Lapas Lowokwaru Musnahkan Ratusan Barang Terlarang Hasil Razia

Pemusnahan barang terlarang di Lapas Lowokwaru. (deny)
Pemusnahan barang terlarang di Lapas Lowokwaru. (deny)

MALANGVOICE – Puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53, Lapas Kelas 1 Lowokwaru, Kota Malang memusnahkan 281 barang hasil sitaan narapidana.

Barang berupa handphone dan kabel gulung dibakar di halaman belakang lapas. “Barang itu kami dapat sejak razia 2016 lalu,” kata Kalapas Lowokwaru, Krismono, Kamis (27/4).

Menurutnya, razia itu terus dilakukan secara rutin dengan jadwal yang ditentukan. Intinya, pihak lapas tak ingin ada barang terlarang dibawa narapidana di dalam tahanan.

“Kami bertekad membersihkan lapas dari barang terlarang itu. Kami juga melakukan razia insidentil setelah mendapatkan informasi,” tandasnya.

BNN Kota Malang

Parkir Sembarangan, Siap-siap Digembosi!

Kendaraan parkir liar di Jalan JA Suprapto. (deny)
Kendaraan parkir liar di Jalan JA Suprapto. (deny)

MALANGVOICE – Polisi melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar di jembatan Brantas, Jalan JA Suprapto, Klojen, Kota Malang. Beberapa mobil yang parkir di sisi jalan di atas jembatan digembosi, Kamis (27/4).

Ban depan mobil yang parkir digembosi petugas Satlantas Polres Malang Kota sebagai tindakan karena melanggar rambu-rambu. Padahal, di sana jelas tertulis dilarang parkir.

Menurut Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ady Nugroho, tindakan itu sebagai pembelajaran pada masyarakat agar lebih menaati peraturan.

“Sebenarnya kami tilang, tapi kan tidak ada pemiliknya. Jadi digembosi saja karena jelas di sana dilarang parkir,” katanya.

Ditambahkan Ady, dengan adanya kendaraan parkir di sisi jembatan akan mempersempit jalan dan menimbulkan kemacetan.

“Ini kan jembatan sudah sempit, dibuat parkir makin sempit. Dengan begitu kan kami harap ada efek jera karena sering dilanggar di sana,” tegasnya.

Karenanya, ia meminta masyarakat lain agar tidak melakukan pelanggaran lalu lintas terutama rambu-rambu di jalan. Pihaknya akan terus melakukan penertiban di kawasan itu dan kawasan tertib lalu lintas lainnya.

BNN Kota Malang

Buru Tahanan Kabur, Polres Malang Kota Turunkan Tim Khusus

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan. (deny)

MALANGVOICE – Polres Malang Kota menurunkan personel menjadi tim khusus dalam membantu mencari tahanan kabur dari Polres Malang.

Hal itu berdasar gerak cepat anggota yang menangkap 11 orang kabur dalam sepekan.

“Kami turunkan jadi 30 personel, sebelumnya kan ada 50. Tapi tetap sifat kami membantu kalau dibutuhkan,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, Rabu (26/4).

Sebanyak 30 personel gabungan itu lanjut Hoiruddin, ada yang tetap disiagakan di stasiun dan terminal untuk memantau apabila ada tahanan kabur yang terlihat.

“Kami pasti adakan operasi sendiri di tempat rawan dan ramai. Tapi selama ini kerja tim khusus sudah bagus,” tandasnya.

BNN Kota Malang

Subur Triono Jalani Sidang Perdana

Subur Triono menjalani sidang perdana. (deny)

MALANGVOICE – Anggota DPRD Kota Malang, Subur Triono, menjalani sidang perdana kasus penipuan dan penggelapan, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (26/4).

Sidang itu dipimpin Sihar Hamonangan Purba dengan agenda pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Subur duduk di kursi pesakitan dengan menggunakan baju tahanan sambil memakai kopiah hitam.

Setelah dibacakan dakwaan, sidang ditunda pekan depan. Kuasa hukum Subur, Hatarto Pakpahan, mengaku keberatan pada dakwaan JPU tentang penipuan dan penggelapan.

“Kami akan ajukan eksepsi. Klien saya sudah mengembalikan semua uang korban,” katanya.

Selain itu, korban dan Subur dinilai sudah menyepakati damai dan mencabut laporan polisi tertanggal 24 Februari 2017. Hatarto juga akan mengajukan pengalihan tahanan menjadi tahanan kota, mengingat Subur masih tercatat sebagai anggota dewan.

“Saya merasa, banyak unsur muatan politis dalam kasus klien saya. Dia kan juga anggota dewan yang masih aktif. Saya segera akan mengajukan permohonan pengalihan penahanan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Subur dilaporkan ES karena merasa tertipu ratusan juta rupiah. Subur mengaku bisa memasukkan anggota keluarga ES ke Universitas Brawijaya, namun setelah ditunggu lama, kabar baik itu tak pernah ada. Malah Subur tidak mengembalikan uang yang sudah diberikan.

