Penambahan Positif Covid-19 Berasal dari Malang Utara

Komandan Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, Letkol Inf Ferry Muzawwad, bersama PJ Sekda Pemkab Malang, Wahyu Hidayat, dan Wadan satgas New Normal Life saat ditemui usai rapat evaluasi New Normal Life. (Toski D)

MALANGVOICE – Dalam masa transisi new normal life, jumlah pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Malang terus bertambah.

Berdasarkan data dari laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur per tanggal 9 Juni 2020, di Kabupaten Malang jumlah total pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 ada 109 kasus.

Dari jumlah tersebut, mayoritas disumbang dari dua Kecamatan, yakni Singosari dan Lawang. Bahkan, jumlah 109 kasus tersebut meningkat dari sebelumnya.

Sebelumnya, Selasa (9/6) pagi jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang ada 103 kasus, dan di malam harinya bertambah 6 orang yang berasal dari kluster Malang Utara.

Komandan Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, Letkol Inf Ferry Muzawwad mengatakan, saat ini dirinya terus berupaya meminimalisir jumlah penyebaran dengan lebih sigap melacak muasal pasien bisa terinfeksi Covid-19.

“Ini perlunya kami tracking. Tracking (pasien positid Covid-19) mengarah kemana, kita kendalikan penyebaran ini supaya tidak semakin masif,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu ini, saat ditemui usai rapat evaluasi di ruang Anusopati, kompleks Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Rabu (10/6) dini hari.

Sementara itu, Wakil Komandan (Wadan) Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, yang juga menjabat sebagai Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menyebutkan, penambahan Pasien Positif Covid-19 ini semuanya berasal dari wilayah Malang Utara.

“Malam ini bertambah 6, jadi totalnya ada 109 kasus. 6 orang itu semuanya dari Singosari dan Lawang,” tandasnya.

Sebegai informasi, sebelumnya Pemkab Malang bersama Satgas New Normal Life akan memfokuskan untuk menegakkan protokol kesehatan di Klaster Malang Utara, yakni Kecamatan Singosari dan Lawang.

Sementara itu, untuk Pasar Lawang juga menjadi attensi. Kabarnya Muspika Kecamatan Lawang telah bersepakat dengan Paguyuban Pedagang Pasar Lawang untuk tutup sementara jika memang terdapat pasien positif Covid-19 dari 26 pedagang yang mendapat hasil reaktif saat rapid test 4 Juni kemarin.

BNN Kota Malang

Empat Partai Dikabarkan Bakal Berkoalisi ke PDI Perjuangan di Pilbup Kabupaten Malang

Didik Gatot
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. (Toski D)

MALANGVOICE – Empat partai dikabarkan bakal berlabuh ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk ikut memenangkan pasangan Sanusi-Didik (Sandi) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang.

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, saat ini sudah ada empat partai yang akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

“Ada empat partai besar yang akan berkoalisi dengan PDI. Saat ini kami sedang komunikasi intensif dengan keempatnya,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu (14/6).

Akan tetapi, ketika ditanya soal partai apa, Didik enggan menjawab secara gamblang nama-nama partai yang akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dalam Pilkada Kabupaten Malang yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Pokoknya empat partai, sementara itu saja ya,” tegasnya.

Bahkan, ketika awak media berusaha memancing partai dengan lambang apa, Didik hanya memberikan klue berupa warna partai itu, yakni hijau, kuning, dan biru.

“Ya ada hijau, kuning, biru, dan abu-abu juga ada,” jelasnya.

Namun, Didik menjelaskan jika koalisi PDI Perjuangan dengan keempat partai itu akan diumumkannya dalam waktu dekat.

“Ya di minggu-minggu ini lah secepatnya,” tukasnya.(der)

BNN Kota Malang

Kantornya Diobok-Obok KPK, Rendra: Doakan Saya Selamat

Bupati Malang, Rendra Kresna saat memberikan keterangan pada awak media. (Toski D)

MALANGVOICE – Tim Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di kantor Bupati Malang, Pendopo Agung Kabupaten, Jalan Agus Salim, Kota Malang, Senin (8/10).

Bupati Malang, Rendra Kresna mengaku siap dan kooperatif jika dirinya dipanggil KPK untuk diperiksa.

“Sampai saat ini saya belum dipanggil KPK. Setelah ini pasti saya akan dipanggil, ya diperiksa,” katanya.

