20 Hari Jalani Diklat, Maba Polinema Dikembalikan

Direktur Polinema, Tundung Subali. (Deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Diklat kedisiplinan dan wawasan mahasiswa baru Politeknik Negeri Malang (Polinema), Sabtu (29/8) pagi selesai dan ditutup.

2682 mahasiswa baru tersebut dikumpulkan di Lapangan Rampal untuk upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Direktur Polinema, Tundung Subali dan dihadiri pula Danrem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf Fajar Setyawan, Dandim 083 Letnan Kolonel Arn Aria Yudha, Wadan Pusdik Arhanud Letkol Arh D Arianto dan Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata.

Dalam sambutannya, Tundung mengatakan harapan dari diklat disiplin ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjalani kehidupan di kampus maupun lingkungan sekitarnya.

“Semoga adik-adikku bisa mengimplementasikan sikap dan tingkah disiplin di lingkungan sekitar, tidak hanya kampus,” katanya, Sabtu (29/8).

Mahasiswa baru tersebut telah menempuh diklat selama 20 hari di Rindam V Brawijaya, Pusdik Arhanud. Selain itu, lanjut dia, bisa meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Meneruskan kemerdekaan itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya menciptakan inovasi dan karya,” imbuhnya.

Setelah upacara penutupan, baru mahasiswa memamerkan beberapa ilmunya selama mendapati pendidikan di militer, yakni tari dan baris berbaris.

Selanjutnya, para mahasiswa akan diliburkan untuk persiapan pengenalan kampus minggu depan.

“Tidak ada ospek, mungkin cuma 2-3 hari pengenalan kampus,” tutupnya.-

BNN Kota Malang

Tujuh Siswa SD Terancam Putus Sekolah

Deny Ardiansyah (kanan) ditemani kakaknya saat di rumahnya. (fathul/malangvoice).

MALANGVOICE – Tujuh siswa Sekolah Dasar di Kota Batu yang ditemukan tidak melanjutkan sekolah, segera mendapatkan perhatian Dinas Pendidikan Kota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan, Mistin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendatangi rumah siswa yang bersangkutan agar melanjutkan sekolah.

“Betul ada tujuh siswa, salah satunya anak Deaa Tulungrejo itu tidak bisa jalan. Lainnya tidak punya biaya. Makanya kita upayakan bagaimana agar mereka bisa sekolah,” kata Mistin.

Siswa pertama sudah diterima di SMP Widyatama dan siswa kedua sudah masuk di SMP PGRI 1. Sedangkan satu siswa dari Tulungrejo, sakit lumpuh namun sudah diatasi oleh Dinas Kesehatan.

“Tinggal empat orang yang belum kita datangi. Dalam waktu dekat akan kita kunjungi, sambil mencari siapa yang mau membiayai,” ujar Mistin sembari tertawa.

Dari data yang ada, empat siswa yang tidak memiliki biaya berasal dari SDN Oro-Oro Ombo, SDN Sidomulyo 01, dan SDN Sisir 2 orang.

Sedangkan dua siswa lain gara-gara tidak berminat melanjutkan sekolah berasal dari SD Sumber Rejo dan SDN Tulungrejo 03. Untuk siswa sakit, dari SDN Tulungrejo 02.-

BNN Kota Malang

Kepsek Tandatangani 4 Poin Kesepakatan

Koordinator FMPP, Sueffendi bersama aktivis MCW usai audiensi. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Kepala SDN Bandungrejosari 1, Puji Wahyuni menandatangani empat poin kesepakatan saat audiensi bersama sejumlah wali murid, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), dan Malang Corruption Watch (MCW), Jumat (28/8) hari ini.

Koordinator FMPP Kota Malang, Sueffendi menyatakan, para pihak yang berpolemik terkait dugaan pungutan liar (pungli) selama ini sudah sepakat tidak memperpanjang masalah. “Kepsek sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan,” kata Sueffendi, ditemui usai audiensi yang berlangsung tertutup.

Dalam kesempatan itu, Puji Wahyuni juga menyepakati 4 poin melalui tanda tangan bermaterai. Poin pertama, pembubaran Paguyuban SDN Bandungrejosari 1. Kedua, regenerasi Komite Sekolah. Ketiga, penghentian pengadaan komputer dan program lain yang menggunakan dana sumbangan wali murid. Keempat, tidak ada diskriminasi terhadap wali murid dan murid di sekolah.

Menurut Sueffendi, pembubaran paguyuban dan peremajaan komite sekolah karena selama ini ketidakberesan bermula dari situ. “Paguyuban ini sebenarnya biang kerok. Kami sepakat membubarkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN Bandungrejosari 1, Puji Wahyuni enggan berkomentar mengenai hasil audiensi. “Maaf ya Mas, saya sedang sibuk. Yang jelas masalah ini sudah selesai, tanya Pak Sueffendi saja. Semua sudah sepakat,” katanya singkat, ditemui di ruang kerjanya.-

BNN Kota Malang

USAID Komitmen Majukan Program Pendidikan

Tim Dispendik Kota Batu melakukan pelatihan di Hotel Santika (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Direktur USAID Indonesia, Andrew Sisson akan terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menyediakan pendidikan bermutu.

“Amerika Serikat bangga dapat bermitra dengan pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah untuk membantu memastikan semua siswa memiliki akses pendidikan yang berkualitas,” jelasnya di Malang, Kamis (27/8).

Sementara USAID Prioritas komitmen mengadakan program penataan dan pemerataan guru.
Pelatihan penataan guru diikuti
kota/kabupaten dari Kota Batu, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Lamongan.

Governance & Management Specialist USAID Prioritas Jatim, M Adri Budi mengatakan kekurangan guru menjadi problem yang harus segera diatasi.

“Mereka sedang melakukan identifikasi opsi kebijakan untuk mengatasi masalah atau isu di sektor pendidikan,” paparnya kepada MVoice.

Menindak lanjuti pemerataan guru PNS, ia mencontohkan seperti Kabupaten Jombang dan Blitar yang sukses melakukan pemerataan guru di SD dan SMP.

“Sekarang pembangunn jangka menengah di bidang pendidikan di kabupaten kota segera melakukan pemerataan guru,” jelasnya.-

BNN Kota Malang

Tanamkan Nasionalisme, Cara Efektif Tangkal Radikalisme

Suasana dialog pencegahan radikalisme di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Penanaman nasionalisme dan rasa cinta tanah air menjadi metode efektif menangkal berkembangnya radikalisme.

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah dalam dialog pencegahan radikalisme di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), Kamis (27/8) siang, menilai dewasa ini nilai-nilai luhur bangsa Indonesia mulai ditinggalkan.

Hal itu berakibat dengan mudahnya paham-paham yang tidak sesuai masuk ke Indonesia. “Pemahaman terhadap jati diri bangsa itu satu hal yang penting. Pancasila di era reformasi tidak lagi jadi ideologi, hanya sebagai judul tapi implementasi ditinggalkan,” paparnya.

Ia mencontohkan, Pancasila tak lagi menjadi pokok dalam mata pelajaran di sekolah. Selain itu, negara juga terus dilemahkan dengan regulasi-regulasi yang ada.

“Setiap kewenangan negara untuk menjaga keutuhan negeri ini terus dipangkas. UU Subversi sudah dicabut, dengan begitu mereka yang mengancam ideologi bisa bergerak bebas. Ini juga membuat masyarakat permisif menangkal aksi radikalisme,” imbuh politisi PDIP itu.

Sementara itu, Rektor UB, Prof M Bisri berpesan kepada mahasiswa untuk lebih menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia. “Kita harus mampu membangun bangsa ini sebaik-baiknya. Semua unsur perlu bergandeng tangan,” tururnya.-

BNN Kota Malang

Perguruan Tinggi Jadi Sasaran Empuk Radikalisme

Suasana dialog pencegahan radikalisme di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Perguruan Tinggi di Indonesia disinyalir menjadi sasaran empuk penganut paham radikali untuk mengembangkan pemikirannya. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah dalam dialog pencegahan radikalisme di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), Kamis (27/8) siang.

Menurutnya, kerjasama antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan Perguruan Tinggi perlu ditingkatkan, untuk mengantisipasi berkembangnya radikalisme.

“Harus ada gerakan nasional yang terstruktur, sistematis dan masif. Selain penanggulangan, aksi pencegahan juga penting,” tambahnya.

Politisi PDIP itu menilai, Perguruan Tinggi merupakan tempat berbagai pemikiran bersemai di benak mahasiswa. Ditegaskan, peran Perguruan Tinggi menyaring pemikiran itu sangat diperlukan. Sebab, di usia muda, mahasiswa sedang getol-getolnya mencari jati diri.

“Perguruan Tinggi ini tempat anak muda bersemai, itu jadi sasaran rekruitmen aksi terorisme,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Drs Hamidin menyatakan, doktrin-doktrin terorisme selama ini masih didominasi dengan kedok jihad. Padahal, lanjutnya, jihad tidak mesti menggunakan kekerasan.

Terkait pendapat Basarah, Hamidin sepakat jika mahasiswa menjadi sasaran empuk berkembangnya radikalisme. “Usia 21-30 tahun ini memang rentan menerima pengaruh dari luar,” paparnya.-

BNN Kota Malang

85 Guru SD Dilatih Manajemen Sekolah Sehat

Pelatihan program sekolah sehat di Dindik. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang melatih 85 guru sekolah dasar menjalankan program sekolah sehat.

Pelatihan yang berlangsung mulai Kamis (27/8) hari ini, dihadiri manager program sekolah sehat, Agustina. Ia memberikan materi mengenai langkah – langkah praktis memulai kebiasaan hidup sehat di sekolah.
Menurutnya, pelatihan berfokus pada enam pembiasaan hidup sehat. Di antaranya cuci tangan pakai sabun, sikat gigi pagi dan malam, toilet higenis, air minum bebas kuman, makanan bergizi dan seimbang, serta manajemen sampah di sekolah.

“Diharapkan dengan melakukan enam tahapan sederhana itu dapat mewujudkan sekolah sehat dalam waktu 21 hari,” kata Agustin.

Kepala Dindik Kota Malang, Zubaidah mengatakan, dengan program sekolah sehat ini bisa memperbaiki kualitas dan kesehatan anak didik.

“Dengan lingkungan sekolah yang sehat nantinya diharapkan kondisi pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar” harapnya.-

BNN Kota Malang

Sendy Dika Prasetya Juara Lomba Lari 10K

Juara 1 lomba lari 10K, Sendy Dika Prasetya saat pose bersama temannya. (istimewa)

MALANGVOICE – Sendy Dika Prasetya (13), siswa SD Tulungrejo 3 menjuarai Lomba Lari 10K yang diikuti 1.236 siswa SD se Kota Batu.

Kegiatan ini masih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 70 yang diselenggarakan oleh Disdikpora Kota Batu.

Mereka berlari dari alun-alun Kota Batu, menyusuri Jalan Panglima Sudirman, Jalan Patimura, Jalan Abdul Gani, Jalan Sultan Agung, Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro.

Kemudian ke Jalan Gajah Mada dan finish di alun-alun Kota Batu lagi. “Kita gembira karena seluruh siswa SD se Kota Batu berpartisipasi,” ungkap Kadinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Batu, Mistin, Rabu (26/8).

Dikatakan, meskipun kegiatan tersebut dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, namun tidak ada salahnya bila anak-anak SD mengikuti lomba lari untuk menjaring atlet.

