KONI Kabupaten Malang Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2024

Ketua KONI Kabupaten Malang audiensi bersama Sekda Kabupaten Malang. (toski)

MALANGVOICE – KONI Kabupaten Malang menyatakan siap menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua KONI Kabupaten Malang, H Rosydin saat audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, di ruang kerjanya, Rabu (29/7).

“Kami siap menjadi tuan rumah Porprov 2024 mendatang. Kami akan meminta agar event itu bisa digelar di Kabupaten Malang,” ungkap Rosydin.

Sebab, lanjut Rosydin, hingga saat ini, prestasi KONI Kabupaten Malang bisa dibilang membanggakan lantaran selalu berhasil menduduki peringkat lima besar.

“Kabupaten Malang selalu masuk dalam lima besar, bahkan pernah berada di peringkat tiga besar,” jelasnya.

Dengan begitu, tambah Rosydin, Kabupaten Malang sudah seharusnya sebagai tuan rumah dalam Porprov 2024 mendatang.

“Jika sebagai tuan rumah, kami yakin Kabupaten Malang bisa menjadi Juara umum,” tukasnya.(der)

IJTI Korda Malang Raya Ajak Masyarakat Perangi Hoax dan Melek Media

Penandatanganan deklarasi anti Hoax. (Toski D)

MALANGVOICE – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya menggelar kegiatan diskusi publik dan Bhakti Sosial dengan PMI Kabupaten Malang, Selasa (8/5).

Kegiatan bertajuk ‘Ayo..Jadi Pelopor Anti Hoax dan Melek Media’ dengan menghadirkan tiga narasumber antara lain Imam Wahyudi (Dewan Pers), Sugeng Winarno (Ketua Aspikom Jatim) dan Nikmah Solikah (Presenter TV One), yang di buka langsung Bupati Malang Rendra Kresna, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jl. KH Agus Salim 7 Kota Malang.

Ketua IJTI Korda Malang Raya, Edy Cahyono, menyampaikan, kegiatan ini digelar adanya perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi serta media yang semakin menjamur di masyarakat luas.

“Media massa saat ini menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tidak hanya di daerah perkotaan saja, bahkan menyebar di pedesaan,” ungkap Edi.

Menurut Edy, peran media sangat penting bagi kebijakan pembangunan bangsa serta eksistensi suatu kepemimpinan. Akan tetapi, ada juga yang digunakan orang-orang tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan hingga digunakan untuk berbuat kejahatan.

Kegiatan ini, lanjut Edy, sekaligus sebagai rangkaian peringatan World Press Freedom Day atau hari kebebasan pers se dunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei.

Sementara itu, Bupati Malang Rendra Kresna, menyampaikan, kegiatan sosialisasi anti hoax ini harus terus dilakukan sepanjang waktu dan setiap ada kesempatan.

“Berita hoax ini tidak akan pernah berhenti karena ia akan terus mencari peluang agar masyarakat kemudian bisa teledor, termakan dan melakukan kegiatan yang menjadikan sesuatu tidak bermanfaat. Apalagi sampai tercipta kebencian-kebencian,” jelas Rendra.

Di kesempatan ini, Rendra, mengucapkan terima kasih kepada IJTI dalam mengambil peran dan menjadi bagian dalam mempelopori masyarakat untuk menjadi yang terdepan dalam menolak berita hoax, dan untuk para kepala desa di Kabupaten Malang harus bisa menjadi pelopor anti hoax di wilayahnya masing-masing.

“Mari bersama-sama mengajak masyarakat harus bisa memilah terlebih dahulu berita yang diterimanya. Informasi yang didapat jangan langsung mentah-mentah ditelan namun harus dicek terlebih dahulu kebenarannya,” pungkas Rendra. (Der/Ery)

Pemkab Malang Berencana Usulkan Penambahan Embung  

Kepala DPUSDA Pemkab Malang, Avicenna Medisica Saniputera. (Toski D).