Rendra meminta doa kepada masyarakat jika memang dirinya nanti terpaksa harus diperiksa KPK untuk pendalaman kasus.

“Ya doakan biar selamat saja ya,” tegasnya.

Baca Juga:Rendra Kresna: Tim KPK Bawa Beberapa Barang Bukti

Dalam penggeledahan tersebut, tambah Rendra, sejumlah dokumen dibawa tim penyidik KPK. Dokumen itu antara lain, berupa surat pengaduan terkait anggaran kampanye saat ia maju kembali sebagai Calon Bupati Malang pada periode kedua.

Selain itu, juga ada pengaduan berkaitan dengan kasus korupsi. Namun, ia mengaku aduan itu melibatkan jajaran di bawahnya.

“Ada dokumen kepegawaian, ada beberapa surat pegaduan dari masyarakat tentang tagihan biaya kampanye waktu periode kedua itu, yang sempat ramai beberapa tahun lalu itu,” ujarnya.

Akan tetapi, Rendra Kresna tidak merespon aduan itu, karena ia tidak pernah melakukan kerjasama atau keterikatan dengan pihak lain soal dana kampanye. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Klaster Malang Utara Dominasi Huni Rusunawa ASN

Rusunawa ASN
Suasana Rusunawa ASN. (Istimewa)

MALANGVOICE – Rumah Susun Bersewa Aparatur Sipil Negara (Rusunawa ASN) Kabupaten Malang saat ini dihuni mayoritas warga Kecamatan Singosari dan Lawang.

Rusunawa yang berada di area kompleks Blok Office Kepanjen kini sementara diperuntukkan sebagai tempat karantina Pasien positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo mengatakan, Rusunawa ASN atau safe house yang digunakan untuk karantina para pasien Covid-19, dan saat ini dihuni 28 orang pasien.

“Di sana ada 28 orang yang dirawat, 26 orang positif, 2 orang reaktif, yang 26 orang itu semuanya dari Singosari dan Lawang,” ucapnya, Rabu (10/6).

Menurut Arbani, semua pasien tersebut saat ini dalam keadaan baik dan sehat. Mereka semua mengikuti program-program yang dianjurkan di Rusunawa ASN tersebut.

“Mereka dalam keadaan sehat semua. Mereka tetap melakukan berjemur dan senam bareng. Disana juga kami sediakan TV dan Wi-fi biar tidak stress dan terhibur di kamar,” terangnya.

Untuk pasien yang masih berstatus reaktif, lanjut Arbani, saat hanya ada dua orang yang berasal dari wilayah Kecamatan Kepanjen.

“Mereka kami pisahkan dengan pasien positif. Tempat isolasinya juga kami pisah, tapi masih di Rusunawa ASN itu,” tandasnya.

BNN Kota Malang

Pimpinan Sat-Reskrim Polres Malang Diganti Lulusan Akpol Terbaik 2009

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, saat memimpin Sertijab Kasat Reskrim. (Istimewa/Humas).
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, saat memimpin Sertijab Kasat Reskrim. (Istimewa/Humas).

MALANGVOICE – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang menggelar serah terima jabatan. AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Malang, menggantikan AKP Adrian Wimbarda, yang menduduki jabatan Kasat Reskrim Polres Pasuruan.

Acara serah terima jabatan ini digelar di gedung Sanika Satyawada Polres Malang, yang dipimpin langsung Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (28/10).

Mutasi ini sendiri berdasarkan berdasarkan surat telegram Kapolda Jatim Nomor : ST/2167/X/KEP./2019, tanggal 9-10-2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan atau mutasi pada jajaran Polda Jatim.

“Pengganti AKP Adrian Wimbarda, yaitu AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. Beliau sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Gresik,” ungkap Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Adrian sendiri telah menjabat Kasat Reskrim Polres Malang sejak Januari 2018. Saat itu, Adrian menggantikan AKP Azi Pratas Guspitu.

Selama menjabat Kasat Reskrim Polres Malang, lanjut Ainun, AKP Adrian Wimbarda, berhasil memecahkan berbagai kasus. Perkara terakhir yang ditangani Adrian dan cukup menyita perhatian masyarakat adalah pembunuhan begal oleh seorang remaja di Kecamatan Gondanglegi.

