10 December 2022
10 December 2022
20.5 C
Malang
ad space

15 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Malang Selatan, Dua Sempat Kritis

Petugas saat mengevakuasi korban. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).
Petugas saat mengevakuasi korban. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).

MALANGVOICE – Sebanyak 15 wisatawan diterjang derasnya ombak pantai Balekambang, Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (8/2).

Kapolsek Bantur AKP Nuryono mengatakan, kejadian terseretnya belasan pengunjung pantai Balekambang ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, tadi pagi.

”Dalam kejadian tersebut, 13 orang berhasil menyelamatkan diri, dua orang lainnya sempat dinyatakan hilang terseret arus,” ungkapnya.

Kedua wisatawan tersebut, lanjut Nuryono, diketahui bernama Hasan warga Balikpapan, Kalimantan Timur Dan Kiki warga asli Jember.

“Kedua korban datang di Pantai Balekambang dengan 20 temannya. Rombongan mahasiswa dari Kediri tersebut tiba di pantai Balekambang pada Sabtu (8/2) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, dengan mengendarai 3 mobil,” jelasnya.

Setelah itu, tambah Nuryano, sekitar pukul 06.30 WIb, 15 orang memilih untuk bermain air di bibir pantai. Nahas, tidak berselang lama kemudian ombak tinggi menerjang 15 orang mahasiswa tersebut.

“Setelah terjangan ombak itu, mereka baru sadar jika 2 orang temannya hilang, mereka akhirnya melaporkan ke petugas penjaga pantai sebelum akhirnya dilanjutkan ke kepolisian,” terangnya.

Sementara itu, Kasubsi PB PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengatakan, Petugas gabungan dari penjaga pantai, Muspika Kecamatan Bantur, petugas perhutani, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Polsek Bantur, tim SAR, dan dibantu pengunjung serta warga setempat berupaya mencari keberadaan korban yang hilang, dan berhasil menemukan dua orang tersebut, meski dalam keadaan sempat kritis

“Pencarian hingga melibatkan satu unit perahu speed milik nelayan Kondang Merak dikerahkan. Selang waktu sekitar setengah jam kemudian, kedua korban ditemukan tidak jauh dari lokasi korban terseret ombak. Yakni di koordinat S 8°40′ 39″ E112°53’95”,” terang pria yang akrab disapa Mbah Tomo.

Setelah ditemukan, lanjut Mbah Tomo, kedua korban tersebut langsung diberi pertolongan pertama oleh petugas. Namun, untuk memastikan kondisi korban sempat dibawa ke Puskesmas Bantur, dan dilarikan ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang) karena dalam kondisi kritis.

“Saat ini kondisi kedua korban berangsur mulai membaik. Kasusnya saat ini masih ditangani Polairud Polres Malang,” pungkasnya.(Der/Aka)

Hari Sasongko Meninggal Dunia di RSUD Dr Moewardi

Hari Sasongko Semasa Hidupnya. (Toski D)

MALANGVOICE – Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang periode 2009-2014, Hari Sasongko, dinyatakan meninggal dunia, Rabu (18/11).

Hari Sasongko menghembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Moewardi, Kota Surakarta pasca musibah kecelakaan di jalan tol Solo-Ngawi, tepatnya di Sragen saat menuju Yogyakarta, Jumat (13/11) silam.

“Beliau meninggal dunia sekitar pukul 12.30 WIB tadi,” ucap Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang, Darmadi, saat dihubungi, Rabu (18/11).

Pria yang juga sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang menjelaskan, almarhum sempat menjalani perawatan intensif selama 6 hari akibat peristiwa kecelakaan tersebut.

“Sekarang masih mengurus pemulangan jenazah beliau. Saat ini masih proses pemulangan, diperkirakan sore nanti sudah nyampai rumah duka,” jelas sekretaris Tim Kemenangan Malang Makmur ini.

Sebagai informasi, Hari Sansongko berangkat ke Yogyakarta pada malam hari, bersama Hariyanto, dan Amari, dan mengalami kecelakaan di Sragen, Jawa Tengah, sekitar pukul 03.00 WIB. Hariyanto meninggal setelah kecelakaan itu. Diduga kecelakaan akibat sopir mengantuk.

Saat ini jenazah Hari Sasongko dalam perjalanan menuju ke rumah duka yang berada di Desa Tambak Asri, Tajinan.

Hari Sasongko merupakan anggota Fraksi PDIP daerah pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Bululawang, Gondanglegi, Kepanjen, dan Pagelaran.

