MALANGVOICE – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mencatat capaian positif pada sektor opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di awal tahun 2026. Tren ini menjadi sinyal baik bagi peningkatan pendapatan daerah sekaligus menunjukkan kepatuhan wajib pajak yang semakin meningkat.
Kepala Bidang Pengendalian Pajak Daerah Bapenda Kota Malang, Syarif Hidayat, mengungkapkan hingga 15 April 2026, realisasi opsen PKB mencapai Rp35.495.130.900 atau sekitar 26,85 persen dari target. Sementara itu, opsen BBNKB tercatat sebesar Rp13.474.698.000 atau 22,25 persen.
“Untuk PKB dan BBNKB sampai pertengahan April ini sudah menunjukkan tren positif,” ujar Syarif.
Upaya Jemput Bola Bapenda Singgah Perumahan Dinantikan Masyarakat
Menurutnya, capaian tersebut cukup menjanjikan sebagai modal awal untuk mengejar target pendapatan tahunan, meski kondisi ekonomi masih dinamis. Ia juga menilai, peningkatan ini tidak lepas dari strategi kolaboratif yang dijalankan bersama berbagai pihak.
Bapenda Kota Malang, lanjut Syarif, terus memperkuat sinergi dengan UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Samsat Kota Malang. Kolaborasi lintas instansi ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.
“Prinsipnya kami tetap membantu dan berkolaborasi sesuai tugas dan kewenangan yang melekat di Samsat Malang Kota,” jelasnya.
Selain itu, Bapenda juga mengintensifkan program jemput bola guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perpajakan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membuka layanan pembayaran PKB dan BBNKB khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Layanan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 mulai pukul 08.00 WIB di Balai Kota Malang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang.
Tak hanya melayani pajak kendaraan, dalam kegiatan tersebut Bapenda juga membuka layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Upaya ini dilakukan untuk memberikan kemudahan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Dalam rangka HUT ke-112 Kota Malang, kami juga membuka pelayanan PBB,” imbuhnya.
Melalui berbagai inovasi layanan, terutama program jemput bola, Bapenda Kota Malang optimistis realisasi pendapatan dari sektor opsen pajak akan terus meningkat. Langkah ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Malang yang berkelanjutan.(Der)