IBU Resmikan Kampus Baru

MALANGVOICE – IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, terus melakukan pengembangan universitas. Rabu (9/6) pagi, rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko bersama dengan jajaran rektorat meresmikan gedung kampus baru di Jalan Citandui Malang.

Kampus C IBU ini nantinya akan menampung enam ribu mahasiswa atau separuh dari jumlah mahasiswa yang ada disana.

Nantinya enam fakultas, termasuk, sejarah dan sosiologi, matematika, bahasa, biologi, bahasa dan sastra Indonesia serta ekonomi dan kewirausahaan.

“Kalau kampus lain menggunakan dana hibah, kami 100 persen menggunakan pribadi,” kata rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko usai meresmikan kampus C.

Dikatakan, nantinya kampus baru akan dilengkapi dengan rest area dan wi-fi sehingga memudahkan mahasiswa dalam pembelajarannya.

“Selain itu nanti akan kami bangun dome, untuk keperluan mahasiswa pula,” tandasnya.

Untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi olah raga, maka tetap belajar di kampus yang lama, karena fasilitas di kampus itu sangat memadai.

BNN Kota Malang

SDN 2 Percobaan Kota Malang Jadi Contoh di Konferensi Nasional PTK

Achmat Khusairi dan Hasnudin, guru SDN Percobaan 2, saat pesentasi pada acara konferensi nasional PTK. (istimewa)

MALANGVOICE – Guru SDN Percobaan 2 Kota Malang dan dosen Universitas Negeri Malang (UM) menjadi contoh dalam konferensi nasional Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta itu menghadirkan dosen, perwakilan dari 16 Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK), dan para guru dari tujuh provinsi mitra USAID Prioritas, Selasa (8/9), itu membahas masalah pembelajaran di kelas, yang membuat hasil belajar para peserta didik selama ini belum maksimal.

Hasanudin Jaelani dan Achmat Kusairi, guru kelas V Sekolah Dasar Negeri (SDN) Percobaan 2 Kota Malang berkolaborasi dengan Edy Budiono dan Erry Hidayanto (dosen UM), menerangkan hasil penelitian pendidikan tindakan kelas seputar peningkatan pemahaman siswa membaca teks matematika.

Edy Budiono mengatakan, teknik itu bisa dipakai agar anak didik bisa paham dan mudah mengerjakan soal. “Selama ini banyak siswa kesulitan menyelesaikan soal cerita matematika. bahkan siswa tidak dapat menceritakan kembali isi teks dengan bahasa mereka,” katanya dikutip siaran pers yang diterima Mvoice, Selasa (8/9).

Teknik metode yang mereka terapkan adalah Read Think and Take a Note (RTN) dalam penelitian. Hasilnya, didapati siswa kelas V SDN Percobaan 2 Kota Malang lebih mampu memahami teks Matematika, dengan memperoleh nilai minimal 70 dari skala 0-100.

Kolaborasi guru dan dosen dalam penelitian tindakan kelas itu, menurut Perwakilan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Prof Dr Hari Amrullah, jadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

”Dosen dapat memperkuat guru menerapkan teori pembelajaran relevan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru,” kata Hari.

Sementara itu, penasehat pembelajaran USAID Prioritas, Lynne Hill, mengungkapkan kerja sama dosen dengan guru melalui penelitian bersama dapat menjadi solusi memecahkan masalah pembelajaran.

“Kerja sama dalam pelaksanaan penelitian ini sangat bermanfaat untuk keduanya. Dosen dapat menerapkan teori pembelajaran yang relevan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran yang dihadapi guru,” jelas Lynne.

BNN Kota Malang

Senior Tidak Boleh Lakukan Perpeloncoan

Rektor UMM, Muhadjir Effendy

MALANGVOICE – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Muhadjir Effendy berpesan pada senior dan panitia Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) agar tidak melakukan perpeloncoan.

Hal itu disampaikan dalam pembukaan Pesmaba di lapangan Helipad di depan 6.866 mahasiswa baru UMM, Selasa (8/9).

