Demi Upah Rp 600 Ribu, Petani Nekat Edarkan Sabu-Sabu

Muliyasin (tengah) tersangka beserta barang bukti narkoba saat dirilis Satreskoba Polres Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Jajaran Satreskoba Polres Malang berhasil meringkus Mulyasin (35) warga Ngingit, Tumpang, lantaran kedapatan hendak mengedarkan narkotika jenis sabu dan inex.

KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi mengatakan, tersangka ini berhasil ditangkap di sekitar SPBU Jalan Raya Perusahaan, Singosari, pada Jumat (22/3) lalu.

“Kami berhasil tangkap tersangka ini berkat adanya informasi dari masyarakat yang langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Tersangka ini, lanjut Suryadi, ditangkap sesaat sebelum melakukan transaksi. Pria yang sehari-hari mengaku bekerja sebagai petani itu ditangkap petugas bersama barang bukti berupa 3 poket sabu seberat 4 gram, 520 butir inex hijau, 380 butir inex merah, dan seperangkat alat hisap sabu serta satu unit smartphone.

“Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari berinisial M di Kota Malang,” jelasnya.

Kasus ini, tambah Suryadi, saat ini masih terus dilakukan pengembangan untuk memburu pemasok barang haram tersebut. Sementara tersangka Mulyasin mengaku baru sekali ini terlibat peredaran narkotika.

“Cuma sekali ini. Saya cuma disuruh ambil barang di Singosari, gak tau barang dari mana. Disuruh teman, diberi komisi Rp 600 ribu,” jelas Mulyasin.

Akibat perbuatannya ini, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.(Der/Aka)

Global Qurban hadirkan Kurban untuk Pengungsi Banjir Luwu Utara

Bantuan kurban ACT. (istimewa)

MALANGVOICE – Senin, 13 Juli 2020 lalu menjadi memori yang tak akan bisa dilupakan oleh warga Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Banjir Bandang malam itu membawa material lumpur, dan pohon-pohon akibat longsor di pegunungan yang terjadi sebelumnya. Kini, lumpur setebal lebih dari 2 meter yang mengubur permukiman penduduk dan memaksa ribuan keluarga mengungsi meninggalkan harta bendanya.

Di saat para relawan tengah melakukan proses rescue, mereka mendapati seekor sapi sedang terkulai lemas sendirian. Tak ada apapun atau siapapun disekelilingnya. Ia terlihat kelaparan dan kehausan. Dengan cepat tim relawan pun mencoba memberikan sapi tersebut minum dan makan, juga mencoba untuk membuatnya berdiri namun tak bisa. Sapi tersebut patah kaki, dan keadaannya sangat mengkhawatirkan.

Bertepatan dengan momen qurban, rasanya sedih jika kita tersadar bahwa mungkin tak hanya 1, tapi banyak hewan ternak lain yang ikut menjadi korban kuatnya arus banjir bandang ini. Sementara itu, saudara-saudara kita di pengungsian mungkin tak bisa membayangkan bagaimana sulitnya Hari Raya Iduladha di tengah pengungsian.

Merespon kondisi tersebut, tepat di hari Lebaran Kurban 1441 Hijriah nanti, Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (ACT akan hadir mengobati duka para pengungsi banjir bandang di Kab. Luwu Utara. Andi Syurganda selaku Koordinator Program Global Qurban – ACT Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa daging kurban akan didistribusikan ke unit-unit Posko Kemanusiaan ACT untuk dimasak dan menjadi menu santap bersama para pengungsi.

“Sudah dua pekan berlalu, bencana banjir bandang melanda Masamba, Kab Luwu Utara dan sekitarnya. Puluhan ribu warga mengungsi, ada yang mengungsi ke rumah sanak saudara dan sebagian lainnya ada yang masih bertahan di tenda pengungsian. Warga mengungsi karena rumah mereka rusak berat hingga rata dengan tanah akibat tersapu air bah bercampur lumpur dan kayu gelondongan malam itu. Semoga dengan hadirnya Global Qurban – ACT, para pengungsi dapat merasakan nikmatnya daging qurban saat hari raya Idul Adha seperti masyarakat pada umumnya. Untuk pengadaan hewan, Global Qurban – ACT telah bermitra peternak lokal sehingga dapat meninggkatkan perekonomian masyarakat setempat. Selanjutnya, hasil daging qurban akan diantarkan ke posko kemanusiaan ACT untuk kemudian diolah hingga siap disajikan kepada para pengungsi,” kata Andi Syurganda.

