Duh, 80 Koperasi di Kota Batu Dinyatakan ‘Sakit’

Ilustrasi

MALANGVOICE – Beberapa Koperasi di Kota Batu rupanya sedang tidak dalam kondisi baik alias sakit. Dari total 160 Koperasi, sekitar 50 persen atau 80 Koperasi terancam gulung tikar.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Batu Abdul Manaf mengatakan, koperasi yang tidak sehat indikasinya adalah tidak melaksanakan RAT (rapat akhir tahun). Hingga saat ini pihaknya terus mendata dan memantau koperasi yang ada di Kota Batu.

“Salah satunya, koperasi tidak melaksanakan RAT. Rapat ini sebagai salah satu indikator koperasi masih aktif,” kata Manaf kepada MVoice beberapa waktu lalu.

Namun, lanjut Manaf, sekitar 50 koperasi dalam kondisi aman atau sehat. Sebab selalu ada RAT dan mengundang pihaknya.

“Ada yang memang sudah tidak aktif dan tidak RAT, ada yang RAT tidak mengundang kami, dan ada yang lupa tidak mengundang,” sambung dia.

Manaf menambahkan, selain masalah internal koperasi, ada faktor lain yang membuat koperasi semakin terpuruk. Yakni, faktor eksternal atau persaingan daru badan usaha milik swasta. Hal ini cukup mengancam kelangsungan koperasi. Dicontohkannya bisa memberikan kemudahan-kemudahan dalam pengurusan kepada konsumen.

“Sekarang ini persaingan lebih banyak. Contohnya syarat mau pinjam lebih mudah. Kalau kami sebut kompetitor yang bisa membunuh koperasi, ya tidak. Namun, kemudahan yang mereka berikan itu berpengaruh bagi koperasi,” tukasnya.(Der/Ery)