Si Tohir Mampu Tekan Kematian Bayi Sapi, Peternak Terbantu

Sapi yang memakai alat Si Tohir. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Indonesia mengalami peningkatan permintaan daging sapi sebesar 4 persen setiap tahun. Namun, kematian bayi sapi (pedet) akibat kurangnya perhatian pemilik mengakibatkan pertumbuhan jumlah sapi di Indonesia kurang optimal.

Menjawab keluhan peternak di Desa Cepoko, Kecamatan Sumber Lawang, Sragen, tiga mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), Pipik Lestari, Yusron Hamidi dan Tri Rahmawatiningsih, dalam bimbingan Dr Eng Cahya Cahya Rahmad ST MKom merealisasikan Si Tohiratau Sistem Monitoring Kelahiran Pedet Berbasis Raspberry Pi.

Teknologi ini dapat memantau atau mendeteksi ciri-ciri fisik sapi yang akan melahirkan dan memberikan informasi secara realtime kepada peternak. Uniknya, alat bernama Si Tohir ini sangat mudah digunakan dan praktis sehingga bisa dipindah dan diperbanyak.

Selain itu, Si Tohir juga mampu memberikan informasi berupa gambar, teks, maupun video kepada peternak sapi secara realtime melalui Telegram. Telegram merupakan aplikasi messager yang dapat di pasang pada smartphone peternak.

Alat ini merupakan gabungan beberapa alat dan sensor yang bertugas mendeteksi ciri-ciri fisik dan perilaku pada sapi sebelum melahirkan. Deteksi meliputi suara, gerak ekor, dan pergerakan sapi yang selanjutnya akan di informasikan kepada pemilik.

Tim inovator Si Tohir. (Anja Arowana)

Si Tohir terdiri dari 2 sub bagian yaitu sistem yang berupa website dan alat itu sendiri. Web digunakan untuk input data kawin dan perhitungan perkiraan kelahiran pedet dengan menggunakan kalender 21.

Sedangkan alat Si Tohir sendiri merupakan alat yang di pasang di ekor sapi terdiri dari sensor tilt yang digunakan untuk mendeteksi gerakan ekor sapi. Sensor tilt dibantu dengan sensor imu yang di setting hanya membaca inputan gerakan ekor sapi dengan arah vertikal atau naik turun saja.

Setelah seperangkat sensor tilt mendeteksi gerakan pada ekor sapi maka selanjutnya akan dikirim ke raspberry pi melalui bluetooth HC06. Kemudian sistem mengirim notifikasi pesan ke telegram pengguna berupa teks, gambar, maupun video.

Dalam uji lapangan, didapatkan bahwa sebagian besar peternak mengaku terbantu dengan alat ini, mereka berharap alat ini dapat diproduksi secara massal sehingga dapat memberikan keuntungan dan kemudahan bagi peternak.

Lewat inovasi ini tim Polinema akan berlaga di Monitoring Evaluasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 30 pada 18-19 Juli 2017. Di ajang ini tim juga membawa misi menyuarakan pemanfaatan teknologi untuk membantu kehidupan manusia khususnya di bidang teknologi peternakan.

“Saatnya mahasiswa membawa langkah perubahan serta memanfaatkan teknologi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena sejatinya teknologi bukanlah predator melainkan ujung tombak inovator,” kata salah seorang anggota tim melalui rilis yang diterima MVoice.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Locwis Digi Flipbook, Suplemen Bahan Ajar Digital Berbasis Kearifan Lokal

Locwis Digi Flipbook (Anja Arowana)
Locwis Digi Flipbook (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menyusun suplemen bahan ajar inovatif. Adalah Locwis (Local Wisdom) Digi Flipbook, suplemen bahan ajar yang dikemas dalam bentuk digital yang kental sentuhan teknologi.

Bahan ajar yang digunakan di sekolah merupakan salah satu kunci suksesnya pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan kebanyakan berbentuk buku. Buku tersebut mampu menyukseskan tujuan pembelajaran bila dimanfaatakan secara optimal.

“Sayangnya, siswa cenderung malas membaca buku pelajaran karena terlalu banyak teks, minim gambar serta tampilan yang kurang berwarna,” kata ketua tim, Ika.

Tim pun menyusun bahan ajar untuk menunjang bahan ajar utama yang digunakan di sekolah. Oleh karena itu, produk mereka disebut suplemen bahan ajar yang dikemas dalam bentuk digital yang tidak hanya memuat teks dan gambar berwarna, tetapi juga memuat video dan audio.

Tim pencipta Locwis (Anja Arowana)
Tim pencipta Locwis (Anja Arowana)

Dari segi tampilan, suplemen bahan ajar ini dilengkapi animasi flip, sehingga pembaca dapat membuka halaman buku digital layaknya buku biasa. Aksesnya juga mudah karena dapat dilakukan secara online dan offline. Akses online dapat dilakukan dengan koneksi internet, sedangkan akses offline dapat dilakukan dengan menginstal aplikasi pada PC ataupun gadget.

Nilai-nilai kearifan lokal menjadi poin penting dalam suplemen bahan ajar yang mengangkat materi pemanfaatan sumber daya laut ini.

“Bahan ajar di sekolah belum memaparkan secara mendalam terkait materi tersebut, padahal dalam salah satu kompetensi dasar (KD) mata pelajaran geografi kelas XI materi tersebut menjadi fokus pembelajaran mengingat negara kita ingin menjadi poros maritim dunia,” tambahnya.

Menurut paparan kelompok, materi kearifan lokal pada Locwis Digi Flipbook diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. Penelitian tersebut dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan.

Tim penyusun Locwis berharap suplemen bahan ajar ini mampu meningkatkan minat siswa untuk membaca dan memberikan wawasan lebih luas tentang pemanfaatan sumber daya laut sehingga sumber daya tersebut tetap lestari. Selain itu, Locwis Digi Flipbook juga diharapkan menjadi media untuk menjaga eksistensi kearifan lokal kepada generasi muda.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Wow! Mahasiswa UM Ciptakan Bioetanol dari Buah Bintaro

Tim pengolah buah Bintaro (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menemukan cara untuk menghasilkan bioetanol dari buah bintaro. Mahasiswa tersebut tergabung dalam tim BIOACTION yaitu Rangga Ega Santoso, Nur Fitriana, Maria Carolina, dan Firda Chynthia.

Menurut ketua tim, Rangga Ega, Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Kebutuhan Etanol di Indonesia masih sangat tinggi yakni 3 juta kiloliter per-tahunnya. Sedangkan produksi Etanol di Indonesia masih sebanyak 535 ribu kiloliter per tahun. Berarti saat ini, Indonesia masih kekurangan pasokan etanol sebesar 2,465 juta kiloliter lagi.

Formula yang mereka ciptakan mengolah tanaman Bintaro yang termasuk tumbuhan mangrove yang tumbuh melimpah di daerah tropis. Tumbuhan ini masih belum dimanfaatkan secara penuh.

Buah bintaro (istimewa)

“Buah Bintaro ini mengandung serat lignoselulosa menyerupai buah kelapa. Komponen selulosa di dalamnya berpotensi sebagai substrat dalam pembuatan bioetanol melalui serangkaian proses yang cukup kompleks namun tetap merujuk pada penelitian serupa sebelumnya,” kata Rangga

Formula yang berbeda, lanjut dia, dapat menghasilkan peningkatan hasil bioetanol dari katalis asam sulfat yang eknomis dan proses fermentasi yang lebih singkat. Hasil temuan mereka pun berhasil lolos dan didanai dalam PKM Nasional 2017.

“Dengan begitu, temuan ini mengacu pada PerPres No.5 Tahun 2006 Pasal 1 untuk diversifikasi energi guna mewujudkan ketercapaian Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2025 khususnya pada sektor energi biomassa,” tutup dia.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Kerennya Rakai Langit, Buku Augmented Reality Karya Mahasiswa UM

Cover buku Rakai Langit (istimewa)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil berinovasi menciptakan buku berbasis teknologi augmented reality. Adalah buku Rakai Langit, sebuah kumpulan cerpen ilustrasi berwarna dan menarik yang meningkatkan minat baca siswa.

Tim ini diketuai Teguh Dewangga dari Teknik Mesin, dengan anggota Aji Setiawan, Monica Widyaswari, Alfina Musfira dan Ekki Septian Putra.

Menurut Teguh, inovasi ini dilatarbelakangi angka minat baca di Indonesia yang berdasarkan Unesco tahun 2012 hanya 0,001. Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya 1 dari 1000 penduduk yang mempunyai minat baca serius.

“Terlebih dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, buku seolah menjadi benda usang dan tak tersentuh,” kata dia kepada MVoice.

Selain itu, permasalahan tersebut juga disebabkan oleh jumlah buku yang terbatas dan pengemasan buku yang kurang menarik serta minimnya sentuhan teknologi.

Tim penemu buku Rakai Langit (Anja Arowana)

Teguh dan timnya kemudian, mengusung ide kreatif membuat buku yang lebih menarik. Cara kerja buku juga sederhana, melibatkan gadget, animasi dan audio visual.

“Kita membuat buku kumpulan cerita pendek dengan puluhan ilustrasi berwarna. Di setiap ilustrasi akan memunculkan animasi dalam bentuk audio visual yang berasal dari program augmented reality. Saat ini hampir semua orang memiliki gadget, maka kami tidak memandang teknologi sebagai ancaman, melainkan potensi besar yang dapat dikolaborasikan dalam upaya meningkatkan angka literasi di Indonesia,” ucap Teguh yang juga penulis naskah buku ini.

Rakai Langit, lanjut dia, diambil menjadi judul buku kumpulan cerpen tersebut karena memuat sepuluh cerita pendek yang tema besarnya adalah kearifan lokal. Bahkan delapan puluh persen cerita-cerita tersebut pernah dimuat di media cetak, dan menjuarai lomba kepenulisan cerpen tingkat kampus hingga nasional.

Buku Rakai Langit jika dibuka lewat gadget smartphone (Anja Arowana)

Selain itu nilai kearifan lokal yang diangkat juga menjadi salah satu poin penting, seperti kejujuran, sikap toleransi, gotong-royong, menghargai kepercayaan masing-masing dan sebagainya. Terlebih nilai-nilai tersebut semakin hari semakin hilang.

“Ilustrasi yang ada juga disesuaikan dengan isi naskah, agar nilai-nilai kerarifan lokal tersebut muncul. Selain itu puluhan ilustrasi yang dicetak berwarna, juga menjadi salah satu cara agar pemula lebih tertarik untuk membaca bukunya,” ungkap Aji, ilustrator buku Rakai Langit.

Penggunaan program pada buku cukup mudah. Program yang telah terinstal dalam android akan terintegrasi dengan aplikasi kamera, untuk menikmati animasi cukup arahkan kamera pada setiap ilustrasi yang ada. Animasi akan muncul pada layar dan menggambarkan bagian cerita yang divisualisasikan. Setiap ilustrasi yang ada akan memunculkan animasi sehingga alternatif menikmati cerita bisa lebih beragam dan menarik.

Alfina dan Ekki yang bertanggung dalam bidang produksi dan pemasaranan mengungkapkan bahwa segmentasi dari pengguna buku seharga Rp. 65.000,- tersebut adalah usia sekolah menengah atas hingga dewasa.

Monica selaku programer juga menambahkan, program augmented reality nantinya bisa didownload secara gratis di Playstore, sehingga pembaca cukup membeli bukunya.

Tim yang mengemban tugas dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan tahun 2017 tersebut mengungkapkan, nantinya kegiatan ini tidak saja berhenti pada capaian dalam bentuk buku dan software, namun juga diharapkan mampu menjadi starting point dalam mengembangkan produk lainnya. Bisa dalam bentuk film pendek, komik, maupun merchandise.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

AbsoSiGel, Inovasi Unik Mahasiswa UM Atasi Sepatu Bau

Contoh produk yang ditawarkan (anja arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Malang (UM) menemukan solusi mengurangi masalah bau pada sepatu. Ialah AbsoSiGel, sebuah inovasi sol sepatu dengan lapisan silika gel yang dapat menyerap kelembaban dan bau pada sepatu.

Inovasi ini dipelopori Rani Wahyu A, ST Ulfawanti I S, Ika Putri N, Sintia Arianti, Egidia Nasifatul N, oleh bimbingan Nurul Hidayat SSi MSi.