“Seelain itu, perkara pencurian kendaraan bermotor yang selama ini menjadi perhatian Kapolres Malang juga lumayan berhasil ditekan oleh Adrian serta jajarannya,” jelasnya.

Sementara itu, tambah Ainun, pengganti Adrian, yaitu Tiksnarto juga memiliki karir yang terbilang cukup moncer. Tiksnarto merupakan taruna terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2009.

“Sebelum menjabat Kasat Reskrim Polres Gresik, beliau terlebih dahulu menempati posisi Kaurpamwal Spripim Polda Jatim,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Satu Warga Dau Meninggal Dunia Positif Virus Corona, Tim Dinkes Lakukan Pemantauan

MALANGVOICE – Salah satu warga Dau yang meninggal dunia dinyatakan positif mengidap virus corona atau Covid-19.

“Orang suspect Corona warga Dau, yang telah meninggal dunia itu ternyata positif corona, tadi pagi kabar kepastiannya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo, saat dihubungi, Rabu (18/3).

Menurut Arbani, berdasarkan pengumpulan data dari korban (spesimen, red) sebelum meninggal dunia, ternyata korban tersebut positif terpapar Covid-19.

“Korban meninggal dunia pada Sabtu (14/3) kemarin, spesimennya baru turun tadi pagi dan positif terpapar,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Arbani, saat ini dirinya bersama Muspika Dau terus melakukan pantauan terhadap keluarga korban Covid-19 tersebut.

“Keluarganya kami karantina rumah, mereka berinteraksi sama siapa saja masih kami pantau. Tim medis Puskesmas Dau kami siagakan,” ulasnya.

Sedangkan, jika berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Jawa Timur pada Selasa (17/) kemarin, disebutkan bahwa ada dua pasien di Malang yang positif terjangkit Covid-19. Satu di Kota Malang dan satunya di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Keterangan resmi dari Kemenkes RI tersebut juga dapat diakses oleh publik melalui website resmi di https://infeksiemerging.kemkes.go.id.

BNN Kota Malang

Suara Pesawat Tempur Melintas Rendah di Langit, Hebohkan Warga Malang

Ilustrasi Pesawat Sukhoi (Wiki)

MALANGVOICE – Masyarakat di sekitar Kota Malang, sempat dikagetkan dengan adanya suara pesawat tempur yang terbang begitu rendah, Kamis (27/6) sekitar pukul 14.27 WIB.

Riski Wijaya, warga Jalan Hamid Rusdi, Kota Malang, yang saat itu berada di area Pendopo Agung Kabupaten Malang mengaku kaget dengan adanya suara mesin pesawat di atas langit.

“Pesawat tempur tersebut terbang rendah sehingga suaranya terdengar begitu jelas. Pesawat tersebut terdengar hilir mudik sekitar tiga kali,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh Letkol (Sus) Dodo Agusprio membenarkan adanya hal itu. Ia menjelaskan bahwa pesawat itu berjenis Jenis Sukhoi SU 27/30. Pesawat tempur tersebut merupakan pesawat dimiliki Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pesawat itu Sukhoi SU 27/30. Mereka tadi melakukan manuver/fly pass, ketika sertijab Dan Skadron Udara 32. Sehingga terbang rendah,” ungkapnya.

Pesawat tempur jenis Sukhoi tersebut, lanjut Dodo, usai menggelar latihan tempur di kawasan Pandanwangi, Kabupaten Lumajang. Makanya mereka terbang rendah.

“Kota Malang ini merupakan jalur naik turun pesawat. Pesawat Sukhoi tersebut kembali ke pangkalan (Lanud Abdulrachman Saleh) setelah melaksanakan latihan di Pandanwangi, Kabupaten Lumajang,” jelasnya.

Dodo mengimbau kepada masyarakat Malang Raya supaya tidak perlu takut, apalagi dalam sepekan terakhir, suara pesawat tempur bakal terdengar di atas langit Malang Raya.

“Suara gemuruh itu berasal dari dua jenis pesawat tempur milik dua pangkalan udara yang saat ini berbeda di Lanud Abdulrachman Saleh. Mereka kemarin latihan bersama oleh dua pangkalan yang berbeda. Yang menghadirkan Hawk dan Sukhoi. Kini pesawat Hawk milik Lanud Supadio sudah bergeser ke Madiun,” tandasnya.