Selain Luwu Utara, Global Qurban – ACT juga menyalurkan hewan qurban ke beberapa daerah pelosok di berbagai penjuru negeri. Dengan pengalaman profesional lebih dari 10 tahun sebagai lembaga penyalur hewan qurban, Global Qurban ACT telah menjangkau 34 provinsi di Indonesia hingga 50 negara di dunia yang terdampak krisis kemanusiaan sehingga memastikan qurban mu sampai kepada pihak yang sangat membutuhkan.

Global Qurban – ACT masih terus membuka peluang bagi siapapun yang ingin menunaikan qurban terbaik melalui globalqurban.com/cabang/malanga tau di kantor ACT Malang.(der)

Sanusi Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Bupati Malang terpilih, H.M Sanusi, saat mendapat Vaksinasi. (Toski D).

MALANGVOICE – Pelaksanaan vaksinasi tahap II, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang libatkan Lansia (lanjut usia).

Bupati Malang terpilih H.M Sanusi, mengikuti vaksinasi setelah sebelumnya terhalang batas umur 59 tahun.

Dalam pelaksanaan Vaksinasi tahap II ini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, menghadirkan Komadan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Plh Bupati Malang, Wahyu Hidayat, Bupati Malang terpilih, HM Sanusi, Kajari Kabupaten Malang, Edi Handojo, dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo.

“Gak kerasa apa-apa cuman dingin aja, saya disuruh tunggu 14 hari atau dua pekan untuk mengetahui apakah ada efek samping apa tidak,” ucap Bupati Malang terpilih, H.M Sanusi, saat ditemui awak media usai mengikuti vaksinasi, di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kamis (18/2).

Meski di usia yang sudah menginjak 60 tahun lebih, Sanusi mengaku dirinya tidak melakukan melakukan persiapan khusus untuk melaksanakan vaksinasi tahap kedua ini.

“Ndak ada persiapan khusus, waktunya tidur ya tidur, makanpun juga gak berubah, semua sama seperti biasanya,” jelasnya.

Untuk menjaga imun, lanjut Sanusi, dirinya mengaku jika rutin jalan sehat dan berjemur.

“Untuk menjaga imun ya tidur yang cukup, makan yang cukup dan kadang kalau pagi jalan-jalan sambil berjemur,” tegasnya.(der)

Sepanjang 2020, Polres Malang Berhasil Ungkap Beberapa Kasus Menonjol

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat rilis akhir tahun. (Toski D).

MALANGVOICE – Di tahun 2020, Polres Malang sukses mengungkap berbagai kasus menonjol. Di antaranya, kasus pembunuhan Pagelaran, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba dan penipuan investasi bodong, dan korupsi.

“Sepanjang tahun 2020 ini, kami berhasil mengungkap beberapa kasus menonjol, kasus korupsi yang melibatkan Kepala Desa di Jabung yang nantinya akan kami rilis tersendiri, juga berhasil kami bongkar,” ucap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Rabu (30/12).

Hendri menjelaskan, selain beberapa kasus tersebut, Polres Malang juga berhasil mengungkap kasus ada seorang pelaku mengaku polisi dengan modus razia masker agar bisa merampas HP pengendara.

“Saat melakukan razia masker, pelaku ini juga melakukan pemerasan dan perampasan. Sedangkan semua korbannya adalah perempuan,” tegasnya.

Lebih lanjut Hendri menyampaikan, berbagai kasus yang berhasil diungkap ini adalah berkat kinerja dari seluruh kesatuan, Polsek dan jajaran yang ada di Polres Malang.

