Tahanan Kabur

Ini Alasan Togimin Kabur dari Tahanan Polsek Gedangan

Togimin saat di Polres Malang (Tika)
Togimin saat di Polres Malang (Tika)

MALANGVOICE – Togimin (53), warga Gedangan yang tertangkap petugas Polsek kemudian kabur dari Puskesmas saat dirawat dari luka-lukanya, memiliki alasan yang mengharukan.

Tahanan Polsek Gedangan ini tidak ingin dipenjara lantaran memiliki anak-anak dengan usia yang masih kecil.

“Anak saya enam dan semuanya masih kecil-kecil. Saya kasihan sama mereka,” kata dia dengan bahasa Jawa, Selasa (3/1) saat dimintai keterangan di ruangan Unit Idik III Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang.

Togimin mengaku, saat kabur dia tidak merusak pintu. Hanya dengan tangan kosong, dia dapat melepaskan borgol yang dikenakan kepadanya.

“Saya oglek-oglek (digerakkan dengan berulang kali) borgolnya agak longgar. Kemudian saya kabur dari Puskesmas,” cerita dia dengan terbata dan suara lirih.

Aksi kaburnya berjalan mulus, karena saat itu para petugas sedang tertidur pulas.

“Petugasnya tidur karena waktu kejadian itu bengi tengah wengi (tengah malam),” timpalnya.

Dia langsung pergi menuju kebun tebu di sekitar lokasi untuk melarikan diri. Selanjutnya langsung pulang ke rumahnya di Desa Krajan, Gedangan.

Selama masa kabur, dia sempat berpindah tempat tinggal. Bersama dengan istri dan enam anaknya, dia tinggal di kawasan Bajulmati.

“Saya mengajak mereka pindah rumah, kami ngontrak rumah di sana,” kata dia.

Pelariannya selama hampir dua tahun ini harus berakhir Minggu (1/1). Dia ditangkap petugas kepolisian saat berjualan es degan di sekitar Pantai Ungapan.

“Saya ditangkap pas tahun baru,” kata dia dengan lesu.