“Senior harus mendidik maba dengan melaksanakan program dan pembekalan yang berguna mencetak maba berkualitas. Dilarang keras adanya aktivitas perpeloncoan,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Muhadjir mengatakan dalam tahun akademik 2015/16, UMM menurunkan jumlah mahasiswanya, dimana tahun lalu sekitar 7000 mahasiswa. Penurunan jumlah tersebut diharap bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan memenuhi ketentuan dari Dikti.

“Meski jumlah peminat yang daftar berjumlah 22 ribu melalui online dan daftar langsung 8 ribu calon maba, kami tetap menurunkan jumlah,” ungkapnya.-

BNN Kota Malang

86 Mahasiswa Asing Persmaba di UMM

Mahasiswa asing UMM mengikuti persmaba. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Pengenalan studi mahasiswa baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah  Malang  (UMM) diikuti 6866 peserta. Di antaranya terdapat 86 mahasiswa asing dari berbagai negara dimulai Selasa (8/9), di Lapangan Utama Helipad UMM.

Mahasiswa asing tersebut dari negara Malaysia, Sudan, Vietnam, Thailand, Australia, Jepang, Jerman, Kamboja, Singapura.

Rektor UMM, Dr Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini kampusnya  telah melakukan kerjasama dengan beberapa negara asia dan China yang kualitasnya lebih baik dari UMM.

“Kami sudah melakukan join research join publishing atau tukar menukar pengalaman dan akreditasi internasional sehingga siap untuk akreditasi internasional,” katanya saat sambutan, Selasa (8/9).

Dalam Pesmaba tahun  akademik 2015/16, UMM mengambil tema ‘creatif dan religius’ yang dilakukan selama lima hari dalam dua tahap, yakni tahap universitas dan fakultas.-

BNN Kota Malang

Ganendra Gelar Kompetisi Panjat Tebing di Polinema

Salah seorang peserta kompetisi panjat tebing.

MALANGVOICE – Puluhan peserta dari berbagai daerah se-Indonesia mengikuti kompetisi panjat tebing bertajuk ‘Ganendra Giri Nasional Wall Clambing Competition’ di Politeknik Negeri Malang (Polinema), Kamis (3/9) siang ini.

Even yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-70 TNI ini digelar selama tiga hari, hingga Sabtu (5/9) lusa. Ketua Ganendra Giri, Dwiki Rama, selaku penyelenggara, menyatakan kegiatan ini baru pertama kali digelar. Rencananya, akan menjadi kegiatan rutin tiap tahun.

“Kami kerjasama dengan TNI, jadi sekaligus memperingati HUT TNI. Para peserta memperebutkan total hadiah senilai Rp 24 juta,” tambahnya.

Mahasiswa Teknik Mesin itu menjelaskan, kompetisi terbagi menjadi empat kategori, yakni UPA putra-putri, U-19 putra, U-19 putri, dan Umum. “Total ada 90 peserta dari berbagai daerah. Ada peserta paling jauh dari Kalimantan Timur. Mayoritas peserta dari Jawa-Bali,” pungkasnya.-

BNN Kota Malang

Mahasiswa Diminta Tidak Golput

Massa pendukung calon pemimpin daerah saat simulasi kampanye berlangsung. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Simulasi tahapan Pilkada yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Kamis (3/9) siang ini, bertujuan untuk mengenalkan pesta demokrasi kepada mahasiswa baru.

Pembantu Dekan 3 FISIP UB, Achmad Muwafik Saleh mengatakan, mahasiswa perlu mempraktikkan proses demokrasi dengan baik. Apalagi, akhir tahun ini Pilkada serentak digelar di beberapa daerah.

“Kami ingin memgimbau agar mahasiswa tidak golput. Selain itu, simulasi ini untuk mengenalkan cara berkampanye yang damai,” kata pria asal Madura itu.

