Kapolres Malang Sesalkan Pelayanan RS Prima Husada Dalam Penanganan Pasien Covid-19

AKBP Hendri Umar
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Toski)

MALANGVOICE – Kapolres Malang yang juga sebagai Wakil Ketua Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, AKBP Hendri Umar menyesalkan pelayanan di salah satu Rumah Sakit rujukan bagi pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang, lantaran ditengarai menjadi tempat penularan Covid-19 ke orang lain.

“Berdasarkan penelusuran dari Tim Satgas Covid-19, ada salah satu RS rujukan yang justru menularkan Covid-19 ke orang lain,” ungkap Hendri, saat ditemui, Selasa (2/6).

Menurut Hendri, sudah ada beberapa pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang yang disebabkan karena tertular saat beraktivitas di sekitar salah satu rumah sakit rujukan yang berada di Raya Mondoroko, Singosari (RS Prima Husada, red).

”Di RS itu (Prima Husada, red), pasiennya yang sebenernya sehat dan akhirnya tertular covid-19. Nah itu kalau tidak salah, hasil tracking dari tim kesehatan ada berapa orang yang tertularnya dari RS itu,” jelasnya.

Jika berdasarkan hasil tracking yang diperoleh, lanjut Hendri, dari 15 pasien positif covid-19, sebanyak 8 diantaranya dinyatakan positif corona setelah memiliki riwayat berkunjung ke RS Prima Husada.

“Wajar saja dia (pasien covid-19) ketularannya disitu (RS Prima Husada), sebab di sana rumah sakitnya kecil. Selain itu ruang perawatannya juga tidak banyak. Saya sudah menyarankan di evaluasi terakhir itu ke Bupati Malang, kalau bisa dipindah Rumah Sakit rujukannya. Jadi Prima Husada tidak usah dibuat rujukan lagi,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Malang HM Sanusi, mengaku untuk memberikan rujukan RS dalam penanganan Covid-19 merupakan kewenangan pemerintah pusat.

”Saat ini Prima Husada masih ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan covid-19, karena yang nunjuk Gubernur (Jatim) bukan pemerintah Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Sanusi, selain RS Prima Husada, di Kabupaten Malang masih ada 4 rumah sakit lain yang juga ditunjuk sebagai rujukan bagi pasien covid-19, antara lain RSUD Kanjuruhan, RSI Gondanglegi, Wava Husada, dan RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

”Kita fokuskan yang di Kepanjen (RSUD Kanjuruhan) dan Rusunawa. Makanya tadi semua ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Dinkes (Kabupaten Malang) serta pihak Rumah Sakit, saya instruksikan untuk mebenahai safe house (Rusunawa ASN),” tukasnya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Malang saat ini sudah tercatat ada 85 kasus pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19, dari jumlah tersebut, ada 28 orang dinyatakan sembuh sedangkan 14 sisanya dinyatakan meninggal dunia.(der)

Alumni Lirboyo, Ploso dan Sidogiri Nyatakan Sikap Santri Milih Bu Nyai

Alumni santri dukung Bu Nyai. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pasangan LADUB (Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono) terus mendapat dukungan dari Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri untuk memenangkan Pilbup Malang.

Alumni dari tiga pondok pesantren menyatakan dukungannya kepada Pasangan LADUB melalui deklarasi di Rumah Pribadi Ketua Tim Pemenangan Pasangan LADUB, Ir H Kholiq di Bantur, Jumat (20/11).

Dalam deklarasi ini, dihadiri dari Keluarga Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Mu’id Shohib. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pemenangan Pasangan LADUB Ir H Kholiq dan para alumni pondok pesantren.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdul Mu’id Shohib mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh pemenangan Pasangan LADUB di Pilbup Malang. Pihaknya menggaungkan tagline “Santri Nderek Kiai, Santri Milih Bu Nyai”

“Hari ini para alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri berkumpul untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pasangan LADUB di Pilbup Malang,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, para alumni tersebut terus melakukan konsolidasi dan penguatan untuk terus memenangkan Pasangan LADUB nomor urut 2.

