Laskar Santri Siap Beri Dukungan Penuh Jokowi Dua Periode

Suasana deklarasi dukung Joko Widodo. (Toski D)
Suasana deklarasi dukung Joko Widodo. (Toski D)

MALANGVOICE – Sebanyak 750 orang yang tergabung dalam gabungan Laskar Santri Pendukung Jokowi 2 Periode yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang mendeklarasikan dukungan agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali maju di Pilpres 2019.

Aksi itu digelar di lapangan Desa Talanguko, Turen, Rabu (1/8).

Koordinator Laskar Santri Pendukung Jokowi 2 Periode, Dahri Abdussalam mengatakan, kegiatan ini digelar dengan dua agenda yang diikuti para santri dari 11 pondok pesantren yang ada di Kabupaten Malang.

“Kami melakukan kegiatan doa bersama guna keselamatan Bangsa Indonesia, dan sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode,” kata Dahri.

Kegiatan ini, lanjut Dahri, merupakan bentuk kepedulian dan kedekatan Jokowi dengan para santri, kiai, dan ulama serta melihat program-program pembangunan yang sudah dijalankan.

“Setelah kami berdiskusi, maka hari ini kami sepakat untuk mendukung Pak Jokowi supaya dapat melanjutkan program yang sudah berjalan,” jelasnya.

Selain itu, Laskar Santri Pendukung Jokowi 2 Periode menyatakan empat sikap dalam deklarasinya, yakni:

1. Siap sedia menjadi motor penggerak Islam Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

2. Siap sedia menjadi gada terdepan dalam menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

3. Siap sedia memenangkan Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024

4. Menyerahkan sepenuhnya pilihan Calon Wakil Presiden 2019-2024 kepada H. Ir. Joko Widodo.(Der/Aka)

BKPH Sumbermanjing Targetkan Kenaikan Pendapatan Sektor Pariwisata 10 Persen

salah satu tempat wisata yang dikelola BKPH. (Toski D).

MALANGVOICE – Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Sumbermanjing, Kabupaten Malang menargetkan pendapatan dari sektor pariwisata meningkat sekitar 10 persen tahun ini.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Sumbermanjing, Suyatno mengatakan, di tahun kemarin target pendapatan sekitar Rp7,7 miliar, akan tetapi hanyalah memperoleh Rp5,7 miliar. Salah satu penyebab tidak tercapainya target tersebut dikarenakan timbulnya kekhawatiran pengunjung akan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem yang masih tidak menentu.

“Adanya bencana yang menimpa saudara kita di wilayah sekitar perairan wilayah Selat Sunda pada waktu lalu mempengaruhi penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung hingga mencapai 90 persen,” ungkapnya.

Pihak BKPH Sumbermanjing telah mengelola 15 tempat wisata berbasis alam yang ada dalam kawasannya.

“Wisata pantai yang kami kelola ada 15. Untuk mencapai target kami berupaya menambah fasilitas penunjang dan melakukan perbaikan layanan dan inovasi. Agar pengunjung merasa lebih nyaman dan bisa kembali datang,” jelasnya.

Ia berharap, di tahun 2019, wisatawan yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Malang bisa meningkat. Karena menurutnya secara otomatis, hal tersebut juga akan menambah pendapatan daerah.

“Dari pendapatan kita besaran pajak yang kita setorkan pada Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) yakni 20 persen. Maka dari itu, kami berharap jumlah kunjungan bisa meningkat, agar pendapatan daerah dari sektor wisata juga meningkat,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari BKPH Sumbermanjing KPH Malang 15 pantai yang dikelola dibagi dalam empat Resort Pengelolaan Hutan (RPH), yaitu RPH Sumberagung, RPH Sumberkembang, RPH Bantur, RPH Gedog. Dari 15 pantai tersebut, yang masih menjadi primadona oleh wisatawan yakni pantai Bangsong Teluk Asmara (BTA) yang di tahun 2018 kunjungan wisatawan memcapai 186,872 orang. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dari yang ditargetkan hanya sebesar 96.325 pengunjung. (Der/Ulm)

Gubernur Jatim Yakin Sanusi Mampu Lanjutkan Tugas Bupati Malang dengan Baik

Suasana Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Toski D).
Suasana Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Toski D).

MALANGVOICE – HM Sanusi akhirnya resmi menjadi Bupati Malang definitif, periode 2019-2021.

Pelaksanaan pelantikan Plt Bupati Malang menjadi Bupati Malang definitif dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9).

Dalam kesempatan ini Khofifah Indar Parawansa percaya Sanusi akan sanggup melaksanakan tugas yang diemban dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan.

“Saya percaya, bahwa suadara akan melaksanalan tugas sebaik baiknya, sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya, saat membacakan sambutan presiden, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9).

