Polres Batu Bawa Kasus Tewasnya Dua Mahasiswa UIN Malik Ibrahim ke Ranah Gelar Perkara

Reskrim Polres Batu. (Aan)

MALANGVOICE – Kasus Pembaiatan UKM Pagar Nusa Unversitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim masih belum temui titik terang. Sampai saat ini pembaiatan yang menewaskan dua mahasiswa itu masih belum diketahui penyebab kematiannya.

Kedua korban itu meninggal ketika dalam perjalanan menuju pihak medis. Masing-masing korban dilarikan ke Rumah Sakit Karsa Husada dan Puskesmas Karangploso setelah mengalami pingsan di kawasan Wisata Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (06/03).

Kedua korban itu adalah Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan. Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Pihak keluarga Faishal memang telah mengikhlaskan kepergian korban, sehingga penegakan hukum tidak dilanjutkan untuk Faishal. Beda dengan sikap dengan keluarga Miftah yang masih ingin penegakan hukum berlanjut, sehingga penyidikan masih terus dilakukan Satreskrim Polres Batu.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus mengatakan penyebab kematian belum bisa dipastikan karena kedua keluarga korban tidak mengizinkan untuk dilakukan autopsi.

“Visum et repertum dari RS. Karsa Husada menyatakan tidak bisa disimpulkan faktor penyebab kematian korban. Jadi diperlukan autopsi,” jelasnya, Senin (15/03).

Jeifson mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan korban, mengingat pihak korban masih belum mengizinkan untuk autopsi. Ditambah lagi, keluarga Faishal masih mempertimbangkan apakah mengizinkan dilakukan autopsi.

Jika autopsi tidak diperkenankan oleh keluarga Faishal maka Satreskrim Polres Batu akan menaikkan status pemeriksaan ini ke gelar perkara. Dari gelar perkara itu nantinya akan diketahui penyebab kematian.

Ketika ditanya mengenai apakah bisa diketahui tersangka dari gelar perkara tersebut? Jeifson menjawab hal itu tergantung dari hasil gelar perkara yang dilakukan tim penyidik.(end)

Salah Satu Keluarga Korban Pembaiatan UKM Pagar Nusa UIN Malik Ibrahim Mengaku Ikhlas, tapi Minta Polisi Ini

Post terakhir Miftah pada akun instagramnya, menunjukan antusiasnya mengikuti Pembaiatan Anggota Batu UKM Pagar Nusa UIN. (Istimewa)

MALANGVOICE – Penyebab meninggalnya dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang masih menyisakan pertanyaan bagi salah satu keluarga korban. Hingga saat ini belum ada yang bisa menjawab apa yang menjadi sebab kedua mahasiswa itu meregang nyawa.

Kedua korban itu adalah Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan. Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Keduanya saat itu, Sabtu (6/3) pingsan di kawasan wisata Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Ketika dilarikan ke pihak medis, kedua korban sudah tak bernyawa.

Paman dari Miftah Rizki Pratama, Muhammad Syarif mengatakan pihaknya tetap menghendaki proses penegakan hukum berjalan. Keputusan itu disebabkan hingga saat ini belum ada keterangan pasti sebab keponakannya meninggal.

“Kami menerima kepergian ponakan kami sabagai kehendak Tuhan, tetapi tetap berharap ke kepolisian agar permasalahan ini dituntaskan,” tegasnya.

Kematian saat kegiatan diklat UKM di berbagai universitas sering ia dengar. Maka hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja agar UKM-UKM lainnya tidak melakukan hal serupa dan lebih behati-hati.

“Apalagi dalam diklat itu kan ada senior junior, kadang-kadang ego senioritas muncul. Ya kita tidak mau berprasangka ya, maka dari itu kita tetap meminta untuk kepolisian melakukan penyidikan,” lanjutnya.

Ia menegaskan kematian Miftah sudah diikhlaskan namun masih ada beberapa pertanyaan yang mengganjal, seperti penyebab kematiannya.

“Berdasarkan informasi yang kami terima panitia terkesan berbelit. Ada yang mengatakan pingsan, kelelahan bahkan ada yang mengatakan asma,” kata dia.

Ketika ditanya apakah pihak keluarga bersedia jika ada autopsi, ia menjawab masih perlu berdiskusi dulu. Ia melanjutkan, pihaknya meminta hasil visum luar terlebih dahulu.