Perlu diketahui, dua pesawat tempur tersebut yakni pesawat Hawk 100/200 milik Skadron Udara I Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Pesawat dan kru pesawat tempur taktis ini hadir di Malang sejak pertengahan Juni 2019 usai masa cuti Lebaran. Kedatangan Hawk adalah untuk melaksanakan latihan pengeboman di Air Shooting Range (ASR) Pandanwangi, Lumajang.

Sementara pesawat kedua adalah jet tempur Sukhoi Su-27/30 dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat tempur strategis ini tiba di Malang pada Jumat, (21/6). Kedatangan Su-27/30 di Lanud Abdulrachman Saleh dalam rangka mendukung pelaksanaan Latihan Puncak TNI AU ‘Angkasa Yudha’ pada Juli 2019 mendatang.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Polisi Tak Tahan Pemuda yang Bunuh Begal di Ladang Tebu

ZA saat digelandang di Satreskrim Polres Malang. (Toski D).
ZA saat digelandang di Satreskrim Polres Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung pastikan tidak menahan korban pembegalan sekaligus penusuk begal yang terjadi pada Minggu (8/9) malam di belakang rumah Plt Bupati Malang HM Sanusi.

“Saya sudah putuskan untuk tidak menahan ZA yang masih berstatus pelajar, demi masa depannya. Selain itu juga pertimbangan alasan pembelaan diri dalam melakukan perbuatannya,” ungkap Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Meski tak ditahan, namun, ZA tetap harus menjalani wajib lapor yang waktunya akan diatur di luar jam sekolahnya.

“Kasus ini saya pantau langsung. ZA kami kenakan wajib lapor, untuk jadwalnya kami atur sedemikian rupa agar tidak menganggu sekolahnya,” jelasnya.

Menurut Yade, pihaknya memahami motif tersangka ZA yang terpaksa melakukan penikaman yang menyebabkan matinya orang untuk membela diri dan kehormatan pacarnya. Namun perlu diingat dan diketahui bahwa sesuai undang-undang, yang berwenang untuk memutuskan perbuatannya masuk kategori pembelaan diri atau noodweer sebagaimana dalam pasal 49 KUHP adalah HAKIM (bukan penyidik Polri).

“Pembelaan diri ini ada syarat-syaratnya. Antara lain ada serangan lebih dulu dari korban. Proporsional antara serangan dan pembelaan diri. Serta non subtitusi, artinya tidak ada pilihan lain saat peristiwa terjadi, misalnya dibunuh atau membunuh. Dan itu nanti Hakim yang akan mempertimbangkan,” ulasnya.

Akan tetapi, lanjut Yade, sesuai dengan kewenangannya polisi hanya bisa melakukan proses penyidikan dan memberkas perbuatan materiil dalam perkara ini dan alat-alat buktinya. Hanya saja, tentu dengan memasukkan fakta-fakta sesuai cerita tersangka dan saksi-saksu di tempat kejadian perkara (TKP) sebagaimana latar belakang diatas.

“Berdasarkan isi berkas perkara yang disajikan penyidik, hakim di pengadilan nanti yang akan memutus apakah perbuatan tersangka masuk kategori pasal 49 KUHP yang merupakan alasan pembenar sehingga bisa saja tersangka dibebaskan oleh Hakim. Jadi kewenangan penuh untuk memutus bersalah apa tidak ada di hakim, kami hanya melakukan penyidikan,” bebernya.

Untuk itu, tambah Yade, penyidik Polres Malang hanya dapat menerapkan diskresi tidak melakukan penahanan berdasarkan pertimbangan kronologis cerita dan alasan subjektif lainnya. Semoga penanganan perkara ini tidak menjadi polemik karena pada prinsipnya penyidik adalah praktisi hukum yang hanya bisa melakukan semua tindakan sesuai hukum yang ada dalam hal ini KUHP dan KUHAP.

“Sementara hanya dikenakan wajib lapor di luar jam sekolah. Sementara untuk 2 orang teman dari begal yang meninggal sudah ditangkap dan kita tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Mendikbud Muhadjir Soal Pelajar Bunuh Begal: Contoh yang Baik

Mendikbud Muhadjir Effendy. (Aziz Ramadani MVoice)
Mendikbud Muhadjir Effendy. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Polisi memang telah menetapkan status tersangka kepada ZA (17) pelajar asal Gondanglegi Kabupaten Malang yang menikam begal hingga tewas. Namun, aksi heroiknya tetap banjir apresiasi, termasuk dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Muhadjir mengatakan, aksi pelajar ZA patut dicontoh karena memiliki sikap yang bertanggungjawab.