Akhirnya Subur dilaporkan ke polisi dan dikenai pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

BNN Kota Malang

Desain Berubah, Jembatan Kaca Didirikan Lebih Tinggi

Kampung Warna - Warni. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang memastikan desain jembatan kaca penghubung Kampung Warna – Warni dan Kampung 3D, mengalami perubahan. Hal ini menyusul penyesuaian dengan hasil rekomendasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Timur.

Kepala DPUPR, Hadi Santoso, menyebut, perubahan terutama menyasar ketinggian posisi jembatan pembatas Kelurahan Jodipan dan Kesatriyan itu. ada beberapa perubahan yang mesti dilakukan. “Disyaratkan pembangunan jembatan di DAS Brantas tersebut minimal di posisi 422 meter di atas permukaan laut (mdpl),” urainya.

Pria yang akrab disapa Sony ini memaparkan, nantinya jembatan dibikin di posisi 427 mdpl. Sebagai perbandingan, jembatan rel kereta api yang lokasinya di dekat kawasan itu, memiliki ketinggian 444 mdpl.

”Kalau tidak sesuai persyaratan itu, tidak akan mendapat izin. Maka ada beberapa penyesuaian,”pungkasnya.

BNN Kota Malang

Api Hanguskan Toko Gaya Listrik di Ciptomulyo

Lokasi kebakaran di Toko Gaya Listrik. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebuah toko jual beli aki dan perkakas “Gaya Listrik” di Jalan Sonokeling, Ciptomulyo, Sukun, Kota Malang, Rabu (26/4) terbakar.

Peristiwa yang terjadi pada siang tadi itu diduga berasal dari ruang oven cat. Pemilik toko, Hartono (74) yang mendengar suara letupan dari ruang itu.

Saat dilihat, api sudah membesar dan langsung melapor ke petugas pemadam kebakaran.

Tak lama berselang, lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahakan ke lokasi kejadian. Sumber api langsung dipadamkan sekitar pukul 13.15 WIB.

“Tidak ada korban jiwa,” kata salah satu anggota rescue Perindo, Agus Demit.

Namun, akibat kejadian itu korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta. Kini penyebab munculnya api masih diselidiki pihak berwajib.

BNN Kota Malang

Peletakan Batu Pertama Ditunda, Pembangunan Jembatan Kaca Molor

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Hadi Santoso. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Keinginan warga Kota Malang memiliki jembatan kaca tak kunjung tercapai, seiring batalnya penetapan batu pertama, Kamis (27/4) besok. Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kampung Warna – warni dengan Kampung 3D itu dipastikan molor.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, HM Anton, berencana memulai pembangunan pada 27 April ini. Memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Intidaya Guna Aneka Warna, proyek ini ditargetkan selesai tahun ini juga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Hadi Santoso, menyebut, molornya jadwal peletakan batu pertama hanya terkait kesempatan. “Masih sama-sama belum menemui waktu yang pas,” ungkapnya kepada MVoice.

Dikatakan, baik wali kota maupun perwakilan perusahaan produsen cat Decofresh itu sama-sama terbentur kesibukan. Rencananya, peletakan batu pertama bakal berlangsung Mei mendatang.

“Semua izin sudah beres. Saya ditugaskan proses itu sudah sejak pertengahan Februari, melibatkan berbagai pihak terkait,”pungkasnya.

BNN Kota Malang

Predator Anak Merajalela, Polisi Imbau Orangtua Waspada

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan. (deny)

MALANGVOICE – Polisi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap kejahatan seksual pada anak. Hal itu sesuai kasus yang kini yang sedang didalami Polres Malang Kota terhadap bocah perempuan lima tahun.

“Kepada seluruh orangtua harus berhati-hati karena anaknya bisa jadi sasaran pelaku kejahatan,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan, Rabu (26/4).

Dijelaskan Hoiruddin, pelaku pedofil itu biasanya memberi korban sebuah imbalan atau iming-iming makanan atau mainan kesukaan korban agar mau menuruti aksi bejatnya. Bahkan, korban bisa saja diancam agar tidak melaporkan perbuatannya pada siapapun.

“Korban diiming-imingi es krim saat dicabuli,” jelasnya.

Diketahui, pelaku bernama Joko Santoso (59) warga Lesanpuro, Kedung Kandang, Kota Malang. Ia tega mencabuli “Bunga” sebanyak empat kali di rumah pelaku dan di kos.

Pelaku mengenal Bunga sudah empat bulan karena keluarga korban memercayai pelaku untuk mengantar jemput Bunga sekolah.