“Kami sudah minta ke Satreskrim Polres Batu, tapi katanya masih menunggu tanda tangan dokter yang menangani. Katanya dokternya masih ke luar kota,” lanjutnya.

Syarif mendapat kabar dari kerabat keluarganya ketika Miftah di RS Karsa Husada, mulut, telinga, dan hidungnya mengeluarkan darah. Ia melanjutkan informasi ini belum tentu kebenarannya dan menyerahkan jawaban pastinya pada proses penyidikan.

Ia berharap kasus ini segera menemukan titik terang. Jika memang ada yang bersalah ia meminta pertanggungjawaban.

Sementara itu, Ibu Miftah, Meiri Nurfita mengatakan ia jarang bertemu dengan anak sulungnya ini. Miftah kata Meiri menghabiskan waktunya di pondok.

“Baru ketemu Juli kemarin tahun 2020. Dia sudah sering telpon minta pulang tapi kena pandemi dan dia mengajar di Ar Rahmah sehingga masih belum ketemu,” jelas Meiri sambil bersedih.

Meiri mengatakan Miftah merupakan anak yang sehat. Selain ikut Pencak Silat dirinya juga ikut Gymnastic. Tidak ada penyakit bawaan yang didera oleh Miftah.

Miftah, berdasarkan cerita Meiri sempat meminta izin padanya. Karena Meiri merasa anaknya sehat, maka dia mengizinkan Miftah mengikuti acara tersebut.

“Dia sempat telpon meminta izin. Dia meminta didoakan ‘Bun, doain ya.. Bun doain ya..’ sampai dua kali,” jelas Meiri sambil menitikan air mata menjelaskan komunikasi terakhir dengan Miftah.(end)

Anaknya Meninggal Saat Pembaiatan UKM Pagar Nusa UIN Malik Ibrahim, Begini Sikap Orang Tua Korban

Ibu dari salah satu korban, Siti Nurhamimah. (Aan)

MALANGVOICE – Meninggalnya korban pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN Ibrahim Maliki menyisakan duka mendalam. Betapa tidak? Dua mahasiswa harus meregang nyawa pada kegiatan itu.

Korban itu adalah Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan. Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Keduanya jatuh pingsan di Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (06/03). Saat dalam perjalanan menuju pihak medis, keduanya meninggal dunia.

Ibu korban dari Moh Faishal Lathuful Fakhri, Siti Nurhamimah (42) mengatakan dirinya ikhlas. Ia mengatakan kegiatan ini memang menjadi kesenangannya.

“Kami berusaha untuk ikhlas seikhlas-ikhlasnya karena memang ini sudah menjadi jalan takdir anak saya. Semoga anak saya husnul khotimah dan ditempatkan di surga,” jelasnya saat konferensi pers di Mapolres Batu, Sabtu (13/03).

Keputusan itu membuat Satreskrim Polres Batu menghentikan penyidikan yang dilakukan kepada Moh Faishal Lathiful Fakhri. Secara yuridis penegakan hukum harus didukung oleh masyarakat, sehingga jika tidak ada dukungan maka penegakan hukum dihentikan.

“Kami tidak mau karena penegakan hukum malah menambah perasaan duka dari korban. Maka jika pihak korban sudah mengikhlaskan dan sudah merasa ada keadilan, penegakan hukum tidak dilanjutkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus.

Ia melanjutkan untuk pihak korban dari Miftah Rizki Pratama masih memberikan waktu untuk Polres Batu melanjutkan penyidikan. Pemberian waktu itu membuat Satreskrim Kota Batu masih dapat melakukan penyidikan.

“Hal ini membuat kita bisa melanjutkan penyidikan. Karena pihak korban masih mendukung,” tandasnya.(end)

Pembaiatan Telan Dua Korban, UKM Pagar Nusa UIN Malik Ibrahim Malang Dibubarkan

MALANGVOICE – Pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN pada hari Sabtu (06/03) telah menelan dua korban. Korban itu adalah Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan. Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Kedua korban itu pingsan ketika hendak memasuki acara puncak di Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Ketika sedang dalam perjalanan menuju pihak medis keduanya hembuskan nafas terakhirnya.

Akibat kejadian ini jajaran pimpinan UIN memutuskan untuk.membubarkan UKM Pagar Nusa UIN. Hal itu disampaikan Warek III, Dr. Isroqunnajah.