Menurut Khofifah, saat ini perkembangan dan pembangunan sangat cepat, intensif dan detail. Karena itu, perlu sinkronisasi ketua DPRD dan OPD serta Kepala Daerah.

“Diharapkan, guyub rukun, Jatim Harmoni Jatim Sejahtera harus tetap dijaga dan dihktiarkan. Meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Malang sudah cukup menurun, tapi jika di level Jawa Timur, kemiskinan di Kabupaten Malang masih tinggi,” pungkasnya.(Der/Ulm)

Selain Wendit, Sanusi Minta Awasi Pengelolaan Aset Daerah Lainnya

Plt Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Selain polemik pemanfaatan sumber mata air Wendit, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berkomitmen untuk mengawal aset daerah yang dimiliki oleh Kabupaten Malang.

Hal ini di sampaikan Direktur langsung oleh Plt Bupati Malang HM Sanusi, saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Menurut Sanusi, saat ini banyak aset-aset Pemkab yang bersengketa dalam pengelolaannya dengan pihak ketiga.

“Aset Pemkab yang dikelola pihak ketiga banyak yang bermasalah dalam mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Iya ada beberapa, seperti rumah, Sumber Air Wendhit, dan Pemandian Songgoriti,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Sanusi, pihaknya akan menyelesaikannya dengan melakukan pendekatan melalui mediasi untuk meluruskan masalah yang ada dan belum menemui titik terang dengan melalui kuasa hukumnya dalam hal ini pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

“Kita akan meluruskan, ada beberapa, seperti rumah, dan Pemandian Songgoriti. Jangan sampai persoalan di Wendit terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan upaya untuk mediasi dengan pihak pengelola Pemandian Air Panas Alami (PAPA) Songgoriti. Namun hingga saat ini, masih belum ada tanggapan dari pihak pengelola.

“PAPA Songgoriti ini merupakan salah satu unit milik kami, yang dikelola oleh pihak ketiga yaitu PT Lembu Nusantara Jaya,” ujarnya.

Wildan menjelaskan, hingga saat ini PT Lembu Nusantara Jaya memiliki tunggakan yang mencapai Rp 3,6 miliar, tunggakan tersebut belum terbayarkan sampai saat ini.

“Diera kepemimpinan saya, kami sudah memberikan Surat Peringatan sebanyak kurang lebih tiga kali dan terus berupaya melakukan mediasi. Tapi hingga saat ini belum ada respon dari pihak terkait,” ulasnya.

Namun, lanjut Wildan, jika Pemkab menginstruksikan seperti itu, maka pihaknya akan selalu siap menjalankannya. Apalagi, saat ini Pemkab Malang sudah bekerja sama (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang untuk menyelesaikan permasalah tersebut, dan saat ini pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut baik dari Pemkab Malang maupun dari Kejari untuk langkah selanjutnya.

“Dengan adanya MoU ini menjadi kesempatan kami untuk mengurai benang kusut ini. Karena kami juga akan menyiapkan langkah-langkah agar MoU ini lebih efektif,” jelasnya.(Hmz/ulm)

Kemenaker Minta PMI Bisa Jadi Duta Wisata dan Duta Bela Negara

Menaker, Ida Fauziyah saat memberikan sambutan di Mako Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari. (Toski D).
Menaker, Ida Fauziyah saat memberikan sambutan di Mako Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari. (Toski D).

MALANGVOICE – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) minta tenaga kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI), bisa menjadi duta wisata bagi Indonesia, dan duta bela negara.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, dirinya berharap para PMI dapat menjadi duta wisata dan duta bela negara, karena mereka bekerja di luar negeri membawa nama baik Inonesia.

“Para PMI diharapkan dapat mempromosikan tempat wisata ketika bekerja di luar negeri. Untuk itu, mereka harus siap menjadi Duta Bela Negara dan Duta Wisata. Karena mereka warga Indonesia, ya seharusnya memiliki rasa nasionalisme atau kecintaan terhadap bangsanya sendiri,” ungkapnya, saat menghadiri peringatan memperingati Hari Migran Internasional (Happy Migrant Day) 2019, di Markas Komando (Mako) Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari, Rabu (18/12).

Selain PMI, lanjut Ida, dirinya juga mengajak para calon PMI untuk selalu mencintai bangsa Indonesia, meski berada dalam negeri. Sehingga dengan kecintaan kepada bangsanya sendiri, maka mereka juga harus bisa menjadi duta Bela Negara dan bisa menjadi duta wisata.

“Dengan promisi dan meningkatkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, dan mampu meningkatkan kunjungan wisata di Indonesia,” tegasnya.