Jasa Marga Janjikan Hadiah Besar Bagi yang Bisa Menangkap Pelaku Pencoretan Dinding Underpass

Lokasi Dinding Underpass Karanglo yang dicoret Grafiti. (Istimewa/Humas JPM).
Lokasi Dinding Underpass Karanglo yang dicoret Grafiti. (Istimewa/Humas JPM).

MALANGVOICE – Pihak PT PT Jasamarga Pandaan-Malang (JPM) akan berikan hadiah kepada siapa saja yang bisa menangkap pelaku pencoretan didinding Underpass Karanglo.

“Kepada siapa saja yang bisa menangkap Pelaku, Direktur Utama PT JPM akan memberikan hadiah,” ungkap Humas JPM Agus Tri Antyo, pada awak media, Sabtu (14/9).

Menurut Agus, pihaknya sangat menyesalkan adanya kejadian vandalisme yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini.

“Kami sangat menyesalkan atas kejadian itu. Untuk itu, pihak derksi PT JPM menyiapkan hadiah untuk siapa saja yang bisa menangkap pelaku. Jumlahnya masih belum bisa di pastikan,” ungkapnya.

Karena, lanjut Agus, aksi vandalisme yang dilakukan di Underpass Karanglo ini sangat mencoreng citra Malang Raya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penghapusan coretan grafiti tersebut.

“Kami masih berkoordinasi dengan PT. PP selaku kontraktor yang mengerjakan proyek Underpass. Untuk segera melakukan penghapusan coretan di dinding Underpass Karanglo tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Agus, pihaknya meminta pada pelaku vandalisme untuk segera segera menyerah diri dan bertanggung jawab atas aksi yang telah dilakukan.

“Siapapun yang berbuat, harus bertanggung jawab jangan sampai ditangkap oleh Polisi. Karena pengrusakan barang negara ini hukumannya berat,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Kapolres Malang Sesalkan Pelayanan RS Prima Husada Dalam Penanganan Pasien Covid-19

AKBP Hendri Umar
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Toski)

MALANGVOICE – Kapolres Malang yang juga sebagai Wakil Ketua Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, AKBP Hendri Umar menyesalkan pelayanan di salah satu Rumah Sakit rujukan bagi pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang, lantaran ditengarai menjadi tempat penularan Covid-19 ke orang lain.

“Berdasarkan penelusuran dari Tim Satgas Covid-19, ada salah satu RS rujukan yang justru menularkan Covid-19 ke orang lain,” ungkap Hendri, saat ditemui, Selasa (2/6).

Menurut Hendri, sudah ada beberapa pasien positif covid-19 di Kabupaten Malang yang disebabkan karena tertular saat beraktivitas di sekitar salah satu rumah sakit rujukan yang berada di Raya Mondoroko, Singosari (RS Prima Husada, red).

”Di RS itu (Prima Husada, red), pasiennya yang sebenernya sehat dan akhirnya tertular covid-19. Nah itu kalau tidak salah, hasil tracking dari tim kesehatan ada berapa orang yang tertularnya dari RS itu,” jelasnya.

Jika berdasarkan hasil tracking yang diperoleh, lanjut Hendri, dari 15 pasien positif covid-19, sebanyak 8 diantaranya dinyatakan positif corona setelah memiliki riwayat berkunjung ke RS Prima Husada.

“Wajar saja dia (pasien covid-19) ketularannya disitu (RS Prima Husada), sebab di sana rumah sakitnya kecil. Selain itu ruang perawatannya juga tidak banyak. Saya sudah menyarankan di evaluasi terakhir itu ke Bupati Malang, kalau bisa dipindah Rumah Sakit rujukannya. Jadi Prima Husada tidak usah dibuat rujukan lagi,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Malang HM Sanusi, mengaku untuk memberikan rujukan RS dalam penanganan Covid-19 merupakan kewenangan pemerintah pusat.

”Saat ini Prima Husada masih ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan covid-19, karena yang nunjuk Gubernur (Jatim) bukan pemerintah Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Sanusi, selain RS Prima Husada, di Kabupaten Malang masih ada 4 rumah sakit lain yang juga ditunjuk sebagai rujukan bagi pasien covid-19, antara lain RSUD Kanjuruhan, RSI Gondanglegi, Wava Husada, dan RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

”Kita fokuskan yang di Kepanjen (RSUD Kanjuruhan) dan Rusunawa. Makanya tadi semua ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Dinkes (Kabupaten Malang) serta pihak Rumah Sakit, saya instruksikan untuk mebenahai safe house (Rusunawa ASN),” tukasnya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Malang saat ini sudah tercatat ada 85 kasus pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19, dari jumlah tersebut, ada 28 orang dinyatakan sembuh sedangkan 14 sisanya dinyatakan meninggal dunia.(der)

Alumni Lirboyo, Ploso dan Sidogiri Nyatakan Sikap Santri Milih Bu Nyai

Alumni santri dukung Bu Nyai. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pasangan LADUB (Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono) terus mendapat dukungan dari Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri untuk memenangkan Pilbup Malang.

