Pesta Gay di Kota Batu

Meski Akui sebagai Kelompok LGBT, Pelaku Akan Dilepas Polisi

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto saat konferensi pers terkait dugaan pesta gay di Songgoriti.(Miski/MVoice)
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto saat konferensi pers terkait dugaan pesta gay di Songgoriti.(Miski/MVoice)

MALANGVOICE – Polres Batu belum menemukan adanya pelanggaran pidana terhadap sembilan orang yang diduga melangsungkan pesta gay di pemandian air panas Songgoriti, Kota Batu, Sabtu (29/7) malam.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto, mengatakan, dari hasil sementara pemeriksaan terhadap mereka, belum ada pidana yang dilanggar, tetapi mereka mengakui sebagai kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Pertemuan berlangsung beberapa kali dalam dua bulan terakhir di tempat pemandian air panas Songgoriti. Namun, mereka membantah jika melakukan hubungan seksual. Saat diamankan, pihaknya tidak memergoki praktik tersebut, hanya mandi bersama dalam keadaan telanjangn bulat.

“Kami juga mengecek HP milik mereka. Memang ada foto-foto mesra pemilik sesama jenis. Sama halnya foto-foto yang di upload di grup Facebook Ikatan Gay Batu (IGABA). Intinya mereka hanya mandi bareng dalam keadaan telanjang,” katanya, saat konferensi pers di Mapolres Batu, Minggu (30/7).

Budi menyebut, pihaknya mengamankan kesembilan orang tersebut untuk mengkonfirmasi kebenaran tersebut. Sebab, sebelumnya ada informasi masyarakat dan hal ini menjadi viral di media sosial. Selama tiga hari anggotanya melangsungkan penyelidikan. Setelah informasi lengkap, pihaknya lantas mendatangi lokasi dan benar adanya.

Dari 11 orang yang diamankan, dua di antaranya merupakan penjaga pemandian air panas. Dari sembilan orang ini, statusnya masih bujang dan pekerja swasta. Satu di antaranya pernah menjadi mahasiswa sebelum memutuskan berhenti.

“Kami ingin menjawab keresahan masyarakat. Sehingga isu yang berkembang tidak semakin berlarut. Kota Batu tempat wisata, jangan sampai dijadikan tempat maksiat,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kesembilan orang itu tidak lagi mengulangi perbuatannya dan tidak menggelar pertemuan serupa di Kota Batu. Tertuang dalam surat pernyataan.

Budi mengaku tidak akan segan apabila hal serupa terulang. Sebab, hal ini mengganggu Kamtibmas. “Setelah semuanya selesai, kami kembalikan ke keluarga masing-masing,” paparnya. Sembari menyebut kegiatan serupa pernah dilakukan kaum gay dari beberapa beberapa kota di Jawa Timur dan Bali.


Reporter: Miski
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria