia sedang krisis keuangan, kan bisa digunakan untuk yang lain,” tegasnya.

Bahkan, mantan wali kota dua periode ini menyebut, fungsi pagar tembok selain untuk keindahan juga melindungi tanaman yang ada disana.

“Saiki pagere dibongkar, suwe-suwe Tugune yo dibongkar pisan,” selorohnya.-

Arif: Anton Tak Hargai Pendahulunya

MALANGVOICE – Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono ST. mengatakan upaya Pemerintah Kota Malang mengilangkan tembok Taman Tugu, bukti jika Wali Kota Malang HM Anton tidak menghargai pendahulunya.

“Kalau itu dibongkar saya kira Anton tidak menghargai pendahulunya karena itu hasil karya masa lampau,” kata Arif, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9).

Ia menambahkan, kondisi pagar taman itu sudah bagus dan sinergi dengan dua kantor pemerintahan. Selain itu, pagar juga berfungsi melindungi taman itu dari kerusakan.

“Kalau memang dikembalikan seperti dahulu, sekalian saja pagar balai kota itu dibongkar,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, upaya Pemkot Malang ini adalah bentuk menghamburkan uang karena sebenarnya masih banyak program prioritas lainnya.

“Itu kan membuang anggaran apalagi nilainya ratusan juta,” beber dia.

Karenanya, selaku wakil rakyat, ia tetap memperjuangkan agar tembok yang sudah baik dipertahankan tanpa ada perubahan.-

GGAA Bawa Data Pengaduan ke DPRD

MALANGVOICE – Good Government Activator Alliance (GGAA) akhirnya bertemu dengan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono ST, guna membahas pengaduan masyarakat yang masuk ke pihaknya.

Sejak membuka pos pengaduan masyarakat beberapa waktu lalu, GGAA mendapat banyak keluhan terkait pelayanan publik dalam bidang pendidikan dan infrastruktur.

“Setelah kita dapat pengaduan, kami komunikasikan denga pimpinan dewan,” kata Direktur GGAA Sudarno, Kamis (3/9).

Menurutnya, DPRD menyambut positif pengaduan warga yang sampai pihaknya dan akan follow up secara berkala dengan menggerakkan komisi yang membidangi.

“Banyak hal pengaduan soal pendidikan termasuk banyaknya Pungli yang juga kami sampaikan pada DPRD,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Arif Wicaksono mengatakan, bank data pengaduan dari GGAA sangat baik untuk wakil rakyat.

“Kita sebagai lembaga nanti kami delegasikan kepada komisi yang bersangkutan agar semua pengaduan bisa tercover,” kata Arif.-

Komunitas