Rani Wahyu menjelaskan, ide inovasi berasal dari pengalaman dan keluhan teman-teman kuliah mereka. Sebagai mahasiswa FMIPA yang selalu pergi ke lab dan harus melepas sepatu, Rani dan tim mengetahui banyak dari sepatu teman mereka sudah rusak dan bau.

“Ya teman-teman banyak yang mengeluh dan terganggu karena bau kaki itu. Kayaknya kalau mahasiswa juga tidak sempat nyuci sepatu. Sepatunya ya cuma satu itu,” kata Rani saat ditemui MVoice.

AbsoSiGel mempunyai cara kerja yang sederhana. Sifat silika gel memang menyerap H2O dan menetralkan kelembaban. AbsoSiGel terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling bawah yang bersentuhan pada sepatu, sedangkan silika gel dipasang di lapisan sol bagian tengah, dan paling atas adalah lapisan yang bersentuhan dengan kaki.

“Jadi sol ini tinggal dimasukkan saja ke dalam sepatu. Kalau sering dipakai, sebaiknya tiap hari dijemur di terik matahari atau di oven. Tanpa dicuci kok,” kata dia.

Sejak produksi awal bulan April lalu, Rani dan timnya sudah menjual lebih dari 100 pasang sol. melalui sosial media Instagram, Line, Tokopedia dan Facebook, AbsoSiGel menarik minat para customer. Bahkan, ukuran dan motif sol bisa direquest sesuai kebutuhan. Soal harga, Rani membandrol harga sol cukup terjangkau. Sepasangnya hanya Rp 30 ribu saja.

Saat ini Rani dan tim sedang mengurus hak paten dan desain packaging. AbsoSiGel juga akan dikembangkan sehingga memiliki kemampuan seperti sol pijat refleksi.

“Iya saat ini lagi kerjasama dengan Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya. Jadi silika gelnya bisa berfugsi sebagai pemijat refleksi titik-titik syaraf. Masih disesuaikan posisi silika gelnya agar sesuai dengan penyakit-penyakit yang ingin disembuhkan. Misal, yang sakit diabetes bisa request ke kami,” tutup dia.


Reporter: Anja Aronawa
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Mbois! WDC Rilis Teknologi 3D NAND 96-Layer Pertama di Dunia Industri

Teknologi 3D NAND 96-Layer.

MALANGVOICE – Western Digital Corp (WDC) baru saja mengumumkan keberhasilannya mengembangkan teknologi 3D NAND generasi terbaru, yaitu BiCS4 dengan kapabilitas perangkat penyimpanan sebanyak 96 lapisan. Pengiriman contoh produk ini ke para pelanggan OEM diperkirakan dilaksanakan pada paruh kedua 2017 dan pengiriman produk perdana pada 2018.

BiCS4 yang dikembangkan bersama-sama dari teknologi Western Digital dan mitra perakitan Toshiba Corporation, pertama kali diimplementasikan pada chip 256 gigabit, dan akan didistribusikan terhadap berbagai varian kapasitas, termasuk satu terabit pada sebuah chip tunggal.

“Keberhasilan kami mengembangkan teknologi 3D NAND 96-layer pertama di industri ini menandakan konsistensi kepemimpinan Western Digital pada teknologi flash NAND dan eksekusi nyata roadmap teknologi kami,” ujar Executive Vice President of Memory Technology at Western Digital, Dr Siva Sivaram, dalam rilis yang diterima MVoice.

BiCS4 akan tersedia dalam arsitektur 3-bit-per-sel dan 4-bit-per-sel, berisi inovasi teknologi dan perakitan untuk memberikan kapasitas penyimpanan 3D NAND. Dikatakannya, performa dan keandalan tertinggi dalam biaya, menjadi daya tarik bagi para pelanggan.

“Portofolio 3D NAND Western Digital didesain untuk menjawab kebutuhan pasar yang termasuk consumer, mobile, computing dan data center,” lanjut dia.