Alumni dari tiga pondok pesantren menyatakan dukungannya kepada Pasangan LADUB melalui deklarasi di Rumah Pribadi Ketua Tim Pemenangan Pasangan LADUB, Ir H Kholiq di Bantur, Jumat (20/11).

Dalam deklarasi ini, dihadiri dari Keluarga Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Mu’id Shohib. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pemenangan Pasangan LADUB Ir H Kholiq dan para alumni pondok pesantren.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdul Mu’id Shohib mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh pemenangan Pasangan LADUB di Pilbup Malang. Pihaknya menggaungkan tagline “Santri Nderek Kiai, Santri Milih Bu Nyai”

“Hari ini para alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri berkumpul untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pasangan LADUB di Pilbup Malang,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, para alumni tersebut terus melakukan konsolidasi dan penguatan untuk terus memenangkan Pasangan LADUB nomor urut 2.

“Tentunya kami ingin kemenangan tebal bagi Pasangan LADUB. Maka dari itu, kami terus bergerak mengenalkan Bu Nyai dan Pak Didik, ini bagian dari gerakan jihad politik menangkan Bu Nyai” jelasnya.

Menurut Gus Muid sapaan akrabnya, semua segmen akan digarap. “Kami terus melakukan komunikasi dengan para alumni, melalui grup WhatsApp, door to door dan sebagainya,” tuturnya.

Gus Muid menyebutkan, Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso dan Sidogiri akan terus mengenalkan Pasangan LADUB kepada masyarakat agar elektabilitas semakin naik. Ia sangat optimis pasangan LADUB bisa memenangkan Pilkada Kabupaten Malang 2020.(der)

Santri Sindir Zaman Millenial Lewat Puisi

KH. Abdullah Syam , Pendiri Pesantren Rakyat saat menyampaikan orasi budaya. (istimewa)

MALANGVOICEAku terseret-seret zaman millennial
Telpon pintarku tiada henti merantai tangan
Hangat kebersamaan mendadak sunyi
Ramai-ramai kita menunduk pada layar
Gelombang kata-kata tanpa makna
membludak dari mulut cuma-cuma
Pendapat berhamburan tanpa nalar
Budaya tak menghidupkan jiwa
Anak muda mengkritik tanpa membaca
Guru berteori tanpa menginjak bumi
Tren menjadi konsumsi sehari-hari
Arus menggerus akar tradisi
Hidup tak berguna tak apa asal kaya
Kekayaan maha segala-galanya
Kekayaan menjadi puncak cita-cita
Kekayaan harkat dan martabat manusia.

Kalimat di atas merupakan penggalan bait puisi yang membetot perhatian karya Yasin Arif, Pendiri Sabda Perubahan. Puisi yang dibacakan penuh dengan penghayatan ini berjudul Zaman Terkutuk. Karya itu dibacakan dalam gelaran bertajuk Lingsir Wengi di Pesantren Al Amin, Sukosari, Kabupaten Malang, Jum’at malam (27/10) lalu.

Selain pembacaan puisi, agenda bertemakan Nracak Jejak Wali atau menapaki jejak Wali ini juga diisi berbagai kegiatan, tidak hanya kesenian. Salah satunya Orasi Budaya dari KH. Abdullah Syam, pendiri Pesantren Rakyat. Dalam orasi budayanya, dia lebih banyak menyinggung pentingnya menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Selama anak -anak muda menjaga kebudayaan maka NKRI tidak akan terjajah oleh asing,” tutupnya penuh semangat.(Der/Yei)

Malang Jejeg Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

Kpu
Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini. (Toski D)

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menyatakan Malang Jejeg yang mengusung bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono (Sam HC)-Gunadi Handoko dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 mendatang.

Hal ini diketahui usai rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual dukungan perbaikan Bapaslon dari jalur perseorangan atau independen yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, Jumat (21/8).

Dalam rapat pleno yang berjalan alot tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB, dan baru dapat diumumkan sekitar pukul 23.30 WIB, lantaran diwarnai dengan 5 kali skorsing.

Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini mengatakan, Bapaslon dari jalur perseorangan atau independen ini dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mendaftar.

“Dari hasil rekapnya yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 115 ribu sekian. Karena tidak memenuhi syarat minimal dukungan yang sebanyak 129.796, maka bakal calon perseorangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko, tidak memenuhi syarat,” ucap Anis, saat ditemui usai rapat pleno, Jumat (21/8).