Dosen jurusan Ilmu Komunikasi UB itu berharap, mahasiswa ikut berperan agar Pilkada serentak akhir tahun ini berjalan lancar.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa baru, Wahyu Dwi Ariyani mengaku senang bisa mengikuti simulasi tahapan Pilkada di sela pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-Maba).

“Ini sangat bermanfaat. Kami bisa tahu cara memilih pemimpin yang baik. Sebelum menggunakan hak pilih, harus tahu visi calon kepala daerah dulu,” tambah mahasiswi jurusan Psikologi itu.-

BNN Kota Malang

FISIP UB Gelar Simulasi Tahapan Pilkada

MALANGVOICE – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang menggelar simulasi tahapan Pilkada. Simulasi itu dilaksanakan di sela Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-Maba) FISIP 2015, Kamis (3/9) siang ini.

Tahapan itu meliputi penetapan calon, depat calon, dan kampanye. Sebanyak 5 calon ditetapkan sebagai calon bupati dalam simulasi ini.

Masing-masing calon memiliki massa pendukung yang berasal dari 1280 maba FISIP. Setelah penetapan, digelar sesi debat dan kampanye.

“Jika saya menjadi Bupati, saya akan meningkatkan kenyamanan masyarakat. Contoh mudahnya agar tidak mudah ada pertengkaran seperti konflik yang terjadi antara Malang-Surabaya. Saya akan mendamaikan mereka,” ujar salah seorang calon dalam sambutannya ketika sesi kampanye.-

BNN Kota Malang

Kepsek SDN Bandungrejosari 1 Dimutasi ke Bunulrejo

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Bandungrejosari 1 Malang, Puji Wahyuni dimutasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang.

Kasek Puji Wahyuni dimutasi bersama 65 Kepsek lain mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Malang. Pelantikan dilakukan di Aula Disdik, Selasa (1/9). Ada 12 kepsek baru dan 53 kepsek mutasi.

Puji Wahyuni yang sempat tenar lantaran isu dugaan pungutan liar (pungli) tersebut, digeser menjabat Kepsek SDN Bunulrejo 1. Pengantinya berasal dari SDN Kauman 1, Didit Hardianto.

Kepala Disdik Kota Malang, Zubaidah mengatakan, mutasi kepsek ini bukan karena sebuah kasus seperti SDN Bandungrejosari 1 namun terlebih untuk penyegaran dan pemerataan.

“Banyak posisi yang kosong terutama di tingkat SD karena kepseknya sudah pensiun dan berbagai hal. Ini program pemerintah. Person yang bagus kami taruh di pinggir agar ada pemerataan saja,” ungkapnya saat ditemui dikantornya, Selasa (1/9).

Zubaidah belum bisa menentukan kapan kepsek yang baru dilantik tersebut bisa mulai kerja di tempat barunya. Alasannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang belum merapatkan kesepakatan. “Masih dalam tahap serah terima dan pembuatan laporan,” singkatnya. –

BNN Kota Malang

Mahasiswa Difabel Tetap Ikuti Ospek UB

Mahasiswa baru UB yang mengikuti ospek. (Deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) Universitas Brawijaya (UB), tetap mengikutkan mahasiswa barunya yang memiliki kekurangan fisik atau disabilitas.

Kepala Unit Informasi dan Kehumasan UB, Anang Sujoko mengatakan tidak ada keistimewaan bagi 10 maba penyandang kekurangan fisik yang ikut ospek mulai Selasa (1/9) hari ini hingga Kamis mendatang.

“Semuanya ikut seperti lainnya, cuma waktu apel pagi tadi kami posisikan di tempat khusus,” paparnya, Selasa (1/9).

Kesepuluh maba tersebut terdiri dari 5 jenjang S1 dan 5 jenjang Diploma. Anang menambahkan maba difabel tersebut dibantu oleh sukarelawan Pusat Studi Layanan Difabel (PSLD). “PSLD itu ada pelatihannya sendiri, ya dari mahasiswa sini sendiri,” terangnya.