“Saya kira bagus, contoh yang baik, menjadi orang yang punya tanggung jawab,” kata Muhadjir, Sabtu (14/9).

Namun, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini enggan berkomentar banyak tentang proses hukum yang sedang didalami penyidik Polres Malang tersebut.

“Kalau yang jadi meninggal itu urusan polisi, saya ndak mau berkomentar,” tutupnya.

Seperti diberitakan, pelajar ZA menikam Misnan (35) pelaku begal hingga tewas. Lantaran selain membegal harta bendanya, pelaku juga hendak memperkosa pacarnya. ZA memutuskan membela diri bermodalkan sebilah pisau yang disimpan di dalam jok sepeda motor miliknya.

Polisi kemudian berhasil mengamankan ZA, esoknya. Namun, tidak berselang lama, ZA dilepaskan polisi dengan alasan masih bersekolah alias mendapatkan diskresi kepolisian. Namun ZA tetap berstatus tersangka dengan jeratan pasal 351 KUHP dan wajib lapor.

Disaat bersamaan, polisi turut mengamankan dua orang begal yang menemani Misnan beraksi, Ahmad (22) dan Rozikin (41) warga Gondanglegi Kabupaten Malang Jawa Timur. Sedangkan satu orang begal lainnya masih dalam pengejaran alias DPO. Total ada empat tersangka begal dalam kasus ini. (Hmz/Ulm)

BNN Kota Malang

Nadia Reka Ulang 23 Adegan Pembunuhan di Ngliyep

Pelaku memperagakan kronologi Pembunuhan. (Istimewa)
Pelaku memperagakan kronologi Pembunuhan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Polres Malang menggelar rekontruksi pembunuhan di Dusun Ngilyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, dengan tersangka Nadia Fegi Madona (18) warga Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Dalam rekontruksi pembunuhan tersebut, ada 23 adegan yang diperagakan oleh pelaku, untuk menjelaskan kronologi pembunuhan yang menewaskan Fena Selinda Rahmawati (16) warga Dusun Mentaraman, Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo.

Pelaku Dengan lancar menceritakan dan memperagakan bagaimana awal mula kejadian tragis yang terjadi di hutan kawasan Pantai Ngliyep, pada Jumat (29/12/2017) silam.

Menariknya pisau yang digunakan pelaku untuk menewaskan korban ternyata diambil dari rumah korban oleh korban sendiri, yang kemudian ditaruh di jok sepeda motor Honda Beat N 6823 IW milik pelaku.

Menurut pelaku, pisau tersebut rencananya hendak digunakan untuk mencari buah markisa. Dalam rekontruksi tersebut juga memperlihatkan, ternyata sebelum pelaku menghabisi nyawa korban, korban terlebih dahulu mengajak cekcok dan mengancam korban dengan pisau. Bahkan digambarkan korban sempat menaiki tubuh pelaku dan mencekiknya.

Menurut Nadia dirinya pun akhirnya melawan tindakan korban yang akhirnya mendorong korban dengan kedua kakinya sehinga korban terjatuh. Setelah itu pelaku sempat bersandar di pohon pisang, kemudian korban hendak melempar batu ke pelaku.

Merasa terancam, pelaku akhirnya mengambil pisau yang sempat terlepas dan terlempar. Dengan dua kali sabetan, yang mengenai tangan dan leher korban, Fena pun akhirnya meregang nyawa.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP. Adrian Wimbadra, menyampaikan bahwa dalam rekontruksi ini pelaku membunuh korban karena upaya membela diri.

“Awalnya mereka memang sudah ada perselisihan paham, yang akhirnya berlanjut pada cekcok dan perkelahian, sampai akhirnya pelaku menghilangkan nyawa korban,” jelas Adrian.

Menurut Adrian, kejadian ini ada upaya provokasi dari korban terhadap pelaku, sehinga pelaku akhirnya bertindak seperti itu.

“Dari hasil rekontruksi, pelaku memang membela diri,” ujar Adrian.

Terlepas dari motif pelaku menghabisi korban, Polisi menjerat Nadia Fegi Madona, dengan Pasal 338 KUHP yang ancaman pidananya paling lama 18 tahun kurungan penjara.(Der/Ery)

BNN Kota Malang