Setelah diperiksa ternyata keluhan Bunga terbukti. Ia mendapat luka pada kemaluan yang robek sekitar 2,5 cm. “Akhirnya kami sudah tangkap pelaku,” tegas Hoiruddin.

Kini polisi masih mengembangkan kasus itu. Pelaku masih diselidiki apakah ada banyak bocah lain yang menjadi korban.

“Karena itu sebaiknya orangtua harus antar jemput sendiri anaknya. Kalau tidak bisa diserahkan pada keluarga dekat,” pesan mantan Pamen Densus 88.

Kini Joko harus meringkuk di dalam jeruji besi. Ia diancam hukuman 15 tahun penjara. “Korban kami beri pendampingan psikologi karena umurnya masih muda sekali. Ini perlu perhatian agar tidak sampai ada korban lagi,” tandas Hoiruddin.

BNN Kota Malang

Potensi Bencana Mengancam, Sinergitas Perlu Digencarkan

Simulasi penanganan kegawatdaruratan. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Simulasi penanganan kegawatdaruratan. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Indonesia merupakan salah satu negara berisiko tinggi terhadap bencana alam. Penilaian itu disampaikan Plt Wakapolres Malang Kota, Kompol Abdul Kholik, Rabu (26/4) di sela apel peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Balai Kota Malang.

Kondisi geografis Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, berakibat pada ancaman bencana gempa bumi, tsunami, hinggagerakan tanah. Di samping itu, kurang lebih 5.590 daerah aliran sungai (DAS) yang terdapat di Indonesia yang berisiko terkena bencana banjir.

“Berbagai bencana itu dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi, maka untuk mengurangi resiko bencana, saat ini yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kesadaran dan membangun kewaspadaan terutama di titik-titik potensi bencana utamanya wilayah yang dilalui aliran sungai, mengingat saat ini kita memasuki perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara global,” kata Kompol Abdul Cholik

Berdasarkan hasil kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah jiwa korban bencana kategori sedang hingga tinggi tersebar di 34 provinsi mencapai 71.740 jiwa.

Bahkan, sepanjang tahun 2016, sudah terdapat 2.342 kejadian bencana dimana 92 persen bencana didominasi banjir, longsor, serta puting beliung.

“Begitu pula dengan Kota Malang, berdasarkan indeks risiko bencana Indonesia tahun 2013, diketahui terdapat 6 jenis potensi bencana alam yang dapat menimpa dengan kelas risiko sedang dan tinggi. Jenis bencana alam tersebut antara lain, banjir, pohon tumbang, tanah longsor, dan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu bencana non alam seperti kebakaran permukiman gedung, epidemi penyakit dan konflik sosial juga berpotensi terjadi di Kota Malang.

“Karena itu pekerjaan ini bukan pekerjaan sederhana dan bukan pekerjaan yang mudah, karena melibatkan aspek sosial budaya, dan teknis secara simultan,” tuturnya.

Kompol Abdul Kholik dalam kesempatan itu juga mengajak seluruh unsur baik dari pemerintahan, masyarakat maupun dunia usaha, untuk melakukan koordinasi, komunikasi dan sinergitas dalam menyusun perencanaan yang komprehensif dan terpadu guna merencanakan langkah-langkah atau upaya tanggap darurat bencana.

“Selain itu, perlu juga meningkatkan partisipasi, dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan dari para pemangku kepentingan baik ditingkat pusat maupun daerah, mengkaji kemampuan penunjang system peringatan dini, evakuasi, serta penunjang tanggap darurat, sekaligus mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana,” ungkapnya.

BNN Kota Malang

Polres Malang Kota Apresiasi Kinerja BPBD Kota Malang

Simulasi penanganan kegawatdaruratan. (Bagian Humas Pemkot Malang)
Simulasi penanganan kegawatdaruratan. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Polres Malang Kota beserta jajaran lainnya, Rabu (26/4), turut mengapresiasi kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Hal itu ditandai dengan upacara bersama, dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tahun 2017 di Balai Kota Malang.

Upacara ini dihadiri Plt Wakapolres Malang Kota, Kompol Abdul Kholik, Sekretaris Daerah Kota Malang, Idrus serta beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkot Malang.

Dalam sambutannya Kompol Abdul Kholik mengatakan, apel hari kesiapsiagaaniagaan nasional ini diharapakan bisa menjadi momen membangun dan mengembangkan pandangan serta pemahaman para stakeholders dalam pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

“Sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergisitas seluruh komponen, pada kesempatan ini, saya sampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi kepada BPBD Kota Malang beserta tim siaga bencana dan stake holders,” ungkapnya.

Sebab, selama ini banyak terjalin kerjasama, dukungan serta usaha mengedukasi masyarakat tentang perlunya kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kerja siang dan malam saudara merupakan bukti komitmen rasa cinta kemanusian dan cinta negeri ini,” pungkasnya.

BNN Kota Malang