Akan tetapi, lanjut Anis, dengan hasil tersebut Malang Jejeg tidak menerima keputusan tersebut, mereka dapat menempuh jalur hukum.

“Ini hasil rekap tapi hasil belum selesai bagi mereka. Mereka bisa menggunakan hak-nya untuk mengajukan sengketa, dan prosesnya bisa dilakukan, atau ditujukan ke Bawaslu,” pungkasnya.(der)

Akhir Tahun, Tempat Wisata di Kabupaten Malang Ditutup

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menutup tempat wisata saat mulai tanggal 30 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, penutupan itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

“Penutupan ini dikarenakan tempat wisata berpotensi terjadi kerumunan wisatawan membeludak. Penutupan itu instruksi Mendagri (Menteri dalam negeri) tidak terjadi kerumunan melebihi 50 orang,” ungkapnya usai mengikuti rapat koordinasi jelang Nataru tahun 2021 bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (21/12).

Penutupan tempat wisata tersebut, lanjut Sanusi, akan segera disosialisasikan ke pengelola wisata dan segera dibuat surat edarannya.

“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang membuat surat edaran untuk penutupan itu,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan penutupan tersebut diharapkan semua pengelola wisata dapat memahaminya.

“Itu (Penutupan) sebagai antisipasi keramaian di tengah pandemi Covid-19. Karena Kabupaten Malang saat ini masih zona orange,” tandasnya.(der)

Pelaksanaan Pemutihan Pajak Hari Pertama Masih Sepi

Poster Pemberitahuan adanya pemutihan pajak. (istimewa)
Poster Pemberitahuan adanya pemutihan pajak. (istimewa)

MALANGVOICE – Pemutihan atau pembebasan biaya balik nama serta pembebasan denda, karena keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor mulai berlaku pada Senin (23/9).

Administrator Pelaksana (Adpel) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Talangagung Kepanjen, Sugito mengantakan, pemutihan pembebasan denda atau pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) di hari pertama saat ini masih sepi.

“Di hari pertama ini animo masyarakat masih kurang. Biasanya nanti memasuki pekan ke dua baru ada peningkatan, seperti tahun kemarin juga sepi, makanya untuk minggu pertama ini kami gunakan untuk sosialisasi,” ungkapnya.

Pelaksanaan pemutihan PKB ini, lanjut Sugito, diberlakukan mulai Senin 23 September 2019 hingga Sabtu, 14 Desember 2019.

“Sekitar 4 bulan ke depan, para pemilik kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 bisa menikmati pembebasan denda pajak atau sanksi administratif keterlambatan pembayaran PKB dan bea balik nama,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Sugito, diimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini. Karena ada fasilitas pembebasan denda, yang diakibatkan telat bayar pajak, dan bebas Biaya Balik Nama (BBN).

“Namun untuk nilai pokok PKB yang terhutang tetap harus dibayarkan, begitu juga biaya administrasi lainnya dalam proses mutasi kendaraan atau lainnya,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Tergiur Penghasilan Lebih, Petani di Kabupaten Malang Mulai Beralih Tanam Porang

Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, MSi. (Toski D)

MALANGVOICE – Para petani di Kabupaten Malang, saat ini mulai beralih budidaya menanam porang. Hal itu dikarenakan porang dinilai memiliki nilai ekonomis yang tinggi tapi perawatannya mudah dibanding komoditi lain.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Budiar mengatakan, saat ini para petani di Kabupaten Malang mulai beralih menanam porang karena memiliki harga jual yang tinggi atau mahal, dan perawatannya terbilang cukup mudah.

“Banyak yang mulai beralih tanam porang, saat ini sudah ada Kecamatan Bantur dan Ngantang,” ucap Budiar, kepada Mvoice, Sabtu (26/2).

Budiar menjelaskan, selain dua Kecamatan tersebut, para petani di Kecamatan Ngajum juga mulai budidaya tanaman porang. Diketahui harga perkilo tanaman porang mencapai Rp9-10 ribu.

“Perani di Kecamatan Ngajum mulai tertarik menanam porang, mereka menilai porang memiliki potensi tinggi untuk mengubah perekonomian mereka,” jelasnya.

Menurut Budiar, sebenarnya di wilayah Kabupaten Malang memiliki potensi tanaman pangan, dan tanaman Hortikultura (Sayuran dan Buah-buahan).

“Kabupaten Malang ini termasuk salah satu daerah penopang lumbung padi, dan Hortikultura, untuk komoditi porang mulai diminati,” tutupnya.(der)