“Tentunya kami ingin kemenangan tebal bagi Pasangan LADUB. Maka dari itu, kami terus bergerak mengenalkan Bu Nyai dan Pak Didik, ini bagian dari gerakan jihad politik menangkan Bu Nyai” jelasnya.

Menurut Gus Muid sapaan akrabnya, semua segmen akan digarap. “Kami terus melakukan komunikasi dengan para alumni, melalui grup WhatsApp, door to door dan sebagainya,” tuturnya.

Gus Muid menyebutkan, Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri akan terus mengenalkan Pasangan LADUB kepada masyarakat agar elektabilitas semakin naik. Ia sangat optimis pasangan LADUB bisa memenangkan Pilkada Kabupaten Malang 2020.(der)

Malang Jejeg Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

Kpu
Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini. (Toski D)

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menyatakan Malang Jejeg yang mengusung bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono (Sam HC)-Gunadi Handoko dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 mendatang.

Hal ini diketahui usai rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual dukungan perbaikan Bapaslon dari jalur perseorangan atau independen yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, Jumat (21/8).

Dalam rapat pleno yang berjalan alot tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB, dan baru dapat diumumkan sekitar pukul 23.30 WIB, lantaran diwarnai dengan 5 kali skorsing.

Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini mengatakan, Bapaslon dari jalur perseorangan atau independen ini dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mendaftar.

“Dari hasil rekapnya yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 115 ribu sekian. Karena tidak memenuhi syarat minimal dukungan yang sebanyak 129.796, maka bakal calon perseorangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko, tidak memenuhi syarat,” ucap Anis, saat ditemui usai rapat pleno, Jumat (21/8).

Akan tetapi, lanjut Anis, dengan hasil tersebut Malang Jejeg tidak menerima keputusan tersebut, mereka dapat menempuh jalur hukum.

“Ini hasil rekap tapi hasil belum selesai bagi mereka. Mereka bisa menggunakan hak-nya untuk mengajukan sengketa, dan prosesnya bisa dilakukan, atau ditujukan ke Bawaslu,” pungkasnya.(der)

Akhir Tahun, Tempat Wisata di Kabupaten Malang Ditutup

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menutup tempat wisata saat mulai tanggal 30 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, penutupan itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

“Penutupan ini dikarenakan tempat wisata berpotensi terjadi kerumunan wisatawan membeludak. Penutupan itu instruksi Mendagri (Menteri dalam negeri) tidak terjadi kerumunan melebihi 50 orang,” ungkapnya usai mengikuti rapat koordinasi jelang Nataru tahun 2021 bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (21/12).

Penutupan tempat wisata tersebut, lanjut Sanusi, akan segera disosialisasikan ke pengelola wisata dan segera dibuat surat edarannya.

“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang membuat surat edaran untuk penutupan itu,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan penutupan tersebut diharapkan semua pengelola wisata dapat memahaminya.

“Itu (Penutupan) sebagai antisipasi keramaian di tengah pandemi Covid-19. Karena Kabupaten Malang saat ini masih zona orange,” tandasnya.(der)

Santri Sindir Zaman Millenial Lewat Puisi

KH. Abdullah Syam , Pendiri Pesantren Rakyat saat menyampaikan orasi budaya. (istimewa)

MALANGVOICEAku terseret-seret zaman millennial
Telpon pintarku tiada henti merantai tangan
Hangat kebersamaan mendadak sunyi
Ramai-ramai kita menunduk pada layar
Gelombang kata-kata tanpa makna
membludak dari mulut cuma-cuma
Pendapat berhamburan tanpa nalar
Budaya tak menghidupkan jiwa
Anak muda mengkritik tanpa membaca
Guru berteori tanpa menginjak bumi
Tren menjadi konsumsi sehari-hari
Arus menggerus akar tradisi
Hidup tak berguna tak apa asal kaya
Kekayaan maha segala-galanya
Kekayaan menjadi puncak cita-cita
Kekayaan harkat dan martabat manusia.

