Tunaikan Perjalanan Spiritual, Cak Nur Tunjuk Heli sebagai Plt Wali Kota

MALANGVOICE– Wali Kota Batu, Nurochman bersama sang istri, Siti Faujiyah bakal berangkat menunaikan ibadah haji di tahun 2026. Mereka bakal berangkat bersama ratusan jemaah calon haji (JCH) Kota Batu yang tergabung dalam kloter empat embarkasi Surabaya. JCH Kota Batu akan diberangkat dari Masjid Sultan Agung menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Rabu lusa (22/4).

Selanjutnya, para jemaah akan diterbangkan menuju Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 02.55 WIB. Menjelang keberangkatan, para JCH terlebih dulu mengikuti prosesi sederhana pelepasan yang digelar Pemkot Batu di Graha Pancasila Kota Batu (Senin, 20/4).

Kepala Kantor Kemenag Kota Batu, Basuki Rachmad mengatakan, Wali Kota Batu, Nurochman berkesempatan berangkat haji tahun ini setelah menunggu sekian lama. Ia telah mendaftar haji sejak 2012 melalui jalur haji reguler. Dengan masa tunggu sekitar 14 tahun, ia kini masuk dalam daftar keberangkatan musim haji 2026.

“Benar, Pak Wali mendaftar sejak 2012 dan bulan ini berangkat bersama Ibu Wali. Dalam keberangkatannya beliau akan menjalani rangkaian ibadah haji sekitar 40 hari,” terang Basuki.

Ia menjelaskan, bahwa dalam kloter 4 Embarkasi Surabaya, jemaah asal Kota Batu tidak berangkat sendiri. Mereka bergabung dengan jemaah dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Di antaranya 73 jemaah dari Kabupaten Probolinggo, 53 jemaah dari Kota Surabaya, 12 jemaah dari Kota Malang, 8 jemaah dari Kabupaten Malang, serta masing-masing satu jemaah dari Kabupaten Sidoarjo dan Kota Probolinggo.

“Sehingga total satu kloter mencapai 380 orang dalam satu penerbangan,” jelas Basuki.

Ia memastikan seluruh jemaah maupun petugas haji dari Kota Batu telah siap untuk diberangkatkan. Berbagai persiapan mulai dari administrasi, kesehatan hingga manasik haji telah rampung.

“Insyaallah persiapannya baik jemaah maupun petugas sudah siap semuanya. Kami berharap keberangkatan berjalan lancar,” ujarnya.

Kabag Kesra Kota Batu, Suyanto yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Penyelenggara menyatakan bahwa momentum pemberangkatan ini merupakan hari istimewa yang tidak hanya dirasakan oleh para jemaah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat Kota Batu. Prosesi pelepasan in menandai dimulainya perjalanan panjang para jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima, dengan harapan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

“Ibadah haji bukan sekadar panggilan, melainkan hal sakral bagi mereka yang mendapatkan kesempatan mulia ini. Bapak dan Ibu sekalian adalah insan-insan pilihan,” ujar Suyanto dalam sambutannya.

Sebagai bagian dari fasilitator dan support system, Pemkot Batu telah menyiapkan sejumlah skema pelayanan teknis dengan menyediakan transportasi sebanyak tujuh armada bus disiapkan khusus untuk mengakomodasi keberangkatan jemaah menuju asrama haji.

“Kami juga berikan layanan kesehatan karena menyadari pentingnya kondisi fisik prima, Pemkot juga mengirimkan tenaga medis dari Puskesmas Beji untuk mendampingi dan memberikan pelayanan kesehatan secara optimal bagi para jemaah,” bebernya.

Lebih lanjut, Suyanto menekankan bahwa perjalanan haji merupakan perjalanan spiritual yang mendalam, bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menitipkan pesan dan doa kepada para jemaah.

“Kami menitipkan doa agar masyarakat Kota Batu senantiasa diberikan kesejahteraan, hidup rukun dan selalu dalam keberkahan,” imbuhnya.

Selama Wali Kota menunaikan ibadah haji, roda pemerintahan Kota Batu akan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Heli Suyanto sebagai pelaksana tugas. Menjelang keberangkatan, Cak Nur juga memastikan akan melakukan koordinasi internal dengan jajaran pemerintah kota agar seluruh program pembangunan tetap berjalan selama dirinya berada di Tanah Suci.

“Untuk sementara kebijakan pemerintahan akan dipimpin Mas Heli sebagai Plt,” ujar Nurochman.

Bagi Cak Nur sapaan akrab Nurochman, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar agenda keagamaan. Ia menyebut kesempatan berhaji merupakan panggilan spiritual yang telah lama dinanti bersama sang istri. Selama masa tunggu belasan tahun, ia mengaku memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri, baik secara mental maupun spiritual.

“Alhamdulillah, mohon doanya agar nanti ibadah saya dan istri berjalan lancar,” ucapnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait