01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Festival Kerontjong Nang Kajoetangan Bangkitkan Geliat Wisata Kampung Tematik

Festival Kerontjong Nang Kajoetangan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Festival Kerontjong Nang Kajoetangan menjadi bukti geliat kebangkitan wisata kampung tematik di Kota Malang.

Digelar secara virtual pada Jumat (15/10), festival dibuka dengan tembang keroncong kemayoran, alunan nada lawas nan epik menyatu apik dengan lansekap sekitar rumah tertua di Kampung Kajoetangan yang menjadi stage utama festival kali ini. 

Wali Kota Malang, Sutiaji sangat mendukung gelaran ini.

“Aktivasi event secara kreatif di Kampung Heritage Kajoetangan inshaallaah turut membangkitkan optimisme wisata kita segera pulih”, ujar Wali Kota yang gemar menulis tersebut.

Virtual Event Festival Kerontjong nang Kajoetangan adalah bagian dari 27 event Kampung Tematik di seluruh Kota Malang sepanjang tahun 2021 yang diinisasi kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) bersama Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), Pokdarwis Kajoetangan, Karang taruna, masyarakat setempat dan sejumlah komunitas.

“Jadi rangkaian kegiatan virtual ini adalah komitmen kita, insan pariwisata Kota Malang, untuk beradaptasi dan bangkit di tengah pandemi”, demikian ungkap Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni.

Secara terbatas, festival turut dihadiri langsung perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), termasuk meninjau kesiapan protokol kesehatan dan spot-spot unggulan di Kampung Heritage Kajoetangan.

Gelaran event kerontjong kajoetangan memang disinergikan dengan proses assesment Kota Malang sebagai salah satu peserta program Smart City dari Kementerian Kominfo yang mengambil tema pariwisata.

Tidak hanya menampilkan tembang-tembang keroncong kenangan, festival juga diperkaya dengan dialog santai terkait perkembangan keroncong di Kota Malang dan penyerahan buku Sejarah Keroncong Indonesia oleh Ketua Museum Musik Indonesia (MMI), Hengki Herwanto.

“Konsepnya memang jadul, termasuk ada kelompok keroncong sepuh” tambah Mila Kurniawati, ketua Pokdarwis Kajoetangan Heritage.

Terkait persiapan event, diakui Mila waktu persiapan relatif singkat.  Pun demikian Pokdarwis bersyukur bahwa event yang disiarkan melalui kanal youtube Inspire Media TV dapat berjalan lancar dan mampu mewarnai penguatan salah satu dari lima pilar wisata Heritage yang ditawarkan Kampung Kajoetangan.

“Kita juga sedang proses pengajuan QR Code pedulilindungi dan SOP Prokes. Harapannya tentu pandemi segera berakhir dan wisatawan kembali bisa berkunjung,” ujarnya.(der)

Jembatan ala Eropa, Kentalkan Suasana Kayutangan Heritage

Jembatan Kayutangan Heritage. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana Berbeda terlihat di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. Gambaran kampung yang sebelumnya kumuh, kini menjadi cukup menarik dan elegan.

Terlihat cukup banyak perubahan mulai dari jalan poros di pintu masuk utama, di setiap sudut kampung cukup banyak rumah-rumah dengan arsitektur zaman dulu.

Lebih menariknya lagi, terdapat satu jembatan yang ada di bantaran Sungai Sukun, memiliki desain ala Eropa dengan beberapa coretan gambar rumah di tembok dan lampu hias sebagai pendukung nuansa heritage.

Perubahan ini, setelah adanya pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan Jembatan ala Eropa ini terealisasi tujuh bulan lalu, saat pelaksanaan program Kotaku. Lalu pak wali pun sempat survey kesini dan akhirnya mulailah dibangun jembatan ini. Baru sekitar sebulan yang lalu jembatan ini akhirnya selesai dikerjakan,” ujar Wakil Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage, Herman, Ahad (30/5).

Setelah, jembatan ala Eropa ini selesai dikerjakan, warga pun terdorong untuk mulai menata dan menginovasi. Seperti, rencana pembuatan kapal kecil di sungai hingga pembuatan dam, sebagai penunjang wisata di kawasan itu.

“Jadi saat ditutup kan airnya naik, nanti barulah kapal kita taruh dan wisatawan bisa bersantai diatas kapal itu,” tuturnya.

Selain itu, untuk gambaran atau lukisan yang ada di tembok itu nantinya akan dilanjutkan oleh pihak ketiga sebagai penanggung jawab sekaligus pengerjaan.

“Lukisannya sendiri nanti akan dibikin nuansa heritage zaman dulu ya. Biar kesannya lebih dalam lagi. Itu di semua tembok yang masih kosong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Mengatakan, akan ada pemberian ornamen mulai dari, bunga-bunga hingga papan petunjuk sebagai pelengkap.

“Ini nanti dari pihak ketiga yang membantu. Keinginan kita bisa menambah bunga-bunga di pintu masuk, terus lampu juga dan kemudian membikin tempat loket hingga papan petunjuk,” kata dia.

Herman menambahkan, akan membuat manajemen kuliner, saat kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang saat ini ditutup karena pandemi covid-19 kembali dibuka.

Sebagai upaya antisipasi, agar suasana jembatan yang sudah bagus dan bersih tidak kembali terlihat kumuh.

“Jualan didalam rumah, tidak boleh dijalanan jembatan ini. Nanti akan kita data dan kita buatkan plakat yang seragam dan pastinya tetap berkonsep heritage. Setelah itu, nantinya disepanjang aliran sungai ini akan kita bersihkan semua dibantu oleh pihak ketiga agar lebih indah lagi,” tandasnya.(der)