“Maka dari itu, kita lakukan rilis bersama di akhir tahun ini antara Satreskrim, Satreskoba dan Satlantas Polres Malang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar juga menghimbau kepada masyarakat agar untuk tidak berhura-hura ketika melakukan pergantian tahun baru.

“Tahun 2020 dalam nuansa keprihatinan, karena masih Pandemi Covid-19. Maka dari itu, alangkah baiknya diisi dengan doa bersama dan tidak mengadakan kegiatan yang akan menimbulkan kluster baru,” urainya.

Menurutnya, pada akhir tahun 2020 nanti, Polres Malang juga akan melakukan operasi Yustisi untuk mencegah terjadinya kerumunan dan melakukan penindakan protokol kesehatan.(der)

Tim Labfor Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Lawang

Petugas Labfor saat meminta keterangan salah satu pedagang. (Toski D).

MALANGVOICE – Tim Laboratorium Forensik (Lafor) Mabes Polri Cabang Surabaya Jatim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran pasar Lawang yang dipimpin langsung oleh Kompol Handi Purwanto, Jumat (19/4).

Pantauan di lapangan, saat ini Tim Labfor sedang memeriksa barang-barang di lokasi kebakaran dan meminta keterangan para pedagang. Tim Labfor ini berjumlah lima orang, mereka diterjunkan untuk melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran ini.

Kelima orang tersebut yakni, Kompol Handi Purwanto, Kaur Subbid Fiskomfor, Kompol Agus Santosa, Pemeriksa Forensik Muda, Kompol Hadi Setiyono, Pemeriksa Forensik Muda, Aiptu Kukuh Jayeng Trimono, Banum Subbag Renmin, dan Pengda Nursalim, Banum Subbag Renmin.

Sebelum ke lokasi, Tim labfor terlebih dahulu datang ke kantor Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) pasar Lawang untuk mencari data tentang lokasi los, kios, dam toko yang terbakar pada Rabu (17/4) malam.

“Saat ini Tim Lafor sedang memeriksa lokasi kebakaran. Mereka datang sekitar pukul 10.00 WIB, mereka berjumlah tujuh orang,” kata Sigit Sugiarto, Kepela UPPD pasar Lawang.

Melihat kondisi seperti ini, lanjut Sigit, awalnya dirinya menyampaikan jika yang terbakar ada 509 kios, lapak (los), dan toko/bedak dari 1300. Namun nyatanya jumlah tersebut saat ini menjadi 559 kios, lapak (los), dan toko/bedak.

“Kemarin saya bilang 509, ternyata setelah kami cek ulang menjadi 559 kios, lapak (los), dan toko/bedak. Yang bertambah ini jumlah los/lapak, karena bagian dari lapak ini kecil-kecil,” jelasnya.

Sampai saat ini, Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya Jatim masih melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran untuk mencari penyebab kebakaran pasar Lawang. Tim tersebut juga ditemani dari anggota Polres Malang.(Der/Aka)

Target Retribusi Parkir Dishub Kabupaten Malang Naik 100 Persen Lebih

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi. (Istimewa).

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang targetkan pendapatan retribusi parkir naik 100 persen dari tahun 2018. Target pendapatan retribusi parkir tersebut optimistis tercapai meskipun tidak ada kenaikan tarif parkir.

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan, di tahun 2018 lalu pendapatan retribusi parkir mencapai Rp 2.369.212.521 dari target Rp 2.365.000.000. Untuk tahun 2019 ini pendapatan dari retribusi parkir ditargetkan mencapai sekitar Rp 6.311.960.000.

“Dari jumlah tersebut, target untuk restribusi parkir kami ditargetkan naik 100 persen lebih,” ungkapnya.

Lutfi menjelaskan, pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir dinilai memiliki potensi cukup besar. Hal itu seiring dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan dan semakin berkembangnya keramaian di pusat-pusat perbelanjaan masyarakat.

“Untuk itu, kami optimis target pendapatan dari retribusi parkir bisa tercapai tahun ini,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Lutfi, pihaknya sudah menata sedemikian rupa mekanisme dan prosedur pengawasan parkir dengan sistem elektronik parkir setor langsung atau disingkat E-Parsel untuk menyumbang peningkatan pendapatan retribusi parkir.