MALANGVOICE – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana mengusulkan penambahan pembangunan embung untuk menampung air agar dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau tiba.

“Memang, kami memiliki banyak embun, tapi melihat curah hujan tinggi dan agar air tidak terbuang percuma, kami mengusulkan penambahan pembangunan embung,” ungkap Kepala DPUSDA Pemkab Malang, Avicenna Medisica Saniputera, saat dikonfirmasi, Kamis (11/2).

Menurut Avicena, upaya penambahan embung yang saat ini sudah ada 40 embung, dan tersebar di 33 kecamatan tersebut dilakukan agar fungsi embung semakin efektif.

“Kami mempunyai banyak embung. Kami berencana mengusulkan penambahan pembangunan embung kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Tujuannya menyimpan air saat musim hujan dan ketika musim kemarau bisa digunakan, seperti di daerah Peniwen dan Gedangan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Avicena, untuk besaran anggaran pembangunan embung tersebut, dirinya tidak mengetahui pasti, lantaran urusan dari Kementerian PU.

“Anggaran itu kewenangan kementerian. Sudah kami usulkan,” tukasnya.(der)

Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam, BPBD Siapkan Pos Lapangan di 4 Kecamatan

Suasana peninjauan lokasi bencana. (Toski D)
Suasana peninjauan lokasi bencana. (Toski D)

MALANGVOICE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyiapkan empat pos lapangan di empat kecamatan.

Kepala BPBD Pemkab Malang, Bambang Istiawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi musim pancaroba yang berpotensi meningkatkan terjadinya bencana alam.

“Kami telah menyiapkan empat pos lapangan, ada di Ngantang, Tumpang, Gedangan dan Donomulyo. Untuk setiap posnya kami siagakan enam personil, dan peralatan seadanya. Jika ada pohon tumbang, teman-teman lebih dekat, dari pada berangkat dari Kepanjen,” ungkapnya, saat ditemui disela-sela peninjauan korban terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo, Desa Gunungjati, Jabung, Selasa (3/12/2019).

Selain itu, lanjut Bambang, pihaknya juga melakukan antisipasi lain dengan melakukan pemangkasan pepohonan yang dianggap sudah tua dan lapuk. Apalagi pepohonan yang ada di tepi jalan raya.

“Jika ada pohon yang rawan tumbang, kita bisa tangani terlebih dahulu,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Bambang, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan instansi lain secara intensif. Seperti dengan relawan PMI, Tagana serta yang lainnya.

“Jadi kami tidak kedodoran, dan selalu dalam kondisi baik-baik saja. Seperti contoh sekarang itu, ada teman-teman Tagana, ada teman-teman Dinas Sosial, ada teman-teman PMI, Banser, semua ikut disini,” pungkasnya.(Der/Aka)

Gelar Peningkatan SDM, Disparbud Kabupaten Malang Optimis Kejar Target Wisatawan

Suasana Pelaksanaan pelatihan peningkatan SDM Pariwisata. (Toski D).

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menggelar kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata Tahun 2019 di Pan Java Mulyoagung, Kecamatan Dau, Selasa (2/4).

Plt Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan, Kabupaten Malang ini dianugerahi kekayaan alam dan kekayaan budaya yang begitu melimpah, karena itu harus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.

“Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu dari 3 prioritas utama dalam pembangunan daerah, sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Malang tahun 2016-2021, itu bukanlah sebuah keputusan yang instant,” ungkapnya.

Sanusi berharap, kegiatan wisata dapat mendukung dan memberikan kontribusi bagi yang riil bagi pendapatan daerah dan penggerak sektor ekonomi riil.

“Dengan dilakukan kegiatan ini, merupakan langkah strategis guna mendorong peningkatan SDM Pariwisata di Kabupaten Malang supaya insan industri pariwisata dapat saling mendukung untuk memajukan pariwisata Kabupaten Malang yang sesuai dengan brand image The Heart of East Java,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal seiring dengan memajukan sektor pariwisata.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM dalam upaya mendukung kemajuan wisata,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Made, jika para pelaku usaha memiliki wawasan tentang kepariwisataan dapat meningkatkan citra dan mutu dunia kepariwisataan di Kabupaten Malang.