Karena ke depan, prestasi Kota Batu harus diakui bukan hanya segi wisata saja, melainkan juga prestasi olahraganya. “Tadi juara I Putra diraih oleh siswa Tulungrejo 3, sedangkan Juara I Putri oleh SD Sisir 1,” tandas Mistin.-

BNN Kota Malang

Pramuka Tidak Boleh Gaptek

Anton Usai Upacara Pramuka

MALANGVOICE – Upacara Hari Pramuka ke 54, Rabu (26/8) digelar di Balai Kota Malang. Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin l Wali Kota Malang HM Anton.

Mengangkat tema “Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan dalam Pembentukan Karakter Kaum Muda”, pergerakan ini diharapkan mampu menjadi motivasi dan semangat dalam mempercepat kemandirian gerakan pramuka.

Selain itu, upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang handal dan lebih baik pada masa depan, juga diharap mampu dikerek melalui pergerakan ini.

“Pramuka harus dapat mengikuti perkembangan kaum muda pada era komunikasi digital dewasa ini,” kata Wali Kota Malang HM Anton.

Lebih lanjut ia menerangkan, saat ini tantamgan bagi para pembina pramuka yang kreatif dalam mengarahkan peserta didik gugus depan, sangat penting dalams menjadikan pramuka sebagai gerakan kebanggaan pemuda.

“Para pelatih hendaknya dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi pendidik yang relavan dengan zamannya tanpa melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan,” bebernya

Peranan gerakan Pramuka, lanjut dia juga berpeluang dalam memberikan kontribusi peningkatan kualitas manusia Indonesia khususnya kaum muda yang berkarakter. “Mari kita lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan dalam pembentukan karakter kaum muda Indonesia.” tambah anton.

Diakhir upacara ini diserahkan penghargaan kepada Gerakan Pramuka atas jasa-jasa, pengabdian, kerjasama dalam meningkatkan aktivitas Gerakan Pramuka dan diakhiri dengan atraksi Anggota Gerakan Pramuka se-kota malang.-

BNN Kota Malang

USAID Tingkatkan Budaya Baca pada Murid Sekolah

Kelompok IPS sedang mendiskusikan karyanya pada modul III untuk jenjang SMP. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Kurangnya motivasi membaca pada anak didik terutama di tingkat dasar membuat USAID (United States Agency for International Development) berupaya membiasakan membaca buku bagi anak – anak di sekolah, Rabu (26/8). Hal ini dilakukan dalam pelatihan yang berlangsung di Malang.

Koordinator USAID Prioritas Jawa Timur, Silvana Erlina mengatakan hasil dari pelatihan para guru dan pelatih bisa menyampaikan kepada komite dan sekolah sehingga budaya membaca kepada anak terus berlanjut.

“Tujuan utama pelatihan manajemen kali ini difokuskan pada kepala sekolah dan guru sehingga dapat disampaikan ke komite sekolah serta wali murid dan dapat meningkatkan manajemen sekolah mereka,” jelasnya, Rabu (26/8).

Dijelaskan Silvana, kepala sekolah sebagai mengelola sumber daya yang ada sehingga kegiatan-kegiatan membaca bisa terlaksana di sekolah. Guru melalui kegiatan pembelajaran dapat mengelola siswa untuk membiasakan diri membaca setiap hari meski hanya 10 menit.

“Sedangkan orangtua di rumah menemani dan mendukung gerakan membaca di rumah dan masyarakat di lingkungan sekitar dapat mendukung dengan perpustakaan lokal atau mengadakan kegiatan gemar membaca,” lanjutnya.

Sementara itu, Whole School Development USAID Prioritas Jawa Timur, Dyah Haryati Puspitasari berharap budaya membaca ini bisa jadi program tetap dan abadi yang dimiliki sekolah. “Pengelolaan budaya baca menjadi tantangan untuk sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung gerakan membaca,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, dibahas pula kiat melakukan supervise informal dan supervisi klinis di kelas, termasuk di dalamnya tentang mekanisme penilaian kinerja guru (PKG).-

BNN Kota Malang

Komunitas