Saat ini, tambah Ida, Indonesia dilanda berbagai masalah yang berpotensi memecah belah kebinekaan. Hal ini bahkan sudah merambah ke PMI.

“Karena itu saya harus bergerak cepat, melakukan koordinasi dan memutuskan untuk memberikan pengetahuan tentang wisata yang ada di Indonesia dan wawasan kebangsaan dan ideologi kepada para pekerja migran sebelum berangkat ke luar negeri,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

FMPD Gelar Aksi Damai, Desak Lukito Segera PAW

Aksi damai desak PAW Anggota DPRD Kabupaten Malang yang sempat terkena kasus. (Toski)

MALANGVOICE – Puluhan Masyarakat yang tergabung dalam Front Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) melakukan aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Senin (23/4).

Mereka menuntut Lukito Eko Purwandono, salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang yang terbukti secara sah melawan hukum dengan melakukan perbuatan asusila dengan istri orang, agar dicopot dari keanggotaannya sebagai anggota dewan.

“Copot Lukito, dia tidak memiliki partai dan melakukan tindak asusila. Seharusnya anggota dewan menjadi contoh baik,” teriak anggota aksi.

Aksi damai desak PAW Anggota DPRD Kabupaten Malang yang sempat terkena kasus. (Toski)

Menurut koordinator aksi, Abdurrahman, Lukito tidak pantas duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang, karena telah mencoreng kehormatan lembaga legislatif, apalagi Lukito bulan lagi kader salah satu partai politik.

“Perbuatan Lukito sangat memalukan masyarakat, apalagi sudah diputus bersalah dan dipenjara selama lima bulan di LP Lowokwaru,” ungkap Abdurrahman, saat menggelar orasi.

Selain itu, lanjut Abdurrahman, Lukito sendiri telah di pecat dari keanggotaan partai Nasional Demokrat (NasDem) pada April 2016 silam.

“Lukito harus di PAW (Pergantian Antar Waktu) karena bukan kader partai lagi,” tegasnya. (Der/Ery)

Tingkatkan Minat Baca, Komisi X DPR RI Apresiasi Kegiatan Perpustakaan Nasional SGNPKM

Pelaksanaan SGNPK di Pendopo Agung Jalan Agus Salim Kota Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Perpustakaan Nasional menggelar safari gerakan nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun 2019 di Pendopo Agung, Jalan Agus Salim Kota Malang, Selasa (19/3).

Dalam kesempatan ini Anggota DPR RI Komisi X, Lathifah Shohib mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI yang telah memprogramkan kegiatan Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca (SGNPKM). Berdasarkan survei beberapa badan Dunia, minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

“Berdasarkan hasil survei, minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah, artinya dari 32 negara, Indonesia menempati urutan ke 31 terkait dengan minat baca,” ungkapnya, saat ditemui usai mengikuti kegiatan GSGNPKM.

Melihat peringkat tersebut, lanjut Lathifah, pihaknya sangat prihatin, untuk itu, Komisi X terus berupaya dengan menambahkan anggaran dari APBN untuk Perpustakaan Nasional.

“Mulai tahun 2016, komisi X anggaran untuk Perpustakaan Nasional ada kenaikan. Kami berharap dapat mencapai 1 triliun, dan Alhamdulillah di tahun 2019 ini anggaran untuk Perpustakaan Nasional bisa mencapai Rp 700 juta lebih,” jelasnya.

Dengan adanya penambahan anggaran tersebut, tambah Lathifah, berdasarkan hasil survei tersebut, minat baca masyarakat Indonesia melonjak ke peringkat 17. Untuk itu, kami berharap dengan adanya peningkatan ini, menstimulasi perpustakaan perpustakaan daerah baik yang ada di provinsi maupun yang ada di kabupaten kota

“Saat ini berdasarkan survei lompatan minat baca kita dari 30 negara yang disurvei kita sudah menduduki peringkat ke-17. Untuk itu, dengan kegiatan SGNPKM dari Perpustakaan Nasional ini sangat membantu meningkatkan minat membaca masyarakat,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Jelang Pemilu, Kodim 0818 Ingatkan Kebersamaan, Kesatuan dan Anti Perpecahan

Suasana pelaksanaan Komsos Kodim 0818 dan KBT. (Toski D)

MALANGVOICE – Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu dengan Keluarga Besar TNI (KBT) melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) di Aula Makodim, Jumat (29/3).

Komandan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad menyampaikan, kegiatan komsos dengan keluarga besar TNI ini bertujuan untuk memelihara tali silaturahmi, dan menyamakan persepsi dalam menyikapi situasi kondisi wilayah.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan sehingga tidak terjadi perpecahan,” ungkapnya.