“Jika SDM yang mumpuni, baik kemampuan, skill, inovasi dan motivasi, serta andal dapat menimbulkan daya tarik tersendiri bagi tempat wisata tersebut,” tandasnya.

    (Der/Aka)

Sanusi Berharap Sertifikasi Halal Dapat Tingkatan Motivasi IKM

Suasana pemberian sertifikasi halal. (Toski D)
Suasana pemberian sertifikasi halal. (Toski D)

MALANGVOICE – Sebanyak 100 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Malang, mendapatkan Sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.

Pemberian sertifikasi halal tersebut diberikan secara simbolis di salah satu rumah makan di Kepanjen, Kamis (26/12).

Di kesempatan ini, Bupati Malang HM Sanusi berharap, dengan diterimanya sertifikasi halal tersebut dapat meningkatkan motivasi bagi IKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang.

“Diharapkan dapat memberikan motivasi dan sisi manfaat bagi pelaku IKM di Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sanusi, sekaligus sebagai modal berharga dalam rangka menciptakan iklim wirausaha di wilayah Malang Raya, karena IKM yang baru saja mendapatkan Sertifikat Halal ini sebagian besar memproduksi olahan minuman, seperti jamu dan sari buah. Serta, olahan snack seperti keripik usus dan singkong.

‘’Proses dan rangkaian prosedur kepengurusan sertifikasi halal ini memang sangat ketat. Tapi, dapat memberikan manfaat untuk dapat bersaing di lingkup pasar global dan memberikan jaminan dan rasa aman bagi konsumen yang akan mengonsumsi maupun memakai produk yang ditawarkan,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Sanusi, para pelaku IKM yang sudah mendapatkan sertifikasi halal tersebut haruslah optimis karena produk-produk IKM Kabupaten Malang dapat dipasarkan di negara mayoritas muslim seperti Arab Saudi, Malaysia, Brunei Darussalam dan negara lainnya. Selain itu produk IKM tersebut juga akan meningkatkan Unique Selling Point (USP) yang akan membedakan produk IKM dengan pesaing lainnya.

‘’Mengingat besarnya manfaat dari sertifikasi halal tersebut, seluruh penggiat sektor perindustrian agar semakin termotivasi. Utamanya yang menjual produk makanan, minuman, kosmetik dan produk-produk lain untuk dikonsumsi, agar segera menguji kelayakan dan keamanan produknya, sehingga dapat memperoleh sertifikasi halal MUI,” pungkasnya. (Der/ulm)

Rendra Apresiasi Kinerja DPKPCK Kabupaten Malang

Bupati Malang saat meninjau Mobil Toilet (Toski)
Bupati Malang saat meninjau Mobil Toilet (Toski)

MALANGVOICE – Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, meresmikan hasil kerja Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang dengan ditandai penanda-tanganan prasasti, Kamis (8/2).

Hasil kerja tersebut antara lain pembangunan program ‘Kotaku’ Desa Bedali Kecamatan Lawang, pembangunan sistem penyediaan air minuman di Desa Kasembon Kecamatan Bululawang, pembangunan kolam renang Kanjuruhan di kawasan Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kantor Camat Tumpang, Kantor Camat Ngantang, Pendopo Kecamatan Gondanglegi, Kantor Bappeda Kabupaten Malang di Kepanjen, dan Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang di Kepanjen.

Di kesempatan itu, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna didampingi Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung untuk melakukan teleconference dengan perwakilan di masing-masing titik pembangunan tersebut.

Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya mampu menyelesaikan beragam proyek selama tahun 2017 walau dengan keterbatasan anggaran yang ada.

“Kami memang fokus ke insfrastruktur pariwisata di Kabupaten Malang, namun bukan berarti mengabaikan proyek lain yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat seperti fasilitas umum lainnya,” ungkap Wahyu.