Perusahaan ini juga menyoroti kuatnya operasi yang terus berjalan pada fasilitas perakitan patungannya di Jepang. Khususnya, WDC menekankan kembali ekspektasinya di tahun 2017 dimana output keseluruhan dari teknologi 3D NAND 64-layer, BiCS3, akan terdiri dari lebih 75 persen dari keseluruhan suplai bit 3D NAND. WDC kini percaya, bersama mitranya Toshiba Corporation, output bit 3D NAND 64-layer gabungan dari usaha patungan tersebut pada tahun 2017 akan lebih tinggi dibandingkan suplai produsen di industri lainnnya pada tahun yang sama.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Bahaya! Ransomware Mirip WannaCry Lancarkan Serangan

Begini rupa ransomware sedang menyerang (istimewa)

MALANGVOICE – Serangan ransomware jenis baru kembali mengancam dunia cyber. Kali ini, pengembang malware merancang serangan yang mengacaukan dunia. Dalangnya adalah ransomware Petya jenis baru yang dideteksi ESET sebagai Win32/Diskcoder.C.

Malware ini, jika berhasil menginfeksi MBR akan mengenkripsi keseluruhan drive. Kondisi itu bisa semakin parah karena serangan dikombinasikan melalui celah keamanan EternalBlue dan EternalRomance, mengeksploitasi SMB yang sebelumnya digunakan WannaCry untuk masuk jaringan, kemudian menyebar melalui PSExec, menyebar di dalam jaringan.

Kombinasi berbahaya itu menjadi alasan wabah ini menyebar secara global dan cepat. Menggunakan dua eksploit kit, ransomware menyebar melalui LAN ke komputer lain. Tidak seperti WannaCry, Petya hanya akan menyebar melalui LAN, dan tidak melalui internet. Hanya perlu satu komputer yang belum dipatch untuk masuk ke dalam jaringan, ransomware bisa langsung mendapatkan hak administrator dan menyebar ke komputer lain dalam satu jam.

Akibatnya banyak bank, jaringan listrik dan perusahaan pos terinfeksi. Bahkan, kantor-kantor pemerintah yang memiliki keamanan berlapis berhasil ditembus.

Berbagai laporan insiden di berbagai penjuru dunia masih terus berdatangan. Banyak perusahaan kebingungan mengetahui ransomware yang mampu mengunci ratusan komputer dalam jaringan yang sama hanya dalam waktu satu jam.

Serangan WannaCry yang menggunakan eksploit kit EternalBlue dapat dihentikan melalui mekanisme KillSwitch, yang kemudian mampu menghentikan sebagian besar infeksi. Namun, versi terbaru Petya sudah mengantisipasi dengan tidak menyediakan kemungkinan adanya KillSwitch.

Menurut berita The Independent, Petya jenis baru ini juga menginfeksi komputer WPP, sebuah perusahan periklanan di Inggris, serta Maersk, perusahaan pelayaran Denmark. Menanggapi serangan global Petya, Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, mengatakan, ransomware Petya varian ini menduplikasi metode serangan WannaCry meskipun ada perbedaan mendasar pada akibatnya.

Jika WannaCry hanya mengenkrip file tertentu, maka varian Petya ini mampu mengenkrip seluruh hardisk pada akhirnya. “Dengan metode ini, ada kemungkinan akan mencapai Indonesia dengan cepat seperti halnya WannaCry, terlebih saat ini sedang libur panjang di mana kewaspadaan biasanya berkurang dan update sistem/applikasi terhenti,” kata dia dalam rilis yang diterima MVoice.

Yudhi menambahkan, kehadiran ransomware ini sudah dideteksi ESET melalui update terakhir bernomor 15653. “Namun demikian, pengguna tetap harus selalu mawas diri dan terus meng-update seluruh software atau aplikasi yang digunakan dalam komputer. Jika sudah sempat terkena gejala awal adanya peringatan yang muncul melalui layar monitor, segera matikan komputer melalui tombol power. Dengan cara ini ada kemungkinan file diselamatkan karena ransomware ini belum sempat mengenkripsi seluruh harddisk,” tambah dia.