Kalimat di atas merupakan penggalan bait puisi yang membetot perhatian karya Yasin Arif, Pendiri Sabda Perubahan. Puisi yang dibacakan penuh dengan penghayatan ini berjudul Zaman Terkutuk. Karya itu dibacakan dalam gelaran bertajuk Lingsir Wengi di Pesantren Al Amin, Sukosari, Kabupaten Malang, Jum’at malam (27/10) lalu.

Selain pembacaan puisi, agenda bertemakan Nracak Jejak Wali atau menapaki jejak Wali ini juga diisi berbagai kegiatan, tidak hanya kesenian. Salah satunya Orasi Budaya dari KH. Abdullah Syam, pendiri Pesantren Rakyat. Dalam orasi budayanya, dia lebih banyak menyinggung pentingnya menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Selama anak -anak muda menjaga kebudayaan maka NKRI tidak akan terjajah oleh asing,” tutupnya penuh semangat.(Der/Yei)

Pelaksanaan Pemutihan Pajak Hari Pertama Masih Sepi

Poster Pemberitahuan adanya pemutihan pajak. (istimewa)
Poster Pemberitahuan adanya pemutihan pajak. (istimewa)

MALANGVOICE – Pemutihan atau pembebasan biaya balik nama serta pembebasan denda, karena keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor mulai berlaku pada Senin (23/9).

Administrator Pelaksana (Adpel) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Talangagung Kepanjen, Sugito mengantakan, pemutihan pembebasan denda atau pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) di hari pertama saat ini masih sepi.

“Di hari pertama ini animo masyarakat masih kurang. Biasanya nanti memasuki pekan ke dua baru ada peningkatan, seperti tahun kemarin juga sepi, makanya untuk minggu pertama ini kami gunakan untuk sosialisasi,” ungkapnya.

Pelaksanaan pemutihan PKB ini, lanjut Sugito, diberlakukan mulai Senin 23 September 2019 hingga Sabtu, 14 Desember 2019.

“Sekitar 4 bulan ke depan, para pemilik kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 bisa menikmati pembebasan denda pajak atau sanksi administratif keterlambatan pembayaran PKB dan bea balik nama,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Sugito, diimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini. Karena ada fasilitas pembebasan denda, yang diakibatkan telat bayar pajak, dan bebas Biaya Balik Nama (BBN).

“Namun untuk nilai pokok PKB yang terhutang tetap harus dibayarkan, begitu juga biaya administrasi lainnya dalam proses mutasi kendaraan atau lainnya,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Masa Tenang Pilkada, Warga Digegerkan Koran “Malang Makjur”

Bentuk black Campaigne di beberapa media. (Istimewa).

MALANGVOICE – Warga Kabupaten Malang digegerkan dengan munculnya selebaran berupa koran yang berisi membongkar sejumlah kasus Bupati Malang HM Sanusi selama menjabat.

Koran dengan nama “Malang Makjur” itu merangkum berbagai berita yang telah tayang dan seakan ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa selama ini Bupati Malang HM Sanusi telah gagal dalam menjalankan tugasnya termasuk dalam menjaga masalah sosial di masyarakat.

Salah satu isu yang diangkat dalam selebaran tersebut adalah lokalisasi yang kembali dibuka dan beroperasi pada masa HM Sanusi. Padahal, beberapa lokalisasi termasuk di kawasan Girun tegas ditutup pada zaman kepemimpinan Rendra Kresna.

Bahkan, untuk membuktikan lokalisasi di Kabupaten Malang beroperasi, mini koran “Malang Makjur” itu membeberkan beberapa foto sebagai penguat narasi.

Isu lain yang tak kalah menarik adalah sejumlah proyek di Kabupaten Malang yang diduga kuat dimainkan oleh menantu HM Sanusi yakni Ali Ashar. Dengan membeber sejumlah bukti mini koran itu menunjukkan jika menantu HM Sanusi bermain proyek melalui CV Risquna yang dipimpin Ali Ashar. Bahkan, isu menantu Bupati Malang HM Sanusi bermain proyek sempat jadi temuan Malang Corruption Watch (MCW).

Berlanjut ke halaman lainnya, koran berwarna merah itu juga membeberkan adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati Malang HM Sanusi yang menerima Motor Harley Davidson dari salah satu Bank Daerah di Jawa Timur. Dugaan ini menguat karena diberikan bukti pada saat pemberian motor terdapat kepala pimpinan cabang Bank yang dimaksud.