Selain itu, lanjut Wahyu, pihaknya mengunakan dana anggaran tidak sampai 100 Milyar, dari APBD. DPKPCK Kabupaten Malang juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

“Kami juga mendapat bantuan dana anggaran dari pemerintah pusat lewat Kementerian Perumahan dan Pemukiman, yang digunakan untuk penyelesaian berbagai proyek tersebut,” ulas Wahyu.

Sementara Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mengapresiasi kesuksesan DPKPCK Kabupaten Malang yang mampu menyelesaikan berbagai proyek yang menjadi targetnya.

‘’Kinerja DPKPCK sudah bagus artinya semua kegiatannya selesai tepat waktu, tepat sasaran dan tepat anggaran. Tidak ada perubahan anggaran artinya memang sudah direncanakan dengan sebaik-baiknya,” beber Rendra.

Dalam kesempatan yang sama, Rendra juga mengapresiasi pihak Kepolisian khususnya Polres Malang, yang mampu menjaga suasana kondusif di Kabupaten Malang.

“Pembangunan yang bisa dicapai ini, karena suasana kondusif yang selama ini tercipta di Kabupaten Malang, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Malang,” jelas Rendra.

Untuk para penyedia jasa kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek yang ada di Kabupaten Malang, Rendra menitipkan pesan agar lebih mementingkan kepentingan masyarakat.

”Untuk para kontraktor proyek, jangan mengambil untung yang terlalu besar, utamakan dan perhatikan kepentingan rakyat,” tegas Rendra.

Selain itu, Rendra juga melaunching toilet portable VVIP yang nantinya bisa digunakan untuk kepentingan dinas para pejabat Pemkab Malang, dan mobil pengolahan limbah air domestik. (Der/Ery)

Bupati Malang Minta Semua ASN Mahir Berbahasa Inggris

Bupati Malang H.M Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Bupati Malang H.M Sanusi meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mahir berbahasa Inggris, terutama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Untuk menunjang program window of the world in East Java, saya minta seluruh SKPD untuk fasih berbahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan bahasa ingris,” ungkap Sanusi, saat ditemui awak media usai menghadiri agenda penjelasan terkait kursus the british institute (TBI), di ruang Anusopati, Komplek Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Rabu (27/1).

Menurut Sanusi, jika target kepada jajaran Kepala Dinas sudah terealisasi. Maka target selanjutnya juga akan diterapkan kepada jajaran ASN lainnya.

”Sementara ini masih Kepala Dinas. Nanti ASN yang lain juga boleh mengikuti, kita harapkan semua ASN bisa seperti itu (fasih berbahasa inggris),” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Sanusi, tahap pembelajaran yang difasilitasi oleh TBI ini, sudah dimulai sejak hari ini. Dengan mekanisme, dalam satu sesi akan dibagi beberapa gruop, dimana satu grub itu terdiri dari 10 orang, yang akan menjalani pembelajaran secara privat dari TBI, dengan dua orang tentor, yakni satu warga asing, dan 1 warga negara Indonesia.

“Untuk program pertama selama 30 jam. Targetnya mereka (ASN) sudah diharapkan bisa aktif berbahasa ingris. Kami memilih TBI karena sudah bersertivikat internasional, pusatnya ada di Cambridge British English,” jelasnya.

Akan tetapi, tambah Sanusi, dikarenakan masih pandemi covid-19, maka kegiatan pembelajaran yang melibatkan tim TBI ini dilangsungkan secara daring.

“Karena masih pandemi, les bahasa inggris ini dilakukan secara online,” tandasnya.(der)

Pelantikan Bupati Diundur, Launching Mal Pelayanan Publik Ikut Ditunda

Plh Bupati Malang, Dr.Ir Wahyu Hidayat. MM. (Toski D).

MALANGVOICE – Rencana launching Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Malang ditunda. Ini merupakan imbas diundurnya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 lalu.

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menggunakan rumah dinas Bupati Malang di area Pendopo Kabupaten Malang, di Jalan Panji, Kepanjen, lebih dipersiapkan lagi untuk pengoperasiannya.