Saat ini email pengembang malware yang digunakan untuk menerima Bitcoin wallet ID dan personal installation key sudah dinonaktifkan oleh provider email, sehingga usaha pembayaran tebusan tidak dimungkinkan. Para hacker juga dapat mengantongi uang 20 ribu dollar hanya dalam beberapa jam serangan saja.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Berkat Zugos Karya Mahasiswa UB, Tingkat Kekeruhan Air Limbah Rumah Tangga Berkurang

Tim mahasiswa penemu Zugos. (istimewa)
Tim mahasiswa penemu Zugos. (istimewa)

MALANGVOICE – Empat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang membuat alat penyaring limbah berdesain zig-zag. Alat yang diberi nama Zugos atau Zig-zag Ultra Grey Water dengan metode Organic Sand Filter (O-sandfil) tersebut berhasil menurunkan pH dan kekeruhan air limbah rumah tangga.

Mereka yang berperan dalam inovasi ini yaitu Siska Rahmadani, Ayu Khurotul Aini Amalia, Dwi Laksana Aji Putra, dan Yayang Saputra, didampingi Dosen Pembimbing Dr Eng Tri Budi Prayogo ST MT. Inspirasi pembuatan Zugos tak lepas dari keprihatinan terhadap air limbah rumah tangga yang langsung dibuang tanpa melalui penyaringan terlebih dahulu.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya rumah bertingkat. “Pada awalnya limbah bukan masalah besar, namun akibat pertumbuhan penduduk yang pesat maka terjadilah peningkatan limbah cair rumah tangga,” kata Ayu. Tingkat limbah pada sungai- sungai di Indonesia yang mencapai 70-75 persen inilah yang mendorong mereka menciptakan sebuah alat penyaring air limbah rumah tangga, khususnya untuk rumah bertingkat.

Zugos sendiri terdiri dari kotak penampungan yang berisi serbuk biji kelor yang merupakan filter pertama dalam penyaringan. Setelah kotak terdapat pipa yang didesain secara zig-zag. Di dalam pipa tersebut terdapat filter pasir, zeolit, arang, dan ijuk. Kemiringan dari pipa zig-zag kurang lebih 30 derajat kemiringan dengan panjang dua meter dan diameter tiga inchi. Air limbah dari kamar mandi yang tersaring setidaknya dapat digunakan menyiram tanaman.

“Serbuk biji kelor belum banyak dimanfaatkan di Indonesia. Kami memilih serbuk biji kelor karena mengandung zat – zat yang dapat menurunkan pH serta dapat menurunkan tingkat kekeruhan. Kedepannya kami berharap bisa mengembangkan alat ini agar lebih baik lagi dalam pengolahan air limbah menjadi air bersih,” papar dia.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yunus Zakaria

Aplikasi Game dan Kuliner Jadi Andalan Industri Kreatif Kota Malang

Pemkot Malang - Bekraf tandatangani momitmen bersama pengembangan ekonomi kreatif. (Bagian Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Kota Malang menunjukkan grafik positif dalam beberapa waktu terakhir ini, ditandai dengan banyaknya startup baru bermunculan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Malang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sektor ini.

Melihat tumbuh dan kembangnya industri kreatif tersebut, Pemerintah Kota Malang mengajukan diri untuk dilakukan uji petik terhadap 3 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas kepada Tim Pemeringkatan Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia.

Hasilnya, dua subsektor yakni Game Aplikasi dan Kuliner dijadikan fokus andalan di Kota Malang untuk dikuatkan dalam bentuk komitmen bersama antara Pemkot Malang dan Bekraf. Pemaparan Uji Petik Kota Kreatif dan Penandatangan Berita Acara Komitmen Bersama Antara Pemkot malang dan Bekraf, dilakukan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, H. Moch Anton dan Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkrawi, pada Selasa (20/6).

Kota Malang sendiri termasuk dari 40 kota/kabupaten yang sudah didatangi oleh Tim PMK3I untuk mendorong ekonomi kreatif. Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari, mengatakan, dua subsektor andalan Kota Malang ini berdasarkan penilaian tim independen, di samping keterlibatan para ahli dan akademisi.

Dengan begitu, diharapkan Kota Malang menjadi percontohan dan yang terbaik di Indonesia dalam hal mendorong ekonomi kreatif. “Uji petik sudah kami lakukan di berbagai daerah termasuk di Kota Malang, dengan harapan ekonomi kreatif ini mampu menjadi solusi dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hari Sungkari.