Ferry menambahkan, terutama dalam pelaksanaan Pemilu nanti diharapkan jangan sampai ada gesekan dan dapat tercipta suasana kondusivitas, tertib, aman dan damai.

“Perbedaan itu indah, jadi dengan adanya Pemilu ini jelas banyak perbedaan, baik persepsi maupun pendapat, jangan sampai perbedaan ini menjadi pemecah antar sesama,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Ferry, perbedaan tersebut diharapkan dapat menciptakan rasa kebangsaan dan serta menjaga persatuan, kesatuan bangsa ini.

“Ayo kita jaga persatuan kesatuan bangsa ini karena banyak sekali hal yang sekarang itu menjadi rawan yang bisa dijadikan pemecah bangsa. Untuk itu, saya tegaskan dalam pelaksanaan Pemilu nanti, kami TNI netral tidak ada apapun yang mempengaruhi kami,” tandasnya.(Der/Aka)

Diduga Jatuh, Mayat Laki-laki Ditemukan di Sungai

Kondisi korban saat dievakuasi.
Kondisi korban saat dievakuasi. (Istimewa).

MALANGVOICE – Warga Dusun Krajan, Desa Banjarrejo, Donomulyo, digegerkan dengan adanya penemuan mayat laki-laki di dalam sungai kecil, Jumat (10/5).

Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah menyampaikan, jenazah tersebut diketahui bernama Sairin (60), warga Dusun Nampurejo Banjarejo, Donomulyo.

“Dalam kesehariannya korban bekerja sebagai petani. Sebelum ditemukan, sekitar pukul 04.30 WIB, korban sempat berpamitan ke keluarganya untuk pergi ke sawah miliknya,” ungkapnya.

Selang satu jam, saksi yang bernama Karniadi dikagetkan dengan adanya sosok jenazah yang tergeletak di sungai kecil yang tempat tidak jauh dari rumahnya.

“Saat itu, saksi hendak memberi makan sapi yang berada di belakang rumahnya. Ketika saksi akan pergi ke sungai, melihat sosok jenazah laki-laki yang terlentang di sungai,” jelasnya.

Melihat dengan adanya jenazah tersebut, tambah Ainun, saksi langsung melaporkan ke Kepala Desa Banjarejo yang dilanjutkan ke pihak kepolisian.

“Mendapat laporan tersebut, petugas langsung datang ke TKP untuk melihat dan mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas Donomulyo, untuk divisium,” pungkasnya.

Berdasarkan dari hasil visum luar sementara, Ainun menambahkan, korban diduga terjatuh ke sungai akibat serangan jantung.

“Ditubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Menurut keterangan keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Polda Jatim Inisiasi RS Lapangan di Kabupaten Malang

Hendri Umar
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Toski D).

MALANGVOICE – Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyebut, di Kabupaten Malang bakal ada pembukaan rumah sakit (RS) lapangan untuk penanganan Covid-19.

“Nanti dari provinsi yang akan mempersiapkan rumah sakit lapangan di Kabupaten Malang. Kita sedang menunggu arahan lebih lanjut dari provinsi, untuk pelaksanaannya dimana dan juga tenaga-tenaga medis yang akan dilibatkan itu semua provinsi yang akan menentukan,” ungkap Hendri.

Menurut Hendri, dengan rumah sakit lapangan tersebut, nantinya akan digunakan untuk menampung dan menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 secara optimal.

“Saat ini RS Rujukan kita memberlakukan pembatasan, misalnya kalau kapasitasnya 50 pasien, namun tidak bisa diisi 50 cuman diisi berapa persen saja, sehingga lama kelamaan menjadi penuh dari penambahan jumlah pasien yang positif. Sehingga perlu dibuatkan RS lapangan untuk menampung pasien-pasien lainnya,” jelasnya.

Dengan adanya RS Lapangan tersebut, lanjut Hendri, merupakan salah satu bentuk upaya kepolisian untuk ikut berperan aktif dalam menekan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Malang Raya.

“Ini salah satu inisiasi dari Kapolda, dan akan dibuatkan RS lapangan yang melibatkan semua pihak, seperti TNI-POLRI, ada juga dari kesehatan, dan pihak-pihak terkait. Tapi itu masih menunggu dari provinsi, melihat perkembangan untuk jumlah pasien di Malang Raya ini nanti. Rumah sakit lapangan bersama,” terangnya.

Untuk persiapan pembukaan rumah sakit lapangan penanganan pasien konfirmasi positif virus corona tersebut, Hendri menambahkan, diharapkan bisa segera dibangun, agar dapat segera menangani dan menampung pasien konfirmasi positif COVID-19.

“Secepatnya akan kami siapkan, kita nunggu instruksi Pemprov. Setelah itu bisa dibangun,” tandasnya.(der)