“Penerapan program tersebut sudah dilakukan pada awal Januari lalu,” tandasnya.(Der/Aka)

Petani di Kabupaten Malang Diminta Mandiri Olah Hasil Tani

Kepala DTPHP Kabupaten Malang, saat meninjau Pameran Produk Unggulan Tanaman Pangan. (Istimewa).

MALANGVOICE – Dinas Tanaman Pangan Hortukultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang terus berupaya memajukan potensi pertanian di Kabupaten Malang dengan menggelar Pameran Produk Unggulan Tanaman Pangan, di di halaman Kantor Dinas DTPHP Kabupaten tersebut, Jalan Sumedang, Kepanjen, Selasa (13/11).

Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budiar Anwar mengatakan, kegiatan pameran ini bekerja sama dengan Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) yang diikuti beberapa desa di Kabupaten Malang dengan menjajakan produk unggulan hasil tani masing-masing, seperti buah dan sayur organik, serta berbagai olahan hasil tani seperti keripik dan olahan lainnya.

“Pameran ini memamerkan hasil tanaman hortikultura, terutama tanaman pangan padi, jagung, kedelai,” ungkapnya.

Kegiatan pameran ini, lanjut Budiar, bertujuan untuk memicu para pelaku usaha terutama di sektor pertanian agar bisa lebih mandiri dalam mengolah hasil taninya. Mengingat potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Malang sangat luar biasa, dan perlu diolah supaya dapat memiliki nilai tambah dalam penjualannya.

“Para petani kita sudah sangat andal dalam bercocok tanam, yang hasilnya dalam setiap tahunnya selalu surplus, dan kualitasnya tidak kalah dengan hasil tani di daerah lain. Dengan kegiatan seperti ini, paling tidak bisa merangsang para pelaku usaha di sektor pertanian supaya bisa memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Dengan pameran ini, tambah Budiar, diberharapkan dapat menimbulkan embrio agar dapat memunculkan ide-ide baru dalam berinovasi untuk mengolah hasil tani.

“Saya juga berharap, kegiatan seperti ini nantinya bisa diperluas cakupannya, atau bahkan bisa juga berkontribusi dalam ajang pameran produk inovasi dalam skala yang lebih luas seperti di tingkat provinsi,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Ditinggal Urus Cucu, Rumah Ludes Terbakar

TKP Terbakarnya rumah di Desa Sidorahayu Wagir. (Toski)
TKP Terbakarnya rumah di Desa Sidorahayu Wagir. (Toski)

MALANGVOICE – Kebakaran hebat terjadi di Dusun Ampelsari, Desa Sidorahayu, Wagir. Rumah milik Pikati (59) itu hangus berserta uang senilai Rp 52 juta, Senin (26/3).

Kanit Reskrim Polsek Wagir, Iptu Sidik Anwari, menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi pada pukul 07.30 WIB. Saat itu rumah korban dalam kondisi sepi karena Pikati diketahui sedang membantu hajatan menantunya di desa sebelah.

“Pikati ini membantu hajatan untuk cucunya yang sedang dikhitan, dan rumah dibiarkan kosong, kemudian saksi yang bernama Yohanes Misto mengetahui ada asap mengepul dari rumah korban,” ulas Sidiq.

Dari keterangan saksi, awalnya api berasal dari kamar depan yang kemudian membesar. Untuk memadamkan api warga bergotong royong dengan peralatan seadanya. Kurang lebih dua jam kemudian api baru bisa dipadamkan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menimpa rumah Pikati.

“Tidak ada korban jiwa, namun uang korban pemberian anaknya sekitar Rp 52 juta dan disimpan dalam lemari, ikut hangus terbakar,” ungkap Sidiq.

Penyebab kebakaran yang menimbulkan kerugian material mencapai ratusan juta itu diperkirakan berasal dari arus pendek.

“Dugaan awal penyebabnya adalah korsleting listrik di kabel yang berada di kamar depan, karena api berasal dari kamar tersebut,” tandasnya.