Penandatangan berita acara yang dilakukan pada hari ini, kata Hari, merupakan bentuk komitmen dari Pemkot Malang dan Bekraf untuk fokus mengembangkan dua sektor yang sudah diputuskan dalam uji petik yakni Game Aplikasi dan Kuliner. “Penandatanganan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah meningkatkan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, H. Moch Anton, mengatakan, potensi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang memiliki sendi penopang yang sangat kuat. Selain, potensi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dari para anak muda kreatif yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF), kehadiran 55 perguruan tinggi sebagai sarana pengembangan dari sisi akademis juga sangat mendukung hal itu.

“Waktu awal Pemkot Malang membentuk MCF, kita sudah melihat potensi besar itu, sehingga saat ini bisa ditunjukkan hasil nyata,” kata suami Hj Dewi Farida Suryani itu.

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai angka 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang cukup rendah yakni 2,6 persen, menunjukkan jika selama ini berbagai sektor termasuk sektor ekonomi kreatif berperan di dalamnnya.

“Kota Malang ini memiliki penduduk yang padat, dan masalah besar dari segi ekonomi adalah inflasi, namun dengan adanya anak muda kreatif ini angka inflasi kita masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.

Suka Game Sambil Belajar Bisnis, Install Saja The Profit

MALANGVOICE – Pada Januari lalu game The Profit dirilis untuk versi android. Dalam waktu singkat, jumlah download The Profit ternyata sudah mencapai lebih dari 5 ribu. Dan saat ini jumlah donwload mencapai 6.219.

Kenapa game buatan anak negeri itu begitu dinikmati? Jawabannya, karena game yang satu ini memang tak sekadar main, tapi ada edukasi bisnis yang memungkinkan kita belajar berstrategi dalam usaha.

“Alhamdulillah, banyak yang menerima The Profit sebagai game edukasi bisnis. Semoga jumlah downloader semakin bertambah semakin banyak,” tutur Founder The Profit, Tony Susanto.

Sebagai bentuk dukungan The Profit di dunia edukasi bisnis, Jumat (19/5) kemarin, Manajemen The Profit game secara resmi meluncurkan versi desktop.

Menurut Tony, diluncurkannya versi dekstop karena The Profit ingin mempermudah user yang memainkannya dengan layar lebih lebar dan menghemat data, atau user yang kesulitan mendapat akses jaringan internet.

“Untuk versi desktopnya, secara UI (user interface) sama dengan versi smartphone. User tetap bisa mendapatkan strategi bisnis dan modul bisnisnya,” papar CEO The Profit, Henry Karya Nugraha.

Sedikitnya ada 277 strategi bisnis pada The Profit game yang bisa diakses user ketika memainkan game. Sedangkan modul bisnisnya sudah ada dalam satu paket CD dengan format file PDF atau user bisa mengunduhnya di laman resmi the profit www.theprofit.id/product.

“Jumlah modul bisnis yang diperoleh user sebanyak 20 modul bisnis, sama dengan user yang memainkan The Pofit melalui smatphone,” timpal Digital Marketing The Profit, Afietadi Kurniawan.

Di dalam satu paket CD juga sudah tersedia beberapa petunjuk menginstall, hingga cara memainkan The Profit, termasuk spesifikasi PC atau laptop khusus.

CPU yang digunakan minimum harus Single Core 1 GHz, minimum RAM 512 MB, minimum Graphic yang digunakan Ge Force FX 5700, ATI Radeon 9500, OS yang digunakan minimum Windows 7, HDD free space minimum 1 GB, Direct X Version 11, dan web browser yang disarankan Ie8/Forefox/Chrome.

Promo launching versi dekstop The Profit dijual dengan harga Rp 50 ribu dan R 30 ribu. Promo berlangsung selama 3 hari, dimulai 19–21 Mei 2017 di Jatim Expo.

Setelah promo, The Profit akan dijual dengan harga normal Rp 249 ribu. Untuk mempermudah pembeli yang ingin belajar bisnis melalui The Profit, dalam waktu dekat The Profit versi dekstop segera hadir di seluruh gerai Gramedia yang ada di Indonesia.

Komunitas