Keputusan ini diambil karena pihaknya mendalami penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Batu, ditemukan kelalaian. Kelalaian itu menjadi poin utama dalam pembubaran ini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan internal, berdasarkan pedoman kemasiswaan UKM Pagar Nusa UIN dibunarkan. Hal itu sudah memenuhi butir-butir pedoman kemahasiswaan,” jelasnya.

Selain itu Gus Is, sapaan akrabnya, mengatakan akan memberikan sanksi akdemik yang paling berperan dalam kelalaian ini. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi kejadian serupa di UKM UIN.

“Sanksi terberatnya untuk saat ini bisa diskors. Untuk drop out masih akan kita bicarakan,” imbuhnya menjawab Malangvoice.com, Sabtu (13/03) saat konfrensi pers di Polres Batu.

Bubarnya UKM Pagar Nusa UIN ini sudah dapat dipastikan oleh dirinya. Pembubaran ini hanya bisa dilakukan oleh rektor UIN.

“Hanya menunggu waktu saja, karena butiran pedomannya sudah cukup. Secepatnya akan kita bubarkan,” tandasnya.(end)

Dinsos Kota Batu Gelontorkan Rp160 Juta Bangun Huntara di Dusun Brau

MALANGVOICE – Pemkot Batu melalui Dinas Sosial siapkan anggaran sebesar Rp 160 juta untuk pembangunan hunian sementara (huntara) di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Bumiaji. Hunian sememtara itu digunakan untuk 16 KK yang mengungsi akibat tinggal di tanah rawan longsor.

Dinsos Kota Batu akan membangun 16 unit huntara di tanah seluas 1.200 meter persegi. Tanah itu milik warga Dusun Brau yang akan disewa per tahun sebesar Rp 5 juta. Huntara itu dibangun berpasangan, satu pasangan terdiri dari dua unit huntara.

Kadinsos Kota Batu, Ririk Mashuri mengatakan, masing-masing huntara nantinya memiliki luas 4×6 meter. Terdiri dari dua kamar dan satu ruang serba guna. Sedangkan untuk MCK akan dibangun secara komunal dengan jumlah lima unit.

“Kami akan membangun huntara ini secepatnya. Karena para pangungsu bisa mengungsi selama berbulan-bulan bahkan bisa satu tahun. Sembari menunggu pembangunan hunian tetap yang saat ini masih dalam tahap pencarian lahan,” jelasnya.

Hal ini sesuai dengan Permensos No 1 tahun 2013 dan perubahan No 7 tahun 2013 menjelaskan dalam hal penanganan seperti ini yang mengampu adalah Dinas Sosial. Dinsos Kota Batu tidak sendiri pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu untuk menggambarkan huntara yang layak untuk ditempati.

“Saat ini proses pembangunan masih digodok di BKD dengan persetujuan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Apip). Karena jika menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) harus ada pendampingan dari Apip,” katanya.

Pertimbangan pembangunan ini meliputi kebutuhan penunjanh seperti instalasi listrik beserta pulsanya, bantal, guling, serta paving untuk jalan. Selain itu, pihaknya juga berintegrasi dengan dinas-dinas lain sehingga bisa tercipta kampung baru.

Tidak hanya berhenti di situ, Ririk mengatakan kebutuhan literasi kampung baru ini juga akan difasilitasi. Pihaknya akan menggandeng Dinas Perpustakaan Kota Batu dan Dindik Kota Batu untuk membuat pojok baca.

“Selain itu, kami juga akan bekerjasama dengan Diskominfo Kota Batu. Ini bertujuan agar di lokasi pembelajaran terdapat hotspot area,” jelas Ririk.

Ririk melanjutkan, anggaran yang diajukan ini pun telah mendapat restu dari Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.
Anggaran yang diusulkan itu juga sudah disesuaikan dengan estimasi dari DPKPP.

“Sifat pembangunan ini stimulan dan dilakukan secara bergotong royong. Kami estimasikan pembangunan satu coupel huntara selesai dalam waktu satu minggu,” tandasnya.(der)

9 Fakta Pembaiatan UKM Pagar Nusa UIN Malik Ibrahim yang Menewaskan Dua Peserta

Kedua korban pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang menelan dua korban. Kedua korban itu meninggal pada hari Sabtu (06/03) saat dilarikan ke pihak medis dari Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Korban itu adalah Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan. Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Penyebab meninggalnya dua mahasiswa itu hingga kini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Batu. Malangvoice.com merangkum 9 fakta sementara kegiatan pembaiatan itu sebagai berikut:

1. Pembaiatan dilakukan tiga hari

Kegiatan pembaiatan itu rencananya dilakukan tiga hari, dari hari Jumat (05/03) hingga Ahad (07/03), namun terpaksa dihentikan pada hari Sabtu (06/03) karena ada dua korban yang tumbang.

“Ketika kami mendengar laporan ada dua korban yang meninggal kami ke lokasi kejadian dan melakukan lokalisasi. Kegiatan pembaiatan itu kami hentikan pada hari Sabtu (06/03) pukul 15.00 WIB” jelas Kasat Reskrim Kota Batu, AKP Jeifson Sitorus, Senin (08/03)

2. Kegiatan fisik 10 jam per hari

Berdasarkan susunan acara yang menjadi barang bukti di Satreskrim Polres Batu ditemukan kegiatan fisik selama 10 jam per hari. Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Batu, Jeifson Sitorus pada hari Senin (08/03)

3. Kegiatan itu tidak mengantongi izin ke pihak manapun

Diselenggarakan pada masa pandemi covid-19, pembaiatan itu tak kantongi izin. Pihak UIN, Polres Batu, Satgas Covid-19 Kota Batu, PCNU Pagar Nusa Kota Batu, hingga IPSI Kota Batu tak mendapat kabar diberlangsungkannya kegiatan ini.

“Kegiatan ini dilaksanakan tanpa izin. Baik kepada Polres Batu, Satgas Covid-19, dari pihak UIN hingga pihak Coban Rais,” jelas Kapolres Batu, AKP Catur C Wibowo, Senin (08/03).

Pihak UIN juga mengatakan demikian, sebagaimana diungkapkan oleh Warek III UIN, Dr Isroqunnajah. UKM Pagar Nusa UIN tak memberi kabar apapun ke pihak kampus.

“Kegiatan ini tidak hanya tak kantongi izin, tetapi memang tidak meminta izin. Pada masa pandemi ini seluruh kegiatan luring mahasiswa ditiadakan,” jelas Isroqunnajah, Senin (08/03).

4. Salah satu korban memiliki riwayat kesehatan

Sebelum melakukan kegiatan pembaiatan dilakukan screening bagi para peserta. Screening itu menggunakan metode wawancara yang salah satu tujuannya mengetahui riwayat penyakit peserta.

“Bagi yang memiliki catatan kesehatan dan membutuhkan penanganan berbeda dengan peserta lain, diberikan pita merah. Almarhum Miftah Rizki Pratama ini termasuk yang dapat pita merah,” jelas Gus Is sapaan akrab Isroqunnajah.

Gus Is tidak tahu secara detail bagaimana kondisi medis Faishal, korban satunya.

5. Peserta jalan dari Predator Fun Park ke Coban Rais

Disampaikan Gus Is tradisi longmarch dengan cara jalan kaki dari Predator Fun Park ke Coban Rais dilakukan pada hari Sabtu (06/03). Miftah berada di barisan paling belakang, sering kehabisan nafas dan beristirahat ditemani oleh panitia. Seluruh peserta tidak membawa apa-apa.

6. Korban pingsan sebelum acara dimulai dan meninggal sebelum mendapat penanganan medis

Ketika sampai di Coban Rais, menurut Gus Is, Miftah terjatuh karena kelelahan. Ia mendapat pertolongan pertama oleh panitia dengan diberikan oksigen, lalu dilarikan ke RS. Karsa Husada. Miftah meninggal di perjalanan.

“Sebelum sampai di RS Karsa Husada korban sudah meninggal dunia,” jelas Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, Senin (08/03).

Kedua korban meninggal saat hendak melakukan salat asar. Ketika salah satu korban ada yang pingsan semua peserta disuruh jongkok. Ketika jongkok itu Faishal Lathiful Fahri pingsan.

“Korban dibawa empat orang, tapi ketika sudah sampai sini sudah dalam keadaan tak bernyawa sehingga kami tidak melakukan tindakan apa-apa,” jelas Kepala Puskesmas Karangploso, Izza El Naila.

Menurut Gus Is tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan panitia karena acara pembaiatan ini belum dimulai.

7. Korban tidak sempat divisum atau autopsi

Ketika keluarga korban datang, jenazah korban langsung dibawa ke kampung halaman masing-masing. Mereka dikebumikan begitu sampai di kampung halamannya.

“Autopsi dan visum tidak dapat dilakukan. Sejak awal penanganan perkara ini dari pihak korban sudah membuat surat pernyataan untuk menolak dilakukan autopsi,” jelas Jeifson, Rabu (10/03).

8. UKM Pagar Nusa UIN diduga lalai

Satreskrim Polres Batu menilai ada dugaan kelalaian pada pembaiatan anggota baru yang dilakukan UKM Pagar Nusa UIN. Tindak pidana bisa diberlakukan.

“Ada dugaan tindak pidana kelalaian dari pihak yang menyelenggarakan kegiatan ini,” jelas Jeifson, Rabu (10/03).

9. Pemeriksaan di tahap penyidikan

Dugaan lalai yang dilontarkan Satreskrim Polres Batu menaikkan status pemeriksaan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sekarang ini kita lakukan penyedikan sehubungan dengan Pasal KUHP 359,” tandas Jeifson, Rabu (10/03).(end)

Pemkot Malang Siapkan Drive Thru untuk Vaksinasi Lansia, Simak Tanggal dan Tempatnya

Ilustrasi salah satu Guru yang melakukan vaksinasi di RSSA Malang beberapa waktu lalu, (MG2).

MALANGVOICE – Bagi masyarakat tergolong lanjut usia (lansia) tak perlu lagi antre dan berbaur dengan masyarakat lain saat vaksinasi.

Pemkot Malang kini menyiapkan Drive Thru khusus Lansia sesuai instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Sistem drive thru untuk karena harus ada yang mengantar, bisa roda empat atau dua. Titiknya sementara satu dulu, insyaallah di sekitar Jalan Sultan Agung,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat diwawancarai awak media, Rabu (10/3).

Rencana pelaksanaan vaksin untuk Lansia dilakukan pada 1 April 2021, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang. Sekaligus juga vaksinasi tahap kedua bagi pelayanan publik rampung.

“Masih tahap kedua (vaksinasi) pada petugas pelayan publik direncanakan pada 31 Maret sudah selesai. Menyusul tahap kedua untuk Lansia insyaallah nanti 1 April sekalian launching vaksinasi secara drive thru,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan mendapat kuota sebanyak 90 ribu untuk lansia. Kalau sesuai jumlah Lansia, belum tercukupi.

“Kita dapat kuota hampir 90 ribu untuk lansia dari jumlah lansia hampir 100 ribu lebih. Nah kekurangannya akan kita minta tambah agar semua (lansia) masuk program vaksinasi,” tandasnya.(end)

Kluster Bhakti Luhur di RS Lapangan Tinggal Enam orang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat diwawancarai awak media, (MG2).

MALANGVOICE – Dari perkembangan 170 penghuni Yayasan Bhakti Luhur yang dinyatakan positif Swab antigen, 43 penghuni dipindahkan ke RS Lapangan untuk mendapatkan penanganan lebih.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif kini updatenya penghuni yang masih dirawat di RS Lapangan sebanyak 6 orang. Sisanya sudah dinyatakan membaik dan dikembalikan ke yayasan Bhakti Luhur.

“Sekarang tinggal enam orang yang di RS Lapangan. Jadi risikonya sudah berkurang. Keluhannya juga sudah berkurang dan bisa dilakukan pengawasan oleh yayasan, tapi dipisahkan,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Rabu (10/3).

Sementara bagi yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di Yayasan Bhakti Luhur, kini telah masuk dalam pantauan ketat Dinkes Kota Malang dan pihak terkait.

“Sudah ada pengawasnya dan pengasuhnya yang memang spesialis untuk difabel. Kita akan terus memberikan motivasi dan sosialisasi protokol kesehatan dalam pendampingan selama isolasi,” paparnya.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan Swab antigen lagi pada Kamis (11/3) kepada penghuni yang mengikuti Isoman.

“Hasil swab antigen sebelumnya kita gunakan untuk evaluasi kondisinya. Kemudian akan kita lakukan lagi secara bertahap. Hasil swab antigen nanti yang positif dan negatif tentu akan dipisah. Yang positif tetap menjalani isolasi dengan pengawasan,” tandasnya.(end)

518 Pelayan Publik di Kota Batu Lakukan Vaksinasi, Usaha Dinkes Capai Target Selesai Bulan Juni

Vaksin sinovac (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 518 pelayan publik Selasa (9/3) hari ini divaksin. Hal ini merupakan upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu untuk menyelesaikan proses vaksinasi untuk pelayan publik yang ditarget selesai pada bulan Juni mendatang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr Susan Indahwati mengatakan pelayan publik yang divaksin diantaranya adalah pelaku pariwisata, perhotelan dan juga guru.