Dalam konteks pemerintahan utamanya pada saat penanganan Covid-19, Koran itu juga mengindikasikan melalui berita jika Bupati Malang HM Sanusi juga kurang tanggap. Bahkan masih menurut koran itu, beberapa kontroversi muncul saat menjawab masalah Covid-19. Salah satunya yakni menggunakan pawang hujan, masyarakat diminta membuat masker dari pakaian dalam, pembagian bantuan yang tanpa phsycal distancing dan paling parah adalah berjoget dangdut bersama tim pemenangan tanpa jaga jarak pada saat launching tim.

Dengan adanya Koran Malang Mak’jur tersebut, membuat Tim Pemenangan SanDi mengambil sikap, lantaran dinilai telah mencemarkan nama baik Paslon SanDi, karena koran tersebut berisikan berita-berita tidak tidak benar dan provokatif.

“Kami (Tim Pemenangan SanDi) akan ambil langkah hukum. PAC dan Ranting telah bersiap untuk melaporkannya,” ungkap Sekretaris Tim Kemenangan SanDi, Darmadi, saat dihubungi, Senin (7/12).

Menurut Darmadi, black Campaigne itu dimunculkan oleh ‘oknum’ provokator yang ingin membuat kisruh jalanya Pilkada Kabupaten Malang.

“Laporan itu akan kami ajukan ke Bawaslu dan Polres Malang,” tegasnya.

Sementara itu, Tim Media Sanusi Center, Zulham Mubarok menjelaskan, dalam menghadapi serangan black Campaigne, dan fitnah, hujatan, makian, membuat Calon Bupati (Cabub) Malang nomor urut 1, HM Sanusi lebih memilih bersabar dan tetap mendoakan kebaikan.

“Beliau memilih sabar, beliau berkata sebagai seorang muslim sikap kita harus berkaca pada akhlaq Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.

Bahkan, lanjut Zulham, beliau perpesan pada semua yang selama ini telah mendukungnya untuk tidak terprovokasi atas adanya ujaran kebencian yang ditujukan pada HM Sanusi.

“Beliau (HM Sanusi) mengimbau atas nama kebaikan, panjenengan semua, baik simpatisan, relawan, maupun tim pendukung saya (Sanusi) untuk tidak terprovokasi dengan beredarnya informasi fitnah yang disebar melalui berbagai cara, baik di sosial media maupun melalui selebaran koran gelap,” jelasnya.

Bahkan, tambah Zulham, HM Sanusi meminta untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan tetap menyebarkan kebaikan, agar dapat dijadikan pendidikan bagi generasi milenial dan rakyat banyak supaya menyudahi perseteruan karena perbedaan dukungan politik. Tetap bersatu untuk kabupaten Malang yang lebih makmur

“Kita perbanyak sholawat dan doa agar pelaku yang gencar menjatuhkan nama baik saya dan keluarga saya diberi hidayah dan sadar bahwa cara-cara hitam dalam upaya meraih sebuah jabatan tidak sebanding dengan persaudaraan dan persatuan warga Kabupaten Malang,” pungkasnya, sembari menirukan tata biacara HM Sanusi.

Kluster Malang Utara Ditengarai Tingkat Kedisiplinan Warga Kurang

PJ Sekda Pemkab Malang, Wahyu Hidayat
PJ Sekda Pemkab Malang, Wahyu Hidayat. (Toski D)

MALANGVOICE – Munculnya kluster Malang Utara, ditengarai adanya perilaku warga yang berada di Kecamatan Singosari, Lawang, dan Karangploso kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Pelaksana Jabatan (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan penambahan jumlah pasien positif Covid-19 disebabkan lantaran ketidakdisiplinan warga di tiga kecamatan tersebut.

“Selama masa transisi New Normal, banyak warga di tiga Kecamatan itu yang tidak disiplin,” ungkapnya, saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Selasa (9/6).

Bahkan, lanjut Wahyu, ketika mereka diberi arahan oleh petugas, banyak yang tidak patuh, dan tidak menggubrisnya

“Mereka diberitau tidak menggubris, dan masih ditemukannya banyak kerumunan di sana,” jelasnya.

Bahkan, tambah Wahyu, disana ada PDP ataupun pasien positif Covid-19 yang masih terpantau mencoba keluar rumah. Untuk itu ini Forkopimda Kabupaten Malang fokus untuk memilih Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di tiga kecamatan itu.

“Dari hasil evaluasi tadi malam dan supaya tidak menyebar lagi. Kami akan fokuskan peraturan physical distancing di sana dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL),” tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Malang terdapat ada 103 total pasien positif terpapar Covid-19, 61 pasien positif Covid-19 tersebut berasal dari tiga kecamatan tersebut.(der)

Selesaikan Penghitungan Suara, Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Unggul

Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko. (Toski D)
Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko. (Toski D)

MALANGVOICE – KPU Kabupaten telah menyelesaikan penghitungan hasil pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018. Hasilnya pasangan nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno unggul dengan meraih 615.959 suara atau 51,33 persen dari pasangan nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang meraih 574.070 suara atau 48,67 persen.

Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko mengatakan pihaknya telah menyelesaikan penghitungan suara dari 1.233.228 suara yang masuk di 4.178 TPS yang ada di Kabupaten Malang.

“Hasil penghitungan ini tidak jauh beda dengan hasil penghitungan cepat yang berdasarkan C1,” ungkap Santoko.

Hasil tersebut, lanjut Santoko, sudah melalui serangkaian rapat pleno, baik di tingkat kecamatan, maupun di KPU yang digelar pada Kamis (5/7) kemarin.

“Rapat pleno ini sifatnya terbuka, ini sebagai bentuk transparansi KPU. Hasil resmi ditetapkan dalam rapat pleno terbuka KPU kabupaten, dan tidak ada kendala,” tandasnya.(Der/Aka)

Direktur RS Prima Husada Tanggapi Tudingan Kapolres Malang

Direktur RS Prima Husada, dr Ahmad Rousdy Noor MMRS, saat berada di Posko Pinere. (Toski D)

MALANGVOICE – Direktur Rumah Sakit (RS) Prima Husada Ahmad Rousdy Noor merespon tudingan Kapolres Malang yang juga sebagai Wakil Ketua Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, AKBP Hendri Umar atas pelayanan RS tersebut dalam penanganan pasien Covid-19 yang diduga telah menjadi klaster baru.

“Saya tidak bisa menjawab, karena tidak mendengar langsung, dan hingga saat ini kami tidak memiliki data soal klaster baru itu,” ungkap pria yang akrab disapa Rousdy, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Sabtu (6/6).

Menurut Rousdy, RS Prima Husada saat ini RS yang meng-cover wilayah Malang utara, dan sudah menangani ratusan pasien Covid-19, sejak ditetapkan sebagai RS rujukan Covid-19 dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Banyak pasien terkonfirmasi positif yang sudah kami tangani, bahkan ada yang rujukan dari Pasuruan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Rousdy, penyebaran Covid-19 ini sangatlah cepat, ada dua yaitu secara droplet (melalui air liur) dan kontak, memang penyebarannya bisa terjadi di mana saja, baik itu di pasar, perkumpulan pengajian, masjid, mal, atau bahkan rumah sakit.

“Ini kan virus baru yang belum ada obatnya, dan penyebarannya sangat cepat, selama masih ada hubungan interaksi manusia dan ada kerumunan orang, maka kemungkinan terjadi penularan tidak akan pernah hilang,” tandasnya.

Sedangkan, berdasarkan pantauan di RS Prima Husada, tampak para karyawan banyak yang melanggar protokol kesehatan, bahkan wastafel untuk cuci tangan terlihat sangat minim sekali.

Sebelumnya, Wakil Ketua Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, AKBP Hendri Umar menyesalkan pelayanan di RS Prima Husada yang dinilai menjadi RS penyebar Covid-19.

Hal itu berdasarkan penelusuran dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, jika ada salah satu RS rujukan yang justru menularkan Covid-19 ke orang lain.(der)