Kampus UB sendiri berusaha memaksimalkan fasilitas untuk para disabilitas, mulai dari jalan hingga toilet. Anang mengatakan akan secepatnya memenuhi fasilitas tersebut, pasalnya UB adalah kampus favorit di Jawa Timur.

“Ada saran yang baik untuk memberikan fasilitas tersebut, kami berikan akses jalan. Tapi yang lainnya kami belum bisa memberikan secara khusus,” tandasnya.

Saat ini 12.492 maba UB sedang menjalani ospek di kampusnya. Mulai Kamis (3/9) barulah mereka akan dilepas kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat fakultas masing-masing.-

BNN Kota Malang

Menunggu Janji Dinas Tak Kunjung Tiba

Radewa Wafadera PPS berkumpul bersama ayahnya, Bambang Subagio, dan ketiga adiknya. (fathul/malangvoice).

MALANGVOICE – Satu dari tujuh siswa lulusan SD yang terancam tidak melanjutkan sekolah adalah Dewa (13). Nama lengkap pemberian ibunya adalah Radewa Wafadera Putra Pratama Subabindian.

Almarhum kakek dan neneknya adalah prajurit militer angkatan darat yang disegani dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati Batu.

Dewa saat ini hidup bersama ayah dan keempat saudaranya tinggal di sebuah rumah kontrakan yang terselip antara musala dan rumah juragannya. Maka dari itu, tidak heran bila mencari rumah mereka amat sulit.

Ditambah nama sang ayah, Bambang Subagio tidak dikenal di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Rata-rata orang mengenalnya dengan nama “bungsu”.
Menurut Bambang, nama “bungsu” sudah dikenal sejak dulu karena ia memang anak bungsu dari saudara-saudaranya.

MVoice berhasil menemukan rumah keluarga ‘Bungsu’ setelah berputar-putar di Jalan Imam Bonjol selama 1 jam lebih. Setelah menemukan Dewa dari anak-anak yang bermain di sana, barulah MVoice diajak ke rumah kontraknya di Gang 1 Nomor 7, RT 03 RW 2 Desa Sisir, Kecamatan Batu.

“Radewa ini anak pertama, maunya ya dia sekolah terus. Tapi dana tidak ada jadi bagaimana lagi,” ungkap ayah Dewa, Bambang Subagio kepada MVoice.

Ia menceritakan kalau Kepala Sekolah SD Negeri Sisir 4 di mana Dewa pernah sekolah, sudah datang ke rumahnya atas perintah Dinas Pendidikan. Kata kepala sekolah tersebut, pihak dinas akan datang untuk membicarakan solusinya.

Namun, hingga sekarang janji tersebut tidak ada jeluntrungnya. Padahal Dewa sudah mendaftarkan diri ke SMP PGRI 1 Kota Batu, dan mengikuti MOS pada hari pertama saja. Saat itupun Dewa hanya memakai pakaian SD karena tidak ada biaya membeli pakaian SMP yang baru.

“Saya menunggu dinas karena janjinya begitu, kata kepala sekolah juga saya tidak boleh ke mana-mana karena dinas akan datang. Tapi kalau mereka tidak datang, ya akan saya usahakan bagaimana caranya agar anak saya tetap bisa lanjut sekolah,” sambung pria 51 tahun ini.

Bambang memang hidup sendiri dengan keempat anaknya yang masih kecil-kecil, Radewa (13), Radit (9), Rachel (8), dan Aurora (5). Maka dari itu, Bambang mengaku kesulitan apabila hendak ditinggal kerja tidak ada yang menjaga, dan bila di rumah saja maka tidak ada uang untuk makan.

Bahkan, Aurora yang kini sudah waktunya masuk TK juga belum didaftarkan. Miris memang, di tengah pembangunan Kota Wisata Batu yang gencar, rupanya masih ada warganya yang tidak dapat sekolah dikarenakan persoalan biaya, padahal dana BOS sudah sejak lama digulirkan.-

BNN Kota Malang

Komunitas