“Memang rencananya besok (Kamis 18/2) akan dilaunching. Tapi, karena pelantikan Bupati diundur, maka kami akan lebih mempersiapkan kembali gedung bekas rumah dinas Bupati itu,” ungkapnya saat ditemui awak media di Lobby Ruang Anusopati, Kompleks Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Rabu (17/2).

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang ini menjelaskan, MPP tersebut merupakan masuk dalam salah-satu program kerja 100 hari Bupati Malang terpilih, untuk itu kegiatan launching juga diundur.

“MPP itu masuk dalam program 100 hari beliau (Bupati Malang terpilih, red), jika beliau dilantik pada tanggal 17 Februari 2021, maka kami sudah siap. Tapi karena pelantikan mundur, kami akan koordinasikan dengan Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, red), untuk launching-nya,” jelasnya.

Sebab, lanjut Wahyu, Bupati Malang terpilih H.M Sanusi berharap, ketika di lakukan launching, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) dapat hadir untuk menyaksikan MPP milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Harapan Bupati, launching itu ada Menpan atau deputi untuk melihat MPP yang di kemas secara berbeda, dikonsep seperti tidak formal tapi formal, pengunjung nanti tidak merasa datang ke Mal malainkan seperti di caffe,” terangnya.

Konsep tersebut, tambah Wahyu, dilakukan agar masyarakat yang akan mengurus perizinan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dapat merasa santai.

“Sekarang persiapan sebenarnya seharusnya sudah 100 persen, karena pelantikan mundur maka akan kita siapkan untuk lebih baik lagi,” tukasnya.(der)

Pemkab Malang Siap Jalankan Vaksinasi Tahap II

Plh Bupati Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat. MM. (Toski D).

MALANGVOICE – Vaksinasi tahap II di Kabupaten Malang siap digelar, karena ribuan vial vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Malang, Senin (22/2) malam. Vaksin tersebut disimpan di cold storage, di Gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Vaksin sudah datang, untuk jumlahnya saya lupa, Dinkes yang paham. Sekarang disimpan di sana (Gudang Dinkes),” tegas Pelaksana Harian (Plh) Bupati Malang, Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi, Rabu (24/2).

Terpisah, Kepala Dinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo mengatakan, sebanyak 4060 vial telah berada di cold storage gudang Dinkes, dan dalam waktu dekat bakal disuntikkan.

“4.060 vial itu untuk 40.600 suntikan. Kalau dua kali suntikan berarti ada 20.300 orang,” ucapnya.

Menurut Arbani, vaksin tersebut bakal disuntikkan ke tenaga kesehatan (Nakes) yang belum mendapatkan vaksinasi, setelah itu TNI, dan Polri. Kemudian giliran tenaga pendidik (Guru) dan wartawan yang bertugas di Kabupaten Malang.

“Saat ini masih pendataan. Nakes yang belum (divaksin) ada 3.000, selanjutnya TNI sekitar 1300, begitu juga Polri kemungkinan 1.300 personil, kemudian nanti guru. Prioritas pertama adalah empat itu, termasuk wartawan,” jelasnya.

Ribuan vaksin tersebut, lanjut Arbani, dijadwalkan mulai disuntikkan pada Kamis (25/2) besok, sementara hari ini (Rabu 24/2) tahap pendistribusian.

“Kamis baru dilaksanakan (Vaksinasi). Untuk Nakes sampai tiga hari, Kamis, Jumat, Sabtu. Kemudian Senin (1/3) mulai TNI Polri, selanjutnya guru,” terangnya.

Sedangkan, tambah Arbani, untuk jenis vaksin yang saat ini merupakan vaksin buatan Sinovac Biotech. Jadi kemasannya berbeda dengan kemasan yang pertama kemasannya sekarang satu vial untuk sepuluh suntikan.

“Untuk tahap II ini, vaksin yang dipakai Sinovac Bio Farma. Cuma beda kemasan,” tandasnya.(end)