Polisi Rekonstruksi Kasus Tewasnya Juari, 11 Adegan Diperagakan

Satreskrim Polres Malang menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan yang dialami oleh Juari. (Istimewa).

MALANGVOICE – Polres Malang kembali menggelar rekonstruksi kasus tewasnya Juari pada Selasa (8/1). Kali ini, rekonstruksi memperagakan 11 adegan.

Kanit Idik III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris mengatakan, pihaknya menggelar rekonstruksi ini bertujuan untuk melengkapi berkas perkara. Selain itu, pihaknya juga masih membutuhkan kecocokan antara kejadian sebenarnya dengan keterangan para tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Dalam rekonstruksi ini ada empat adegan yang paling fatal, salah satunya adalah adegan ke empat saat Juari dibacok para pelaku menggunakan senjata tajam. Kemungkinan adegan tersebut bertambah jika tersangka yang masih DPO (daftar pencarian orang) ditemukan. Setelah ini, akan kami limpahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

Rekonstruksi adegan penganiayaan berujung kematian terhadap Juari yang dianggap warga sebagai preman kampung digelar dengan diperagakan 10 orang pelaku. Tujuh orang pelaku sudah menjalani masa tahanan di Polres Malang, sejak awal Desember 2018 lalu.

Ketujuh orang tersebut adalah Suhartono, Khoirul alias Ndoweh, Eko Wahyudi, Kholik, Sadu Daroini, Mat Sair dan M Rudik alias Sarbo. Seluruhnya adalah warga Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen.

Sedangkan tiga pelaku yang masih buron, diperankan oleh penyidik Satreskrim Polres Malang. Ketiga pelaku tersebut adalah Sulton, Suliono dan Sawi. Mereka diketahui sebagai otak atas kasus pengeroyokan tersebut.

“Ketiga pelaku masih dalam perburuan. Makanya untuk perannya digantikan oleh penyidik,” terang Ipda Afrizal.

Sebagai informasi, Juari merupakan korban pengeroyokan sadis ketika berada di rumah adiknya yang berlokasi di Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen, pada Minggu (25/11/2018) silam.

Sadisnya, Juari dibacok habis oleh sekelompok orang warga sekitar dan secara tragis disaksikan oleh adik beserta istrinya. Akan tetapi, dalam waktu enam hari penyelidikan, Polres Malang bersama Polsek Turen berhasil mengamankan 18 sampai 20 orang pada Sabtu (1/12/2018), dan kemudian menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. (Der/Ulm)

Keluarga Pastikan Penemuan Jenazah di Bendungan Sengguruh Jasad Roland

suasana di KM RSSA Kota Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Pihak keluarga korban tanah longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Kelurahan Bunulrejo, Blimbing, memastikan, penemuan jenazah di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, merupakan jasad Roland Sumarna (40).

“Kami (Pihak Keluarga, red) memastikan, jika jenazah yang ditemukan di bendungan Sengguruh itu adik kami (Roland Sumarna, red),” ucap Kakak sepupu korban, Ahmad Hariono, saat ditemui awak media di Kamar Mayat RSSA, Kota Malang, Rabu (20/1).

Menurut Hariono, kepastian tersebut dikarenakan ada ciri-ciri fisik yang dapat langsung terlihat.

“Ada ciri ciri fisik yang kami sangat kenal. Salah satunya yaitu ada tahi lalat yang berada di bawah telinga sebelah kiri,” jelasnya.

Dengan ciri-ciri itulah, lanjut Hariono, membuat keluarga yakin jika jenazah tersebut adalah Roland Sumarna, dan jenazah akan dimakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun, setelah selesai prosesi di Kamar Jenazah RSSA.

“Jenazah Roland Sumarna akan dimakamkan di daerah Sukun. Itu atas permintaan istrinya. Karena istrinya merupakan warga Kecamatan Sukun,” tegasnya.

Sebagai informasi, dipemberitan sebelumnya, jenazah Roland Sumarna (40) ditemukan ditemukan pertama kali oleh Kamiri seorang pencari rosokan (pemulung) disekitar Bendungan Sengguruh, Kepanjen.(der)