Hari ini targetnya untuk vaksinasi Kota Batu masih bagi pelayanan publik. Diantaranya adalah para pedagang, pelaku pariwisata, perhotelan, dan juga guru.

Dinas Kesehatan Kota Batu hari ini mengeluarkan 58 vaksin vial. Satu vaksin vial bisa digunakan untuk sembilan orang.

“Sisa alokasi vaksin nantinya akan digunakan untuk dosis dua pada termin pertama kemarin yang digunakan sebesar 70 persen,” jelasnya.

Lokasi vaksinasi kali ini ada di 10 tempat di Kota Batu. Lokasi itu adalah RS Bhayangkara, Klinik Arhanud, Puskesmas Beji, Museum Tubuh “Bagong” Jatim Park 3, Puskesmas Batu, RS. Baptis, Puskesmas Bumiaji, RSU Dr. Etty Asharto, RS Karsa Husada, dan Puskesmas Sisir.

“Kalau yang di Jatim Park 3 itu sasarannya 147 orang, terdiri dari pegawai Jatim Park, PHRI, Kemenag, serta Nakes BPJS. Lokasi Jatim Park digunakan karena lokasinya dekat dengan yang divaksin,” imbuhnya.

Sementara itu untuk vaksinasi bagi para pedagang akan dilakukan di Lippo Plaza dan Puskesmas Sisir bagi para PKL di Alun-alun. Vaksinasi bagi para pelayan publik ini masih akan terus berlanjut, tergantung kiriman vaksin dari pihak provinsi.

“Ketika kiriman vaksin dari pihak provinsi datang maka akan langsung dialokasikan. Memang dalam vaksinasi ini harus kita pilah-pilah karena proses vaksinasi ini tidak bisa langsung banyak. Karena itu harus dilakukan vaksinasi secara sedikit-sedikit,” lanjut Susan.

Susan menerangkan pihaknya harus memikirkan dengan teliti mana yang harus divaksin duluan dan mana yang harus ditunda.

“Namun untuk vaksin yang baru datang pada hari Sabtu kemarin, besok sudah selesai,” tandasnya.(end)

Alokasi Vaksin Kembali Datang di Kota Batu, Masih Fokus Pelayan Publik

Kedatangan vaksin vial di Puskesmas Batu. (Aan)

MALANGVOICE – Sebanyak 620 vaksin vial datang kembali di Kota Batu, Sabtu (06/03) pukul 19.00 WIB. Vaksin itu sebagian disisihkan untuk vaksinasi dosis kedua pada palayan publik pada proses vaksinasi lalu, sebanyak 250 vaksin.

Sebesar 20 persen alokasi vaksin yang harusnya digunakan untuk dosis satu digunakan untuk vaksinasi dosis petama. Jatah alokasi vaksin kali ini pun perlu disisihkan untuk menambal kebutuhan vaksinasi dosis dua bagi pelayan publik yang melakukan vaksinasi dosis satu beberapa waktu lalu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr Susan Indahwati mengatakan satu vaksin vial dapat digunakan untuk sembilan orang. Alokasi vaksin kali ini yang dapat digunakan untuk dosis satu sebanyak 370 vaksin vial.

“Sehingga alokasi vaksin kali ini dapat menjangkau 1665 pejabat publik yang belum melakukan vaksinasi dosis satu. Karena sisanya digunakan untuk dosis dua bagi pelayan publik yang vaksianasi beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Kebutuhan itu digunakan untuk vaksinasi dosis dua bagi TNI dan Polri. Serta pejabat Pemkot Batu dan Lansia.

Susan menjelaskan pelayan publik yang belum tervaksin adalah pelayan keagamaan, kantor/ lembaga vertikal, kantor dinas di bawah naungan dinas provinsi, guru, pelaku wisata, pedagang pasar dan alun-alun, dan lansia.

“Vaksinasi ini kami kebut, begitu datang langsung kami usahakan segera mungkin habis. Supaya herd imunity segera terbentuk sehingga kehidupan bisa kembali berjalan normal,” tandasnya.(end)